Saturday, January 24, 2026
Home Blog Page 32

Lunas Utang dan Riba, Apa Syaratnya?

0

©FathurMTRSolo.

Melepas jeratan utang perlu istiqomah, terutama dalam mencari cara atau jalan keluar.  Mendatangi orang-orang yang sudah Lunas Utang, adalah salah satu dari sekian banyak cara untuk mencari jalan keluar.

Tetapi khusus untuk lunas utang dan riba, tergolong perjalanan yang unik dibandingkan dengan utang biasa. Ada yang berhasil melewatinya dengan mulus, ada juga yang mendapatkan banyak rintangan penguji kesabaran.

Menyelesaikan utang dan riba sedikit berbeda dengan lunas utang saja. Perlu dipelajari cara-cara khusus dan praktiknya pun perlu pengetahuan khusus pula. Apa itu? Mari kita bahas  salah satunya.

Pertama, taubatan nasuha. Ritual ini sangat penting kita lakukan sebagai pendahuluan, karena kita telah berbuat maksiat kepada Allah. Maksiat itulah yang menjadi salah satu sebab utang dan riba tidak kunjung lunas. Malah cenderung bertambah banyak dan semakin terasa sulit diselesaikan.

Kedua, cari dan bergabunglah dengan komunitas lunas utang dan riba. Berjuang sendirian itu berat, lebih baik bersama-sama saling menguatkan, berbagi pengalaman, berbagi semangat.

Salah satu komunitas yang  sangat rekomendatif adalah Masyarakat Tanpa Riba (MTR). Tak hanya berkumpul bersama, MTR memiliki program-program lunas utang dan riba  melalui berbagai seminar dengan tema yang jelas terarah.

Seminar tentang lunas utang MTR, mempermudah kita dalam penyelesaian utang. Khusus untuk penyelesaian  Utang & RIBA, MTR juga memiliki seminar special yang focus membahas “Azzam” dan factor “unlogic” dari Allah.

Bagaimana cara berazam untuk segera Lunas Utang, dan mendapatkan Unlogic Alloh dengan cepat? Bagaimana menyelesaikan utnag milyaran dalam kurun waktu singkat, di situlah kita akan dibagi strategi khusus agar mendapatkan unlogic-nya ALLAH.  Atas unlogical Allah, event- event ini sudah  teruji dan terbukti hasilnya di kalangan warga MTR. Yukss..

Mereka yang Tersandera

0

©MIslamBasri.

Dalam salah satu pelatihan MTR November 2018 lalu, kami sempat berbincang dengan sesama peserta yang ternyata merupakan karyawan sebuah Bank Plat Merah di Jakarta.

Sedikit memelas beliau menuturkan kondisi diri dan istrinya yang tengah terjerat “perangkap manis” bank tempat mereka bekerja.  Istrinya juga karyawan bank.

”Kami sebenarnya ingin segera tobat dan lepas dari riba ini, Pak.  Tapi gimana ya, kami suami isteri terlanjur mengambil paket kredit rumah di bank tempat kami bekerja yang harganyanak   satu miliar (rupiah) lebih”

Kasus suami istri hanya satu contoh dari sulitnya karyawan bank yang sudah mendapatkan  pencerahan untuk keluar dari perangkap riba. Mereka tak ubahnya pelaut yang begitu rindu berlabuh. Tapi  waktu sampai dermaga, dihadang begitu banyak aturan yang memang dibuat oleh pemilik kapal. Aturan-aturan itu sengaja dibuat untuk menyandera para anak buah kapal agar tidak serta merta melompat ke pelataran darmaga.

Kalaupun bersikeras untuk keluar, mereka akan dikenai berbagai sanksi yang memberatkan dan sangat tidak adil. Mereka telah melegalkan satu bentuk kezalimen. Karena itu, memang  butuh tekad kuat dan dukungan keluarga bagi para karyawan bank untuk melepaskan diri dari sandera tersebut.

Namun satu hal yang pasti, seperti halnya para pejuang, ia harus memegang keyakinan  dengan sangat kuat, tentang ke-Maha Besaran Allah dan Maha luasnya, lapangan rezki yang telah dibentangkanNya di seluruh muka bumi.

Sudah banyak contoh, mereka yang semula ragu, berkat hidayah dan bimbingan Allah, akhirnya berhasil mendapatkan tempat bekerja yang lebih baik setelah memutuskan keluar dari bank. Bahkan tak sedikit pula yang sukses membuka usaha mandiri yang tentu saja lebih terjamin keberkahan rezekinya ,serta boleh jadi jauh lebih besar nilai penghasilannya.

Saudaraku yang masih ragu, saat ini bola ada di kaki Anda. Memilih untuk berusaha mencetak gol ke gawang lawan, memberi umpan kepada kawan atau lawan, ataupun malah melakukan blunder dengan melakukan gol bunuh diri ke gawang sendiri,adalah pilihan telah diberikan Allah kepada Anda semua.

Yang pasti, saat peluit sudah dibunyikan oleh sang pengadil (yang bernama Izroil), siap ataupun tidak, rela maupun terpaksa, menang ataupun kalah, Anda mesti keluar dari lapangan pertandingan. Sejak itu Anda bukan siapa-siapa lagi, dan mustahil kembali ke lapangan. Dan jangan lupa, itulah saat Anda harus mempertanggungjawabkan segala keputusan selama di lapangan.

Bangkinang 0,58 Juli 2019

Balada Negeri Gatotkaca Kawe

0

©YusufSaliim & ©Nurur.

Ini kisah di negeri pewayangan.  Tentang seorang kepala suku wayang, yang mengaku gatotkaca. Padahal sejatinya, ia bukan kesatria urat kawat tulang besi. Bodinya kerempeng, tulangnya lembek, isi kepalanya mlenyek.

Di hadapan ratusan perwira polisi wayang dan tentara wayang, kepala suku wayang menyebut berbagai nama Tuhan, mensikretikkan bermacam agama. Ia bersumpah tanpa jiwa,  agar dicitrakan bertuhan oleh rakyat yang tidak menganggapnya.

Di negeri wayang itu, aturan perundang-undangan tidak lagi berlaku, hukum suka-suka penguasa. Kemenangan merupakan hasil pemufakatan para wayang  yang dikendalikan sang dalang, bukan lagi ditentukan oleh suara rakyatnya. Padahal selama belasan tahun mereka menganut sistim impor, yang meyakini bahwa suara rakyat adalah suara tuhan. Suara rakyat tak dianggap, mereka berangus setiap bunyi nyaring yang  mengritik keabsahan dan ketidakbecusan kepala suku wayang.

Penonton di depan layar pertunjukan melihat dengan jelas pertunjukan kecurangan itu. Yang di depan panggung melihat dengan mata kepala, yang berjarak jauh meneropong melalui teleskop.

Tapi sang kepala suku wayang tetap bebal dengan pertunjukan kosongnya. Bahkan ketika bayangan tangan sang dalang  tertangkap layar menimbulkan gambar yang gampang ditafsirkan.  

Ia tetap bangga menjadi wayang, mendapat tempik sorak rekayasa untuk setiap ucapan kosongnya.

Gatotkaca kawe baru terlihat kesepian kala dipaksa melangkah keluar dari layar sang dalang. Mati gaya, wayang-wayang pembantu gerak sang dalang tak mampu lagi merekayasa tepuk tangan. Au-au au-au ngona-nganu.. salah tingkah di hadapan kepala suku lain yang memincingkan sebelah mata, berusaha memahami pembicaraannya.

Apa boleh buat, tak ada penonton yang tahan mendengarkan ucapan hampanya.  Begitu juga bagi para kepala suku di seluruh dunia yang waktunya adalah emas. Setelah 60 detik pertama bersabar, mereka pun memutuskan mengalihkan wajah diplomasinya kepada kepala suku lain untuk negosiasi yang lebih berharga.

Para kepala suku di seluruh bumi tersenyum miring, bisa meraba peran pewayangan sang gatotkaca kawe dengan jelas!!

Nasibmu wahai rakyat negeri pewayangan.. semakin terjepit di dalam kotak wayang. Dipimpin gatotkaca kawe yang gagal total kakehan cangke.. eh cangkriman, lalu diletakkan di posisi paling rendah, terjepit-jepit dalam kesempitan yang bikin sesak bernafas.  

Setelah dicurangi dan dipecundangi, masihkah kau percaya bahwa suaramu adalah suara tuhan? Mengapa tidak kembali saja pada sistem sempurna dari Allah Azza wa Jalla’ yang mulia? Tuhan sejati seluruh alam.

Nurani Tak Pernah Berdusta

0

©MIslamBasri.

Setiap kita pasti pernah berbuat salah dan melakukan dosa. Dan disaat kita akan melakukan sesuatu yang tidak diridhoi Allah SWT, di balik dada kita yang hanya dibalut oleh daging dan kulit tipis, pasti ada satu sinyal peringatan, pertanda qolbun hati nurani kita tidak bisa menerima apa yang akan kita perbuat.

Beruntunglah orang-orang yang senantiasa dijaga Allah, melalui sinyal-sinyal peringatan, sehingga dirinya bisa terjaga ataupun bisa segera terlepas dari hal-hal negatif yang bisa merusak nilai kehidupannya.

Pengalaman pribadi, sewaktoe doeloe ingin menandatangani SPK dengan Bank Syariah tempat kami mengajukan kredit, saat itu sinyal peringatan qolbu berpendar cukup kuat untuk memberi peringatan tentang kebenaran perjanjian kredit syariah yang akan kami lakukan.

Namun saat itu, karena masih kurangnya ilmu dan dominannya nafsu pembenaran, membuat kami tetap menandatangani SPK yang akhirnya kini menjadi suatu penyesalan panjang dan belum terselesaikan. Semoga Allah mengampuni segala kelemahan kami dan memberi kesempatan serta kemudahan untuk bisa segera menyelesaikannya. Aamiin

—————————————————————-

Kami yakin, di carut marut belantara kehidupan negeri kita ini, dari banyak keputusan yang telah diambil, banyak yang dilakukan dengan tidak mendengarkan bisikan dan peringatan hati nurani yang tiada pandai berdusta.

Pejabat yang merampok uang rakyat, politikus  yang suka mengambil kesempatan dalam kesempitan dan kemelaratan rakyat, para hakim yang tak lagi peduli dengan keadilan, pemimpin yang tak becus mengurusi urusan masyarakat banyak, semuanya merupakan bagian dari orang- orang gagal dalam memahami kebenaran yang disampaikan qolbu dan nuraninya, disebabkan lebih dominan nya nafsu keserakahan dan ketamakan dalam diri mereka.

Sungguh ironis nasib bangsa ini, memiliki banyak manusia cerdas dan berakhlak tinggi, tapi berulangkali mendapatkan pemimpin yang biasa-biasa saja serta tidak dicintai sebagian besar rakyatnya.

Apakah Allah memang sedang memberi peringatan kepada rakyat negeri ini karena telah banyak melakukan kemungkaran dan pekerjaan maksiat yang sudah melampaui batas?

Ataukah Allah sedang menguji umat muslim garis lurus negeri ini, ujian berat guna meletakkan batu landasan, agar rakyat dan bangsa ini, kelak bisa terbang ke tempat yang lebih tinggi dan lebih terhormat. WAllahu A’lam

Tugas kita sekarang adalah tetap berusaha dan menjaga diri, agar tetap bisa istiqomah dalam memperjuangkan kebenaran yang ada di dalam hati nurani kita, kebenaran tentang penerapan cara hidup hanya berdasarkan kepada islam yang benar dan kaffah. Qolbun salim, hati yang selamat dari berbagai macam pengaruh kesesatan dan senantiasa memancarkan signal serta cahaya kebenaran.

Semoga Allah memberi kesadaran kepada para pemimpin di negeri yang sangat luas dan kaya ini, untuk mau kembali ke jalan yang di ridhoi Allah SWT

Atau bila mereka tak juga tersadarkan oleh banyaknya sinyal peringatan yang telah diberikan, mudah-mudahan Allah Azza wa Jalla dengan segala kekuasaannya, segera melenyapkan mereka dari muka bumiNya ini dan memberi pengganti, dengan hadirnya sosok pemimpin sejati, yang percaya dengan kebenaran hati kecilnya, nurani yang selalu setia kepada orang-orang yang menginginkan tegaknya nilai-nilai keadilan.

Bangkinang 0,35 Juli 2019

Dia Datang (lagi), Masalah Nambah (lagi)

0

Krek, krek, boom. Gedubrak..!!!

©MY270619.

Selamat pagi Cirebon, ini baru pemanasan ya? Nantikan kejutan bombastis lainnya dari JAE yang suaranya sukses di sana. Mungkin garam import rasanya lebih asin, atau bisa jadi feenya yang lebih manis di lidah ya?

Petani garam Cirebon mengeluh gegara harga garam krosok turun. Biasanya Rp1.200 – Rp1.500, kini hanya berkisar Rp.300 – Rp.500/Kg.

Pengen juga nyolek Bu @susipudjiastuti, sehat bu? Apa masih asyik main perang-perangan? Gak kepengen perjuangkan para nelayan yang juga jadi petani garam Bu? “Please… Sapa tau didenger”.

“Halo… saudaraku para Marhaen”, ada info sedikit nih: Hampir semua harga komoditi petani lagi terjun bebas nih. Termasuk cengkeh dan kakao, tau gak?

Harga sawit petani biasa Rp.1.000/Kg, sekarang turun jadi Rp.700/Kg. Petani jadi kurang semangat gitu Bung. Ada petani Marhaen di sini?

Marhaen itu sebenarnya masih real gak sih? Atau udah ganti nama jadi Wong Cilik? Atau telah terkontaminasi hingga jadi Wong Licik? Colek Bro Budiman Sujatmiko. Diapusi Alan Turing penemu Sistem Komputer Generasi Baru aja percaya. Makanya mapan dulu baru main politik, jangan main politik buat mapan. Peace Bung?

Lihat tuh para pejabat pada ngeles sambil lempar masalah kepada sesama penyelenggara negara: “Itu bukan urusan saya”.

Kenyataan Harus Dikabarkan, Aku Bernyanyi Menjadi Saksi. (W. S. Rendra)

Yo wis lah…

Ayam sudah digratiskan. Apakah nanti garam juga mau digratiskan para petani? Atau jangan-jangan malah dimasukin lagi ke laut tuh garamnya.

Makanya jangan ngadu ke MENDAG ya, doi pemain sekaligus pelatih Bro. Bisa-bisa ntar lautnya dibeli ama China juga lho? Hahahahaha…

Kok Paket Ekonomi Meroket jadinya begini ya? Atau mungkin Pak Jae sudah melesat jauh dan tembus ke angkasa? Bukan main… !!!

Gak apa-apa deh, kita juga sudah mulai terbiasa mendengar berita kontradiktif. Kenaikan harga + komoditas rakyat hancur lebur.

Nanti juga akan dialihkan oleh ‘ormas paling-paling’ dengan narasi negara akan di Suriahkan, narasi gegara ulah HaTeI, Ide Khilafah atau rekayasa kelompok radikal yang merongrong NKRI. Padahal hubungannya apa coba?

Cucoklogi ekonomi anjlok. Hahahaha… Basi BOS !!! kami dah MUAK !!! apalagi argumen santri sok gulung sarung padahal kelihatan aurat gitu.

Faktanya kalau disederhakan: Supermarket pada tutup, peternak ayam pada mewek, petani garam pada semaput, kontraktor pada kolaps, pabrik baja siap-siap PHK ribuan karyawan, rakyat nangis bareng.

Apa kami hanya duduk-duduk di mesjid saja sambil berdoa  “Ya Allah lindungilah bangsa kami ya Allah?” Itu doang? Please deh…

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka” (QS. Ar-Ra’d: 11).

Metode Yahudi dengan pasang agen ganda, metode judi Aseng yang main di semua lapak, terkadang ‘pasang pinggiran’ jauh lebih gede, dan bandar gak pernah kalah.

Semua tahu di sekeliling kekuasaan pasti banyak penjilat, sedangkan di sekeliling lawan selalu ada pengkhianat. Walau pengkhianat itu lebih berbahaya daripada penjilat, tetap saja sama-sama menjijikan.

“Sesungguhnya siapa saja yang hidup di antara kalian sepeninggalku akan melihat perselisihan yang banyak, maka hendaknya kalian berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnah Al-Khulafa Ar-Rasyidin sepeninggalku, gigitlah dengan geraham.” (At-Tirmidzi; Shahih)

Mari kita jadi saksi sejarah duet maut pengkhianat & penjilat dalam merusak bangsa.

Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti datang, dan kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya. (QS 6: 134)

Khilafah is Coming…!

Wallahua’lam bissawab.

✍ Education For All

I am Radical

0

Error 404 Democracy not found.

© MY120719.

Iseng buka wikipedia untuk melihat defenisi sederhana radikalisme, karena pasca pilpres kata radikalisme makin santer digunakan dan telah menjadi protap birokrasi di tengah dinginnya ajakan rekonsiliasi.

Radikalisme (dari bahasa Latin radix yang berarti “akar”) adalah istilah yang digunakan pada akhir abad ke-18 untuk pendukung gerakan di Britania Raya dalam reformasi sistem pemilihan. Gerakan ini awalnya menyatakan dirinya sebagai partai kiri jauh yang menentang partai kanan jauh. Pada abad ke-19 makna istilah radikal di Britania Raya dan Eropa daratan berubah menjadi ideologi liberal yang progresif.

Apakah saat Charles James Fox memaparkan tentang paham tersebut pada tahun 1797 ia mengidentikannya dengan Islam?

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia); Radikalisme/ra•di•kal•is•me/ n 1 paham atau aliran yang radikal dalam politik; 2 paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis; 3 sikap ekstrem dalam aliran politik.

Ah, itu kan kalian umat Islam aja yang baper…, mungkin itu yang ingin Anda lontarkan.

Ok, mari kita jujur. Sejak kapan kata radikalisme di Indonesia menjadi identik dengan Islam?

Dulu ketika penjajah masuk Indonesia bukankah oleh kolonial mereka disebut radikal? Pangeran Diponegoro, Antasari, Imam Bonjol, dll, juga radikal kan?

Kini ketika penguasa ingin memberangus lawan politik yang mayoritas adalah umat Islam, mereka mulai mengulang narasi yang sama lagi, lagi dan lagi?

Jika demikian apa makna dari narasi radikal oleh negara terhadap warganya?

Jika aku bangga jadi radikal seperti para pendahulu bangsa, apakah itu benar atau salah?

Kalau salah apa dasarnya, kalau benar maka “Aku Adalah Radikal.” Sampa disini paham ya brother…

Menginginkan berdirinya khilafah adalah radikal? Menegakkan sunnah adalah radikal? Berhukum pada quran adalah radikal? Menjalankan syariat adalah radikal? Menjadi muslim yang kaffah adalah radikal? Come on, ngaku deh… kalian takut kan dengan narasi yang saya sebutkan diatas. Kalian benar kan melarang membicarakan hal-hal yang saya sebutkan diatas. “Yes, I am radical…!!!”

Ingat ungkapan Ibunda Asma kepada putranya Abdullah bin Zubair agar tetap semangat membela kebenaran sampai titik darah penghabisan melawan kekuasaan tiran saat itu pimpinan Yazid bin Muawiyah?

Hidup itu pilihan. Mau seperti apa akhir dari kehidupan kita nanti, kita yang tentukan dan kita yang memilih. Isy Kariman aw Mut Syahidan, apakah pilihan itu juga kalian hukumi radikal?

Hidup Mulia atau Mati Syahid itu merupakan suatu pilihan yang tentu sangat sulit daripada memilih antara dua hati yang membuat kita susah tidur, susah makan, dan susah-susah yang lainnya. GEDUBRAK !!!

Bersambung…

✍ Education For All

Des Vu, Seen as Soon as

0

©MY210619

Negara tidak dalam posisi salah urus, tetapi tampaknya memang tidak tahu apa yang harus diurus. Ups…. !!!. Apalagi bicara skala prioritas, swasembada pangan atau ketahanan ekonomi. Masih mau mikir saja sudah syukur.

Kesejahteraan sudah bukan lagi cita-cita. Bisa bertahan dan tidak kelaparan sudah cukup bagi rakyat. Tampaknya kita memang lebih butuh lelucon konyol Sinchan agar gila dan amoral bisa tersalurkan.

Gimana tidak, pada tahun 2010 listrik Rp.790/kwh, saat itu harga batubara selangit, tapi PLN malah untung 11 Trilliun.

Nih datanya: https://Industri.kontan.co.id/news/tahun-lalu-pln-untung-rp-117-triliun

Berselang 9 tahun kemudian (2019), listrik naik jadi Rp.1.467/kwh, padahal batubara harganya turun jauh, anehnya PLN justru rugi 18 Triliun.

Nich datanya: https://m.detik.com/finance/energi/d-4279770/pln-catat-rugi-rp-18-triliun

Jadi saya mempersilahkan kita semua menjadi saksi sejarah bagaimana negara ini diurus?

Kemaren siapa yang bilang, siapapun presidennya bodo amat, ‘gak ngefek, faktanya kita tetap bisa makan, tetap kerja, anak tetap sekolah?

Pale lo benjut…!!!.

Kalo gitu ceritanya berarti belum nyampe rumah ya tagihan pajakmu? Gak lewat tol ya? Tanya emak-emak deh, gimana harga-harga? Hidup emak-emak jadi se-asin garam import.

Buat pemuja, nikmati lima tahun yang telah + akan terjadi, jangan ngeluh dan protes, apalagi sekedar pura-pura bahagia.

Dalihnya PLN salah manajemen, karena menempatkan orang BANK jadi direktur PLN. Faktanya semua mau dibebankan lagi pada rakyat dengan menaikkan listrik lagi 20%. Waduuuh…!!!

”Gila lu Ndro…!!!”.

Nih Baca:  Awal Juli Tarif Dasar Listrik Kembali Naik (REPUBLIKA ONLINE) https://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/orh98i/awal-juli-tarif-dasar-listrik-kembali-naik

Apek banget rakyat Indonesia…

Gegara tanah kita tanah surga, malah jadi petaka. Dijajah Belanda ratusan tahun, digilir Jepang pake kibulan ‘sodara tua’. Ketika merdeka malah ‘sodara-sodara’ elit rebutan kekuasaan doang. Yang berganti hanya pemimpin, nasib rakyat tetap sama.

Ngaku UGM tapi gak ada teman seangkatan, bilang esemka tapi ,gak ada penampakan, ZONK lagi, BOHONG lagi. Punya emas, diboyong freeport ke Amerika. Punya SDM, malah jadi kacung China. Punya DEMOGRAFI, malah jualan barang import. Punya PRESIDEN tapi …. Ngeri kali awak ni…!!!

Coba dulu gak ada media tivu-tivu, mungkin cerita ‘mobil siluman’ dan ‘got bersejarah’ yang legendaris itu ‘gak pernah ada. Akhirnya semua jadi susah. ‘Gak  kapok…?

✍ Shincan For All

Surat Cinta untuk para Pengadil

0

©MIslamBasri.

Wahai tuan-tuan pengadil yang kononnya mulia. Beruntungnya dirimu, ketika Allah menjanjikan bagi tuan-tuan, surga yang terdepan.

Belum cukupkah bagi tuan-tuan janji Allah yang Maha Kuasa dan Maha Kaya? Ataukah,tuan-tuan merasa lebih mulia dari pada yang Maha Mulia?

Duhai tuan-tuan yang semestinya selangkah kami tuakan. Apakah pelajaran 30 hari Ramadan, akan kalian abaikan serta berlalu tanpa kesan dan tiada setitikpun pelajaran.

Lalu atas dasar apa kalian lantun dan pekikkan takbir di malam Idul Fitri dengan sumringah serta wajah yang seakan penuh kebahagiaan dan kemenangan ?!!

Apakah kalian pikir para malaikat itu tuli dan buta,seperti tuli dan pekaknya telinga dan mata hati tuan-tuan sekalian?

Ingatlah wahai tuan-tuan yang seharusnya sangat kami hormati,

Sorga yang ada di hadapan dirimu, setiap saat bisa berbalik menjadi neraka yang paling membara dan paling menyengsarakan!!

Kenikmatan sehari di sorga yang tiada pernah bisa kita bayangkan, setara lamanya dengan 50.000 tahun kenikmatan di dunia.

Dan adzab sehari di kerak neraka jahannam nanti, lamanya setara dengan 50.000 tahun adzab di dunia –-yang pasti belum ada apa-apanya dibanding beratnya siksa neraka yang kengerian dan dahsyat sakit nya tiada pernah juga, bisa kita bayangkan.

Wahai tuan-tuan pengadil yang mestinya kami sanjungi. Engkau menerima upah kerjamu dari hasil keringat rakyat.

Tak ingatkah engkau akan kematian yang semakin mendekat, hingga kalian sanggup mengkhianati kebenaran dari hati nurani diri sendiri dan berjuta umat yang sangat berharap kebenaran serta keadilan akan kalian singkap.

Lalu apa yang membuat tuan-tuan semua yang seharusnya kami sayangi, berani berbicara serta bersumpah atas nama Illaahi Robbi dan bersikap seolah-olah tiada ada dosa. Yang sejatinya tak lama lagi, pasti akan segera kalian pertanggung jawabkan dengan datangnya Sang Pencabut Kenikmatan.

Inilah kewajiban kami mengingatkan dan menasehati kalian, duhai tuan-tuan yang seharusnya kami damba dan rindukan.

Saat ini, kalian semua bisa berdalih dan berargumentasi dengan sejuta alasan.

Tapi ingat !! Mahkamah Kehidupan (MK1 )itu, hanya bagai setetes air, dibanding dengan samudera luas Mahkamah Kematian ( MK2 ), yang  sangat menakutkan serta mengerikan,

Tempat dimana lidah dan mulut telah terkunci..saat dimana tangan dan kaki akan berbicara sebagai saksi !!!

Sungguh dunia yang hina ini hanyalah ladang permainan belaka, tak lebih berharga dibanding seekor nyamuk dihadapan Allah Azza wa Jalla, Zat Yang Maha Besar dan Maha Adil serta Maha Bijaksana. WAllahu a’lam

Bangkinang 0,12 Juli 2019

“Kejamnya” Waktu Subuh

0

©HoerulSholeh.

Saudaraku…

Saya yakin di antara kita sudah mengetahui keistimewaan waktu Subuh. Hari ini ada baiknya kita melihat waktu Subuh dengan kacamata lain; yaitu bahaya waktu Subuh bila kita tidak dapat memanfaatkannya.

Allah bersumpah dalam Al Fajr : “Demi fajar (waktu subuh)”.

Kemudian dalam Al-Falaq, Allah mengingatkan: “Katakanlah! Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh”.

Ada apa di balik waktu Subuh? Mengapa Allah bersumpah demi waktu Subuh? Mengapa harus berlindung kepada yang menguasai waktu Subuh? Apakah waktu Subuh sangat berbahaya?

Ya, ternyata waktu Subuh benar-benar sangat berbahaya!  Waktu Subuh lebih kejam dari sekawanan perampok bersenjata api. Waktu Subuh lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan.

Jika ada sekawanan perampok menyatroni rumah kita, dan mengambil paksa semua barang kita: uang dan semua perhiasan emas digondolnya. Uang cash puluhan juta ditilepnya. Laptop, yang berisi data-data penting kita diambilnya. Eh, mobil yang belum lunas juga diembatnya dan rumah kita dibakarnya.

Bagaimana rasa pedih hati kita menerima kenyataan ini?

Ketahuilah, bahwa waktu Subuh lebih kejam dari perampok itu.  Karena jika kita tergilas sang waktu Subuh sampai melalaikan shalat fajar, maka kita akan menderita kerugian lebih besar dari sekedar kehilangan seluruh harta kita. Kita kehilangan dunia dan segala isinya.

Ingat sabda Rasulullah ﷺ : “Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya” (HR Muslim).

Waktu Subuh juga lebih menyengsarakan dari sekedar kemiskinan dunia. Karena bagi orang-orang yang tergilas waktu Subuh hingga mengabaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka hakikatnya, merekalah orang-orang miskin sejati yang hanya mendapatkan upah 1/150 (0,7%) saja pahala shalatnya.

“…dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan shalat semalam suntuk” (HR Muslim).

Shalat semalam suntuk adalah shalat yg dikerjakan mulai dari tenggelamnya matahari sampai terbit fajar. Fantastis! Shalat selama sepuluh jam…, atau kurang lebih 150 kali shalat!

Betapa agung fadhilah shalat Subuh berjamaah ini. Sebaliknya betapa malangnya orang yang tergilas waktu Subuh, orang-orang yang mengabaikan shalat subuh berjamaah di masjid.

Waktu Subuh juga lebih berbahaya dari kobaran api yg disiram bensin.

Mengapa demikian? Tahukah Anda bahwa Nabi Muhammad Shalallhu alaihi wassalam  menyetarakan dengan orang Munafik bagi yang tidak mampu melaksanakan shalat Subuh berjamaah di mesjid ?

Rasulullah ﷺ bersabda : “Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang Munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh berjamaah. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid, shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak”  (HR Bukhari Muslim).

Agar tidak merasakan gilasan waktu Subuh yg lebih kejam dari perampokan, agar tidak terkena gilasan waktu Subuh yg lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan, dan panasnya kobaran api, maka: “Katakanlah! Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh.” (Al Falaq:1).

Yaitu dengan bersegera memanfaatkan waktu Subuh sebaik-baiknya. Lakukan shalat sunnah qabliyah Shubuh (shalat fajar) dan shalat Shubuh berjamaah di masjid – bagi pria, di rumah – bagi wanita di awal waktu setelah azan berkumandang.

Ayo jadi pejuang shubuh…!!!

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ. “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893)

#Mau kan sholat subuh berjamangah nyang mejid….!!!!!!!

Renungan Jum’at

0

©MIslamBasri.

Wahai jiwa  yang tiada henti lupa dan berbangga/ Duhai  diri yang senantiasa khilaf dan tiada letih berbuat dosa//

Bukankah tanah tak  berharga yang menjadi  asal engkau ada berada ?//  Lalu ,apa yang mesti engkau banggakan/sedangkan dirimu bisa hadir di dunia/ hanya dari setetes air keruh yang hina dina//

Wahai jiwa yang tiada pernah bisa Istiqomah dalam bersyukur/ Duhai diri yang tiada bosan mengeluh dan berkata dusta//Bukankah sudah begitu banyak nikmat dan karunia Allah yang tiadakan pernah bisa engkau ukur ?//

Lalu, apa yang membuat dirimu selalu berbusung dada dan mendongakkan kepala seakan dirimu tiadakan pernah punah/ sementara engkau teramat pasti, akan hilang berkalang tanah../hanya menunggu saat tibanya malaikat setia../IZROIL../sang pencabut seluruh kenikmatan dunia//

Laa ila ha illa Anta subhanaka, inni kuntu minadzdzoolimiin//

Bangkinang 0,57 Juni 2019