Saturday, January 24, 2026
Home Blog Page 37

Mewaspadai Jebakan Nafsu Tersembunyi

0

©MIslamBasri

Diterima ataupun ditolak adalah hal yang lumrah ketika kita menyampaikan dakwah kebaikan. Tentu ada perasaan kecewa saat kita mencoba berdakwah kepada seseorang atau suatu kelompok  mendapat respon negative, bahkan mungkin dihina dan diremehkan

Sebaliknya kita pasti merasa senang dan bahagia, ketika usaha dakwah yang kita lakukan, bisa diterima dengan baik oleh orang atau kelompok yang kita ajak

Namun sadarkah kita, sejatinya ujian terberat dalam melaksanakan dakwah justru terjadi  ketika apa yang kita sampaikan diterima oleh para target dakwah kita.  Saat mulai ada orang  yang mendapat hidayah hijrah lewat dakwah yang kita lakukan,  dan mereka pun mulai mengeluarkan pujian, disitulah “ Nafsu Tersembunyi”  mulai memasang “ranjau-ranjau dan jebakan”.

Yang paling bahaya adalah ranjau riya , summah dan ujub. Ingin dipuji, dan kagum dengan amalan sendiri.  Berhati-hatilah, perasaan ini bisa membakar semua nilai amalan yang kita lakukan,  bila kita tidak mewaspadai keberadaannya. Begitu kita terjebak dan masuk dalam perangkap nafsu itu,  terhapuslah segala catatan kebaikan yang pernah kita lakukan.

Bagaimana  mencegahnya?  Selalu Muhasabah dan saling mengingatkan dalam jalan perjuangan dakwah, adalah beberapa cara ampuh  untuk mengantisipasinya.

 Kedua, sehebat apapun amalan dan perjuangan dakwah yang telah kita perbuat , jangan pernah menganggap enteng amalan-amalan ringan yang banyak bertaburan di sekeliling kehidupan kita.  Karena bisa jadi, semua catatan amalan yang kita anggap hebat dan luar biasa , ternyata hanya menjadi debu yang tak berarti karena jebakan nafsu yang tersembunyi. Sebaliknya, amalan yang kita anggap kurang boleh jadi, justru itulah yang diterima oleh Allah SWT dan kelak bisa menyelamatkan kita di hari perhitungan.  

WaAllahu a’lam

Bangkinang 0,52 2019

Turbo Bisnis via ITM

0

©Prof. Dr. Oz MTR

Siapapun yang baru membuka  usaha atau bisnis pasti bermimpi   jualan kita ramai diserbu pelanggan dan langsung mendapatkan margin lumayan.  Banyak  pemilik perusahaan berskala menengah ke bawah berharap,  setelah membuka usaha, pengunjung terus ramai dan  jumlah pelanggan terus bertambah.

Namun tahukah Anda, keberuntungan seperti itu adalah keajaiban yang  hanya bisa diraih oleh perusahaan berskala besar. Minimal level chain store (toko pengecer yang memiliki lebih dari satu gerai dan dimiliki oleh perusahaan yang sama) atau sekalian Perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing).

Saat membuka cabang, perusahaan besar tak ubahnya sniper saat  membidik calon pelanggan.  Dengan berbagai kemudahan dan keleluasaan yang dimiliki,  sudah tentu mereka memiliki kepercayaan diri yang begitu tinggi. Tak ada  istilah takut rugi atau tidak mendapatkan pelanggan dengan membuka cabang di mana-mana.

Bahkan tak jarang, sebelum launching, produk mereka sudah terjual habis. Anda tidak perlu heran, bisa jadi mereka sudah membuka pre-order sebelum produk masuk ke pasar.

Mengapa mereka  selalu sukses membuka bisnis baru di manapun berada? Sekali lagi kuncinya adalah tepat sasaran. Mereka adalah sniper canggih yang tembakannya tidak pernah meleset dalam membidik calon pelanggan (target market).   

Bagaimana mereka menguasai teknik menembak pelanggan secara jitu? Jawabnya adalah Identifikasi Target Market (ITM) yang tepat.   Tujuan ITM adalah menentukan kepada siapa dagangan Anda ditujukan. 

Di lingkungan MTR, istilah ITM diperkenalkan pertama dalam event PBTR (Platform Bisnis Tanpa Riba diadakan oleh Syarea World di Bogor akhir April lalu.

“Bisnis dimulai dari menentukan kepada siapa dagangan kita akan dijual. Itu tujuan kita membuat ITM,” begitu kata coach S. Arifin saat memperkenalkan materi ini.

Dalam event tersebut, teknik menentukan ITM mulai diulas.  Yang pertama, ITM  bisa dilakukan melalui  berbagai cara. Mulai dari identitas target market (nama, usia, gender), dan level SES (status social, pekerjaan/penghasilan, pandangan politik, sampai kepemilikan  jenis kendaraan). Selain itu juga bisa dilakukan melalui pendekatan psikografi (kesukaan, kebiasaan, sampai detil ciri-ciri fisiknya).

Pada praktiknya,  melalui ITM ini bisa dipetakan beberapa level konsumen.  Yang paling tinggi adalah level A, yaitu konsumen Asyik yang selalu mau kita tawari produk ada saja.  Setingkat di bawahnya, level konsumen B-Bagus. Yaitu target market yang akan selalu membeli produk sesuai kebutuhannya. Mereka tahu mana kebutuhan dan mana keinginan. Namun begitu punya kebutuhan,  dijamin ia akan datang untuk membeli tanpa menawar.       

Level  C yang ketiga bisa membuat kita menggerutu “Capek, deh” karena datang hanya untuk bertanya harga, sedikit menawar, membanding-bandingkan dengan tempat lain, walaupun bisa jadi akhirnya membeli. Dan terakhir level  D,  Dadaaaah!  Tak ada eksekusi pembelian sama sekali.

Tak sekadar belajar teori, ada event tersebut  kami juga  diberikan beberapa studi kasus dari bisnis riil yang telah dipratikkan oleh salah satu peserta. Melalui teknik ITM yang tepat,  bisnis travel Ahmad Sugiono warga MTR dari Jogja berhasil lolos dari praktik disrupsi travel online yang sejatinya hanya merupakan bisnis sela untuk membentuk ekosistem e-payment di Indonesia.

Tak cukup di situ, kami juga dibimbing untuk melakukan simulasi dalam memetakan ITM sesuai dengan bisnis masing-masing peserta.  Melalui moment tersebut, kami tersadarkan sebenarnya selama ini banyak hal yang telah kami abaikan dalam proses bisnis yang telah kami jalani. Kami akhirnya tahu cara memperbaiki  bisnis dengan cara yang tepat.

Yakinlah, dengan ITM yang tepat,  Anda akan mampu membidik konsumen dengan peluang keberhasilan 99%.  Jika itu sudah terjadi, bisnis Anda akan selalu tumbuh dan berkembang hingga lebih dari 100 tahun. InsyaAllah.

Materi ITM yang lebih dalam, akan dipaparkan dalam event Be Master in Marketing & Selling (BeMIMS) yang akan diadakan Syarea World akhir Juni besok. Anda yang ingin merasakan punya bisnis turbo, mari bergabung dalam moment edukatif dari MTR.

Istri Wajib Patuh Suami, Suami Wajib Sayangi Istri

0

©MIslamBasri

Sangat menarik mengikuti salah satu tulisan Om Nasjo yang kemarin membahas masalah suami isteri dan berbagai teori kebijaksanaannya

Entah apa gerangan yang membuat si Om, mendadak berubah menjadi sedikit romantis. Apakah beliau lagi dilanda re-kasmaran atau tengah mendapat protes keras dan kritikan dari sang Ratu ( sudah pasti seorang wanita yang pintar dan hebat), tentang energi dan pikiran cerdas sang Raja ( om Nasjo),yang belakangan ini lebih banyak terkuras untuk menulis tentang profil manusia-manusia 0,50 alias manusia gagal, ketimbang membahas profil orang-orang sukses. WAllahu a’lam

            —————————————

Kewajiban isteri untuk taat dan patuh kepada suami adalah sesuatu yang sudah digariskan   oleh Allah SWT . Namun tak jarang, hal ini disalah artikan oleh sebagian kaum suami.

Diantaranya, ada yang semi otoriter, dengan mengartikan bahwa kepatuhan dan ketaatan isteri itu sebagai penyerahan diri total. Walau sesekali sang suami masih mau  memberi ruang kepada si isteri untuk menyampaikan keluh kesahnya. Namun itupun jarang dihiraukan

Kemudian ada yang bertipe otoriter, menyimpulkan kewajiban patuh dan taat seorang isteri kepada suami adalah sebagai penyerahan diri tanpa syarat.  Yang menganggap isteri bisa diberlakukan suka-suka, serta cenderung menjadikan isteri sebagai budak pesuruh di rumah tangganya.

Bagi lelaki yang bertipe ini, memerintah isteri dengan berkacak pinggang sambil menunjuk menggunakan tangan kiri adalah suatu kepuasan dan kebanggaan. 

Apalagi kalau sang suami seorang UTANGERS  sejati. Sang isteri tiap hari akan merasakan indahnya alunan suara-suara tak merdu dari sang suami. Padahal dulu, saat pra menikah,  bersumpah akan menyayangi dan berlemah lembut kepada sang dambaan hati ( sweet gombal sweet )

Bukankah Rasulullah SAW telah mengingatkan kita melalui sabdanya, bahwa sebaik-baik lelaki itu adalah yang paling menyayangi isteri dan keluarganya ? Kewajiban kita semua belajar dari bagaimana Nabi berperilaku terhadap para isteri nya . 

Dengan beban berat setiap hari harus mengurus  suami,anak-anak dan pekerjaan rumah tangganya, sudah semestinya seorang isteri mendapat perhatian yang sangat baik dari seorang suami

           —————————————

Sudah jadi rahasia umum , ‘di belakang seorang lelaki yang hebat, pasti ada sosok perempuan atau isteri yang hebat’

Namun seorang isteri juga harus paham akan hal sebaliknya. Bahwa di depan dirinya sebagai seorang wanita atau isteri yang hebat, pasti ada sosok seorang lelaki atau suami hebat yang dititipi Allah dengan sifat  Baqo’. Tabi’at yang menjadi benang batas atas wibawa seorang lelaki yang tidak boleh dilampaui apalagi sampai di injak dan dirusak  oleh seorang isteri

Seorang isteri bisa dengan mudah masuk neraka karena mendurhakai suaminya. Sebaliknya seorang isteri juga bisa dengan mudah masuk ke dalam jannah, bila dirinya bisa taat dan patuh sesuai syariah kepada suaminya 

Inilah sebenarnya salah satu hikmah besar, Allah SWT  menitipkan kepada sang Nabi Termulia Rosululloh SAW , beberapa orang sosok wanita pintar, cerdas dan mulia. Seperti sosok Bunda Khadijah dan Bunda Aisyah, beserta yang lainnya.

Rumah tangga Rosulullah SAW adalah contoh yang paling ideal di jagad raya ini, tentang sosok wanita-wanita mulia yang taat dan patuh serta menjadi penopang perjuangan dakwah sang suami. Baik melalui harta,pikiran maupun bentuk kemuliaan lainnya.

Begitu juga dengan pribadi agung Rosulullah SAW  yang tercatat dengan tinta emas dalam sejarah peradaban manusia dan alam semesta. Sebagai seorang suami terhebat yang sangat menyayangi keluarga dan menghargai kehadiran serta keberadaan sosok  seorang isteri . Wallahu a’lam

Bangkinang 0,54 Juni 2019

Bisakah BDO Dihapus di Meja Hijau?

0

©FathurMTRSolo

Pengajuan bebas Bunga Denda & Ongkos (BDO) ke “Abang” yang saya masukkan sejak Mei 2019 tidak di gubris. Mungkin karena selama itu, pembayaran kami masih lancar dan tidak bermasalah.

Sampai akhirnya setelah kami melakukan aksi stop bayar cicilan, pada bulan ketiga si Abank mulai membalas dengan surat cintanya, SP 1 (= Surat Peringatan).  

Mendapatkan surat itu, kamipun berkunjung ke  kantor Abank, untuk menemui si pembuat surat.  Sampai di sana, kami diminta untuk menemui bagian collection.

Walau baru pertama berjumpa, pembicaraan berlangsung akrab.  Petugas itu menyatakan bisa memahami apa yang kami minta, dan siap membantu untuk mengajukan permintaan kami ke  manajemen pusat.

Begitulah, akhirnya permohonan bebas BDO kami layangkan ke pusat. Namun respon selanjutnya bisa ditebak. Permohonan ditolak!

Kami tidak putus asa. Kami putuskan untuk melakukan silaturahmi setiap bulan kepada Abank.  Hal yang kami tanyakan selalu sama, bagaimana cara untuk mendapatkan penghapusan BDO. Akhirnya, kami diarahkan ke Kantor Wilayah si Abank di Yogyakarta.  

Namun di sana, mereka pun menyatakan tidak bisa membantu. Begitupun, mereka mengijinkan kami untuk bertemu dengan manajemen pusat abank di Jakarta. Maka kami pun segera bertandang ke kantor pusat Abank.

Setelah pertemuan itu, kami intens menjalin silaturahmi baik secara fisik maupun surat menyurat.  Pada akhirnya, proses itu berakhir dengan keputusan lelang atas asset kami. Dari proses itulah, kami mengajukan gugatan perdata ke meja hijau kepada si Abank.  

Setelah melalui 3 proses persidangan  awal, pada sidang ke-4 kami diminta untuk sidang mediasi. Mediasi ini berlangsung beberapa kali. Dan pada sidang mediasi ketigalah, akhir si Abank menyetujui penghapusan BDO yang kami ajukan.

Alhamdulillah, kami tidak perlu  berdebat melalui pasal-pasal dan pembuktian di persidangan.  Karena dengan tahap tersebut, bisa dipastikan perdebatan akan semakin panjang. Padahal kami hanya ingin utang segera lunas.  Itu tujuan kami yang utama. 

29 Mei 2019, keputusan penghapusan BDO resmi kami  dapatkan  setelah melalui proses di meja hijau.  Alhamdulilah sekarang kami bisa membawa  pulang sertifikat rumah kami ke rumah setelah melalui proses panjang selama 2 tahun.  

Hanya dengan bersahabat dalam dakwah, utang kami bisa Lunas.

Pelaksanaan Kata-kata

0

©MY180619

”Kesadaran Adalah Matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala, dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata”. (WS Rendra. Depok, 22 April 1984)

Ingat revolusi merah? Berapa banyak komunis yang mengorbankan diri mereka? Berapa lama Lenin di penjara?

Mari kita lihat bagaimana orang-orang memperjuangkan keyakinan yang bahkan tidak sedikitpun menyelamatkan manusia dari api neraka.

Lihatlah bagaimana para pejuang demokrasi barat dan timur mati-matian membuat Konvensi Internasional, UU Ratifikasi, Kesetaraan LGBT, pengadilan HAM, Sistem Riba, dan lain-lain.

Apakah anda mengira itu ditegakkan dengan main-main? Apakah mereka hanya dengan teriak “REVOLUSI !!!” lalu saat fajar terbit perubahan sudah terwujud?

Mereka begitu bersemangat dan berdarah-darah, lalu bagaimana dengan kita?

Montesqueau, John Lock, JJ. Russou, John Liel dll, butuh tiga abad berturut-turut untuk keluar dari doktrin gereja yang bertentangan dengan akal fikiran dan ilmu pengetahuan.

Masa sebagai muslim kita mudah lelah? Padahal:

“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar kesanggupannya”. (QS Al Baqarah: 286)

Bruno dibunuh, Copernicus dipenjara, Galileo disiksa. Mereka memperolehnya dengan pengorbanan darah, tulang belulang, dan para pemikir. 300.000 orang dibunuh algojo dan dinas Intelijen, 30.000 diantaranya dibakar hidup-hidup.

Begitulah para pengikut nafsu dunia mereka pun dengan keras berjuang.  Masa anda mau jadi penyumbang daftar panjang pembuat alasan ketika diminta berdakwah?

Padahal bebas utang riba, membela hak di pengadilan, mejalankan syariat itu kelak untuk dirinya lho? Gitu aja nggak punya waktu, nggak berani, ogah berkorban, atau….ah sudahlah.

“Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu berharap”. (QS Al Insyirah: 8)

Pengadilan adalah forum tamasya kecil kita, tidak ada darah yang tumpah, tidak ada intimidasi, tidak ada gas dan air mata. Itu adalah praktek dari ‘BERSAHABAT DALAM DAKWAH’ yang sering kita jargonkan. Walaupun hanya remahan kecil dalam perjuangan,  kita tidak akan pernah lemah dan sedih.

”Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman”. (QS Al Imran : 139)

Para pengolok-olok berkata, apakah Allah tidak mampu sehingga hukum-Nya harus ditegakkan oleh kita, apakah Allah butuh tentara, mana SK pengangkatannya?

Semoga Allah mengampuni…

Bahkan jika seluruh bumi ingkar dan tidak menyembah kepada-Nya, kekuasaan dan keagungan Allah tidak akan berkurang sedikitpun.

Hukum Allah ditegakkan karena kita butuh aturan ‘ori’, bukan kaleng-kaleng, agar carut-marut kehidupan manusia bisa teratasi.

Siapa diantara kita yang meragukan orisinalitas dari quran, siapa yang tidak yakin dengan kebenaran quran, siapa yang masih ragu menerapkannya dalam kehidupan?

”Hendaknya mereka memenuhi perintah Ku dan hendaklah mereka yakin kepada Ku agar selalu berada dalam kebenaran”. (QS Al Baqarah: 186)

Lalu mengapa bersemangat mempercayakan aturan selain aturan tuhan? Bahkan terombang-ambing dalam aturan yang diciptakan makhluk tersebut?

Ketika ujian dan tantangan itu hadir di depan mata, sebagai muslim pantang berpaling, haram bergeser, karena itu kekufuran.

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus dari rahmat Allah melainkan orang-orang yang kufur”. (QS Yusuf: 87)

Apakah dengan keyakinan yang maha dasyat itu kita pasti menang?  “Sesungguhnya Allah bebas melaksanakan kehendak Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu menurut takarannya”. (QS. Ath Thalaq: 3)

Bagaimana jika kita dikalahkan?  Mungkin karena kurang ilmu, kemiskinan, atau memperturutkan nafsu?

”Bersabarlah kamu dan kuatkkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu menang”. (QS. Al Imraan: 200)

Karena sesuai janji Allah: ”Berdoalah kepada ku pastilah aku kabulkan untukmu”. (QS Al Mukmin: 60)

Jadi ketika ‘gelap’ menyelimuti, titipkan saja pada langit malam, sampai cahaya pagi melebur dalam ribuan asa. Sesuai firman Allah:  “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”. (QS. Al Insyirah: 5)

Wallahua’lam bissawab.

✍ Education For All

Kartu Kredit dan Rahim yang Hampir Hilang

0

(Kisah nyata, sebagai bahan renungan tentang “bahaya” riba)

© Novitrie Yanie

Memiliki anak adalah impian indah setiap pasangan yang saling mencinta. Bagi istri, mengandung dan melahirkan adalah tujuan besar dari fitrah kewanitaannya.

Namun apa jadinya jika rahim — “kantung kasih sayang” tempat bersemayam janin harus ditanggalkan dari perutnya?  Tanpa rahim, seorang wanita tak kan mungkin hamil dan memiliki keturunan yang didambakan. 

Itulah mimpi buruk yang pernah menghancurkan hati seorang wanita. Badan seperti tak bertulang. Lemas dan lunglai saat dokter memvonis kantung itu harus dibuang karena akan membahayakan jiwanya.

“Mengapa rahimku harus ditanggalkan? Mengapa aku? Hampir tujuh tahun aku berihtiar untuk mempertahankan. Apa dosaku ya, Allah. Mengapa Engkau begitu tega,” begitu ratap sang wanita di atas sajadah setiap malam. “Protes”-nya menembus langit dalam isak yang panjang.

Bagusnya, wanita itu jenis orang yang mudah bermuhasabah. Tak semata menyalahkan Allah, di sela dukanya menjelang keputusan hari-H operasi pengangkatan rahim, ia terus berusaha berprasangka baik kepada Allah. Belajar menerima takdir, sembari menengok ke dalam untuk mencari ”sumber malapetaka”  ini.

“Astaghfirullah, subhanaka inni kuntum minnadzhalimiin.. Aku mohon ampunanmu ya Allah.  Apapun kesalahanku,  tolong jangan ambil  rahimku,” begitu ia masih berusaha “menawar” takdir    setiap  pertiga malam.

Hingga suatu malam….  DEG!!

Tiba-tiba berkelebat kartu kredit yang selama  beberapa tahun ini menghuni dompetnya. Kartu utang itu sudah seperti teman setia dalam setiap transaksi yang perlu dilakukan. Ia merasa banyak terbantu dengan kemudahan-kemudahan serta promo-promo yang menunjang gaya hidupnya sebagai sekretaris. Desainnya yang cantik memberinya kebanggaan setiap mengeluarkan dari dompetnya.

Wanita itu ingat bagaimana mudahnya ia mendapatkan kartu tersebut.  Ya, bank mana yang tidak percaya dengan seorang sekretaris muda nan sexy dari sebuah perusahaan ternama.  Dan “kepercayaan” itu, ia manfaatkan sebaik-baiknya dengan transaksi cashless yang begitu intensif. Kadang karena memang tidak memegang uang tunai, namun lebih sering karena ia mengejar point atau promo yang menggiurkan.

Wanita itu tidak sadar, si aBank telah menempatkannya sebagi “lawan perang” terhadap Allah dan Rasul-Nya.

“Maka, jika kami tidak mengerjakan (meninggalkan) sisa riba, ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”  Gemetar sang mantan sekretaris itu saat membaca Quran Surat Al- Baqarah : 279.

“Siapa saja yang berutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka ia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah). Badan wanita itu bergetar lebih hebat hingga ia tersungkur dalam di atas sajadah biru.

 “Ya Allah, ampunilah hamba. Si aBank hampir membuatku menjadi seorang pencuri dihadapanMu. Si aBank telah membuatku menjadi budak hedonisme..”

“ Subhanalloh, begitu kelam masa laluku!”

**

R I B A, telah membuatku sampai pada titik nol!  Begitu sang wanita kemudian menuliskan di dalam diarynya.  

Riba membuatku sadar bahwa setiap saat Engkau berhak memanggilku, tulisnya lagi.

Lalu, ia kutip hati-hati  QS 63 (Al Munafiqun) ayat 11 :

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan”

“Riba telah membuatku membuka aurat dan mengharumkan dosa jariyahku,” batin wanita itu penuh rasa malu.

“Dan yang paling penting, karena ribalah Allah membuat rahimku harus diangkat,” simpulnya pedih.

“Aku harus TAUBAT dan berhijrah,” tekadnya penuh kesadaran.

Ia ambil tas kerjanya dan dikeluarkannya kartu cantik itu dari dompet. Ia gunting ujungnya menjadi 2 bagian. Esok ia akan menelpon bank penerbit kartu utang itu untuk menutup seluruh transaksinya. 

**

Awal-awal memang terasa ada sesuatu yang hilang. Namun hari-hari selanjutnya, langkahnya menjadi lebih ringan  tanpa kartu utang. Ia baru merasa manfaatnya, tanpa kartu kredit pola belanjanya menjadi lebih hemat dan sehat. 

Tak lupa, malam-malam panjangnya ia lalui  dengan dzikir panjang dan taubatan nasuha. “Kujemput hidayahMu, ya Allah. Aku yakin dengan janji-janjiMu.”

Wanita itu merasa Allah menjadi semakin dekat. “BARU SELANGKAH AKU MENGHAMPIRI, TETAPI SERIBU LANGKAH ALLAH MENGHAMPIRIKU”

Hingga ketika waktu itu datang, masyaAllah… dokter tidak menemukan alasan apapun untuk mengangkat rahimnya. Rahim dan ovariumnya dinyatakan sehat seperti yang dimiliki semua wanita normal.

Allahu Akbar.. Kuasa Allah melampaui semua perhitungan logika manusia.  Tidak Ada yang tidak mungkin bagi Allah swt

“Sesungguhnya urusannya-Nya, apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, Jadilah, Maka jadilah ia.”(QS. Yasin : 82)

Karena DIA Sayang Padaku..

0

©AriefMTR
Aku bertanya
kenapa Alloh SWT memberikan ujian bertubi-tubi padaku??
Mungkinkah Alloh sayang padaku??
Inikah cara Alloh merindukanku??
Ataukah Alloh sedang mengujiku??

Bisa jadi, IYA…

Karena selama aku baik-baik saja…
Selama aku dalam limpahan kebahagiaan…
Selama aku sehat wal afiat…
Selama aku menikmati dunia tanpa kekurangan…
Saat itulah aku sering melupakanNYA…
Sering lupa hanya sekedar mengucap syukur atas segala nikmatNYA…
Begitu kilatnya saat menghadapNYA…
Bahkan harta yang dilarangNYA pun aku menikmatinya…
Pekerjaan yang tersirat kemaksiatan aku menjalankannya…
Saat Alloh mengirim ujian untukku…

Iya, DIA sayang padaku…

Alloh kangen dengan tangisan curhatanku…
Alloh rindu dengan sujud panjangku…
Alloh ingin mendengar asa doaku…
Terlalu banyak ku memikirkan dunia…
Hingga aku terlena karenanya…
Akhirat sebagai tujuan tertutup begitu saja…
Bersyukur Alloh berkenan mempertemukanku denganmu…
Iya dengan sahabat ahli syurga sepertimu…
Mengingatkan dalam kebaikan…
Meluruskan ketika dalam kesalahan…
Dan karena DIAlah Alloh sayang padaku….

Barokallohu fiikum

By *”NA

#Jazakumulloh MTR
# Sahabat Dalam Dakwah

4 Makna Lebaran Ketupat

0

© Pur_S

Lebaran Ketupat banyak dirayakan masyarakat Muslim Jawa — terutama daerah Pantura, dan beberapa wilayah Jawa Timur serta Pulau Madura. Tradisi ini juga dikenal di beberapa daerah luar Jawa seperti  Manado, Lombok, Gorontalo karena dibawa masyarakat pendatang asal Jawa.

Lebaran Ketupat  dilaksanakan 7 di bulan Syawal. Perayaan ini boleh dibilang merupakan kombinasi tradisi Indonesia dengan Ajaran Islam.  Para penganutnya menyebut Lebaran Ketupat sebagai Lebaran Kecil untuk merayakan selesainya ibadah sunnah, yaitu puasa 6 hari di bulan Syawal  yang sangat dianjurkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam dahal hadistnya.

Dari Abu Ayyub radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر

“Siapa saja yang berpuasa Ramadan, kemudian diikuti puasa enam hari bulan Syawal, maka itulah puasa satu tahun.” (HR. Ahmad dan Muslim)

Ketupat sendiri merupakan makanan yang berbahan dasar beras yang dibungkus oleh anyaman daun kelapa berbentuk  persegi empat. Setelah diisi oleh beras, selongsong daun kelapa ini direbus dalam waktu yang cukup lama kurang lebih 2 sampai 3 jam.

Dalam makna tersirat, empat sisi dari ketupat itu diartikan sebagai laku papat (empat tindakan) yaitu lebaran, luberan, leburan, dan laburan. Berikut penjabaran  keempat tindakan tersebut :

1. Lebaran berasal dari kata lebar ( e dibaca seperti pada kata sejak) yang berarti selesai.  Hal tersebut dimaksudkan telah selesainya menjalani puasa dengan datangnya 1 Syawal.

2.  Luberan yang berarti melimpah. Diibaratkan air dalam tempayan yang isinya melimpah hingga tumpah kebawah. Simbol tersebut memberikan pesan untuk memberikan sebagian hartanya kepada fakir miskin, yaitu sedekan dengan ikhlas seperti tumpahnya atau lubernya air dalam tempayan. 

3. Leburan yang berarti semua kesalahan dilebur atau habis dan lepas, serta dapat dimaafkan pada hari Idulfitri.

4. Laburan Di masyarakat Jawa labur (kapur) adalah bahan untuk memutihkan dinding. Hal tersebut menandakan simbol yang memberikan pesan untuk senantiasa menjaga kebersihan diri lahir dan batin.

Usai saling bermaafan atau leburan di momen Lebaran, umat Muslim diberikan pesan agar tetap menjaga sikap dan tindakan yang baik. Sehingga hal tersebut mencerminkan budi pekerti yang baik pula.

Dari tulisan singkat ini kita bisa paham makna yang dalam dari lebaran ketupat tersebut,  yaitu terus istiqomah dalam hal kebajikan dan mampu menyempurnakan ibadah Ramadhan dengan melaksanakan puasa Sunnah dibulan Syawal.  Semoga kita dapat dan diberi kekuatan untuk melaksanakan sunnah Rusullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut. Aamiin…..

Am I Normal, Mama??

0

©Magai

“Magai,  how can I be normal?” Her  first sentence when Sabrina -my 13 yo- enter my room after school.

“What do you mean kakak?”

“You know Magai, NORMAL like other girls in my school. They do gossiping, talked about boys, talk about fashion, you know girls stuff. I dont feel belongs Magai,  they read novel while I read sirah. They talked about boys, while I talk about al-fathih. They talked about fashion and suprrised thay I choosed jilbab over pants.  I dont get them like they dont get me, Magai. So mamaaaaa they said I’m weird.”

I can see Sabrina is very upset with this situation. I know at her age having lots of friends is the most valuable thing in her life. Feeling belongs is matters.

I tried to remind her about Rasulullah’s (peace be upon him) situation in her sirah’s book.  Didn’t people of Quraish gave him a title of al-amin that means the one who can be trusted. What happend after Muhammad became a prophet? Every one who trusted him was against him and said that he is a big liar and a sorcerer.

“With Al-fathih, can you imagine at the age of 21 he can conquer Constantinople. Do you think he had time for a chit chat with a friend?”

So love, you are not normal and you will never be normal (in that term) because you are special. You are a leader you are born to be a great leader and you will be a part of the rising of a great Khalifah. Your level of thinking is brilliant. Its not shallow, its not deep, but its BRILLIANT.

So my dearest Sabrina dont be upset, if now you havent find any “good” friend and the girls in school can not catch up with your thinking, its ok my love, its ok to be different as long as you are in the path of Allah. You are normal in the eyes of Allah bare that in mind sayang.

Prophet Muhammad (peace be upon him) once said: “The example of a good companion and a bad companion is like that of the seller of musk, and the one who blows the blacksmith’s bellows (respectively). So as for the seller of musk then either he will grant you some, or you buy some from him, or at least you enjoy a pleasant smell from him. As for the one who blows the blacksmith’s bellows then either he will burn your clothes or you will get an offensive smell from him.” [Bukhari & Muslim]

So my dear sweet girl be the best musk you will ever be, spread your thoughts with your friends and make them have the same pleasant smell as you are. That is what we call Da’wah my dear.

A suhoor chit chat with my youngest

Pria Seksi dan Buku Merah

0

©Suwarna“Lelaki Hujan”

Pria lain boleh saja berjuang keras mengempiskan perut agar menjadi six pack demi penampilan. Tapi bagi saya, cukup menjadi pria bebas utang maka istri sudah memberi gelar pria paling seksi di dunia.

Masih jelas dalam ingatan, satu tahun lalu ketika pertama kali diperkenalkan dengan komunitas Masyarakat Tanpa Riba (MTR) oleh seorang teman. Saat itu kondisi saya benar-benar sedang jatuh, omset usaha meluncur bebas. Saya bingung luar biasa. Buntu!

“Bro, tidak mungkin saya bisa memperbaiki bisnis tanpa utang modal dari Bank”.

“Lagipula saya justru dapat puja-puji dari bank karena punya utang miliaran. Bukankah itu tada saya dipercaya?”

… Dan masih banyak lagi pembenaran dan pembelaan diri yang keluar dari mulut saya. 

Begitulah. Utang telah mengubah saya menjadi pria yang gengsian, over  confident, dan pongah meski dalam kondisi tengah jatuh sekalipun. Saya tetap ngeyel ketika seorang teman mengajak hijrah  sekalipun diyakinkan tanpa utang, bisnis bisa  tetap berkembang, bahkan lebih berkah.

Sampai akhirnya, dia berhasil membungkam mulut saya.  “Buku merah” lah yang telah membungkam kepongahan, membuat saya tertunduk dan terdiam…

“Kesalahan-kesalahan Fatal Pengusaha Mengembangkan Bisnis dengan Utang.”

Jebrett!  Dari judulnya saja,  buku itu terasa menghantam harga diri saya.

Saya baca seluruh isi buku merah tersebut dengan serius. Awalnya dengan kening berkerut, hati berkabut. Namun lembar demi lembar  itu, terlalu menarik untuk dilewatkan hingga saya khatamkan dalam waktu singkat.

Setelah itu,  hari-hari saya diselimuti gelisah, galau, rasa bersalah dan takut mati. Namun di sisi lalin,  ada penasaran dan harapan. Ribuan tanya berkecamuk di benak.

“Jika mereka saja mampu terbebas dari utang dan riba, kenapa saya tidak bisa??”

“Ternyata banyak orang-orang di MTR yang berhasil membangun bisnisnya tanpa utang. Bagaimana caranya, ya?”

Buku Merah  itu akhirnya menjadi jalan pembuka hijrah. Muncul kesadaran dalam pola pikir saya tentang bisnis, utang dan riba.  Toh faktanya ketika saya terjatuh, tidak ada satupun orang bank yang peduli. Mereka hanya tahu menagih dan mengejar-ngejar  saya untuk membayar angsuran tanpa peduli kondisi usaha yang sedang jatuh.

Saya makin sadar ternyata selama ini “main kurang jauh”, kopi saya kurang pahitt, hidup jauh dari rasa tenang. Dari sini niat hijrah saya terasa mengkristal semakin kuat.

Perjuangan  saya mulai dengan mengikuti event seminar MTR satu per satu. Dimulai dari Sukses Mengembangkan Harta Tanpa Riba(SMHTR) dan dilanjutkan dengan berbagai event lainnya. Semakin banyak event yang saya ikuti, semakin yakin hanya Allah dan diri saya sendiri yang mampu mengeluarkan saya dari belenggu utang.

Dan Alhamdulillah, saat ini saya sudah bebas utang. Usaha berkelimpahan, keluarga juga makin adem tentram… Masya Allah tenang bangat rasanya hidup tanpa utang!

Efek lain, .… saya merasa sangat “seksi” hidup tanpa utang.

Saya pikir,  PRIA SEKSI  yang hakiki mestinya bukan hanya milik pria berbadan atletis yang memiliki perut six pack.  

Pria seksi adalah pria tanpa utang, yang di dompetnya tidak ada lagi kartu utang. Pria yang sholeh dan menyayangi istri – istrinya…eh typo maksudnya istrinya