Mewaspadai Jebakan Nafsu Tersembunyi

0
870

©MIslamBasri

Diterima ataupun ditolak adalah hal yang lumrah ketika kita menyampaikan dakwah kebaikan. Tentu ada perasaan kecewa saat kita mencoba berdakwah kepada seseorang atau suatu kelompok  mendapat respon negative, bahkan mungkin dihina dan diremehkan

Sebaliknya kita pasti merasa senang dan bahagia, ketika usaha dakwah yang kita lakukan, bisa diterima dengan baik oleh orang atau kelompok yang kita ajak

Namun sadarkah kita, sejatinya ujian terberat dalam melaksanakan dakwah justru terjadi  ketika apa yang kita sampaikan diterima oleh para target dakwah kita.  Saat mulai ada orang  yang mendapat hidayah hijrah lewat dakwah yang kita lakukan,  dan mereka pun mulai mengeluarkan pujian, disitulah “ Nafsu Tersembunyi”  mulai memasang “ranjau-ranjau dan jebakan”.

Yang paling bahaya adalah ranjau riya , summah dan ujub. Ingin dipuji, dan kagum dengan amalan sendiri.  Berhati-hatilah, perasaan ini bisa membakar semua nilai amalan yang kita lakukan,  bila kita tidak mewaspadai keberadaannya. Begitu kita terjebak dan masuk dalam perangkap nafsu itu,  terhapuslah segala catatan kebaikan yang pernah kita lakukan.

Bagaimana  mencegahnya?  Selalu Muhasabah dan saling mengingatkan dalam jalan perjuangan dakwah, adalah beberapa cara ampuh  untuk mengantisipasinya.

 Kedua, sehebat apapun amalan dan perjuangan dakwah yang telah kita perbuat , jangan pernah menganggap enteng amalan-amalan ringan yang banyak bertaburan di sekeliling kehidupan kita.  Karena bisa jadi, semua catatan amalan yang kita anggap hebat dan luar biasa , ternyata hanya menjadi debu yang tak berarti karena jebakan nafsu yang tersembunyi. Sebaliknya, amalan yang kita anggap kurang boleh jadi, justru itulah yang diterima oleh Allah SWT dan kelak bisa menyelamatkan kita di hari perhitungan.  

WaAllahu a’lam

Bangkinang 0,52 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here