Saturday, January 24, 2026
Home Blog Page 31

10 Syarat MTR agar Lunas Utang dan Bebas Riba

0

©MIslamBasri.

Sesuatu yang baik dan diniatkan dengan baik, tentu harus melalui proses perjalanan dan perjuangan yang baik pula. 

Setidaknya ada 10 syarat tak tertulis yang berlaku di Komunitas Masyarakat Tanpa Riba (MTR), agar kita bisa mendapatkan jalan keluar untuk segera terlepas dari penyakit Utang dan Riba.

1.Taubatan Nasuha.  Tinggalkan kebathilan dan hentikan sepenuhnya semua hal yang berbau riba

2.Rajin menuntut Ilmu yang baik dan benar. Tiada kata rugi untuk mendapatkan ilmu yang disyariatkan. Bertahan dalam kebodohan adalah ciri Perugi Sejati

3.Melepaskan kemelekatan.  Merdeka tanpa utang membutuhkan kesungguhan dan pengorbanan .

4.Selalu dalam jamaah. Ghirah akan terjaga bila kita selalu bersama dan berjamaah. Kita pun membutuhkan nasehat dan doa dari orang lain

5.Giat dan istiqomah berdakwah membantu agama Allah.  Meyakini Allah akan membantu siapa yang menolong agamaNya adalah amunisi yang mesti senantiasa dijaga dan disiapkan.

6.Memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia,terutama dengan keluarga terdekat. Taat kepada Allah dan Silaturahim sesama manusia adalah dua hal yang tak terpisahkan.

7.Bersemangat tinggi untuk bisa mengembangkan diri dan usaha sebagai landasan utama menolong agama Allah.  Hanya orang yang belajar untuk selalu memperbaiki diri, keluarga dan usahanya, yang pantas menjadi penolong agama Allah.

8.Senantiasa muhasabah diri. Pakai cermin sendiri dan lupakan cermin orang lain.

9.Rajin mendoakan kebaikan untuk orang lain.  Setiap mendoakan kebaikan untuk orang lain, malaikat akan mendoakan kita dalam hal yang sama.

10.Disiplin dan banyak bersyukur.  Syukur dan selalu qonaah adalah kunci keselamatan. Orang yang bersyukur pasti berusaha untuk bisa disiplin.  Tiada syukur tanpa ada perbaikan disiplin diri

PANTASKAN DIRI MENDAPAT PERTOLONGAN ALLAH DAN PANTASKAN DIRI MENJADI PENOLONG AGAMA ALLAH, ITULAH MTR SEJATI.

Bangkinang 080. Juli 2019

Miliaran Utang Lunas Cepat tanpa Jual Aset

0

Alhamdulillah, kami bersyukur kepadamu Yaa Allooh atas segala curahan Rahmat-Mu kepada kami.

Hadapi dengan Taqwa

0

©YusufSaliim.

Sahabat… sedemikian banyak onak dan duri terhampar di depan jalan dakwah ini. 

Seiring waktu berlalu, jumlah dan kualitas tantangan dakwah semakin meningkat, yaa shahibiy. Dulu pejuang dibilang oleh penjajah Belanda dengan sebutan ekstrimis. Kini penguasa dan rezim curang menyebut pejuang dakwah kebaikan dengan teroris bahkan anti Pancasila dan anti NKRI

Akankah langkah kaki pejuang mundur dari ancaman dan rintangan “kecil” ini?

Tentu tidak! Sekali layar terkembang, pantang biduk kembali ke tepian samudra.

Hadapi tantangan dan hambatan dengan ketaqwaan! Karena tugas para Nabi dan Rasul Alloh dahulu tidak lepas dari tantangan semacam ini.  Padahal kita tahu, kemuliaan tugas beliau-beliaulah yang layak terus kita teladani.

Bersabarlah, sahabat pejuang. Maksimalkan Sunnatullah dalam perjuangan dan dekatkan diri pada Robbul ‘Izzatiy, kunci kemenangan ini.

Disini kami juga mengharap keberhasilanmu, tentang kembali mulianya Al Islam dan Kaum Muslimin.

#SahabatDalamDakwah #TebarkanUkhuwah #RaihNasrullah.

Hewan Mahal yang Mudah Didapatkan

0

©Nugraha.

Suatu ketika di suatu kota, si fulan ditawarkan dua pilihan, secangkir kopi atau hewan termahal di dunia.

Namun anehnya,  si  fulan lebih memilih secangkir kopi,  yang mungkin hanya penghilang dahaga dan kantuk sejenak.  Mengapa ia tidak memilih hewan yang mahal tersebut?

Ternyata, semata karena sifat pemalasnya. Ia tidak mau mengambil hewan tersebut karena tidak mau bergerak.  Padahal salah satu factor orang sukses meraih impian adalah mau bergerak.  Tanpa bergerak, bagaimana bisa ada perubahan?  Ia lebih suka kehidupannya berputar rutin begitu saja.

Orang yang  lebih memilih hewan mahal sudah pasti orang yang cerdas. Ia mau bergerak, karena punya impian. Ia sadar, dengan bergerak mengajak umat, ia akan mendapatkan pahala hewan termahal di dunia, yaitu unta merah.

“Demi Allah, apabila Allah menunjuki seorang saja melalui dakwahmu,  itu lebih baik bagimu daripada kamu memiliki onta-onta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim [8/31]

Dari Sahl bin Sa’d Radhiyallaahu ‘Anhu bahawa Rasulullaah Shollallaahu ‘Alaihi wa Sallaam pernah bersabda: “Maka demi Allah, sekiranya Allah memberi hidayah kepada seorang sahaja (kerana da’wah) melalui diri mu, (itu) adalah lebih baik bagi kamu daripada kamu memiliki unta-unta merah.” Riwayat Bukhari, Muslim dan Ahmad

Mengapa padanan pahala yang disebut Rasulullah adalah unta, bukan hewan yang lain seperti sapi, domba, atau yang lainnya?

Pada zaman Rasulullaah Shollallaahu ‘Alaihi wa Sallaam, binatang peliharaan merupakan harta yang besar nilainya, terutama unta. Unta merah adalah jenis unta terbaik dan termahal karena badannya yang tinggi besar. Jadi, untuk mendekatkan pemahaman para sahabat mengenai harta yang mahal , maka digunakan contoh yang paling mudah dan terdekat dengan mereka yaitu unta merah.

Hingga saat ini, seekor unta merah bernilai antara SR 7 ribu hingga SR 20 ribu. Sekiranya ditukar kepada mata uang dolar Singapura antara SGD2600 hingga SGD7700, atau senilai Rp 24 – 70 juta (era_muslim.com)

Dengan janji seperti itu, masihkah kita tetap akan berdiam diri?

Ppadahal Allah memberi kesempatan kepada Anda untuk mendapatkan unta merah, hewan termahal yang mudah didapat.

Harus diingat, janji ini hanya diberikan bagi manusia yang mau bergerak. Bukan orang yang  sekadar ingin secangkir kopi penghilang dahaga, santai di rumah, menghabiskan waktu dengan sia-sia.

InsyaAllah dengan SMHTR, Anda akan mendapatkan unta ini, dalam jalan dakwah  mengajak saudara-saudara terbebas dari dosa  utang dan riba.

Kebutuhan atau Keinginan?

0

©MIslamBasri.

Bermacam kemudahan yang menggoda, membuat masyarakat yang hidup di akhir zaman ini terperangkap dalam berbagai dorongan untuk memilki segala sesuatu yang mereka kehendaki. Bukan lagi atas dasar kebutuhan terhadap suatu benda, namun lebih banyak karena bujukan nafsu. Nafsu yang seringkali tak terbendung dan dikamuflasekan sebagai suatu kebutuhan mendesak.

Teramat banyak masyarakat sekarang yang mengagungkan dan memuja gaya hidup, sehingga tanpa disadari mereka menjadi  korban dan budak atas cara hidup mereka sendiri.

Bukankah Gaya berbanding lurus dengan Tekanan? Maka, semakin besar gaya hidup,  otomatis tingkat tekanan serta beban kehidupan akan semakin meningkat dan membesar pula.

Mari kita mencoba bermuhasabah dan mengingat kembali, berapa banyak keputusan yang kita ambil berdasarkan keinginan semata, bukan hal yang benar-benar kita butuhkan? Bisa jadi, sebagian besar keputusan untuk memiliki sesuatu itu kita ambil karena dorongan keinginan!

  • Betulkah kita mesti beli Handphone baru dan lebih canggih?
  • Benarkah sofa dan perabotan lain di rumah ini mesti diganti?
  • Apa benar kendaraan kita sudah saatnya ditukar dengan model yang lebih baru?
  • Betulkah anak kita akan kesulitan ke sekolah kalau tidak naik motor?
  • Haruskah untuk mulai atau mengembangkan bisnis kita mesti berutang?

Begitu banyak pertanyaan yang sebenarnya tak terlalu sulit dijawab dengan kata “tidak”!  Karena sejatinya, sebagian besar yang kita harapkan itu adalah suatu bentuk keinginan yang seringkali kita paksakan mengenakan baju palsu kebutuhan. Inilah awal mula kita terbelenggu dalam lingkaran setan bernama UTANG

No way out! Untuk keluar dari perangkap jebakan nafsu keinginan itu, tak ada jalan keluar yang lebih baik  daripada belajar hidup qana’ah  serta menyelam lebih dalam ke lautan ilmu agama dan dunia.  

Bersyukur atas apa yang kita miliki, bersabar atas apa yang kita inginkan, dan bijaksana dalam memahami warna yang berbeda antara keinginan yang bisa ditunda dan kebutuhan yang memang wajib untuk dihadirkan. Insya Allah akan membuat diri kita lebih merasa tenang dan nyaman dalam mengarungi panas serta kerasnya setiap etape perjalanan kehidupan.

Untuk urusan dunia, rajinlah mengamati orang-orang yang kehidupannya berada di bawah kita sehingga kita bisa menyadari betapa banyak karunia dan nikmat Allah yang telah kita kufuri selama ini. Dan pada waktu yang bersamaan, kita akan semakin bisa mensyukuri ternyata begitu besar kenikmatan yang telah kita  dapatkan.

Bersyukur akan ditambah, namun bila kufur akan  dibinasakan. Itulah janji dari Zat yang Maha Menepati Janji. Janji itu  seharusnya menjadi pegangan terkuat bagi setiap diri, sampai datangnya jatah rezeki penghabisan , pertanda akan segera  berakhirnya semua kenikmatan dunia yang sejatinya hanya menipu dan penuh dengan seloka belaka.

WallAhu A’lam

Bangkinang 0,77 Juli 2019

“I am MTR”

0

@spn220719.

Dulu, saya pilih-pilih group whatsapp mana yang saya kirimi flyer acara-acara  Masyarakat Tanpa RIba (MTR). Saat itu saya masih sungkan dan khawatir ada yang “nyinyir” ketika saya berbagi informasi tentang acara MTR.  Makanya tidak semua grup saya share informasi tersebut.

Namun saat diskusi dengan istri, ia bilang,”Mosok dakwah pilih-pilih. Kirimin aja ke semuanya. Siapa tahu mereka dapat hidayah.  Hidayah itu kan hak prerogatif Allah SWT. Allah yang akan memilih siapa yang akan diberi hidayah-Nya.”

Hmmm… saya pikir benar juga pendapat istri saya. Lalu saya coba beranikan diri mengirim informasi Sukses Mengembangkan Harta Tanpa Riba ( SMHTR) yang diadakan MTR  Pekanbaru Mei lalu ke semua group WA saya…sambil was-was kalo kalo nanti ada yang nyinyir.

Dan ternyata…. Der!! Benar juga.  Teman yang saya perkirakan nyinyir,  ternyata nyinyir juga. Pertanyaan umum yang biasa muncul adalah, “Bayar ya… ada yang nggak bayar !?”

Saya response pertanyaan-pertanyaan itu  dengan sabar. Saya jelaskan kewajaran berbayar karena memang acaranya di hotel berbintang, berlangsung dari pagi sampai malam. Selain itu, manfaat yang didapat akan jauh lebih besar dari biaya yang dikeluarkan.

Bentuk “nyinyiran” yang lain : “Anda sudah pernah ikut ya… kalo gitu bisa sharing dong ke kita-kita disini… ”

Hmmm… kalau untuk pertanyaa ini, saya sudah siap dengan jawaban tegas, ”Siap… kumpulkan 100 orang di masjid atau di mana, sediakan waktu 2-3 jam. MTR siap memberi pencerahan… gratis !!!”

Bisa membayangkan respon sang penanya? Dijamin dia tak akan berkutik. Karena sesungguhnya apa yang dia lontarkan hanya ungkapan iseng belaka.

Jawaban-jawaban semacam ini bisa disampaikan oleh semua anggota MTR apabila menghadapi pertanyaan serupa.  Anda minta saja mereka mengumpullan 100 orang, sediakan waktu 2 jam, MTR akan memberikan sharing session gratis. Tinggal koordinasikan saja dengan pengurus Korda terdekat.

Di sisi lain, tak disangka, justru muncul sambutan positif  dari pengurus DKM. Karena respon positif mereka, Ramadhan kemarin jadilah kami menginisiasi program “Goes to Masjid”  di sebuah masjid kawasan Bintaro, Jakarta Selatan.

Teman-teman yang lain juga meresponse positif. Teman dari Jogja menanyakan adakah program serupa di kota budaya itu? Mereka lalu saya arahkan ke SMHTR Jogja.

Komentar-komentar positif  dan acungan jempol tidak sedikit, membuat saya semakin bersemangat menyebarkan info-info MTR dalam cakupan yang lebih luas. Setiap informasi kegiatan MTR, selalu saya share ke semua group WA yang saya ikuti. Saya berharap semakin banyak teman dan saudara yang terangkat  beban hidupnya dari tekanan utang.

Prinsip saya sekarang, biarlah Allah yang menentukan siapa yang layak mendapat hidayahNya. Saya hanya berharap pahala jariyah mengalir untuk saya. So, sekarang saya tidak ragu lagi menyampaikan “I am MTR”.

Program Turbo untuk Percepatan Lunas Utang

0

©Prof. Dr Oz MTR.

Lunas utang itu mudah. Sama mudahnya dengan cara  mendapatkan bebas BDO  (Bunga, Denda & Ongkos-ongkos lainnya). Syaratnya,  yakin bahwa itu semua ada (real/nyata).

Kekhawatiran akan membuat kita semakin jauh dari kata Lunas,   apalagi memperoleh BDO. Banyak yang menganggap hal itu mustahil.  Bahkan jika pengajuan BDO sudah kita dapatkan dari abank,  kita tetap khawatir karena  terkendala dana pelunasan yang belum siap di tangan.  Ini kekhawatiran palsu yang selalu dibisikan oleh syaiton kepada manusia.

Hanya keyakinanlah yang bisa menjadi booster untuk bergegas  mewujudkan cita-cita lunas utang. Keyakinan itu akan berfungsi sebagai mesin turbo, untuk mendorong dan mempercepat pelunasan utang kita.  

Untuk Anda yang  siap melaju bersama mesin turbo  agar bisa segera lunas utang dan riba setelah mendapatkan BDO, berikut panduan program-programnya:

1. Pasrah kepada Alloh

2. Hilangkan kemelekatan

3. Perbesar putaran bisnis.

Mari kita bahas satu persatu :

Point 1.  Pasrah kepada Alloh

Bagaimana kita menyerahkan segala urusan kepada Alloh dengan keyakinan 100 % bahwa Alloh akan memberikan solusi.  Ketakutan bahwa aset akan di lelang, aset berpindah tangan, abank akan pressure kita, bahkan marah”. Padahal, hal itu belum terjadi, dan bahkan belum tentu terjadi pula.

*)Materi ini bisa di peroleh pada program Sukses Mengembangkan Harta Tanpa Riba (SMHTR)

Point 2. Hilangkan Kemelekatan.

Segera jual aset kita. Ikhtiarkan dengan melakukan berbagai penawaran, antara lain menulis plakat penjualan pada semua aset kita. Untuk keperluan ini, Anda bisa minta bantuan pada ahlinya seperti makelar atau agen properti, dan bahkan Abank pun bisa Anda minta bantuan untuk menjualkan asset kita. Aset bergerak (mobil, motor, moge, mobil antik, bahkan mobil sport) siap di-liquid-kan untuk penyelesaian utang.

*)Materi ini bisa diperoleh pada program Platform Bisnis Tanpa Riba (PBTR) & Mengatasi Kemandekan Bisnis dan Kehidupan (MKBK).

Point 3. Perbesar Putaran Bisnis.

Tingkatkan focus pada bisnis, perbaiki sistem, kinerja, serta infrastruktur dari bisnis kita. Perbaiki proses bisnis, tata ulang promosi, dan in-out barang.  Cari cara bagaimana caranya agar barang yang menumpuk di gudang bisa keluar menjadi uang cash, perbaiki life-cyrcle (umur/periode) tagihan. Kurangi keputusan yang berisiko atau spekulatif.

Materi ini bisa di peroleh pada program PBTR & Be Master in Marketing and Seling (BeMiMS)

Tiga point dalam program turbo lunas utang di atas sudah proven — terbukti berhasil melepaskan para  pelaku utang di komunitas MTR secara cepat.  Anda ingin membuktikan?

Segera dapatkan program di atas secara exclusive ….

SMHTR JABODETABEK

SELASA – RABU, 30-31 Juli 2019

HOTEL SWISSBELL MANGGA BESAR

JAM 7.30- 21.00 (tidak menginap)

SUKSES MENGEMBANGKAN HARTA TANPA RIBA

Support by Masyarakat Tanpa Riba (MTR) & Syarea World

Jadilah Oksigen untuk Kehidupan

0

©AmirMTR.

Oksigen adalah unsur udara penopang kehidupan mahluk hidup didunia.  Oksigen memenuhi semua ruang dimana Allah telah tetapkan kehidupan mahluk akan berlangsung. Allah SWT telah menciptakan oksigen untuk memenuhi kelangsungan kehidupan mahluk di alam semesta.

Sunatullah, oksigen akan bereaksi secara kimia berikatan dengan unsur carbon, kemudian melalui mahluk lain berupa tumbuhan ia akan termurnikan kembali. Karena itu, tugas manusia adalah menjaga supaya tumbuhan tetap terlestarikan di bumi Allah. Demi kelangsungan kehidupan kita sendiri.  

Sahabatku yang dirakhmati Allah,  demikianlah MTR berada dalam kehidupan kita.  MTR menjadi wasilah penyadaran umat agar kembali kepada koridor-koridor aturan yang sudah ditetapkan Allah dan RasulNya.

Dalam dakwah MTR dibutuhkan pribadi-pribadi yang murni merindukan untuk berjumpa dengan RabbNya dengan kemurnian aqidah.  Merindukan dirinya menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa dibanggakan oleh Allah, RasulNya dan mahlukNya. Pribadi-pribadi MTR senantiasa mengedepankan pemikiran berlandaskan syareat.  Pribadi-pribadi MTR adalah pribadi yang senantiasa “BERSAHABAT DALAM DAKWAH”

Dalam dakwah, kekuatan aqidah adalah pondasi landasan berfikir menetapkan langkah perjuangan. Bukan akal manusia yang sangat terbatas, yang menjadi landasan untuk mengambil sebuah keputusan perjuangan. Sungguh naif manusia yang menuhankan akalnya,  yang percaya bahwa dari akalnya ia mampu menyelesaikan seluruh permasalahan kehidupan umat manusia.

Karenanya kemurnian perjuangan melalui wasilah MTR haruslah tetap kita jaga bersama. Mengedepankan aqidah menjadi fundamental penyelesaian permasalahan dalam kehidupan kita.  Akal hanya sebatas potensi yang Allah berikan kepada manusia ,untuk mampu menetapkan pilihan haq dan bathil.

Intrik akal manusia yang terkontaminasi cinta dunia, tidak terelakkan bisa menerpa wasilah dakwah di manapun Islam diperjuangkan. Akan tetapi bagi pribadi Mujahid yang memiliki prinsip, hal itu  adalah angin kecil yang tidak perlu kita hiraukan. ABAIKAN SAJA LAH… MUNGKIN ANGIN INI SEDANG MENGALAH TURBULENSI….ATAU LITTLE VOICE SEDANG MENGGANGGUNYA… hehe….!!!

Semoga Allah Subkhanahu Wata’alla tetap menjaga kemurnian dakwah kita semua.  Semoga pertolongan Allah Subkhanahu Wata’alla senantiasa tercurah kepada pribadi-pribadi pengemban dakwah khususnya dan umat muslim pada umumnya…Aamiin Allaha Aamiin.

Keep Spirit on The Track BERSAHABAT DALAM DAKWAH

Salam Ukhuwah

Terbuka, Membuka

0

©MIslamBasri

Kufur berawal dari tertutupnya diri menerima berbagai petunjuk dan hidayah Allah, membuat diri kita menutup jalan masuknya kebenaran nur cahaya Illahi.

Sebaliknya, rasa syukur akan kita dapatkan, bila kita menjadikan diri terbuka atas  semua hidayah Allah, membuka luas gerbang petunjuk dan masuknya cahaya jalan kebenaran yang dititahkan.

Sekali terbuka, berdo’a dan berusahalah untuk senantiasa istiqomah menjalankan segala hak dan kewajiban sebagai hamba Allah di muka bumi ini.

Buka dan pantaskan diri untuk selalu bisa menerima setiap hidayah Allah

Bukalah semua kebenaran dan jangan pernah kita tutup-tutupi,  karena setiap hidayah hanya akan mau masuk melalui jalan yang diridhoi.

Saudaraku, hanya dengan berusaha senantiasa menerima dan menjaga hidayah Allah,  maka, ilmu,  harta dan kekuasaan akan berada dalam genggaman kita, umat muslim di negeri.

Tidak ada konsep di dunia ini yang bisa dijadikan pedoman memperbaiki segala keadaan, selain ajaran yang ada dalam islam ( Al Qur’an dan Hadits )

Perbanyaklah doa dan zikir di masjid atau di lapangan manapun tempat kita bekerja. Dan perbanyak bersyukur dengan meningkatkan disiplin diri, karena dengan disiplinlah kita bisa menjaga dan meningkatkatkan rasa syukur.

Mau menerima ajaran Allah tapi tidak mau mengamalkan ajaran Allah, adalah suatu gambaran ketidakdisiplinan, yang pasti akan berujung kepada kemelaratan dan kehancuran.

Mari kita berusaha maksimal untuk memantapkan sholat, agar bisa merasakan berhubungan lansung dengan Zat Yang Maha Besar, sehingga  doa memohon hidayah yang selalu kita panjatkan saat duduk di antara dua sujud, senantiasa dikabulkan dan diberkahi Allah SWT.

BISMILLAH.., tanpa Allah kita tidak akan pernah bisa berbuat apa-apa.

Orang beriman itu, gigih dan cerdas dalam setiap tindakannya,  serta menjadikan zikir dan pikir bisa sejalan, yang akan menggiring dirinya menuju sorga Allah, puncak tertinggi dari segala keselamatan dan kenikmatan yang tiada pernah bisa kita bayangkan.

Semoga Allah Azza wa Jalla, menjadikan kita semua termasuk di dalamnya. Aamiin.

Bangkinang 0,55 Juli 2019

Di Neraka Minumannya Air Mendidih dan Nanah

0

©spn 01062019.

Dalam sholat lail, Pak Imam menangis sesenggukan ketika sampai pada ayat 21 Surat An- Naba, surat pertama dari Juz ke 30.

“Inna jahannama kanat mirshodaa. Lithooghiina ma aabaa” –  Sesungguhnya neraka jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai. Tempat kembali bagi orang-orang yg melampaui batas.

Sesenggukannya semakin keras saat  sampai ayat 24, “La yadzuuquuna fiihaa bardan walaa syarooba” -Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya (neraka) dan tidak (pula mendapat) minuman.

Ayat 25 pun diulang sampai 3x. “Illa hamiimaa waghossaaqoo… Illa hamiimaa waghossaaqoo… Illa hamiimaa waghossaaqoo… “. Ternyata artinya, “Kecuali air yang mendidih dan nanah.”

Makmum pun ikut menangis. Mungkin sebagian terbawa haru suasana. Mungkin sebagian memang tahu artinya.  Ayat ayat  pendek, jelas, dan sudah bisa dipahami tanpa perlu penjelasan panjang lebar lagi.

Teringat dulu waktu SD, ada komik bergambar yang bercerita tentang neraka. Saya pikir minuman nanah itu hanya mendramatisir untuk nakut-nakuti orang. Ternyata benar adanya. Nyata tertulis di Quran Surat An Naba. Jelas kalimat dan redaksinya.

Andaikan semua orang paham arti Surat An Naba. Andaikan surat An Naba sampai kepada pemimpin negeri ini.  Dan dipahami dengan sesungguhnya,  mereka pasti takut melakukan tindakan yang melampaui batas, takut akan ngerinya ancaman neraka.

Pasti mereka akan menjauhi kedholiman-kedholiman yg terjadi sekarang ini.  Kerakusan para individunya. Dan pasti mereka akan menjaga dirinya agar terhindar dari neraka, yang minuman di dalamnya air mendidih dan nanah.

Allahu ‘alam.