Sebelum bicara mengenai AI, IOT, Robotic, ada baiknya kita lihat dulu data science. Ini dilatarbelakangi keprihatinan saya melihat carut marutnya sebuah keputusan dibuat.
Keputusan yang tidak valid bukan saja merugikan individu itu sendiri. Pada next level, hal itu bisa menghambat kemajuan sebuah organisasi, keutuhan sebuah negara, atau jika dikaitkan dengan teori ‘buterfly effeck’, maka ini mengancam bumi. Mengambil keputusan tanpa basis data yang valid berarti berjalan menuju ‘neraka’.
Data sendiri sebenarnya hanyalah sekumpulan field yang tersusun atas baris dan kolom yang kita sebut dengan ‘record’. Contoh sederhana adalah tabel.
Simple khan?
Kumpulan tabel-tabel inilah yang kemudian membentuk database. Di dalam database dibuat agar bagaimana hubungan antar tabel terjadi, sehingga tidak ada dedudansi, duplikasi, dan lain-lain.
Sampai disini mulai terbayang ya, bagaimana sebuah data disusun sehingga membentuk apa yang kita sebut ‘struktur data”. Dalam dunia nyata ini dikerjakan oleh seorang data engineering.
Belum puyeng khan?
Walau baru start, saya janji Anda nanti akan sampai pada gambaran besar data science. Hal ini penting diketahui, sebab apapun latar belakangnya, setiap orang pasti akan mengambil sebuah keputusan.
Garbage in garbage out…
Nanti kita akan bedah bagaimana proses pengolahan data hingga dapat membuat sebuah keputusan valid. Semakin ‘clear’ struktur datanya, semakin valid keputusan yang akan didapat.
Peran data engineering yang terlihat kompleks sebenarnya simple. Yang dilakukan hanyalah NF Proses, atau normalisasi data, dari NF1-NF4. Jangan mengkerut dulu, itu ada ilmunya dan bisa dipelajari, Bro. Anda merasa asing gitu, karena nggak pernah dengar aja..
Sama kek memasak, karena ada kompor gas, ya tinggal klik aja. Nggak perlu cari kayu bakar, bikin api, dan lain-lain. Kebayang khan?
Jadi, jangan mau dibodohi media yang suka heran, seolah itu rumit, sulit, dan lain-lain. Ini hanya soal Anda berminat atau nggak?
Lanjut…
Database yang sudah terbentuk di atas bisa di-filter sesuai kebutuhan menggunakan Structured Query Language (SQL), atau juga sering disebut sebagai query.
Contoh bahasa manusianya begini: “Saya ingin lihat data karyawan yang usia 20 tahun keatas, yang suka makan nasi uduk, yang tinggal di Jakarta Selatan, yang masih jomblo, dll….. jreng! Serumit apapun kriterianya, dalam hitungan detik akan muncul.
Karena itu berupa angka-angka, tentu Anda malas dan bingung kan?
Tenang tinggal minta atau buat saja dashboard view-nya sehingga siapapun yang butuh mudah membacanya. Data analis biasanya membuat grafis jika ingin disajikan ke stakeholder.
Sulit nggak? Sama sekali nggak.
Sederhananya, Anda tentu pernah buka kolom dan tabel di spreadsheet software, excel misalnya. Maka tinggal klik graph, akan jadi tampilan grafisnya. Sesimple itu kawan.
Nah, untuk sampai pada ‘data science’ nanti, Anda hanya butuh sesekali fokus dan itu akan berguna untuk selamanya. Data science itu sangat mengasikkan, karena Anda akan mampu melihat apa yang orang lain tidak lihat.
Tanpa sadar tadi Anda telah melewati struktur data, database dan sql. Itu landasan awal dari data analys, bussines intelegent, dll. Dengan berbagai metode lanjutan, nanti Anda akan tahu decision tree, random forest, dll. Akhirnya membentuk apa yang kita namakan machine learning.
Karena ini bukan jurnal ilmiah, maka santai saja sambil ngopi. Nggak perlu ngegas untuk membahas satu halaman, ya. Sabar dan tunggu posting berikutnya. Anda akan sampai pada data science.
Benarkah Indonesia masih menganut sistem ekonomi Pancasila? Atau…..?
@NursaktiHidayat|MTR
Konon, sistem ekonomi yang dianut negeri +62 adalah “Ekonomi Pancasila”. Dasar demokrasi Ekonomi Pancasila adalah paham “usaha bersama” dan “asas kekeluargaan” (mutualism and brotherhood). Begitu pernah disampaikan oleh alm. Prof’.Dr. Sri Edi Swasono.
Dalam sistem ekonomi Pancasila, kepentingan masyarakat adalah hal utama, bukan orang perseorangan. Oleh karena itu, Indonesia menolak paham liberalisme yang melahirkan individualisme karena kedua hal itu merupakan cikal bakal kapitalisme yang berdasarkan persaingan dan pasar bebas ala demokrasi ekonomi barat.
Menurut mendiang Prof. Edi Swasono, dalam demokrasi Pancasila, berlaku “daulat rakyat”, di mana peran rakyat/manusia adalah sentral substansial seperti yang tergambar jelas dalam Pasal 27 ayat 2, pasal 33 dan pasal 34 UUD 1945.
Sementara dalam paham demokrasi ekonomi barat, kehidupan berdasarkan “daulat pasar”, berbentuk competisi yang berlandaskan paham liberalisme, neoliberalisme, kapitalisme, neokapitalisme. Di sini yang berperan sebagai sentral substansial bukan rakyat tapi modal, dan hak milik bersifat absolut tidak berfungsi sosial.
Bagaimana kenyataannya? Benarkah Indonesia masih menerapkan demokrasi ekonomi Pancasila, atau justru ekonomi kapitalis?
Mari kita coba tes sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia.
Sistem ekonomi dapat dianalogikan seperti tubuh manusia yang terdiri atas 4 bagian :
1. Tubuhnya yang khas.
2. Darahnya.
3. Jantungnya.
4. Pompa jantungnya.
Sekarang kita tes sistem ekonomi yang sedang kita jalani di bumi +62.
Analogi sistem ekonomi kapitalis :
1. Ciri tubuh ekonomi kapitalis adalah pasar bebas. Di mana komoditas sebagian besar menggunakan mekanisme pasar bebas. Kecuali komoditas tertentu yang ditentukan harganya oleh pemerintah, seperti bahan bakar minyak dan tarif listrik.
2. Darahnya yang khas, yaitu digunakannya mata uang kertas.
3. Pusat peredaran atau jantung ekonominya sistem kapitalis, yaitu bank dan pasar modal.
4. Pompa jantung bagi beredarnya mata uang, yaitu suku bunga.
4 kriteria di atas, jika telah dipenuhi oleh sistem ekonomi suatu negara, maka dipastikan negara tersebut telah menerapkan sistem ekonomi kapitalis.
Jadi, silakan disimpulkan sendiri, sistem ekonomi apa sekarang yg diterapkan di negeri +62 ini…
Lalu adakah sistem ekonomi lain, yang rahmatan lil ‘alamin? Tentu ada. Itulah sistem ekonomi Islam, yang sangat layak untuk diterapkan di bumi semua bangsa. Apalagi pada saat ekonomi dunia yang sedang dilanda wabah Covid-19 seperti sekarang.
Ramadhan, bulan yang sangat dinanti-nantikan umat Islam telah tiba. Betapa bahagia hati ini berjumpa denganmu, wahai Ramadhan. Alhamdulillah, segala syukur dan pujian kepada Allah subhanwata’ala yang telah memberikan kesempatan dan rahmatNya sehingga kita masih bisa berjumpa dengan Ramadhan yang mulia, di tengah merebaknya wabah penyakit Covid-19 yang mengguncang dunia. Ramadhan selalu suci dan penuh berkah.
Semoga bermanfaat dan mendapatkan pemahaman yang diberkahi Allah SWT.
Bagaimana agar para usahawan tegar bertahan dalam menyikapi pendemi Covid-19 yang membuat lesu perekonomian di seluruh dunia?
@AbahWidad|MTR DIY
Walaa taiatsuu minroihillaah (jangan berputus asa dari rahmat Alloh).
Pembaca yang budiman, di balik musibah pasti ada hikmah. Maka jangan pernah putus asa. Allah mewajibkan kepada kita terus bersemangat tinggi dan tekad baja di tengah musibah yang menerpa.
Saat ini Wabah Covid-19 menggemparkan ketenangan masyarakat dunia. Pendemi akibat virus yang berasal dari Wuhan negara Cina itu, berimbas ke segala aspek kehidupan.
Tidak hanya menjadi bencana kesehatan dan kemanusiaan dengan banyaknya korban yang berjatuhan, wabah tersebut juga berimbas ke sector perekonomian. Ekonomi mandek dan dunia usaha seketika lesu akibat pembatasan pergerakan manusia untuk membendung sebaran virus yang semakin masif.
Lalu bagaimana sikap kita sebagai usahawan agar tetap tegar dan eksis dalam menghadapi kelesuan ekonomi? Berikut beberapa Langkah cerdas yang bisa diikuti agar bisnis kita tetap eksis di tengah situasi sulit ini :
Pertama, jaga kualitas produk/jasa. Baik bisnis Anda berupa perdagangan barang ataupun jasa, tetap jaga kualitasnya meski di bawah ancaman wabah penyakit. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga agar customer tidak kecewa. Karena dari sanalah pangkal tumbuhnya trust/kepercayaan yang membuat mereka mau beli dan beli lagi.
Kedua, modifikasi layanan antar ke customer. Dalam kondisi yang masih ada, adakan layanan antar ke pembeli. Servis ini akan memberikan kemudahan bagi customer yang sekaligus menjadi nilai tambah bagi bisnis kita.
Ketiga, jalin komunikasi lebih kuat dengan relasi. Baik kualitas maupun kuantitas, perkuat pola komunikasi kita dengan relasi. Selalu jalin silaturahmi dengan mereka, kendati hanya bisa dilakukan tanpa tatap muka. Jangan lakukan pembatasan. Jika konsumen sudah merasa “klik” dengan Anda, masukkan mereka dalam data customer istimewa.
Keempat, manfaatkan teknologi informasi untuk membantu pemasaran. Layani costumer melalui channel ini. Banyak kasus, walaupun lokasi usaha tidak di pinggir jalan utama, namun sangat dikenal di kalangan customer dan bisnisnya laku keras melalui jalur online.
Kelima, jangan remehkan pola promosi ‘gethok tular’. Di kalangan “komunitas tersenyum”, jurus tradisional ini sangat ampuh untuk menjaga loyalitas pelanggan.
Pembaca yang budiman, semoga dengan lima jurus diatas, bisnis Anda tetap melejit. Segala puji bagi Alloh, alhamdulillah. [AWAY]
Urusan dunia amat sangat mudah melenakan kita. Kita terlena sehingga lupa kalau ia nya hanya
sementara. Lupa kalau ada yang lebih penting dan kekal adanya.
“Dan tiadalah
kehidupan dunia ini melainkan hanyalah main main dan senda gurau belaka.” (Q.S.
Al An’am 32)
Allah lho, yang bicara. Dia yang menciptakan kita,
menegaskan hal ini. Tapiii…. kenapa kita malahan terlalu serius melakukan
segala sesuatu untuk dunia yang cuma becandaan ini.
Sesungguhnya ada hal
yang seharusnya kita lakukan dengan lebih serius. Yaitu mempersiapkan bekal
sebanyak banyaknya untuk sesuatu yang lebih kekal abadi yaitu kehidupan
akhirat.
Sebagaimana sebuah pernyataan para motivator, yang sering
bilang ” Gagal berpola dan
Suksespun berpola”,
Sukses ukurannya adalah
surganya Allah, dan gagal berarti nerakanya
Allah.
Sudahkah hidup kita mengikuti pola sukses? Atau malahan kita
asyik kemaruk dengan pola gagal.
Pola hidup sukses
standard akhirat itu sudah sangat jelas ditunjukan dan diajarkan oleh manusia
paling Mulia yang di turunkan oleh Allah ke muka bumi ini. Manusia luhur yang
menjadi pamungkas ajaran seluruh Nabi dan Rasul
yang diturunkan Allah sebelumnya. Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi
wassalam. Allahuma Sholi Ala Sayiddina Muhammad
Semoga Allah memampukan kita menghindar dari kehidupan dunia
yang melenakan, Semoga Allah memberi
kita hidayah untuk menjalani pola hidup sukses yang parameternya adalah
akhirat. Bukan dunia.
#2 MEMANTASKAN DIRI untuk SUKSES
@MIslamBasri
Pengusaha biasa membangun rumah bisnisnya dengan keinginan, pengusaha sukses membangun kerjasaan bisnisnya dengan ilmu dan sistem
Sukses bukanlah tentang apa yang harus kita kerjakan untuk mendapatkan sesuatu, tapi tentang bagaimana kita memperbaiki dan memantaskan diri untuk mendapat apa yang kita inginkan
Ternyata, orang-orang yang paling bahagia adalah mereka yang paling gemar memberi dan menebar kebahagiaan kepada orang lain
#3 KUNCI SUKSES adalah PRAKTIK
@HaysNairbef
Sukses bukan karena dia yang paling banyak ilmunya. Kesuksesan bukan terletak pada seberapa banyak ilmu yang telah dikuasai, tetapi terletak pada seberapa banyak pelaksanaan dari ilmu yang sudah dimiliki. (TTFM)
Jadi, meski ilmu kita setinggi gunung, gelar kita sepanjang kereta Parahyangan Bandung, ‘gakngaruh tuh sama kesuksesan kita.
Yang paling ngaruh adalah praktek dan praktek dari setiap ilmu yang kita miliki, terutama ilmu tentang kebaikan. Itulah sumber kesuksesan. Dan, jangan pernah menunda upaya atau praktek kebaikan apapun, karena kita juga tidak pernah tahu sisa umur kita.
Yuk praktek. Yuk menyegerakan kebaikan yang sudah terniat. Semoga Allah memampukan kita untuk terus
belajar semua ilmu yang baik, dan mampu mempraktekannya segera dan semuanya.
Aamiin.
Bagaimana caranya agar cinta kita dibalas cinta? Tak ada lain, kita
harus menyukai apa yang disukainya, dan membenci apa yang dibencinya.
Rabi’ul-Awaal di bulan kelahiran Nabi Sallallahu ‘alaihi
wassalam ini, mari kita renungi apakah cinta kita kepada Rasulullah dibalas
cintanya.
Jangan kita mencintai Rasulullah tapi benci apa yang
dibawanya. Tak ada bedanya dengan Abu Lahab yang begitu riang-gembira saat
kelahiran Rasulullah, sehingga membebaskan Suhaibah seorang budak yang membawa
kabar kelahiran sang calon Rasul penutup itu.
Begitulah kaum kafir Quraish, mereka suka dengan pribadi Rasulullah tapi
enggan dengan ajaran yang dibawa Rasulullah.
Kita bermaulid bersholawat dengan merdunya seolah kita
mencintai Rasulullah. Tapi ternyata kita hidup
sudah jauh dari apa yang dibawa oleh Rasulullah. Syari’ah Islam banyak
yang ditinggalkan. Apakah cinta kita layak dibalas cintanya?
Cinta pada Nabi
berati harus cinta kepada Islam Syariah yang dia bawa. Ya, Syariah yang telah
Allah turunkan kepada umat yang paling mulia, untuk diterapkan dan dijalankan oleh seluruh
umat manusia. Syariah yang paripurna, yang mengundang rahmat bagi seluruh alam.
Dan begitulah seharusnya cinta sejati kita kepada Nabi! Bukan
hanya terlisan dan tersimpan dalam hati. Namun terjelma dengan cinta tulus dengan
menjalankan semua surat cinta yang dibawa oleh beliau (Syariah). Tanpa pilih-pilih,
tanpa nanti dan tanpa banyak alasan.
Sebagaimana Imam Ibnu
Rajab dalam kitabnya menyatakan bahwa “Siapa saja yang mencintai Allah dan
Rasul-Nya dengan cinta yang benar dari hatinya, maka cinta tersebut
mengharuskan dia untuk mencintai dengan hatinya apa saja yang dicintai Allah
dan Rasul-Nya, membenci apa yang dibenci Allah dan Rasul-Nya, ridha dengan apa saja
yang diridhai Allah dan Rasul-Nya, murka dengan apasaja yang dimurkai Allah dan
Rasul-Nya,”
Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khaththab -radhiallahu
‘anhu berkata;
”Aku mendengar Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda: ‘Semua amal perbuatan tergantung niatnya dan orang akan mendapatkan sesuai apa yang diniatkan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa berhijrah karena dunia yang ia cari atau wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya untuk apa yang ia tuju.” (HR. Al-Bukhari & Muslim)
Sekarang ini, di zaman now, meluruskan niat ketika melakukan
sesuatu perbuatan menjadi persoalan yang tidak mudah. Maksud lurus dalam hal ini adalah sesuai
dengan perintah Allah dan Rasulnya.
Banyak faktor yang menyebabkan sulitnya pelurusan niat dalam
melakukan sebuah perbuatan. Tapi faktor yang paling dominan, saya simpulkan
sedikitnya ada dua. Yang pertama adalah sebab kurangnya ilmu agama, dan kedua
Sebab Kurangnya Ilmu
Untuk tahu mana perbuatan yang sesuai dengan perintah Allah
dan RasulNya dan kemudian meniatkan perbuatan tersebut karena Allah dan
RasulNya, tidak ada cara lain kecuali mengetahui ilmu agama, sedalam-dalamnya,
seluas-luasnya, sehingga kita betul-betul paham dalam menjawab pertanyaan
berikut;
Mengapa perbuatan itu dilakukan?
Bagaimana cara melakukannya?
Dengan demikian, apa yang kita lakukan bisa sesuai dengan perintah Allah dan RasulNya. Oleh karena itu, pelajarilah ilmu agama, sedalam dalamnya , seluas luasnya.
2. Pengaruh Lingkungan
Kadang kita sudah tahu apa yang harus kita perbuat, mana
yang sesuai perintah agama. Tetapi karena kita berada di lingkungan yang tidak peduli
masalah halal haram, mana yang dibolehkan oleh agama, dan mana yang dilarang, pada
akhirnya kita terpengaruh. Dan selanjutnya, terjadilah perbuatan yang menyalahi
ajaran agama, menyelisihi perintah Allah dan Rasulnya.
Oleh karena itu, faktor kedua ini harus disiasati dengan memilih
lingkungan yang bisa menjaga kita untuk tidak melakukan hal hal yang dilarang
agama. Mari memilih lingkungan yang mendukung kita melakukan kebaikan kebaikan
dan melakukan kepatuhan kepatuhan kepada perintah Allah dan RasulNya. Dan pastikan,
kita bisa meniatkan perbuatan karena Allah semata.
Lingkungan pergaulan, lingkungan tempat tinggal, lingkungan
kerja, semua bisa kita pilah dan pilih dari awal. Kita jauhi lingkungan
yang bisa menjerumuskan kita, sekuat kuatnya, sekeras kerasnya. Itulah yang
akan sangat menentukan masa depan kita pada akhirnya.
“Ah susah, Bro, mau pilih-pilih lingkungan zaman now. Terima
ajalah apa adanya.”
“Tidak bisa!”
Kalau lahir dari suku Minang misalnya — seperti saya,
memang kita tidak bisa menolak. Kita harus terima apa adanya dengan riang gembira. Karena
itu di luar kuasa kita.
Tapi, kalau lingkungan yang baik, kita bisa mengupayakannya
dengan sekuat tenaga, sepenuh daya. Itu adalah sebuah pilihan, ada dalam
kuasa kita. Tidak ada alasan.
So choose your environment, coz it’s determine your testing. Pilih lingkunganmu, karena itu menentukan masa depanmu, dunia akhirat.
Bisnis memang butuh modal, namun apakah modal itu harus selalu dipenuhi melalui utang? Bagaimana pun juga, berutang memiliki konsekuensi yang tidak ringan.
Nah, agar tidak merana setiap bulan karena harus memenuhi kewajiban cicilan, perhatikan 4 hal berikut ini sebelum mengambil keputusan keuangan melalui utang.
Hendaklah kita dengan fikiran jernih dan hati yang lapang,mau mempelajari secara seksama,apakah rencana Utang yang akan kita ajukan,benar-benar merupakan kebutuhan yang sesuai dengan ukuran syariat atau sekedar keinginan yang seringkali dipaksakan menjadi kebutuhan.
Kalaupun memang kebutuhan itu tak lagi bisa dihindari dan sesuai dengan syariat, serta sungguh tak ada pilihan lain selain lembaga keuangan, maka kita juga harus memastikan, lembaga yang akan kita jadikan tempat berutang tersebut, benar-benar telah menjalankan aturan yang digariskan oleh Allah dan RosulNya dalam praktek dan fakta di lapangan.
Mempelajari dengan seksama agar bisa meyakini, bahwa keputusan kita untuk berutang, secara perhitungan sudah benar (bukan berdasarkan laporan keuangan hasil gorengan ). Lihat juga apakah kita telah menempatkan diri di posisi mampu/ memiliki kapasitas untuk menanggung beban Utang, dilihat dari sisi aturan keuangan dan kalkulasi pendapatan yang rasional.
Mengetahui dengan pasti, segala bentuk resiko
terburuk yang akan kita tanggung bersama keluarga, bila utang yang akan kita
ambil harus menyertakan agunan atau jaminan, berupa tempat tinggal keluarga atau
tanah/bangunan tempat usaha, apalagi kalau berniat memakai agunan milik orang
lain .
Kalau bisa melipatgandakan penghasilan, tidak hanya lunas utang, tapi juga bisa mencapai semua IMPIAN yang sudah lama diimpikan tapi tertunda karena harus mencicil utang!
The Total Financial Makeover (TTFM) adalah EVENT TERBARU yang menjadi SOLUSI untuk meningkatkan penghasilan usaha MINIMAL 2X LIPAT setiap bulannya! Di event ini juga kita akan belajar mengenai KEBAROKAHAN FINANSIAL yang sudah dibuktikan oleh banyak warga MTR.
Yuk, tunggu apalagi?! SEGERA DAFTAR melalui link berikut: bit.ly/MasyarakatTanpaRiba atau WhatsApp ke 0811-1818-29!!