Luruskan Niat dalam Memilih Lingkungan

0
57

@Hays-Nairbef

Amirul Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khaththab -radhiallahu ‘anhu berkata;

”Aku mendengar Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:  ‘Semua amal perbuatan tergantung niatnya dan orang akan mendapatkan sesuai apa yang diniatkan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa berhijrah karena dunia yang ia cari atau wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya untuk apa yang ia tuju.”  (HR. Al-Bukhari & Muslim)

Sekarang ini, di zaman now, meluruskan niat ketika melakukan sesuatu perbuatan menjadi persoalan yang tidak mudah.  Maksud lurus dalam hal ini adalah sesuai dengan perintah Allah dan Rasulnya.

Banyak faktor yang menyebabkan sulitnya pelurusan niat dalam melakukan sebuah perbuatan. Tapi faktor yang paling dominan, saya simpulkan sedikitnya ada dua. Yang pertama adalah sebab kurangnya ilmu agama, dan kedua

  1. Sebab Kurangnya Ilmu

Untuk tahu mana perbuatan yang sesuai dengan perintah Allah dan RasulNya dan kemudian meniatkan perbuatan tersebut karena Allah dan RasulNya, tidak ada cara lain kecuali mengetahui ilmu agama, sedalam-dalamnya, seluas-luasnya, sehingga kita betul-betul paham dalam menjawab pertanyaan berikut;

  • Mengapa perbuatan itu dilakukan?
  • Bagaimana cara melakukannya?

Dengan demikian, apa yang kita lakukan bisa sesuai dengan perintah Allah dan RasulNya. Oleh karena itu, pelajarilah ilmu agama, sedalam dalamnya , seluas luasnya.

2. Pengaruh Lingkungan

Kadang kita sudah tahu apa yang harus kita perbuat, mana yang sesuai perintah agama. Tetapi karena kita berada di lingkungan yang tidak peduli masalah halal haram, mana yang dibolehkan oleh agama, dan mana yang dilarang, pada akhirnya kita terpengaruh. Dan selanjutnya, terjadilah perbuatan yang menyalahi ajaran agama, menyelisihi perintah Allah dan Rasulnya.

Oleh karena itu, faktor kedua ini harus disiasati dengan memilih lingkungan yang bisa menjaga kita untuk tidak melakukan hal hal yang dilarang agama. Mari memilih lingkungan yang mendukung kita melakukan kebaikan kebaikan dan melakukan kepatuhan kepatuhan kepada perintah Allah dan RasulNya. Dan pastikan, kita bisa meniatkan perbuatan karena Allah semata.

Lingkungan pergaulan, lingkungan tempat tinggal, lingkungan kerja,  semua bisa kita pilah dan pilih dari awal. Kita jauhi lingkungan yang bisa menjerumuskan kita, sekuat kuatnya, sekeras kerasnya. Itulah yang akan sangat menentukan masa depan kita pada akhirnya.

“Ah susah, Bro, mau pilih-pilih lingkungan zaman now. Terima ajalah apa adanya.”

 “Tidak bisa!”

 Kalau lahir dari suku Minang misalnya — seperti saya, memang kita tidak bisa menolak. Kita harus  terima apa adanya dengan riang gembira. Karena itu di luar kuasa kita.  

Tapi, kalau lingkungan yang baik, kita bisa mengupayakannya dengan sekuat tenaga,  sepenuh daya. Itu adalah sebuah pilihan, ada dalam kuasa kita. Tidak ada alasan.

So choose your environment, coz it’s determine your testing. Pilih lingkunganmu, karena itu menentukan masa depanmu, dunia akhirat.

Malaka 161119

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here