Friday, January 23, 2026
Home Blog Page 25

Berilah Pelukan Terhangat

0

@dr.Lia| MTR||

Tidak sedikitpun terbayang hal ini dapat terjadi. Saat yang dekat menjadi jauh, saat yang jauh menjadi semakin jauh. Banyak hal yang dahulu dengan mudah kita lakukan, namun hari ini tidak bisa kita lakukan.  Sebut saja sekedar bersalaman apalagi memberi pelukan.

Pelukan adalah suatu bentuk kasih sayang yang biasa diberikan bagi orang-orang tercinta. Namun dulu, saat berpelukan belum menjadi suatu yang mahal,kadang terfikirkan pun tidak.

Dan saat ini, bisa berpelukan secara normal dengan oran-orang yang kita sayangi ternyata  salah satu adalah nikmat yang terlupakan.

Sampai saatnya berpelukan menjadi begitu mahal… Allah cabut kesempatan itu.    Karenanya saat ada kesempatan, berilah pelukan terhangat.

Bisa jadi hari ini corona yang membatasi kita untuk melakukannya. Kita  masih bisa berharap semua pulih dan dapat memberikan pelukan hangat kembali.

Namun lain kali, bisa jadi perbedaan dunia yang membatasi kita. Sehingga yang kita bisa lakukan hanya kita dapat memeluk bayangan dan kenangannya saja.

Peluk hangat untuk semua sahabat disini 🤗

#pelukhangatorang2yang kitacintai

#nikmatyangterlupakan

Ijinkan Kami Sujud di RumahMU

0

@MIslamBasrie| MTR Riau||

Robbana/sesungguhnya tiada tempat di semesta raya ini yang luput dari pengamatan dan penjagaanMu//

Robbana/sungguh kami menyadari tiada sedetik kejadianpun kecuali atas kehendak dan kuasaMu//

Robbana/sesungguhnya tiada petaka  dan apapun yang berlaku di dunia ini  kecuali disebabkan ulah kami sendiri/ yang tak jua jera mendustai berjuta rupa  nikmat dan karuniaMu//

Robbana/sungguh dengan segala Kebesaran dan KekuasaanMu/ dengan  segala Rahman dan RahimMu/ ampunkan serta terimalah taubat kami/ dan izinkanlah kami untuk bisa runduk sujud dan bersimpuh luruh di Rumah MuliaMu/kembali seperti dulu/ Aamiin//

The Oligarchy

0

© MY210520| MTR||

Persoalan covid saat ini bukan lagi urusan daya tahan tubuh dan kesehatan saja. Dia sudah melebar kemana-mana, kompleks, dan multi dimensi.

Covid bisa jadi racun sekaligus penawar bagi semua orang untuk kemudian membenarkan apa yang mereka lakukan.

Bagi yang memang ‘gak peduli agama, akan punya amunisi untuk menyalahkan ibadah berjamaah sebagai sumber malapetaka, dan membuat ‘iblis’ berteriak histeris.

Bagi pemegang kekuasaan, ini jadi kesempatan emas atas ketidakmampuan mereka mengatasi keadaan, apalagi dalam soal urusan tanggung jawab mensejahterakan rakyatnya.

Bagi otak kriminal covid dijadikan alasan atas kriminalitas yang mereka lakukan, atas nama lapar atau karena keserakahan ingin menggarong uang negara.

Lihat saja…

Gak peduli perlawanan bersama terhadap covid, UU Minerba yang jelas menguntungkan oligarki terus direalese, UU Omnibus Law ngalir lancar bebas hambatan. ‘Gak boleh demo, ‘gak ada kumpul-kumpul massa, cukup koar-koar di dunia maya.

Disisi lain…

Pasar tetap rame, konser negara terus jalan, bandara masih padat. ‘Gak percaya? Silahkan keluar dan turun ke jalan, jika hoki dan lolos, lihat dan saksikan banyaknya anomali antara kebijakan dan fakta di lapangan.

Ingat, saya termasuk yang perduli dan ingin pemerintahan ini berhasil agar kita semua cepat terbebas dari semua ini. Tapi jika melihat pengelolaan negara yang seperti begini maka saya dan kita semua “berdosa” jika diam.

Aku sudah ‘gak peduli Anda siapa, teman, sodara atau bahkan orang asing sekalipun, kita harus segera disadarkan, dibuat melek, bahwa setelah hari ini semua tidak akan pernah seperti biasanya lagi.

Jika Anda tidak bersiap dan melakukan sesuatu, lalu menganggap Indonesia baik-baik saja, dunia aman-aman saja, maka jangan kaget jika pun nanti Anda berhasil selamat dari seleksi alam, Anda akan menyaksikan Indonesia telah berubah.

Saya melihat kekayaan jadi bencana ketimbang berkah, saat ini Indonesia menjadi negaranya para konglomerat dan swasta yang dekat dengan kekuasaan. Welcome to the oligarchy !!!

Terus apa yang kita lakukan?

Mulai saat ini bersiaplah untuk kemungkinan yang tidak mungkin. Belajarlah berdaulat terhadap diri sendiri dengan menjadi mandiri. Kemandirian sejak dini membuat kita tidak mudah dibeli oleh siapapun.

Tularkan kemandirian itu kepada yang lain, biarkan ini jadi aura nasional, dan pada saatnya Indonesia akan berjaya kembali, kita akan menemukan kembali pemimpin yang hilang. Sinchan hanyalah tokoh komik yang jadi jualan para oligarki.

Lakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, manfaatkan segala potensi yang Anda punya, kita semua adalah unik. Kita berfikir maka kita ada dan kita bisa!

Wallahua’lam bissawab.

✍ Education For All

Shalawat di Ujung Ramadhan

0

@MIslamBasrie|MTR Riau||

Ya Rosulullah/

Catatan ini ditulis sembari kami selingi/ dengan  bersholawat kepadamu//

 

Sungguh sangat benar apa yang pernah engkau sabdakan//semakin mendekat akhir zaman/waktu akan terasa berjalan/dan berputar semakin cepat//

Setahun terasa seperti sebulan/sebulan seperti seminggu/serta seminggu terasa bagai sehari// Dan setiap saat yang berlalu/takkan pernah sedetik pun mau berhenti untuk  menunggu//

Ya Rosulullah//

Begitu cepatnya waktu berlalu/dan kini kami tanpa terasa sudah berada di ujung Ramadhan// Banyak sudah waktu yang kami sia-siakan//Tak terhingga kesempatan yang telah kami campakkan//Tak terbilang sudah pesan Sabdamu yang telah kami lalaikan//

Ya Rosulullah//

Kami semua sungguh tidak akan pernah tahu/tentang semua catatan amal yang telah kami lakukan//Yang kami tahu hanyalah/betapa telah banyak dosa dan khilaf yang terlanjur kami tumpahkan//

Betapa hidup ini terasa berjalan/tanpa ada kebaikan/selurus yang engkau tuntunkan dan harapkan//

Ya Rosulullah//

Kami menyadari/ penghujung bulan nan penuh berkah ini adalah saat-saat yang sangat penting bagi perjalanan kehidupan/dan kematian kami//

Entah kenapa/kami sepertinya tak pernah penat dan letih berbuat salah serta dosa/ yang selalu saja berulang/ dan terulang//

Seperti tak pernah menyadari/jatah umur makin sedikit dan semakin lama/ ajal akan semakin dekat menjelang//

Ya Rosulullah//

Kami tak tahu/ apakah amalan Ramadhan  dan do’a yang kami ucapkan/ akan diterima oleh Zat yang paling mencintaimu//

Dan kami juga tak pernah tahu/ apakah engkau kelak mau mengakui kami sebagai umatmu/ dan memberikan syafaat yang  diharapkan serta kami tunggu//

Duhai kekasih Allah//

izinkan kami untuk terus berucap salam serta sholawat bagimu/agar kami selalu bisa mencintai dirimu/ meski selalu saja mengecewakanmu//

Seperti  cintanya engkau kepada kami umatmu/kasih yang tak pernah terputus dan terhenti sampai hari perhitungan dan pembalasan//..cinta sejati yang takkan pernah terbalaskan sampai kapanpun/ bahkan oleh cinta seluruh penduduk langit dan bumi//

Ya Rosulullah//

Betapa kami rindu untuk bisa berjumpa/dan memandang teduh wajahmu/tapi kami malu karena belum banyak yang telah kami lakukan untuk membela ajaranmu//

Betapa kami ingin untuk bisa duduk Bersama/ menghirup harum tubuhmu/ dan menikmati indahnya mutiara lisanmu//tapi pantaskan diri ini?//

Di ujung hari/ bulan yang mulia ini/ kami kan bersungguh-sungguh berdoa dan berharap kepada Rob yang memuliakanmu// semoga suatu saat nanti/ kami

bisa menatap kesejukan dan kedamaian wajah muliamu/ di tepian telaga AL kautsar/melepaskan semua beban haus dan dahaga ..//karena rindu ingin bersua  dengan dirimu//

Allahumma sholli ‘ala Muhammad//

Assalamualaika ya Rosulullah/Assalamualaika ya NabiAllah/ Assalamualaika ya Habibullah

Bangkinang 0,11 Juni 2019

MULYONO, UTANG 40-AN MILIAR LUNAS SETAHUN TANPA JUAL ASET

0

Aset meningkat namun hati tidak tenang. Bagaimana drs. Mulyono melunasi Rp40 miliar utangnya melalui konsep  Platform Bisnis Tanpa Riba (PBTR) MTR?

Seperti umumnya yang dilakukan para pengusaha, Mulyono membesarkan PT. Turrima (Trubus Prima Agro Mass) dengan memutar dana hasil utang dari  dunia perbankan. Melalui utang bank, asset perusahaan yang bergerak di bidang industry fertilizer itu berkembang semakin besar. Selama belasan tahun Mulyono terlihat tenang menjalankan bisnisnya yang semakin cemerlang.

Namun tak ada yang tahu, sekalipun usahanya sukses, hati Mulyono selalu gelisah dengan utang-utangnya. Setiap kali membaca QS Al Baqarah 275 – 280, hatinya bergetar hebat. Bagaimana tidak, selain ancaman neraka, Allah juga mengumumkan perang kepada para pelaku riba.

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertobat, maka berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan)!” (QS Al Baqarah : 278-279)

Sejak tahun 2004, Mulyono terus berdoa agar bisa segera terbebas dari utang dan riba. Menangis di atas sajadah setiap malam, bersimpuh di depan Ka’bah. Kesana kemari ia berusaha mencari solusi bagaimana bisa menyelesaikan utang-utangnya agar bisa bebas dari riba yang dilarang Allah SWT.

Namun apa yang terjadi? Perusahaannya tumbuh semakin pesat, omset semakin besar dan seiring dengan itu, utangnya juga semakin menggunung hingga bilangan puluhan miliar. Mulyono semakin galau. Rasa takutnya terhadap ancaman Allah membuatnya tidak mampu lagi merasakan nikmatnya keberlimpahan harta  dunia.

Hingga pada  suatu kesempatan  di tahun 2017, mata Mulyono tertumbuk pada tulisan #masyarakattanpariba yang tercetak di kaos Mas Rofi’i, demikian ia memanggil sahabatnya yang kemudian diketahui merupakan salah satu pegiat komunitas Masyarakat Tanpa Riba (MTR) Jawa Tengah.

Tertarik dengan tagar tersebut, Mulyono pun melakukan pencarian di kanal video Youtube. Dan berawal dari perkenalan secara virtual itulah, Mulyono memutuskan untuk mengikuti beberapa event yang diadakan MTR.

Ia rajin mengikuti hamper semua seminar MTR. Mulai dari   Platform Bisnis Tanpa Riba (PBTR), Sukses Mengembangkan Harta Tanpa Riba (SMHTR), Workshop BeMIMS (Becoming Master in Marketing & Selling), Seminar Mengembangkan Bisnis Untung Bisnis Berkah (MBUBB) dan berbagai event lainnya. Mulyono mengaku nyaman bergabung dengan komunitas MTR karena visi, misi dan kultur di MTR yang semakin meningkatkan iman dan taqwa keluarganya kepada Allah SWT.

Dari berbagai acara itulah, Mulyono mengaku mendapatkan banyak solusi terkait problem utang dengan konsep yang sangat cerdas. Untuk mengatasi masalah utang-utang yang membuat hidupnya tidak Bahagia, ia menerapkan ilmu yang ia dapatkan dari event PBTR.

“Bisa dikatakan, karena PBTR-lah kami tertolong dan berhasil membayar pokok utang saja,” ujarnya.

Sembari menerapkan strategi bersahabat dalam dakwah dengan pihak-pihak perbankan, Mulyono juga berusaha memperbaiki kinerja usahanya dari dalam. Ia disiplin mengatur cash in – cash out perusahaan, dan “puasa”  untuk tidak menambah asset seperti dulu. Ia tidak mau lagi bersikap agresif dalam berekspansi tanpa mempertimbangkan  kehalalan dan kebaikan sumber modalnya.

Selama upaya tersebut, Mulyono melakukan beberapa Langkah principal berikut ini :

  1. Mengharap ridha Allah
  2. Senantiasa berdakwah sesuai prinsip PBTR, yaitu Bersahabat dalam Dakwah
  3. Istiqomah dalam barisan MTR
  4. Mengikuti semua kegiatan yang diadakan MTR atau SyaREA World.

Dan akhirnya setelah melakukan “puasa” selama 7 bulan, betul hanya 7 bulan, Mulyono memetik hasilnya. Per 31 Desember 2018, dengan ijin Allah SWT  ia berhasil melunasi utang sebesar Rp30 miliar, tanpa menjual asset sama sekali.

Dan kini, doa yang ia panjatkan sejak 16 tahun silam, sudah dikabulkan Allah secara tunai dalam jangka waktu sangat singkat.  “Alhamdulillah, kami sekarang sudah merdeka dari utang,” ucapnya penuh syukur.

Sekarang, meski memutar bisnis dengan modal relative “kecil” (dibanding ketika masih menerima pinjaman riba), Mulyono justru merasa semakin bahagia dan kreatif. Ia merasa hidupnya semakin tertata, keluarganya tenang, dan perusahaan pun tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Dari MTR kami belajar bagaimana mengembangkan usaha tanpa mengandalkan utang. Rasanya semakin lega menatap masa depan,” tambahnya.

Dan untuk para pengusaha muslim yang masih mengandalkan utang dalam mengembangkan usaha, Mulyono mengajak untuk bersama-sama mencari ilmu di MTR.

“Di sini, insyaAllah kita akan semakin paham  tentang bagaimana buruknya tabiat berutang dan seputar riba,” pungkasnya.

MTR Care Bantu Korban Longsor sembari Edukasi Utang

0

Berlokasi di Kecamatan Leuwisadang Kabupaten Bogor, komunitas MTR yang berdomisili di wilayah Bogor Raya menyerahkan bantuan sosial untuk korban longsor di desa Wangunjaya. Dalam kesempatan tersebut, MTR juga menyelipkan edukasi mengenai kemandirian finansial kepada tokoh masyarakat, ketua BPD Desa Wangunjaya.

Kegiatan yang berlangsung Senin (18/5) tersebut dipimpin oleh koordinator MTR Care Nizar, bersama beberapa Pegiat MTR Bogor seperti Deny Maqna, Eko Jup1ter, Yana, dan Yogi, dipandu Firman wakil dari MUI Leuwisadeng serta Didin Relawan desa Wangunjaya.

Dalam sambutannya Nizar menyampaikan bahwa  MTR bersedia membantu memberikan informasi kepada masyarakat yang ingin bebas  dari tabiat buruk utang dan menyelesaikan sisa pokoknya saja.

MTR adalah komunitas unik tempat berkumpulnya para pengusaha dengan latar belakang yang sama, yaitu pernah terlibat utang dan kini menyebarkan pengalaman buruk mereka terkait berbagai tabiat buruk utang.  Dalam praktik dakwahnya, komunitas ini memiliki tagline “Bersahabat dalam dakwah, tebar #sejutaBukuMerah.”

Mewakili warga penerima bantuan Muhyi, Ketua BPD Desa Wangunjaya menyampaikan ucapan terimakasihnya atas kepedulian seluruh donatur MTR yang melakukan edukasi melalui BUKU MERAH MTR.

“Buku ini sangat kami butuhkan karena saat ini telah terjadi keresahan di masyarakat, terkait dampak pinjaman rentenir dan bank keliling di wilayah kami,” ujarnya.

Menambahkan informasi, Deny Maqna sebagai perwakilan pegiat MTR Bogor Raya menyampaikan bahwa BUKU MERAH MTR yang pengantarnya ditulis oleh Dahlan Iskan tersebut sudah sampai ke tangan banyak tokoh masyarakat, selebriti bahkan wakil presiden.Buku Merah MTR, jelas Deny, berisi pengalaman nyata para pengusaha yang pernah memiliki tabiat buruk berutang.

Anda yang berminat mendapatkan solus terbaik dalam menghindari tabiat buruk berutang juga bisa mendapatkan BUKU MERAH MTR. Silakan menghubungi pegiat MTR di kota Anda, atau join FB / tonton channel youtube Masyarakat Tanpa Riba.

Ke-Ge-eR-an, Sih!!

0

@NurzamanIlham| MTR ||

Salah satu ketakutan bagi pelaku riba adalah di-blacklist Bank Indonesia dan dilelang asetnya. Betul, kan? Padahal itu salah satu solusi, lho.

Dulu, sebelum kenal yang namanya utang dan riba,  kemungkinan besar Anda menganggap  bank adalah solusi atas permasalahan dan keinginan Anda. Yakan? Jujur deh.

Kemudian, Anda mulai merasa “sok” paling dipercaya oleh mereka, saling berbalas pujian satu sama lain (enek) dan bahkan sampai lupa atau tidak peduli dengan isi berkas yang disodorkan untuk pencairan dana yang mereka janjikan. Padahal, di situlah nasib Anda mulai ditentukan selama bertahun-tahun ke depan, bahkan hingga tulisan ini dibuat.

Percaya atau tidak, bisa di pastikan Anda yang di-acc keinginannya terhadap dana cair ini langsung ke girangan nggak karu-karuan, tak ye.. Bahkan yang lebih nggak masuk akal, ada di antara Anda yang langsung bikin syukuran karena pinjamannya di-acc oleh bank. Astaghfirullah..

Waktu berlalu, Anda mulai mencicil utang dan riba sebagai konsekuensinya. Awalnya terasa ringan, namun lama kelamaan Anda mulai merasa Lelah karena kewajiban itu seperti tidak habis-habis, tidak lunas-lunas. Terlebih saat pemasukan Anda mengalami gangguan.

Sampai akhirnya,  Anda mulai muak dengan desakan yang dating beruntun untuk segera membayar cicilan. Pesan yang tadinya berbalas santun, menjadi semakin kasar ketika kemampuan bayar Anda macet karena keadaan. Anda semakin jijik untuk bertemu dengan orang bank.

“Aset Anda akan dilelang kalau tidak juga membayar cicilan utang!”

Ultimatum itu sontak membuat Anda seperti kehilangan harga diri. Masih beruntung kalau asset yang Anda jadikan jaminan milik sendiri, bagaimana kalau milik orang tua? Mertua? Rekan? Gimana hayo? Bingungkan?

Padahal ya, kalau kita mau berfikir logis, saat usaha kita sudah tidak bisa diharapkan, bisnis mandek banget bahkan minus, lelang merupakan salah satu ihtiar untuk bebas utang. Lepaskan kemelekatan, niscaya Allah mudahkan rezki kita.

Kendati demikian, Anda jangan ge-er juga kalau ada yang mau aset Anda. Tetap ikhtiar memperbaiki diri, dan cari pembeli dengan harga di atas lelang ya, agar bisa ketutup itu utang dan Anda bisa bangkit untuk memulai usaha baru ( Kalau asetnya gede)

Dan pastinya, jangan lupa hasil dari biaya lelang itu harus tetap melunasi utang tanpa bunga, denda dan pokoknya!!!

Bisa? Emang bisa?

Bisssaaa! Hubungi saja kami di 0811188829.

BaarakaALLAH

Inti Sari Konsep Zakaatul-Maal

0

Definisi zakaatul-maal secara istilah yang simple

زَكَاةُ الْمَالِ فِي الاِصْطِلاَحِ: صَدَقَةٌ تَجِبُ بِتَطْهِيرٌ لِلْمَال مِمَّا فِيهِ مِنَ الْمُزَكِّي
Zakaatul-Maal secara istilah adalah shadaqah wajib untuk menyucikan harta yang ditunaikan dari sebagian harta seorang muzakki.  [Kitab Mawsu’ah Fiqhiyyah, 23/226].

زَكَاةُ الْمَالِ فِي الاِصْطِلاَحِ: انفاق جزء معلوم من المال إذا بلغ نصابا مع مصارف معينة نص
عليها الشارع
Zakaatul-Maal secara istilah adalah infaq/pengeluaran suatu bagian harta yang diketahui bila telah mencapai nishab disertai para penerimanya yang ditetapkan Syara’.   [Kitab, Mu’jam Lughatil-Fuqaha`, 233].

Definisi secara Syara’ yang simple

تعريف زكاة المال شرعاً أنها حقٌّ مقدّر يجب في أموال معينة.
Definisi Zakaatul-Maal secara Syar’iy adalah hak yang ditetapkan kewajibannya dalam harta-harta tertentu.
[Kitab Al-Amwaal fii Dawlatil-Khilaafah, 111].

Adapun Kewajiban Zakaatul-Maal yang dilandasi Dalil-dalil Syara’ dan pendapat ‘Ulama yang rajih dikelompokkan menjadi 6 kategori berikut:

1. Zakaatul-Maasyiyah (زكاة الماشية) atau Zakat Bidang Peternakan yang ditetapkan meliputi hanya 3 macam Hewan Ternak saja, yaitu semua jenis Unta, semua jenis Sapi/Lembu, dan semua jenis kambing/domba. Yang masing-masing sesuai nishabnya.

2. Zakaatuz-Zuruu’ wats-Tsimaar (زكاة الزروع والثمار) atau Zakat Bidang Pertanian dan Perkebunan yang ditetapkan meliputi hanya 4 macam saja, yaitu semua jenis Gandum (البر/القمح/الحنطة) burr/qamhu/hinthah, semua jenis Jewawut (الشعير) sya’iir, semua jenis Kurma (التمر) tamar, dan Anggur Kering (الزبيب) zabiib. Yang masing-masing sesuai nishabnya.

3. Zakaatudz-Dzahab wal-Fidhdhah (زكاة الذهب و الفضة) atau Zakat Bidang Emas dan Perak yang ditetapkan meliputi Mata uang Induk (النقود) nuquud berupa Dinar-Dirham, Perhiasan (الحلي) hulliy yang disimpan/tidak dipakai Isteri atau putri, dan Lantakan (التبر) tibru. Yang masing-masing sesuai nishabnya 20 Dinar (85Gram Emas 22Karat/24Karat) atau 200 Dirham (595Gram Perak).

4. Zakaatul-Waraqiyyah (زكاة الورقية) atau Zakat Bidang Matauang Pecahan yang ditetapkan meliputi semua Mata uang Pecahan Resmi yang dicetak oleh Negara disertai Jaminan Emas dan Perak. Yang nishabnya ditetapkan setara 20 Dinar atau setara 200 Dirham, tergantung manakah nilai yang lebih rendah, maka itulah Nishabnya.

5. Zakaatu ‘Aruudhit-Tijaarah (زكاة عروض التجارة) atau Zakat Bidang Harta Perdagangan yang ditetapkan meliputi selain nomor 1-4. Yang nishabnya ditetapkan setara 20 Dinar atau setara 200 Dirham, tergantung manakah nilai yang lebih rendah, maka itulah nishabnya.

6. Zakaatud-Dayn (زكاة الدين) atau Zakat Piutang yang meliputi nomor 1-5. Yang nishabnya sama dengan nomor 3-5. Dengan syarat pembayaran piutangnya lancar dari madiin (debitur/pihak yang punya utang) kepada daa`in (kreditur/pemberi utangan/pihak yang punya piutang).

Keenam kategori Zakaatul-Maal tersebut di atas semuanya dilandasi Dalil-dalil Syara’ yang In Syaa Allah akan dibahas detail di dalam Event IBM sampai beberapa kali tatap-muka.

Saat ini yang sangat urgen dan mendesak dibutuhkan semua Warga/Pegiat/Pengurus MTR adalah mengkalkulasi Kewajiban Zakaatul-Maal yang akan dikeluarkan, mengingat bulan Ramadhan banyak Keberkahan yang dianugerahkan dari Allah SWT. Sekaligus mempermudah perhitungan Haul setahun Hijriyyah tanpa mengingat lagi, disebabkan dihitung dari Ramadhan ke Ramadhan dipastikan genap satu tahun Hijriyyah.

Nishab Zakaatul-Maal Khusus Nomor 3-6 Yang Wajib Dikeluarkan Zakaatul-Maalnya

Sesuai banyak Sabda Rasulullah Saw yang Shahih dan Hasan, sangat jelas bahwa nishab Zakaatul-Maal jenis Harta Benda kategori 3-6 adalah 20 Dinar atau 200 Dirham. Dengan perhitungan cermat yang dilakukan oleh Asy-Syaikh ‘Allamah ‘Abdul-Qadim Zallum Rahimahullah ditetapkan sebagai berikut:

Nishab Perak sebesar 5 Wuqiyah.
Satu Wuqiyyah = 40 Dirham.
Lima Wuqiyyah = 200 Dirham.
Satu Dirham = 2,975 gram Perak.
Dua ratus Dirham = 2,975 X 200 = 595 gram Perak.
Bila 595 gram Perak dinilai dengan Rupiah saat ini (Rp 11.500,-/gram standar PT Antam), maka ditemukan Rp 6.842.500,-.

Nishab Emas sebesar 20 Dinar (Emas 22 karat).
Satu Dinar = 4,25 gram Emas 22 karat.
Dua puluh Dinar = 4,25 X 20 = 85 gram Emas 22 karat.
Bila 85 gram Emas 22 karat dinilai dengan Rupiah saat ini (Rp 930.000,-/gram 24 karat, standar PT Antam), maka dihitung (22:24) X 85 gram X Rp 930.000,- = Rp 72.462.500,-.

Maka bisa disimpulkan Nilai Nishab Perak ( Rp 6.842.500,- ) ternyata jauh lebih kecil dibandingkan Nilai Nishab Emas ( Rp 72.462.500,- ). Sehingga kesimpulannya, semua Muslim termasuk Warga MTR wajib menggunakan Nishab Perak dalam memperhitungkan Zakaatul-Maal.

Jadi setiap Muslim yang memiliki (Tabungan/Simpanan/Piutang-Lancar) harta kekayaan sejak Ramadhan 1440 H tahun lalu minimal senilai Rp 6.842.500,- dan hingga Ramadhan 1441 H tahun ini tetap atau bertambah lebih banyak lagi, maka WAJIB dikeluarkan Zakaatul-Maal sebesar 2,5% dari Harta Kekayaannya.

Misal Pak Muzakki Ramadhan 1440 H tahun lalu memiliki Tabungan/Simpanan/Piutang-Lancar jenis kekayaan kategori 3-6 mencapai Rp 10.000.000,- (sudah di atas Nishab), kemudian Ramadhan 1441 H tahun ini berkembang menjadi Rp 100 M, maka Pak Muzakki WAJIB mengeluarkan Zakaatul-Maal sebesar 2,5% X Rp 100.000.000.000,- = Rp 2.500.000.000,-!

[Ringkasan Kitab Al-Amwaal fii Dawlatil-Khilaafah, 111-146]

Lalu siapakah Mashaarif atau Ashnaf atau Mustahiq Zakaatul-Maal?

Saat ini ahsan wa afdhal Zakaatul-Maal langsung diberikan kepada para Mustahiq yang tinggal 5 golongan saja;
1. Faqir.
2. Miskin.
3. Mu`allaf (Baru masuk Islam belum genap setahun Hijriyyah), bila telah lebih dari setahun Hijriyyah bukan Mu`allaf lagi.
4. Ibnus-Sabiil (Musafir yg kehabisan bekal, misal Mahasiswa/Mahasiswi di Perantauan).
5. Fii Sabilillah (Mujahid di medan perang melawan kuffar harbi fi’lan, misal di Palestina).

Adapun yang 3 berikut:
1. Gharim itu yang menetapkan status Gharim adalah ‘Ummal, Wulat atau Khalifah. Asalnya Gharim itu berasal dari Pengusaha yang murni tertimpa Musibah sebagai Ujian Qadha`. Atau bukan Pengusaha namun diuji Allah SWT hingga dikenakan diyat dan tak mampu bayar. Dan bukan dari Pengusaha Bangkrut yang berangkat dari dana Utang Ribawi dan Begaya Hidup Hedonis! Apalagi dari bukan Pengusaha tapi suka utang.
2. Budak sudah tidak ada, bahkan dihapus dalam Islam.
3. ‘Amiluz-Zakaat itu yang menunjuk dan mengangkat juga ‘Ummal, Wulaat dan Khalifah. Saat ini tdk sah adanya ‘Amiluz-Zakaat. Bila menamakan diri Panitia Penghimpun dan Pendistribusi Zaaatul-Fithri maupun Zakaatul-Maal maka Mubah/Boleh, tapi dengan syarat tidak berhak mengambil bagian dari Zakaatul-Fithri maupun Zakaatul-Maal!

Yang wajib diwaspadai adalah Lembaga Zakat dan semacamnya yang menghimpun dana Zakaatul-Maal namun menahannya dengan dalih diputar lebih dulu dan diberdayakan dengan dalih yang tanpa dalil Syara’ telah berani menantang Alah SWT dan Rasul-Nya menahan dana Zakaatul-Maal yang harusnya wajib langsung disegerakan didistribusikan kepada 5 Ashnaf/Mustahiq yang tersisa itu, bukan diberdayakan dulu dengan dalih yang culas dan menipu Allah dan Rasulullah serta Umat Muslim.

#YukLangsungSerahkanZakaatulMaalDanFithriKepadaMustahiq
#JanganKepadaLembagaZakatDanSemacamnya
#KarenaDanaZakaatItuAqadTabarru’ahBukanMu’awwadahTijaarah!

Demikian, semoga manfaat dan semoga mendapatkan pemahaman yang diberkahi Allah SWT.

Wallahu a’lam.

M. ‘Abdul-Qadim Muhtadi

BUKU MERAH bukan Omdo!

0

Kalau ada yang bilang omdo, suruh telepon ke whatsapp saya, Pak.

Nanti akan saya  bilang, bahwa gara-gara saya membaca BUKU MERAH, saya pelajari dan praktikkan apa yang saya peroleh setelah bergabung dengan Masyarakat Tanpa Riba (MTR), saya merasakan berkah luar biasa.

Hidup senang, tenang, tanpa memikirkan dan was-was dengan cicilan. Tidur saya bisa nyenyak lagi. Dan ini nyata. Saya tidak merasa terhina di siang hari, dan tidak lagi gelisah di malam hari.

MasyaAllah, nikmat Tuhan mana yang Engkau dustakan?

 

Dita Septiana. Batam

Business Destruction during Pandemic Covid-19.

0

@NurSaktiHidayat | MTR||

Apakah usaha Anda masih berhubungan dengan utang riba dan riswah (suap menyuap)?

Apakah sendi-sendi usaha Anda sudah terasa tidak relevan saat ini?

Bila Anda merasa utang riba dan riswah sudah tidak relevan lagi, inilah saat yang tepat untuk mendestruksi usaha Anda…

Hancurkan bisnis model lama Anda, dan  bertaubatlah pada Allah Subhana wa ta’ala…

Loh, kok malah disuruh menghancurkan bisnis modelnya? Kok malah disuruh bertaubat?.. Ya, karena melalui riba dan riswah-lah usaha Anda akan diperangi oleh Allah. Yakinlah 100% bahwa rejeki datangnya dari Allah semata, bukan melulu dari usaha kita.

Bisnis model dengan mengandalkan utang  riba dan riswah sudah tidak cocok lagi dengan kondisi masa kini dan masa depan. Maka segeralah lakukan taubatan nasuha dan berazzam untuk tidak mengulanginya lagi…

Saatnya mengganti bisnis model lama ini, dengan model bisnis baru, model bisnis Islami. Segeralah berazzam untuk menyelesaikan utang riba.

Hindari, jangan ulangi lagi utang riba dan riswah.  Jauhkan diri dari pembuatan maksiat dan taat pada aturan Allah SWT.

Efek dari wabah pandemik Covid-19 masih akan terus mengintai dan merugikan bisnis kita saat ini…

Jadilah “winner at crisis”, pemenang dalam krisis. Bukan sekedar “play not to lose”, cuman bertahan doang. Tanamkan pada diri bahwa kita adalah pengusaha mujahid.

Saatnya mengubah keseharian operasi perusahaan kita, ubah budaya perusahaan kita, ubah  sistem perusahaan kita. Budaya dan sistem usaha kita haruslah memiliki kreativitas dan landasan muammalah yang mumpuni. Lakukan breakthrough dalam usaha kita, lakukan terobosan-terobosan yang jitu.

Semoga wabah segera berlalu dan kita mendapatkan keberkahan dan keberlimpahan dari penghancuran utang riba dan riswah.[]

Wallahu a’lam bishawab.