Friday, January 23, 2026
Home Blog Page 23

Sedekah Buku Merah

0

@MIslamBasri|MTR Riau||

Sedekah Buku Merah/ Tebarkan Ilmu,Tumbuhkan Berkah//

Sedekah Buku Merah/Pengikat Hati Bersanding Dakwah//

Sedekah Buku Merah/Ingatkan Lupa, Sadarkan Lengah//

Sedekah Buku Merah/Sadarkan Riba, Utang Nan Menyalah//

Sedekah Buku Merah/Kuakkan Hikmah, Kuatkan Ukhuwah//

Sedekah Buku Merah/Redupkan Resah, Lemahkan Gelisah//

Sedekah Buku Merah/Sebarkan Tuah, Hamparkan Risalah//

Sedekah Buku Merah/Cerdaskan Jariyah Bermuara Jannah//

 

PIKIR dan RENUNGKANLAH//

BangKamRi 1441 S

Kritiklah Daku, Kau Kutantang

0

@NHYahyah|MTR||

Mungkin ujaran di atas bisa diejawantahkan untuk tantangan yang sedang diajukan oleh seorang pejabat senior kita yang mulia,  Bapak LBP.

Di saat wabah Covid-19 masih belum teratasi dengan optimal, negara sudah  galau karena semakin bengkaknya defisit anggaran yang harus dikeluarkan untuk penanganan pasien Covid-19.

Belum lagi defisit anggaran karena penyaluran bansos bagi warga masyarakat yang terdampak. Belum lagi bertambahnya defisit anggaran karena menurunnya pendapatan negara terutama pendapatan dari sektor pajak.

Lalu saat ada warga negara yang berakal sehat memberi saran atau kritikan, malah ditantang berhujjah secara tatap muka…(Asal jangan sampai diincar sebagai benih perbuatan makar yah,  Pak LBP).

Apalah arti tantangan kritik ini kalo pengambil kebijakan masih memiliki ghorizatun baqa yang tinggi, yang merasa L’etat Ces Moi, yang merasa aku adalah negara… Seakan dia yang memiliki negara ini, yang lain minggir saja… Alias boleh kritik asal ditantang tatap muka dulu…

 

Apakah pengambil kebijakan negara ini tidak punya alternatif selain tabiat buruk berutang untuk menutup defisit anggaran negara…??

Apakah karena utang negara +62 relatif lebih kecil daripada utang negara lain kita merasa berhak berutang lebih banyak lagi…??

Padahal Allah SWT telah menganugerahi negara ini dengan kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berlimpah.

 

Mungkin, yang mulia Bapak LBP atau pengambil kebijakan negara lainnya perlu mengubah mindset akan perilaku dan tabiat buruk utang negara ini. Bukannya malah menantang warga negara yang berakal sehat karena mengkritik kebiasaan buruk dalam berutang.

 

Atau mampukah kita berperan lebih dalam situasi ini? Daripada berhujjah, alangkah lebih baik lagi bila Bapak LBP dan para pejabat lainnya diarahkan untuk mengikuti seminar SMHTR, yang wabil khusus diselenggarakan untuk pejabat negara. Anggap saja semacam kuliah tambahan di Lemhanas, terutama terkait program Bela Negara & Ketahanan Keuangan.

Semoga setelah mengikuti pembelajaran SMHTR, mindset para pejabat negara akan berubah dan Allah SWT memberi hidayah terutama pada Bapak LBP. Bahwa Allah Maha Kaya, Maha Segalanya dan ada alternatif lain dalam memenuhi anggaran pendapatan negara selain menarik pajak dan berutang dalam menyelenggarakan roda pemerintahan di negeri +62 ini.

#MTRituNyata dan In Syaa Allah siap menerima tantangan ini.

Wallahu a’lam bishawab.[]

 

Please Save your Money, Teman

0

@MIslamBasri|MTR Riau||

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan warga MTR ketika telah menghentikan pembayaran angsuran berbau riba dan kemudian mulai melakukan negosiasi dengan pihak terkait adalah : banyak lupa dan terlena dalam proses perundingan yang tengah dilakukan tersebut.  Tidak ingat lagi atau tak mau mendisiplinkan diri untuk menyimpan (mengamankan) uang yang biasanya  disetorkan setiap bulan sebagai angsuran/ cicilan kredit rutin.

Seharusnya dengan proses yang berjalan, yang bahkan bisa makan waktu cukup panjang, kita mau berupaya mengamankan dana setiap bulannya.

Cari 1000 alasan untuk bisa disiplin Nge-SAVE-nya. Atau kalaupun sebagian harus dipakai,pastikan untuk hal yang sangat bermanfaat. Seperti untuk mencari ilmu di berbagai pelatihan yang ada di komunitas MTR dan membeli tools penunjang dakwah seperti BUKU MERAH (untuk kostum dakwah MTR, juga boleh-boleh aja..😊)

Agar bila suatu saat usulan permohonan pelunasan yang kita ajukan disetujui oleh pihak abang/leasing,kita memiliki dana segar yang insya Allah akan bisa membuat kita memilki POSISI TAWAR yang lebih baik dalam menentukan tekhnis pelunasan. Syukur-syukur dana yang telah kita SAVE tadi, bisa langsung untuk melunasi semua beban utang yang kita miliki.

WAllahu A’lam

  • Kembangkan diri, usaha dan dakwah.
  • 1000 alasan positif terasa kurang, 1 alasan negative cukup untuk membuat sejuta harapan melayang.

”PIKIR dan RENUNGKANLAH”

BangKamRi 0,93 R 1441 (Bangkinang Kampar Riau)

Ngotot Minta Solusi, tapi Tak Mau Berjuang? Situ Sehat??

0

@NurzamanIlham|MTR||

Sebelumnya, saya ingin mengajak Anda bernostalgia – sebentar saja, tentang awal mula berkenalan dengan yang namanya UTANG.

Coba jawab dulu pertanyaan-pertanyaan di bawah ini;

  • Apakah saat itu Anda dalam kondisi kritis sehingga harus berutang?
  • Apakah saat itu Anda terpaksa berutang demi kebutuhan dan bukan keinginan?
  • Apakah karena membeli rumah Anda jadi punya utang? Mengapa saat itu Anda tidak mengontrak dulu saja?
  • Apakah kendaraan pun menjadi alasan Anda berutang? Mengapa saat itu Anda tidak memutuskan untuk rental dulu?
  • Apakah karena ingin memperbanyak cabang usaha Anda jadi berutang? Mengapa tidak seadanya dulu?

Sudah nostalgianya? Kuat?

Sekarang, coba tatap keluarga Anda dengan kesadaran penuh. Lihat tubuhnya, bola matanya, lihat deh raut wajahnya. TEGAkah Anda berdiam diri dan tidak berjuang demi mereka? Anda ingin mewariskan UTANG kepada mereka?😭

Kita semua tahu, dengan kondisi sekarang, semua orang mendadak cemas  terhadap hari esok dan seterusnya. Semua terkena dampaknya.

Dan yang paling miris adalah mereka yang punya utang dan menggantungkan harapan untuk membayarkan utang melalui satu sumber pendapatan saja. Ambyar!!

Tau kenapa? Ya iya lah,  kan pendapatan sudah mulai tak pasti, sedangkan utang (kewajiban) harus dibayar tepat waktu.🥴

 

Berjuanglah, jika status Anda masih pejuang nafkah di keluarga! Jangan mentang-mentang sedang wabah, malah rajin rebahan. Emangnya dengan begitu utang bisa lunas?

 

Butuh solusi tapi  tak ada usaha, itu sama saja omong kosong! Bahkan yang paling menjengkelkan,  banyak yang minta solusi tapi ketika diberi tahu malah ngeyel dan maunya serba instan!

Bahkan ketika Anda memasak mie instan, apakah bisa langsung Anda makan ketika memegang bungkusnya? Enggak kan? Anda harus meremas, merobek dan merebusnya dulu. Semua butuh proses, ada ikhtiar sebelum tawakkal. Beriringan dah, bila perlu keduanya di lakukan bersamaan.

 

👇🏼👇🏼👇🏼👇🏼👇🏼👇🏼👇🏼👇🏼👇🏼👇🏼👇🏼

Jadi kesimpulannya,

Jika Anda telah melihat dan kenal dengan mereka yang sudah lunas utangnya, ikuti saja caranya.

Kalau mereka belajar, ya Anda harus belajar.

Kalau mereka ikut pertemuan, ya ikuti juga.

Kalau katanya dengan baca buku merah bisa lunas, ya baca aja.

Nggak mau ngikutin? Ya, jangan ngarep lunas!

Fenomena MTR

0

@MIslamBasri|MTR Riau||

MTR  itu ..//

Mengajak kita melangkah suci kan hati/ Mendorong kita untuk senantiasa  bersihkan lingkungan dan diri//

Membagi ilmu untuk halalkan harta/ Mengingatkan kita tentang penting nya berbagi kepada sesame//

 

MTR  itu..//

Membuat kita selalu sibuk dengan muhasabah/Melekatkan jiwa tentang pentingnya arti mencintai dan dicintai keluarga//

Menyatukan kita dalam tali ikatan ukhuwah/Menyadarkan tentang makna terdalam dari mujahada//

 

MTR itu..//

Melecut cerdaskan fikir dalam langkah yang tegar dan bijaksana/Kobarkan semangat dan cita jadi penopang dakwah/ dengan usaha yang bermarwah serta mendunia//

Mengertikan diri akan jihad dan hijrah/ Belajar dari masa lalu untuk masa depan yang lebih bermakna dan lebih indah//

 

MTR itu..//

Bukan hanya tentang Utang/ dan  cerita perjuangan memantaskan diri untuk mendapatkan pertolongan Allah..//

Tetapi/

Juga kisah perjuangan untuk menjadi seorang hamba pendamba syurga/yang juga dunia berada dalam genggaman tangan nya..//

Seorang hamba yang layak dan  pantas/ mendapat gelar termulia di akhir masa/ Hamba Penolong Agama Allah dan Rasul Nya// ALLAHU AKBAR//

#MTRituNyata

Bangkinang           0,33 Maret 2019

Jangan Berhenti Kala Diteriaki

0

@HambaAllohALS|MTR Jogja||

Sahabat,

Dakwah menuju agama Alloh mestinya tidak mengenal putus asa, tak lekang dimakan waktu, tak lapuk dimakan usia. Sudah menjadi jalanNya, dakwah Islam akan berhadapan dengan kapitalis sekuler maupun sosialis komunis.

Ingatlah sabda Rasululloh dalam sebuah hadist yang mulia, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangannya, hendaknya kalian beramar ma’ruf dan nahi munkar atau jika tidak, niscaya Alloh akan  mengirimkan siksa dari sisi-Nya kepada kalian, kemudian kalian memohon kepada-Nya namun do’a kalian tidak lagi dikabulkan.” (HR. Tirmidzi 2095)

Maka tetaplah bersemangat sahabat!

Walau teriakan dan ejekan dilayangkan padamu, tetaplah istiqomah dalam jalan dakwah. Karena yang kita harapkan adalah ridha dari Alloh Ta’aala. Bukan pujian manusia ataupun celaannya.

Jangan ragu,

Saat datang berbagai fitnah yang hendak surutkan langkah. Teruskan berdakwah hingga kakimu kelak memijak jannah.

Ketika tiada terasa lagi lelah dan susah payah. Yang ada hanyalah sakinah dan untaian salaam dari Malaikat. “Salaam sejahtera kepadamu, wahai hamba Alloh dari Alloh Yang Maha Pemurah.”

Di  hari kiamat kelak,  akan dibukakan file-file segenap insan manusia. Biarlah yang mengejek dakwah Islam tahu sendiri, balasan dari amal buruk yang dulu ia jalani.

Famayya’mal mitsqoola dzarrotin khoirozzaroh wamayya’mal mitsqoola dzarrotin syarrozzaroh [Barang siapa yang berbuat kebaikan walau sebesar biji sawi maka ia akan beroleh balasan (kebaikannya), dan barangsiapa yang berbuat keburukan walau sebesar biji sawi maka ia akan beroleh balasan (dosanya) pula]. Wallohu a’lam. [HA]

Tetaplah berdakwah, jangan putus asa, hingga kaki menginjak Jannah

Corporate Trap Itu Nyata

0

@MSamsul|MTR||

Pada Tahun 2007-2008 ketika saya membantu Mas Heppi Trenggono di Balimuda Persada, kami harus pontang panting kesana-kemari untuk menambal arus kas perusahaan yang berdarah-darah karena Corporate Trap pada proyek harvesting & land clearing sebuah perusahaan hutan tanaman industri di Jambi.  Bukan hanya oleh perusahaan HTI-nya kami “dikerjai”, namun oleh bank, sister company-nya kamipun dijebak.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Hiks hiks hiks..

Tahun 2012 yang lalu, saya diminta membantu perusahaan advertising di Bogor, yang kesulitan cash flow. Setelah saya masuk, ternyata kesulitan cash flow itu karena Corporate Trap dari perusahaan semen yang dilayaninya.

Tahun 2015, ketika saya bercerita tentang Corporate Trap ini, Mas Eri, KSW #03 dan Mbak Lita, KSW #05, senyum-senyum kecut karena teringat peristiwa yang menimpa perusahaannya. Corporate trap telah membuat mereka pusing tujuh keliling karena jasanya yang telah dilakukan hanya menjadi piutang. Si klien tenang-tenang saja, walau Mas Eri & Mbak Lita telah mengajukan surat somasi.

Awal 2016, saya dicurhati oleh Mas Mirza, KSW #01 dan Mbak Arini, KSW #2 yang menceritakan sahabat-sahabatnya yang kekurangan modal untuk memenuhi order dari perusahaan ritel modern ternama. Usut punya usut, ternyata bukan kekurangan modal, namun cash gap yang terlalu panjang antara cash-in dan cash out yang tidak kekejar.

Mirip dengan case of Balimuda Persada, sahabat-sahabat Mas Mirza juga terjebak pada permainan bank sister company perusahaan ritel ini.

Suatu saat,  ketika saya berkunjung ke oil plant-nya Mas Oky, KSW #01, Mas Firdaus, KSW #13 menceritakan nasib pengusaha UMKM binaannya yang kehabisan modal karena pembayaran tidak jelas oleh perusahaan ritel ternama yang baru saja membuka outlet terpadu di Balikpapan.

Sebelumnya, di WAG Supi, terpampang foto-foto Cak Bukhin yang sedang memimpin demo di depan sebuah grup perusahaan terkenal. Mereka minta pengembalian uang deposit pulsa yang sudah berlarut-larut tak jelas juntrungannya. Perusahaan yang didemo Cak Bukhin, ternyata suka melakukan Corporate Trap pada bisnis-bisnis yang dijalankannya.

Proyek perumahan mewahnya banyak menelan korban supplier dan kontraktor yang harus gigit jari karena hanya dibayar dengan janji. Hiks hiks hiks…

 

Ketika Dakwah Rombongan ke Kalimantan Selatan beberapa tahun lalu, saya diperkenalkan oleh Mas Orrin, KSW #Diaspora, kepada seorang pengusaha besar Business Process Outsourcing (BPO) di Tanjung (Tabalong) yang kini terlilit utang. Setelah diskusi, sama saja penyebabnya. Corporate Trap oleh perusahaan tambang yang menjadi klien-nya.

Pernah juga, saya dikejar-kejar oleh seorang National Key Account Manager perusahaan Multinational. Rupanya, perusahaan yang tidak punya utang ini, kena juga Corporate Trap oleh perusahaan ritel ternama tersebut. Kena deh!

Pada beberapa Pertemuan Tatap Muka Warga KSW, saya sering menjelaskan permainan corporate trap ini. Oleh karena itu, saya mohon bantuan warga yang hadir pada pertemuan-pertemuan itu untuk menceritakan di sini, apa itu Corporate Trap. Sehingga sahabat-sahabat kita yang lain berhati-hati ketika mendapatkan order dari “perusahaan besar” (pakai tanda kutip ya..)

Sebelum Anda share, ada suatu Hadist Rosul yang mengingatkan kita agar tidak ta’jub pada seseorang yang mengembangkan usahanya dengan harta haram, diantaranya riba. Mohon bantuan warga untuk memposting hadist tersebut ya..

Terima kasih atas bantuannya. Semoga ALLAAH mudahkan segala urusan kita semua.

 

Kritiklah Daku Kau Kutangkap

0

© MY310520|MTR||

Ini hanyalah prolog dalam mendiagnosa seluk-beluk pemimpin melalui hadits-hadits Rasulullah SAW. Remahan kecil ini sebagai catatan jika aku kelak berhadapan dengan para pemimpin sesat.

Dari Aus yang berkata bahwa Rasulullah bersabda:  “Aku tidak takut (ujian yang akan menimpa) pada umatku, kecuali (ujian) para pemimpin sesat.” (HR. Ibnu Hibbân).

Wow! ternyata dahsyat juga ya…

Sufyan as-Tsauri menggambarkan mereka dengan mengatakan: “Tidaklah kalian menjumpai para pemimpin sesat, kecuali kalian mengingkari mereka dengan hati, agar amal kalian tidak sia-sia.”

Ok, noted.

 

Lalu bagaimana jika kita mendapati pemimpin yang berlaku tidak adil dan sewenang-wenang, tapi secara pribadi dia baik terhadap kita malah sering memberi hadiah?

Dari Abu Layla al-Asy’ari bahwa Rasulullah bersabda: “Dan berikutnya adalah para pemimpin jika mereka diminta untuk mengasihani (rakyat), mereka tidak mengasihani; jika mereka diminta untuk menunaikan hak (rakyat), mereka tidak memberikannya; dan jika mereka disuruh berlaku baik (adil), mereka menolak. Mereka akan membuat hidup kalian dalam ketakutan; dan memecah-belah tokoh-tokoh kalian. Sehingga mereka tidak membebani kalian dengan suatu beban, kecuali mereka membebani kalian dengan paksa, baik kalian suka atau tidak. Serendah-rendahnya hak kalian, adalah kalian tidak mengambil pemberian mereka, dan tidak menghadiri pertemuan mereka.” (HR. Thabrani)

Sip…!

 

Katakanlah pemimpin itu lugu, naif dan membumi, tapi kurang pintar, bagaimana saya harus bersikap?

Dari Jabir bin Abdillah bahwa Rasulullah berkata kepada Ka’ab bin Ajzah: “Aku memohon perlindungan untukmu kepada Allah dari kepemimpinan orang-orang bodoh.(HR. Ahmad)

Dalam hadits riwayat Ahmad dikatakan bahwa pemimpin bodoh adalah pemimpin yang tidak mengikuti petunjuk dan sunnah Rasulullah.

Oh, gitu…

Mari sama-sama kita berdoa agar kita semua diberi perlindungan dari orang-orang bodoh. Aamiin.

 

Lalu.. bagaimana jika berhadapan dengan pemimpin yang menolak kebenaran, dan penyeru kemungkaran?

Dari Ubadah bin Shamit berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang memerintah kalian dengan hukum yang tidak kalian ketahui (imani). Sebaliknya, mereka melakukan apa yang kalian ingkari. Sehingga terhadap mereka ini tidak ada kewajiban bagi kalian untuk menaatinya.(HR. Ibnu Abi Syaibah)

Mantap…!

 

Lalu bagaimana dengan pemimpin yang mengancam kehidupan dan mata pencaharian?

Dari Abu Hisyam as-Silmi berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang mengancam kehidupan kalian. Mereka berbicara (benjanji) kepada kalian, kemudian mereka mengingkari (janjinya). Mereka melakukan pekerjaan, lalu pekerjaan mereka itu sangat buruk. Mereka tidak senang dengan kalian hingga kalian menilai baik (memuji) keburukan mereka, dan kalian membenarkan kebohongan mereka, serta kalian memberi pada mereka hak yang mereka senangi.” (HR. Thabrani)

Nauzubillahi min zalik, semoga kita ‘gak nemu dengan tipe demikian.

 

Bagaimana dengan para pemimpin yang mengangkat pembantu orang-orang jahat?

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda: “Akan ada di akhir zaman para penguasa sewenang-wenang, para pembantu (pejabat pemerintah) fasik, para hakim pengkhianat, dan para ahli hukum Islam (fuqaha’) pendusta. Sehingga, siapa saja di antara kalian yang mendapati zaman itu, maka sungguh kalian jangan menjadi pemungut cukai, pegawai kanan, dan polisi. (HR. Thabrani)

Ada riwayat lain seperti hadits di atas dengan matan yang sedikit berbeda:

Daripada Abu Sa’id dan Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: Akan datang atas kalian pemerintah yang rapat dengan seburuk-buruk manusia dan melewat-lewatkan sholat (sehingga terkeluar) daripada waktunya. Maka barangsiapa antara kalian yang menemui keadaan ini janganlah menjadi pegawai kanan, jangan polisi, jangan pemungut cukai dan jangan (pula menjadi) bendahara.” (HR. Ibn Hibban dalam Sahih-nya [4586])

Waduh, aku ‘gak bisa komen banyak. Tapi aku sarankan teman-teman cari tahu sendiri, mungkin penjelasan akan semakin kaya dan luas.

 

Bagaimana pandangan sunnah kepada para pemimpin diktator yang kejam dan tangan besi?

Rasulullah bersabda: Sesungguhnya seburuk-buruknya para penguasa adalah penguasa al-huthamah (diktator).” (HR. Al-Bazzar)

 

Apa persamaan pemimpin zalim dan mereka yang berlebihan dalam beragama di akhirat kelak?

Dari Ma’qil bin Yasar bahwa Rasulullah bersabda: “Dua golongan umatku yang keduanya tidak akan pernah mendapatkan syafa’atku: Pemimpin yang bertindak zalim, dan orang yang berlebihan dalam beragama hingga sesat dari agama.” (HR. Thabrani).

 

Hmm… Lalu apa acuan kita dalam memeriksa keadaan, tapi tidak terlibat dalam tipu daya medsos?

“Akan datang kepada masyarakat tahun-tahun yang penuh tipuan. Pada tahun-tahun itu pembohong dipandang benar, yang benar dianggap bohong; pada tahun-tahun tersebut pengkhianat diberi amanat, sedangkan orang yang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu yang berbicara adalah ruwaibidhah.” Lalu ada sahabat bertanya, “Apakah ruwaibidhah itu?” Rasulullah menjawab, “Orang bodoh yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Abu Ya’la dan al-Bazzar)

Wallahua’lam bissawab.

✍ Education For All

Dengarlah, Allah Bicara Melalui Corona

0

@Ummu_Nanana|MTR Bogor Raya||

– Siapa yang rindu dan ingin segera berkumpul dengan sahabat ahli sorga, berbaris rapi, lalu senam 78 bersama? Angkat tangan kanannya dan katakan SAYA..!

– Siapa rindu para ‘guru kehidupan’ yang selalu mengajarkan ilmu langit dan makna muslim kaffah sesungguhnya? Angkat tangan kirinya dan katakan SAYA..!

Ritual tatap muka warga MTR yang tak akan terlewatkan, senam 78 dan WIFLE.. sekedar mendengar musik pengiring senam 78 pun, pasti  membuat para warga MTR yang masih #stayathome senyum-senyum sendiri..

10 pekan berlalu dan saya masih #stay at home. Sungguh pengalaman hidup tak terlupakan ketika dihadapkan pada kondisi Pandemi COVID 19.  Bukan kategori pengalaman indah memang, tapi tetap saja menjadi pengalaman yang sarat hikmah. Bisa jadi ceritanya akan jauh berbeda, apabila saya belum bergabung dengan Masyarakat Tanpa Riba.

Lalu, apa korelasi MTR dan Pandemi COVID 19 ?

Sangat erat, setidaknya untuk saya, atau kami warga MTR..

Jika saja bukan warga MTR, tentu keadaan saya tak jauh berbeda dengan orang-orang pada umumnya; bingung, kuatir, sedih, galau, gagal fokus hingga stress berat akibat nelangsa karena dihantam efek pandemic Corona yang luar biasa. Dan yang paling terpengaruh adalah aspek ekonomis.

Bagaimana tidak? Mulai dari usaha kelontong skala rumahan sampai bisnis kelas raksasa yang menggurita pun terpaksa hidup dalam kondisi ‘antara ada dan tiada’. Sebagian besar orang dipaksa mengerahkan segenap daya dan upaya, memutar otak mencari cara  agar ‘neraca ekonomi keluarga’ tetap stabil dan terjaga.  hehehehe..

Fenomena yang saat ini akrab di telinga :

– orang mengeluhkan pendapatannya terjun bebas.

– orang tak sanggup membayar cicilan pokok apalagi ditambah bunga.

– orang stress dan gagal fokus hingga putus asa dan kemudian mati gaya lalu stop berusaha.

Banyak..?? Sangat banyak, bahkan terlampau banyak..

Tapi cerita menjadi lain untuk Warga  MTR. Mereka, kami menghadapi kejadian luar biasa ini tetap dengan SENYUM ceria, rasa SYUKUR, dan OPTIMIS.

Mengapa SYUKUR?

Karena sebagai Warga MTR, alhamdulillah biidznillah, kami dibekali dengan jurus-jurus andalan yang siap dilancarkan saat kondisi TAK NORMAL.

 Mengapa OPTIMIS?

Karena pandemi ini justru membuat kami semakin yakin bahwa perjuangan MTR untuk mendakwahkan bahaya utang riba tidaklah sia sia.

Dan betapa Maha Sempurna Allah dengan skenarioNYA yang seringkali tak terjangkau akal pikiran manusia. Amazing..

Renungkanlah kembali kalamNYA pada Surat Al-Baqarah, ayat 275 -279. Betapa kini ayat tersebut begitu kuat terindera. Saat ini adalah detik-detik dimana janji Allah akan segera jadi nyata : “Allah musnahkan riba dan suburkan  sedekah.”

Nggak percaya..?

– Ketika lebih banyak orang tak sanggup bayar cicilan utang. (Jangankan cicilan utang berikut bunganya, menanggung naiknya beban pengeluaran rutin tiap bulan saja sudah mana tahan. Tengoklah tarif dasar listrik dan iuran BPJS sebagai ‘tanda cinta’ di kala pandemi Corona..😌)

– Ketika lebih banyak lagi orang tersadarkan bahaya utang, yang ujung ujungnya mengakibatkan..

– perbankan mencoba bertahan di kondisi yang tak karuan

Ketiga hal itu, merupakan efek dari adanya makhluk kecil yang tak dapat kita indera dengan mata bernama “virus”. Yang atas ijin Allah, makhluk renik itu mampu mengalahkan pongahnya manusia dan mengobrak abrik tatanan dunia.

Lalu tidakkah terbersit dalam benak kita, jangan-jangan inilah awal mula terbuktinya janji Allah di Surat Al Baqarah ayat 276 itu?

Jikalau kita mengaku sebagai manusia, makhluk ciptaan Allah yang telah IA muliakan dengan akal pikiran, maka WAJIB kita penuhi fitrah kita sebagai makhluk yang berpikir.

Enggan berpikir? Kalau begitu, berhentilah menyebut diri kita sebagai manusia. Lalu, akankah Kita tetap mengeraskan hati..?? Tak bergetarkah hati kita ketika membaca peringatannya di Surat Al Baqarah ayat 278 dan ancamanNYA di surat Al Baqarah ayat 279..??

Penasaran bagaimana bunyi kalimat di dalam ayat ayat tersebut? Cari sendiri laaah.. Udah gede ini.. Masa sih minta disuapi..🤭

Kembali bicara tentang warga MTR. Momen ini adalah momen berharga. Bukankah Allah telah menyingkapkan fakta dan menunjukkan peluang luar biasa dengan mengkondisikan dunia di tengah pandemi ini? Teruslah menyampaikan kebenaran. Sampaikanlah kebenarannya bahwa Riba itu nge-RiBAnget. Karena tugas Kita adalah menyampaikan. Buktikan bahwa kita mengupayakan yang terbaik yang kita bisa, di samping wajib menggunakan sebaik-baiknya peluang yang telah Allah berikan agar tak terlewat begitu saja.

Persoalan bagaimana nanti hasilnya, serahkan saja kepadaNYA, bukankah ALLAH Maha Sempurna dengan segala skenarioNYA..?

Last but not least,  bukanlah NEW NORMAL segala sesuatu yang bertentangan dengan aturan Allah dan RasulNYA. Kembali kepada syariatNYA itu baru manusia NORMAL namanya.😁

Allahul musta’an

Cikeas, penghujung Mei 2020…

Siapkan Diri, Kawan!

0

 

@MIslamBasri|MTR Riau||

BISMILLAHIRROHMANIROHIM//

Saudaraku..//

Bukan  bermaksud menakuti dirimu/ Bukan bermaksud menambah berat beban hidupmu/Bukan pula bermaksud mengguruimu//

Izinkan aku kembali mengingatkan/

Badai nan besar boleh jadi akan datang /Meradang/Ombak nan tinggi boleh jadi akan hadir menenggelamkan/ Malam nan kelam boleh jadi akan tiba /hilangkan cahaya dan kesenangan//

Bukankah saat ini lebih baik kita semua bersiap diri dan berjaga sepenuh hati?//

Tidakkah seharusnya kita berpikir bersama mencari solusi tentang hiruk-pikuk yang sudah di depan mata?//

Mungkin engkau berkata semua yang kukatakan terlalu berlebihan//

Sila dirimu berkata apapun /Tapi ingatlah satu hal../semua penyesalan selalu berada di ujung cerita/yang berakhir dengan nestapa dan /derita panjang berisi ratapan dan penderitaan//

Bangunlah dari tidurmu yang melenakan/ sebelum semua mimpi burukmu berubah menjadi kenyataaan/ yang penuh kepedihan dan air mata kesengsaraan//

Sungguh/ancaman wabah dan resesi dunia/bukanlah pepesan kosong yang bisa dihadapi dengan seloka yang tiada berguna dan tiada bermakna//

Selagi masih ada waktu/mari kita manfaatkan kesempatan/untuk bersama bersiap sambil berpikir dengan jernih/agar bisa berbagi tips dan ilmu yang bermanfaat/ untuk menghadapi semua kemungkinan terburuk datangnya badai dan malapetaka//

Saatnya Berjaga/Berusaha dan memperbanyak do’a/agar negeri ini dilepaskan Allah dari marabahaya wabah/dan terhindar dari petaka krisis ekonomi yang pasti akan menyengsarakan//

ASTAGHFIRULLAH../ LINDUNGI KAMI YA ALLAH/ DARI BENCANA WABAH DAN BERATNYA PETAKA REZEKI YANG ENGKAU SEMPITKAN..//

Semoga ibadah RAMADHAN kemarin membuka pintu-pintu ampunan yang melenyapkan bencana penyakit dan ancaman keterpurukan di bulan-bulan yang akan datang..//

Berharap dan berdo’alah dengan segala pengharapan dan sepenuh kesungguhan//

BangKamRi 1441