Kritiklah Daku Kau Kutangkap

0
58

© MY310520|MTR||

Ini hanyalah prolog dalam mendiagnosa seluk-beluk pemimpin melalui hadits-hadits Rasulullah SAW. Remahan kecil ini sebagai catatan jika aku kelak berhadapan dengan para pemimpin sesat.

Dari Aus yang berkata bahwa Rasulullah bersabda:  “Aku tidak takut (ujian yang akan menimpa) pada umatku, kecuali (ujian) para pemimpin sesat.” (HR. Ibnu Hibbân).

Wow! ternyata dahsyat juga ya…

Sufyan as-Tsauri menggambarkan mereka dengan mengatakan: “Tidaklah kalian menjumpai para pemimpin sesat, kecuali kalian mengingkari mereka dengan hati, agar amal kalian tidak sia-sia.”

Ok, noted.

 

Lalu bagaimana jika kita mendapati pemimpin yang berlaku tidak adil dan sewenang-wenang, tapi secara pribadi dia baik terhadap kita malah sering memberi hadiah?

Dari Abu Layla al-Asy’ari bahwa Rasulullah bersabda: “Dan berikutnya adalah para pemimpin jika mereka diminta untuk mengasihani (rakyat), mereka tidak mengasihani; jika mereka diminta untuk menunaikan hak (rakyat), mereka tidak memberikannya; dan jika mereka disuruh berlaku baik (adil), mereka menolak. Mereka akan membuat hidup kalian dalam ketakutan; dan memecah-belah tokoh-tokoh kalian. Sehingga mereka tidak membebani kalian dengan suatu beban, kecuali mereka membebani kalian dengan paksa, baik kalian suka atau tidak. Serendah-rendahnya hak kalian, adalah kalian tidak mengambil pemberian mereka, dan tidak menghadiri pertemuan mereka.” (HR. Thabrani)

Sip…!

 

Katakanlah pemimpin itu lugu, naif dan membumi, tapi kurang pintar, bagaimana saya harus bersikap?

Dari Jabir bin Abdillah bahwa Rasulullah berkata kepada Ka’ab bin Ajzah: “Aku memohon perlindungan untukmu kepada Allah dari kepemimpinan orang-orang bodoh.(HR. Ahmad)

Dalam hadits riwayat Ahmad dikatakan bahwa pemimpin bodoh adalah pemimpin yang tidak mengikuti petunjuk dan sunnah Rasulullah.

Oh, gitu…

Mari sama-sama kita berdoa agar kita semua diberi perlindungan dari orang-orang bodoh. Aamiin.

 

Lalu.. bagaimana jika berhadapan dengan pemimpin yang menolak kebenaran, dan penyeru kemungkaran?

Dari Ubadah bin Shamit berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang memerintah kalian dengan hukum yang tidak kalian ketahui (imani). Sebaliknya, mereka melakukan apa yang kalian ingkari. Sehingga terhadap mereka ini tidak ada kewajiban bagi kalian untuk menaatinya.(HR. Ibnu Abi Syaibah)

Mantap…!

 

Lalu bagaimana dengan pemimpin yang mengancam kehidupan dan mata pencaharian?

Dari Abu Hisyam as-Silmi berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang mengancam kehidupan kalian. Mereka berbicara (benjanji) kepada kalian, kemudian mereka mengingkari (janjinya). Mereka melakukan pekerjaan, lalu pekerjaan mereka itu sangat buruk. Mereka tidak senang dengan kalian hingga kalian menilai baik (memuji) keburukan mereka, dan kalian membenarkan kebohongan mereka, serta kalian memberi pada mereka hak yang mereka senangi.” (HR. Thabrani)

Nauzubillahi min zalik, semoga kita ‘gak nemu dengan tipe demikian.

 

Bagaimana dengan para pemimpin yang mengangkat pembantu orang-orang jahat?

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda: “Akan ada di akhir zaman para penguasa sewenang-wenang, para pembantu (pejabat pemerintah) fasik, para hakim pengkhianat, dan para ahli hukum Islam (fuqaha’) pendusta. Sehingga, siapa saja di antara kalian yang mendapati zaman itu, maka sungguh kalian jangan menjadi pemungut cukai, pegawai kanan, dan polisi. (HR. Thabrani)

Ada riwayat lain seperti hadits di atas dengan matan yang sedikit berbeda:

Daripada Abu Sa’id dan Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: Akan datang atas kalian pemerintah yang rapat dengan seburuk-buruk manusia dan melewat-lewatkan sholat (sehingga terkeluar) daripada waktunya. Maka barangsiapa antara kalian yang menemui keadaan ini janganlah menjadi pegawai kanan, jangan polisi, jangan pemungut cukai dan jangan (pula menjadi) bendahara.” (HR. Ibn Hibban dalam Sahih-nya [4586])

Waduh, aku ‘gak bisa komen banyak. Tapi aku sarankan teman-teman cari tahu sendiri, mungkin penjelasan akan semakin kaya dan luas.

 

Bagaimana pandangan sunnah kepada para pemimpin diktator yang kejam dan tangan besi?

Rasulullah bersabda: Sesungguhnya seburuk-buruknya para penguasa adalah penguasa al-huthamah (diktator).” (HR. Al-Bazzar)

 

Apa persamaan pemimpin zalim dan mereka yang berlebihan dalam beragama di akhirat kelak?

Dari Ma’qil bin Yasar bahwa Rasulullah bersabda: “Dua golongan umatku yang keduanya tidak akan pernah mendapatkan syafa’atku: Pemimpin yang bertindak zalim, dan orang yang berlebihan dalam beragama hingga sesat dari agama.” (HR. Thabrani).

 

Hmm… Lalu apa acuan kita dalam memeriksa keadaan, tapi tidak terlibat dalam tipu daya medsos?

“Akan datang kepada masyarakat tahun-tahun yang penuh tipuan. Pada tahun-tahun itu pembohong dipandang benar, yang benar dianggap bohong; pada tahun-tahun tersebut pengkhianat diberi amanat, sedangkan orang yang amanah dianggap pengkhianat. Pada saat itu yang berbicara adalah ruwaibidhah.” Lalu ada sahabat bertanya, “Apakah ruwaibidhah itu?” Rasulullah menjawab, “Orang bodoh yang berbicara/mengurusi urusan umum/publik.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Abu Ya’la dan al-Bazzar)

Wallahua’lam bissawab.

✍ Education For All

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here