Dengarlah, Allah Bicara Melalui Corona

0
78

@Ummu_Nanana|MTR Bogor Raya||

– Siapa yang rindu dan ingin segera berkumpul dengan sahabat ahli sorga, berbaris rapi, lalu senam 78 bersama? Angkat tangan kanannya dan katakan SAYA..!

– Siapa rindu para ‘guru kehidupan’ yang selalu mengajarkan ilmu langit dan makna muslim kaffah sesungguhnya? Angkat tangan kirinya dan katakan SAYA..!

Ritual tatap muka warga MTR yang tak akan terlewatkan, senam 78 dan WIFLE.. sekedar mendengar musik pengiring senam 78 pun, pasti  membuat para warga MTR yang masih #stayathome senyum-senyum sendiri..

10 pekan berlalu dan saya masih #stay at home. Sungguh pengalaman hidup tak terlupakan ketika dihadapkan pada kondisi Pandemi COVID 19.  Bukan kategori pengalaman indah memang, tapi tetap saja menjadi pengalaman yang sarat hikmah. Bisa jadi ceritanya akan jauh berbeda, apabila saya belum bergabung dengan Masyarakat Tanpa Riba.

Lalu, apa korelasi MTR dan Pandemi COVID 19 ?

Sangat erat, setidaknya untuk saya, atau kami warga MTR..

Jika saja bukan warga MTR, tentu keadaan saya tak jauh berbeda dengan orang-orang pada umumnya; bingung, kuatir, sedih, galau, gagal fokus hingga stress berat akibat nelangsa karena dihantam efek pandemic Corona yang luar biasa. Dan yang paling terpengaruh adalah aspek ekonomis.

Bagaimana tidak? Mulai dari usaha kelontong skala rumahan sampai bisnis kelas raksasa yang menggurita pun terpaksa hidup dalam kondisi ‘antara ada dan tiada’. Sebagian besar orang dipaksa mengerahkan segenap daya dan upaya, memutar otak mencari cara  agar ‘neraca ekonomi keluarga’ tetap stabil dan terjaga.  hehehehe..

Fenomena yang saat ini akrab di telinga :

– orang mengeluhkan pendapatannya terjun bebas.

– orang tak sanggup membayar cicilan pokok apalagi ditambah bunga.

– orang stress dan gagal fokus hingga putus asa dan kemudian mati gaya lalu stop berusaha.

Banyak..?? Sangat banyak, bahkan terlampau banyak..

Tapi cerita menjadi lain untuk Warga  MTR. Mereka, kami menghadapi kejadian luar biasa ini tetap dengan SENYUM ceria, rasa SYUKUR, dan OPTIMIS.

Mengapa SYUKUR?

Karena sebagai Warga MTR, alhamdulillah biidznillah, kami dibekali dengan jurus-jurus andalan yang siap dilancarkan saat kondisi TAK NORMAL.

 Mengapa OPTIMIS?

Karena pandemi ini justru membuat kami semakin yakin bahwa perjuangan MTR untuk mendakwahkan bahaya utang riba tidaklah sia sia.

Dan betapa Maha Sempurna Allah dengan skenarioNYA yang seringkali tak terjangkau akal pikiran manusia. Amazing..

Renungkanlah kembali kalamNYA pada Surat Al-Baqarah, ayat 275 -279. Betapa kini ayat tersebut begitu kuat terindera. Saat ini adalah detik-detik dimana janji Allah akan segera jadi nyata : “Allah musnahkan riba dan suburkan  sedekah.”

Nggak percaya..?

– Ketika lebih banyak orang tak sanggup bayar cicilan utang. (Jangankan cicilan utang berikut bunganya, menanggung naiknya beban pengeluaran rutin tiap bulan saja sudah mana tahan. Tengoklah tarif dasar listrik dan iuran BPJS sebagai ‘tanda cinta’ di kala pandemi Corona..😌)

– Ketika lebih banyak lagi orang tersadarkan bahaya utang, yang ujung ujungnya mengakibatkan..

– perbankan mencoba bertahan di kondisi yang tak karuan

Ketiga hal itu, merupakan efek dari adanya makhluk kecil yang tak dapat kita indera dengan mata bernama “virus”. Yang atas ijin Allah, makhluk renik itu mampu mengalahkan pongahnya manusia dan mengobrak abrik tatanan dunia.

Lalu tidakkah terbersit dalam benak kita, jangan-jangan inilah awal mula terbuktinya janji Allah di Surat Al Baqarah ayat 276 itu?

Jikalau kita mengaku sebagai manusia, makhluk ciptaan Allah yang telah IA muliakan dengan akal pikiran, maka WAJIB kita penuhi fitrah kita sebagai makhluk yang berpikir.

Enggan berpikir? Kalau begitu, berhentilah menyebut diri kita sebagai manusia. Lalu, akankah Kita tetap mengeraskan hati..?? Tak bergetarkah hati kita ketika membaca peringatannya di Surat Al Baqarah ayat 278 dan ancamanNYA di surat Al Baqarah ayat 279..??

Penasaran bagaimana bunyi kalimat di dalam ayat ayat tersebut? Cari sendiri laaah.. Udah gede ini.. Masa sih minta disuapi..🤭

Kembali bicara tentang warga MTR. Momen ini adalah momen berharga. Bukankah Allah telah menyingkapkan fakta dan menunjukkan peluang luar biasa dengan mengkondisikan dunia di tengah pandemi ini? Teruslah menyampaikan kebenaran. Sampaikanlah kebenarannya bahwa Riba itu nge-RiBAnget. Karena tugas Kita adalah menyampaikan. Buktikan bahwa kita mengupayakan yang terbaik yang kita bisa, di samping wajib menggunakan sebaik-baiknya peluang yang telah Allah berikan agar tak terlewat begitu saja.

Persoalan bagaimana nanti hasilnya, serahkan saja kepadaNYA, bukankah ALLAH Maha Sempurna dengan segala skenarioNYA..?

Last but not least,  bukanlah NEW NORMAL segala sesuatu yang bertentangan dengan aturan Allah dan RasulNYA. Kembali kepada syariatNYA itu baru manusia NORMAL namanya.😁

Allahul musta’an

Cikeas, penghujung Mei 2020…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here