Ngotot Minta Solusi, tapi Tak Mau Berjuang? Situ Sehat??

0
65

@NurzamanIlham|MTR||

Sebelumnya, saya ingin mengajak Anda bernostalgia – sebentar saja, tentang awal mula berkenalan dengan yang namanya UTANG.

Coba jawab dulu pertanyaan-pertanyaan di bawah ini;

  • Apakah saat itu Anda dalam kondisi kritis sehingga harus berutang?
  • Apakah saat itu Anda terpaksa berutang demi kebutuhan dan bukan keinginan?
  • Apakah karena membeli rumah Anda jadi punya utang? Mengapa saat itu Anda tidak mengontrak dulu saja?
  • Apakah kendaraan pun menjadi alasan Anda berutang? Mengapa saat itu Anda tidak memutuskan untuk rental dulu?
  • Apakah karena ingin memperbanyak cabang usaha Anda jadi berutang? Mengapa tidak seadanya dulu?

Sudah nostalgianya? Kuat?

Sekarang, coba tatap keluarga Anda dengan kesadaran penuh. Lihat tubuhnya, bola matanya, lihat deh raut wajahnya. TEGAkah Anda berdiam diri dan tidak berjuang demi mereka? Anda ingin mewariskan UTANG kepada mereka?😭

Kita semua tahu, dengan kondisi sekarang, semua orang mendadak cemas  terhadap hari esok dan seterusnya. Semua terkena dampaknya.

Dan yang paling miris adalah mereka yang punya utang dan menggantungkan harapan untuk membayarkan utang melalui satu sumber pendapatan saja. Ambyar!!

Tau kenapa? Ya iya lah,  kan pendapatan sudah mulai tak pasti, sedangkan utang (kewajiban) harus dibayar tepat waktu.🥴

 

Berjuanglah, jika status Anda masih pejuang nafkah di keluarga! Jangan mentang-mentang sedang wabah, malah rajin rebahan. Emangnya dengan begitu utang bisa lunas?

 

Butuh solusi tapi  tak ada usaha, itu sama saja omong kosong! Bahkan yang paling menjengkelkan,  banyak yang minta solusi tapi ketika diberi tahu malah ngeyel dan maunya serba instan!

Bahkan ketika Anda memasak mie instan, apakah bisa langsung Anda makan ketika memegang bungkusnya? Enggak kan? Anda harus meremas, merobek dan merebusnya dulu. Semua butuh proses, ada ikhtiar sebelum tawakkal. Beriringan dah, bila perlu keduanya di lakukan bersamaan.

 

👇🏼👇🏼👇🏼👇🏼👇🏼👇🏼👇🏼👇🏼👇🏼👇🏼👇🏼

Jadi kesimpulannya,

Jika Anda telah melihat dan kenal dengan mereka yang sudah lunas utangnya, ikuti saja caranya.

Kalau mereka belajar, ya Anda harus belajar.

Kalau mereka ikut pertemuan, ya ikuti juga.

Kalau katanya dengan baca buku merah bisa lunas, ya baca aja.

Nggak mau ngikutin? Ya, jangan ngarep lunas!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here