Kritiklah Daku, Kau Kutantang

0
54

@NHYahyah|MTR||

Mungkin ujaran di atas bisa diejawantahkan untuk tantangan yang sedang diajukan oleh seorang pejabat senior kita yang mulia,  Bapak LBP.

Di saat wabah Covid-19 masih belum teratasi dengan optimal, negara sudah  galau karena semakin bengkaknya defisit anggaran yang harus dikeluarkan untuk penanganan pasien Covid-19.

Belum lagi defisit anggaran karena penyaluran bansos bagi warga masyarakat yang terdampak. Belum lagi bertambahnya defisit anggaran karena menurunnya pendapatan negara terutama pendapatan dari sektor pajak.

Lalu saat ada warga negara yang berakal sehat memberi saran atau kritikan, malah ditantang berhujjah secara tatap muka…(Asal jangan sampai diincar sebagai benih perbuatan makar yah,  Pak LBP).

Apalah arti tantangan kritik ini kalo pengambil kebijakan masih memiliki ghorizatun baqa yang tinggi, yang merasa L’etat Ces Moi, yang merasa aku adalah negara… Seakan dia yang memiliki negara ini, yang lain minggir saja… Alias boleh kritik asal ditantang tatap muka dulu…

 

Apakah pengambil kebijakan negara ini tidak punya alternatif selain tabiat buruk berutang untuk menutup defisit anggaran negara…??

Apakah karena utang negara +62 relatif lebih kecil daripada utang negara lain kita merasa berhak berutang lebih banyak lagi…??

Padahal Allah SWT telah menganugerahi negara ini dengan kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berlimpah.

 

Mungkin, yang mulia Bapak LBP atau pengambil kebijakan negara lainnya perlu mengubah mindset akan perilaku dan tabiat buruk utang negara ini. Bukannya malah menantang warga negara yang berakal sehat karena mengkritik kebiasaan buruk dalam berutang.

 

Atau mampukah kita berperan lebih dalam situasi ini? Daripada berhujjah, alangkah lebih baik lagi bila Bapak LBP dan para pejabat lainnya diarahkan untuk mengikuti seminar SMHTR, yang wabil khusus diselenggarakan untuk pejabat negara. Anggap saja semacam kuliah tambahan di Lemhanas, terutama terkait program Bela Negara & Ketahanan Keuangan.

Semoga setelah mengikuti pembelajaran SMHTR, mindset para pejabat negara akan berubah dan Allah SWT memberi hidayah terutama pada Bapak LBP. Bahwa Allah Maha Kaya, Maha Segalanya dan ada alternatif lain dalam memenuhi anggaran pendapatan negara selain menarik pajak dan berutang dalam menyelenggarakan roda pemerintahan di negeri +62 ini.

#MTRituNyata dan In Syaa Allah siap menerima tantangan ini.

Wallahu a’lam bishawab.[]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here