Monday, August 24, 2026
Home Blog Page 88

KAMI BUKAN BAYARAN!

0

MSD, KSW #12 Health
WA KSW 0811113139

Haru biru melihat, mendengar dan merasakan perjuangan para kabilah Ciamis..
..
“Yuk kita berangkat!”.. kata kakak saya yang seorang pengusaha dan dokter estetika.. Tak lama, tiket pun sudah di pesan.
..
Dengan menarik2 koper menuju area Istiqlal-Monas, haru biru semakin tak tertahankan tatkala melihat secara langsung peserta Aksi Super Damai 212 yang berjalan tertib, khidmat, dan syahdu.. Mereka berasal dari seluruh penjuru Nusantara, saudara sebangsa, dari Indonesia bagian Barat sampai bagian Timur!

Dari yang muda belia sampai yang renta, dari yang dapat melihat sampai dengan yang (maaf) buta dan cacat. Semua datang berbondong2 bagai arus tak terbendung karena memiliki rasa, rasa dan perasaan yang sama. Iman yang sama. Keyakinan yang sama. Ghirah yang membuncah..!
.
Tak terhitung sudah berapa kali rasa nya mata ini terus berkaca2, air mata ini mengalir dari sudut mata.. Mencoba menahan sekuat tenaga agar tak tumpah tetapi kerongkongan seperti tercekat, lidah pun terasa kelu..
.
Sungguh TAK pantas jika ada yang mengatakan ini aksi bayaran, ini aksi ikut2an, ini hanya aksi politik yang penuh intrik..
.
Bahwa kami datang kesini karena ada desir di hati, panggilan hati, panggilan jiwa kami karena terusik dengan dinistakan nya Al Qur’an yang kami junjung tinggi, kitab suci yang kami pakai sebagai petunjuk pedoman hidup di dunia, petunjuk kepada jalan yang lurus -bahkan untuk seluruh makhluk hidup di alam semesta-.
.
Oleh karena nya kami rela datang dari jauh, kami ingin turut serta hadir disini, kami ingin merasakan sendiri ghirah perjuangan pada era ini, di negeri yang cinta damai ini.. Kami ingin menjadi bagian sebagai saksi hidup yang menanti tegak nya keadilan, tegak nya hukum Tuhan yang sempurna diatas hukum-hukum buatan manusia sejenius apa pun di muka bumi ini.
.
Bukan hukum buatan manusia yang pasti nya lemah, penuh celah untuk kegagalan, sistem yang cacat sejak awal lahir nya, sistem yang dibuat berdasar hawa nafsu manusia, sistem hukum yang dipaksakan untuk mengatur multi dimensi kehidupan manusia yang kompleks. Sistem yang salah akan melahirkan orang-orang yang salah pula.
.
Kami tak rela jika dituduh mayoritas yang intoleran, justru sadar mayoritas ini lah kami sudah sangat toleran kepada yang lain, sudah sangat bersabar, bersabar lagi..karena kami sangat cinta damai, kami sangat tunduk patuh hingga tak sadar sedang “dijajah”, kekayaan alam ini digadai, terjual..sampai di nista2 kan oleh dia..dan tetap….meminta kami bersabar…
.
Kami tahu dan sadar betul bahwa sehebat apa pun rencana manusia, secanggih apa pun teknologi bahkan nuklir nya, tidak ada yang dapat mengalahkan Sang Maha Perencana Terbaik ialah Allah SWT. Ada atau tanpa ada nya kami atau kita, kejayaan Islam itu Pasti akan bangkit!

Terjun lah sebagai pemain dengan segala konsekwensi nya, berpeluh2, berkorban waktu, tenaga bahkan materi– bukan hanya sebagai penonton yang cukup sekedar menonton, sekedar mengkritik, bahkan tak jarang ikut memfitnah, dan menyebarkan berita bohong.. Ingat, “Piala kemenangan” hanya milik pemain bukan penonton!
Pastikan Anda tidak berdiri di tengah jalan, karena nya Anda akan bisa tertabrak, putuskan Anda berada di satu sisi. Kiri atau kah Kanan!

—-MSD, 6 Des 16—-

#WeStandForIslam
#AlLiwaArRayah
#HukumSiHoax

Share Pengalaman

0

Ikut share pengalaman 212.

Semua berawal dr japri Kang Tedi MTR Sby. Sy waktu iku hbis ikut program Sales Coach di Sby. Sy mohon maaf blm bs gabung ke Jkt, krn istri sy hmil tua dan sdg nunggu lairan jg uang sdh hbis.

Tapi melihat semangat jihad tmn2 di group MTR.. semanat sy jg terpomp dg keras. Sy ijin sm istri u/ berangkat. Istri sy menolak. Sampai rabu pagi istri sy mengijinkan. “Bismillah Pak.. silahkan berangkat!”

MasyaAllah.. tanpa di duga ada tmn MTR yg transfer uang 200rb. “Ini mas.. bisa bt beli tiket kereta api berangkatnya saja… ” dan sy lgsg ke Indomaret u/ pesan tiket. Singkat cerita lgsg nyusul ke stasiun pasar turi bergabung dg sdr2 MTR Jatim. Sy tdk peduli ada uang gak di saku.. yg penting bs bergabung dg Mujahid2 di Monas nti.. sy gak pengen hy melihat di TV spt waktu 411 yg lalu.

Alhamdulillah… sampae di stasiun senen sdh dijemput dan di jamu oleh Ust. Samsul dan saudara2 MTR. Km sangat berterima kasih atas jamuan yg diberikan kpd km.

Dan yg sangat berkesan. Baru kali ini sy mengibarkan bendera Ar Rayyah.. sy merasakan dada ini bergemuruh.. inikah rasanya semangat Jihad ??? Sy sempat bertanya2 dlm hati.

Dan dlm kekhusyu’an sholat Jum’at di tengah derasnya hujan rahmad Allah dg doa qunut nazilah sy sempat meneteskan air mata..

Semoga Allah membuka hati Bpk Presiden kita. Dan Umat Islam menjags trs persatuan ini selamanya…

Udin Santoso, MTR#07 BONDOWOSO GLOBAL

share pengalaman

0

Imut share pengalaman #aksidamai212 …

Awalnya saya itu malas banget untuk ikut turun di acara aksi kemaren, sampai malam jum’at pulang kerja saya masih malas, nah tiba-tiba tidak tau mungkin alloh memberi hidayah saya ada yg ngirim video para mujahid yg berjalan dan sudah sampai kedaerah matraman.

Alunan takbir dan sholawat membuat saya menangis dan rindu untuk ikut turun akhirnya pagi jam 8.30 saya nekad datang aksi dan tanpa ijin dari kantor maupun keluarga.

Motor saya titipin dirumah teman dikramat sentiong saya jalan kaki dari kramat sentiong sampai ke gambir sepanjang perjalanan yg ada saya hanya menangis dan menangis subhanalloh begitu besar ghiroh dan semangat saudara-saudaraku seiman saya lihat diatas jembatan penyembarang dari mulai matraman seragam putih masih menyemut, sampai di tugu tani.

saya paksakan untuk merangsek ke monas ternyata alloh berkehendak lain saya hanya di sampaikan di depan gambir karena petugas dan teman2 sudah menyetop kalau sudah tidak bisa sampai kedepan.

Saya gelar sajadah saya ikuti semua acara dan saya merasa bahwa saya seperti tidak terkena air hujan, saya tidak merasa kedinginan dan yg subhanalloh dari pagi saya belum makan tapi perut juga tidak merasa lapar.

Alhamdulillah saya bersyukur bisa ikut menjadi bagian buih diaksi kemaren. Semoga alloh mengampuni dosa-dosaku melalui aksi kemaren.

Mohamad yasin SyaREA, KSW #16 MTR

MENDADAK JADI PENULIS

0

#pengalaman pribadi

Mendengar rencana aksi 212…… Saya hanya bisa berdoa agar bisa bergabung dengan temen temen yang dari awal sdh punya tiket untuk berangkat ke jkt

Hingga kamis siang saya hanya bisa membayangkan suasana saat kumpul dengan kaum muslim di sana.

Keinginan itu karena saya tidak ingin tergolong orang orang yang diam atas penistaan ini.

Allah berkehendak lain….. Ba’da magrib…. Saya mendapat rizqy berupa tiket PP gratis ke jkt
Allahuakbar

Tidak sampai situ…. Allah memudahkan saya dengan dipertemukan salah satu camat di kaltim yang mengajak saya satu mobil menuju monas dari soeta.

Kemudahan itu berlanjut saat saya basah kuyup karena tdk membawa baju ganti.
Sayapun menuju soeta bengan pakaian basah
Alhamdulillah pakaianpun kering dibadan.

Dan saya dijauhkan dari sakit yang biasa timbul karena kehujanan
Ini sesuai doa yang dipanjatkan ulama yg ada di panggung saat hujan turun.  Bahwa hujan adalah berkah.

Saya semakin yakin
Intansurullaaha yansurkum

Muliadi… Alumni 212
MTR #05 Samarinda

Share Pengalaman

0

Sama yang terjadi pada saya, hanya saja ini berending baik……sedang saya smpai jumat pagi tdk mendapat ijin dr Ibu saya, KK sy sbg wali dan Direktur tempat sy bekerja utk ijin cuti mengikutin aksi ini.
Ibu dan Wali saya tidak setuju dgn Aksi Damai ini (InshaAllah krn kurangnya pemahaman atas mksd acara ini).

Sedih……jangan ditanya lagi, ktk hati sdh menggebu2 ikut ttp sebagai anak wanita dan pegawai……prosedural tdk saya dapat……?

Lebih sedih lagi……lingkungan sekeliling saya tidak ada yg mendukung

Bahkan kmrn sore……ktk gerimis dan saya ajak teman2 kantor yg laki2 utk shalat jamaah d masjid kantor yang sangat besar mereka menjawab “Malas, hujan” Saya jawab……kmrn Jumat saudara2 kita seiman bisa Shalat Jumat dibawah hujan seperti itu……apa jawaban mereka? mereka menjawab “Bodohnya mereka sendiri, Banyak Masjid kok ya shalat dijalanan di bawah hujan” makjleb rasanya hati saya begitu mendengar jawaban itu……???

Semoga Allah segera memberi Hidayah untuk saya, orang2 disekeliling saya untuk bisa “Mencintai Islam” dengan Indah

Sulfa, MTR #13 Surabaya

Share Pengalaman 212.

0

Pengalaman pribadi, ketika turun dari pasar senen menuju k monas d pinggir2 jalan banyak yg menyediakan minuman gratis dan sesampainya d sekitaran gambir dan monas selain minum, kue, buah2 han gratis banyak d bagikan baik dg mobil kliling ataupun d dasar d pinggir jalan tidak lupa pula ketoprak gratis sperti foto yg saya unggah.

Selepas acara kami menuju istiqlal dg sangaaat berdesakan +/- 700mtr kami tempuh 2jam, sesampai nya d dpn istiqlal bli soto daging 15rb/porsi…alhamdulillah setelah masuk k dalam halaman masjid d sana ternyata banyak makanan gratis?.

Kami menginap semalam dg penuh religi yg mengesankan tidak lupa makanan yg tetap d sediakan dg gratis.

Pagi hari jam 09.00 kami meninggalkan masjid dan sarapan pengen bli d luar masjid walaupun d masjid d sediakan makanan gratis….teman2 bli ketoprak sedang saya bli pecel, bli pecel pada nenek tua dg laul tempe 2 dan telur dadar ketika msu bayar masyaallah di nenek bilang ‘gak usah bayar mas gratis aja’ saya paksa bayar tapi nenek menolaknya akirnya gratis juga dg tidak menghalangi si nenek untuk mendapatkan fahala dan rezeki barokah si nenek.

Padahal kalau d hitung sebungkus pecel 15-20rb. Semoga para pendonasi dapat rezeki berlimpah yg tdk kan terlupakan ketika sholat jum’ah dg berjuta umat d bawah hujan dg qunut nazilah yg panjang kami khusuk..bareng dg 3mujahid mrt dari cimahi..smoga allah meridhoi niat baik kami. Amiin” trims untuk istri tercinta yg telah mendukung penuh

Zakkey, MTR #13 Surabaya.

Flashback 411 & 212

0

Jika saat itu aku tidak berada dlm Aksi 411, semata karena suami yg belum mau ‘turun’ u/ Bela Islam, bukan karena ia tak mau membela Qur’an, namun khawatir banyaknya provokasi yg akan membahayakan dirinya dan saya sebagai istrinya. Saat itu dia berkata ” jihadku u/ anak & istriku, dan karena bbrp kajian dakwah yg ia dengar dan lihat, demo hanya membuat mudhorot dan belum tentu ada solusinya ( percuma )?

Saat itu aku mengikuti saran suami, namun hati ingin saja bergerak, meskipun tidak bs hadir langsung, paling tidak ada sesuatu yg bisa ku perbuat u/ bela Islam di 411, kelak ketika aku ditanya, aku pun turut berpartisipasi, melalui bapakku, ku titipkan sebahagian Rezeki u/ Aksi 411 tanda partisipasiku.

Saat itu anak lelaki tak Sengaja menonton TV yg diputar oleh ayahnya dan sontak bicara: “Bun, itu orang demo banyak bgt trus ada rusuhnya…’
Masyaa Alloh, sy melihat saluran TV, sosmed semua mengabarkan ttg kebaikan2 Aksi 411, meskipun sedikit ada huru hara..

Lagi2 suami berkata “betul kan, rusuh di akhir”. Saya hanya diam tak membantah, namun hati bangga melihat ghiroh saudara muslim

Netapa indahnya Aksi 411 kala itu dr sosmed, santun, bersih, gotong royong, benar2 mencerminkan Islam Rohmatan Lil’alamin, tak terasa airmata mengalir, jutaan umat hadir saat itu u/ membela Kalamulloh, rasa Iri dihati, ( seandainya aku berada disana, menyaksikan damainya aksi 411 )

Waktu berlalu….
Hingga seruan GNPF – MUI mengajak kembali u/ #aksi super Damai 212

Saat itu belum minta ijin suami, ingin berbicara dan membujuk agar aku bs mengikuti Aksi 212

Entah ‘wangsit’ apa yg hadir di hati suami? ketika aku berbicara Travel yg bekerjasama dgn usaha kami membuka wadah u/ Aksi Bela Islam 3

Suami berkata, H-4 saat itu ” kamu mau ikut? Kaget sambil memandang wajahnya
Saya bertanya kembali, boleh?
Beliau berkata: iya, kamu ikut sama saya besok Jum’at !!!

Girang rasa hati ini, syukur sambil doa dlm hati ” Ya Alloh teguhkanlah hatinya, khawatir syetan ngebelokin ” ( takut berubah pikiran )?

Selama 3hari saya menjaga hati suami, menjaga supaya ga ada ribut dirumah, menyenangkan hati dengan masakan, menemani ketika dirumah, pokoknya service spy tgl 2 nanti, muluuuuss & lancaaaar, karena hati terus bergemuruh apalagi melihat group KSW#07 makin tambah energinya terasa

Akhirnya gabung dlm group koordinasi 212 bersama Ustad SA

Tiba saatnya #212

Kami terpisah baik dgn rombongan #MTR maupun suami, sy bersama teman2 baru, suami pun dgn teman2 barunya karena penuh lautan manusia

Mungkin cerita kita sama saat berada dlm Aksi 212 di Monas ( saya skip u/ cerita ini )

Setibanya dirumah setelah Aksi 212

Dengan bangganya suami bicara:

Bun, Jum’at + Hujan + DOA = in syaa Alloh Makbul ya
Saya bergetar melihat jutaan orang, itu campuran manusia sm malaikat Alloh x ya? Banyaaak bgt..

Disana aku liat:
Semangat persatuan
Semangat mujahid
Semangat Islam
Semangat Indonesia

Meskipun ga bareng dgn MTR, tp subhanalloh ya, koq kita tetap mengikuti komando Ustad u/ berada di sisi luar agar tak terhimpit krn banyak orang dan sayangnya saya tidak bisa Kumpul di TIM. Mengingat parkiran kami ada di Gatot Subroto

Saya sampaikan pd beliau sempat ketemu dgn Pak Eri di TIM dan bberapa mujahid MTR, lalu sy pergi u/ bertemu dgn suami

Rasa kami saat itu tak bisa kami ungkapkan, dan setelah Aksi 212, semoga menjadi perubahan u/ hati kami yg selalu terpaut pada Alloh Swt & RosulNYA

Ini Rasa kami
By Hafidz & Fida, KSW #07 Finance

MARI KITA BERSIHKAN KSW & K-MTR DARI TUMPANG TINDIH INFORMASI

0

Assalaamu ‘alaykum wrwb..

Warga yang dirahmati ALLAAH..

Pada waktu yang sama dengan hari ini, kemarin saya telah memposting LARANGAN COPAS TANPA ADAB DI KSW & K-MTR berkut ini:

=== === === === === ===

PERHATIAN WARGA KSW & K-MTR

Cukup sudah euforia “kemenangan” (pakai tanda kutip) 212, sekarang kita fokuskan untuk memanfaatkan energy yang sangat besar itu untuk menata masa depan.

OLEH KARENA ITU, HENTIKAN COPASAN APAPUN TENTANG 212 DI KSW ATAU DI K-MTR YANG TANPA MENGINDAHKAN ADAB-ADAB KSW & K-MTR. SETIAP TUKANG COPAS TANPA MENGIKUTI ADAB AKAN LANGSUNG DIREMOVE.

Mohon bantu para admin untuk menegakkan Adab-adab KSW

Ingat! KSW dan K-MTR tidak perlu copasan. Warga KSW & K-MTR juga menjadi anggota banyak grup-grup WA lainnya. Copasan bisa dibacadan dilihat di grup-grup WA selain KSW & K-MTR.

Silakan gunakan kesempatan di KSW untuk berbagi ide original Anda. Jika Anda hanya jadi tukang copas. Kapan mau bisa menuangkan ide sendiri?

BERLATIHLAH DARI SEKARANG! SHARE YOUR OWN WORDS!

=== === === === ===

Untuk itu saya mengingatkan sekali lagi kepada seluruh Warga KSW & K-MTR untuk MENGHENTIKAN SEKARANG JUGA COPAS-COPASAN DI KSW & K-MTR karena:

  1. Warga KSW & K-MTR juga bergabung di grup-grup media sosial lainnya, bukan hanya di KSW atau K-MTR
  2. Informasi Copasan berupa link, teks, foto, meme, video dan audio sudah beredar luas di media-media sosial yang Warga KSW & K-MTR ikuti
  1. Terjadi redundant, pengulangan yang tidak perlu atas suatu informasi yang telah disampaikan berulang-ulang.
  2. Informasi copasan bisa menjadi sampai yang memenuhi quota data. Tulisan, gambar, video dan suara akan menghabiskan kuota data Anda dengan hal yang tidak diperlukan lagi.
  1. Menghambat daya fikir dan kreatifitas seseorang. Tukang copas biasanya malas berfikir mengerahkan kemampuan otaknya.
  2. Tukang copas adalah ciri-ciri seorang pengikut, bukan seorang pemimpin. Padahal untuk kebangkitan, Ummat perlu lebih banyak pemimpin.

Terkahir dari saya, sebagai founder KSW & K-MTR..

SUDAHLAH HENTIKAN KEBIASAAN COPAS. COPASAN ANDA TIDAK DIPERLUKAN DI KSW & K-MTR. KITA SEMUA BISA MEMBACA COPASAN YANG TELAH BERKELIARAN ITU DI MEDIA-MEDIA SOSIAL LAINNYA!

Kapan Anda akan bisa menulis atau menghasilkan karya sendiri? Kalau kerjaannya hanya memposting copasan!

Mari kita berlatih keras menjadi seorang pemimpin Ummat, menjadi sumber energi yang mencerahkan. Bukan menjadi tukang copas yang yang mengulang-ulang informasi yang sudah diketahui khalayak umum.

STOP NGOPAS LINK, TULISAN, GAMBAR, VIDEO & AUDIO ORANG LAIN TANPA ADAB. MULAILAH MEMBAGI KARYA ASLI SENDIRI DI KSW & K-MTR

Selamat menggunakan otak Anda sendiri untuk menghasilkan karya, bukan hanya menggunakan jari dan mata untuk menyebarkan karya orang lain yang sudah tersebar kemana-mana.

Jika Anda merasa tidak pas dengan kebijakan LARANGAN COPAS SEMBARANGAN ini, silakan feel free untuk meninggalkan KSW & K-MTR. Grup WA KSW & K-MTR hanya untuk mereka yang mau berjuang dan berlatih mengerahkan kemampuannya sendiri untuk menjadi pemimpin-pemimpin Ummat yang sedang terpuruk ini.

WE NEED MORE LEADERS. THERE ARE TOO MANY FOLLOWERS WITHIN US

BaarakALLAAHu lii wa lakum jamii’an..

Wassalaamu ‘alaykum wrwb.

Samsul Arifin SBC

Founder SyaREA World

The 1st Syariah Business Coaching Firm in The World

Dengan Niat, Visi Chemistry Yang Sama, Ikhlas, Menyuarakan Keadialan.

0

By Tamyiz, KSW #02 Property

WA KSW 0811-113-139

 

Aksi Mashiroh, Aksi Bela Islam atau Aksi Super Damai 212, Jum’at 2 Des 2016 kemarin adalah beneran damai alias Aksi Super Sangat Damai (ASSD).

Sesungguhnya Aksi 411 juga sangat damai, hanya saja mengapa presiden tidak mau menemuinya di Aksi 411 lalu.

Apalagi kalau ditilik dari jumlah massa yang Aksi pada saat itu mencapai 2 juta orang lebih, dan tuntutan ulama’ kami, yang mewakili peserta Aksi, adalah ingin di temui dan di dengar oleh presiden secara langsung, bukan perwakilannya.

Kembali kepada aksi 212 yang mencapai 7 juta orang lebih, malah relatif sangat damai.

Menurut pengamatan penulis yang juga peserta aksi 212, aksi ini sungguh sangat bermartabat.

Boleh di bandingkan dengan unjuk rasa maupun demo apapun dan dimanapun sepanjang sejarah di seluruh dunia, yang penulis ketahui dan penulis dengar, termasuk demo di negara-negara maju yang konon katanya lebih demokratis sekalipun.

Iya, Aksi Super Damai 212 adalah Aksi terbanyak dan terdamai, bahkan Polri pun mengakuinya damai, namun diakui atau tidak diakui, menurut penulis, bahwa Aksi Super Damai 212 kemaren adalah Aksi terbesar dan terdamai sepanjang sejarah.

Bahkan tidak ada satupun taman atau tanaman yang rusak, pohon yang tumbang, ataupun terjadi keributan, apalagi brutal.

Walau di sekitar Monas banyak mobil-mobil mewah parkir di pinggir jalan, sepanjang jalan menuju Monas.

Padahal diantara kita (bukan kami) tidak saling kenal sebelumnya, karena yang hadir mengikuti Aksi jutaan manusia dari seluruh penjuru nusantara.

Sepertinya kita ini bertemu saudara sendiri, begitu akrab, begitu saling mencintai, saling membantu dan saling menyapa, saling meneriakkan kalimat takbir, dan disambut takbir oleh saudara lainnya.

Allaahu Akbar.

 

Subhanallaah…..

Sampai bulu kuduk ini merinding.

Ditengah-tengah aksi, kami mendengarkan para ustadz, habaib, dan para kiyai berceramah, dengan semangat dan antusiasnya, sehingga dikala hujan mengguyur-pun penulis tidak terasa.

Bahkan ketika para habaib tadi berdo’a, tanpa sadar penulispun meneteskan air mata, begitu juga sekeliling penulis, menangis tersedu2, iya…. kita-pun ikut terbawa emosi para habaib dan para kiyai yg berdo’a sampai menangis, lalu diusap lembut gerimis air hujan.

Sungguh ini bukan retorika, bukan rekayasa, namun ini kenyataan dan pengalaman yang sesungguhnya.

Subhanallah.

Sepulang dari acara aksi,  menuju titik kumpul, sebagaimana juga pada perjalanan keberangkatan, disepanjang perjalanan penulis temui beberapa anak muda, ibu-ibu, dan sukarelawan sedang membagi-bagikan makanan, buah-buahan, minuman serta obat-obatan dengan suka cita dan antusiasnya.

Dengan penuh keikhlasan, hanya berharap ridhoNya.

Padahal disaat itu sedang hujan, jalanan padat, karena banyaknya kendaraan dan peserta aksi, becek dan berlumpur karena ada pengerjaan taman yg belum terselesaikan.

Namun para sukarelawan tadi dengan senyum dan keikhlasnya tidak kenal lelah terus membagi-bagikan buah-buahan, makanan dan obat-obatan.

Penulispun merasa bangga, salut campur haru melihat saudara-saudara sukarelawan tadi.

Subhanallah, tanpa terasa perjalanan berkilo-kilo meter yang dilalui penulis untuk kembali ke titik kumpul penjemputan, (kebetulan titik kumpul penulis di Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini), tidak terasa lelah sedikitpun.

Bahkan yang penulis amati, mobil-mobil maupun motor yang terjebak kemacetan dengan senyum riangnya tidak juga merasa letih, yerlihat dari raut wajahnya yang sumringah bahagia, dan ikut merasakan semangat peserta Aksi Damai, tidak sedikit diantara mereka adalah mobil kesehatan dan mobil penjemput peserta aksi.

Di sepanjang kanan dan kiri jalan, banyak penitipan mobil dan motor, yang di tulisi : Parkir Motor Gratis, untuk peserta Aksi Damai, syarat membawa STNKB.

Yaa Allah, balaslah amalan dan jasa para tukang parkir, yang mungkin keluarganya menunggu uang hasil parkir di rumah, namun ia  rela seharian kehujanan, namun rela tidak dibayar, bahkan tidak mau dibayar, hanya ingin membantu peserta Aksi Damai, ternyata para tukang parkir-pun punya hati dan nurani yang sama ikhlasnya, sama semangatnya, yang menginginkan keadilan bagi penista Al-qur’an.

Juga di jalan arah penulis pulang, ada jasa pijat 5 menit gratis untuk peserta aksi, di perjalanan pulang, lantas siapakah yang bisa menggerakkan ini semua, kalau bukan karena berharap ridhoMu yaa Allah, tukang pijatpun tahu perjalanan peserta Aksi yang sangat jauh, berjalan berkilo-kilo meter, bahkan dari luar kota.

Belum lagi warung-warung yang menggratiskan makanannya, atau dari salah satu peserta aksi yang rela memborong seluruh makanan di stannya.

Semangat Aksi dilandasi visi dan chemistri yang sama ini, sehingga membuat penulis rindu ingin mengikuti Aksi lanjutannya, jika sang penista Agama tidak dihukum, sebagaimana keadilan yang harus ditegakkan, apapun resikunya.

Yang tidak kalah dengan peserta Aksi Damai lainnya adalah, para sukarelawan yang telah siap dengan tas kantong besar hitam, yang dengan sigapnya memunguti sampah yang tersisa, walaupun memang sampahnya tidak seberapa, karena dari masing-masing peserta Aksi Damai sudah sadar akan kebersihan dan sampah, yang selalu membuang sampah di box tempat sampah yang tersedia.

Semoga dengan Aksi Damai 212 ini, para pemegang kekuasaan, penegak keadilan, terketuk hati nuraninya, mendapatkan hidayah untuk menegakkan keadilan yang sesungguhnya.

Ditulis oleh fakir ilmu, Tamyis Sukaes, peserta Aksi Damai 212.

 

”WUKUF” DI MONAS

0

By Misbahul Huda, MTR #13 Surabaya

WA MTR 0811-113-139

Suasananya seperti wukuf di Arofah saat musim haji,  tapi ini terjadi di Monas Jumat pagi hari ini. Itulah gambaran paling sederhana utk menggambarkan suasana di silang monas pagi ini.

Seperti dimaklumi jutaan umat islam dari seluruh penjuru tanah air tumpah di seputaran silang Monas demi Aksi Super Damai Bela Islan III 212.

Pemandangan antrian di pelbagai sudut tak bisa dihindari, terutama di toilet stasion Gambir. Bedanya,  antrian cukup tertib dan rapi,  dan penulis tdk merasakan capek dan kesal antri krn sgr bisa berkenalan dg sesama pengantri dari pelbagai daerah yang satu visi dan ada chemistry. Antrian tak berasa lama karena diskusi tentang idealisme Islam.

Antrian lebih panjang di toilet dan wudhu mobile,  yg disediakan di dalam area monas, ratusan orang sabar ngantri dg tertib dalam 3 ‘shaf’ panjang.

Mereka rela berkumpul dari pelbagai penjuru dengan biaya sendiri,  yg tertahan tidak ikut berangkat memberikan donasinya, menyumbang konsumsinya mininal mengirim doanya.  Bahkan tak sedikir yang berjalan kaki dari ciamis,  bogor dan Bekasi untuk sebuah tuntutan “Tangkap Ahok Penista Agama” dengan tetap menjaga Keutuhan Bangsa dan keutuhan NKRI.

Meskipun media utama mencoba membelokkan issu utama menjadi sekadar aksi jumatan, dzikir dan doa bersama,  namun tidak mampu menutupi tema utamanya Adili Penista Agama.  Hal itu terlihat dari poster2 yang terpampang dan dibawa peserta aksi tetap konsisten pada satu tema yaitu “penjarakan Ahok” sumber masalah Bangsa.

Pukul 9 tepat,  jamaah dikejutkan dengan spontan takbir dan sholawat serta berdiri semua. Ternyata mereka menyambut kedatangan ribuan jamaah Ciamis yang longmarch ratusan KM sejak Senin subuh yg lalu. Suasananya kami bayangkan mirip seperti jamaah anshor yg menyambut kehadiran jamaah ‘muhajirin dari ciamis’.

‘Muhajirin Ciamis’ ini mendadak ngeTOP, terkenal karena aksi longmarchnya, karena busnya dilarang Polisi melayani Aksi Damai.  tapi pelarangan aparat tsb tidak menghalangi semangatnya utk berjihad Aksi Damai ke Monas, meski harus jalan kaki.

Tak urung aksinya malah meng inspirasi dan diikuti okeh jamaah ‘Muhajirin’ dari Bogor, Bekasi,  Banten dan sekitar Jabodetabek untuk ikutan longmarch yg berangkat sejak kamis sore.

Hari yg cerah ini Benar-benar aksi damai dengan Jumatan  yang bukan Sekadar Jumatan Biasa.

Reporter dadakan: Misbahul Huda