Monday, August 24, 2026
Home Blog Page 89

CERITAKU SENDIRI, TIDAK COPAS

0

By Danuroso, KSW #16

WA KSW 0811188829

 

Ceritaku…

Selalu ada energi yg terkandung dari cerita2 para peserta Aksi 212…

Selalu tidak bosan membaca kisah kisah epik dari peserta Aksi Bela Islam 3 dari berbagai penjuru tanah air…

Ya Allah… aku juga ingin cerita… Cerita yg sudah kupendam 2 hari ini..

Kami ini orang yg belum bebas karena adanya amanah amanah di pundak Kami, apalagi Senin mau US guru2 belum buat soal, ingin rasanya Kami ke Monas berkumpul bersama teman dan sahabat sahabat  seiman. … Tapi kami belum mampu..

Tapi kami tetap bersemangat untuk terus mencari informasi tentang persiapan teman teman yg akan berangkat ke sana, share berita ke teman tentang berita2 menjelang aksi 212, ingin ikut berbahagia, walaupun jelas tidak sama bahagianya dengan mereka. Ketika ada yg berjalan kaki dari Ciamis, Kami juga bergetar dan ikut bangga bahwa mereka adalah saudara saudara saya seiman…. Ketika Ustadz kami Jumat lalu datang isi kajian rutin utk guru2, Beliau berkata bahwa Beliau dan rombongan akan berangkat ke Jkt naik bis melewati 3 lautan dalam, Kami ikut mendoakan sbg rasa solidaritas yg dalam semoga perjalanannya lancar…

Kemudian giliran Kami, di sini, ada semangat baru ketika ada yg menginisiasi  melakukan aksi serupa di daerah ini. Mulailah rapat dengan segala risiko, rapat ditengah intaian Intel, bahkan ada yg datang ke rumah, sampai ada juga yg di hack hpnya….

Mungkin Allah kasih jalan agar kita bisa merasakan sedikit kebahagiaan yg dilakukan teman teman di Jakarta. ..

Tapi Acara mulai berubah ubah, peserta rapat tidak tetap, ijin Polres sudah dikantongi, tapi Pimpinan Daerah berkata lain, TIDAK ADA PAWAI DI DAERAH INI, sehingga akhirnya cukup dzikir dan doa bersama saja, tapi semuanya masih bersemangat, walaupun ada yg kabur ke ibukota Propinsi karena di sana Boleh Long March

Kami guru guru berencana ingin jalan kaki menuju ke Masjid terbesar di daerah itu, simbol kebanggaan kita…

Kami akan parkir di alun alun kecil kota itu dan berencana berjalan kaki sambil bawa poster2 kecil  yg sudah  di siapkan malam Jumat itu, yg jauhnya tidak lebih dari 1.5 km, tidak sebanding dengan jarak Ciamis – Jakarta. ..

Tapi apa lacur,  seorang saudara kami yg mencintai kam, pagi-pagi menelepon kami, melarang kami utk berjalan kaki, karena itu dianggap membuat aksi sendiri, nanti bisa berakibat buruk terhadap sekolah SMP kami yg masih menunggu keluarnya Surat Ijin Operasional. .

Akhirnya kami ikuti dengan sangat berat dengan terus mohon ampun kpdMu ya Allah…

Guru2 ndak bersemangat datang ke acara Do’a Bersama utk Indonesia Satu, untuk Kebhinekaan begitu bunyi spanduk besar yg terpampang besar2 di dalam masjid.

Mending buat soal US aja katanya, sambil liput berita teman2 di Jakarta.

Inilah cerita kami, Ampunilah kami ya Allah, yg masih cinta gemerlap dunia ini, yang masih tipis iman ini…

Tetap kuatkan iman Kami… sebagaimana iman saudara saudara kita yg telah hadir di Monaz sana…

Aamiin…

GREAT RESULT = GREAT PEOPLE + GREAT SYSTEM

0

By Samsul Arifin SBC, KSW #26 Kaltim
WA KSW 0811-113-139

Pesaraan ini tercabik-cabik..
Itulah yang saya rasakan dan bisa jadi juga perasaan sahabat-sahabat semua yang masih ada secercah iman di hatinya ketika mengikuti tayangan Live ILC tadi malam.  Terutama ketika menyaksikan mereka yang seolah-oleh telah tergadai aqidahnya.

Kendati demikian, masih ada perasaan lega ketika menyaksikan Pak Karni Ilyas yang kali ini tampak berpihak kepada kita, mungkin untuk menebus kesalahannya ketika ILC sebelumnya menampilkan Nurwon Purnomo, si penista ulama.

Aa Gym juga demikian.  Seperti biasa kehadiran Aa menyejukkan dan membuat kita semua bisa bernafas lega.  Setelah sebelumnya disodori oleh pada pendukung si hoax la’natullaah. Baik yang merasa kuat karena berseragam, maupun dia yang sepertinya sudah tidak pantas lagi dipanggil “Buya”.

Perasaan lega itu semakin membahagiakan, ketika kita semua menyaksikan Bapak Panglima TNI, Jendral Gatot Nurmantyo.  Dengan pernyataannya yang jelas menunjukkan kesadaran politis dan keberpihakan kepada Ummat.

Berikut paparan Bapak Gatot, Panglima TNI:

1. Saya sebagai WNI dan juga saya sebagai muslim sangat bangga bahwa demo 411 dengan masa demikian besar berjalan tertib dan damai.
2. Yang melakukan tindakan kekerasan dan kerusuhan bukanlah para pendemo tapi provokator.

3. Ada “Invisible hands” konspirasi global yang kedaulatan NKRI. Seperti Strategi Perang Chandu pada masa lalu dengan cara melemahkan sebuah negara dari dalam.  Strategi ini sepertinya sudah dilancarkan di sini.  Kini sebagian rakyat sudah terjerat dan dilemahkan oleh narkoba. Diantara sumbernya adalah Chandu dari China.

>>> Komentar saya: Chandu model baru adalah *UTANG. Chandu berbentu utang sudah menjerat hampir semua lapisan rakyat di NKRI tercinta ini.*  Mohon do’a Warga semua agar kita bisa menyampaikan Bahaya Tabiat Buruk Utang kepada Bapak Panglima TNI, sebagai implementasi UU No. 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara Pasal 9 Ayat 1 dan Ayat 2 Butir d <<<

4. Muslim Indonesia adalah benteng terakhir NKRI menghadapi ancaman dari luar negeri yg sangat mengerikan.
5. Perbuatan Ahok menjadi salah satu faktor perpecahan dan harus segera diselesaikan

Tadi malam kita menyaksikan bahwa masih ada orang baik, benar dan sholih di tubuh petinggi negeri ini. Kita masih punya harapan.. Betul apa bettul?

Namum saya masih berfikir, mungkinkah orang baik sekelas Pak Gatot akan bisa membalik keadaan ketika berada pada lingkungan yang tidak mendukungnya?

Saya jadi ingat akan rumus
GREAT RESULT = GREAT PEOPLE + GREAT SYSTEM
Seperti yang ditayangkan pada video ini. Silakan saksikan dan share ya..
https://www.youtube.com/watch?v=M33o1k2kurw

Anda para coachee atau yang sering hadir pada pertemuan tatap muka KSW akan familiar dengan rumus keberhasilan tersebut.

Mari kita lihat profile pemimpin-pemimpin kita mulai dari Bapak Soekarno, Pak Harto, Pak Habibie, Gus Dur, Bu Mega, Pak SBY dan Pak Jokowi.  Secara pribadi, mereka adalah orang-orang yang baik. Setidaknya penilaian oleh orang-orang yang pernah berinteraksi langsung dengan mereka.

Namun, ketika mengambil kebijakan? Kemana hasil minyak dan gas kita mengalir?  Siapa yang menikmati galian gunung emas di Papua?  Sudah puluhan tahun dikembangkan, siapa yang menguasai industri otomotif?

Mana pelayanan terhadap warga yang tidak mampu? Siapa yang melindungi TKI yang dianiaya? Apakah Anda setuju dengan pungutan-pungutan pada usaha Anda?

Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang membuat kita geram ketika menjawabnya. Apakah ini persoalan kepribadian seseorang? Atau ini persoalan sistem ketata negaraan?

Sudah berapa banyak sahabat-sahabat saya, sesama aktivis dakwah kampus yang dulu lantang menyuarakan “LAWAN KORUPTOR”. Ehh.. setelah masuk, mereka malah ikut-ikutan..
Duh Gusti…

Pada skala yang lebih kecil, hal ini sama saja dengan perusahaan yang sedang Warga kembangkan.  Adalah suatu keharusan untuk merekrut orang pintar dan sholih untuk menjadi anggota team Anda.  Namun, hal itu tidak cukup jika Anda menginginkan hasil yang memuaskan.  Orang baik, hanya akan berkinerja luar biasa ketika Anda juga membangun sistem yang unggul untuk mereka.

So… Tidak cukup hanya orang baik.. Kita perlu sistem yang baik untuk mendapatkan kebaikan bagi kita di negeri tercinta ini.

Silakan bagikan komentar Anda di sini..

Wassalam..

10 KARAKTER PEMBELA PARA PENISTA QUR`AN

0

Ahmad Sastra

 

  1. MUNAFIK. Dalam al Qur`an surat An Nisaa ayat 139 dan 140 dengan jelas divonis sebagai kaum munafik oleh Allah bagi yang menjadikan kaum kafir teman dan pemimpin dengan meninggalkan kaum beriman, bahkan justru mendekati kaum kafir yang telah memperolok al Qur`an. Ditegaskan di akhir ayat 140 bahwa Allah akan mengumpulkan kaum kafir dan munafik di neraka jahannam.

 

  1. PENGKHIANAT. Membela orang kafir yang menghina Al Qur`an adalah bentuk pengkhianatan terhadap Islam hanya karena ingin mendapatkan keuntungan materi. Pengkhianat ditandai oleh hatinya yang selalu condong kepada kaum kafir, apalagi jika telah diberi makan oleh mereka. Pengkhianatan bisa disembunyikan, namun juga bisa terang-terangan.

 

  1. PENISTA Kaum muslimin yang dengan sengaja membela, berteman dan bahkan menjadikan pemimpin para penista agama dari golongan orang kafir, maka diapun adalah serupa dengan orang yang dibela. Pembela penista al Qur`an adalah termasuk golongan penista juga. Pembela penista adalah penista, lihat QS An Nisaa : 140.

 

  1. PELACUR INTELEKTUAL. Banyak kaum intelektual muslim yang bergelar akademik tinggi (biasanya kuliah di Barat) dengan berbagai apologi dan fantasi intelektual membuat analogi-analogi yang seolah rasional, padahal sebenarnya hanya karena hatinya telah terjangkiti penyakit. Mereka biasanya terjebak oleh pragmatisme dan balas jasa, namun agar tidak terlihat dibungkus dengan kajian-kajian ilmiah. Mereka hakekatnya mirip dengan perilaku pelacur. Karena itu mereka layak disebut sebagai pelacur intelektual.

 

  1. PECUNDANG. Pecundang adalah orang yang dalam hatinya tidak mau menghargai perjuangan kaum muslimin karena hatinya telah dipenuhi oleh penyakit iri dan dengki kepada kaum muslimin. Seorang yang bermental pecundang akan rela bergabung dengan kaum kafir demi memuaskan kedengkiannya. Dia akan senang jika melihat kaum muslimin menderita dan bersedih jika melihat kaum muslimin memperoleh kemenangan.

 

  1. PENDUSTA. Salah satu karakter pendusta agama adalah mereka yang menolak memberikan bantuan kepada perjuangan kaum muslimin, sebaliknya dia justru dengan ringan memberikan bantuan kepada kaum kafir.

 

  1. PENIPU. Seorang muslim yang cenderung kepada kaum kafir yang menghina Islam bermaksud menipu Allah, Rasulullah dan kaum muslimin. Padahal sebenarnya dia sedang menipu dirinya sendiri. Dirinyalah yang telah tertipu oleh hawa nafsunya. Dia sesungguhnya telah menyembah hawa nafsunya sendiri, tanpa dia sadari. Dialah penipu yang tertipu. Terlebih lagi jika dia bermaksud menipu kaum muslimin, maka akibatnya adalah kehinaan dirinya.

 

  1. PENJUAL AGAMA. Allah dengan tegas melarang kaum muslimin menjual agama dengan harga duniawi yang sangat sedikit. Allah mengancam dengan keras bagi seorang muslim yang menjual agama untuk mendapatkan keuntungan materi duniawi. Membela penista ayat Qur`an biasanya diakibatkan aqidahnya telah terbeli oleh orang kafir, dengan kata lain perutnya terisi makanan dari orang kafir yang mengakibatkan tumpulnya akidah dalam hatinya. inilah karakter muslim yang telah menggadaikan akidahnya demi materi duniawi.

 

  1. PENGEMIS. Mental seorang pengemis adalah mental menghinakan diri demi mendapat secuil materi. Mental pengemis adalah bentuk kehinaan yang dilarang Islam. Jika menjadi pengemis materi saja dianggap sebuah kehinaan, apalah lagi jika menghinakan diri dengan cara membela kaum kafir yang menista Al Qur`an demi mendapatkan secuil isi perut. Maka seorang muslim yang seperti ini harganya tidak lebih dari apa yang dikeluarkan dari perutnya.

 

  1. DUNGU. Orang kafir yang menista al Qur`an adalah nyata-nyata sebuah perbuatan jahat dan akan mendapat siksa dari Allah. Seorang muslim yang justru membelanya adalah bentuk kedangkalan akalnya. Akal pembela kaum kafir yang menista al Qur`an telah mengalami disfungsi intelektual. Disfungsi intelektual inilah yang melahirkan kedunguan dan kebodohan dalam dirinya. Jika orang kafir membela orang kafir, itu wajar. Namun jika orang muslim membela orang kafir yang menghina Islam, itulah bentuk kedunguan sejati.

PESAN RAHASIA DIBALIK AKSI 411

0

Tinjauan ringan dari sisi geopolitik sederhana

Ageng Commandoz ErucaXra

Aksi damai jutaan umat Islam tanggal 4 November kemarin telah usai.

Eksekutif meminta waktu dua minggu untuk menjebloskan Ahox si penista ke penjara.

Pesan umat sudah tersampaikan.
Benarkah?

Jika kita meninjau dari sisi geopolitik sesungguhnya makna strategis yang tersirat jauh lebih besar dari sekedar menjebloskan ahox ke penjara.

Makna strategis itu adalah sebuah pesan besar kepada dunia bahwa UMAT ISLAM INDONESIA MASIH BERSATU DAN MASIH SIAP BERGANDENGAN TANGAN DENGAN SEMUA KOMPONEN BANGSA LAIN UNTUK MEMBELA DAN MENYELAMATKAN NEGARA DAN AGAMANYA

Eksistensi seorang ahox sebenarnya kecil saja. Dia hanya seorang pion yang dikendalikan sebuah kekuatan besar.
Kekuatan besar yang ingin menguasai Indonesia melalui konsep perang asimetris.

Orang Asing dan Aseng sudah bekerja keras puluhan tahun berusaha memecah kekuatan bangsa kita yang ditopang oleh dua kekuatan besar yang saling melengkapi. TNI dan umat Islam.

Kedua kekuatan ini bergandengan sejak jaman revolusi kemerdekaan bahu membahu membela negara.

Adanya Resolusi Jihad NU yang menggalang jutaan pejuang Islam membantu TNI menghancurkan tentara Inggris di Surabaya adalah buktinya.

Bahkan hari infantri kita sesungguhnya dilatarbelakangi oleh bergabungnya ribuan santri bersama TNI mengusir penjajah dari kota Ambarawa.

Faktor inilah yang berusaha dihancurkan anasir asing dan aseng sebagai langkah awal menguasai Indonesia.

Tapi hari itu, 4 November sekali lagi kita buktikan jika umat Islam dan TNI serta unsur yang lain masih siap membela negara dari kepentingan jahat negara asing.

Persatuan umat kemarin menyiratkan pesan jelas jangan pernah berani kirim pasukan penjajahan ke Indonesia karena umat Islam siap menghancurkan mereka.

Hal ini tentu saja akan menampar keras wajah konspirator asing. Mereka harus menata ulang program pemisahan Umat Islam dan TNI yang artinya dibutuhkan sedikitnya 20-30 tahun lagi untuk menyerang Indonesia secara fisik.

Sebuah kehancuran dan kemunduran besar bagi tangan tangan jahat asing dan aseng dalam upayanya menguasai Indonesia.

Hmmm

Ahox sekali lagi hanyalah pion kecil dari kekuatan besar

Ketika unsur asing dan aseng berusaha keras menguasai Indonesia, mereka akan menghadapi perlawanan luarbiasa dari seluruh komponen Umat

Lalu apakah Jokowi jadi sasaran juga?

Jika Jokowi bersikap benar dan berani menegakkan hukum serta berani menghentikan campur tangan asing dan aseng yang kotor, Jokowi akan selamat.

Jika Jokowi memilih melindungi ahox dan melindungi kepentingan asing dan aseng maka dia akan ikut tercebur ke laut Cina Selatan bersama mayat mayat tentara tentara Cina yang sudah dikirim duluan masuk ke Indonesia…

Silakan share supaya umat lebih memahami perjuangan ini …

TESTING AND MEASURING

0

Menguji dan Mengukur
By Samsul Arifin, KSW #29
WA KSW 0811-113-139

Assalaamu ‘alaykum wrwb.
Warga yang dimuliakan ALLAAH..

Alhamdulillaah… Banyak sekali pelajaran pada peristiwa Aksi Masyirah Akbar (AMA) Pada Hari Jum’at. 4 November 2016 yang lalu.  Beberapa pelajaran itu bisa kita jadikan bahan Testing and Measuring atau alat untuk Menguji dan Mengukur aktivitas-aktivitas kita selanjutnya, terutama yang melibatkan Ummat Islam.

Beberapa pelajaran penting yang bisa kita catat adalah:

A. Ternyata Ummat Islam Bisa Bersatu. Persatuan aqidah dan kecintaan kepada Dien al Islam membuat kita semua melupakan perbedaan-perbedaan yang selama ini melekat pada beberapa eleman Ummat.

B. Damai, Damai dan Damai.  Aksi Masyirah Akbar berlangsung tertib dan damai.  Damai antara peserta, pedagang, peliput dan penjaga keamanan. Bahkan penjaga keamanaan asyik duduk-duduk santai sambil bercengkerama dan wefie-an dengan peserta.

C. Support Makanan-minuman Berlimpah Ruah. Kekita Aksi berlangsung, pada setiap titik konsentrasi massa, selalu ada saja diantara kita yang telah menyediakan makanan dan minuman yang bisa kita dapatkan secara gratis.

D. Aksi Masyirah Akbar yang melibatkan JUTAAN orang ini, benar-benar terorganisi sempurna.  Mulai dari team pengarah jalannya aksi, team orasi, bahkan logistik dan kebersihan, semuanya menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik dan lancar.

E. … … … (Silakan lanjutkan versi Anda sendiri)

Masih banyak catatan penting lain yang membahagiakan dan membanggakan kita semua sebagai Ummat yang 1 Aqidah Islam dan 1 Tujuan Mulia mendapatkan Ridlo ALLAAH ini.  Silakan Warga berbagi hal penting yang wajib kita syukuri sebagai bagian dari Ummat Islam yang satu.

Silakan share di sini pandangan pribadi Anda sendiri ya!

Oh.. ya.. Mulai saat ini, Adab-adab KSW (K-MTR) akan kita berlakukan secara penuh kembali.  Kami akan meremove Anda dari KSW/K-MTR yang melanggarnya.  Masih ingat Adab-adab kita di sini kan?  Ya, diantaranya, COPAS SEMBARANGAN adalah PELANGGARAN BERAT di KSW atau K-MTR

Wassalaamu ‘alaykum wrwb.
Samsul Arifin SBC
Founder SyaREA World & MTR

Merdunya Dering Telpon seindah Kumandang Adzan yang kita tunggu

0

By Abi, KSW #20
WA KSW 0811 113 139

Ketika saya masih terjerat hutang dan riba disana sini, maka dering telpon adalah bunyi yang paling bikin jantungan, tidak menyenangkan dan tidak saya inginkan suaranya, padahal Hp saya bermerk kelas atas dan sangat sangatlah merdu kalau lagi ada panggilan masuk. Saya pilih nada dering yang paling menyenangkan hati saya.
Namun ketika berbunyi saya malas dan enggan untuk menerima panggilan2 masuk ke Hp tersayangku.

Apa Pasal….!!! Kata Ipin dan Upin

Ternyata saya masih terjerat hutang dan riba disana sini, sehingga saya tak lagi enjoy pegang Hp2  walau itu bermerk.

Itu dulu sebelum saya tahu dan kenal dengan Ust Samsul Arifin dengan #MTR Masyarakat Tanpa Riba dan Mas Saptuari dengan #SR Sedekah Rombonganya.

Setelah ikut acara Ust Samsul bulan Ramadhan yang lalu, Alhamdulillah saya dan istri sepakat untuk segera lepas hutang2 dan riba.
Satu persatu saya langsung AMPUTASI potong langsung kata Mas Saptuari. Saya tidak lagi mau RAWAT INAP atau RAWAT JALAN terhadap utang2 saya yg akadnya riba. Walau harus melepas rumah tempat tinggal yg KPR dan Kendaraan yg pake Leasing.

Ketika mau melepas aset2, bisikan kata “EMAN dan EMAN” sempat mengiang2 di telinga. Bisikan setan selalu menggoda untuk tetap mempertahankan aset2 itu.
Tapi ketika ingat betapa Besarnya dosa Riba, maka saya ambil jalan amputasi agar segera lepas semua itu beban yang penuh dengan dosa.

Kini Alhamdulillah setelah semua di amputasi jalan hidup semakin tenang seperti orang yang bebas merdeka.
Tak takut ketemu orang…..
Tak takut terima telpon ….
Bahkan kini saya semakin menunggu2 dering2 telpon itu setiap waktu.
Karena setiap dering telpon yang masuk, saya selalu  berharap adalah order buat usaha2ku yang mulai bersemi lagi.

Kini Saya selalu menunggu dering2 Telpon padaku, seperti merdunya Suara Adzan 5 waktu.

Salam dari Bumi Madura
Mampir ke Ole Olang Bangkalan ya..

Renungan

0

sedikit waktu yg tersisa…
di usia yg semakin menjelang,
apa yg kupersembahkan untuk kemuliaan Islam?

mati…..sakit…..sehat….adalah sebuah qadha yg tak terelakkan
ya…dalam kondisi sakit pun, kuingin melangkahkan kaki
menuju satu titik…

titik dimana islam diinjak injak dinistakan oleh seorang manusia
yang bermulut busuk mengundang amarah
jangan hina agama kami!!!!….jangan bangunkan singa!!!…

aku datang…..aku datang…dan pasti datang
sakitku tak menghalangi pembelaan ini demi Haq Diinul islam
yang kau hinakan….

malam makin larut…….
tapi hati tak surut dan tak sabar tuk datang
tunggu esok menjelang…..ku pasti datang

Moekti chandra

I STAND FOR ISLAM

0

By Budi Hendra, KSW #02
WA KSW 0811113139

Tulisan Pribadi Asli ngetik sendiri…
——————————————-
Seseorang berkata “Ahhhh… mas hendra.. mending mas hendra perbaiki dulu ibadahnya..
mas hendra udah dikenal sbg pebisnis properti, ngapain ikut demo2an segala…apa gak malu mas”

Saya jawab : saya gak demo.. saya bela Al Quran
Saya jauh lebih Malu… kalo hanya diam dan cuek saja..
———————————————-
Alhamdulillah meski tdk bisa ikut ke Jakarta…
Inshaa Allah saya besok bisa bergabung di Alun Alun Jember utk bergabung dengan saudara saudara muslim yang lain dalam perjuangan membela Al Quran…

APAKAH ANDA MASIH RAGU???

Takut dicap perusuh??
Takut teman2 anda menjauh ??
Takut relasi dan pelanggan menghindar??
Takut dibilang / dikata katai sumbu pendek??
Takut org yg tdk sependapat jadi anda bertentangan ??
Takut dibilang orang bodoh karena dimanfaatkan ama parpol ??
Takut dianggap orang yg tdk punya toleransi?

Saya tau HATI KECIL  anda pasti sangat ingin membela Al Quran… tapi anda takut dengan omongan orang spt yg saya tulis di atas tadi..

Buang Gengsi anda / buang ketakutan2 itu..
Saat nya utk menentukan sikap terhadap Kitab Suci Agama yang kita anut.
Membela, cuek membiarkan atau justru membela orang yang meremehkan Al Quran ??

20 sd 30 tahun lagi dari  sekarang… anda mgkn akan mengajarkan agama Islam kepada cucu cucu anda.. tentang salah satu Rukun Iman, yaitu iman kepada Al Quran..

Saat itu, cucu anda bertanya ?? Kek, kakek tanggal 4 Nov 2016, saat jutaan muslim di seluruh Indonesia berjuang membela Al Quran.. apa yang kakek lakukan pada saat itu ???

Dan apa yang akan anda jawab apa dengan pertanyaan itu ???

Saya melakukan ini karena kelak di Akhirat saya ingin di bela oleh Al Quran..

Bagi Teman2 saya yg non muslim… ini bukan soal RAS, ini bukan karena POLITIK, ini bukan karena kita beda Agama…

Namun ini tentang Kitab Suci Pedoman Hidup kami yang diremehkan….

#belaAlQuran #BelaIslam
#PenegakanHukum

AGAR MASIRAH MENJADI BAROKAH

0

By Samsul Arifin, KSW #29 Jabodetabek
WA KSW 0811-113-139

Assalaamu ‘alaykum wrwb..

Warga yang disayangi ALLAAH SWT..
Sehubungan dengan rencana Aksi Masirah Akbar (hentikan menyebut demonstrasi) Ummat Islam pada Hari Jum’at. 4 Novemer 2016 yang akan datang.  Agar upaya-upaya kita memberikan keselamatan dan kebarokahan untuk mendapat Ridlo Ilahi, dengan ini saya sampaikan sebagai berikut:

1. Niatkan keikutsertaan kita pada Aksi Masirah Akbar (AMA) tersebut adalah untuk membela Dien ALLAAH, karena taat pada perintahNya sebagaimana Firman ALLAAH pada Q.S. Muhammad ayat 7:
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

2. Siapakan fisik, mental, spiritual dan bekal.  Andalkan kekuatan diri sendiri.  Karena pada kerumunan banyak orang, seperti AMA ini, yang kuat adalah yang mengandalkan bekal, fisik dan mental pada dirinya sendiri, bukan pada orang lain.

3. Berangkat dan mengikuti aksi secara berkelompok bersama-sama sahabat-sahabat yang sudah di kenal. Kita tidak pernah tahu siapa yang ikut serta Aksi Masyirah Akbar ini.  Kita juga tidak tahu apa motivasi mereka ikut AMA.  Pada kegiatan yang melibatkan jutaan massa seperti AMA yang akan datang, bisa dipastikan akan banyak kepentingan yang memanfaatkan AMA tersebut.

4. Tunjuk seorang amir atau pemimpin dalam kelompok Anda dari orang yang benar-benar Anda mengenalnya. Koordinasikan semua kegiatan kepada amir.

5. Gunakan atribut, tanda atau seragam tertentu sehingga masing-masing anggota kelompok akan saling mengenal dan bisa segera tahu jika ada pihak luar yang menyusup untuk memprovokasi massa. Terutama mereka yang memanfaatkan niat tulus Ummat dalam ikut AMA ini.

6. Segera laporkan jika ada orang yang tidak dikenal kepada Amir dan kepada pihak yang berwajib terdekat posisi Anda.

7.  Jika mungkin gunakan alat komunisi radio atau handy talkie.  Bisa jadi jaringan telepon seluler akan over load pada saat AMA berlangsung.

8. Isi setiap langkah dengan ucapan-ucapat dzikir, takbir, tasbih dan tahmid.  Ingat.. hanya ikuti perintah Amir, abaikan siapapun yang tidak Anda kenal.

9. Pastikan untuk meninggalkan area AMA setelah semua sahabat-sahabat dalam kelompok Anda berkumpul.  Melakukan absensi satu-satu akan semakin baik.

Untuk memberikan landasan AMA yang rajih, berikut ini saya sampaikan sebuat tulisan yang diposting oleh Ustadz Rahmat di KSW #06 tadi pagi, silakan:
Fahami bahwa kegiatan AMA ini adalah suatu uslub (cara) untuk mendakwahkan gagasan-gagasan Islam atau menyampaikan kritik (koreksi) kepada penguasa.  Uslub bisa dilakukan dengan cara apapun, selama uslub tersebut tidak bertentangan dengan syariat, dan masih dalam wilayah mubah.

Menyampaikan gagasan, kritik, maupun ide-ide Islam boleh juga dilakukan dengan cara bersama-sama, berdua, bertiga, maupun seorang diri.  Pada masa shahabat, ada diantara mereka yang menyampaikan gagasan Islam dengan cara melakukan konvoi secara bersama-sama dan membentuk dua buah shaf (barisan), ada pula yang menyampaikan dakwah Islam dengan cara sendiri-sendiri.

Dalam sirah Ibnu Hisyam disebutkan, bahwa sekelompok shahabat berkeliling Ka’bah menyampaikan seruan Islam. Mereka berbaris, dan membentuk dua buah shaf, kemudian berjalan bersama-sama mengelilingi Ka’bah sambil menyerukan kalimat Tauhid. Rasulullah saw mendiamkan aktivitas sekelompok shahabat ini. Ini menunjukkan ada taqrir (persetujuan) dari Rasulullah saw.

Namun demikian, karena al-Qur,an dan Sunnah telah turun secara sempurna, maka kaum muslim yang melakukan masirah mesti memperhatikan hukum-hukum lain yang berhubungan erat dengan penggunaan aktivitas umum (jalan raya yang digunakan masirah), dan adab-adab ketika berada di jalan raya. Dengan kata lain, masirah harus tetap memperhatikan syarat-syarat di bawah ini:

1. Harus menyuarakan gagasan Islam, dan kemashlahatan kaum muslim. Tidak boleh menyerukan gagasan-gagasan bathil dan bertentangan dengan aqidah Islam.

2. Tidak merusak kepemilikan umum, menimbulkan kemacetan, atau mengganggu para pengguna jalan yang lain. Tidak boleh duduk-duduk, atau memblokade jalan raya sehingga terjadi kemacetan total. Sebab, ini bertentangan fungsi dari jalan raya yang digunakan untuk berjalan.

3. Harus tetap memperhatikan adab-adab ketika berada di jalan raya.

Lantas apa beda antar masirah dengan demonstrasi? Bedanya, hanya berhubungan dengan syarat-syarat di atas. Dengan kata lain, demonstrasi adalah aktivitas menyampaikan gagasan atau kritik yang tidak memperhatikan syarat-syarat di atas.

Adapun keikutsertaan wanita dalam masirah, maka harus dikembalikan kepada hukum asal dari masirah. Pada dasarnya, wanita juga diperbolehkan menyampaikan gagasan maupun kritik secara bersama-sama atau rombongan. Namun, kaum wanita mesti memperhatikan hukum-hukum lain yang berhubungan dengan dirinya.

Misalnya, mereka tidak boleh dicampuradukkan dengan pria (ikhthilath), harus menutup aurat , dan tidak boleh menggunakan pakaian-pakaian yang memungkinkan dirinya terjatuh dalam tabarruj. Untuk itu, di dalam masirah yang melibatkan pria dan wanita, maka keduanya mesti dipisahkan, dan harus tetap memperhatikan ketentuan-ketentuan Islam yang berhubungan dengan interaksi wanita dengan pria. Jika syarat-syarat ini dipenuhi, maka keterlibatan wanita dalam masirah adalah sesuatu yang diperbolehkan (mubah).

Wallahu’alam

Aku Ingin Mengambil 5% Harta Semua Orang di Seluruh Dunia

0

Part #1
Diadaptasi dari Buku karya Larry Hannigan “Masa Lalu Uang dan Masa Depan Dunia” (1971).
Sedikit modifikasi demi mempermudah pemahaman.

Febian bahagia, karena mimpi menjadi kaya akan segera terwujud. Dia bosan dengan pekerjaan menjadi pengrajin cincin dan pehiasan dari emas. Dia lelah bekerja keras. Dan besok pagi dia akan memulai rencananya dengan berpidato di depan pasar.

Esok harinya febian mulai berceloteh. Dia mulai dengan cerita yang semua orang sudah tahu.

“Puluhan generasi kita hidup dengan memproduksi apa yang kita bituhkan. Atau menukar kelebihan produksi kita dengan barang lain yang kita butuh hasil produksi orang lain. Kita menyebutnya barter.” Antusias Febian membuka cerita.

“Ekhem” dehemnya seperti hendak melanjutkan cerita. “Setiap hari pasar ramai. Semua orang antusia. Namun beberapa tahun terakhir, antusiasme itu mulai berubah. Orang semakin banyak, keributan mulai sering terjadi.” Ia berhenti sejenak.

Kasak kusuk mulai terdengar. Suara Febian kembali menenangkan kasak kusuk. “Setiap masyarakat selalu memiliki Pemerintahan, apapun bentuknya. Tujuan pemerintahan adalah menjaga hak tiap warga terpenuhi, agar tak seorangpun melakukan apa yang tak dia ingini. Namun satu yang tak bisa Pemerintah selesaikan. Masalah pada perdagangan barter.”

Suasana semakin riuh. Mereka berbisik satu sama lain. Seperti mengamini kalimat Febian.

Febian meneruskan orasinya dengan cukup menggebu, “masalah yang tak bisa diselesaikan pemerintah adalah apakah sebuah lemari setara dengan 1 kerbau? Apakah 1 ayam setara dengan setandan pisang? Jika sudah setara, apakah si tukang lemari butuh kerbau? Bagaimana jika dia butuh ayam? Berapa ayam yang setara dengan lemari? Tapi apakah peternak ayam butuh lemari? Ternyata dia butuh Padi. Begitu seterusnya. Berputar-putar tak jelas ujung pangkalnya.” Febian menarik nafas menjeda orasinya yang menggebu itu.

Masyarakat mulai terbawa emosi Febian. “Kita semua butuh sistem yang baru.” Febian mulai mengiklankan diri.

“Aku punya solusinya. Apa kalian ingin mendengarnya?” tak ada yang mejawab tidak.

“Namun, aku ingin solusi ini dinikmati lebih banyak orang. Jika mungkin semua orang. Maka, ajaklah lebih banyak orang untuk berkumpul di sini lagi besok.” Febian turun dari tempatnya berorasi. Dia pergi dengan gaya orang paling ditunggu kehadirannya. Namun di sudut pasar ada mata yg memandangnya penuh selidik. Pemilik mata itu sedang berpikir tentang apa yang akan ia dengarkan lagi besok.

Esoknya, masyarakat berkerumun di depan pasar memenuhi alun-alun kota. Beberapa orang berinisiatif membuat podium yang cukup tinggi tempat Febian berorasi. Semua menunggu. Sorak sorai mulai terdengar, Febian berjalan dari kejauhan. Hanya satu yang tak bersorak. Ia menyelidik seperti kemarin. Dengan tubuh kurusnya ia bertengger di pohon beringin.

Pertanyaan pembuka dilontarkan Febian, “kalian semua tahu, apa profesiku? Ya, pengrajin Emas. Peternak ayam mungkin menolak lemari, tukang lemari menolak kerbau. Tapi apakah ada yang menolak emas?”

Semua diam dan hanya gelengan perlahan yang masyarakat lakukan. “Ya, tak ada yang menolak emas. Semua tahu, emas logam berharga, tidak berkarat, tahan lama, indah, dan nilai lebih lainnya. Jadi, apakah logis jika semua akan menerima pertukaran emas dengan apa saja? Apakah logis, jika emas yang menjadi alat ukur dari nilai barang? Ini sistem yang lebih baik dari barter.”

Si Kurus berpikir, seperti ia paling pintar saja. Padahal semua orang berpikir hal yang sama, “benar juga argumen itu. Cukup logis.”

Sejenak Febian menikmati keheningan. “Apa kalian bertanya-tanya, bagaimana kalian bisa mendapatkan emas untuk berjual-beli? Mari kita sepakati solusi ini. Aku akan membuat koin emas, dan kalian bisa mendapatkannya dengan meminjamnya padaku. Dan sebut saja koin itu uang. Apa kalian mengerti?”

Suara dari pohon terdengar. Si kurus unjuk bicara. “Lalu apa yang kau dapatkan. Tak mungkin kau bekerja membuat banyak koin tanpa keuntungan bukan?”

Semua orang kenal si kurus itu. Namun tak ada yang menyangka dia bisa berbicara begitu serius. Bertolak belakang dengan tingkahnya sehari-hari yang kocak dan konyol.

“Karena aku yang menyediakan jasa ini, maka aku berhak mendapatkan bayaran dari kerja kerasku. Untuk setiap 100 koin yang Anda dapatkan dari saya, Anda akan membayarkan kembali kepadaku sebanyak 105 koin tahun depannya. 5 koin ini adalah bayaranku, dan aku akan menyebutnya bunga.”

Dalam pikirannya si Kurus bertanya. Mengapa namanya harus “bunga”?

5% sepertinya tidak banyak. Maka orang-orang pun setuju. Mereka sepakat untuk bertemu seminggu kemudian dan memulai sistem baru ini.

Febian membuat koin emas siang dan malam, dan seminggu kemudian dia siap dengan koinnya. Orang-orang antri panjang. Sebagian orang hanya meminjam sedikit koin, setelah itu mereka segera pergi ke pasar mencoba sistem baru ini.

Masyarakat segera menyadari sisi baik dari sistem ini, dan mulai menilai harga dengan koin emas. Orang-orang memberikan harga pada dagangannya sesuai dengan usaha untuk memproduksi barang. Barang yang mudah diproduksi harganya rendah, dan barang yang sulit diproduksi harganya mahal.

Paijo, Pengrajin Dompet Kulit Ikan Pari satu-satunya di kota. Dompetnya sangatlah mahal, tetapi orang-orang bersedia membayar untuk mendapatkan Dompet mewah yang dia buat. Kemudian ada orang lain yang juga mulai membuat dompet dan menjualnya dengan harga yang lebih murah. Paijo pun terpaksa menurunkan harga. Kedua orang ini bersaing memproduksi Dompet dengan kualitas terbaik dengan harga yang lebih murah. Inilah asal mula dari kompetisi.

Hal yang sama terjadi pada kategori industri yang lain. Pelanggan memilih transaksi yang paling menguntungkan. Dan semua orang berlomba mendapatkan uang. Tak bisa lagi masyarakat membayangkan hidup tanpa uang.

Setahun kemudian, si Kurus mulai menemui banyak orang galau. Pak Lik Paijo sekarang emosional, suka marah sendiri.

Si Kurus bertanya, “kenapa to Lik. Kok sepertinya galau gitu?”

“Iya ini Di, udah setahun, koinku malah berkurang. Padahal Febian mau nagih semua pinjaman.” Paijo curcol pada Mukidi.

Istri Paijo sewot dari dalam rumah. “Makanya bisnis yang serius. Masa kalah sama pengrajin dompet yang masih bau kencur.”

Mukidi yakin, Dompet Lik Pqijo yang terbaik. Tapi persaingan mulai panas. Pelanggan terlalu berpikir tentang uang. Dan mulai hanya berpikir tentang harga murah.

Mukidi mulai berpikir. Bukan hanya disitu masalahnya.

Fabian mulai mendatangi orang-orang yang berhutang kepadanya. Orang-orang tertentu memiliki koin emas lebih dari yang mereka pinjam, sehingga mudah melunasi hutangnya.

Mukidi mulai menyadari sesuatu. Jumlah koin yang dibuat terbatas dan tidak bertambah jumlahnya. “Namun, mengapa Febian meminta tambahan jumlah pengembalian hutang yang dia berikan? Jika semua orang mengembalikan pokok hutang mereka pun, mustahil 5% tambahannya terbayarkan. Karena 5% itu tak pernah ada.”

Orang-orang yang memiliki koin lebih membayar kepada Fabian dan juga 5% bunganya, lalu meminjam lagi untuk melanjutkan sistem perdagangan di tahun mendatang. Mereka tak lagi bisa hidup tanpa uang. Meski sesungguhnya mereka hanya butuh kenyang. Cukup dipenuhi dari kebun belakang rumah.

Banyak yang resah meski padi di sawah berlimpah, singkong di kebun ada. Makan tercukupi, dan rumah nyaman. Mereka resah kalau tak punya uang, apa lagi jika tak bisa membayar hutang. Seketika banyak yang merasa miskin dikelilingi alam yang melimpah.

Semakin banyak yang kecanduan hutang, semakin mustahil hutang itu terbayarkan. Nominal dari 5% hutang itu semakin bertambah, sedang 5% itu tak pernah ada. Namun tak ada yang menyadarinya.

Saat ada yang tak bisa membayar, Febian pun meminta tebusan dengan barang lain yang dia inginkan, ada yang membayar kekurangannya dengan beberapa meter tanah pekarangannya, ada yang memberikan beberapa karung hasil panennya. Dan lain sebagainya. Merela yang bernasib malang kehilangan uang dan sebagian hartanya.

Mereka yang tak punya apa-apa hanya bisa pasrah menjadi budak Febian. Disuruh menagih hutang tanpa bayaran, menggarap lahan hasil sitaan, menjualkan barang hasil sitaan, dan lain sebagainya.

Dari merasa miskin mereka mulai benar-benar miskin. Dan Febian mulai benar-benar kaya.

Mukidi bertanya dalam hati, “jika Febian ingin punya lahan dan harta lainnya, mengapa tak dari awal membelinya? Dia kan punya emas untuk membelinya.”

“Ting” pemahaman masuk di kepala Mukidi belia. Ia tahu sekarang, bahwa Febian ingin mendapat segalanya tanpa kehilangan apapun. Koinnya akan kembali, dan harta yang lain mengikuti.

Meski demikian, orang-orang tak mau berhenti berhutang. Mereka tak bisa lagi membeli tanpa membayar dengan uang.

Fabian merasa rencananya berhasil. Dia mensyaratkan jaminan atas setiap pinjaman dengan alasan banyak yang tidak bisa mengembalikan hutangnya. Jadi perlu jaminan untuk membuatnya merasa aman meminjami masyarakat uang. Dan nilai jaminan selalu dipatok lebih besar dari yang dia pinjamkan.

Mukidi mulai geregetan dengan ulah Febian. .ukidi sadar, “jika ada yang bisa membayar hutang beserta bunga 5%, maka ada yang kehilangan 5%.

Mukidi menerka, “aku tahu mengapa namanya bunga, sebenarnya namanya buah, artinya pinjaman yang diberikan berbuah hasil lebih banyak. Namun jika namanya Buah, niat busuknya akan ketahuan. Maka dinamailah bunga. Ya aku yakin gitu ceritanya.”

Akhirnya, pemikiran Mukidi yang begitu mendalam, berbuah kesimpulan yang begitu dangkal.

Diadaptasi dan dimodifikasi oleh @lidoderio