Friday, January 23, 2026
Home Blog Page 20

Salam

0

© MY010620

Assalamualaikum

warahmatullahi,

wabarakatuh.

Dari ungkapan salam di atas, kalau Anda cermati, setidaknya ada tiga hal yang ingin kita dapatkan ketika mengucapkannya. Keselamatan, rahmat, dan keberkahan.

Itu jauh lebih bermakna dari sekedar ungkapan “Selamat pagi”, “Good morning”, atau “Apa kabar?” saja.

 

Tapi bagi saya, jika Anda tidak ingin mengucap atau membalasnya pun tidak apa-apa. Karena point sebenarnya hanya ingin menyampaikan bahwa banyak pesan positif dari salam sehari-hari.

Singkatnya:

Assalamu ‘alaikum = Selamat dari segala kejelekan

Wa rahmatullahi = Tercapainya kebaikan

Wa barakatuh = Tetap dan langgengnya kebaikan

 

Anda bayangkan, apa yang akan kita dapatkan selanjutnya jika pemberi dan penerima salam sadar dari awal makna pembuka dari pesan positif yang telah kita ucapkan?

Perkiraan saya, pembicaraan selanjutnya akan dibenci iblis. Karena hanya iblis yang ‘gak suka dengan hal-hal positif yang dilakukan manusia, baik sebagai ucapan apalagi terwujud dalam perbuatan.

Mungkin setan jealeous?

Karena janji Tuhan, kebaikan yang telah diniatkan, walau belum terwujud sudah mendapat pahala. Sedang kejahatan, baru akan dihitung dosa setelah dilakukan. Hmm… Entah nikmat-Mu yang mana lagi yang terus kita dustai.

Semua kebaikan akan menuntun kita ke surga. Persoalannya hanya orang beriman yang percaya surga.

‘Gak heran jika atheis sangat enggan menebar salam. Mereka malah mengolok-ngolok dan ingin mengganti salam. Mereka pada hakikatnya memang ‘gak percaya akhirat sebelum menyaksikan langsung dengan mata dan kepalanya.

Begitulah level berfikir dasar manusia model itu. Mereka baru bisa mengetahui kebenaran berdasarkan apa yang terindera oleh panca indera saja. Mereka belum bisa menemukan kebenaran di luar jangkauan mata, telinga dan alat perasa lainnya.

 

Makanya kaum SEPILIS (Sekuler, Plural dan Libralis) selalu menggiring Anda untuk mengemukakan bahwa tidak ada kebenaran mutlak, dan teori relativitas dipahami dalam kacamata yang sempit untuk dibuat sesat.

Padahal…

Kebenaran dari Tuhan itu mutlak, kebenaran kitab suci yang orisinil itu juga seharusnya mutlak tanpa kontradiksi. Baik Zabur, Taurat, Injil atau Al Quran.

Faktanya kok berbeda?

Karena ada campur tangan manusia di sana, ada peran nafsu dan bisikan iblis yang mempengaruhi. Ingat, yang selalu berubah-ubah itu hanyalah pemahaman manusia terhadap-Nya, hukum Tuhan itu tetap sampai hari kiamat. Next time deh, kita bahas mengenai ini.

 

Back to salam…

Jika kita mau memahami makna salam, maka ia akan menjadi pesan yang akan membawa kedamaian, dan itu membuat kita saling mencintai.

“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan pada kalian suatu amalan yang jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

Wallahua’lam bissawab.

 

✍ Education For All

Momen Lunas Utang yang Selalu Kukenang

0

Foto bersama postingan ini adalah moment yang selalu dikenang Pak Ganjar dari MTR Jakarta Raya. Difoto pada akhir 2016, di kantor pusat sebuah bank papan atas yang terletak di  lantai 17 Menara XXX di Jl. Gajah Mada Jakarta Pusat. Bank di mana beliau telah “menitipkan” sertifikat property miliknya  sebagai jaminan atas utang-utangnya.

Kami tuliskan kembali ungkapan perasaan Pak Ganjar di sini sebagai kenangan manis bagi beliau khususnya. Dan bagi segenap warga MTR yang masih terjebak utang dan riba, mudah-mudahan pengalaman pak Ganjar ini bisa memperkuat spirit #lunasutangmiliaran dan segera bergegas keluar dari genangan #tabiatBurukUtang.

“Desember 2016 adalah hari yang selalu saya kenang, ketika saya menerima Kembali sertifikat property yang selama sekian lama menjadi agunan atas utang-utang saya kepada si abank. Hari yang menandai kebebasan saya atas penjajahan dan jerat utang serta riba, yang telah melilit kehidupan pribadi, bisnis bahkan keluarga kami.  Tentunya dengan kemeja seragam SyaREA World. Hehehe….

Alhamdulillaah..

Dengan pertolongan ALLAAH SWT, saya berhasil melunasi utang dengan hanya membayar pokoknya saja. Benar-benar tanpa bunga, tanpa denda dan tanpa-tanpa lainnya yang jika ditotal bisa mencapai XXX juta rupiah.

Nggak nyesel deh, ikutan serangkaian proses pembelajaran dari Program-program #MasyarakatTanpaRiba dan SyaREA World. Yang ada malah nyesel 11 turunan mengapa terlambat tahu dan merasakan manfaat #MTRituNyata, baik dari  sisi investasi, waktu, dana dan energy serta pikiran.

Kepada sesame warga MTR, saya sarankan, sempetin terus deh, belajar ilmu bisnis Islami-nya dan how to dalam penyelesaian utang dan pengembangan bisnis. Agar hijrahnya total dan tuntas tass.. Bebas dari ancaman sita, ancaman lelang dan yang lebih penting lagi, ancaman tidak masuk sorga karena utang. Serta ancaman kekal di neraka karena dosa riba.

SALAM LUNNAAAASSSS…..(Ganjar NR)

 

BAHAYA…! INILAH TABIAT UTANG YANG BIKIN HIDUP ANDA GAGAL FOKUS

0

Salah satu akibat kesalahan fatal pengusaha yang mengembangkan bisnisnya dengan utang riba adalah kehilangan fokusnya dalam berbisnis.

Benarkah ketika dana pinjaman dari si aBank cair pengusaha akan fokus mengembangkan usahanya? Atau dihantui bayar cicilan setiap bulannya?

Lengkapnya, simak pemaparan Pengusaha Konveksi ini.

Kebanyakan pengusaha yang sudah membaca Buku merah MTR ini merasa ‘ditampar’. Pengalaman hidupnya, bisnisnya, keluarganya, persis digambarkan dalam buku ajaib ini.

Anda ingin meraskan juga ‘ditampar’ oleh buku merah ini?

WA SEKARANG JUGA:

☎️ 0853-353-353-19
☎️ 0811-1818-29
☎️ 0852-8966-9696
☎️ 0811-1888-29

untuk pemesanan bukunya. 😊
.
.
Jangan ragu untuk SHARE, LIKE, dan KOMEN di video kita kali ini.
.
Ajak teman, saudara, ataur mitra bisnis Anda untuk SUBSCRIBE chanel #masyarakttanpariba agar lebih banyak masyarakat yang berhijrah bebas riba

*Yuk, TEKAN TOMBOL SUBSCRIBE-nya dan bunyikan loncengnya agar Anda selalu mendapatkan update video terbaru dari kami.*

https://www.youtube.com/masyarakattanparibatv
https://www.youtube.com/masyarakattanparibatv
https://www.youtube.com/masyarakattanparibatv

Jangan lupa sebarkan info berharga ini, sebagai bentuk dakwah dan amal sholeh.

#MasyarakatTanpaRiba #HidupTanpaRiba #BebasUtang #BebasRiba #PengusahaTanpaRiba #SolusiUtangRiba #BukuMerahMTR #SyareaWorld

5 Bulan, Lunas Utang Rp2,1Miliar

0

Ini pengalaman Ibu Handayani dari Purwokerto tiga tahun lalu, yang berhasil lunas utang miliaran hanya dalam tempo lima bulan. Maret 2017 beliau mulai ikut seminar Sukses Mengembangkan Harta Tanpa Riba (SMHTR), Agustus utang-utangnya yang berjumlah miliaran lunas sudah.

Berikut penuturannya saat masih berada dalam komunitas SyaREA World.

Alhamdulillahirobbil ‘alamin….

Trimakasih SyaREA World…

Setelah mengikuti Seminar Sukses Mengembangkan Harta Tanpa Riba (SMHTR) di Purwokerto di bulan Maret 2017. Dalam event tersebut, saya berazzam untuk menghentikan kebiasaan berutang dan segera meninggalkan riba.. Dari sinilah proses memperbaiki kehidupan pribadi dan bisnis kami mulai.

Kemudian saya kuatkan fundamental Platform Bisnis Tanpa Riba (PBTR). Yaitu prinsip-prinsip utama dalam menyelesaikan utang dan membangun bisnis tanpa riba yang kami pelajari di Workshop PBTR. Dan diperkokoh dengan mulai membangun great system dan great people pada usaha kami yang juga telah kami pelajari di PBTR. Dengan demikian, kami bisa menjalankan proses penyelesaian utang dengan tenang dan bisa lebih berfokus pada keharmonisan keluarga dan pengembangan usaha.

Dan Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah subhanawata’ala, akhirnya lunas utang saya di bank yang sebesar Rp2,1 miliar. Dan itu selesai hanya dalam waktu 5 bulan saja. Allah mengijinkan lebih cepat dari waktu yang kami rencanakan.

Allahuakbar…

Lega rasanya…

Bebas..

Lepas dari belenggu yang selama ini nyaris memporak-porandakan diri, keluarga dan bisnis kami.

Dan Alhamdulillah lagi..

Ketika saya memutuskan untuk ikut Workshop Becoming MASTER in MARKETING & SELLING (BeMIMS), ternyata event tersebut sangat membantu perbaikan dan pertumbuhan klinik kami..

Alhamdulillah…

Jadi lebih mudah closing dan terus closing.. criinggg… cringg… criingg.. lebih banyak… lagi dan lagi..

Ternyata, mengembangkan bisnis tanpa utang itu bisa bangeettt.. !!

Jazakumullah Coaches SyaREA World..  Semoga sehat terus.. sukses dunia akherat buat Coaches SyaREA World dan keluarga… Aamiin..”

Asyik Gowes, Utang Beres

0

@SWidady|MTR Jogja||

Sahabat MTR di manapun berada, Ahad (14/06/20) kemarin, Korwil MTR#07 Yogya menyelenggarakan “Gowes DOT- Dakwah on the Road.” Ada  17 personil MTR yang  berpartisipasi dalam acara gowes ini, semua diniatkan untuk beroleh ridha Alloh dalam koridor dakwah.  Dengan Gowes , insyaAllah badan –sarana penting guna menjemput razeki yang telah Allah jamin, akan semakin bugar dan sehat.

Kami memulai rute dari Sekretariat Korwil  yang posisinya di dekat Hotel Addict, menyusuri jalan kota Jogjakarta, Malioboro, Keraton Kasultanan, hingga pitstop kembali ke resto Macho. Banyak hikmah yang kami dapatkan melalui event informal casual ini. Sembari berolahraga, kami bisa tetap berdakwah.

Caranya? Teteppp.. bagi-bagi Buku Merah MTR (BMM). Ada yang kami bagikan kepada sesame pegowes, pengguna jalan umum, bahkan juga kepada aparat kepolisian yang tengah bertugas di jalan.

 

 

 

 

 

 

Di Sentul, kami juga mendapatkan kabar saudara-saudara warga MTR juga bergabung dalam event gowes serupa yang diadakan di KM-0 Sentul.

Dalam acara yang diikuti masyarakat umum tersebut, MTR Bogor membuka stand booth sebagai tempat istirahat kepada para pegowes. Sembari menyuguhkan minuman gratis, para pegiat MTR yang bertugas memberi pelayanan konsultasi utang kepada mereka. Tujuannya tentu saja untuk memberi edukasi tentang bahaya dari tabiat buruk utang.

 

 

Kami berpendapat, semua orang butuh pemahaman yang jernih mengenai tabiat buruk utang dan riba. Peran MTR sebagai komunitas  dakwah dalam aksi bela negara di bidang ketahanan  keuangan, adalah posisi yang sangat stretegis, ada di garda depan dalam perjuangan. Semoga niat baik karena Allah ini mendapat sambutan baik dari seluruh elemen umat hingga ke tokoh-tokohnya.

 

Ayo saudara-saudaraku warga MTR,

siapa yang siap ambil peran membuat acara “GOWES MTR”, sebagai event DOT (Dakwah on the Street)?

Siapa yang siap mendapatkan Nasrullah dengan menolong Agama Allah?

Angkat tangan kanan dan katakan,”SAYA!!”

 

#MTRItuNyata . Bersama MTR, #AsyikGowesUtangBeres #MTRKorwil07Jogja #MTRKorwilBogorRaya

Coach Erik H Sitepu: “Energi Lunas Utang, Kontribusi MTR untuk Umat”

0

 Jembatan yang baru satu pekan diresmikan Bupati hanyut terbawa banjir bandang. Leasing dan bank  melayangkan lirikan tajam penuh ancaman.  Semua karena maksiyat riba.

Berbagai kesulitan yang datang beruntun menjadi titik balik Erik Hariyadi Sitepu (yang akrab kita sapa sebagai Coach Erik) untuk  kembali bersandar kepada aturan Allah, terutama dalam menjalankan bisnis-bisnisnya. Ia mendapatkan kesadaran, bahwa kesulitan demi kesulitan yang ia alami selama ini, penyebabnya adalah  berbagai maksiyat yang tanpa sadar telah ia lakukan.

Erik Hariyadi Sitepu, lulusan Teknik Elektro Universitas Sumatera Utara,  mulai membangun PT Hesa Parama dan CV Tiga Jumpa pada tahun 1999 dengan modal awal dari orang tua. Perusahaan ini bergerak di bidang elektrikal dan mekanikal gedung, serta pabrik kelapa sawit.

Awalnya ia hanya mampu membukukan omset rata-rata Rp3 juta per bulan. Namun setelah satu tahun berjalan, usahanya mulai berkembang.  Pada saat itulah, keluarga dan teman-temannya memberi saran agar ia berutang ke bank untuk memperbesar modal kerja.

Berbisnis dengan modal utang dari bank, mulanya Erik merasa baik-baik saja. Oleh karenanya, ia memberanikan diri mencoba bisnis tambang batu bara. Mereka diberikan kepercayaan oleh pemilik Konsesi Penambangan PT. Bara Prima untuk menjadi operator tambang di Kabupaten Indragiri Hilir Riau. Karena kegiatan tambang masih baru, mereka menggunakan truk-truk  dan alat berat hasil sewaan.

Dalam tempo satu tahun usaha tambang tersebut menguntungkan. Tim Erik pun makin bersemangat karena melihat peluang yang luar biasa bagus.

Pihak Bank pun mulai melayangkan lirikan mautnya. Mereka menawarkan modal kerja yang jauh lebih besar dari  Kredit Modal Kerja (KMK) yang pernah diberikan. Selain itu, anak perusahaan mereka yang bergerak di bidang leasing juga siap mendukung pendanaan untuk pembelian truk dan alat berat. Mereka  membujuk Erik dkk untuk memiliki sendiri semua peralatan tambang dengan cara leasing.

Hitung punya hitung, memiliki  peralatan tambang dengan cara kredit melalui leasing terlihat lebih menguntungkan ketimbang sewa. Karena itu, Erik pun memutuskan untuk menerima tawaran leasing.

Merasa percaya diri mendapatkan dukungan dana  dari bank dan leasing, Erik pun tergiur untuk melakukan ekspansi lebih luas. Ketika ada peluang untuk memiliki tambang di Sumatera Barat, ia memutuskan untuk mengakuisi 80% kepemilikan dari pemilik konsesi. Tentu saja dananya dari hasil utang bank lagi.

Karena sudah memiliki tambang sendiri, Erik  memutuskan untuk focus kepada pengelolaan tambang di Sumatera barat, dan tidak memperpanjang lagi kontrak di Indragiri Hilir. Ia pun mulai membangun infrastruktur  jalan dan prasarana tambang di sana.  Di sini ia butuh tambahan suntikan dana. Dan lagi-lagi pihak Bank datang sebagai juru selamat, dengan menaikkan plafon KMK.

Namun, rencana yang dibuat sedemikian rupa ternyata tidak berjalan mulus. “Kami mendapat hambatan di lapangan, terutama dari masyarakat setempat yang menuntut terlalu banyak, dan bahkan tidak masuk akal,” kisah Erik.

Masalah semakin bertambah ketika mereka mulai kesulitan membayar cicilan. Pihak leasing  mulai tidak bersahabat. Senyuman yang dulu ditebar lenyap sudah. Tekanan juga datang dari pihak bank yang mulai cemas karena plafon pinjaman sudah mentok dan Erik mulai kesulitan membayar bunga.

Hingga puncaknya, jembatan yang mereka bangun untuk menghubungkan dua desa dan baru satu minggu diresmikan Bupati Lima Puluh Kota Sumbar hanyut dilanda banjir bandang.

“Sampai di situ saya bertanya pada diri sendiri, apa yang salah sehingga masalah datang bertubi-tubi?” kisah  pria kelahiran 5 Juni 1975 ini.

Erik merasa semakin stres karena hubungan dengan keluarga menjadi terganggu. Sedikit saja ada masalah yang terlihat tidak beres di matanya, keluarlah kata-kata pedas yang sebenarnya juga tidak ia kehendaki terlontar. Ayah tiga anak dari muslimah bernama Elly Nurlinda ini merasa tidak nyaman dengan perangai dirinya sendiri.

Perkenalan dengan MTR

Jauh sebelum MTR terbentuk, Erik sudah mengenal Gerakan Hidup Berkah saat mengikuti seminarnya di Hotel Ibis Pekanbaru tahun 2009. Di sana, Erik menemukan jawaban apa yang menjadi penyebab kesulitan demi kesulitan yang ia hadapi, termasuk dalam aktivitas bisnis.

“Saya mulai sadar, kesulitan demi kesulitan yang saya alami selama ini, penyebabnya adalah adanya maksiyat  tanpa sadar terus saya lakukan. Saat itu juga saya menemukan kesadaran, bahwa semua aktivitas dalam hidup mestinya hanya bersandar pada aturan Allah,” paparnya.

Begitulah, Erik kemudian memutuskan untuk mengikuti aliran perjalanan komunitas anti riba ini.  Mulai dari transformasi Gerakan Hidup Berkah menjadi Pengusaha Tanpa Riba (PTR) yangh kemudian bertransformasi laga menjadi Masyarakat Tanpa RIba (MTR). Dalam perjalanan mengikuti GHB sampai MTR itu, ia merasa menemukan tujuan hidup yang jelas, bahwa kita harus mendedikasikan semua yang dilakukan semata-mata hanya untuk Allah SWT.

Sebelumnya, dalam pikiran Erik, yang namanya ibadah itu sebatas sholat, puasa, sedekah, haji. Namun  dalam arus perjalanan MTR, ia menjadi paham bahwa semua aktifitas yang dilakukan harus bernilai ibadah.

Berangkat dari pemahaman tersebut, Erik kemudian meninggalkan segala bentuk kemaksiyatan, termasuk melepaskan diri dari jerat utang riba yang sempat ia yakini menjadi juru selamat usaha. Untuk menutup utang yang masih ada, ia jual asset yang ada dan minta dukungan dari para supplier. Erik mulai melepaskan kemelekatan harta yang awalnya terasa begitu kuat.

Dan ternyata, seperti yang selalu ia lontarkan dalam materi-materi coachingnya dalam seminar MTR, begitu memutuskan tidak mengambil utang lagi sebagai sarana pengembangan bisnis, ide-ide bermunculan. Jurus mengatasi masalah utang dengan utang baru seketika menjadi out of date.

Dari luar orang mungkin melihat  bisnis Erik saat itu sudah hancur lebur. Namun di dalam, ia justru tengah menemukan esensi hidup yang sebenarnya. Di MTR, Erik merasa menemukan energi yang besar karena para pegiat selalu saling support sehingga masing-masing tidak merasa sendirian terutama ketika mengatasi problema utang.

Dalam kondisi bisnis yang berada pada titik nadir seperti itu, Erik dengan besar hati mendatangi beberapa supplier. Ia menceritakan kondisi perusahaan  dan meminta mereka untuk menjadwal ulang pembayaran utang yang ada. Seperti utang pembelian BBM, pembelian spare part alat berat, dan material pendukung  tambang lainnya. Ia juga berterus terang bahwa mulai saat itu sudah tidak mendapatkan support dari bank lagi.

“Alhamdulillah sebagian besar supplier mengerti kesulitan kita. Mereka bersedia reschedule pembayaran utang dari 1 tahun sampai 2 tahun, bahkan tetap bersedia mendukung dengan supply material baru yang kita butuhkan dengan tempo pembayaran 3  bulan,” ujarnya lagi.

Dengan pola  seperti itu, akhirnya pada tahun 2013 Erik benar-benar sudah bebas utang. 

Oleh karena itu, kepada sesama pengusaha yang masih berkelindan dengan problem utang, ia mengundang untuk bergabung dengan MTR. “Hubungi  pegiat yang ada di hamper seluruh kota besar di Indonesia. Sapa mereka dan ikuti kegiatan TPW MTR (Temu Pengusaha dan Warga MTR) , insyaAllah teman teman MTR akan dengan ceria dan gembira menyambut anda.”

 

Umat Terlalu Besar untuk Mimpi Kecil

Dan jika kini Anda menemukan coach Erik H Sitepu mampu memancarkan semangat lunas utang kepada segenap peserta seminar MTR, maka ilmu yang sedang ia tularkan itu adalah  hasil dari pengalaman nyatanya.

Menurutnya, syarat perubahan harus dimulai dari perubahan pola pikir. Untuk itu kepada para pengusaha yang masih berkelindan dengan problem utang, ia mengajak untuk menengok ke dalam. Berapa banyak kesalahan fatal yang telah dilakukan dalam rangka mengembangkan bisnis dengan utang.

“Itu adalah fakta yang bisa dirasakan oleh pengusaha yang berutang. Belum lagi tabiat buruk utang yang tentu melekat kepada para pengusaha tersebut,”tegasnya.

Kesadaran mengenai bahaya utang, jelasnya, akan terbentuk ketika kita paham status utang dalam Islam dan tabiat buruk yang ditimbulkan bagi penderitanya.

Dalam skala lebih luas, Erik menemukan  cara pandang baru dalam kiprahnya di MTR. “Utang hanyalah pintu masuk di MTR. Alangkah egoisnya kita kalau  hanya mimpi lunas utang. Umat ini terlalu besar untuk mimpi kecil.  Di MTR saya belajar bahwa seharusnya kita juga berkontribusi untuk kebangkitan umat.”

Dan itulah peran yang sekarang berusaha diambil oleh para pegiat MTR;  peran dakwah, peran mulia yang diemban para nabi dan rasul dalam rangka menolong agama Allah. Sebuah jalan mulia untuk menempuh kehidupan. Apalagi, lanjut Erik,  ada janji Allah  bahwa ketika kita menolong agamaNya, maka Allah akan menolong kita.

Komunitas MTR ini adalah komunitas yang mulia dan akan memuliakan para pegiatnya. Syaratnya, tentu  saja harus saling mencintai karena Allah, berjuang bersama juga karena Allah,”pungkasnya.

 

Ramadhan dan Proposal Lunas Utang Miliaran

0

Alhamdulillah..

Alloh maha memudahkan segalanya…

Proposal cinta yang kami ajukan kepada Alloh dan kami tandatangani di event Sukses Mengembangkan Harta Tanpa Riba (SMHTR) di Medan pada awal 2019, tepatnya 6-7 Februari, sudah  diterima dengan percepatan. Dari estimasi awal selesai di bulan September, ternyata Alloh mempercepatnya. Kami lunas utang pada awal Ramadhan Mei kemarin.

Betapa banyak cerita dan perjuangan yang harus kami hadapi, Ramadhan menjadi saksi. Tapi janji Alloh selalu tepat, selalu ada jalan bagi yang bersungguh-sungguh meninggalkan apa yang dilarang Alloh subhanawata’ala. Allahu akbar.

Terimakasih Masyarakat Tanpa Riba (MTR), terimakasih para coach, terimakasih teman seperjuangan, yang insyaAlloh semuanya Ahli sorga..

Semoga keberkahan dan kemudahan selalu mengiringi dakwah kita..Amiin, Allahu Akbar.

#SalamCash  #BersahabatDalamDakwah #MasyarakatTanpaRiba #MTRItuNyata

(Yudi Ariwibowo – MTR Jogja)

4 Sumber Suka Cita

0

@Ust.AbdulQadeem|MTR||

Imam Ibnul-Qayyim Al-Jawziyyah Rh bertutur:

▫️ أربعة تفرح: النظر إلى الخضرة وإلى الماء الجاري والمحبوب والثمار

(Arba’atun tufrihu: an-nazhru ilal-Khudhrati wa ilal-Maa`il-Jaariy wal-Mahbuubi wats-Tsimaari)

📚 [Kitab Zaadul-Ma’aad fii Hudiya Khayral-‘Ibaad, 4/372, Imam Ibnul-Qayyim Al-Jawziyyah Rh]

 

Syarah Mushannif:

▪️ Ada empat perkara yang bisa membuat suka-cita (riang-gembira seseorang):

  1. An-Nazhru ilal-Khudhrati (النَّظَرُ إِلَى الْخُضْرَةِ) yaitu memandang hamparan rumput hijau nan luas (sambil dzikir menyambut pagi hari ataupun saat berangkat mencari sumber nafaqah). Hamparan padang hijau rumput yang luas secara syar’iy termasuk Milkiyyatul-‘Aammah (kepemilikan umum) yang wajib dikelola-dirawat-dipanen negara sebagai Sumber Daya Alam (SDA) hayati untuk pakan segala jenis ternak produktif dan hasilnya untuk kemakmuran Rakyat.
  2.  An-Nazhru ilal-Maa`il-Jaariy (النَّظَرُ إِلَى الْمَاءِ الْجَارِي) yaitu memandang gemiricik air bening yang mengalir (mengairi sawah dan kebun serta sumber hayati semua makhluq hidup di Bumi). Karena perairan (lautan, danau, sungai dan sumber mataair) yang melimpah secara syar’iy juga termasuk Milkiyyatul-‘Aammah (kepemilikan umum) yang wajib dikelola negara sebagai Sumber Daya Alam (SDA) Natural dan hasilnya untuk kemamuran rakyat.
  3. An-Nazhru ilal-Mahbuubi (النَّظَرُ إِلَى الْمَحْبُوبِ) yaitu memandang hamparan sawah luas tanaman biji-bijian yang tumbuh subur melimpah (yang hasil panennya sebagai kebutuhan makanan pokok umat manusia sehari-hari). Secara syar’iy hamparan pertanian ini sebagian dikelola rakyat dan sebagian dikelola negara yang sekaligus berperan sebagai penyedia bibit, pupuk dan obat organik hasil riset terbaik negara untuk rakyat dengan harga terjangkau/murah. Negara pula yang mengontrol dan edukasi serta informasi kepada rakyat menanam apa saja sehingga setiap hasil panenan bisa terserap pasar sebagai kebutuhan pokok rakyat dan tidak boleh sampai ada yang kekurangan.
  4. An-Nazhru ilats-Tsimaari (النَّظَرُ إِلَى الثِّمَارِ) yaitu memandang hamparan kebun luas tanaman buah-buahan yang melimpah (yang hasil panennya sebagai kebutuhan makanan pokok umat manusia sehari-hari). Kebun seperti ini secara syar’iy sebagian dikelola rakyat dan sebagian dikelola negara, yang sekaligus berperan menyediakan bibit, pupuk dan obat organik hasil riset terbaik negara untuk Rakyat dengan harga terjangkau/murah. Negara pula yang mengontrol dan edukasi serta informasi kepada Rakyat menanam apa saja sehingga setiap hasil panennya terserap pasar sebagai kebutuhan pokok rakyat dan tidak boleh sampai ada yang kekurangan.

Mari Warga MTR khususnya dan umat Muslim umumnya, kita muthlaq wajib memelihara dan mempertahankan semua SDA yang dikelola Negara dengan 100% memberdayakan SDM Rakyat sendiri supaya hasilnya bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan-kemakmuran rakyat sampai mandiri.

Lunas Utang, BPKB Pulang

0

Assalamu’alaikum

Alhamdulillah..

Atas pertolongan Alloh Subhana wa ta’ala dan do’a sahabat surga semua, Rabu (17 Juni 2020) kemarin, satu BPKB sudah kami terima lagi setelah pelunasan utang pokok. Tak hanya itu, kami bahkan juga mendapat pengurangan dari nominal yang ada di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Yang masih punya hubungan dengan para abank semoga cepat lunas. 😭😭😭

Aamiin…

#SalamCash #SalamLunas #MTRItuNyata

Ustad Soibun,   warga MTR Banjar

4 Perkara yang Bisa Merusak Fisik

0

@UstAbdQadeem|MTR||

Wasiat Pertama, Imam Ibnul-Qayyim Al-Jawziyyah Rh bertutur:

▫️ أربعة تهدم البدن: الهم والحزن والجوع والسهر
(Arba’atun tahdimul-badana: al-hammu wal-huznu wal-juu’ was-saharu)

Ada empat perkara yang bisa merusak (membuat jatuh sakit) fisik (seseorang):

▪️ 1. Al-Hammu (الْهَمُّ) yaitu kegalauan (berkepanjangan yang tak beralasan secara Syar’iy).

▪️ 2. Al-Huznu (الْحُزْنُ) yaitu kekhawatiran (berlebihan padahal belum ada bukti real atas sesuatu yang dikhawatirkan akan terjadi).

▪️ 3. Al-Juu’ (الْجُوعُ) yaitu kelaparan (yang sangat, tanpa asupan kebutuhan makanan layak sehari-hari).

▪️ 4. As-Saharu (السَّهَرُ) yaitu begadang (sia-siakan waktu tanpa pahala sedikit pun meskipun dalam perkara yang mubah).

📚 [Kitab Zaadul-Ma’aad fii Hudiya Khayral-‘Ibaad, 4/372, Imam Ibnul-Qayyim Al-Jawziyyah Rh]

Mari kita jauhi dan hindari wasiat pertama ini, karena bisa merusak fisik kita.

اخوكم، الفقير و الحقير الى الله
محمد طه يس الامين