4 Sumber Suka Cita

0
47

@Ust.AbdulQadeem|MTR||

Imam Ibnul-Qayyim Al-Jawziyyah Rh bertutur:

▫️ أربعة تفرح: النظر إلى الخضرة وإلى الماء الجاري والمحبوب والثمار

(Arba’atun tufrihu: an-nazhru ilal-Khudhrati wa ilal-Maa`il-Jaariy wal-Mahbuubi wats-Tsimaari)

📚 [Kitab Zaadul-Ma’aad fii Hudiya Khayral-‘Ibaad, 4/372, Imam Ibnul-Qayyim Al-Jawziyyah Rh]

 

Syarah Mushannif:

▪️ Ada empat perkara yang bisa membuat suka-cita (riang-gembira seseorang):

  1. An-Nazhru ilal-Khudhrati (النَّظَرُ إِلَى الْخُضْرَةِ) yaitu memandang hamparan rumput hijau nan luas (sambil dzikir menyambut pagi hari ataupun saat berangkat mencari sumber nafaqah). Hamparan padang hijau rumput yang luas secara syar’iy termasuk Milkiyyatul-‘Aammah (kepemilikan umum) yang wajib dikelola-dirawat-dipanen negara sebagai Sumber Daya Alam (SDA) hayati untuk pakan segala jenis ternak produktif dan hasilnya untuk kemakmuran Rakyat.
  2.  An-Nazhru ilal-Maa`il-Jaariy (النَّظَرُ إِلَى الْمَاءِ الْجَارِي) yaitu memandang gemiricik air bening yang mengalir (mengairi sawah dan kebun serta sumber hayati semua makhluq hidup di Bumi). Karena perairan (lautan, danau, sungai dan sumber mataair) yang melimpah secara syar’iy juga termasuk Milkiyyatul-‘Aammah (kepemilikan umum) yang wajib dikelola negara sebagai Sumber Daya Alam (SDA) Natural dan hasilnya untuk kemamuran rakyat.
  3. An-Nazhru ilal-Mahbuubi (النَّظَرُ إِلَى الْمَحْبُوبِ) yaitu memandang hamparan sawah luas tanaman biji-bijian yang tumbuh subur melimpah (yang hasil panennya sebagai kebutuhan makanan pokok umat manusia sehari-hari). Secara syar’iy hamparan pertanian ini sebagian dikelola rakyat dan sebagian dikelola negara yang sekaligus berperan sebagai penyedia bibit, pupuk dan obat organik hasil riset terbaik negara untuk rakyat dengan harga terjangkau/murah. Negara pula yang mengontrol dan edukasi serta informasi kepada rakyat menanam apa saja sehingga setiap hasil panenan bisa terserap pasar sebagai kebutuhan pokok rakyat dan tidak boleh sampai ada yang kekurangan.
  4. An-Nazhru ilats-Tsimaari (النَّظَرُ إِلَى الثِّمَارِ) yaitu memandang hamparan kebun luas tanaman buah-buahan yang melimpah (yang hasil panennya sebagai kebutuhan makanan pokok umat manusia sehari-hari). Kebun seperti ini secara syar’iy sebagian dikelola rakyat dan sebagian dikelola negara, yang sekaligus berperan menyediakan bibit, pupuk dan obat organik hasil riset terbaik negara untuk Rakyat dengan harga terjangkau/murah. Negara pula yang mengontrol dan edukasi serta informasi kepada Rakyat menanam apa saja sehingga setiap hasil panennya terserap pasar sebagai kebutuhan pokok rakyat dan tidak boleh sampai ada yang kekurangan.

Mari Warga MTR khususnya dan umat Muslim umumnya, kita muthlaq wajib memelihara dan mempertahankan semua SDA yang dikelola Negara dengan 100% memberdayakan SDM Rakyat sendiri supaya hasilnya bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan-kemakmuran rakyat sampai mandiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here