Friday, January 23, 2026
Home Blog Page 19

ANDA PENGUSAHA DAN INGIN SEGERA LUNAS UTANG? SIMAK RESEP JITU DOKTER INI!

0

Gara-gara utang, pengusaha gagal fokus dalam mengatasi permasalahan yang ada dalam bisnisnya. Yang ada, bukannya bisnis berkembang malah makin hancur dan terpuruk.

Kebiasaan berutang telah membutakan mata, telinga, dan pikiran seorang pengusaha. Dia akan selalu mengambil jalan pintas dengan berutang untuk mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi dalam binisnya.

Bagaimana solusinya agar pengusaha segera lunas utang dan bisa fokus mengembangkan bisnisnya?

Tonton video penjelasan Dokter Karmono dari syarea world ini.

KLIK : https://www.youtube.com/watch?v=TzE2Ve9F8kI

Oh ya, Jika Anda seorang pengusaha dan ingin keluar dari tekanan utang riba? Ingin merasakan bahagianya hidup dan berbisnis tanpa utang?

Awali dengan membaca buku merah masyaratk tanpa riba.

WA SEKARANG JUGA ke salah satu nomor di bawah ini untuk pemesanan bukunya :

☎️ 0853-353-353-19
☎️ 0811-1818-29
☎️ 0852-8966-9696
☎️ 0811-1888-29

Jangan ragu untuk SHARE, LIKE, dan KOMEN di video kita kali ini.

Yuk, TEKAN TOMBOL SUBSCRIBE-nya dan bunyikan loncengnya untuk selalu mendapatkan update video terbaru dari kami dan sebgai bentuk dukungan Anda pada komunitas Masyarakat Tanpa Riba.

https://www.youtube.com/masyarakattanparibatv
https://www.youtube.com/masyarakattanparibatv
https://www.youtube.com/masyarakattanparibatv

Jangan lupa sebarkan info berharga ini, sebagai bentuk dakwah dan amal sholeh.

Saat Sertifikat Lepas dari Ancaman Sita Jaminan

0

Coba Anda perhatikan raut wajah dalam foto di atas baik-baik?  Aura apa yang Anda tangkap?

Ah, dengan sertifikat yang ada di tangan beliau, Anda pasti sudah bisa menebak makna apa di balik senyum tipis beliau. Itulah ekspresi kepuasan dan kebahagiaan dari  Pak Nurohmad, warga MTR dari Jepara, Tengah   setelah lepas dari ancaman sita jaminan asset oleh bank.

Tak hanya dirasakan oleh keluarganya, kebahagiaan atas keberhasilan Pak Nurohmad  ternyata juga menjadi monument kebanggaan segenap warga MTR Jawa Tengah khususnya, dan keluarga besar MTR secara Nasional. Karena itu bermakna suksesnya perjuangan warga MTR untuk #lunasUtangMiliaran tanpa membayar bunga, denda dan ongkos-ongkos lainnya yang selama ini menjadi misi perjuangan MTR. Keberhasilan seperti ini adalah bukti bahwa #MTRituNyata.

Berikut ekspresi kebanggaan yang diungkapkan oleh warga MTR  Jepara, atas “lulusnya” sertifikat property milik pak Nurohmad setelah “disekolahkan” sekian lama.

“Bismillaahirrohmaanirrohiim….

Alhamdulillaah…

Alhamdulillaah…..

KABAR GEMBIRA…

Hari ini saudara kami Mas Nurohmad dari Jepara Warga MTR Jawa Tengah telah lepas dari ancaman sita jaminan oleh si Abank.  Beliau bisa berteriak….

 LUNASSS…

Bisa ambil Sertifikat di aBank.

Beliau mengucapkan Terima kasih yg sebesar-sebesarnya kepada  Mas Dwi dan para Coach SyaREA World yang berkenan memberi ilmu yang luar Biasa pada pertemuan-pertemuan tatap muka #MasyarakatTanpaRiba dan Warga KSW.

Ucapan Terima kasih juga kepada sahabat-sahabat Alumni PBTR Maz Anja – Jepara, Ust. Fajar Hariyadi, Maz Agus Imaduddin, Maz Cahyo dan Pak Edris – Tahu yang selalu suport dan memotivasi beliau untuk Hijrah dan segera Bebas Utang dan Bebas Riba…

Alhamdulillaah sekarang sudah TAHU ilmunya..😊✊✊

# SALAM LUNASS…!!!”

 

Anda ingin tahu ilmunya agar bisa menyelamatkan aset yang tengah menjadi tahanan  si Abank seperti Pak Nurohmad? Segera hubungi kantor MTR pusat atau silakan mampir ke korda MTR terdekat. Senyum hangat akan menyambut Anda untuk bersama-sama membangun spirit #lunasUtangMiliaran.

Jangan Menjadi Setan Bisu

0

@MIslamBasri|MTR Riau||

Menganjurkan atau mengajak orang lain untuk rajin beribadah, dan menjaga  pandangan serta secara teratur mengonsumsi madu,tentu saja merupakan suatu perkara baik.

Namun bagi seseorang yang bertaubat dari kebiasaan berzina dan minum khamar, tentu akan sangat lebih baik, ketika kemudian hal di atas tadi,juga disertai dengan ikut berdakwah dalam mujahadah. Mencegah dan memberi kesadaran kepada masyarakat tentang bahaya serta risiko dunia dan akhirat dalam  perkara yang berkaitan dengan maksiat Zina dan Khamar.

Begitu jua seharusnya dengan orang yang menyatakan dirinya taubat dari kebiasaan buruk suka berutang, apatah lagi yang bercampur maksiat Riba.

Dengan tetap melakukan berbagai amal kebaikan, hal utama yang sangat perlu  dilakukan ketika seseorang menyatakan ingin bertaubat dari #tabiatburukutang dan riba adalah; mau merelakan dirinya untuk ikut berdakwah ke tengah masyarakat. Tentang tabiat buruk yang akan ditimbulkan di dunia serta kesengsaraan dunia dan akhirat  yang akan diterima, ketika terlena dengan #tabiatburukutang dan ketika menceburkan diri, hidup bersama Riba dengan bermacam kamuflasenya.

Semoga kita semua,dijauhkan dan dihindarkan dari kelompok makhluk  yang mengaku manusia, namun di sisi Allah tak lebih dari sosok makhluk  berdebu nan bergelar SETAN BISU.

Na’udzubillah tsumma na’udzubillah

# PIKIR dan RENUNGKANLAH

BangKamRi 1441 S

The True Education

0

© MY180620|MTR Tangerang Raya||

Guruku dulu bilang: “Salah satu tujuan pendidikan adalah mengajarkan bahwa hidup itu berharga”. Dengan itu aku belajar dan terus ingin bealajar.

Saat ini banyak saya temukan adalah para pengajar bukan pendidik. Mereka yang sekedar menyelesaikan perintah dan instruksi jam ajar. Apakah ada yang salah dengan pendidikan kita hari ini?

Mari kita retas…

Anak-anak kita kirim ke sekolah untuk belajar menghadapi dunia nyata yang berubah sangat cepat. Ironisnya, sekolah dari dulu tidak berubah, selama ratusan tahun cara mereka diajar dan belajar selalu sama.

Banyak ahli di seluruh dunia setuju bahwa sistem pendidikan di era industri saat ini merancang manusia untuk menjadi ‘robot bernyawa’. Mentalitas yang kemudian melahirkan para ‘sarjana halu’.

Anak-anak dididik dengan serangkain instruksi, setumpuk tugas, ulangan dan PR. Kehidupan kelas diatur dalam kontrol yang ketat, dibatasi oleh bunyi bel sekolah. Sepanjang hari mereka tidak melakukan apapun selain mengikuti petunjuk dan instruksi kebijakan. Menghasilkan apa yang saya sebut ‘industrial age values’.  Masuk kelas, duduk, jangan berisik. “Buka halaman 85, selesaikan soal nomor 8, berhenti bicara”.

Dahsyat…!

Di sekolah anak dihargai untuk melakukan apa yang diberitahu saja, jangan nyeleneh, jangan tanya aneh-aneh, jangan sontoloyo. Inilah nilai-nilai era industri yang akan menjadikan mereka kelak ‘buruh pabrik’ baru.

Keberhasilan dan sukses diukur berdasarkan instruksi yang harus sama persis dengan yang sudah diberitahu. Tidak ada ruang improvisasi. Padahal di dunia saat ini, apa sih yang bisa kita capai jika hanya mengikuti petunjuk satu orang?

Manusia diciptakan Allah untuk berkomunikasi dengan orang lain. Diberi akal agar menjadi kreatif, dan mampu mengomunikasikan ide-ide mereka. Nah, anak-anak tidak akan dapat kesempatan itu jika sekolah mengadopsi industrialisasi dalam pendidikannya.

Ekspresi anak terkunci…

Di sekolah anak-anak kurang mempunyai otonomi dan kontrol terhadap diri sendiri, karena setiap menit diawasi dengan ketat oleh sistem. Efeknya, ketika berhadapan dengan dunia nyata kelak, mereka tidak terbiasa menentukan sendiri, tidak terbiasa otonomi dalam berfikir dan bertindak.

Aturan dan instruksi sekolah saat ini seolah mengirim pesan dan mengajarkan bahwa mereka tidak bertanggung-jawab atas kehidupan mereka, semua jadi tanggung jawab sekolah. Mereka hanya mengikuti saja instruksi dan perintah yang sudah ditetapkan. Bukan mengambil alih dan menentukan arah hidup. Berbahaya bukan?

Para ahli percaya bahwa otonomi sangat penting bagi anak-anak. Tidak mengherankan jika kemudian anak-anak kehilangan motivasi, dan sekolah menjadi sangat membosankan.

Bayangin deh, setiap detik setiap menit di sekolah yang ada adalah aturan, aturan, dan aturan. ‘Gak siswa, ‘gak guru disibukan dengan hal yang sama.

Akibatnya pembelajaran menjadi tidak otentik, tidak murni kesadaran, kecuali hanya sekedar menghafal perintah dan instruksi yang diminta dan diharapkan orang lain.

Protes? Hmm… tabu!

Sistem yang ada seperti mendefenisikan satu sel generik pengetahuan saja, dan semua anak harus tahu, lalu setiap beberapa priode kita mengukur berapa pengetahuan yang bertahan. Ini hafalan apa pengetahuan?

Pembelajaran seharusnya bisa lebih otentik dan mengasyikan jika tidak diukur dan dihargai melaui nilai tes dan ujian saja. Hal ini menciptakan budaya yang tidak sehat antara siswa, orang tua dan guru.

Anak-anak menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menghafal yang kemudian mereka lupakan. Tidak ada ruang untuk passion dan hobi.

Gimana tidak?

Oleh sistem mereka harus belajar hal yang sama, dengan cara yang sama, dalam waktu yang sama. Mati ‘gak tuh? Padahal latar belakang, kemampuan, dan DNA beda. Jelas ini tidak sesuai dengan kodrat manusia dimana masing-masing  anak adalah unik.

Anak mempunyai ketertarikan sendiri, di mana ada kebahagiaan tak terperi ketika mereka bisa melakukan apa yang menjadi passion-nya. Apakah sistem yang ada di sekolah saat ini mampu menemukan dan membantu anak kita untuk mengembangkan passion-nya?

Nampaknya sistem saat ini tak peduli apa kemampuan yang dipelajari, apakah sesuai dengan kebutuhan anak atau tidak. Banyak mereka yang gagal di sekolah tradisional justru mampu mengubah peradaban.

Pendidikan kita terlalu rumit, dengan tuntutan gelar yang berderet-deret, hingga tanpa terasa sudah tua saat mereka lulus. Kelamaan berkutat dalam ‘ruang kelas’ tuntutan industri hingga sense of social jadi minus.

Kalau mau melihat sejarah para sahabat, berapa banyak mereka yang usia muda sudah menjadi panglima perang, imam dan ulama.

Yang agak saint, Enstein, Bill gates, Steve Jobs. Mereka semua gagal dalam sistem sekolah tradisional, mereka memilih DO. Tapi benarkah di dunia nyata mereka gagal?

Sekolah tidak memiliki ukuran berapa banyak bakat, potensi dan peluang anak yang tidak bisa diakui oleh sistem yang ada saat ini.

Padahal…

Masing-masing anak berbeda dalam cara belajar, cara menyerap dan cara memahami. Jika aku selow, kamu selow, santai, maka dianggap gagal oleh sistem.

Padahal yang anak butuhkan hanya sedikit penambahan waktu untuk bisa focus dalam mengejar ketinggalan. Ada berbagai sumber belajar yang dengan mudah dapat diakses di era ini.

Sistem tradisional yang memaksa anak berjam-jam diceramahi, dikuliahi, tanpa ada ruang untuk interaksi, maka ia akan usang dengan sendirinya. Dalam konteks ini kelas menjadi ruang pembodohan baru.

Jika kita ingin anak-anak terlepas dari pembodohan sistem dan mampu hidup dalam dunia nyata, maka tidak ada pilihan selain secara fundamental mengubah cara belajar anak kita dan tidak mengandalkan sekolah saja.

 

Wallahua’lam bissawab.

 

✍ Education For All

AKHIRNYA 13 TITIK UTANG SUMBER MASALAH ITU LUNAS…!!!

0

Salah satu tabiat utang yang dijelaskan dalam buku merah MTR adalah adanya ketergantungan. Seperti yang dialami pak Doni, pengusaha retail alat-alat listrik di Bandung ini.

Awalnya, pak Doni merasa bangga bisa berutang ke si aBank. Karena Awalnya, dengan utang merasa bisa menambah cabang usaha, jumlah karyawan, dan omzet bisnis. Sampai tidak kurang dari 2 tahun, si utang mulai menunjukkan watak aslinya.

Pak Doni ini mengalami tekanan yang luar bisa. Tak ada kemajuan dalam berbisnis, kehidupan keluarga tak harmonis, sementara teror tagihan utang tak pernah habis.

Simak video kisah lengkapnya hingga Pak Doni atas pertolongan Allah swt bisa MELUNASI SEMUA UTANGNYA!

Anda ingin keluar dari tekanan utang riba dan Ingin merasakan bahagianya hidup dan berbisnis tanpa utang seperti dialami Pa Doni?

Awali dengan membaca buku merah masyarakat tanpa riba. Dan hadiahkan buku ‘ajaib’ ini pada kerabat dan rekan bisnis Anda sebagai kado lebaran.

WA SEKARANG JUGA ke salah satu nomor di bawah ini untuk pemesanan bukunya.:

☎️ 0853-353-353-19
☎️ 0811-1818-29
☎️ 0852-8966-9696
☎️ 0811-1888-29

untuk pemesanan bukunya. 😊
.
.
Jangan ragu untuk SHARE, LIKE, dan KOMEN di video kita kali ini.
.
Ajak teman, saudara, ataur mitra bisnis Anda untuk SUBSCRIBE chanel #masyarakttanpariba agar lebih banyak masyarakat yang berhijrah bebas riba

*Yuk, TEKAN TOMBOL SUBSCRIBE-nya dan bunyikan loncengnya agar Anda selalu mendapatkan update video terbaru dari kami.*

https://www.youtube.com/masyarakattanparibatv
https://www.youtube.com/masyarakattanparibatv
https://www.youtube.com/masyarakattanparibatv

Jangan lupa sebarkan info berharga ini, sebagai bentuk dakwah dan amal sholeh.

#MasyarakatTanpaRiba #HidupTanpaRiba #BebasUtang #BebasRiba #PengusahaTanpaRiba #SolusiUtangRiba #BukuMerahMTR #SyareaWorld

4 Perkara Sumber Ketidakadilan Cara Pandang

0

@Ust.AbdulQadeem|MTR||

Wasiat Ketiga, Imam Ibnul-Qayyim Al-Jawziyyah Rh bertutur:

▫️ أربعة تظلم البصر: المشي حافيا، والتصبح والتمسي بوجه البغيض والثقيل والعدو، وكثرة البكاء، وكثرة النظر في الخط الدقيق

(Arba’atun tuzhlimul-bashara: al-masyyu haafiyan, wat-tashbbuhu wat-tamassiyi biwajhil-baghiidh wats-tsaqiili wal-‘aduwwi, wa katsratul-bukaa`i, wa katsratun-nazhri fil-khaththid-daqiiqi)
📚 [Kitab Zaadul-Ma’aad fii Hudiya Khayral-‘Ibaad, 4/372, Imam Ibnul-Qayyim Al-Jawziyyah Rh]

Syarah dari Mushannif:
▪️ Ada empat perkara yang bisa membuat ketidakadilan pandangan/penglihatan (seseorang):

1. Al-Masyyu Haafiyan (الْمَشْيُ حَافِيًا) yaitu (Ketidakadilan Pandangan) Pejalan kaki tanpa alas kaki (yang mana sebagian Muslim berlebihan mengklaim sebagai perkara Sunnah/Mandub/Mustahab atau sebagian lagi mengklaim menyehatkan).
Padahal dalam beberapa riwayat secara Mursal dari ‘Abdullah bin Buraydah Rh bahwa Rasulullah Saw kadang-kadang (أَحْيَانًا) menyuruh para Shahabat Beliau untuk berjalan kaki tanpa alas kaki [Al-Hadits Asy-Syarif Shahih Mursal Riwayat Imam Ahmad Rh dan Imam Abu Dawud Rh]. Tidak menunjukkan Qarinah/Indikasi Sunnah/Mandub/Mustahab.
Pandangan ini (yang menganggap Sunnah) adalah lemah, karena tidak ada fadhilah apapun dari Lisan Rasulullah Saw yang menjelaskan tentang berjalan kaki tanpa alas kaki, baik itu menyehatkan maupun Sunnahnya.

2. At-Tashabbuhu wat-Tamassiyi biwajhil-Baghiidhi wats-Tsaqiili wal-‘Aduwwi (التَّصَبُّحُ وَالتَّمَسِّي بِوَجْهِ الْبَغِيضِ وَالثَّقِيلِ وَالْعَدُوِّ) yaitu Tidur pagi hari (ba’da Shubuh) dan Tidur sore hari (menjelang Maghrib) dalam kondisi dendam, stress, dan berkecamuk akan menyebabkan semakin dzulmun (gelap/tidak adil) pandangan pemikiran, perasaan, dan penglihatan seorang Muslim.
Oleh karena itu dalam kondisi normal saja makruh tidur pagi ba’da Shubuh maupun tidur sore menjelang Maghrib, apalagi dalam kondisi tidak normal tersebut di atas (dendam, stress, dan berkecamuk).

3. Katsratul-Bukaa`i (كَثْرَةُ الْبُكَاءِ) yaitu Banyak Menangis (bukan karena taat, tunduk, dan taqwa kepada Allah SWT).
Inilah yang paling dominan membuat pandangan penglihatan pemikiran seorang Muslim semakin tidak adil yang jauh dari petunjuk dan cahaya kebenaran Islam.

4. Katsratun-Nazhari fil-Khaththid-Daqiiqi (كَثْرَةُ النَّظَرِ فِي الْخَطِّ الدَّقِيقِ) yaitu Terlalu Banyak Memperhatikan dalam problem sepele/kecil tak berarti (dengan mengabaikan problem besar yang urgen).
Inilah justeru yang paling berbahaya bagi seorang Muslim yang lebih memperhatikan/fokus urusan yang Mubah sepele malah abai urusan Sunnah bahkan Wajib, sehingga dipastikan terjadi ketidak-adilan pandangan maupun penglihatan seorang Muslim dalam menelaah solusi atas suatu problem.

Mari Warga MTR khususnya dan umat Muslim umumnya, kita wajib memahami apa itu qarinah, meninggalkan semua yang makruh, menangis hanya karena Allah SWT, dan memahami fiqhul-awlawiyat (fiqih prioritas hukum Syara’) supaya pandangan kita adil, obyektif, dan benar sesuai hukum Syara’.

Demikian pula bahwa penglihatan mata kita umat Muslim secara realitas kehidupan dunia hanya menghukumi perkara yang nyata/kongkrit terjangkau pancaindera. Dan pandangan pemikiran akal kita Umat Muslim secara rasionalitas bisa memastikan menghukumi sejumlah perkara yang tak terjangkau pancaindera hanya saja muthlaq membutuhkan perantara terindera sebagai petunjuk kebenaran muthlaq dari Sang Pencipta Alam Semesta.

Sehingga ada ungkapan bijak: “Suatu qaum/bangsa tidak akan pernah bisa bangkit dan maju peradabannya bila qaum/bangsa itu gagal membangun Pemikiran Rasional Pandangan Hidupnya!”

Mari kita jauhi empat perkara di atas yang membuat tidak adilnya penglihatan kita, saudaraku.

 

WOW..! TERNYATA VIRUS INI JAUH LEBIH BEBAHAYA DARI PANDEMI COVID-19

0

Masyarakat sadar akan bahaya virus covid-19. Namun banyak yang tidak menyadari ada virus yang jauh lebih berbahaya dari covid-19. Apa itu?

Utang…!

Bahaya utang akan membelenggu kreatifitas para pengusaha dalam mengembangkan bisnis dan menajaga keluarga akant tetap harmonis.

Lengkapnya, simak pejelasan Pak Pujiono, pengusaha jamu tradisional pada video terbaru #MasyarakatTanpaRiba ini : https://youtu.be/t2JDqtyMxC8

Anda ingin keluar dari tekanan utang riba? Ingin merasakan bahagianya hidup dan berbisnis tanpa utang?

Awali dengan membaca buku merah masyarakat tanpa riba. Dan hadiahkan buku ‘ajaib’ ini pada kerabat dan rekan bisnis Anda sebagai kado lebaran.

WA SEKARANG JUGA ke salah satu nomor di bawah ini untuk pemesanan bukunya.:

☎️ 0853-353-353-19
☎️ 0811-1818-29
☎️ 0852-8966-9696
☎️ 0811-1888-29

untuk pemesanan bukunya. 😊
.
.
Jangan ragu untuk SHARE, LIKE, dan KOMEN di video kita kali ini.
.
Ajak teman, saudara, ataur mitra bisnis Anda untuk SUBSCRIBE chanel #masyarakttanpariba agar lebih banyak masyarakat yang berhijrah bebas riba

*Yuk, TEKAN TOMBOL SUBSCRIBE-nya dan bunyikan loncengnya agar Anda selalu mendapatkan update video terbaru dari kami.*

https://www.youtube.com/masyarakattanparibatv
https://www.youtube.com/masyarakattanparibatv
https://www.youtube.com/masyarakattanparibatv

Jangan lupa sebarkan info berharga ini, sebagai bentuk dakwah dan amal sholeh.

#MasyarakatTanpaRiba #HidupTanpaRiba #BebasUtang #BebasRiba #PengusahaTanpaRiba #SolusiUtangRiba #BukuMerahMTR #SyareaWorld

17 Tahun Disekolahkan, 3 Sertifikat Lulus setelah 4 bulan “Les” di MTR

0

Bayangkan, 3 sertifikat property yang sudah tersandera selama 17 tahun di bank, bisa  “dimerdekakan” dalam  waktu 4 bulan!! Prestasi spektakuler itu diraih pak Thohir Fauzi, pengusaha kaos dari Ponorogo di tahun 2017 setelah aktif mengikuti event-event MTR.

Pak Thohir pantas berbahagia dan bangga atas prestasi  tersebut. Ia bahkan menganalogikan keberhasilannya sejajar dengan kelulusan strata tiga (S3) dari Universitas BPN Ponorogo.

Yup, seperti halnya para pengutang, mereka selalu  menyebut sertifikat yang disita bank sebagai jaminan utang dengan istilah “disekolahkan”. Dan yang membanggakan, sertifikat yang sudah belasan tahun disimpan di brankas bank itu, akhirnya  bisa dibawa pulang setelah ikut “les” program-program dari Masyarakat Tanpa Riba (MTR)

Bagaimana kisah selengkapnya? Kami angkat lagi success story #lunasUtangMiliaran dari Pak Thohir yang beliau sajikan dengan cara jenaka dan riang gembira, khas warga MTR. 😊

 

“Rabu, 5 April 2017, saya Thohir Fauzi, dinyatakan telah lulus S3 Universitas BPN  (Badan Pertanahan Nasional) PONOROGO dengan predikat terbaik; nilai A +++++++++++++++++ Semoga berkah dan barokah selalu dalam Ridla Allaah SWT.

Dan ijazah ini, mudah-mudahan bisa selalu tersimpan di brangkas rumah serta tidak pergi kemana-mana lagi, sampai anak, cucu dan keturunanku kelak.

Alhamdulillah. Kendati kuliah  S3 ini saya tempuh selama 17 tahun, berkat bantuan dan bimbingan SyaREA World bisa lulus dengan  sangat baik. Desember ikut seminar PBTR, action, 4 bulan 3 sertifikat keluar.  Alhamdulillah berkat bimbingan ustadz Samsul dan dukungan dari teman-teman MTR dan tentu saja karena ridha Allaah yang Maha Berkuasa.

Jujur saudaraku semua, saat ini  aku sangat bangga kepada MTR yang ternyata bisa mengubah kehidupanku menjadi tenang, bergairah, dan bersemangat lagi. Usahaku  semakin maju dan terarah  dalam menggapai sukses di dunia maupun akhirat. 

Padahal dulu sebelum kenal MTR, hidup terasa seperti tanpa harapan dan tujuan karena banyaknya utang.  Pusing dan terhinda rasanya, utang  tidak berkurang, justru semakin bertambah dan bertambah.”

Dan sekarang setelah semua pelajaran hidup yang kudapatkan dari MTR, goal terbesar hidupku adalah, “Menjadi Ahli Jannah” setelah mati nanti. #MTRituNyata

=>

Demikian, setelah 4 bulan menerapkan prinsip “Become my own lawyer” dan “I Create own chronology” dalam materi yang beliau peroleh dalam seminar Platform Bisnis Tanpa Riba (PBTR),  3 sertifikat yang beliau jadikan jaminan utang  di bank selama 17 tahun, bisa keluar.  Dengan kekuasaan Allaah, hal itu dimungkinkan karena beliau diberi keringanan untuk  membayar utang pokoknya saja. Tanpa bunga, tanpa denda, tanpa ribet dan tanpa tekanan mental.

Anda mau sukses seperti  pengalaman Pak Thohir? Mari berdoa  agar pandemi covid-19 ini segera Allaah angkat dan kita bisa bertemu dalam event-event MTR selanjutnya.

SENYUM

0

@MIslamBasri|MTRRiau||

 

”Senyum Itu Membuat Hidup  Lebih Mudah”

Kalimat di atas, merupakan jawaban polos dari Ngolo Kante, pemain Nasional Perancis yang memiliki penghasilan lebih kurang Rp5 Miliyar/pekan saat ini. Ia juga disebut  “The Nicest Man in Football” ketika dalam suatu kesempatan ditanya seorang jurnalis mengapa tampak selalu menebar senyum.

Pemain berkulit hitam legam ini adalah  anak dari imgran muslim Mali yang menjadi yatim sejak usia 11 tahun. Dan sejak usia itu juga, ia ikut berjuang mencari nafkah untuk ibu dan saudaranya sebagai pemulung dengan cita-cita sederhana; ingin mengangkat martabat hidup keluarganya

Dan kesungguhan, keuletan serta perilakunya yang selalu tersenyum, ternyata telah membuat Allaah memberi dirinya lebih dari sekedar apa yang pernah dicita-citakannya.

Lalu bagaimanakah dengan kita?

Sekali lagi, boleh jadi yang membuat hidup kita sering terasa sempit, termasuk tentang utang yang sulit dilunasi, bukan karena kita kurang ibadah, kurang kerja keras atau kurang kerja cerdas. Bisa jadi penyebabnya adalah kita selama ini terlalu memandang ringan dan remeh salah satu Hadits Agung Rosulullaah SAW ; “Senyum manismu di hadapan saudaramu adalah shodaqoh ( HR Tirmidzi )

Sabda Rosulullah ini, entah memang selama ini kurang dipahami atau kurang  baik dalam penyampaiannya, banyak yang memaknainya bahwa senyum adalah sedekah yang yang paling murah dan paling kecil nilai pahalanya, sehingga tak sedikit yang mengabaikannya. Barangkali termasuk juga kita.

Mari kita belajar bersama untuk selalu bisa tersenyum.

Memang takkan mudah, tapi yang pasti ada di antara insan muslim biasa yang bukan nabi dan juga bukan ulama, yang  sanggup senantiasa mengamalkannya.

Dan juga perlu di ingat, salah satu slogan MTR; “Bersahabat Dalam Dakwah” yang sentiasa kita alu-alukan, makna hakiki yang sesungguhnya, tak lain tak bukan adalah ’SENYUM’.

# PIKIR dan RENUNGKANLAH

BangKamRi 1441 S

PENGUSAHA WAJIB TAHU! INILAH TABIAT UTANG YANG TELAH MEMPERBUDAK DIRINYA

0

Banyak pengusaha yang tidak menyadari, kesalahan fatal yang dilakukannya untuk mengembangkan bisnis dengan utang ternyata telah memperbudak dirinya.

Dia merasa senang ketika pinjaman dari si aBank cair. Uangnya berlimpah. Padahal hakikatnya itulah awal keterpurukan hidup dan bisnisnya.

Dia bekerja keras banting tulang hanya untuk bayang utang cicilan yang terus membesar. Dia kerahkan semua aset untuk mencari uang dan setor ke si aBank. Setiap saat pikirannya dihantui tanggal jatuh tempo.

Simak pejelasannya di video terbaru #MasyarakatTanpaRiba ini.

Anda ingin keluar dari tekanan utang riba? Ingin merasakan bahagianya hidup dan berbisnis tanpa utang?

Awali dengan membaca buku merah masyarakat tanpa riba. Dan hadiahkan buku ‘ajaib’ ini pada kerabat dan rekan bisnis Anda sebagai kado lebaran.

WA SEKARANG JUGA ke salah satu nomor di bawah ini untuk pemesanan bukunya.:

☎️ 0853-353-353-19
☎️ 0811-1818-29
☎️ 0852-8966-9696
☎️ 0811-1888-29

untuk pemesanan bukunya. 😊
.
.
Jangan ragu untuk SHARE, LIKE, dan KOMEN di video kita kali ini.
.
Ajak teman, saudara, ataur mitra bisnis Anda untuk SUBSCRIBE chanel #masyarakttanpariba agar lebih banyak masyarakat yang berhijrah bebas riba

*Yuk, TEKAN TOMBOL SUBSCRIBE-nya dan bunyikan loncengnya agar Anda selalu mendapatkan update video terbaru dari kami.*

https://www.youtube.com/masyarakattanparibatv
https://www.youtube.com/masyarakattanparibatv
https://www.youtube.com/masyarakattanparibatv

Jangan lupa sebarkan info berharga ini, sebagai bentuk dakwah dan amal sholeh.

#MasyarakatTanpaRiba #HidupTanpaRiba #BebasUtang #BebasRiba #PengusahaTanpaRiba #SolusiUtangRiba #BukuMerahMTR #SyareaWorld