Friday, January 23, 2026
Home Blog Page 16

Ruang Berfikir Warga MTR

0

Diskusi ini terjadi di salah satu kamar MTR Jumat pagi. Awalnya, Pak MY memosting  link ini https://majalah.tempo.co/read/ekonomi-dan-bisnis/160927/kredit-jumbo-yang-menyandung-bank-mayapada?utm_source=facebook&utm_medium=socialbee&utm_campaign=heru . Lalu memberikan ulasan,  yang  kemudian mendapat tanggapan dari warga MTR lainnya. Hingga terjadilah ruang diskusi seru penuh renungan seperti di bawah ini.

 

MY :  “Dibalik pemberitaan akan kesuksesan para orang kaya di Indonesia bahkan mungkin dunia, jika Anda gali lebih dalam mereka sesungguhnya adalah miskin. Lihat bagaiamana pasca resesi, satu per satu kedok dan aib mereka terbuka lebar.

Mereka hakikatnya berutang, bukan berbisnis. Bayangkan…Untuk utang saja mereka sudah sangat licin dan penuh trik. Namun anehnya banyak yang masih percaya dengan saran mereka dan takjub dengan ucapan para konglomerat yang bicara CSR, UKM, dll…

Saya hanya berfikir, masih adakah  dan masih punyakah mereka harga diri, jika bisnis yang membuat mereka disebut konglomerat pada dasarnya adalah kongkalikong utang?  Nauzubillahi min dzalik…

Orang-orang seperti ini yang secara fakta mengelilingi  XXXXXX. Semua dilakukan tidak lain demi kekuasaan, agar mudah mengatur kebijakan.  Hmmm…Jangan berharap Indonesia akan jadi lebih baik, jika orang-orang seperti ini masih diberi tempat dalam pentas kekuasaan Indonesia.

Bagi pegiat, Anda tidak bisa berhenti dan puas dengan itu saja. Naikkan level pemikiran, tingkatkan ilmu buat pencerahan diri, keluarga dan lingkungan sekitar. Jadilah contoh bagaimana menjadi besar dengan cara benar. Bantu umat yang masih terjerat dalam lingkaran utang dan riba.

Bagi yang sudah survive dan punya kelapangan waktu, perbanyak majelis ilmu dan datangi guru-guru, ikuti halaqoh, terlibat langsung dan luangkan waktu untuk penangangan kasus warga. Jangan menjadi ‘elit’ baru di masyarakat. Humble dan membumilah. Wallahua’lam bissawab.”

 

USA :  Bukankah Rosul sudah mengingatkan agar kita jangan pernah ta’jub kepada orang yang “tampak” kaya ketika masih ada riba dalam pengembangan hartanya?”

 

MY“Nah, begitulah tadz…. Anehnya masih banyak yang percaya dengan apa yang dikatakan para motivator yang landasan berfikirnya tentang riba enjoy-enjoy saja. Saya yakin sebagian yang mereka lakukan saat ini masih dalam lingkaran riba. Kalau begitu kelasnya jauh dari layak untuk dijadikan pegangan. Masih mau mengambil advice dari mereka yang pro utang dan riba?🤫

Kasihan rakyat Indonesia yang dengan semangatnya terus bisa dibohongi. Semoga kita tidak lelah dan terus istiqomah dalam dakwah. Lewat buku merah mari kita cerahkan umat akan tabiat buruk utang.

 

FR :   “Faktanya yang terindera mereka kaya. Dan tidak hanya mereka, sahabat-sahabat  kita juga banyak yang melakukannya….

Itulah mengapa landasan Aqidah sangat penting bagi seorang Pengusaha Muslim, untuk mengetahui mana halal & mana yang haram,  dan mana cara-cara batil yang harus di tinggalkan, untuk  menjalankan syariat Islam  secara Kaffah. Muslim harus sadar akan rapuhnya bisnis yang dikembangkan dengan utang dan cara-cara batil. Kita harus bisa meninggalkan utang dan riba.

 

Pembaca warga MTR, diskusi bernas seperti itu adalah keseharian obrolan di grup Opinion Leader MTR. Sembari belajar menulis bersama, kami juga belajar membaca realita di sekeliling kita, untuk kemudian bersama-sama memikirkan solusi apa gerangan yang bisa kita kontribusikan atas problema-problema  yang ada di masyarakat saat ini.

Berfikir adalah kewajiban setiap Muslim. Bukankah Rasul kita Muhammad Salallahu ‘alaihi wassalam adalah pemikir besar sejak sebelum masa kenabian?  Dalam penjagaan Allah azza wa jalla, pemikiran-pemikiran beliau selalu terpelihara dari kejahiliahan yang merajalela saat itu. Hingga dengan bimbingan Allah, beliau menjadi pelopor perubahan yang membawa masyarakat  dari kegelapan menuju cahaya Illahi yang benderang.

Imperium besar terbangun dari pemikiran-pemikiran. Jika kita ingin segera mendapat pertolongan Allah atas tegaknya aturan Islam yang kaffah di muka bumi ini, jangan pernah lalai untuk membaca, berfikir  dan mencari solusi atas berbagai  masalah di sekeliling kita. Menggarisbawahi pemikiran Pak MY di atas, mari   segera luangkan waktu untuk terlibat langsung dalam penanganan kasus-kasus warga  secara humble dan membumi.

Agar Syirkah Barokah, Perhatikan 9 Masalah Penting ini

0

@Ust.MAbd.Qadim.Muhtadi & M.Ally|MTR||

Hati-hati dalam bersyirkah, karena Allaah Subhana wa ta’ala  adalah pihak ketiga, yang selalu mengawasi bisnis dan tingkah laku kita. Jika semua pihak yang bersyirkah amanah, jujur,  satu visi, misi dan budaya kerja In syaa Allaah akan banyak keberkahan dan keberlimpahan. Namun jika ada yang berkhianat atau belok dari rule, maka dipastikan bisnis Syirkah Anda akan bermasalah dan tidak ada kebarokahannya. Hakikinya, kita berbisnis adalah untuk mengharap ridho Allaah subhana wata’ala.

Menurut syariat, syirkah adalah suatu akad antara dua pihak atau lebih, yang bersepakat untuk melakukan suatu usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan.  Pahami  ilmunya sebelum melangkah.  Jangan memutuskan apapun sebelum memperhatikan 9 hal penting berikut ini.

 

  1. Anda dan calon mitra belum paham ilmu-ilmu muamalah dan fiqh muamalah dalam Islam. Samakan visi, misi, dan budaya kerja terlebih dahulu sebelum melangkah.
  2. Anda dan calon mitra belum paham hukum syirkah, rukun-rukun dan syarat-syaratnya.
  3. Anda dan calon mitra belum paham ragam syirkah yang dilegalkan syariat Islam
  4. Anda belum paham dan kenal secara detil siapa saja pengelola riilnya. Jangan mudah terpesona dan terkelabui dengan macam-macam klaim struktur dewan penbasihat, dewan pengawas, maupun dewan-dewan hipnots lainnya yang bisa menjadi kedok kamuflase agar syirkah mereka terkesan legal dan sesuai Syariah Islam
  5. Anda belum melakukan tatap muka langsung satu majelis dengan pihak pengelola riil hingga mengetahui track record profesionalitasnya sesuai fakta benar-benar sebagai pengelola, bukan sekadar narasi katanya dan katanya dari sumber yang tidak jelas
  6. Pengelolanya ternyata hanya menghimpun modal/dana umat/invetor lalu modal yang terkumpul dilempar/disyirkahkan ke tahapan berikutnya kepada mitra/klien binaannya, atau dikamuflase sebagai cabang dan sejenusnya. Ini jelas bukan syirkah syar’iy tapi syirkah bathilah yang diharamkan.
  7. Dalam kongsi syirkah tersebut Anda temukan permodalan boleh keluar masuk kapan saja, atau investor diberikan kemudahan jual-beli lembaran semacam saham. Ini juga syirkah yang bathil karena hakikat syirkah itu hanya 2 pihak, dan pihak ketiga  hanya Allah SWT sebagai pengawas/saksi keamanan kejujuran profesionalitas pengelola. Allaah SWT telah berfirman:  “Aku adalah pihak ketiga dari dua pihak yang ber-syirkah selama salah satunya tidak mengkhianati yang lainnya. Kalau salah satunya berkhianat, Aku keluar dari keduanya”. [HR. Abu Dawud, al-Baihaqi, dan ad-Daruquthni].
  1. Segera mundur jika sebagai investor Anda merasa tidak tsiqah/percaya kepada pihak calon pengelola. Jangan mudah tergiur modus playing victim oknum yang tidak bertanggungjawab.
  2. MTR sendiri tidak menyarankan warga MTR yang baru gabung, baru kenal dengan warga MTR lain untuk buru – buru melakukan syirkah karena berisiko. Dan saat syirkah dilarang memakai nama MTR. Bersabarlah sampai benar – benar Anda siyaaap dan paham ilmu – ilmu Muamalah dalam Islam serta bertemu dengan calon mitra yang kafa’ah dan amanah

 

 

Versi Lengkap Doa Lunas Utang Miliaran #6

0
berdoa agar cepat lunas utang

Doa Cepat Lunas Utang ini berasal dari jalur Syahidah Shahabiyyah yang sekaligus Isteri Rasulullah Saw yaitu Ummul-Mu`minin Sayyidah ‘A`isyah Rha.  Yang mana Sayyidatina ‘A`isyah Rha mendapatkankan Doa Ma’tsurat *)ini dari sang Ayahanda –Sayyidina Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq Ra yang diajarkan doa ini oleh Rasulullah Saw.

Adapun kisahnya sebagai berikut :

“Telah bertutur Ayah kepadaku;  ‘Maukah engkau aku ajarkan sebuah doa yang aku telah diajarkan Rasulullah Saw yang mana Beliau Saw bersabda, “Seandainya engkau (wahai Shahabatu Abu Bakar) memiliki utang harta semisal sebesar gunung Uhud, maka niscaya Allah SWT akan (menolong) melunasi utangmu.”‘

Aku (Ummul-Mu`minin Sayyidatina ‘A`isyah Rha) menjawab, ‘Aku mau, Ayah.’

Beliau (Ayahku) bertutur, ‘Ucapkan(Berdoa)lah:’

اللَّهُمَّ فَارِجَ الْهَمِّ وَكَاشِفَ الْكَرْبِ ، مُجِيبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّينَ ، رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ ، أَنْتَ رَحْمَانِي فَارْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِينِي بِهَا عَنْ مَنْ سِوَاكَ.

[Al-Hadits Asy-Syarif Marfu’ Riwayat Al-Hafizh Imam Abu Bakar Al-Bazzaar Rh. Matan yang sama atau mirip dan semakna juga diriwayatkan Imam Ibnu Abi Syaibah, Imam Al-Hakim, Imam Ad-Daylamiy, dan Imam Ibnu ‘Adiy Rhm].

Semoga manfaat dan mendapatkan pemahaman yang diberkahi Allah SWT.  Silakan di’amalkan rutin setiap seusai Shalat Lima Waktu maupun seusai Shalat Sunnah, plus tetap tawakkul dan fokus Ikhtiar maksimal.

Semoga Allah SWT mengabulkan Doa Ikhlas dari Bapak/Ibu Warga MTR hingga disegerakan Lunas Utang Miliaran dengan mendapatkan UNLOGIC (Kemudahan dan Pertolongan) Allah SWT.

Aamiin Ya Mujiibas-Saa`iliin 3X. (Ust. Abd.Qadim)

 

*) Doa Ma’tsurat  artinya doa yang bersanad/bersambung atau diajarkan Rasulullah Saw yang sampai kepada kita secara muttashil/bersambung/tidak terputus para perawi Al-Haditsnya.

 

Step by step Lunas Utang Miliaran ala Warga MTR

0

Dahulu, ada seorang mantan karyawan yang ingin memajukan diri menjadi pengusaha. Karena baginya, hidup itu pilihan; memerintah atau diperintah. Akhirnya, pemuda itu memutuskan untuk memilih posisi sebagai yang memerintah (menjadi pengusaha).

Usaha yang ia geluti adalah mengolah limbah jadi berkah. Kotoran sapim ayam dan blotong yang  di mata Sebagian orang  tidak ada harganya, ia olah menjadi pupuk organic yang memiliki nilai ekonomis. Perlahan-lahan usahanya  mendapatkan respon pasar dan semakin berkembang.

Namun seiring itu, ia mulai merasa tidak sabar  dengan perkembangan usaha yang dirasakan lambat. Ditambah perasaan bosan miskin dan ingin cepat kaya, ia pun memberanikan diri untuk berkenalan dengan utang. Di dalam pikirannya saat itu :

– kalau ingin usaha, ya harus berani utang

–  tanpa utang, usaha tidak semangat

– utang itu mulia karena memberi bunga kepada orang, bukan meminta

– di luar itu ia juga punya pikiran yang tak terungkap, bahkan utang adalah alat bantu untuk mengetes kepercayaan seseorang.

Waktu berjalan, ia pun semakin terbiasa hidup dan berusaha berdampingan dengan utang. Dari satu titik, keakrabannya dengan gaya hidup berutang melebar ke banyak titik. Sampai sebaran titiknya melebihi angka kalender, sampai akumulasi nolnya mencapai belasan digit.

Mulailah dia pusing dengan tanggal jatuh tempo yang datang tiap hari. Kalau jatuh cinta kepada pasangan halal sih enak, bertemu tiap hari. Kalau ketemu jatuh tempo utang…hmmm seperti menunggu detik-detik diterkam buaya..

Singkat cerita, 9 tahun sudah ia menjalankan  bisnisnya berdampingan dengan utang yang semakin bergumpal. Dari luar, penampilannya tampak mentereng, sukses, kaya, wah.. namun sejatinya rapuh di dalam. Ia  kehabisan cash karena semua uang cash tergerus angsuran dan bunga. Ia telah menggadaikan hidupnya, membayar kepastian dengan ketidakpastian.

Ia mencoba bercermin ke dalam, mencari tahu apa yang terjadi di perusahaannya. Akhirnya ia menyimpulkan, akar  dari masalah itu adalah utang. Ia telah kecanduan, tak berdaya untuk lepas dari utang, dan jumlahnya terus bertambah.

Dia menjadi takut setiap kali menghadiri takziah mendengarkan pidato pelepasan jenazah yang selalu membahas tentang utang jenazah. Tak terbayangkan jika dia diambil nyawanya dalam kondisi utang tidak terlunaskan. Bagaimana keluarganya? Bagaimana pertanggungjawabannya di hadapan Allah sang  penentu hisap.

Semakin takutlah dia. Hingga akhirnya, awal 2018 muncul tekadnya untuk tidak mengambil utang lagi apapun kondisinya. Yang ada berusaha ia selesaikan, dan mulailah ia hijrah untuk meninggalkan utang.

Untunglah akalnya masih bisa berfikir jernih dalam menyusun langkah demi langkah menuju lunas utang miliaran dengan strategi berikut:

  1. Tobat say no to utang apapun kondisinya, kecuali darurat (misalnya berkaitan dengan nyawa dan keselamatan)
  2. Mencatat semua utang yang ada, dan diberi rangking prioritas untuk penyelesaiannya.
  3. Mengajak rapat keluarga dan karyawan karena semuanya harus sepakat dan mendukung.
  4. Disiplin membedakan kebutuhan dan keinginan.
  5. Cash basic (beli kalau ada uangnya)
  6. Sabar untuk memiliki sesuatu.

Dengan prinsip bersahabat dalam dakwah, ia berusaha melakukan negosiasi terhadap semua pihak yang terkait  utang piutang dengannya.  Menjelaskan tahap-tahap program lunas utang miliaran yang tengah ia jalankan serta rencana penyelesaiannya. .

Yang ia lakukan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan.   Namun dengan perjuangan kuat dan konsisten yang dijalaninya selama 2 tahun terakhir,  perlahan tapi pasti, perjalanan menuju lunas utang miliaran rupiah hamper samnpai pada tujuan.

Kepada kreditur yang sudah memberi piutang, ia mengucapkan terimakasih atas bantuan dan kelonggarannya selama ini. Serta permohonan maaf  jika mereka terdampak akibat program penyelesaian utang-utangnya.

What is your focus, that will enlarge. Bisnis fokusnya ya membesarkan bisnis, bukan  focus untuk bayar  utang. Jangan sampai memutar  bisnis hanya untuk membayar cicilan.

Hijrah itu memang tidak mudah, tapi indah dibelakang.

 

Adewe – selfreminder, streetstory

 

ASKIDA EKMEK – Sedekah dalam Sepotong Roti

0

©MY080420|MTRTangerangRaya||

Terjemahan harfiahnya sih “roti yang ditangguhkan” atau “roti yang digantung”. Tradisi ‘askida ekmek’ ini sudah dilakoni di Turki selama berabad-abad.

Kalau kata Profesor sejarah Febe Armanios yang fokus meneliti hubungan Kristen-Muslim di Timur Tengah dan sejarah makanan di Middlebury College di Vermont, Amerika Serikat,  askıda ekmekis merupakan sebuah kebiasaan yang berakar pada zaman Ottoman.

Mungkin kita bisa membeli roti atau bahan makanan pokok, tapi hanya sebagian saja yang kita ambil/makan, sisanya untuk bersedekah. Hal ini terkait erat dengan ajaran dan tradisi Islam yang merupakan agama dominan di Turki.

Hendaklah orang yang mampu memberikan sesuatu kepada orang lain sesuai dengan kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi santunan dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS 65/At-Thalaq: 7)

Ayat diatas merupakan ‘kode keras’ tentang pentingnya memberi santunan, terlebih di masa covid ini. Jangankan yang dilapangkan rezekinya, yang disempitkan rezekinya pun diminta kontribusinya sesuai kemampuan. Karena sesudah kesempitan, Allah pasti akan memberikan kelapangan.

Perlu diingat yang dilapangkan rezekinya atau disempitkan rezekinya bukan otomatis berkolerasi dengan kaya miskin, lho? Di masa covid-19 ini — dari kuli bangunan sampai kontraktor milyaran, banyak yang merasa disempitkan rezekinya. Ya, nggak? Ngaku deh! Tapi membantu sesame, kudu ya Bro?

Itulah pentingnya kita semua tanpa terkecuali meluangkan waktu beberapa menit untuk mengisi form jejaring ekonomi lewat link yang diberikan korda MTR masing-masing. Bagi yang belum paham atau kesulitan, share aja di WAG atau japri, insya Allah banyak yang bantu.

 

Back to ‘askida ekmek’

Nah, para fakir miskin, atau ibnu sabil yang kebetulan lewat toko tersebut merasa butuh pengganjal perut, mereka tinggal ngomong saja sama kepada pemilik toko.

Askıda ekmek var mi (Apakah ada roti dikait?)”

Jika pedagang bilang ada, maka mereka dapat mengambil roti yang digantung tersebut secara gratis.

 

Dikutip dalam risalah Masail Ajaba ‘anha,  al-Hafidz  Ibnu Hajar pernah ditanya tentang hukum menghinakan roti. Apakah boleh membuangnya di tanah? Atau kita harus mengagungkannya?

Begini jawaban al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani,

لا أعلم أحدًا من العلماء قال بجواز إهانة الخبز، كإلقائه تحت الأرجل، وطرح ما تناثر منه في المزبلة مثلاً أو نحو ذلك، ولا نصّ أحد من العلماء على المبالغة في إكرامه، كتقبيله مثلاً، بل نصّ أحمد رضي الله عنه على كراهة تقبيله ،

Saya tidak mengetahui ada seorangpun ulama yang mengatakan, “Boleh menghinakan roti,” seperti diinjak, atau membuang roti sisa di tempat sampah atau semacamnya.

Juga tidak ada satupun ulama yang menyarankan untuk berlebihan dalam  memuliakan roti, seperti mencium dalam rangka memuliakan. Bahkan Imam Ahmad radhiyallahu ‘anhu menegaskan dibencinya mencium roti untuk memuliakan.

Di Turki jika sepotong roti secara tidak sengaja jatuh ke tanah, maka roti tersebut harus diambil secepat mungkin dan diletakkan di tempat yang lebih tinggi.  Sikap ini pernah ditunjukkan pesepakbola Jerman keturunan Turki, Mesut Ozil. Dalam suatu pertandingan, Ozil dilempari roti oleh suporter tim lawan. Alih-alih membalas lemparan atau menunjukkan sikap marah, Ozil justru memungut roti tersebut, kemudian meletakkan kembali roti itu di tempat yang cukup aman di luar lapangan.

Orang Turki emang  tak terbiasa membuang sisa makanan mereka. Biasanya roti putih yang sudah basi akan kembali diolah menjadi roti panggang, remah roti Prancis, atau untuk makan hewan.

“Askıda ekmek var mi? – Apakah ada roti dikait?”

 

Wallahua’lam bissawab.

✍️ Education For All

Asyik Gowes Utang Beres dengan Jersey MTR

0

Sahabat sekalian, ingatkan? Saat pertama kita belajar naik sepeda.  Awalnya sulit, namun seiring kesabaran, akhirnya kita bisa mengendarai dan mengendalikannya. Dan lama-lama, kita akan merasakan asyiknya sepedaan, alias pit-pitan (Bahasa Jawa—red), atau gowes dalam Bahasa anak muda sekarang.

Nah, Ahad  (12/07) kemarin, MTR #03 mengadakan acara “Gowes Bersama Pegiat dan Warga MTR”. Suasana penuh solidaritas sangat terasa di antara para peserta. Bahkan saat sahabat yang rumahnya jauh minta ijin terlambat sampai, peserta lain  ikhlas menunggu dengan lapang dada agar bisa “start” bersama. Kami mengambil titik start dari “Home Addict” milik pak Hermawan yang terletak di pusat kota Yogyakarta.

Bersama-sama kami menyusuri rute   yang lumayan jauh. Namun anehnya, hamper tak kami rasakan lelah. Sampai-sampai seorang peserta mengatakan,”Ustadz, Alhamdulillah, tidak terasa capek sama sekali.

Berfikir sejenak, sejurus kemudian saya seperti mendapatkan ilham jawaban “Iya sahabatku, bersama kita kuat. Namun bayangkan jika kita gowes sendiri, boleh jadi sudah dari tadi kita balik kanan, tak jadi lanjutkan perjalanan.” 😁

Sahabat, mampir sejenak di rumah Bu Dea, kami mendapat sajian timlo nan lezat, berikut aneka penganan dan buah-buahan.  Tak hanya santapan lahir, ruhiyah kami pun disegarkan santapan rohani dari   Ust. Donie Riw yang  membawakan tema “Menjadi Orang Besar Sejati”.

Melalui tausyiahnya, Ust Donie menyampaikan pesan Allaah, bahwa manusia dengan latar belakang apapun, kaya ataupun papa, semua bisa meraih keutamaan orang besar sejati asalkan mampu berperan dalam “proyek besar” Allaah ta’ala dan berkontribusi dengan apapun yang dia miliki.

Tak lupa, di sela-sela  event “AsyikGowesUtangBeres” itu,kami membagi-bagikan Buku Merah MTR kepada apparat Kepolisian, Staf Dinas Perhubungan dan masyarakat umum. Mudah-mudahan bisa menjadi berkah bagi mereka.

Akhir kata, sahabat semuanya. Mari kayuh “sepeda” kita hingga tercapai segenap asa mulia bersama. Sampai ketemu insyaAllaah di #AsyikGoweUtangBeres berikutnya. Tentu saja bersama MTR. Salam chash dan salam lunas. Wallaahu a’lam. [UALS]

 

Bersama Buku Merah, si Pengutang Berubah Jadi Pejuang

0

@MIslamBasri|MTR Riau||

Buku Merah  memang tak bisa bicara, tapi telah banyak kata-kata serta pesan kebaikan yang tersampaikan melalui dirinya.

Buku Merah ini terhadir lewat alur cerita yang wajar-wajar saja.  Tiada  keajaiban dalam proses kelahirannya.

Namun bersama kehadirannya, banyak terlahir kisah-kisah dan cerita  unlogic Indah  dari orang-orang yang tersentak dan tersadar dari mimpi-mimpi buruk bertajuk Utang dan Riba

Buku Merah ini berisi cerita serta goresan kisah fakta yang sederhana..

Tapi, sepertinya ALLAAH Azza wa Jalla telah menggariskan buku sederhana ini akan menjadi atau bahkan telah menjadi fenomena dan secara fakta telah berhasil menjadi sumber inpirasi yang bisa membuka kesadaran dan mengubah cara berpikir banyak orang.

Diantaranya, mengubah seorang “pengutang sejati” menjadi “pejuang penolong agama Allaah dan RasulNya”.

Buku Merah ini memang hanya kumpulan kertas yang tak bisa bersuara. Tetapi di setiap lembaran halamannya, mampu menghasilkan gemuruh yang  memekakkan telinga serta bisa menghentakkan dada. Terutama bagi kelompok pecinta utang dan riba yang baru  saja bersua dan berkenalan dengan dirinya.  PIKIR dan RENUNGKANLAH.

BangKamRi 1441

Lunas Utang Miliaran, walau Aset tak Laku Dijual

0

“Hilangkan kemelekatan terhadap dunia, niscaya Allaah akan menolongmu.”

Sudah setahun lebih kami tawarkan tanah, tawarkan rumah, tawarkan kantor untuk dijual, tapi sampai sekarang belum laku juga.  Padahal itu yang kami andalkan untuk bisa melunasi utang-utang kami. Menurut kami, utang sebanyak  itu tidak mungkin bisa lunas tanpa menjual rumah atau tanah.

Namun, memang betul rencana Allaah selalu lebih baik dari pada rencana kita.  Allah lebih tahu mana yang terbaik untuk hambaNya.  Semua sudah ditetapkan olehNya.  Allah sudah menyiapkan skenario untuk kita.

Tanah dan rumah yang sudah setahun lebih kami iklankan, kami pasangi spanduk “DIJUAL”, ditawarkan dan dipasarkan melalui broker, sampai hari ini belum laku.

Namun Alhamdulillah,  sertifikat rumah dan kantor  yang kami miliki, saat ini sudah ada di rumah. Ini artinya, utang kami sudah lunas. Allaah telah menolong kami LUNAS UTANG MILIARAN !! Aset kami selamat tetap di tangan.   (Priyono – MTR Sulawesi, Alumni SMHTR #3)

 

#LunasUtangMiliaran #MTRItuNyata #MTRItuAneh

Tips Lunas Utang Miliaran ala MTR

0
  1. Sadar akan beban utangnya
  2. Sering mendatangi/silaturahmi kepada warga MTR yang sudah Lunas Utang Miliaran
  3. Mendatangi acara tatap muka di MTR
  4. Sering selfi atau groufie bersama warga MTR dengan “salam Lunas/Cash”
  5. Up date Ilmu di MTR (bisnis, keyakinan, pemikiran, ibadah, fiqih muamalah)
  6. Yakin akan lunas utang miliaran, & Allaah- lah yang membuat kita lunas utang miliaran, cepat atau lambat.

 

Education for All

Prof. Dr. Oz. MTR

#MTRItuNyata Membantu Lunas Utang Miliaran

0

Ada ..

Walau dalam masa pandemic corona, dakwah tetap berjalan.  Tetap semangat membantu ummat.

Alhamdulillah, ini adalah bagian dari pada perjuangan membela agama Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki, maka tidak ada yang sulit baginya.

Di sini yang dibutuhkan adalah kesabaran, ketekunan,  benar-benar bertobat dalam istiqomah.

Saat stay at home, bukan berarti diam saja di rumah. Akan tetapi aktivitas harus tetap berjalan.

Diam saja itu bukan solusi.  Kegiatan harus tetap berjalan. Dakwah tak boleh berhenti untuk membantu ummat.  Walau dari mana mereka datang. Siapa mereka,  apa tujuannya, umat harus kita layani dengan baik.

Tak  ada kata batas waktu, kondisi apapun, saat kritis keadaan, harus tetap semangat. Berjuang membantu mencerahkan umat.  

Dan alhamdulillah ini adalah bukti nyata. Warga MTR  tetap semangat membantu agama, negara dan bangsa.

Hasilnya dalam kondisi menyebar ya isu virus corona,  kami bisa membantu menyelesaikan utang piutang .  Dalam waktu tidak sampai tahunan atau berbulan bulan.

Bahkan dalam kondisi isu covid berlangsung,  kami juga bisa menyelesaikan dan mengembalikan sertifikat yang selama ini tertahan di Lembaga Ribawi. Dengan ijin Allah tanpa bayar BDO.

Barakallah .  Allahu Akbar. (Hj. Rohana)