Sunday, August 31, 2025
Home Blog Page 4

Pertanyaan Sulit

0

Andai ALLAAH memberi kita umur panjang dan memiliki keturunan yang banyak,

pertanyaan yang nantinya paling sulit untuk dijawab dari berbagai pertanyaan anak keturunan..,cucu cicit kita nanti,

Bukanlah tentang berapa banyak harta kekayaan yang kita miliki,  Bukan pula tentang berapa tinggi pangkat dan jabatan yang pernah kita duduki,

Atau tentang berapa banyak gelar  pendidikan serta penghargaan dunia  yang telah dan pernah kita raih

Namun, yang menjadi pertanyaan terberat bagi kita nantinya adalah ketika  mereka bertanya, ”Apa yang telah, pernah dan istiqomah Ayah/Ibu/Kakek/Nenek lakukan untuk ikut serta memperjuangkan kejayaan agama ALLAAH dan RosulNYA?

# PIKIR dan RENUNGKANLAH

M. Islam Basri, BangKamRi  (Bangkinang – Kampar – Riau) 1441

Senyum Ciri Ahli Ma’ruf

0

💧 AHLUL-MA’RUF DUNIA SELALU TERSENYUM RIANG BAHAGIA 💦

🕌 الحديث الشريف
🕌 Al-Hadits Asy-Syarif

▫️ عَنِ الْحَسَنِ أَنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

▪️ Dari Shahabat Al-Hasan bin ‘Aliy Ra bahwa Rasulullah Saw telah bersabda:

▫️ إِنَّ [مِنَ الصَّدَقَةِ] أَنْ تُسَلِّمَ عَلَى النَّاسِ وَأَنْتَ طليق الوجه.

▪️ “Sungguh (dalam riwayat lain ditambahkan; termasuk bagian dari shadaqah) bila Anda mengucapkan Salam kepada umat Muslim dan Anda menampakkan wajah senyum berseri-seri.”

▫️ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
▪️ Dari Tabi’iy Muhammad bin Al-Munkadir Rh (secara mursal meriwayatkan dengan) bertutu; Telah bersabda Rasulullah Saw:

▫️ إِنَّ اللَّهِ يُحِبُّ الْوَجْهَ الطَّلِيقَ.
▪️ “Sungguh Allah SWT sangat menyukai wajah (seorang Muslim) yang senyum berseri-seri.”

▫️ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ قَالَ:
▪️ Dari Shahabat yang ‘alim, ‘Abdullah bin Al-Harits bin Jaz`i Ra bertutur:

▫️ مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَكْثَرَ تَبَسُّمًا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى الله عليه وسلم.
▪️ “Tidaklah aku melihat seorang pun yang paling banyak tersenyum dibanding Rasulullah Saw.”

▫️ عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ:
▪️ Dari Shahabat yang mulia Jarir bin ‘Abdillah Ra bertutur:

▫️ مَا رَآنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْذُ أَسْلَمْتُ إلا تبسم في وجهي.
▪️ “Tidaklah aku melihat Rasulullah Saw sejak aku masuk Islam, kecuali Beliau Saw selalu tersenyum setiap di hadapanku.”

📚 [Al-Hadits Asy-Syarif Riwayat Imam Abu Bakar Ibnu Abid-Dunya Rh]

✍🏻 Rasulullah Saw selama mendakwahkan Islam, senantiasa penuh senyuman dari wajah Beliau Saw.

📝 Karena senyum seorang Muslim Ahlul-Ma’ruf di hadapan saudara Muslim lainnya, adalah bernilai shadaqah, bahkan di hadapan orang kafir dan musyrik sekalipun.

📖 Oleh karena itu maksimalkan dalam aktivitas kebaikan senantiasa tersenyum riang gembira bahagia, baik saat berhadapan dengan Umat Muslim maupun kaum kafir dan musyrik. Karena inilah ciri menonjol Ahlul-Ma’ruf (Pelaku Kebaikan) Dunia, mudah dilakukan setiap saat namun dibalas pahala.

🤲🏻 Demikian semoga manfaat dan mendapatkan pemahaman yang diberkahi Allah SWT.

#IstiqamahDiJalanDakwah
#IstiqamahSenyumRiangRaihBahagia
#IstiqamahBersahabatDalamDakwah

الفقير و الحقير الى الله،
اخوكم، محمد طه يس الامين.

Usaha dengan Semangat Utang?

3

@MAG||

Saudaraku yang kami rindukan…

Mari kita berpikir sejenak dan merasakan perbedaan apa itu  “semangat” dan  apa itu “panik”?

 

Kita ambil contoh..

Jika antum mengejar suatu prestasi misalnya lomba lari, tentunya muncul semangat pada saat latihan maupun di arena pertandingan.

Karena Goal setting nya jelas; ingin menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut! Begitu juga aturan mainan nya jelas.

Tentunya juga mengerjakan aktivitas dengan perasaan senang riang gembira dan SEMANGAT.

 

Akan tetapi apabila seseorang yang sedang dikejar anjing sampai lari terbirit-birit, itu bukan semangat.. itulah yang dinamakan PANIK.

Berbeda sekali khan perasaannya, meskipun tindakannya sama lari?

 

Bagaimanapun juga, UTANG tidak akan membuat Anda semangat melainkan hanya kepanikan. Karena  jika gagal akan berat resikonya.

Ada yang berpengalaman, gagal bayar angsuran maka jaminan orang tersebut akan terancam. Apalagi kalau sudah waktunya jatuh tempo. Hatinya gelisah di malam hari dan terhina di siang hari.

 

Berbeda,

Orang semangat, pasti akan jelas goal-setting yang akan diraih.  Orang semangat itu kreatif dan solutif, dan masih berfikir jernih untuk jangka panjang.

Sedangkan orang panik nggak berpikir baik buruknya, yang penting dapet uang bisa bayar angsuran. Entah Halal Haram tidak di hiraukan, yang penting demi cicilan maka pecicilan.

Adakah yang pernah mengalami mirip kisah ini?

Bagaimana menurut antum? Silahkan komentar tulis kisah antum yaa?

Barrakallaahufikum

#SEMANGATPAGI  #JUMATBARROKAH

Jemput Hidayah dengan Riang Gembira

0

@NH Yahya ||

Sahabat MTR yang dirahmati Allah,

Ayo kita lanjutkan hidup ini dengan riang gembira, terutama bila persepsi kita benar dan lurus dalam ketaatan sesuai rule Allah subhanawata’ala.

 

Namun sebaliknya,

Jika kita merasa ada yang keliru dalam hidup ini, ada banyak hambatan dalam hidup ini, maka inilah saat yang tepat untuk introspeksi diri.

Bergegaslah bercermin dan berkacalah pada diri sendiri…

Adakah yang salah dengan diri ini, apa sih kekeliruan yang selama ini masih kita lakukan…?

Masih adakah kemaksiyatan yang kita dilakukan, atau  mungkinkah ada rule Allah yang masih ditabrak.

 

What next…??

Setelah ber- muhasabah

Bersegeralah kita dalam mencari hidayah taufik sebelum kita melanjutkan hidup ini. Apalagi bila ritme hidup kita terkadang masih menghasilkan output yang berulangkali keliru..

 

Sahabat MTR,

Kita patut untuk selalu bersyukur, Allah selalu membuka pintu taubatNya, terutama bagi kita yang berniat dan berupaya mencari hidayah-Nya.

Karena pada hakikatnya kita tidak tahu kapan maut akan menjemput.

Hidayah bisa datang kapan saja, namun hidayah perlu untuk diraih.

Dan Alhamdulillah kita sering memanjatkan doa : “Berikanlah kepada kami hidayah ke jalan yang lurus.”

Allah memiliki kuasa dan hak sepenuhnya pada hal apapun dan pada siapapun yang dikehendaki-Nya.

Dan hidayah ini bisa berupa apa saja, bisa berupa musibah dalam usaha kita, bisa pula musibah dalam keluarga kita, dan bahkan bisa musibah pada diri kita…

Bersyukur dan bersabar adalah kunci dalam menerima musibah ini. Oleh karena itu tidak sepantasnya kita suudzon pada Allah atas musibah ini.

Namun STOP! Jangan kita ulangi lagi kemaksiyatan yang telah lalu.

 

Sahabat MTR, ayo kita cari ilmu sebelum beramal.

Janganlah kita bersandar pada kemampuan sendiri dalam meraih hidayah taufik… bersandar dan bergantunglah selalu hanya pada Allah ta’ala.

In Syaa Allah dengan bersilaturahmi, dan menghadiri kajian-kajian ilmu, baik al-ulum maupun tsaqofah, maka akan kita dapatkan dan kita temukan rule Allah yang selama ini belum dijalankan dengan lurus.[]

Wallahu a’lam bishawab

 

Note :

sak karepe dewe = terserah diri sendiri

MTR, Hijrah with Style

0

Bismillahirrahmanirrahiim…

RUKUN HIJRAH Qalbiyyah Kaaffah yang dilakukan semua Warga MTR  ada 6. Masing-masing adalah:

  1. Niat karena ALLAAH Subhanawata’ala
  2. Ada Muhajirun
  3. Ada Ansharun
  4. Ada Mahallul-Ma’shiyah (Kondisi Kema’shiatan).
  5. Ada Mahalluth-Tha’ah (Kondisi Ketaatan pada Syari’ah).
  6. Ada Ta’alluq Hijrah Qalbiyyah Kaaffah antara Muhajirun vs Ansharun hingga sukses mencapai Tujuan Hijrah. (Ta’aluuq = Ikatan/ikrar/komitmen perjanjian yang sesuai Syara’).

Syarat Hijrah Qalbiyyah Kaafah yang dilakukan semua Warga MTR ada 5, yaitu :

  1. Muslim Balighan-Mumayyizan.
  2. Taubatan Nashuhan sesuai niat hijrahnya.
  3. Ghayah/Tujuan Hijrah dalam semua perkara kewajiban dengan meninggalkan kema’shiatan.
  4. Qudrah/Mampu secara fisik dan mental maupun finansial.
  5. Bergabung Komunitas Hijrah yang memiliki Visi Misi Culture (VMC) sesuai Syara’.

Semoga kita bisa Istiqomah dan Hijrah kita di mudahkan ALLAAH SWT…Aamiin Yaa ALLAAH….BärakALLAAHu lanä wa lakum jamï’an  (M. Aly – MTR Semarang, disarikan dari kajian OIL MTR Korwil Jawa Tengah oleh Ust. Yogie W. Abarri)

Anda ingin ikut dalam barisan hijrah MTR? Silakan hubungi Masyarakat Tanpa Riba terdekat, dan baca BUKU MERAH yang bisa Anda dapatkan melalui nomor-nomor berikut ini.

☎️ 0853-353-353-19 

☎️ 0811-1818-29 

☎️ 0852-8966-9696 

☎️ 0811-1888-29

Mari bersama menjemput keberkahan hidup tanpa utang dan riba di  jalan dakwahNya.

 

 

Insan O,5

0

@MIslamBasri||

Suatu hari, salah satu Komandan Pasukan bangsa Jin kafir  membawa anak-anaknya menikmati sore nan cerah.  Dengan nada suara yang tegas dan  penuh wibawa, sang Komandan mulai bercerita sambil berusaha memberi masukan serta nasihat kepada anak-anaknya yang berangkat usia remaja.

Sambil berjalan, sang Komandan berkata,” Anak-anakku ,cobalah kalian perhatikan apa yang saat ini terjadi di bumi ini. Lihatlah, betapa sekarang hampir kebanyakan dari ulah manusia telah menyebabkan banyak kerusakan yang luar biasa parah… Sampai ayahmu ini dan teman-teman sejawat ayah,  merasa tak perlu lagi untuk bekerja keras seperti dulu, karena hampir semua pekerjaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab kami sebagai para Komandan, sudah terdelegasi dengan sempurna kepada begitu banyak manusia..”

“Ayah hasut mereka mencuri, mereka malah ngajak merampok,”

“Ayah hasut mereka berkelahi, mereka malah saling berbunuhan,”

“Ayah hasut mereka merokok , mereka malah ngajak ngisap narkoba,”

“Ayah goda mereka mendekati zina,  mereka malah adakan pesta mesum,”

“Ayah bisikkan mereka untuk jangan jamaah ke masjid, mereka malah ngajak jangan sholat sama sekali.”

“Ayah hasut mereka untuk tidak puasa, mereka malah ngajak makan sekenyang-kenyangnya.”

“Ayah goda mereka untuk tidak patuh sama orang tua, mereka malah membentak dan menghardiknya. Bahkan ada yang tega membunuh ibu kandung yang telah melahirkan mereka dengan bersimbah darah dan bertaruh nyawa.”

“Ayah hasut mereka jangan baca dan dengarkan bacaan AL Qur’an, mereka justeru asyik baca koran, chatingan serta berasyik ria dengan musik yang melenakan.”

“Ayah bujuk mereka untuk makan dan minum makanan yang tidak halal, bukan sekedar mencicipi, mereka bahkan dengan bangganya  memakan makanan dan minuman yang jelas  bahaya dan keharamannya.”

“Ayah bisikkkan kepada mereka untuk jangan bersedekah dan membayar zakat, mereka bukan hanya bertambah kikir, malah tanpa perasaan berdosa semakin bangga memperkaya diri sendiri dengan menumpuk-numpuk harta seolah takkan pernah mati.”

“Dan yang lebih celaka, ayah hasut mereka untuk mau memakan riba dengan dalih terpaksa, mereka malah menjadikan hidup dengan riba sebagai gaya hidup dan kebanggaan. Dan bahkan mereka mengembangkan hartanya  dari DANA RIBA yang kononnya pula menurut mereka, karena mereka sangat pintar berdalih, riba itu terbagi dua, ada RIBA KONVENSIONAL yang haram dan RIBA SYARIAH yang halal..ckckck.”

Mereka sebenarnya bukanlah manusia utuh, tapi manusia setengah jadi yang biasa disebut dengan INSAN 0,50, manusia yang akal pikiran, ilmu, jabatan dan tenaga serta harta kekayaannya banyak menghasilkan berbagai bentuk maksiat dosa, di deretan perkataan dan perbuatannya, setiap hari bahkan  setiap saat.”

Sambil terus berjalan dan memegang tangan salah satu anaknya, sang Komandan ini melanjutkan nasehatnya,

“Pokok nya ayah berpesan kepada kalian agar sentiasa waspada, karena kalian masih muda dan belum cukup pengalaman dalam memperdaya manusia.”

“Ayah sangat berharap kalian semua untuk berhati-hati dalam melakukan tugas, karena manusia itu kalau sudah tak lagi mau tahu dengan agamanya, tingkah laku dan perbuatan mereka sama dengan hewan ternak, bahkan lebih hina lagi.”

Execution strategy-nya memang  di tangan kita, tapi hampir semua kejahatan dan kerusakan yang terjadi  dan masif di jagad raya ini, pelaku atau eksekutornya dari bangsa manusia.”

“Ayah sangat khawatir kalian akan terpengaruh oleh ulah buruk dan akhlak mereka yang sudah melampaui batas,” begitu tutur sang Komandan.

“Bila kalian bertemu atau berhadapan dengan tipe manusia yang seperti tadi, berusahalah untuk menghindar. Atau kalau sudah kepepet, kalian segerakan kontak atau miss call ayah,secepatnya.”

Anak-anak sang Komandan pun mengangguk-ngangguk patuh dan berjanji akan melaksanakan apa yang di nasihatkan ayahnya.

Sang Komandan pun memutuskan untuk segera membawa anak-anaknya pulang karena hari mulai gelap, khawatir karena menurut pengamatannya,di akhir zaman ini, banyak manusia berkeliaran pada saat malam hari tanpa ada keperluan yang dibenarkan ALLAAH dan tak sedikit diantara  mereka yang sudah sangat rusak akhlaknya serta telah tergadai keimanannya. Hmmm

# PIKIR dan RENUNGKANLAH

Bangkinang, 2020

5 Studi Kasus Lunas Utang Miliaran dalam Satu Keluarga

0

Anggota keluarga ini lengkap mewakili 5 type pengutang warga MTR. Ada yang punya utang – punya asset melebihi utang, punya utang – asset sama dengan utang, punya utang – asset lebih kecil dari jumlah utang, punya utang – tak punya asset, dan tidak punya utang – asset berkembang.

Adalah Pak Nafiz, anak kedua yang pertama kali kenal dengan MTR melalui wasilah Pak Irwansyah (Pakanbaru). Mereka bertemu pada musim haji 2017.  Qadarullah, saat di sebuah rumah makan di Madinah, istri Pak Irwansyah tiba-tiba ingin mendekat kepada keluarga ini. Dan di meja makan itulah, Pak Irwansyah bercerita tentang MTR setelah tahu Pak Nafiz berangkat ke tanah suci dengan beban berat berupa tanggungan utang bertumpuk-tumpuk.  “Dan ketika beliau menjelaskan tentang tabiat buruk utang saya merasa, ‘Wow, ini saya banget,” kenangnya.

Melalui beberapa kegalauan, akhirnya Pak Nafiz mengikuti event-event MTR bersama Pak Agus Hani, kakak tertuanya. Event pertama yang ia hadiri adalah BeBIM. Sebulan kemudian mereka mengikuti SMHTR di Cirebon. Dan yang istimewa, di sana mereka mengajak ayah mereka yang tinggal di Kebumen.

Pembelajaran dari event-event  MTR yang begitu membekas, membuka hati dan pikiran, membangkitkan tekad mereka sekeluarga untuk hijrah bersama-sama meninggalkan riba. “Bapak bilang, ajak adik-adik kamu untuk ikut event seperti ini.  Ini acara luar biasa,” kisah Pak Agus kepada awak MTR.

Bagaimana kisah perjalanan hijrah mereka sekeluarga menuju lunas utang miliaran bersama MTR selama 2 tahun terakhir?  Ikuti kisah tentang bersatunya hati yang hampir tercerai berai karena utang di bawah ini.

Agus Hani,”Utang tidak usah dipikirkan, tapi harus dibayar.”

Beliau adalah  pengusaha toko besi, khususnya power tools serta  peternak burung cucakrowo dan Merpati. Domisili di Lampung, tempat usaha di Tulangbawang Barat.

Saat mengikuti event MTR pertama bersama Pak Nafiz di  awal 2018, Pak Agus Hani memiliki utang  hamper 3M. 2M  utang kepada bank, sisanya kepada distributor. Dua tahun bergabung dengan MTR, utang Pak Agus kini tinggal seperempatnya.

Satu pelajaran lunas utang miliaran yang pak Agus camkan dalam pembelajaran MTR adalah: utang tidak usah dipikirkan, tapi harus dibayar karena membayar utang itu wajib dan akan dipertanyakan sampai ke akhirat.

Dengan strategi seperti itu, beban pikirannya menjadi terasa tidak terlalu berat. Dan dalam perjalanannya terasa sekali Allaah banyak membantu proses pelunasan.

“Yang penting kita memantaskan diri, membantu orang lain dan berdakwah, InsyaAllaah Allaah yang akan ‘menyelesaikan’”, ujarnya.

 

Pak Nafiz; tinggalkan bisnis utama agar bebas riba

Sebenarnya Pak Nafiz sudah mulai merasa tertarik kepada MTR saat bertemu Pak Irwansyah di Madinah. Namun begitu, saat Pak Irwansyah mengabarkan adanya event SMHTR di Bengkulu beberapa pekan setelah kepulangan ke tanah air, hati Pak Nafiz belum tergerak. Kesempatan itupun ia lewatkan. Begitu juga beberapa event MTR yang datang kemudian.

Sampai suatu saat, Pak Nafiz berada pada titik kulminasi, ketika  merasa mentok terhadap problem utangnya yang bertumpuk-tumpuk.   Keinginannya tak terbendung untuk bertemu dengan Pak Irwansyah yang saat itu masih tinggal di Medan.  Ia butuh tempat curhat dan saran penyelesaian.

Namun saat ditelepon, Pak Irwansyah justru mengajak Pak Nafiz untuk bersama-sama ikut event yang  akan diselenggarakan di Bogor pekan berikutnya.  Jadilah, Januari 2018, Pak Nafiz pun mengikuti event MTR di Bogor untuk pertama kalinya bersama Pak Hani, kakaknya tertua. Ternyata event itu adalah seminar BeMIM. Padahal untuk pemula idealnya ikut SMHTR terlebih dahulu.

Seperti Pak Agus Hani, Pak Nafiz juga membuka usaha toko bangunan.  Yang menjadi sumber utang bagi pak Nafiz, pembayaran mesti dilakukan menggunakan giro. Terutama  saat bertransaksi dengan distributor semen dan alat berat.

Setelah beberapa kali ikut event MTR,  Pak Nafiz memberanikan diri untuk meninggalkan usaha yang selama ini beliau anggap sebagai sumber penghasilan utama agar bisa meninggalkan transaksi  riba.  Terbukti, setelah berani menghentikan proses itu, Allah menggantikannya dengan rezeki yang tadinya dianggap sebagai bisnis sampingan yaitu power tools dan keramik.

 

Pak Deni, “Ubah transaksi giro ke cash”

Usaha Pak Deni adalah bisnis spare part mobil dan motor.  Utang awal beliau berkisar 2,5-3M, namun sebagian besar merupakan utang perniagaan, bukan kepada perbankan.

Kesalahan yang membuat bertumpuknya utang adalah menumpuk barang dan stok yang otomatis menumpuk utang. Kalendernya penuh lingkaran merah untuk menandai waktu tenggat bayar utang, yang sehari bisa 3-5 lembar.

Beliau sempat sedih saat anaknya berkomentar,”Papa sih uangnya banyak, tapi bukan punya papa. Lihat saja Senin besok, semua sudah ilang buat setoran.”

Semenjak SMHTR Februari 2018, sekarang utangnya tinggal bersisa 1M. Utang-utang itu berhasil beliau selesaikan dengan cara mengubah metode transaksi secara tunai. Dengan cara itu, memang omset menjadi turun, namun beliau bisa memiliki tabungan. Berbeda dengan dulu, omset tinggi namun rekening kosong.

Selesainya utang-utang membuat beliau hidup lebih tenang, dan memiliki lebih banyak waktu dengan keluarga. “Oo, ini keberkahan. Jadi memang mindset kita yang harus diubah,” simpulnya

 

Pak Erwin;” Mau hidup berubah, jangan tunda ikut acara MTR.”

Saat diajak mengenal MTR melalui istri yang merupakan adik Pak Agus Hani, bisnis Pak Erwin justru sedang bagus. Namun walau dalam kondisi “running well”, ia masih dikejar-kejar tabiat buruk utang.

Ia mengaku pada awalnya belum percaya 100% terhadap MTR. Namun melihat bukti dari perilaku hubungan kekeluargaan kakak-kakaknya yang ikut MTR  semakin membaik, ia pun menyimpulkan acara MTR pastilah luar biasa. Karena itu ia pun membuka diri waktu diajak ikut mendaftar.

Mei 2019 akhirnya ia ikut MBUBB. Di sana ia tersentak merasa dihajar habis-habisan. Berbagai dalih pembenarannya, semua rontok dihabisi dalam 4 hari acara.

Selain merasakan value dalam perbaikan hubungan dengan keluarga, terutama melalui event SPI, efek yang paling terasa adalah beban dikejar-kejar tutupan giro menjadi hilang. Bisnis pun menggelinding semakin kencang

Pak Erwin berpesan bagi yang menginginkan perubahan kehidupan, keluarga dan akhirat, jangan dipikirkan di mana event MTR diadakan. “Jangan tunda, karena itu langsung mengubah kehidupan kita,” ujarnya.

 

Pak Herwit, lepas kemelekatan tidak terbatas pada materi

2 tahun lalu, Pak Herwit yang berdomisili di Bandarlampung ini selalu nombok setiap bulan untuk membayar cicilan. Penghasilan nyaris nol, namun cicilan harus jalan terus. Karena masalah utang (dan ego), ia bahkan tidak bertegur sapa dengan kakak iparnya selama 2 tahun.

Waktu ada SMHTR di Batam, beliau  berangkat bersama istrinya dan kedua anaknya. Keputusan itu diambil H-1, setelah ia memantapkan diri dengan melihat di Youtube.  Di acara itulah pak Herwit terdiam, tersadarkan. “Kok saya mau dibodohan selama ini, ya. Mau ngangsur untuk uang yang sudah nggak ada. Hubungan keluarga pun hampir berantakan,” sesalnya. Pak Herwit mengaku terus terang dulu ringan tangan.

Dari SMHTR Pak Herwit dan keluarga tergugah tentang konsep melepas kemelekatan. Namun kemelekatan pada apa? Pada harta, jelas ia dalam kondisi bangkrut, bahkan motor pun tidak punya. Jual asset untuk menutup utang, ia sudah tidak memiliki asset. Ia bahkan sempat melego asset milik keluarga.

Hal ini kemudian ia wujudkan dengan meninggalkan posisi lama yaitu sebagai kontraktor, serta profesi istrinya sebagai Pegawai Negeri Sipil. Keluarga Pak Erwin siap menempuh jalan hijrah.

Awal perjalanan  hijrah Pak Erwin sekeluarga ditempuh dengan berjualan keripik kentang, sementara istrinya murni mengembalikan posisinya sebagai ibu rumah tangga.  “Saya tidak mikir, ikhlas apa yang akan terjadi. Yang penting dakwah, bisa sampai jam 1 malam. Kedudukan lepas, teman-teman hilang, tapi dapat teman baru yang satu frekuensi,” kisahnya.

Benar, setelah meninggalkan kemelekatan, Allah menggantinya dengan rezki yang datang seperti air bah.  Ia yang tadinya tidak paham bisnis property, mampu menjual kavling perumahan dengan system cash sampai 60% per bulan. Padahal temannya, salah satu tim marketing paling ahli di Lampung saja memperkirakan tidak mungkin kavling itu bisa laku  sampai 50%.

Customer Pak Erwin antara lain datang dari sesama warga MTR yang ikut acara SMHTR. Setelah ikut BeMIM,  transaksinya bahkan semakin deras padahal ia mengaku tidak pernah menawarkan kavlingnya secara hardsale.

Dari penghasilan itu, dalam waktu 2 tahun ia mampu melunasi setengah dari total  utangnya. Termasuk memenuhi tekanan dari keluarganya untuk membeli salah satu asset keluarga besar yang ia agunkan. Ia mampu menebus dan membeli asset itu dengan harga 1,5M dalam waktu 1 bulan 10 hari setelah SMHTR kedua. “Entah dari mana uangnya, semua seperti datang sendiri,” ujarnya.

Hikmah melepas kemelekatan yang dirasakan pak Erwin bukan Cuma dalam masalah harta. Lebih dari itu, ia merasa menemukan kembali arah tujuan hidup. Ia yang dulu jarang menjalankan sholat, sekarang begitu mendengar adzan takut sendiri dan langsung beranjak ke masjid.    “MTR bukan Cuma tentang lunas utang, lebih dari itu, ini tentang memperbaiki arah hidup,” ujarnya.

 

Pak Dedi, ikut MTR karena memiliki piutang mandeg

Pak Dedi yang kedua ini adalah kasus unik. Dokter spesialis kebidananan tersebut memutuskan  bergabung dengan MTR bukan karena punya utang, namun justru punya piutang. Beliau ingin membantu Om-nya yang kesulitan membayar utang sebesar 600 juta  pada pak Dedi. Kesulitan penyelesaian utang membuat hubungan mereka menjadi serba canggung.

“Kasihan Om, jadi takut ketemu saya karena utangnya. Maka saya memutuskan ikut, agar dapat ilmu lunas utang yang mungkin bisa bagi kepada Om,” ujarnya.

Tak dinyana, ternyata si Om juga sudah mendaftar acara tersebut. Mereka bertemu, dan di sanalah mereka bisa saling menumpahkan perasaan. “Saya ikut nangis, kasihan beliau pingin bayar tapi sedang berusaha. Kepada Om saya bilang, sabar pasti lunas.”

Dari situ dokter Dedi mengambil pelajaran, SMHTR juga diperlukan bukan hanya untuk yang berutang,  namun juga yang memiliki piutang.

“Jangan hanya bisa marah karena akan semakin menambah berat beban hidupnya. Berikan semangat dan doa, agar yang berutang bisa segera melunasi,” pesannya.

 

Satu hal yang bisa dicatat dalam perjalanan hijrah keluarga besar ini adalah, MTR  telah menghilangkan kesenjangan social dalam keluarga besar. Tanpa beban utang, kebersamaan keluarga menjadi semakin dalam, perasaan saling menyayangi, saling berbagi dan saling menghormati pun kembali terjalin.  MTR telah menjadi wasilah untuk  mengumpulkan hati yang hampir tercerai berai.

Anda ingin mengikuti jejak mereka?  Hubungi komunitas MTR terdekat pada nomor-nomor di bawah ini,  dan dapatkan pencerahan awal melalui BUKU MERAH “Kesalahan-kesalahan Fatal Pengusaha Mengembangkan Bisnis dengan Utang.”

☎️ 0853-353-353-19 

☎️ 0811-1818-29 

☎️ 0852-8966-9696 

☎️ 0811-1888-29

 

InsyaAllah akan Anda  dapatkan jalan untuk menggapai hidup tenang tanpa utang dan riba di  jalan dakwahNya.

 

Shadaqah Tersembunyi Padamkan Amarah Allaah

0

 

💧 MASIFNYA AKTIVITAS KEBAIKAN MENGHALAU PERGOLAKAN KEBURUKAN DAN SHADAQAH TERSEMBUNYI MEMADAMKAN AMARAH ALLAH SWT 💦

 

 

🕌 الحديث الشريف المرفوع

🕌 Al-Hadits Asy-Syarif Al-Marfu’

 

 

 

▫️ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

▫️ Dari Shahabat ‘Abdullah bin ‘Abbas Ra; Dari Nabi Saw yang telah bersabda:

▫️ عَلَيْكُمْ بِاصْطِنَاعِ الْمَعْرُوفِ،

▫️ “Atas kalian diwajibkan memproduktifkan aktivitas kebaikan,”

▫️ فَإِنَّهُ يَقِي مَصَارِعَ السُّوءِ،

▫️ “Karena sesungguhnya produktivitas aktivitas kebaikan itulah yang mampu menghalau pergolakan keburukan,”

▫️ وَعَلَيْكُمْ بِصَدَقَةِ السِّرِّ،

▫️ “Dan atas kalian diwajibkan menunaikan shadaqah secara sirri/tersembunyi,”

shadaqah, shadaqah tersembunyi▫️ فَإِنَّهَا تُطْفِئُ غَضَبَ اللَّهِ عَزَّ وجل.

▫️ “Karena sesungguhnya shadaqah secara tersembunyi itulah yang memadamkan Murka Allah ‘Azza wa Jalla.”  📚 [Al-Hadits Asy-Syarif Riwayat Imam Abu Bakar Ibnu Abid-Dunya Rh]

 

✍🏻 Allah SWT mewajibkan Umat Muslim masifkan produktivitas aktivitas kebaikan jangan sampai dikalahkan dengan masif- gencarnya produktivitas keburukan.

📝 Bila sampai produktivitas aktivitas keburukan melebihi produktivitas aktivitas kebaikan, maka Umat Muslim mendapatkan Amarah Allah SWT yang berindikasi sebagai dosa besar.

📖 Oleh sebab itu Umat Muslim umumnya dan khususnya kita, wajib senantiasa galakkan produktivitas semua wujud kebaikan, yang juga termasuk shadaqah, untuk meredam amarah Allah SWT, sehingga kita semua terhindar dari dosa besar bila mengabaikannya.

🤲🏻 Demikian semoga manfaat dan mendapatkan pemahaman yang diberkahi Allah SWT.

 

#IstiqamahMasifkanSemuaWujudKebaikan

#IstiqamahBerjuangKalahkanKeburukan

#IstiqamahBersahabatDalamDakwah

 

الفقير و الحقير الى الله،

اخوكم، محمد طه يس الامين.

Ma’ruf vs Munkar Sejak Nabi Adam – Kiamat

0

💧 HANYA KEBAIKAN yang BISA MENGHALAU PERGOLAKAN SEMUA WUJUD KEMUNKARAN💦

 

 

🕌 الحديث الشريف المرفوع

🕌 Al-Hadits Asy-Syarif Al-Marfu’

 

 

 

▫️ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

▫️ Dari Shahabat Abu Sa’id Al-Khudriy Ra bertutur; Telah bersabda Rasulullah Saw:

▫️ فِعْلُ المعروف يقي مصارع السوء.

▫️ “Suatu Aktivitas Kebaikan niscaya melindungi dari pergolakan keburukan.”  📚 [Al-Hadits Asy-Syarif Riwayat Imam Abu Bakar Ibnu Abid-Dunya Rh]

 

✍🏻 Allah SWT dan Rasulullah Saw tegas mendikotomikan secara diametral antara al-ma’ruf vs al-munkar, karena keduanya secara sifat dan karakternya memang berlawanan sejak kelahiran Diin Allah yang dibawa Nabi Adam As hingga Syari’at yang dibawa Rasulullah Saw bahkan hingga Hari Qiyamat Kubra.

📝 Dan as-suu` (keburukan) adalah salah satu bagian yang sekaligus derivat dari al-munkar (kemaksiyatan), pun berlawanan vs berbagai wujud aktivitas al-ma’ruf (kebaikan/ketaatan terhadap Syari’at Allah SWT).

📖 Oleh sebab itu kita wajib senantiasa siap siaga menjadi Fi’aalul-Ma’ruuf (فعال المعروف) Aktivis Perubahan Kebaikan, dalam menghadapi serangan pergolakan semua bagian maupun derivat/turunan dari al-munkarat (المنكرات) semua kemunkaran dalam berbagai wujudnya.

🤲🏻 Demikian semoga manfaat dan mendapatkan pemahaman yang diberkahi Allah SWT.

#IstiqamahMenjadiFi’alulMa’ruf

#IstiqamahBersahabatDalamDakwah

 

الفقير و الحقير الى الله،

اخوكم، محمد طه يس الامين.

Dua Cinta Terlarang

0

@MIslamBasri ||

Ketika kamu atau dirinya mengirimkan surat cinta pertama, hatiku mulai gundah dan gelisah.

Di saat surat cinta yang kedua kamu atau dirinya aku terima, tanganku  mulai bergetar membukanya.

Tatkala surat cinta ketiga dari dirimu atau dirinya kudapatkan, siangku sudah penuh dengan keresahan dan disaat malam diriku gelisah dan matakupun terasa mulai sulit untuk dipejamkan.

Di saat engkau atau dirinya menelponku mengatakan ingin datang ke rumah untuk berjumpa denganku dan bahkan juga keluargaku, rasa cemas dan keringat dingin terasa mulai melembabkan kulit ragaku.

Dan di saat dirimu atau dirinya, benar-benar datang di hari yang telah kita  sepakati, seluruh ruas jariku terasa mulai bergetar dan semakin bergetar, mukapun memutih pucat pasi dan lidahku terasa kelu terpaku serta jantungku berdegup dengan sangat cepat takkala kita bertatap muka yang membuatku tertegun sejenak dan berbisik dalam hati, inikah yang dinamakan cinta?

 

Terima kasih Omles dan Abang, jujur aku akui, kalian berdua memang telah pernah berhasil mencuri hatiku dan membuat jantungku serasa akan terlepas dari dadaku yang selalu bergemuruh, saat aku bertatapan dengan sorotan matamu yang tajam sambil mendengar celotehan indahmu yang selalu saja terasa mendebarkan dan sangat menggetarkan.

 

Namun maafkan diriku, semakin hari kusadari, antara aku, engkau atau dia takkan pernah bisa bersatu, karena kita berbeda.

Dan sesungguhnya kisah cinta kita adalah dua cinta yang sangat terlarang dan tiada lagi kerinduan dalam hatiku. Bahkan kini yang tersisa, hanyalah penyesalan abadi, karena pernah bertemu dan berkenalan dengan kelen berdua.

Bukan perpisahan yang aku ratapi dan tangisi.  Namun perjumpaan dan perkenalan denganmulah yang amat sangat daku sesali.

Selamat tinggal RIBA.  Aku dan dirimu takkan mungkin lagi bisa bersatu.

Karena kini diriku ‘ainul yaqin dan bahkan haqqul yaqin, engkau tercipta bukanlah untukku 😊

BangKamRi 1442 SF