Friday, January 23, 2026
Home Blog Page 21

Kisah Lunas Utang Miliaran dari Pekanbaru

0

Selasa (16/6) kemarin ada kabar gembira yang mampir ke grup MTR. Pak Irwansyah, warga MTR dari Riau, mengabarkan atas ridha Alloh, utang-utangnya yang sebesar Rp9 miliar sudah berhasil dilunasi. Terhitung beliau hanya perlu waktu 30 bulan sejak pertama kali ikut program Platform Bisnis Tanpa Riba (PBTR) hingga berhasil mencapai goal lunas utang miliaran.

Mas Gading, teman kami dari KSW yang melayani Pak Irwansyah ingat betul, bagaimana  azzam beliau yang begitu kuat waktu mendaftar program PBTR dengan biaya Rp10 juta kurang Rp50.000 (Rp9,95 juta).

“Beliau langsung bungkus tanpa pikir panjang. Dan ternyata, Allah memberi lebih tak terhingga hingga 9 ember 🤲🏼😱😇,” ujarnya.

 

Bagaimana liku-liku pak Irwansyah hingga bisa lunas utang miliaran? Berikut kesaksian yang beliau tulis sendiri  untuk warga MTR dalam dua kali pengiriman di grup FB.

 

Posting pertama, Senin 29/5/2020

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah….. Tepat 6 Syawal 1441 H, atau Hari Senin 29 Mei 2020, ada yang mau membeli rumah saya dengan harga yang wajar menurut saya. Saya dan pembeli melakukan deal-deal dan di dapat kesepakatan; orang tua saya masih boleh tinggal di rumah tersebut dan saya kalau pulang boleh menempati rumah tersebut, selama orang tua saya dan saya masih mau tinggal di rumah tersebut.

Oiya… Saya sekarang tinggal di PEKANBARU. Sepertinya Allah menjawab doa-doa saya selama Ramadhan kemarin. Saya berdoa; ‘Ya Allah berilah hamba rezeki yang tak disangka-sangka’.

Padahal  beberapa tahun lalu, saya pernah menawarkan rumah ini kepada pembeli tersebut. Tapi beliau tidak mau. Makanya ketika beliau menyatakan keinginannya untuk membeli rumah saya, saya sangat kaget…😲 Haru….😭

Serasa tak percaya, tapi itu lah namanya rezeki. Allah yang membolak-balik kan hati, kalau sudah Allah kehendaki tidak ada yang tak mungkin. Nah…, Karena saya belum bisa pulang ke Kisaran untuk menyelesaikan transaksi rumah tersebut, maka saya belum bisa memberikan bukti sertifikat..(bersambung)”

 

Posting lanjutan dikirimkan kemarin, Selasa (16/6) yang mengharu biru segenap warga MTR =>

“Hari ini Selasa 16 Juni 2020 atau 24 Syawal 1441 H, saya datang ke Bank Bari untuk mengambil sisa sertifikat…. Dengan demikian LUNAS semua Utang… ( 9 M Lunas 30 Bulan)!!!!

Terimakasih kepada  Ibunda Hj.Rosidah Ritonga…..😭Ustadz Samsul Arifin….😭, Coach Erik…..😭, Coach Makbul……😭 dan Coach Djula…..😭

Salam Cash

Irwansyah Harahap,  Kisaran #KangenKumpulMTR#

 

Seluruh warga MTR ikut merasakan kebahagiaan. Sukses pak Irwansyah, rasanya menjadi sukses seluruh warga MTR. Tak kurang Ust, Abdul Qadeem memberikan ulasan positif atas keberhasilan perjuangan pak Irwansyah sebagai berikut.

“Hasil Kebaikan yang diperoleh itu sesuai dengan jerih-payah yang telah dikeluarkan. Demikian pula hasil pahala yang diperoleh itu sesuai dengan jenis ‘amalan yang telah dilakukan dengan penuh perjuangan.

Sebagaimana Qa’idah Syara’ yang disebutkan Al-Hafizh Ibnu Katsir Rh:

الجزاء جنس العمل

Balasan pahala itu sesuai dengan jenis ‘amal perbuatan yang telah diperjuangkan.

Berkorban Rp9,95juta sudah pasti hasil yang diraih/diberikan Allah SWT dipastikan berbeda dengan dengan berkorban Rp6,95juta atau Rp5,95juta atau bahkan cuma Rp4,95juta.

Demikian pula perjuangan 30 bulan untuk bebas dari aqad bathil maupun ribawi sudah pasti berbeda pahala yang diberikan Allah SWT dengan perjuangan yang cuma 12 bulan atau cuma 6 bulan.”

 

 

Anda juga ingin segera lepas dari teror utang yang masih mencengkam? Mari berdoa agar Pandemi Covid-19 ini segera berlalu, agar kita bisa bersama-sama menyatukan langkah melepaskan diri dari terror utang bersama Masyarakat Tanpa Riba. Mudah-mudahan Allah Memberkahi. InsyaAllah.

TERBUKTI! INILAH RAHASIA BISA LUNASI UTANG MILYARAN TANPA JUAL ASET TANPA BAYAR BUNGA

0

Pengalaman drs. Mulyono melunasi UTANG 30 MILIAR TANPA JUAL ASET dalam waktu singkat, TANPA BAYAR BUNGA, DENDA & ONGKOS LAINNYA (BDO).

Apa saja RAHASIANYA? Tonton sampai tuntas ya… di sini : https://youtu.be/N-nxIX42pXA

Jangan ragu untuk SHARE, LIKE, dan KOMEN di video kita kali ini.
.
Ajak teman, saudara, ataur mitra bisnis Anda untuk SUBSCRIBE chanel #masyarakttanpariba agar lebih banyak pengusaha yang berhijrah bebas riba

*Yuk, TEKAN TOMBOL SUBSCRIBE-nya dan bunyikan loncengnya agar Anda selalu mendapatkan update video terbaru dari kami.*

https://www.youtube.com/masyarakattan…
https://www.youtube.com/masyarakattan…
https://www.youtube.com/masyarakattan…

Jangan lupa sebarkan info berharga ini, sebagai bentuk dakwah dan amal sholeh.
.
INGIN MELUNASI UTANG MILIARAN TANPA JUAL ASET?
WA SEKARANG JUGA:

☎️ 0853-353-353-19
☎️ 0811-1818-29
☎️ 0852-8966-9696
☎️ 0811-1888-29

untuk pemesanan bukunya. 😊

PENGUSAHA WAJIB TAHU..!!! INILAH PENJELASAN UST. KHALID BASALAMAH TENTANG BAHAYA UTANG

0

Seorang muslim sangat ditekankan untuk menjauhi utang. Karena Rasulullah saw sangat melarang kecuali dalam keadaan darurat sama sekali.

Lengkapnya, simak penjelasan bahaya utang oleh Ust. Khalid Basalamah di video ini.

Jangan ragu untuk SHARE, LIKE, dan KOMEN di video kita kali ini.
.
Ajak teman, saudara, ataur mitra bisnis Anda untuk SUBSCRIBE chanel #masyarakttanpariba agar lebih banyak pengusaha yang berhijrah bebas riba

Anda ingin keluar dari tekanan utang riba? Ingin merasakan bahagianya hidup dan berbisnis tanpa utang?

Awali dengan membaca buku merah masyarakat tanpa riba. Dan hadiahkan buku ‘ajaib’ ini pada kerabat dan rekan bisnis Anda sebagai kado lebaran.

WA SEKARANG JUGA ke salah satu nomor di bawah ini untuk pemesanan bukunya.:

☎️ 0853-353-353-19
☎️ 0811-1818-29
☎️ 0852-8966-9696
☎️ 0811-1888-29

untuk pemesanan bukunya. 😊
.
.
Jangan ragu untuk SHARE, LIKE, dan KOMEN di video kita kali ini.
.
Ajak teman, saudara, ataur mitra bisnis Anda untuk SUBSCRIBE chanel #masyarakttanpariba agar lebih banyak masyarakat yang berhijrah bebas riba

*Yuk, TEKAN TOMBOL SUBSCRIBE-nya dan bunyikan loncengnya agar Anda selalu mendapatkan update video terbaru dari kami.*

https://www.youtube.com/masyarakattanparibatv
https://www.youtube.com/masyarakattanparibatv
https://www.youtube.com/masyarakattanparibatv

Jangan lupa sebarkan info berharga ini, sebagai bentuk dakwah dan amal sholeh.

#MasyarakatTanpaRiba #HidupTanpaRiba #BebasUtang #BebasRiba #PengusahaTanpaRiba #SolusiUtangRiba #BukuMerahMTR #SyareaWorld

Tabiat Buruk Utang PNS, Apa Obatnya?

0

@SamsulA|MTR||

Awal tahun 2015, saya dan coach Muhammad Makbul erkunjung untuk kedua kalinya ke lokasi bisnis properti milik Pak Kris Diantoro.  Ada yang berbeda dalam kunjungan tersebut, namun bukan karena saya ditemani Coach MM. Kami toh sudah sering bepergian bersama.

Yang menarik dari kunjungan di awal tahun tersebut adalah, Pak Kris mengagendakan kami berjumpa dengan para pengurus koperasi pegawai negeri (PNS) di kota X.

Dan apa yang kami temui? Saat  bertemu pertama kami heran. Rasanya ada suasana yang menggantung. Kami menangkap nuansa galau di wajah para pengurus Koperasi PNS itu.  Apa gerangan yang menjadi sumber kegalauan mereka? Ternyata, oh ternyata.. hampir semua pegawai negeri di kota itu  punya utang di koperasi.

Suasana semakin mencekam saat kami mengajak para pengurus koperasi untuk menganalisa satu per satu. Dan bersama-sama kami menemukan sebuah pola utang yang mirip di kalangan para PNS itu. Di mana jumlah utang masing-masing anggota koperasi itu semakin lama semakin bertambah dan teruss bertambah. Bahkan, ada beberapa PNS yang cicilan utangnya lebih besar daripada penghasilannya. Lho.. Koq bisa?

Ceritanya begini. Sebutlah salah satu PNS yang berutang itu namanya bapak A. Ia berutang di koperasi, dan cicilannya memang sesuai plafon sejumlah 30% dari gajinya.

Tapi lagi-lagi… ternyata oh ternyata, si Bapak A itu mengajukan utangan lagi ke koperasi memakai nama rekan kerjanya yang lain, sesama PNS.  Tak hanya itu.  Di luar, ia  juga punya utang ke rentenir.

Banyak cerita pilu yang disampaikan oleh pengurus koperasi. Ada cerita pegawai yang ditongkrongi DC (baca Mas Desi ya), sehingga tidak berani masuk kantor. Kalaupun masuk, harus ngumpet-ngumpet  agar tidak ketahuan.

Ada juga yang suami-istri ribut-ribut di kantor, karena istrinya tiba-tiba dapat tagihan. Padahal selama ini, ia tidak tahu kalau suaminya berutang. Utangnya ketahuan setelah beberapa bulan, karena suaminya tidak pernah memberikan nafkah lagi akibat habis buat bayar cicilan.

Bahkan ada PNS yang sudah memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP), namun masih harus ngobyek sana-sini hanya untuk membayar cicilan utang, yang entah kapan akan bisa dilunasinya.

Fenomena utang di kalangan PNS itu tidak hanya saya temui di kota pak Kris Diantoro. Saya juga menemukannya di kampung halaman saya ketika pulang mudik pada suatu musim lebaran.

Begitu selesai berbagi materi mengenai  #TabiatBurukUtang kepada Jama’ah Shubuh di Masjid Agung, saya diajak ke rumah seorang jama’ah di sana. Ditemani oleh Mas Rofiq dan Ustadz Abid, kami memenuhi undangan jama’ah senior tersebut.

Tiba di rumahnya, kami terbengong-bengong mendengar “curhatan” beliau. Beliau seorang pensiunan PNS dengan jabatan terakhir kepala dinas. Dan sampai masuk masa pensiun, utang-utangnya belum lunas. Termasuk bunga yang harus ditanggung.

Miris.  Sampai kapan mereka berhenti berutang? Tanpa kesadaran penuh disertai taubat dan Azzam kuat untuk berhenti, tabiat buruk utang itu tidak akan bisa mereka stop sampai kematian menjemput.  Begitu memilukan nasib PNS yang terjebak utang seperti itu.. Hiks hiks hikss.

Nah, untuk mengetahui hal-hal mendasar yang bisa kita lakukan agar bisa lepas dari jerat utang dan riba, silakan saksikan video di link ini.

https://www.youtube.com/watch?v=YmimEAwPYq4

Utang Bikin Halu

0

@AriandaDewe| MTR Malang||

Air laut ini katanya asin/ Begitu kita icipi, rasanya betul.. asin//

Apa yang tampak sama dengan yang tidak tampak/Artinya jujur bukan kaleng-kaleng//

 

Beda dengan utang/

yang penawarannya asin/ tetapi begitu kita coba… pahiiiittttt rasanya//

Seperti hoax dan kaleng-kaleng/ Apa yang tampak beda dengan yang tidak tampak//

Utang membuat kita berhalusinasi//

 

Pingin mumet, yo utango *) / biar bisa berfantasi halusinasi//

 

#selfreminder #streetstory #adewe

 

*)ingin pusing, silakan berutang

Ilmu Jitu Coach Makbul Hadapi DC

0

Di kalangan warga MTR, siapa tak kenal coach Muhammad Makbul? Yup, siapapun yang pernah mengikuti seminar-seminar MTR, pasti kenal nama ini. Beliau menjadi pemateri rutin yang selalu memberikan tips-tips jitu bagaimana keluar dari jeratan utang dan riba.

Saat memberikan materi solusi menyelesaikan utangan di event PBTR misalnya, coach Makbul selalu memberikan tahapan-tahapan penyelesaian yang sistematis, sehingga peserta mampu mengurai kebuntuan utang yang mereka alami selama ini.

Ia juga jago mengangkat mental para peserta PBTR agar berani menghadapi penyelesaian darurat dengan berperkara di meja hijau tanpa pendampingan pengacara, berhadapan dengan pihak debitur.  Tak hanya bersifat moral spiritual, hasil coaching tersebut juga memberikan benefit finansial yang lumayan bagi pelakunya, karena tidak perlu membayar jasa pengacara yang cukup menguras kantong.

Mendorong keberanian dan mental peserta adalah salah satu value penting yang selalu ditanamkan para coach seminar MTR.  Dengan gaya komunikasinya yang lugas dan penuh tone semangat juang, coach Makbul selalu berhasil mengubah mental para peserta yang tadinya ciut nyali agar memiliki hati, gaya hidup dan pola piker yang berani saat berhadapan dengan pihak bank dalam menyelesaikan tahapan-tahapan utang.

“Saat minta penyelesaian  utang dengan membayar cicilan pokoknya saja, saya praktikkan jurus coach Makbul. Cukup angguk-anggukkan kepala  ketika debt collector datang menagih, namun tetap keukeuh membayar pokoknya saja. Kalau hati kita sudah kuat, dijamin mereka akan pusing dan menyerah,” kisah  Bapak Bilal dari Palembang yang sudah mengikuti 3 kali event PBTR di tahun 2017.

Tak Cuma Teori

Sebagai pemateri, coach Makbul tidak sekadar berbagi teori. Ia memiliki pengalaman utang yang cukup panjang dari bisnis yang digelutinya, PT. Matonland,  yang bergerak di bidang developer property.

Jumlah utangnya lumayan, pernah mencapai Rp13 miliar. Untuk perusahaan berskala UMKM, coach  Makbul mengakui utang sejumlah itu sudah sangat mengganggu cashflow perusahaan. Sumbernya apalagi kalau bukan kewajiban cicilan yang harus ia angsur setiap bulan, termasuk dengan bunga ribanya.

Tak beda dengan mindset para pengusaha pada umumnya, waktu itu Makbul nekat mengambil utang riba sebagai modal karena beranggapan hanya dengan utang, usaha bisa berkembang besar.

Hingga akhirnya, pada 11 Desember 2011, pria kelahiran Rengat 17 Mei 1970 ini berkenalan dengan komunitas Masyarakat Tanpa Riba (MTR) dari seorang teman. Ia tertarik dengan visi perjuangan MTR sebagai komunitas pencerdasan umat yang bertujuan mengangkat taraf berfikir umat dari keterpurukan agar Kembali menjadi yang terbaik.

Makbul mengaku mendapatkan banyak pengalaman bermanfaat sejak bergabung dengan MTR. Yang nyata di depan mata adalah terbebas dari utang. Namun di balik itu, ia merasa mengalami peningkatan level berfikir dan semakin cerdas dalam menyikapi persoalan umat khususnya di bidang ekonomi.

Melalui interaksinya dengan MTR, ayah empat orang anak ini mendapatkan solusi atas berbagai persoalan utangnya. Ia baru sadar bahwa karena hanya focus pada problem utangnya, ia menjadi sulit mengembangkan diri dan usaha untuk mencari solusi penyelesaian utang tersebut.

“Hebatnya lagi di MTR, kita mampu menjalani proses penyelesaian  itu dengan cara tetap riang dan gembira,”  jelasnya.

Melalui pembelajaran di MTR, Makbul mendapatkan pemahaman bahwa utang yang ada ribanya, pasti akan menyengsarakan diri sendiri dan keluarga. Baik di dunia, bahkan sampai ke akhirat.

Kunci dari penyelesaian utang ala coach Makbul adalah menghadapi debitur dengan tenang, lalu menegosiasikan cara pembayarannya. Bersamaan dengan itu, ia menganjurkan upaya perbaikan diri, usaha dan team  agar dapat lebih fokus kepada usaha demi bisa membayar utang.

Dengan  strategi simple seperti itu, nyatanya Makbul berhasil membayar keseluruhan utangnya dalam waktu 2 tahun, hingga benar-benar terbebas dari utang yang  ada ribanya.

Kepada sesame pengusaha –terutama pebisnis property yang masih terjebak utang, ia menganjurkan agar tetap menghadapi pihak bank dengan tenang, sembari memperbaiki diri, keluarga dan usaha.   Ia yakin, meski saat ini  dunia properti sedang penuh tantangan, bisnis itu akan kembali seksi setelah pandemi berakhir.

Tak lupa ia berpesan kepada warga MTR untuk  semakin intensi berdakwah melalui buku merah, menyebarkan semangat kepada sesama. “Buku merah ini seperti dopping yang kuat, sehingga pembacanya akan bertambah yakin dan semangat  untuk segera terbebas dari utang,” pungkasnya.

Ciri Warga MTR

0

@MIslamBasri| MTR Riau||

Diantara ciri Warga MTR sejati itu../

Bertaubat memohon ampun kepada Allah/ bukan lagi karena tak sholat di masjid/ atau karena tak sempat mela kukan sholat-sholat sunnat serta kebaikan lainnya//

Tapi mereka bertaubat memohon ampunan Allah/  karena sudah berusaha  meng-up-grade derjah dirinya/ berada di level, merasa berdosa andai saja ;

-Terlambat atau ketinggalan raka’at  jamaah di masjid /

-Hanya melasanakan sedikit sholat  sholat sunnat, padahal sebenarnya punya kesempatan melaksanakan lebih/

-Tak sempat tahajud dan witir, padahal  tahu keberkahannya/

-Hanya bersedekah 5k, padahal  sesungguhnya saat itu bisa memberi  50k atau 500k bahkan lebih

-Terasa lalai dan tidak khusyuk dalam  sholat dan ibadah lainnya/

-Tak sempat atau kurang berdakwah di hari yang dilalui /

-Tak mau atau sedikit menimba ilmu padahal punya waktu yang lapang/

-Tersadar melalui hari dengan banyak  keluhan dan berucap yang tiada bermanfaat/

-Terlupa atau tak sempat baca Qur’an,  padahal dari pagi sampai malam,  main WA dan FB nya bisa jam-jaman/

-Melewati hari tanpa berbagi Buku Merah,sementara peluang  Jariyah Jannah ada didepan wajah 😊//

# PIKIR dan RENUNGKANLAH

Buku Merah, Jurnal Lunas Utang Warga MTR

0

Apa sebenarnya buku merah?  Jika Anda mendapatkan pertanyaan seperti itu, terutama dari orang yang belum kenal Masyarakat Tanpa Riba (MTR) bagaimana  menjawabnya?

Gampang, jawab saja buku ini adalah catatan perjalanan para pengusaha (yang tergabung dalam komunitas MTR) dalam usahanya untuk keluar dari belitan utang, dan….suksesss!

Tidak cuma berhasil sekadarnya, kebanyakan mereka mampu keluar dari problem itu dalam waktu singkat. Padahal jumlah utang mereka tidak main-main. Ada yang sampai ratusan miliar rupiah, dan tersebar di belasan bahkan puluhan titik riba.

Buku Merah kami  susun berdasarkan pengalaman nyata para pengusaha yang tercatat sebagai warga ampoeng Syariah World (KSW) dan/atau Warga Kampoeng Masyarakat Tanpa Riba (K-MTR), cikal bakal  Warga MTR kita sekarang. Isinya adalah berbagai cerita tentang “salah langkah” mereka yang telah telanjur mengembangkan bisnis melalui utang, hingga terjebak dalam  belitan kusut masai utang. Mereka akhirnya mendapatkan jalan terang setelah bergabung dalam komunitas MTR, dan secara komunal bersama-sama dengan para pengusaha yang lain berkomitmen untuk mengembangkan usaha tanpa mengandalkan utang.

Kami kumpulkan kisah-kisah dan kesaksian mereka  yang berasal dari postingan langsung  atau respon saat berdiskusi masalah utang di grup-grup KSW maupun K-MTR. Baik di grup whatsapp (w.a.g),  grup telegram serta grup Facebook. Sumber lain adalah apa yang kami dengar langsung dari perbincangan warga MTR saat mengikuti mengikuti Seminar Mengembangkan Harta Tanpa Riba (SMHTR). Juga dari diskusi-diskusi seru  yang terjadi pada pertemuan tatap muka –temu warga  SyaREA World maupun MTR, yang  rutin diselenggarakan di seluruh pelosok negeri.

Berbagai pendapat dan pengalaman itu kami rekam dalam bentuk tulisan di buku merah. Dan untuk memperkuat azzam para pelakunya agar  segera bangkit dan keluar dari jeratan utang, kami sertakan dalil-dalil dan ayat-ayat  Al Qur’an serta hadist-hadist dari Rasulullah saw yang mulia untuk memperkuat pertanggungjawaban kebenaran buku ini.

Sengaja kami memakai diksi utang,  agar Anda lebih mudah masuk dalam upaya penyadaran. Utang lebih mudah dipahami oleh semua pebisnis ketimbang kata riba yang masih mengalami pertentangan dan penolakan ketika kami sodorkan. Utang adalah sesuatu yang lumrah dilakukan hamper semua orang, namun definisi riba masih banyak yang belum paham kendati Allah sudah jelas-jelas melarangnya.

 

Awalnya Cuma 35 Halaman

Sejak pertama rilis, buku ini memang  kami susun untuk merespon permintaan warga K-MTR yang memerlukan alat bantu dalam menyadarkan  saudara-saudara lain yang masih mempertahankan kebiasaan buruk berutang. Selain menjadi sumber inspirasi penulisan, mereka jugalah yang dengan semangat jihad mendistribusikan buku merah hingga sampai ke tangan ratusan ribu pembaca.

Saat cetak pertama  hampir tiga tahun silam, tepatnya di bulan Desember 2017,  penampilan Buku Merah masih sangat bersahaja. Tipis, hanya setebal 35 halaman. Bandingkan dengan edisi terbaru yang kami cetak 15 Juni lalu yang tebalnya sudah mencapai 200 halaman. Maklum saja, dari cetakan ke cetakan, case study yang kami angkat dalam buku ini senantiasa bertambah seiring semakin banyaknya pengusaha yang berinteraksi dengan MTR dan bersedia berbagi pengalaman utangnya.

Sampai saat ini Buku Merah sudah mengalami 15 kali cetak ulang dengan tren yang terus meningkat. Edisi pertama hanya kami cetak sebanyak 500 exp,  dan karena respon bagus, pada edisi kedua dan ketiga kami cetak sebanyak 3.000 exp.

Cetakan keempat sampai kelima kami naikkan menjadi 5.000 exp namun ternyata  permintaan masih terus meningkat sehingga pada cetakan ketujuh kami beranikan menjadi dua kali lipat. Namun itupun ternyata belum bisa memenuhi banyaknya permintaan hingga mulai cetakan kesebelas kami cetak 20.000 exp.

Jumlah ini kami pertahankan sampai sekarang, hanya saja untuk memenuhi permintaan yang bertambah deras  mengalir – apalagi setelah kami canangkan program “SEJTA BUKU MERAH”, durasi pencetakan kami perpendek dengan melibatkan lebih banyak percetakan yang kebetulan pemiliknya juga member MTR.

Kendati belum melakukan survey secara ilmiah, kami yakin  orang yang telah  terefek virus Buku Merah hingga kapok berutang sudah melampaui angka di atas 10.000. Perhitungan kasar saja, di KSW maupun K-MTR ada 80 wag  yang rata-rata memiliki member sekitar 150 orang. Ditambah jumlah likers fanpage FB MTR, anggota grup FB MTR dan subscriber Youtube MTR yang sudah beranggotakan di atas 60.000 akun.  Dan layak dipercaya, semua akun itu real   karena aktif berinteraksi serta berbagi pengalaman utang.

Kami berharap dakwah melalui buku merah ini menggelinding seperti bola salju yang semakin besar, bahkan hingga ke pusat-pusat pengendali kebijakan public. Kalau perlu sampai ke pengendali negara yang kita ketahui bersama, dari tahun ke tahun tidak pernah lepas dari belitan utang yang berat.

Program “Sejuta Buku Merah”, adalah ajakan kami untuk bersama-sama membawa Indonesia merdeka dari penjajahan utang melalui ketahanan keuangan. Agar ke depan, anak cucu kita masih menikmati eksistensi Indonesia sebagai negara berdaulat sepenuhnya.  Bergabung, yuk!

 

MTR, Arah Baik dari Niat Baik

0

@MIslamBasri|MTRRiau||

Bila kita berniat baik, maka akan mendapatkan hal-hal yang baik,  diarahkan ke tempat -tempat baik,  dipertemukan dengan orang- orang  baik, dan diberi kesempatan serta kekuatan  untuk melakukan sesuatu yang baik..

Kalimat mutiara hikmah yang diatas, kami baca di dinding sebuah kedai  dekat sebuah masjid indah, tempat  kami singgah untuk sholat, lebih kurang  dua  tahun lalu.

Kini, setelah bergabung  dengan Komunitas Masyarakat Tanpa Riba (MTR), kami semakin menyadari, kenapa  Allah mengizinkan kami untuk membaca  dan bahkan memotretnya saat itu juga.

Tiada yang kebetulan di dunia ini. Kami sangat yakin, haqqul yaqiin, inilah cara yang Maha Elegan dari Zat Yang Maha Berkuasa dan Maha Berkehendak, untuk menuntun sekaligus menjawab  do’a-do’a kami selama ini.

Sungguh, pertemuan dengan MTR, adalah suatu  anugerah dan nikmat terbesar di tahun 2018 yang diberikan Allah Subhanawata’ala.  Dan boleh jadi, inilah hikmah terbesar dan terbaik dalam perjalanan kehidupan keluarga kami dari  AR RAHMAN  AR RAHIM.

Maka, nikmat Allah mana lagi yang  pantas kami dustakan.. ?  😭

 

 

The History

0

©MY110620|MTRTangerangRaya||

“Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas, apabila melihat dirinya serba cukup.” (QS Al-Alaq: 6-7)

Sebenarnya apa yang terjadi hari ini adalah pengulangan sejarah. Celakanya kita jarang membaca sejarah. Padahal sisi Al-Quran: 70% adalah sejarah.

 

Emak-emak mendadak ahli sejarah ketika disakiti. Bapak-bapak lupa kalau pernah jadi ‘Qorun’. Punya, seperti tak punya apa-apa. Ada tapi selalu merasa kurang.

Padahal…

Banyak yang biasa saja, tapi semangat berbaginya luar biasa. Kita mungkin bilang “Maaf belum bisa bantu”, padahal tangki mobil gak pernah kosong, simpanan untuk ‘jaga-jaga’ udah ratusan juta. Pajak mobil dan internet gak pernah telat.

Anda boleh mencatat siapa yang pergi saat Anda mencari, siapa yang datang saat Anda senang. Sejarah memang bukan untuk dihapus kawan. Tapi untuk dijadikan pelajaran agar tak berulang.

 

Quran mengabadikan peristiwa penyerangan Abrahah dengan pasukan gajahnya terhadap Ka’bah dalam surat Al-Fil.

Quran menceritakan kekejaman Namrud saat hendak membakar nabi Ibrahim, dalam surat Al-Anbiya’.

Qur’an bahkan sangat detail menceritakan kisah Musa dan Firaun terkait urusan kekuasaan, penguasa dan rakyatnya.

Bila sejarah yang diingat harus selalu sejarah baik, dan sejarah buruk mesti dikubur, mungkinkah beberapa ayat diatas Allah firmankan?

 

“Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal.” (QS Yusuf: 111)

 

Kisah dalam Quran adalah realita peran, ia nyata dan berlaku sampai kiamat. Aktornya mungkin berganti, tapi karakter yang dimainkan sama. Apakah kita berlaku seperti Abrahah, Namrud, Firaun, atau mungkin Qorun?

“Yaitu agar orang yang binasa itu binasa dengan bukti yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidup dengan bukti yang nyata.” (QS Al-Anfal: 42)

 

Forgiven but not Forgotten

Maaf oke, melupakan tidak!. Ya, orang mungkin bisa memaafkan, tapi susah untuk melupakan apa yang telah kita lakukan saat mereka kesusahan.

”Pergilah kepada Fir‘aun; dia benar-benar telah melampaui batas.” (QS Thaha: 24)

Lho kok?

“Dan sungguh, Fir‘aun itu benar-benar telah berbuat sewenang-wenang di bumi.” (QS Yunus: 83)

Emang saya Firaun?

Hati-hati…! Kita hanya belum disebut Firaun, padahal sudah tidak menjaga amanah ketika dapat

kekuasaan. Belum disebut Qorun padahal dengan harta yang ada tidak juga berbuat apa-apa. Belum disebut Namrud, padahal terhadap orang lemah zholimnya nauzublillah.

“Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah).” (QS An-Nazi’at: 26)

Wallahua’lam bissawab.

 

Education For All