Thursday, January 22, 2026
Home Blog Page 13

Dakwah Berjamaah Tak Mudah Lelah

0

Sekali kayuh dua tiga desa terlampaui…

Itulah peribahasa yang tepat untuk aktivitas gowes kami, MTR 03 Korwil Jogjakarta, Ahad (09/08) kemarin. Selain event tertib bersebeda, kami sekalian menjalankan inisiatif kami, berbagi inspirasi lunas utang  kepada masyarakat di sekitar  track yang kami lalui.

Bertindak sebagai “amir gowes” adalah  Pak Hermawan, yang  dibersamai coach Ahmad, Pak Djamal, Kang Hikmat, Pak Ari Gunawan, Pak Ismanto, Pak Made dan UALS.

Setelah menyantap sarapan bubur beras (jenang—red) yang demikian gurih  serta kue buatan istri Pak Ari, kami start sekitar pukul 06.30. Dari rumah Pak Ari yang berada di bilangan Jalan Palagan Tentara Pelajar Yogya, kami kemudian menuju arah Pakem, Lereng Merapi Yogya.  Kami menelusuri pelosok desa Sari Harjo, hingga di pitstop pertama di dekat chekdam sungai aliran debris Merapi.

Jarak tempuh sekitar 19km tidak terasa jauhnya, terasa seperti pemanasan saja. Kami lalui jarak itu dengan bahagia, berbagi pengalaman duka sebelum mengenal MTR, dan kisah suka setelah menjadi warga dan pegiat MTR.

Maka sahabat, dalam dakwah kita di MTR, tentu sangat penting untuk terus menjalin  ukhuwah dan semangat berjamaah, supaya tidak mudah lelah, apalagi putus asa. Dengan berjamaah, hal yang awalnya dirasa sulit, akhirnya bisa dijalani dengan mudah. Utang yang tadinya terasa berat dibayar, alhamdulillaah akhirnya lunas.

Sehingga tidak berlebihan jika slogan event sepedaan MTR 03 Yogya, #AsyikGowesUtangBeres . Semoga sahabat yang budiman bisa berjamaah bersama kami di MTR, sehingga menjadi mudah dari apa yang tadinya dirasa sukar. Silahkan sahabat buka dan renungi dalam firman Allaah Ta’aala dalam QS Ali ‘Imran : 102-104 yang sedemikian mendarah daging dalam diri kita.

Sungguh, kami bersyukur kepada Allaah ta’ala atas segala kurnia dan hikmat yang telah dilimpahkan kepada kami. Setelah melewati kampus UII, kami sampai di titik finish pukul 10.00 wib, dan kemudian disuguhi bakso karya istri Pak Ari, yang rasanya melebihi berbagai bakso yang ada di mall-mall kota Yogya.

Salam sukses penuh barakah, salaam Cash dan Lunas. Wallaahu a’lam. [UALS]

 

#AsikGowesUtangBeres #DdKorwil03 #MasyarakatTanpaRiba

1001 Buku Merah untuk Jamaah Habib Novel

0

Dengan mengucap syukur alhamdulillaah, telah kami sampaikan amanah Buku Merah MTR “Kesalahan-kesalahan Fatal Pengusaha Mengembangkan Bisnis dengan UTANG” dari Warga MTR di mana pun berada.

Ahad (09/08) kemarin, sudah kami serahkan sejumlah 1001 exemplar BMM riil, kepada Majelis Ta’lim Ar Raudhah binaan Al Ustadz Habib Novel bin Muhammad Alaydrus  untuk dibagikan ke jamaah beliau, di Majelis Ar Raudhah, Semanggi, Surakarta.

Semoga BMM ini menjadi wasilah terbukanya pintu-pintu hidayah untuk ummat. Dan semoga Allaah membalas ‘amal sholeh antum yang telah berkontribusi Nyata dalam perjuangan dakwah ini.

 

Kami mewakili warga, Pegiat & Pengurus MTR mengucapkan “Jazzakumullaah khairan…”

(MA. Ghany – Solo Jateng)

KOPLAK! PETANI BISA LUNAS UTANG MILIARAN PAKAI OMDO, OMONG DOANG!

0

UNLOGIC! AWALNYA GAK YAKIN, SETELAH IKUT EVENT MTR SAYA BISA LUNASI UTANG 2 MILIAR DALAM SATU TAHUN!

Pak Haritus ini pengusaha agribisnis dari kota Banyuwangi. Profesinya sebagai petani, tak luput dari jeratan utang. Awal tahun 2016, ketika pertama kali Pak Haritus bertemu MTR, utangnya 2 Miliar!

Ketika pertama kali mengenal MTR, Pak Haritus under estimate seperti pengusaha lainnya. Mana mungkin hanya ikut seminar, utangnya lunas. No way!

Namun setelah ikut beberapi event MTR, qadarullah tahun 2017 utang 2 Miliar Pak Haritus lunas. Unlogic!

Apa rahasia Pak Haritus hingga bisa melunasi utang 2 Miliar dalam satu tahun?

Saksikan penuturannya pada video ini.

Jangan lupa, silakan tekan tombol subscribe jika video ini bermanfaat untuk kebaikan umat.

===
Jika Anda ingin keluar dari tekanan utang riba dan Ingin merasakan bahagianya hidup dan berbisnis tanpa utang?

Awali dengan membaca buku merah masyarakat tanpa riba. Dan hadiahkan buku ‘ajaib’ ini pada kerabat dan rekan bisnis Anda sebagai amal sholeh.

WA SEKARANG JUGA ke salah satu nomor di bawah ini untuk pemesanan bukunya.:

☎️ 0853-353-353-19
☎️ 0811-1818-29
☎️ 0852-8966-9696
☎️ 0811-1888-29

untuk pemesanan bukunya. 😊

Perencanaan Keuangan sampai ke Akhirat

0

@Elvi Rhinilda|Smart Parent Institute||

Dulu saya sangat kagum dengan ilmu perencanaan keuangan.

Seorang perencana keuangan (istilah kerennya: financial planner) mengajarkan bagaimana mengembangkan harta melalui berbagai instrumen investasi. Setiap tahun kita diminta melakukan check-up berapa persen harta kita bertambah dibanding tahun lalu. Kita diminta punya dana darurat 6-12 kali pengeluaran bulanan, sebagai antisipasi jika kehilangan pendapatan. Goal terbesar dalam hidup adalah pensiun dengan mencapai kebebasan finansial (financial freedom).

Sekarang saya baru menyadari ada satu elemen sangat penting yang seharusnya dilakukan setiap pribadi muslim namun tidak pernah diajarkan para perencana keuangan. Ia adalah “financial check up harta akhirat.”

Kenapa harta akhirat sangat penting ? Karena hidup di dunia ini, berapa lama pun itu, 50 atau 70 atau 100 tahun, goal terbesarnya adalah mempersiapkan sebaik-baiknya harta akhirat. Alloh  telah menyampaikan: “Wahai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (Ghafir: 39).

  • Pernahkah dihitung; apakah ilmu saya bulan ini atau tahun ini lebih banyak dari bulan lalu atau tahun lalu? Karena ilmulah yang akan membantu saya mempersiapkan harta akhirat.
  • Pernahkah dicek, bulan ini atau tahun ini apakah saya lebih sering bershodaqoh dibanding bulan lalu atau tahun lalu atau sama saja atau bahkan kurang?
  • Pernahkan dianalisa dari sekian banyak harta yang dimiliki apakah setiap bendanya didapat dengan cara yang syar’i dan dibelanjakan untuk hal-hal yang syar’i (tidak boros atau mubasir)?
  • Masih adakah diantara harta dunia yang sebenarnya tidak saya perlukan dan bisa diubah menjadi harta akhirat melalui shodaqoh?
  • Benarkah saya perlu dana darurat yang besar atau cukup bergantung pada rezeki Alloh dari hari ke hari, dan menyimpan sekedarnya untuk darurat?

Semakin panjang perenungan tentang financial check up harta akhirat ini semakin kepala saya pening. Kok baru sekarang terpikirkan ? Masih cukupkah waktu memperbesar dan terus menumpuk harta akhirat saya ? Sementara Alloh tidak pernah memberi indikasi kapan waktu saya di dunia ini akan berakhir.

Islam tidak pernah melarang umatnya untuk mencari, mengembangkan harta. Mau punya rumah 5 atau mobil 3, tidak ada larangan. Tapi,  

  • alangkah rugi seorang muslim jika harta dunianya yang banyak tidak bisa membantunya menumpuk harta akhirat yang besar.
  • alangkah sedih jika hartanya hanya bisa dinikmati di dunia bukan di akhirat yang kekal.
  • alangkah ironi jika hartanya justru membawa ia ke neraka jahanam, karena ketiadaan ilmu dan keengganan untuk terus belajar.

Semoga saya dan Anda semua bisa menjadi financial planner bagi diri kita dan keluarga dan berinvestasi besar-besaran dalam menumpuk harta akhirat. Aamiin ya Rabb.

Cibinong, 8 Agustus 2020

RE-Charge Your Battery……

0

@Djula Widjaja | PP MTR||

Ini yang terjadi ketika warga MTR bertransformasi menjadi penggiat MTR. Seiring dengan kesibukannya menjalankan tugas-tugas dakwah, membicarakan dan memikirkan masalah-masalah dakwah, mencurahkan segenap tenaga untuk memperjuangkan agama Allah dan selalu bersemangat menghalau dan melawan  apapun yang dilakukan musuh-musuh Allah terhadap agama Islam dengan cara-cara yang sudah ditentukan ditentukan Syariah.

Ia akan menemukan kebahagiaan saat ikut dalam barisan dakwah.  Ketaatan, kenyamanan dan  kegembiraan dalam beribadah, sampai pada titik kebarokahan menuju kemenangan. Sungguh, sebuah pengalaman yang “mengenyangkan” secara rohani, yang belum pernah didapatkan selama hidup di dunia. MasyaaALlah, bukankah itu sesuatu banget?

Namun bersamaan dengan kesibukan di atas, banyak pengemban dakwah –termasuk diri saya sendiri,  yang melupakan suatu hal yang sangat penting. Apa itu? Merawat kalbu.

Betul, banyak di antara pengemban dakwah, tanpa melihat derajat keimanan serta amalan dan posisinya, seringkali menganggap sepele masalah ini. Saking sibuknya, hingga tidak sempat mengurusi dan merawat kalbunya sendiri.

Tidak heran jika sejak awal Rasulullah SAW bersabda : “Perbaharui agama (iman) kalian!” (HR. at- Tirmidzi dan Ahmad)

Saya merasakan sendiri…. Baik secara pribadi, maupun sebagai penggiat MTR yang bertitel Pengemban Dakwah, terasa ada kemerosotan yang melanda.  Astaghfirulloh.. Ampuni hambamu ini Ya  Allah, Ya Rabbi….  Kalau kondisi semakin parah, bisa-bisa terjerumus ke dalam lautan syubhat dan syahwat. Sering, hal demikian betul-betul terjadi karena “Your battery getting low and low, My Brother!

Pengabaian perkara  ini secara berlarut-larut tanpa penanganan serius sering menjadikan para pengemban dakwah di MTR berkurang kadar keIMANan dan amal-amal bathiniah lainnya lainnya. Seperti takut, tawakal, tobat, jujur, zuhud, yakin. Layaknya sebuah baterai yang sudah “using”, semakin lama semakin low.. semakin drop.

Lalu bagaimana caranya agar My Battery is FULL of Power….

Jawab pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan sejujurnya… Sudahkah Anda sebagai Pengemban Dakwah melakukannya???

  1. Sudahkah Anda mendoakan setiap saat untuk orang-orang awam dari kaum Muslimin agar mendapat hidayah dan petunjuk serta kembali  pada kebenaran dan jalan lurus?
  2. Sudahkah Anda setiap saat mendoakan orang-orang Muslim di dunia yang sedang dianiaya oleh musuh-musuh Allah? Merekalah yang paling berhak didoakan.
  3. Sudahkah Anda setiap saat mendoakan kedua orangtua, baik ketika kedua orangtua masih hidup ataupun sudah meninggal?
  4. Sudahkah Anda ketika ditimpa suatu bencana, masalah, ujian…berhenti mencari penyebabnya dan sikap Anda lebih fokus pada perbaikan diri, memantaskan diri, bertaubat nasuha?
  5. Sudahkah Anda setiap saat menjalankan hal-hal produktif yang diinginkan Allah?
  6. Sudahkah Anda setiap saat ketika akan melakukan sesuatu diawali dengan memanjatkan doa dan permohonan taufik serta kemenangan dari Allah azza wa jala ?

 

Para Sahabat RasulullohSAW pernah berkata, “Al-Zashwa (kuda Rasululloh SAW) tidak mau beranjak. Rasulloh SAW bersabda,”Al-Zashwa tidak mau beranjak bukan karena itu perilakunya. Ia tidak mau beranjak karena ditahan oleh Zat yang menahan Gajah.” (HR. al-Bukhari,Abu Dawud dan Ahmad).

Sebaliknya jika perihal KeIMANan kepada Tuhannya minim, sementara kemaksiatan dan dosanya banyak, maka hal itu akan berpengaruh pada segala hal, hingga kepada hewan kendaraannya sekalipun.

Sungguh benar salah seorang generasi salaf yang pernah berkata: “Sesungguhnya aku bermaksiat kepada Alloh, lalu efeknya aku lihat pada perangai istri dan hewan kendaraanku.

Terakhir, saya juga mengingatkan diri sendiri dan para pengemban dakwah yang tengah berjuang demi melanjutkan kembali kehidupan Islam di muka bumi ini dengan menegakkan hukum-hukum Alloh melalui Khilafah Rasyidah. Kondisi Real tempat kita (MTR) berkiprah.  Sesungguhnya goncangan yang bertubi-tubi dari musuh-musuh Alloh dan Rasul-Nya sedang mengepung MTR.

Masih ingat salahsatunya ketika lock-down Covid-19, MTR pernah dan terus digoreng dan berusaha dimasukkan ke dalam wajan panas fitnah dajjal. Sementara jika kita (MTR) tidak bersama Alloh di tengah malam dan di ujung-ujung waktu siang hari, bagaimana mungkin MTR bisa membuka jalan ditengah-tengah berbagai kesulitan? Bagaimana mungkin MTR bisa meraih apa yang diharapkan? Bagaimana mungkin MTR bisa mendaki tempat yang tinggi dan menuju ke tempat yang lebih tinggi lagi? Bagaimana dan bagaimana?

Healing Journey of CoachDJW #1- 2020

Kisah Mantan Vice President Bank yang Taubat dari Riba

0

@Fierly Hidayat |MTR #17 Sumatera||

Tahun 2008 sampai 2017, saya bekerja di sebuah bank swasta yang saham mayoritasnya dikuasai asing. Posisi terakhir saya adalah pimpinan wilayah, dengan jabatan sebagai vice president.

Sesuai tanggung jawab yang saya emban, pendapatan dan fasilitas-fasilitas yang diberikan kantor juga sangat besar.  Belum lagi bonus tahunan dan THR yang  nilainya bisa lebih dari Rp100 juta.

Selain itu, saya juga mendapatkan fasilitas kendaraan operasional secara Cuma-Cuma. Dua kali saya mendapatkan mobil seharga Rp250 juta dan Rp350 juta. Bahkan pengeluaran untuk rumah dinas yang saya tempati juga dibayari kantor.  Dari sisi materi, saya benar-benar berada pada zona nyaman.

Besarnya tanggungjawab ytang saya emban membuat saya sangat sibuk dan hanya punya waktu sedikit untuk keluarga. Sholat juga semakin jarang saya jalankan. Bisa melakukan satu waktu sholat dalam sehari saja, sudah sangat beruntung.

Di sisi lain, jabatan tinggi yang saya terima bukan menjadikan saya lebih baik. Banyak sekali sifat buruk yang timbul pada diri saya, antara lain sombong, angkuh, tidak bisa menerima nasihat, arogan, emosional dll.

Selain itu, saya juga tertular tabiat buruk dari iklimdari tempat kerja. Yup, walaupun sudah mendapatkan gaji bulanan yang cukup besar sebagai pengelola perusahaan riba, sayapun ikut menjadi pemakai riba. Mulai pinjaman KPR, KTA, hingga kartu kredit yang limitnya limitnya besar. Termasuk kredit mobil dan moge yang tidak penting,

Kadang saat mendengar guyonan staf di bawah yang mengatakan gajinya 8 koma, yang ternyata artinya setelah tanggal 8 sudah koma, saya hanya bisa tersenyum kecut. Mereka tidak tahu kalau kondisi saya lebih parah dari itu. Setiap tanggal 2,  keuangan saya sudah koma. Hal ini karena saking banyaknya angsuran yang  harus saya bayar.

Pernah saya berdiskusi dengan istri, ingin resing saja dari kantor. Saya  merasa seperti orang tersandera utang yang saya perbuat sendiri, dan belum tahu bagaimana cara melunasi utang-utnag tersebut. Saya bilang ke istri, satu-satunya cara untuk lunas utang adalah kalau saya mati karena sebagai karyawan saya di-cover asuransi, kalau dihitung-hitung, nilai asuransi yang akan diterima ahli waris itu bisa menutup semua utnag-utang kami.

Perasaan ingin resign itu semakin lama semakin besar. Bahkan jika risikonya kehilangan harta, saya sudah siap asalkan semua utang bisa lunas.

Setiap hari saya berdoa, minta tolong kepada Allah. Sholat wajib yang dulu sering saya tinggalkan, mulai saya kerjakan lagi bahkan diikuti sholat tahajud dan dhuha.

Kalau malam saya tidak bisa tidur, walaupun sudah diusahakan melepas semua fikiran tentang utang-utang kami. Setiap pagi saat akan berangkat ke kantor, badan selalu lemas dan gemetaran karena kurang tidur.

Saya yakin Allah sayang kepada kami, makanya saya ditegur dan harus mengambil keputusan.

Lebaran Iedul Fitri 2017, saya beranikan diri bicara kepada mami bahwa saya sudah tidak bisa lagi bekerja di lembaga riba. Saya juga memberi tahu beliau segala konsekuensi kalau saya resign. Termasuk kehilangan semua asset untuk menutupi semua utang.

Mungkin karena dibantu doa mami, istri dan anak-anak saya, akhirnya doa kami dijawab Allah SWT; Kantor menawarkan penawaran program pensiun dini untuk semua karyawan.

Maka, begitu program itu di-launching, saya adalah orang pertama yang apply untuk pensiun dini di bulan September 2017. Singkat cerita, tanggal 30 November 2017, untuk terakhir kalinya saya bekerja di bank tersebut. Pensiun dini dan surat resign saya disetujui. Saya menerima pesangon, dari pesangon itu saya tutup semua utang di bank.

Saat itu saya tidak tahu harus kerja apa dan bagaimana nasib kami ke depan. Yang ada hanya pasrah dan tawakal kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Bulan Desember 2017 kami kembali ke Palembang. Dan  dengan tabungan yang masih tersisa kami memberanikan diri membuka toko busana muslimah yang bernama “Azania Fashion”. Sementara mobil yang masih ada, saya coba manfaatkan untuk menjadi driver taksi online.

Setelah tidak lagi bekerja di bank, waktu saya untuk keluarga semakin banyak. Selain itu saya punya lebih banyak waktu untuk mendengar ceramah agama baik langsung maupun melalui handphone, Saya mencari-cari topik tentang riba, dan saat itulah saya baru tahu ancaman-ancaman dosa riba.

Alhamdulillah karena rezeki dari Allah, toko Azania Fashion sudah  buka di dua lokasi. Sementara dari penghasilan sebagai pengemudi taksi online, bisa menutup biaya makan, bayar sekolah anak-anak serta menutup biaya-biaya rutin bulanan.

Godaan kadang-kadang sering datang. Beberapa perusahaan ribawi mencoba menghubungi untuk mengajak bergabung di lembaga riba lagi. Namun alhamdulilah, saya mempunyai mami, istri, anak-anak dan saudara-saudara yang selalu menguatkan untuk istiqomah.

Saya lupa, akhir April atau awal Mei 2018, Mami minta diantar ke tempat Adik kami di klinik Jakabaring untuk kopdar keluarga MTR. Sungguh berat rasanya, karena sebagai driver online, Sabtu adalah hari yang ramai untuk menjalankan taksi. Terus terang saya dipaksa Mami untuk masuk ke ruangan dan ikut mendengarkan pembicaraan keluarga MTR.

Surprise untuk saya, pada saat itu saya merasa bukan berada di tempat asing ataupun suasana baru karena sambutan anggota-anggotanya sangat akrab dan kekeluargaan walaupun belum kenal. Dari situ saya sangat terharu, dan saat itu saya bertekad insya Allah ikut aktif di kegiatan keluarga MTR.

Demikian cerita pengalaman pribadi. Saya sampaikan secara terbuka untuk keluarga MTR ini, karena saya menganggap di sini bukan lagi sebagai orang lain, tetapi seperti dengan keluarga sendiri. Mohon bimbingan kami yang masih sangat kurang ilmu ini.

 

Saat Allaah Mengirimkan Bahtera MTR

0

Sejak lama kita mendengar dan tahu  tentang riba, tapi tak pernah mengerti  dan memahaminya, hingga terperdaya dan terperangkap  oleh lambaian dan rayuan manisnya,  yang membuat kita hampir tenggelam

Lalu ALLAAH mengirimkan bahtera MTR untuk menyelamatkan.

Sekian lama  kita bekerja keras dalam meniti dan mengembangkan usaha,  tapi kita sepertinya tak beranjak dari kesibukan yang tak bertepi,  karena dikelola tanpa sistem yang baik  serta tujuan yang jelas dan benar. Hingga usaha kita hanya berjalan ditempat dan bahkan sebagian terdesak mundur ke arah jurang utang yang sangat dalam.

Lalu ALLAAH mengirimkan pilar-pilar  MTR untuk menghalangi kita dari keruntuhan dan kejatuhan yang sudah di depan mata..

——————————————————-

”Jangan tanya apa yang telah MTR  berikan untuk dirimu”

”Tapi Tanyalah,Lewat jalan MTR ini,  apa yang telah engkau berikan  untuk Agama ALLAAH dan RosulNYA”

# PIKIR dan RENUNGKANLAH

(@MIslamBasri – BangKamRi 1441)

Perjalanan Lunas Utang Miliaran, dari Pengadilan hingga Bebas BDO

0

Berikut kisah nyata dari Bapak Lindhu Aji – Warga MTR Kedu Raya.

Bismillahirrahmanirrahim..
Kami ingin berbagi pengalaman,

Tanggal 10 Juni lalu, kami mendapatkan panggilan sebagai tergugat dari Pengadilan Negeri Mungkid, Kabupaten Magelang. Alhamdulillah, kami bisa hadir ddalam keadaan sehat tanpa halangan apapun. Kendati posisi sebagai tergugat, tidak ada rasa takut dan ragu masuk ke ruang persidangan.

Namun apa  yang terjadi.  Saat persidangan dibuka oleh Hakim, Hakim langsung mengatakan gugatan dinyatakan gugur, dikarenakan penggugat tidak memenuhi syarat yang berlaku.

Allahu akbar! Sungguh sekenario ALLAAH luar biasa. Bukan soal menang ataupun kalah, kami hanya berharap keadilan. Dan alhamdullilah, Allah mengabulkan doa kami. Aamiin. Terima kasih kepada saudaraku semuanya.

Ada satu lagi kabar gembira terkait utang saya kepada salah satu bank  konvesional. Hanya sehari sebelum panggilan dari Pengadilan, tepat tanggal 9 Juni,  rumah saya didatangi satu mobil orang-orang dari Bank.  Kami kira ada apa, ternyata mereka  datang hanya untuk minta tanda tangan karena permohonan bebas  BDO (bunga, denda dan ongkos-ongkos lainnya) mereka setujui.

Tidak hanya bebas BDO, saat kami nego untuk minta pengurangan cicilan pokok  dari utang  sebesar Rp500 juta yang kami miliki, mereka  juga setuju untuk  setuju, termasuk permintaan kami untuk mencicil sesuai kemampuan.

Untuk saudara-saudarakua di MTR, mudah-mudahan Allaah juga mempermudah semua urusan.  Sungguh Allah Maha Adil bagi hamba-hambanya yang mau mendekat dan menjalankan perintahNYa, Semangat saudaraku semu, mari terus bersahabat dalam dakwah. Sebarkan buku merah.

ALLAHU AKBAR…3X

Kata Siapa Lunas Utang Miliaran Sulit?

0

Alhamdulillah kami bersyukur padaMU, ya Allah. Terimakasih kepada MTR, karena dengan ilmu-ilmu yang kami dapatkan,  kami dapat mengubah pola hidup kami, pola pikir kami dan masih banyak lagi manfaat yang kami dapatkan. Sehingga kami mampu menyelesaikan utang-utang kami.

Total utang kami sebesar Rp2,5 miliar, tersebar di 13 titik utang. Alhamdulillah, sejak bergabung dengan belajar kepada MTR Mei 2019 lalu, kami berhasil  menyelesaikan 11 titik utang. Kini utang kami tersisa 2 titik lagi.

Mohon doanya sahabat MTR semua, agar utang kita cepat lunas semua, dan  Allah Ridho dengan apa yang kami lakukan. Aamiin…

2 Juni 2020 lalu merupakan hari bahagia kami. Karena kami bisa menjemput sertifikat yang selama ini kami “sekolahkan”. Hidup kami sekarang terasa lebih baik, lebih tenang, dan lebih bahagia.

Pesan kami kepada sahabat MTR yang ingin utang lunas miliaran,  segera cari ilmunya di MTR. Agar tidak semakin dalam masuk lembah maksiat yang dibenci Allaah subhanawata’ala. Naudzubillah min dzalik.

Kejar ilmunya karena manusia juga berkejar-kejaran dengan ajal. Jangan sampai terlambat dan menyesal di akhirat nanti. (Heri – Bekasi).

Buat Apa Cari Bajakan, jika Tersedia Buku Merah Gratis?

0

Banyak yang masih berfikir, ketika memiliki otomatis menguasai.

Bukan begitu cara meretas utang, kawan.  Jika kalian benar serius mau mendapatkan buku merah, maka akan ada seribu warga MTR yang siap didatangi.

Jangan korbankan keberkahan yang berlimpah dengan harga yang murah.  Ilmu tidak singgah walau telah diunggah, tidak mendapat akad walau telah didapat, tidak mampu dipahami walau telah dimiliki.

Gimana mau sukses lunas utang milyaran, jika untuk urusan bajakan Rp20 ribuan saja Anda tak berdaya.

MTR sama sekali tidak rugi, apalagi marah. Kami hanya sedih melihat Anda gagal melewati proses awal, menuju lunas utang dan riba.

Tidak inginkah Anda menjadi besar dengan cara benar?

Semoga aku, kamu dan kita semua tetap diberkati Allah azza wazalla.

Selamat menjalani proses. ✍️