Monday, August 24, 2026
Home Blog Page 101

Jurus Meraih Impian 46Miliyar

0

_Silakan tulis apa yang paling Pak Sodikin inginkan_

Itu permintaan saya ke Pak Sodikin pada awal Tahun 2007 yang lalu. Ketika beliau masih menjadi karyawan di Pabrik Perfetti van Melle Cibinong Bogor.

Beliaupun menuliskan;

*Punya uang Rp 50 Miliard 5 tahun yang akan datang*

Alhamdulillaah.. Impian Pak Sodikin meleset! Pada Bulan April 2012 yang lalu, perusahaan beliau baru berhasil meraih omzet sebesar Rp 46 Miliar.

Silakan saksikan video ini untuk mendapatkan kisah suksesnya :

Anda juga punya impian yang ingin Anda wujudkan? Silakan baca teknik-teknik yang Pak Sodikin lakukan di Kitab Klasik 27 JURUS JITU MERAIH IMPIAN.

 

Jika belum punya Kitabnya, bisa pesan sekarang juga di WA 0878-7495-3616.
Ready stock terbatas. Di Gramedia sudah sold out!

 

Samsul Arifin
Founder SyaREA World, Sharing Leadershi

LEADERS LEARN FROM THE BEST

0

*LEADERS LEARN FROM THE BEST*
_FOLLOWERS LEARN FROM THE MEDIOCRE_
~LOOSSERS THINK ALREADY KNOW EVERYTHING~

 

Assalaamu ‘alaykum wrwb.
Sahabat-sahabat Business Owners & Leaders yang dirahmati ALLAAH..

Sudah lebih dari 2 (dua) pekan ini, di media-media bisnis nasional seakan-akan masih haus untuk memberitakan keberhasilan The BodyShop Indonesia (TBSI) meraih predikat The World Most Value Business 2016. Tak kurang dari Majalah SWA, Grup Berita Satu dan Harian Kompas serta beberapa media bisnis besar lainnya turut memuat keberhasilan itu.

Apa yang membuat TBSI meraih presikan The World Most Value Business 2016 itu?
Ternyata bukan hanya TBSI, namun secara global, The BodyShop International juga mencapai hal yang sama. Ada 3 (tiga) capaian fantastis perusahaan global ini. Apa saja 3 (tiga) capaian itu?

1. Profit, ukuran utama keberhasilan suatu bisnis adalah PROFIT atau kinerja keuangan. Nah.. TBSI mencatatkan pencapaian profit yang fantastis, di atas rata-rata industrinya. Dan kinerja keuangan ini menunjukkan trend yang terus menerus positif.

2. People, ternyata tingkat kepuasan pelanggan sangat ditentukan oleh tingkat kepuasan team, atau PEOPLE yang berkerja di dalamnya. Pada aspek ini, kepuasan karyawan TBSI meninggalkan perusahaan-perusahaan lainnya. Bukan hanya benefit materi yang mereka rasakan puas, namun benefit-benefit lain mereka dapatkan. Sehingga mereka dengan senang hati memberikan kinerja terbaiknya untuk perusahaan.

3. Planet, ini yang menarik dari TBSI, perusahaan yang tidak beriklan ini, ternyata menaruh perhatian besar pada persoalan-persoalan kehidupan manusia di jagad raya ini secara konsisten. Perhatian pada penyelesaian persoalan kemanusiaan ini menjadi nyawa dari perusahaan ini.

So..
Sahabat-sahabat Business Leaders, bagaimana dengan perusahaan kita semua? Apakah sudah bisa mencapai hal-hal yang telah dicapai oleh The BodyShop Indonesia tersebut?
Jika belum, apakah Anda ingin mencapai hal-hal yang telah dicapai oleh TBSI? Profit berlimpah, team yang bersemangat dan kontribusi yang semakin diperhitungkan?

Apakah Anda ingin tahu RAHASIA DAPUR TBSI membangun team dan perusahaan sehingga menjadi The World Most Value Business 2016?

Alhamdulillaah..
Saya sangat bersyukur, karena saya punya akses special dengan orang nomor satu di TBSI, Bapak Aryo Widiwardhono, CEO The BodyShop Indonesia.
Yang membuat saya lebih bersyukur lagi, ternyata Bapak Aryo CEO The BodyShop Indonesia bersedia berbagi _RAHASIA DAPUR_ kepada kita semua bagaimana The BodyShop Indonesia bisa mencapai predikat The World Most Value Business 2016 pada KSW Leaders Forum yang Insyaa ALLAAH akan kita selenggarakan pada:

Hari, tanggal: Sabtu, 4 Juni 2016
Pkl. 09.00 – 15.00
Tempat: CICO Resort Cimahpar Bogor

Thema:
*LEARN FROM THE BEST
HOW THE BODY SHOP INDONESIA
BECOME THE WORLD MOST VALUE BUSINESS 2016 IN INDONESIA.

Live Successful Sharing Session by Mr. Aryo Widiwardhono, CEO The BodyShop Indonesia*

Karena forum ini sangat ekslusif, maka tidak semua orang bisa mengikuti Successful Sharing Session ini. Hanya Anda yang serius untuk mengembangkan bisnis pada skala global dan sedang memikirkan bagaimana membangun bisnis sehingga menjadi The World Most Value Business pada industrinya.

_Mas Aryo,
Terima kasih banyak, BodyShop sudah berkenan berbagi BEST PRACTISES of The BodyShop Indonesia bagi kaum bisnis melalui SWA.
Saya yakin ini banyak manfaatnya.
Salam dan keep in touch_
Kemal Gani, Pemred SWA

Pada Exclusive Forum ini, Insyaa ALLAAH kita akan belajar bersama-sama:
1. Winning Through Marketing with Hearth, low budget high impact marketing
2. Memenangkan kompetisi tanpa bersaing
3. Bagaimana menjalankan bisnis etik, bisnis jujur yang mengutamakan Planet dan People, ternyata bisa mendapatkan Profit yang tinggi
4. Aplikasi Bisnis itu tidak melulu hanya Profit Profit dan Profit. It’s about people and planet. Sehingga kita bisa aplikasi prinsip bisnis itu bukan sekedar untung rugi, tapi tentang sorga dan neraka.

Demikian berita gembira ini saya, sampaikan. Let’s LEARN FROM THE BEST!
Khusus bagi Anda yang ingin mengikuti acara ekslusive ini, silakan mengirim permintaan untuk mengikutinya via WhatsApp ke 0811-113-139.

Jumlah peserta kami batasi agar sharing session ini benar-benar memberikan pembelajaran dan berdampak luar biasa untuk bisnis dan kehidupan kita semua. Pendaftaran kami tutup pada Hari Sabtu, 28 Mei 2016 pukul 15.00.

 

Wassalaamu ‘alaykum wrwb.
Samsul Arifin
Founder SyaREA World, Sharing Leadership

EFEK RIBA

0

Assalamualaikum warga KSW yg dirahmati Allah.
Pada kesempatan ini saya ingin sedikit berbagi cerita tentang betapa busuknya riba merusak sendi-sendi kehidupan kita.

Sungguh tak ada sedikitpun keraguan didalam nash yang jelas menyebutkan bahwa Allah akan menyuburkan sedekah dan memusnahkan riba.
Kakak ipar saya adalah pegawai bank btpn. Di umur 30 tahun, dia sudah menempati posisi sebagai branch manager.

Kehidupan yang dialaminya begitu datar, hambar dan penuh dengan kemunafikan.
Ketika dinasehati untuk shalat, jawaban yang keluar dari mulutnya “Buat apa shalat, pegawai bank kayak kita itu ga beda sama rentenir jadi ga perlu shalat ga usah sok suci”.
Naudzubillahimindzalik. jadi sesungguhnya alam bawah sadar mereka itu mengerti bahwa pekerjaan yg mereka lakukan adalah keji.

Pernah suatu malam takbiran menjelang lebaran. Ia harus menyelesaikan tugasnya untuk menagih hutang nasabah. Karena nasabah tidak bisa membayar, ia langsung memerintahkan DC menyita motor si nasabah.

Istri saya menccoba menasehati agar mengembalikan dulu motornya, karena keesokan harinya pasti dia butuh motor tersebut untuk keliling silaturahim ke saudara atau kerabat ( nasabah hanya punya 1 motor). Kemudian apa jawaban yang terucap darinya, “klo emang ga bisa bayar, ngapain ngutang. Ini namanya profesionalitas”.
Astaghfirullahaladzim, sungguh riba telah menutup rapat hati nurani manusia yg memakannya. Tak ada lagi ruang yg kita sebut kasih sayang untuk menghargai sesama.

Dalam hidupnya, dia selalu dirundung masalah demi masalah yg datang bertubi-tubi.
Istrinya sering bed rest di rumah sakit entah karena keracunan, tipus, kondisi tubuh lemah karena terforsir ( istri sesama pegawai bank), dan hampir dipastikan tiap tahun pasti bed rest sampai-sampai pegawai rumah sakit hafal betul pada istri kakak ipar saya.

Anak-anaknya pun sama, mengalami hal yang tak pernah selesai dari masalah. Anak balitanya hampir mati karena tidur tengkurap dan tidak bernafas dalam beberapa menit. Anaknya pernah mengalami infeksi saluran kencing sehingga harus segera sunat dini.

Sering sakit demam, panas tinggi sampai mimisan. Obesitas membuatnya mudah sakit bila terlalu banyak beraktifitas. Tidak terkontrol dan bahkan seperti tidak pernah mendengarkan apa yang dikatakan orang tuanya kecuali ketika dipukul.

Wallahualambissowab,

Apakah ada korelasi efek riba dengan kehidupan yang serba bermasalah. Namun saya pribadi sebagai orang yang relatif lebih sering melihat kondisi keluarganya secara langsung melihat ada hal yang salah sehingga hidup tidak tenang dan tidak berkah.

Harta yang datang bukan sebagai pesan agar semakin dekat dengan Allah namun justru datang sebagai tembok penghalang untuk lebih dekat pada sang Pencipta.

Semoga cerita diatas bisa dijadikan ibroh agar kita selalu menjaga keluarga kita dari bahaya riba. Menanamkan bahaya riba pada anak sedini mungkin adalah hal yang pantas diperjuangkan saat ini.
By : Han – KSW #06
WA KSW 0811-113-139

PERHATIAN WARGA KSW

0

Samsul Arifin SBC:
*PERHATIAN WARGA KSW…*

Assalaamu ‘alaykum wrwb..

Warga yang dirahmati ALLAAH.. Ahlan wa sahlan..
Selamat datang di WhatApps Group (WAG) Kampoeng SyaREA World atau disingkat KSW. Kampoengnya para pengusaha, business owners & leaders yang komitmen untuk menjadi AHLI SORGA.

Pada kesempatan ini, kami akan mengingatkan kita semua akan *ADAB PERTAMA KAMPOENG SYAREA WORLD (KSW)*, yaitu:

_WE ARE STILL HUMAN BEING. KITA BUKAN MESIN. KITA MASIH TETAP DAN AKAN TERUS MENJADI MANUSIA._
*TIDAK KENAL, MAKA TA’AARUFLAH. SALAMI TETANGGA ANDA.*

Warga Kampoeng SyaREA World yang dimuliakan ALLAAH…
Dengan semakin bertambahnya dan terus bertambahnya Warga Kampoeng SyaREA World, saya bisa pastikan bahwa belum semua diantara kita yang sudah saling mengenal apalagi bertemu sebelumnya. Oleh karena itu, agar interaksi diantara kita berlangsung nyaman, terbuka, dan saling memahami, maka sangat penting bagi kita untuk saling mengenal antara satu warga dengan warga lainnya.

Tanpa proses perkenalan lebih dahulu atau tanpa saling mengenal, di sosial media (messenger) ini, akan sama saja berdialog dengan mesin. Kita tidak tahu siapa nun jauh di sana, kecuali hanya sekedar deretan nomor. identitas dan gambar profile saja.

We are human. Kita adalah mahluk sosial yang berinteraksi secara emosional. Dengan memperkenalkan diri, maka itu menunjukkan bahwa Anda benar-benar manusia, bahwa jati diri Anda memang ada, Anda bukan mesin, bukan program computer yang disetel otomatis.

Oleh karena itu, saya mengingatkan, mengajak dan mempersilakan kembali kepada Anda yang belum berkenalan, atau warga baru untuk memperkenalkan diri. Silakan pula bagi warga lama untuk menyambut warga baru dengan memperkenalkan dirinya kembali.

Silakan perkenalkan nama, core business, usia, status kepemilikan pada usaha yang sedang Anda jalankan dan kota di mana Anda berada. Sertakan pula foto diri, keluarga, team dan proyek/produk/jasa Anda. Maksimum 3 (tiga) foto saja.
Foto-fotonya format kecil ya.. Kurang dari 100 kb cukuplah.. hehehee..

Kendati demikian, saya juga menyadari bahwa sedetail apapun perkenalan pada sosial media, seperti WhatApps atau Telegram Group ini, tetaplah memiliki keterbatasan. Tidak ada yang bisa mengalahkan perkenalan tatap muka atau pertemuan secara langsung.

Di media sosial, Anda tidak bisa menatap mimik muka saudara Anda, tidak bisa mendengar candaannya dan tidak bisa merangkulnya serta tidak bisa merasakan getaran emosinya. Dan tidak akan tahu situasi sekeliling ketika seseorang menuliskan percakapannya.

Anda yang belum pernah bertemu tatap muka dengan saudara-saudara Anda di Kampoeng SyaREA World ini, jangan berharap Anda bisa get-connected secara emosional dengan mereka. Padahal untuk suatu hubungan jangka panjang, kita sangat memerlukan keterikatan emosional ini.

Untuk, saya sangat mengharapkan Anda benar-benar meluangkan waktu, hadir untuk saling berkenalan secara langsung dan berpartisipasi aktif pada acara-acara off line yang rutin kita selenggarakan. Sekali lagi, saya sangat mengharap Anda semua bisa meluangkan waktu untuk berkumpul bercengkerama bersama-sama keluarga besar Anda di Kampoeng SyaREA World ini di dunia nyata, bukan di “kampoeng” virtual grup WA ini. Sehingga Anda benar-benar bisa merasakan, melihat dan mendengar keberadaan saudara-saudara kita di Kampoeng SyaREA World (KSW) ini.

Tatap secara langsung wajah saudara Anda, jabat erat tangan-tangan mereka. Peluk, rangkul mereka satu persatu (yang sesama jenis ya..), simak baik-baik percakapan mereka. Rasakan suasana ketika kita berkumpul bersama-sama saudara-saudara kita semua di Kampoeng SyaREA World ini.

Dapatkan informasi-informasi pertemuan tatap muka yang kita selenggarakan dengan rajin mengikuti secara postingan pengumuman di KSW. Silakan hubungi WA 0811-113-139 untuk mendapatkan informasi pertemuan tatap muka yang bias Anda hadiri.

Untuk mendapatkan pembelajaran bisnis dan kehidupan dengan suasana kekeluargaan dan keakraban yang lebih intensif, saya juga mengundang Anda untuk ikut serta pada Tour DAKWAH ROMBONGAN Warga Kampoeng SyaREA World, yang Insyaa ALLAAH diadakan secara periodic.

Silakan pantau terus event-event ofline yang kita selenggarakan bersama. Akrab di sosmed, bersaudara di dunia nyata, bertetangga di sorga.
BaarakALLAAHu fiikum jamii’an..

 

Wassalaamuálaykum wrwb..
Samsul Arifin
Founder SyaREA World, Sharing Leadership.

 

Bersambung ke Adab-adab Kampoeng SyaREA World berikutnya..

MANA MUNGKIN ?

0

*Mau usaha tapi tanpa hutang? Apa bisa??*

Pertanyaan itu selalu muncul di benak saya setiap kali akan melangkah dalam berwirausaha. Modal darimana kalau gak utang coba? terus apa bisa pake modal seadanya? Jawabannya bisa! Tergantung niat dan kemauan, semangat pantang menyerah donk, kan yang dikejar keridhoan Allah SWT bukan yang lain, kalau Allah ridho Insha Allah barokah dah, yakin!

Terus kalau dah yakin selanjutnya apa? Selanjutnya terserah anda

Yang saya yakini sekarang kalau usaha dimulai dari yang kecil, besarnya pasti kuat, percaya dah! Lihat bagaimana semut, lebah membangun sarangnya, dari kecil dulu, sedikit demi sedikit akhirnya jadi bukit kan, tanpa utang lho tanpa riba. lebah aja yang kecil gitu bisa bangun sarang yang bentuknya hexagonal, bentuk bangun yang sangat presisi dari segala sisi., dan harusnya kita sebagai manusia makhluk ciptaan Allah yang dibekali akal bisa donk bikin yang lebih keren lebih kreatif tapi kalau masih bingung mau ngapain, tenang aja dah kan kita masih punya Allah Tuhan yang Maha Berkehendak, yang penting doanya getol, InshaAllah dikasih jodoh produk yang terbaik, usaha yang terbaik dan hasil yang terbaik, oke!

Dulu saya sempat tergoda untuk pinjam modal di bank buat usaha ternak ayam pedaging yang pastinya butuh modal besar, tapi Alhamdulillah sebelum saya mau merealisasikan keinginan itu, Allah masih sayang sama saya, kandang yang mau saya beli ada trouble, dan akhirnya saya sadar untuk tidak melibatkan hutang dan bank, semenjak itu saya mulai mencari usaha yang cocok untuk saya yang bermodal apa adanya.

Sekarang saya masih bekerja di perusahaan swasta, menabung sedikit demi sedikit untuk modal usaha impian saya, ya walaupun masih belepotan dengan yang berbau riba karena sejatinya rupiah pun sendiri riba tetapi setidaknya semaksimal mungkin kita hindari praktek secara langsung yang menjerumuskan kita kepada jurang ribawi

Berbagai jenis usaha sudah pernah saya coba walaupun baru satu dua langkah, sampai pernah saya frustasi karena belum menemukan produk yang sesuai, hingga akhirnya saya disadarkan bahwa usaha itu lebih baik mulai dari apa yang dibutuhkan bukan dari produk apa yang kita mau, karena dari kebutuhan disitu ada peluang. Alhasil sekarang saya dipertemukan dengan salah satu jodoh produk saya, Alhamdulillah saya dan istri mulai memproduksi kosmetik alami yang terjamin kehalalannya

Sedikit demi sedikit saya sisihkan gaji saya buat beli ini itu, buat uji coba trial and error, yah gak apa-apa walaupun belum ada hasil secara rupiah tetapi setidaknya dari uji coba saya sudah dapat sedikit ilmu, selayaknya bayi yang baru lahir itu perlu dirawat, sama seperti usaha yang baru dirintis juga perlu dirawat agar nantinya tumbuh dengan baik kan.

Jangan lupa meniatkan dahulu apa yang ingin kita lakukan dan ingin kita capai semoga bisa memberikan manfaat terutama bagi diri kita dan orang-orang di sekeliling kita, gak selamanya kan kita hidup didunia yang fana ini.

Sekian sharing saya ini, bukan untuk menggurui, semoga bermanfaat, dari sahabatmu yang fakir ilmu ini.

By : Vebrian Eko Adryanto – KSW #13
WA KSW 0811-113-139

 

DARI BUKU SEMUA BISA BEBAS UTANG

0

Dalam banyak kasus, persoalan utang tidak semata-mata berkaitan dengan uang dan seberapa besar jumlah utang. Tapi bertalian erat pula dengan sikap mental. Karena bagi seseorang, utang satu juta rupiah sudah pusing, dan galau, seolah-olah langit akan sebentar lagi akan runtuh.

Namun ada pula orang yang berutang puluhan bahkan ratusan milyar tetap bisa tenang, tidak gelisah, dan selalu menunjukkan rasa gembira dan optimisme bahwa ia pasti bisa melunasi utang tersebut. Sikap mental atau persepsi ini sangat menentukan seseorang dalam upaya melunasi utang-utangnya.

Sikap mental positif tidak hanya tercermin dari cara seseorang memposisikan utang atau menempatkan dan memaknai kondisi yang tengah dihadapinya tapi juga terejawantahkan dalam sikap mental selalu siap mengahadapi segala kemungkinan dan risiko dari pilihan yang ia tempuh.

Jadi saat berikhtiar melunasi utang, tidak dibarengi pula dengan rasa kuatir, ragu-ragu, cemas apalagi paranoid atau rasa takut berlebihan jika ternyata upaya yang ia lakukan hasilnya buruk atau tidak sesuai harapan.

Sikap mental positif akan “membimbing” Anda untuk fokus terhadap proses dan tujuan yang akan dicapai. Terbebas dari belenggu rasa takut gagal. Secara tidak langsung, Anda juga akan mempengaruhi sikap mental orang lain yang pada akhirnya bisa menjadi jalan bagi Anda untuk mendapatkan simpati sekaligus pertolongan dari orang lain, tanpa harus Anda minta.

Bagaimana pendapat Anda?
By : A. Mirza – KSW #01
Wa KSW 0811-113-139

SALAH OBAT

0

By : A. Mirza – KSW #01
WA KSW 0811-113-139
Seseorang sakit panas kemudian diberi obat turun panas maka suhu tubuh, akan turun tidak berapa lama tubuh suhu tubuh meninggi, Kemudian diberi obat turun panas suhu tubuh turun lagi tapi jadi naik lagi ini berulang beberapa kali Kenapa hal ini bisa terjadi karena sumber dari penyakit tidak diketahui suhu tubuh yang tinggi adalah gejala.

Dengan hasil laboratorium bisa diketahui sumber dari penyakit bisa jadi demam berdarah atau typus yang tentunya tidak bisa sembuh hanya dengan obat turun panas.

Sama halnya dengan hutang, kalau kita mencari dari sumber masalahnya keliru maka yang terjadi adalah tidak bisa terselesaikan masalahnya bahkan makin membesar.

RIBA adalah salah satu sumber dari segala permasalahan. Hutang yang menumpuk dan membesar tagihan yang tidak terbayarkan, bisnis yang macet, keluarga yang berantakan, rezeki yang seret, kesehatan yang memburuk, itu semua bisa jadi adalah proses Allah mengingatkan atau menghukum kita.

Allah memenuhi janjinya dalam al-quran yaitu Allah akan memusnahkan riba. Jadi jika memang sumber dari segala sumber permasalahnya adalah riba maka dengan berbagai cara dan metode Manajemen atau financial planner dan segala perhitungannya.

Permasalahan tidak akan selesai, bahkan kita akan menuju kebangkrutan atau keterpurukan dalam kehidupan. Mulailah dengan bertobat dan merencanakan untuk membebaskan di dari RIBA.

Semoga Allah menolong kita. Bagamana pendapat anda ?

By : A. Mirza – KSW #01

ADAB KE-TUJUH KAMPOENG SYAREA WORLD (KSW)

0

WARGA KSW… break dulu diskusinya ya.. Saya mau menyampaikan Adab ke-tujuh (7) KSW dulu..

*ADAB KE-TUJUH KAMPOENG SYAREA WORLD (KSW)*

Assalaamu ‘alaykum wrwb..

Warga KSW yang rindu bertemu Rasuulullaah SAW..
Pada kesempatan ini saya akan berbagi kepada Anda semua Adab Ke-tujuh Kampoeng SyaREA World, yaitu:

*WE CREATE OUR OWN DESTINY
Kitalah yang menentukan nasib kita sendiri*

Sebelum berdiskusi lebih detail tentang Adab ke-tujuh ini, saya ingin bertanya kepada Anda semua Warga KSW, apa pendapat Anda tentang orang-orang yang mengeluarkan kalimat-kalimat ini?

~“Rumahku kotor banget.. aku tidak betah disini..”~
~“Uangku cepat habis gini ya..“~
~“Aku tak suka berat badan ini naik terus”~
~“Pelangganku terbius bujukan kompetitor”~

Atau…
Anda sendiri pernah mengeluarkan kalimat seperti itu?
Hehehe..
Lalu, apa hubungan antara kalimat bernada “keluhan” itu dengan Adab ke-tujuh KSW?

Hubungannya baik-baik saja lah.. Hehehe..

Begini, beberapa waktu lalu saya membaca postingan di KSW yang isinya kurang lebih seperti ini:
~“Katanya ini grup pengusaha, koq isinya kebanyakan pengumuman acara ya?”~
~“Sepi banget grup ini”~
Nah.. lho..

Membaca postingan seperti itu, saya hanya tersenyum-senyum sendiri saja. Sambil berfikir, apakah saya kurang detail menjelaskan apa itu KSW ya? Kalimat-kalimat apa lagi yang perlu saya susun, agar Warga KSW faham bahwa KSW adalah forum crowd-sourcing of tacid knowledge ya? Saya perlu menjelaskan bagaimana lagi ya, agar Warga KSW faham bahwa ini adalah grup dari kita, oleh kita dan untuk kita ya?

Adakah warga KSW yang bisa membantu saya menjelaskan apa itu crowd-sourcing of tacid knowledge forum?

Warga KSW yang Insyaa ALLAAH akan mendapat syafaat dari Rasuulullaah SAW di akhirat kelak..

Masih jelas dalam ingatan saya, ketika pada Liburan Iedul Adha Tahun 2010 yang lalu, ALLAAH SWT mengilhami saya dengan kalimat ini:

*“NASIB SAYA TIDAK AKAN PERNAH BERUBAH MENJADI LEBIH BAIK, SELAMA SAYA TIDAK MERASA MENJADI ORANG YANG PALING BERTANGGUNG JAWAB UNTUK MEMPERBAIKINYA”*

Ya bettull…
Sesuai dengan nash-nash al-Qur’at dan Hadist-hadist Rosul, bahwa sebetulnya kitalah yang menentukan seperti apa kehidupan akan kita jalani. Anda bisa bantu saya postingkan dalil-dalil itu? Silakan..

Nasib kita ditentukan oleh diri kita sendiri. Oleh karena itu, sejauh mana Anda bisa mendapatkan manfaat dari keberadaan diri Anda di KSW, sangat ditentukan oleh keaktifan Anda untuk berbagi di KSW.

Jika kini, Anda merasa hanya mendapatkan pengumuman-pengumuman acara offline di KSW, bisa jadi karena Anda sebagai warganya atau sebagian besar warganya hanya duduk diam saja, menunggu copas-an dari warga lainnya. Sehingga terbaca hanya admin KSW yang aktif mengumumkan acara.

Sekali lagi, saya umumkan bahwa KSW adalah forum crowd-sourcing dari kita, oleh kita dan untuk kita semua. Marbot, khodim dan admin KSW bukan tukang ceramah yang setiap waktu akan memposting ceramahan untuk warganya. KSW adalah forum untuk berbagi antar warganya.

Mari kita aktifkan KSW ini bersama-sama. Silakan share pengalaman, pengetahuan dan ketrampilan Anda. Kita semua akan terinspirasi oleh cerita-cerita menarik dari perjalanan kehidupan dan bisnis Anda. Insyaa ALLAAH kebaikan yang diperoleh warga lainnya dari cerita asli Anda, akan menjadikan tambahan ‘amal jariyah untuk Anda.

Amien yaa ALLAAH..

Untuk lebih memperjelas maksud dari Adab ke-tujuh KSW ini, saya tambahkan tulisan saya beberapa tahun yang lalu yang dimuat di Tabloid Business Opportunity berjudul:

MENTAL KORBAN, VICTIM MENTALITY

Beberapa waktu yang lalu saya berkunjung sesuatu daerah pasca bencana alam besar yang menelan korban jiwa hampir 500 ribu orang. Dengan perincian ditemukan mayat hampir 200 ribu dan 300 ribu jiwa lainnya dinyatakan hilang. Anda tahu daerah mana itu? Kejadiannta Tanggal 26 Desember Tahun 2006.

Kendati bencana itu telah terjadi lebih dari enam tahun dan pemerintah menyatakan bahwa program recovery sudah selesai, namun ada MASALAH BESAR yang hanya orang-orang tertentu yang menyadarinya, yaitu MENTAL KORBAN. Mental korban di wilayah ini cukup kentara.

Jika Anda peka, Anda bisa menyadarinya, pasti bisa menyaksikan, merasakan dan mendengar perilaku mental korban ini ketika berinteraksi secara intensif dengan masyarkat di sana. Ternyata, mental korban ini sudah merasuk ke semua kalangan. Baik rakyat biasa, pekerja/profesional dan bahkan penguasanya. Mental-mental korban bisa jadi akan membunuh masa depan wilayah ini.

Dear Warga KSW, seperti apa bentuk mental korban tersebut? Mari kita bayangkan korban bencana. Apapun bencananya, bisa tsunami, gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor atau banjir. Adalah normal, suatu kewajaran bahwa kita bersedih ketika terkena bencana. Kita merasa kehilangan, kesakitan dan menderita. Merasa Kelelahan fisik dan mental. Lalu berharap ada bantuan dan segera mendapat jalan keluar.

Setelah berita tentang bencana itu tersebar luas, tidak lama kemudian, bala bantuan datang. Tidak tanggung-tanggung, bantuan berlimpah datang dari berbagai penjuru dunia. Bahkan sempat menumpuk karena kesulitan mendistribusikannya.

Relawan datang dari berbagai kelompok masyarakat. Tentara, polisi, masyarakat sipil, lsm dan kelompok-kelompok dari manca negara bahu-membahu membenahi keadaan. Relawan membangun sarana mck, membangun dapur umum, membangun sarana ibadah dan fasilitas-fasilitas lainnya. Lalu para korban ditempatkan di area tertentu yang aman. Tempat ini dikenal dengan pengungsian.

Perlahan-lahan, karena banyak perhatian, banyak bantuan dan kadang banyak hiburan dari relawan yang berusaha menghibur, para korban mulai merasa ringan menjalani kehidupannya di pengungsian. Bahkan ada sebagian yang justru menikmati keadaan di pengungsian.

Selama di pengungsian, selama menunggu keadaan pulih, beberapa diantara mereka tidak melakukan apa-apa. Selain hanya membuang waktu dengan melamun, menikmati isapan asap rokok, ngobrol ngalor-ngidul atau berusaha mencari hiburan dengan permainan-permainan pengisi waktu luang.

Sementara ini mereka tidak perlu memikirkan untuk mencari penghidupan makanan. Kendati dengan menu terbatas, makanan sudah ada yang membantu. Pakaian layak pakai juga tersedia. Untuk sekedar bertahan hidup semuanya tersedia di pengungsian.

Selang beberapa waktu, keadaan mulai pulih. Mereka, para pengungsi dipersilakan kembali ke tempatnya yang sudah aman. Sebagian diantara mereka segera melakukan aktivitas seperti sedia kala. Menerima bahwa musibah adalah dari ALLOOH dan mereka tetap besyukur diberi kesempatan untuk menikmati kehidupan dunia ini.

Namun, tidak sedikit yang menderita penyakit MENTAL KORBAN. Kendati keadaan telah berangsur-angsur pulih, mereka tetap merasa sebagai korban. Mereka tetap merasa perlu bantuan. Mereka terus mengharapkan uluran tangan. Mereka merasa berhak mendapatkan perlakuan khusus.

“Anda kan tidak merasakan seperti kami. Cobalah mengerti bagaimana perasaan kami korban bencana ini” Cetusnya. Seakan-akan tidak ada daya untuk bangkit kembali.

“Saya kan korban bencana… Bantu dongg..”
begitulah kata-kata yang umum mereka keluarkan. Merasa paling berhak mendapatkan kemudahan-kemudahan, perlu didahulukan. Lebih parah jika MENTAL KORBAN ini bercampur dengan KETAMAKAN. Na’udzubillaahi min dzalik.

Selain itu, ada juga pengungsi yang tidak bisa menerima keadaan. terutama mereka yang merasa kehilangan. Bisa karena kehilangan jiwa orang-orang yang dicintainya. Kehilangan harta yang telah berhasil dikumpulkan selama bertahun-tahun. Semuanya lenyap seketika tertelan bencana.

Mereka terus meratapi keadaan. Mengutuk kejadian yang menimpa mereka. Bahkan menyalahkan ALLOOH yang tidak adil menimpakan musibah kepadanya. Mereka stress berkepanjangan.

“Untuk apa saya bangkit, saya kan sudah tidak punya siapa-siapa lagi” cetus MENTAL KORBAN yang putus asa ini.
“Semua hasil jerih payahku habis, tak bersisa. Memang kamu bisa gantiin?” Begitu kata MENTAL KORBAN yang lainnya.

Anda yang pernah berkunjung, menjadi relawan atau memiliki saudara dari daerah pasca bencana, bisa dipastikan sering mendengar, melihat dan merasakan perilaku-perilaku MENTAL KORBAN ini.

Warga KSW yang saya hormati, ternyata penyakit MENTAL KORBAN ini tidak hanya ada di daerah-daerah pasca bencana. Namun bisa juga dijumpai di sekeliling kita yang justru sangat jauh dan bahkan tidak ada hubungan dengan daerah bencana.

Anda pernah mendengar orang mengatakan kalimat-kalimat berikut?
“Aku tidak pernah mendapat kesempatan”
“Sepertinya Tuhan tidak adil”
“Mana mungkin aku bisa berhasil, aku tidak mendapat fasilitas yang cukup”

Ya, itulah salah satu kalimat-kalimat yang sering dikeluarkan oleh orang-orang yang bermental korban. Mereka sering mengeluh akan keadaannya, tapi tidak bergegas untuk memperbikinya. Kadang mereka iri akan kerberhasilan orang lain. Berprasangkan buruk kepada orang-orang di sekelilingnya.

Mereka juga bisa dikenali dengan perilakunya. Misalnya mereka yang suka menunda-nunda untuk melakukan sesuatu. Sering beralasan dan bahkan suka menuding pihak lain sebagai penyebab kegagalannya. Tidak ad gairah, antusiasme dalam hidupnya. Mereka juga cenderung pesimis untuk menata masa depannya.

Selain itu, waktunya banyak terbuang untuk hal-hal yang sia-sia, bermalas-malasan, nonton teve berjam-jam. Mereka suka ingkar dan sering berbeda antara apa yang dikatakan dengan perbuatannya. Suka menunda-nunda rencana-rencanya, bekerja tidak pernah tuntas. Kehidupannya kadang menjadi sumber keresahan dan kerugian bagi orang-orang sekitarnya.

Pada psotingan warga KSW yang pernah saya baca bernada MENTAL KORBAN seperti ini:
~“Saya kan banyak utang.. Koq gak ditolong sih..”~
~“Anda tidak memahami, bagaimana kami terkekan teror debt collector..”~
~“Katanya mau membantu, koq malah disuruh bayar..”~
~“Mana solusinya… koq orang-orang di sini bisanya Cuma ngomong doing..”~

Anda tahu siapa orangnya?
~“jangan terlalu Vulgar lah Pak Samsul”~
Hehehe..

Pertanyaannya adalah, bagaimana caranya menghilangkan perilaku mental korban ini?

Alhamdulillaah.. Anda yang sudah membaca Kitab Klasik 27 JURUS JITU MERAIH IMPIAN dan ditambah sering hadir pada pertemuan-pertemuan tatap muka KSW, akan menyadari betapa mudahnya menyingkirkan mental korban ini dan menggantinya dengan MENTAL PEMENANG.
Yang pertama, perbanyaklah bersyukur. Saya yakin, kalau kita mau mengidentifikasi hal-hal apa saja yang patut disukuri. Anda tidak akan pernah mampu menghitunngya
Yang Kedua, jadikan keberhasilan orang lain sebagai pemicu bagi Anda untuk berhasil. Karena mereka telah membukakan jalan bagi Anda. Katakan pada diri Anda;

*“Jika mereka bisa, aku juga bisa”*
Yang Ketiga, Hentikan menyalahkan orang lain. Bertanggung jawablah terhadap nasib Anda sendiri. Nasib Anda tidak akan pernah berubah menjadi lebih baik ketika Anda tidak merasa bertanggung jawab untuk memperbaikinya.
ALLOOH SWT berfirman:
Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (Q.S. Ar-Ra’dlu: 11)
Ucapkan dengan lantang kalimat berikut ini, fahami maknanya, resapi artinya;

*“Nasib saya tidak akan pernah berubah menjadi lebih baik, jika saya merasa tidak bertanggung jawab untuk merubahnya”*

Jika bukan Anda yang memperbaiki nasib Anda, memangnya siapa?

Bagi Anda yang merasa ada hubungan erat dengan sosok MENTAL KORBAN ini, saya mengundang Anda untuk hadir dan mengikuti acara-acara yang kami selenggarakan.

Insyaa ALLAAH, sebagai warga yang rajin hadir, Anda akan dipandu untuk menghilangkan mental-mental korban yang akan menghalangi masa depan Anda. Sehingga kehidupan bisnis, karir, keuangan dan keluarga Anda menjadi lebih baik dan lebih berkah.

Sebagaimana kisah nyata berikut ini;
“Pada saat gempa besar terjadi di Yogyakarta tahun 2006, usaha saya terpuruk karena tempat usaha saya rusak. Asset-asset usaha hancur. Pelanggan-pelanggan sayapun menjadi korban gempa. Usaha saya tutup total. Hidup seakan-akan berakhir bagi saya.

Sejak gempa tersebut, saya mengungsi ke Semarang, dan mengalami trauma. Tidak terima atas kehilangan semua hasil usaha yang saya kumpulkan selama bertahun-tahun.

Selama di Semarang, saya sama sekali tidak memiliki kemauan untuk maju, bekerja dengan ogah-ogahan, dan sangat menikmati ke-trauma-an saya. Saya sering terdiam dirumah, tidak melakukan apapun, dan hanya menyesali kejadian yang telah menimpa perusahaan saya. Kondisi ini terus berlangsung hingga saya kembali ke Jogja pada Tahun 2008.

Pada tahun 2009, saya dipaksa ikut Program Pak Samul oleh kakak saya. Karena saya kurang suka mengikuti pelatihan, ia meminta istri saya, Listyarini untuk menemani saya ikut acara Pak Samsul.

Saya tetap bersikeras tidak mengikutinya, karena saya berfikir untuk apa? Terimalah nasib apa adanya. Saya mencari-cari alasan untuk tetap tidak mengikuti acara Pak Samsul. salah satu alasan saya banyak janji pada saat pelaksanaan acara tatap muka itu.

Akhirnya istri saya tetap bersedia mengikutinya. Setiba di rumah setelah ikut acara Pak Samsul istri saya bilang bahwa training ini bagus untuk perusahaan saya. Sayapun dipaksa ikut acaranya. Tanpa diskusi, ia bilang telah mendaftarkan saya untuk acara Pak Samsul berikutnya.

Demi menyenangkan hatinya. Karena ia sangat serius “menjerumuskan” saya, akhirnya saya pasrah. Dengan ogah-ogahan, saya datang ke lokasi acara Pak Samsul berikutnya.

Namun ternyata, sejak mengikuti materi awal acara itu, Alhamdulillah saya mulai tersadarkan. Sehingga setelah ikut Pak Samsul secara tuntas, saya mulai bisa mengurangi rasa trauma saya. Kembali memiliki semangat untuk maju, dan mengembangkan usaha saya.

Saya menjadi lebih tahu kondisi perusahaan saya, memahami cara memajukannya, dan bisa membuka lapangan kerja bagi banyak orang. Saat ini, karyawan sayapun saya “tulari” ilmu berwirausaha, membimbing mereka, dan memaksa mereka untuk berwirausaha.”

Acara tatap muka Pak Samsul-lah yang mengembalikan energi pada diri saya. Momentum re-born saya ada disana. Semangat untuk maju ini semakin menggebu-gebu. Terima kasih Istriku, terima kasih kakaku.

Dituturkan oleh Mas Jatmiko Suparmadi, Owner SARGEDE Transport, Yogyakarta.
= == = == = == =

Untuk hadir pada pertemuan-pertemuan tatap muka yang kami adakan, silakan aktif memantau pengumuman yang ada di KSW atau d facebook, twitter dan media-media kita yang lain. Anda juga bisa menelpon langsung sekarang juga ke KSW Central Info di 0811-113-139.

KSW adalah forum untuk berlatih, forum untuk membiasakan diri dan mendapatkan bekal menjadi PEMENANG, sehingga kemenang-kemenangan di KSW bisa kita curahkan untuk memperbaiki kehidupan diri, keluarga, tim dan lingkungan sekitar di dunia nyata.

Insyaa ALLAAH yang kita peroleh di KSW akan sangat bermanfaat juga sebagai bekal menuju kehidupan abadi di Jannah-NYA kelak..
Aamien yaa ALLAAH…

Hidup ini penuh dengan banyak pilihan-pilihan:

Apakah Anda masih tetap mempertahan mental korban, yang terus mengharapkan bantuan, mengharapkan orang lain memperbaiki nasib Anda?

Atau..

Apakah Anda SIAP MENJADI PEMENANG dalam hidup Anda? Pemenang yang paling bertanggung jawab untuk memperbaiki kehidupannya sendiri.

Mau mendapatkan manfaat lebih banyak dari keberadaan Anda di KSW? Silakan beri manfaat yang lebih banyak dari keberadaan Anda di KSW. Start from Giving More First, then You will getting more..

Jika masih tetap mempertahankan mental korban, silakan bisa tekan EXIT GROUP dari KSW ini. Namun jika Anda komitmen untuk menjadi PEMENANG, mari kita keluarkan MENTAL MUJAHID, potensi KHOIRU UMMAH yang telah ALLAAH install pada diri kita semua..

Ummat perlu semakin banyak PEMENANG.. Ummat tidak memerlukan tambahan orang-orang bermentar korban. We need more LEADERS, we do not need any followers..

Takbir..!!!

Wassalaamu ‘alaykum wrwb
Salam hormat,
SamsulArifin
Founder SyaREA World, Sharing Leadership

INFO PENTING

0

*UNTUK KITA BAGI YANG AKAN KREDIT KENDARAAN DAN SEDANG KREDIT KENDARAAN*

Ini pengalaman pertama saya berurusan dengan finance benar-benar sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Tadinya saya tidak tahu seputar finance dan juga undang-undang. Kasus ini terjadi di bulan desember 2015. Saya datang ke kantor finance memberikan surat pemberitahuan bahwa saya tidak bisa mencicil lagi dikarenakan takut dosa riba saya minta waktu penyelesaian sampai aset saya terjual.

Selang 10 hari pertama kali saya disamperin finance karena nunggak cicilan 1 bulan dan sistem potongan lewat rekening pun dengan sendirinya terblokir makanya petugas datang ke rumah. Saya dikasih waktu cuma 5 hari saya iyain saja padahal memang sudah mantep untuk stop cicilan. Bulan berikutnya mereka datang lagi selayaknya tamu saya jamu mereka tapi saya tidak memberikan uang sepeser pun.

Bulan berikutnya datang pihak ketiga (Debt Collector) intinya sama nagih cicilan dan mau narik mobil sempet panik juga karena saya belum tahu tentang undang-undang saya coba cari tahu dari teman-teman yang tahu hukum. Sejak saat itu teror telepon sering menyapa saya.

Ya Allah, bikin saya takut dan panik. pernah terlintas dalam pikiran saya mobil saya kasihkan saja urusan beres tapi saya pikir lagi terus uang muka dan cicilan setahun gimana? Enak di mereka dong sudah berapa banyak korban di luar sana? Saya gak boleh cuma ikutin aturan main mereka bagaimana pun saya harus berani melawan mereka toh posisinya fifty-fifty jadi mobil itu bukan mutlak punya finance karena uang saya sudah masuk ke sana lebih dari 50% jadi saya juga punya hak atas mobil itu. Kudu kasih pelajaran nih finance.

Akhirnya saya cari info sebanyak-banyaknya tentang dunia finance juga hukum-hukumnya.
Gila, pernah 3 jam mereka mendebat saya soal jaminan fidusia sampai saya minta waktu jeda untuk sholat Asyar dan habis sholat masih lanjut debat lagi jiiiaahhh, sampai berbusa nih mulut saya.

Mereka mau ambil mobil saya yang parkir cantik di garasi depan sengaja tidak saya umpetin. Saya menanyakan fidusia asli mereka menyanggupi bawa fidusia asli tapi sampai sekarang mereka gak ada kabar dan kasus ini sudah bergulir 7 bulan tuntutan saya untuk dikembalikan uang mukanya dan mobil akan saya serahkan. gak tahu ada apa dengan mereka sampai detik ini gak berani menyapa lagi.

Untuk teman-teman jangan takut hadapi finance ya, undang-undang bisa dipelajari kok kalau gak tahu bisa nanya sama yang tahu. Selama kita benar jangan takut.

Mari perangi RIBA!
Wajib tau bagi Anda yg kredit kendaraan bermotor roda 2 maupun roda 4, wajib MENGETAHUI APAKAH ARTI FIDUCIA?

Apakah anda sedang dalam masa kredit kendaraan bermotor? Apakah anda sedang dalam masa sulit sehingga belum mampu membayar angsuran? Atau gagal bayar kredit?

Jika demikian, perlu kita ketahui bersama beberapa fakta berikut ini :

Bank Indonesia dalam Surat Edaran BI No. 15/40/DKMP tanggal 23 Sep 2013 mengatur bahwa syarat uang muka/DP kendaraan bermotor melalui bank minimal adalah 25% utk roda 2 dan 30% untuk kendaraan roda 3 atau lebih untuk tujuan nonproduktif, serta 20% utk roda 3 atau lebih untuk keperluan produktif
Kementerian Keuangan telah mengeluarkan peraturan yang melarang leasing atau perusahaan pembiayaan untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yg menunggak kredit kendaraan.

Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/ 2012
tentang pendaftaran Fidusia bagi perusahaan pembiayaan yang dikeluarkan tanggal 7 Oktober 2012

Nah, ini yang penting , yaitu tentang Fidusia.

Menurut Undang-undang No.42 Tahun 1999, fidusia adalah suatu proses mengalihkan hak milik atas suatu benda dgn dasar kepercayaan, tapi benda tersebut masih dalam penguasaan pihak yang mengalihkan

Fidusia umumnya dimasukkan dlm perjanjian kredit kendaraan bermotor Kita sebagai debitur membayar biaya jaminan fidusia tersebut

Jadi “sebenar”nya, setiap pihak leasing wajib mendaftarkan setiap transaksi kredit di depan notaris atas perjanjian fidusia ini
Tapi apa yang terjadi?
kita hampir tidak pernah mendengar kata “fidusia” ini, dan konsumen sangat asing sekali dengan kata ini

Jadi alur yang sebenarnya ialah nasabah+pihak leasing+notaris membuat perjanjian fidusia sebagaimana pengertian diatas sebelum kendaraan ditangan konsumen

Apa maksudnya?
Jadi perjanjian fidusia ini melindungi aset konsumen, leasing tidak bisa serta merta menarik kendaraan yang gagal bayar karena dengan perjanjian fidusia, alur yang seharusnya terjadi adalah pihak leasing melaporkan ke pengadilan! Artinya, kasus Anda akan disidangkan & pengadilan akan mengeluarkan surat keputusan untuk menyita kendaraan Anda.

Dgn demikian, kendaraan Anda akan dilelang oleh pengadilan & uang hasil penjualan kendaraan melalui lelang tersebut akan digunakan untuk membayar utang kredit Anda ke perusahaan leasing, lalu uang sisanya akan diberikan kepada Anda

Nah, kenapa pihak leasing tidak membuat perjanjian fidusia? padahal itu kewajiban mereka.
Ini akan merugikan pihak leasing!!
Jika leasing tidak segera menarik kendaraan konsumen (hal ini dilarang secara hukum) maka akan semakin banyak tunggakan, sedangkan kendaraan itu sendiri bisa langsung dilelang oleh leasing itu sendiri tanpa peduli berapa uang yang sudah dikeluarkan nasabah untuk mencicil.
Jadi pihak leasing bisa untung doubel, ya dari kendaraan seken yang dijual plus pembayaran cicilan konsumen, Kejam? ya tentu saja kejam, tapi itulah yang terjadi.

Adanya artikel ini bukan berarti nasabah bebas tidak bayar cicilan, akan tetapi tetap diselesaikan secara hukum di pengadilan negri setempat
Jadi jika kendaraan anda akan ditarik leasing, mintalah surat perjanjian fidusia
(saya yakin mereka tidak punya)
dan sebelum ada surat fidusia tersebut jangan bolehkan penagih membawa kendaraan anda!

Karena jika mereka membawa sepucuk surat fidusia (yang ternyata adalah palsu) silakan anda bawa ke hukum, pihak leasing akan didenda minimal Rp 1,5 milyar

Jika ada pemaksaan pengambilan kendaraan? mari kita lihat cuplikan dari pihak kepolisian berikut ini :

Tindakan Leasing melalui Debt Collector/Mata elang yang mengambil secara paksa kendaraan dirumah, merupakan tindak pidana Pencurian

Jika pengambilan dilakukan dijalan, merupakan tindak pidana Perampasan

So bagaimana menghadapi debt collector/tukang tagihnya?

Jika para penagih utang berusaha merampas barang cicilan Anda, tolak dan pertahankan barang tetap di tangan Anda
Katakan kepada mereka, tindakan merampas yg mereka lakukan adalah tindakan kejahatan!!

Mereka bisa dijerat Pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3 & 4 junto Pasal 3.

 

By : Nur Fitria – KSW #13
WA KSW 0811-113-139

Kapan Mati ??

0

By Fenty – KSW #01
WA KSW 0811-113-139
Bismillah….

Beberapa hari lalu teman bazar ku datang ke toko saya. Kita bercerita langsung pada intinya, ada teman nya yang mau beli atau kontrak toko, sambil ngomongin jual toko. temen tanya “kenapa toko elo mau di jual sih, kan elo udah enak”, saya jawab “gw mau bayar hutang di bank pengen lepasin riba”.

teman saya ngangguk dan keluar doa “semoga ini jalan nya yaa say Amin Ya Robbal’alamin” Karena kita sudah lama tidak ketemu kita menanyakan teman-teman kita yang kagetnya salah satu teman ( saya sih ega terlalu deket) sudah almarhumah karena sakit padahal masih muda juga yaa dibawah 50 tahun umurnya, lebih kaget nya lagi teman saya bilang, “dia masih punya hutang”.

Teman dapet amanah untuk nagih. “gw disuruh nagihin ke keluarganya, gimana nih fen?”. saya jawab “bilang aja sudah almarhumah si fulan”. “sudah gw bilang tapi kayanya yang nagih ega mau tau dan ega mau mengiklas kan, duh dek jleb…banget ke hati”. muka saya merah panas rasanya, langsung mikir Ya Alloh aku punya hutang, hutang riba lagi belum selesai, kebayang saya dikafani masih dalam keadaan berhutang Ya Alloh ruh ku tergadai, gimana ini… takut takut Astaqfirullah….

Ya Alloh tolong segera lunas kan hutang-hutang ku, sebelum ajal menjemput, ya Alloh kasihanilah aku… Segera-kan toko terjual untuk melunasi hutang-hutang ku Takut takut ya Alloh…. Semoga cerita ini membuat kita semakin bersungguh-sungguh untuk bertekad bebas dari semua hutang dan tidak berhutang kalau memang tidak terpaksa…
By Fenty – KSW #01