Monday, August 24, 2026
Home Blog Page 102

Menembus Mimpi !!!

0

By : Aldo Gilang Raharja KSW #03
WA KSW 0811-113-139

Merenung, menembus mimpi!!! seperti para pemimpin dan pebisnis kelas dunia.
menembus mimpi seperti bagaimana dulu para penguasa dunia. semua berawal dari mimpi.
“hebat euy”. Saya jadi suka merenung dan berpikir untuk menuntaskan masalah dan memberikan kontribusi pada dunia. “ketika sesuatu apalah.. ya sudahlah.. haha”

Merenung tentang Algira 5 tahun kedepan. merenung dan memikirkan tentang Zahra dan Najwa 25 tahun ke depan. merenung tentang perjuangan bersama menegakkan khilafah dan lain lain. saya suka merenung tapi bukan melamun yang tanpa arah dan tujuan.
Merenung memikirkan masa depan. Memikirkan masa depan ummat.
Memikirkan perkembangan dunia dan memberikan kontribusi pada dunia.
lalu bergerak mewujudkannya.

Dalam merenung bisa mempertajam pemikiran. gimana ceritanya?

Nabi Muhammad saw merenung di gua Hira

Leonardo da Vinci sering merenung dan berpikir di pinggir hutan yang tenang di desanya sambil memperhatikan hewan-hewan dan alam disekitarnya

Ibnu Sina sejak kecil sering merenung di mesjid sampe pagi

Newton kejatuhan apel waktu sedang merenung dan menemukan teori gravitasi universal

Einstein juga suka merenung. sejak kecil Einstein memang pemalu dan lebih suka menyendiri, tempat favoritnya adalah di atas bukit yang ada di desanya.

Napoleon dan Hitler sering di ejek sebagai “anak kampung” oleh teman-teman sekelas nya dan juga lebih suka menyendiri dan merenung.

Bill gates suka menyendiri dan merenung tajam mengotak-atik komputer sekolahnya di Lakeside School

Kaisar Meiji merenung dan akhirnya membangkitkan semangaat Jepang bersama para samurai Clan Honchu dalam restorasi Meiji yang mampu membalap teknologi dan peradaban barat

=== === === ===
Anda pebisnis? Ingin bergabung dengan pebisnis sholih lainya di KSW?
Silakan kirim WA ke 0811-113-139
=== === === ===

Jack Welch merenung dan membuat Croton Ville untuk General elektrik yang akhirnya menjadi perusahaan kelas dunia yang kokoh

Positif atau negatif, perenungan mampu menciptakan ketajaman pikiran yang ekstrim.

apa hasilnya?

Para pemimpin terbesar dunia dengan usianya yang masih muda.

Harun Al-Rasyid mulai menjadi khalifah saat umur 21, beliau merenung dulu dan akhirnya dalam dua tahun mampu menciptakan islam sebagai Rahmatan lil alamin.. dalam dua tahun tidak ada satu pun masyarakat daulah khilafah yang berhak menerima zakat, semuanya merasa mampu

Elizabeth I memimpin Inggris sejak umur 25 dan membangkitan dari masa kegelapan melawan Perancis

Napoleon menjadi penguasa Perancis pada umur 30

Kaisar Meiji menduduki tahktanya pada umur 15 tahun dan tokoh-tokoh pemerintahan Meiji rata-rata umur 30 tahun

John F. Kennedy menjadi presiden Amerika terpilih termuda pada umur 43 tahun

Alexander The Great menjadi raja Macedonia pada umur 20 tahun dan menguasai separuh dunia pada umur 30 tahun

Bill Gates menjadi jutawan dan mengakali raksasa IBM pada umur 25 tahun dan menjadi miliarder pada umur 30 tahun dan masih banyak lagi yang lainnya.

Semua pemimpin dan para pebisnis kelas dunia berhasil di usia yang masih muda. semua pernah melakukannya. proses merenung dan solusi untuk menuntaskan problema yang ada dan menembus impiannya masing-masing. mereka semua memberikan kontribusi nya pada dunia. entah positif atau negatif.

Bukan berarti kunci sukses adalah merenung tapi merenung dan berpikir dahsyat dan akhirnya bergerak untuk mewujudkannya. sesuatu itu tercipta dua kali. pertama di benak lalu di dunia nyata. maksudnya seorang desain mobil, memikirkan desain mobil terbaru pertama di benaknya.

Lalu menuangkannya dalam bentuk nyatanya di dunia. seorang pebisnis memikirkan produk baru yang akan dikeluarkannya, memikirkan nya dalam benak. lalu menciptakannya dalam dunia nyata.

Ya! apapun rintangannya. saya akan terus bergerak maju dan maju kedepan. tidak ke samping, tidak juga ke belakang. seberapa jatuhnya saya, saya akan terus bangkit dan berusaha mewujudkan impian saya. menembus mimpi. seperti para pebisnis kelas dunia!
sudah jutaan kali bumi mengelilingi matahari.

Sudah lahir pula orang-orang yang berhasil merubah wajah dunia dan memoleskan namanya dengan tinta emas. namun pada saat yang sama ada juga yang lahir dan terus membesar.
namun lagi. keberadaannya ada namun seperti tak ada artinya.

Ada dan tidak ada orang tersebut tidak memberikan pengaruh apa-apa kepada sekitarnya.
sama seperti sampah, ada tapi tak ada artinya.
Pilihan ada ditangan anda!
Apa yang akan anda perbuat?

Selamat merenung

 

Salam
Aldo Gilang Raharja – KSW #03
Tukang pacul di Algira

HALAL, SI PEMBAWA BERKAH

0

By : Muhammad Ja’far Abdullah – KSW #Papua
WA KSW 0811-113-139

Kerisauan akan ancaman Allah terhadap pelaku riba, benar-benar telah mengganggu nyenyaknya tidur para hamba-Nya yang beriman. Makan tak enak, kerja tak nyaman, bahkan liburan pun terasa seperti neraka. Hilang senyum, berganti tangis galau membayangkan balasan yang sudah Allah siapkan karena perniagaan yang teracuni riba. Tangis ini berubah menjadi jeritan pilu, karena tidak tahu bagaimana cara untuk lepas dari jeratan riba.

Allaahu Akbar, Allah Maha Besar. Allaahu Ar Rahiim, Allah Maha Sayang kepada hamba-Nya yang beriman. Cahaya hidayah itu muncul, menerangi kegelapan yang menyelimuti hidup.
Melalui lisan seorang sahabat, akhirnya harapan itu mulai tumbuh.

Saya dikenalkan dengan sebuah komunitas. Komunitas yang senantiasa saling mengingatkan karena Allah, berkumpul karena Allah, bersaudara karena Allah.Komunitas yang kemudian mewarnai hidupku. Dari sinilah, perlahan namun pasti, kekuatan untuk melepaskan diri dari riba semakin besar.

Langkah-langkah untuk melepaskan diri dari jeratan riba juga semakin jelas. Dan Alhamdulillah, sedikit demi sedikit hutang-hutang itu mulai lunas.

Namun, kenapa masih ada sedikit ganjalan dalam hati ini? Padahal, proses melepaskan diri dari riba sedang berjalan, bahkan sudah lebih dari 50% riba ini hilang dari kehidupan.
Masih tersisa galau ketika menerima hasil kerja keras setiap bulan. Halal kah ini?? Apakah harta ini menjadi halal ketika riba sudah hilang?

Allaahu Ar Rahiim. Allah benar-benar sayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Petunjuk itu kembali datang melalui lisan seorang sahabat tercinta dalam komunitas tadi.
Terjawab sudah kegaulauan yang masih membuncah dalam dada.
Ternyata, masih ada satu PR yang nyaris luput dari perhatian.

Bisnis yang ku jalani, ternyata adalah bisnis dengan multi akad. Sebuah bisnis yang dilaknat Rasulullah SAW tercinta. Pantas saja masih galau. Kalau sudah begini, tidak ada cara lain akad ini harus dibatalkan.

Tekad sudah bulat, namun iblis terlaknat tidak tinggal diam.

Ingatan akan penghasilan yang lumayan setiap bulannya, bayang-bayang akan kehidupan melarat karena kehilangan omset miliaran, ditambah tangis istri ketika melihat kulkas kosong. semua itu hadir satu persatu mencoba menggoyahkan keputusan yang ada.

Kembali sahabat tercinta memberikan semangat, katanya: “mana ada sih orang naik kelas tanpa ujian?” Ya, ini ujianku. Dan ini Allah berikan karena Allah ingin memuliakan hidupku, karena Allah sayang padaku. Wahai iblis, rayuan mu tak mempan kali ini.

Janji Allah lebih menggiurkan bagiku. Solusi demi solusi yang aku dapat, semakin menguatkan keyakinan ku bahwa Allah selalu menyediakan jalan keluar dari setiap masalah yang ada, dan jalan keluar yang Allah tawarkan adalah jalan keluar terbaik dalam hidup.

Alhamdulillah wa Syukrulillah. Keputusan sudah ditetapkan dan dijalankan. Semua bayang-bayang buruk godaan iblis, sama sekali tidak terbukti. Istri ikhlas dan ridho, klien tak lari. pelan namun pasti terus berkembang. Berkah pun semakin terasa dalam kehidupan dan keluarga. Alhamdulillah.

Jangan lupa sahabat, riba bukan satu-satunya musuh kita. Bukan tidak mungkin, upaya lepas dari riba menjadi sulit karena akad-akad bisnis kita masih bermasalah.
kalau mau bersih dari lumpur, tentu kita harus keluar dari kubangan bukan?
Semoga Allah memudahkan langkah-langkah kita. Amin.

#thankstoAllah
#thankstoPTR
#thankstowargaKSWPapua
By : Muhammad Ja’far Abdullah KSW #Papua
WA KSW 0811-113-139

HIDUP LEBIH TENANG & BERKAH TANPA RIBA

0

Assalamu’alaykum..warga KSW, mohon izin share info agenda #PengusahaTanpaRiba, sudah diizinkan admin. Silahkan share, smoga menjadi amal sholeh..aamiin..Barokalloohu fiikum ???

HIDUP LEBIH TENANG & BERKAH TANPA RIBA

By : SBC Global, #PengusahaTanpaRiba

Sahabat pengusaha,

Jika Anda terus menerus dihinggapi banyak *MASALAH* yang tak kunjung selesai, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga maupun bisnis sehingga hidup Anda tidak *TENANG*, padahal Anda sudah berusaha dan berjuang keras untuk mencari solusinya.

Atau bisnis Anda berkembang namun tidak berdampak pada *KEBAHAGIAAN* dan ketenangan hidup Anda sehingga tidak ada keberkahan didalamnya.

Bisa jadi Allooh belum *RIDHO* terhadap bisnis & kehidupan Anda karena masih ada maksiat *RIBA* di dalamnya.

Temukan bagaimana caranya terbebas dari jerat utang dan riba, *BISNIS BERKEMBANG* penuh *BERKAH* dan hidup tenang pada Seminar Bisnis Islami :

*RAHASIA SUKSES MENGEMBANGKAN BISNIS TANPA RIBA*

bersama *SBC GLOBAL* (The 1st Syariah Business Coaching Firm in The World)

*JAKARTA* : Rabu, 1 Juni 2016, Pk. 08.00 – 18.00 WIB

Hotel Balairung, Jl. Matraman Raya No.19 Jakarta Timur

*BANDUNG* : Sabtu, 18 Juni 2016, Pk. 08.00 – 18.00 WIB

Mengapa Anda harus ikut Seminar ini ?

1. Mengetahui lebih dalam apa itu Riba dan contoh-contoh transaksi riba yang terjadi saat ini.

2. Mengetahui aliran sesat dalam bisnis yang banyak menjerat pengusaha.

3. Mendapatkan cara-cara efektif untuk menghentikan kebiasaan berUTANG.

4. Mengetahui cara-cara yang sudah teruji untuk keluar dari jeratan utang dan riba.

5. Mendapatkan alasan yang kuat mengapa pengusaha muslim harus terbebas dari Utang dan Riba.

6. Mendapatkan langkah-langkah praktis untuk segera terbebas dari jerat utang dan riba

7. Anda bisa mendapatkan jejaring (networking) baru yang positif dari kalangan pengusaha

Berikut testimoni peserta yang sudah pernah mengikuti seminar ini :

“Subhanallooh…Alloohu Akbar… Seminar ini sangat MEMBUKA KEYAKINAN saya mengenai maksiat riba” (Suprapto, pengusaha Foto Copy JAKARTA)

“Mengubah MINDSET tentang Riba. Bertekad menghilangkan riba dari bisnis agar Bisnis BERKAH & BERKEMBANG” (Ita Octianita, Owner Master Bebek CIKARANG)

Ingin lebih jelas seperti apa acaranya? Silahkan klik link ini

DAFTAR SEGERA Diri / Pasangan / Mitra Bisnis ke 08111619696 / WA 08111519696

NB : Dapatkan Special Price Early Bird dan 50 pendaftar pertama akan mendapatkan hadiah buku *BERANI MENJADI TAUBATERS* karya Saptuari Sugiharto

Tunggu apa lagi, siapa cepat dia dapat, SEGERA Call 0811 161 9696 / WA 0811 151 9696

MENGAPA ANDA BERHENTI DI SINI?

0

MENGAPA ANDA BERHENTI DI SINI? MARI KITA NAIK KE TINGKAT YANG LEBIH TINGGI, STEPS-UP TO THE NEXT LEVEL

By Samsul Arifin, KSW #Kaltim
WA KSW 0811-113-139

“Bu Samsul.. Alhamdulillaah.. utang-utang dan riba saya sudah lunas. Saya jadi tenang sekarang. Tak peduli berapapun jumlah peserta kursus yang masuk kelas saya, saya biasa-biasa saja.”

Campur aduk perasaan saya ketika kemarin dibacakan suatu sms yang masuk ke hape nyonya. Antara bahagia dan bersyukur karena semakin banyak saudara-saudara kita yang telah ALLAAH mudahkan untuk menyelesaikan utang-utang dan ribanya. Dan penuh tanda tanya dalam hati saya.

Tanda tanya akan maksud kalimat “Tak peduli berapapun jumlah peserta kursus yang masuk kelas saya, saya biasa-biasa saja”. Mudah-mudahan kalimat ini bukan kalimat yang menandakan seseorang sudah merasa waktunya untuk berleha-leha. Tidak perlu bekerja keras lagi karena sudah bebas utang dan bebas riba.

Pada beberapa kesempatan diskusi di WhatsApp Group, saya juga pernah membaca kalimat serupa ini..

“Alhamdulillaah.. setelah lunas utang riba, sekarang saya jadi fokus ibadah. Pokoknya pasrahin ke ALLAAH saja. Kerjaan tinggal nunggu sholat saja”

Mudah-mudahan kalimat itu hanya menunjukkan rasa tenang karena sekarang sudah bisa bekerja tanpa tekanan untuk “mengejar setoran”. Bukan menyiratkan maksud yang lain.

Akan tetapi, jika kalimat itu adalah ungkapan bahwa sekarang sudah bisa santai-santai dalam membuka usaha, maka hati saya menjerit keras. Karena bukan itu maksud kami mengajak sahabat-sahabat untuk segera melepaskan diri dari jerat utang dan riba.

Ketika pada Bulan Oktober Tahun 2012 yang lalu kami mulai memikirkan sebuah program pelatihan yang di dalamnya berisi peringatan akan bahaya mengembangkan bisnis dengan utang dan bahaya riba, dan kemudian pada Bulan April Tahun 2013 kami release sebagai program Pengusaha Tanpa Riba, bukanlah maksud kami untuk mengajak sahabat-sahabat semua agar bisa bersantai-santai dalam bekerja.

Bukan.. sekali lagi bukan itu maksud kami. Dari lubuk hati kami yang paling dalam, program Pengusaha Tanpa Riba itu dimaksudkan agar kita semua sadar akan:

1. Bahaya dari tabiat buruk kebiasaan berutang
2. Ancaman dosa besar transaksi riba
3. Ancaman kebangkrutan karena riba
4. Langkah-langkah keluar dari jerat utang dan riba
5. Cara-cara yang benar mengembangkan bisnis tanpa utang dan riba

Sama sekali tidak ada maksud kami agar Anda yang sudah bebas utang dan riba untuk berleha-leha atau santai-santai dalam mengembangkan bisnis Anda. Hilang semangat mengembangkan usaha karena sudah tidak punya utang lagi. Jika itu yang terjadi, maka semakin jumudlah Pengusaha Muslim ini.

Jika itu yang terjadi, berarti ajaran “aliran sesat” dalam berbisnis telah sedemikian merasku pada di Anda. Bahwa utang bisa membuat seseorang bersemangat dalam berbisnis. Padahal, Anda sendiri sudah menyadari bahwa itu salah fatal. Karena banyak sekali tabiat buruk dari kebiasaan mengembangkan bsinis dengan utang.

Jika pemikiran “santai-santai” itu yang merasuk pada diri Pengusaha Muslim, terutama yang melabelkan diri Pengusaha Tanpa Riba, kapan Ummat ini akan maju? Kapan ekonomi akan kika kuasai? Kapan? Kapan?

Sahabat-sahabat pengusaha yang dirahmati ALLAAH..
Santai-santai dalam bekerja sama saja dengan pengingkaran (denial) akan tujuan penciptaan manusia. Bahwa ALLAAH SWT telah berfirman dalam surat Al-Insyirah:

“Faidza Faraghta Fanshab…….
Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain”. (QS. Al Insyirah: 7)

Perintah Allah kepada kita semua agar melakukan aktivitas dan kerja tidak mengenal kata henti dan istirahat artinya bahwa setelah menunaikan tugas dan aktivitas maka cari aktivitas dan kerja lainnya. Terus dan terus produktif.

Lalu, kapan kita istirahat?
Suatu ketika Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya:
“Wahai imam, kapankah waktu istirahat itu?”
Beliau jawab:
“(istirahat yg sesungguhnya ialah) pada saat engkau pertama kali menginjakkan kakimu di dalam Surga.”

Sahabat-sahabat Pengusaha Tanpa Riba yang dirahmati ALLAAH.
Menjadi pengusaha tanpa riba hanyalah sebuah permulaan yang benar dalam fase kedua dari bisnis Anda. Ia bukanlah tujuan akhir dari perjalanan ini.

Oleh karena itu, mari kita melangkan ke tingkat berikutnya. Mari kita temukan SEMANGAT BARU, pendorong GAIRAH BARU BERBISNIS kendati sudah tidak dikejar-kejar Mas DeCi lagi. Naikkanlah level penyemangat bekerja dari sekedar mengejar setoran untuk melunasi cicilan, menjadi berkontribusi untuk kemajuan ummat. Silakan check video ini:

Rasul Muhammad SAW bersabda:
“Barangsiapa ( dari umatku ) yang ketika bangun pagi tidak memikirkan nasib umat, maka dia bukan umatku ( umat Nabi Muhammad Saw )”. HR. Ahmad.

Ketika sudah merasa cukup untuk memikirkan diri sendiri, jadi untuk apa kita semua ada di dunia ini? Jika label Pengusaha Tanpa Riba menghentikan langkah-langkah Anda untuk mengembangkan bisnis ke tingkat yang lebih tinggi, untuk apa label itu?

Mari kita mulai langkah-langkah baru. Steps-up to the next level!
Kita diskusikan langkah-langkahnya pada *KSW Leaders Forum. Yang Insyaa ALLAAH akan dilaksanakan pada Hari Sabtu, 4 Juni 2016 di CICO Resort, Cimahpar Bogor, Pkl. 09-15*.

Yang sudah punya seragam Kemeja SyaREA World, mohon dikenakan ya. Yang belum *MENDAFTAR*, silakan kirim WA ke *0811-113-139*.

BaarakALLAAHu fiikum jamii’an..
Samsul Arifin
Founder KSW, Sharing Leadership

Tutup 1 BANK

0

*Tutup 1 BANK*

By David Meilendra – KSW #09
WA KSW 0811-113-139

alhamdulillah di hari jum,at yg barokah ini dapat hadiah dari allah swt semenjak ikut PTR di bulan oktober di bandung saya berazzam untuk bebas Riba…alhamdulillah hari ini bisa menutup satu pinjaman Riba saya…tinggal satu pinjaman lagi yg harus saya perjuangkan untuk bisa ditutup Riba tersebut…terimakasih ustad samsul dan teman teman disini yg selalu berbagi untuk kita semua bisa terbebas dari hutang dan Riba.

 

By David Meilendra – KSW #09

Trading – akad jual beli SYARI

0

*Trading – akad jual beli SYARI*

By @LitaMucharom – KSW #01
Ada koreksi Setelah konsultasi ke ustadz Arim Nasim & ustadz M Shiddiq Al Jawi

*SKEMA 1*

*UNTUK KOMODITAS YANG BISA DIHITUNG, DITAKAR & DITIMBANG*

1. Akad titip jual (samsarah). Sepakat harga jual. Jd kategorinya adalah agen/reseller.
Asal pemilik barang tau reseller mau jual brapa dan ridho ya gpp

2. reseller diperbolehkan menawarkan walau barang blm dibayar dan belum ada stock

3. reseller jual lagi sesuai kesepakatan harga dan pesan jika ada kebutuhan

4. PEMBELI BAYAR LUNAS SEBELUM BARANG DIKIRIM, PEMBAYARAN INI DITERUSKAN KE PEMILIK BARANG

5. Pemilik barang harus mengirim dulu ke reseller

6. Reseller harus langsung kirim ke pembeli. tanggung jawab sampai/tidak dan kerusakan barang menjadi tanggungjawab Reseller.
*SKEMA 2 :*

*TIDAK BERLAKU UNTUK KOMODITAS YANG BISA DIHITUNG, DITAKAR & DITIMBANG*

1. Reseller bayar lunas barang di depan. (Beli putus dan tunai)

2. reseller diperbolehkan menawarkan walau barang belum sampai dilokasi reseller. stockingnya di lokasi pabrik atau ditahan produksinya krn expired date nya cepat

3. reseller jual lagi sesuai harga yang ditetapkan sendiri oleh reseller

4. Reseller dapat pesan kembali ketika stock habis dan lunasi ke pemilik barang sebelum barang diterima reseller

5. Pembeli bayar lunas ke reseller sesudah / sebelum barang diterima

6. Pemilik barang bisa mengirim langsung ke pembeli (pengirim a.n Reseller ) & tanggung jawab sampai/tidak dan kerusakan barang menjadi tanggungjawab Resseller.
*SKEMA 3 :*

1. Akad perwakilan jual (ijarah). Harga mengikuti ketetapan pemilik barang. Komisi untuk perwakilan di sepakati di depan

2. Perwakilan diperbolehkan menawarkan walau barang belum sampai dilokasi wakil dan belum dibayar.

3. Pembeli bayar lunas langsung ke pemilik barang SEBELUM BARANG DIKIRIM

4. Pemilik barang bisa mengirim langsung ke pembeli namun tanggung jawab sampai/tidak dan kerusakan barang menjadi tanggungjawab pemilik barang

5. Perwakilan menerima komisi yg sudah disepakati sebelumnya dari pemilik barang
*SKEMA 4:*

1. Akad perwakilan jual (reseller). Harga mengikuti ketetapan pemilik barang. Komisi untuk reseller di sepakati di depan

2. Barang sudah diterima oleh wakil penjualan (konsinyasi)

3. Wakil penjual / reseller diperbolehkan menawarkan walau barang belum dibayar oleh reseller.

4. Pembeli bayar lunas langsung ke reseller sebelum barang diterima

5. Pemilik barang bisa mengirim langsung ke pembeli namun tanggung jawab sampai/tidak dan
kerusakan barang menjadi tanggungjawab Reseller

6. Reseller membayar pemilik barang segera setelah barang laku dan dikurangi komisi yg sudah disepakati. setelah transaksi selesai dan lunas
*SKEMA 5 :*

1. Akad titip jual (samsarah) . Harga mengikuti ketetapan pemilik barang. Pemilik barang membayar biaya administrasi.

2. Makelar diperbolehkan menawarkan walau barang belum sampai dilokasi makela le dan belum dibayar. Yaitu dalam bentuk iklan di web.

3. Pembeli bayar lunas langsung ke pemilik barang SEBELUM BARANG DIKIRIM

4. Pemilik barang mengirim langsung ke pembeli namun tanggung jawab sampai/tidak dan kerusakan barang menjadi tanggungjawab pemilik barang

5. Reseller menerima biaya admin yg sudah disepakati sebelumnya dari pemilik barang setiap periode tertentu.
All, ini hadits ttg samsarah….Ahmad meriwayatkan dari Qais bin Abu Gharazah Al-Kinani, dia berkata: Kami dulu berdagang muatan di Madinah. Dan kami dulu dinamai para makelar (simsar). Lalu Rasulullah saw. datang kepada kami dan menamai kami dengan nama yang lebih baik dari nama yang kami berikan sendiri. Beliau berkata: “Wahai para pedagang, sesungguhnya jual beli ini disertai omong kosong dan sumpah. Maka campurilah dia dengan sedekah.”

 

berdasarkan hadits tersebut dan faka ttg samsarah para fuqaha’ telah mendefinisikan mengenai simsar sebagai orang yang bekerja untuk orang lain dengan upah tertentu untuk melakukan penjualan dan pembelian. definisi lain menyatakan:samsarah itu berada di antara penjual dan orang-orang yang diajaknya sebagai pelanggan.

 

Lanjutin pertanyaan ttg reseller ke reseller : Jadi definisi simsar itu adalah orang yg berhubunga langsung dengan penjual atau pembeli, maka kalau seorang calo atau simsar berhubungan dengan simsar lagi itu menyalahi definisi atau fakta simsar…itulah yang dimaksud samsarah ala samsarah. Dalil yang membolehkan hanya utk simsar sehingga tdk ada dalil yg membolehkan samsarah ala samsarah.

 

By ustadz arim nasim

ENERGIZER SUBUH

0

ENERGIZER SUBUH
By Ja’far, KSW #Papua
WA KSW 0811-113-139

AlhamduLillaah…
Allah msh memberi nikmat dan kesempatan satu hari lagi untuk bisa bernafas di dunia ini…

Sungguh ini nikmat yg luar biasa…
Tp krn saking seringnya kita bangun di pagi hari, kita akhirnya merasa bahwa itu adalah sebuah kepastian dan rutinitas hidup sehari-hari.

Walhasil, nikmatnya subuh tidak lagi terasa…
Begitu bangun, kt sdh langsung disibukkan dgn aktivitas bisnis kita.
Ada yg langsung sibuk masak, sibuk belanja, sibuk nyiapin daftar tagihan, dsb.
Berapa banyak dr kita yg bangun subuh kemudian memikirkan nasib umat ini??
Padahal Rasul SAW sdh mengingatkan, barangsiapa yg bangun di pagi hari, kemudian tdk memikirkan nasib umat ini, mk dia tdk termasuk golonganku….
Naudzubillaah min dzaalik…

Apalagi jika hari sebelumnya kita mengalami kerugian, ditipu orang, kecurian, dsb. Mk bs dipastikan, semalam suntuk kita g bs tidur krn mikirin bisnis kita. Walhasil, bsk pagi yg terpikir dgn sgra adlh balik modal, untung, untung, untung, dan untung…. G kepikiran lg nasib umat ini…

Inilah jebakan yg sdh disiapkan setan buat para pengusaha…
Setan membuat sehingg dlm kepala kita isinya hanya harta dan harta…

Yuk, jgn mau kalah dan terbujuk rayuan setan.
Kita menfaatkan hari ini sebaik2nya untuk beribadah.
Ibadah g mesti di masjid lho…
Niatkan seluruh amal kita hari ini, kita lakukan ikhlas krn Allah, krn mengharapkan ridho Allah. Lakukan amal kita hari sesuai dgn tuntunan Allah dan RasulNya…

In syaa Allah… Apa yg kt dptkan hari ini akan menjadi barokah bagi hidup kita… Aamiin..

 

Selamat beraktivitas sahabat KSW… ✊???

PROJECT TANPA MODAL

0

*PROJECT TANPA MODAL*
By Ganjar, KSW #03
WA KSW 0811-113-139

HARUS di Buang Mind set menjalankan “Project tanpa MODAL”
*1*. Para developers Kapitalis/Konvensional banyak menggunakan Modal dari BerUtang+BerBunga.
Nah para developers yang Syarie harus punya Modal Dingin dan ReaLCASH (bisa dr Uang sendiri, Uang dr bersyirkah dgn Investor, dsb), jangan sampai beli tanah dgn Utang lalu pembayarannya bertahap berdasarkan “waktu” dan mengandalkan dari uang konsumen !

Mau bangun infrastruktur kawasan ngandelin uang konsumen, mau bangun rumah ngandelin uang konsumen…
ini namanya bukan berbisnis tapi SPORT JANTUNG brow. ?

*2.* Jangan terlalu tawaqaltualaCASHFLOW atau mengandalkan/berkiblat hanya dgn hitungan CASHFLOW.
*ingat CASHFLOW itu alat bantu untuk menentukan Keputusan, bukan alat penentu Keputusan.
*ingat semua terlihat indaaaah dalam dunia CASHFLOW. Jangan merasa sudah jago bikin CASHFLOW merasa yakin bisa jadi pebisnis hebat.
ingat dunia Nyata / Real life TIDAK selalu sesuai dgn CASHFLOW.

CASHFLOW kita yang mainkan dan Real Life ALLOOH yang mainkan. *ingat Allooh mainkan Real Life sesuai dengan SUNNATULLOOH NYA, kita berbuat sampah (INPUT) maka hasilnya akan sampah juga (OUTPUT) walaupun prosesnya sudah akad2 Syarie. So do RIGHT since Beginning at FIRST STEP !!!
Saat buat CASHFLOW fikirkan faktor RISK nya. Buat RISK yg terburuuk. Lalu lihat hasilnya di Ujung/diakhir !. Jika masih FAILED maka jgn paksakan, solusi nya pasti butuh inject modal di awalkan. Pikirkan solusi yang terbaik dgn hasil RISK yg teringan (solusi sesuai Syarie). Pasti jawabannya adalah anda butuh MODAL. ?

*3.* Banyak yang bermasalah pada bisnisnya karena ACTION ACTION ACTION…
it TOTALY WRONG !!!..
yang benar itu adalah ILMU ILMU ILMU dulu baruuu ACTION.
*Jangan sampai belum Paham Ilmu Fiqih Muamalah Maliyyah sudah nekad berdagang
*Jangan sampai belum memahami / mengalami ILMU teknis berdagang sudah nekad berdagang.

*4.* Rosululloh SAW saat masih kecil sudah berdagang tidak sendirian. Beliau didampingi oleh pamanya. inilah yg disebut proses “pendampingan”, hal ini berlangsung selama bertahun2 sampai akhirnya beliau menjadi pengusaha sukses (masa sblm diangkat sbg Rosul).

Mau Jadi Dokter Ajah Ada ILmunya dulu baru boleh praktek jadi Dokter. Itupun berILmunya 5 tahun.
Kalu dokter yg lsg ACTION bermodalkan YES YES YES lalu LEARNING by DOING terus LEARNING by MISTAKEs itu pasti hasilnya Mal Praktik, walaupun di 10 thn kemudian dokter mal praktik tsbt akhirnya menjadi dokter yg Hebat tapi sudah korban berapa Pasien untuk proses sampai Dokter tsbt jd Hebat !?

Mau Jadi Developer/Pebisnis/Pedagang Apakah tidak Ada ILmunya dulu ?
Kalu Developer yg lsg ACTION bermodalkan YES YES YES lalu LEARNING by DOING, LERANING by MISTAKEs itu pasti hasilnya Mal Praktik juga, walaupun di 10 thn kemudian Developer mal praktik tsbt akhirnya menjadi Developer Hebat tapi sudah korban berapa CUSTOMER untuk proses sampai Developer ini jd Hebat !?

CurhatPribadi…….

By Ganjar, KSW #03

JUAL BELI ONLINE

0

*JUAL BELI ONLINE*
By : Muhammad Ja’far Abdullah – KSW #Papua
WA KSW 0811-113-139
*1.* Di antara poin penting yang harus Penjual perhatikan dalam setiap perniagaan adalah kejelasan status Penjual.

*2.* Apakah sebagai pemilik, atau paling kurang sebagai perwakilan dari pemilik barang, sehingga berwenang menjual barang.

*3.* Ataukah Penjual hanya menawaran jasa pengadaan barang, dan atas jasa ini Penjual mensyaratkan imbalan tertentu.

*4.*Ataukah sekadar seorang pedagang yang tidak memiliki barang namun bisa mendatangkan barang yang Penjual tawarkan.

Berikut ini saya sarikan hukum berdagang secara online pada masing-masing kemungkinan kasus di atas.

*1. Sebagai pemilik barang atau perwakilannya (agen/distributor resmi).*

Secara prinsip, pada posisi ini, Penjual boleh menjual barang secara offline atau online, sebagaimana Penjual juga dibenarkan untuk menjualnya secara tunai atau secara kredit dengan harga yang Penjual tentukan atau sesuai kesepakatan.

*2. Sebagai pemberi layanan pengadaan barang.*

Karena Penjual memiliki relasi yang luas atau kemampuan pengadaan barang yang memadai, mungkin Penjual menawarkan jasa ke orang lain untuk pengadaan barang yang mereka butuhkan. Dan bila alternatif ini yang Penjual jalankan, dan atasnya Penjual meminta imbalan, secara prinsip imbalan tersebut halal, asalkan nominalnya jelas dan disepakati pada sejak awal akad.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Kaum Muslimin senantiasa memenuhi persyaratan mereka.” (HR. Abu Dawud, Hakim, Baihaqi, dan lainnya)
Misal, Penjual menjadi supplier restoran tertentu untuk kebutuhan barang tertentu. Penjual berhak mendapat upah dari restoran tersebut.

*3. Sebagai pedagang yang tidak memiliki barang dan juga bukan sebagai perwakilan.*

Bila yang Penjual lakukan hanya sebatas memasang gambar barang atau kriteria barang, dan bukan sebagai pemilik atau perwakilannya, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi :

*a.* Penjual mensyaratkan pembayaran secara tunai kepada setiap calon pembeli.

Dengan demikian, calon pembeli melakukan pembayaran lunas tanpa ada yang terutang sedikit pun atas setiap barang yang ia pesan. Dengan metode ini Penjual melakukan perniagaan dengan skema akad salam. Metode ini dibenarkan secara syariat walaupun pada saat transaksi Penjual tidak memiliki barang. Dan syaratnya sekali lagi, Penjual harus menerima uang dari pembeli secara tunai.

Muhammad bin Abil Mujalid mengisahkan: “Pada suatu hari aku diutus oleh Abdullah bin Syaddad dan Abu Burdah untuk bertanya kepada sahabat Abdullah bin Aufa. Mereka berdua berpesan: bertanyalah kepadanya, apakah dahulu sahabat Nabi semasa hidup Nabi memesan gandum dengan pembayaran lunas di muka?

Ketika sahabat Abdullah ditanya demikian, beliau menjawab: Dahulu kami memesan gandum, sya’ir (satu jenis gandum dengan mutu rendah), dan minyak zaitun dalam takaran, dan tempo penyerahan yang disepakati dari para pedagang Negeri Syam. Muhammad bin Abil Mujalid kembali bertanya: Apakah kalian memesan langsung dari para pemilik ladang? Abdullah bin Aufa kembali menjawab: Kami tidak bertanya kepada mereka, tentang hal itu.” (HR. Al-Bukhari)

*b.* Penjual tidak menerima pembayaran tunai atau hanya menerima uang muka.

Salah satu ciri khas perniagaan secara online adalah barang yang menjadi obyek transaksi hanya bisa diserah-terimakan selang beberapa waktu. Serah terima fisik barang secara langsung dalam jual-beli secara online adalah suatu hal yang mustahil dapat dilakukan.

Dalam kondisi ini, Penjual melakukan transaksi yang sama-sama terutang. Sementara secara hukum, transaksi ini termasuk transaksi bermasalah.
Imam Ahmad bin Hambal berkata: “Tidak ada hadis sahih satu pun tentang larangan menjual piutang dengan piutang, akan tetapi kesepakatan ulama telah bulat bahwa tidak boleh memperjual-belikan piutang dengan piutang.”
Ungkapan senada juga diutarakan oleh Ibnul Munzir. (at-Talkhis al-Habir oleh Ibnu Hajar al-Asqalany 3:406).

Karena itu agar Penjual tidak terjerumus dalam akad jual-beli utang dengan utang, maka lawan transaksi harus melakukan pembayaran secara tunai, sehingga skema jual beli yang penjual lakukan menjadi transaksi salam.

 

Wallaahu a’lam bishshawab
By : Muhammad Ja’far Abdullah KSW #Papua

Nge-RIBA -nget

0

*Nge-RIBA -nget*
By : Ferry Subrata – KSW #07
WA KSW 0811-113-139

 

Utang, dahulu, termasuk salah satu tabu. Sekarang tidak lagi. Jadi hal biasa. Apalagi di kalangan pengusaha. Sampai-sampai disebut aneh; pengusaha kok tidak punya utang. Padahal utang dapat menyebabkan bisnis seret dan bahkan bangkrut.

 

Pengusaha Muslim hendaklah cermat menyikapi utang. Jangan terbelenggu utang. Apalagi utang berbunga (riba). Bisa-bisa siang malam kerjanya hanya gali lubang utang untuk menutup lubang utang lain, sehingga hidup tidak tenang dan berkah.

 

Utang termasuk perkara besar yang hendaknya jangan diremehkan oleh pengusaha Muslim. Dikisahkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menolak mensholati orang yang meninggal dunia meninggalkan utang. Datang sahabat Abu Qatadah yang berjanji melunasi utang jenazah, dan beliau bersedia mensholatinya (HR. Ahmad 3/330, Hakim 2/58, dan dishahihkan Al-Albani)

 

*Segera lunasi utang Anda sebelum maut menjemput! Tidak ada jaminan ahli waris Anda akan melunasi utang Anda. Jika tidak, Anda akan ditagih di akhirat.*
=== === === ===

 

Anda pebisnis? Ingin bergabung dengan pebisnis sholih lainya di KSW?
Silakan kirim WA ke 0811-113-139
=== === === ===
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut?” Mereka berkata, ‘Orang bangkrut di antara kita, wahai Rasulullah, adalah orang yang tidak punya dirham dan ludes barang dagangannya.’ Rasulullah bersabda, ‘Orang bangkrut dari umatku adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan membawa pahala sholat, puasa, dan zakat, namun dia pernah memaki si A, menuduh si B, memakan harta si C.

 

Akhirnya pahala orang ini diambil dan diberikan kepada korban kezalimannya, sehingga pahalanya habis sebelum tuntutannya terpenuhi. Kemudian diambil-lah dosa orang yang pernah dizalimi dan dilemparkan kepadanya, lalu dia dilemparkan ke neraka’” (HR. Muslim No. 2581).
By Ferry Subrata – KSW #07