Lunas Utang Miliaran melalui Taubat

0
542

Alhamdulillah amanah saya telah dilunaskan oleh Allaah subhanawata’ala satu per satu.

Perkenalkan, saya Reny Mayasari dari Samarinda. Sudah 8 tahun ini terlilit utang yang makin lama semakin tak terbendung. Awalnya perlu modal untuk memulai bisnis. Lama-lama untuk mengembangkan usaha, perlu utang lagi, lagi dan lagi.

Akibat kesalahan berutang, reski saya dan suami tidak berjalan lancar . Usaha tidak berkembang, dan kami juga diuji dengan berbagai kejadian seperti ibu yang tiba-tiba sakit keras.

Kewajiban semakin bertambah. Kami tidak bisa tidur memikirkan cicilan yang harus dibayar terus-menerus. Setiap datang surat berkop leasing, koperasi pinjaman atau pegadaian bank Syariah, hati kami berdegup kencang.

Saya berpikir, utang atau amanah,  banyak dan sedikit juga sama pusingnya. Tak ada jalan lain, saya lebih mendekatkan diri sama Allah SWT. Shalat sunnat taubat setiap malam.

November 2019,  saya diajak seorang teman akhwat untuk ikut Seminar Masyarakat Tanpa Riba (MTR) di Samarinda. Setelah itu saya ikut lagi event Sukses Mengembangkan Harta Tanpa RIba (SMHTR) di Samarinda juga. Lanjut Platform Bisnis Tanpa Riba (PBTR).

Namun ujian rupanya belum berakhir. Sepulang belajar dari PBTR Bogor, saya harus masuk ruangan isolasi selama 34 hari.  Yang membesarkan hati, saya mendapatkan banyak dukungan dari teman-teman MTR Kalimantan Timur. Mereka menanyakan kabar kesehatan dan memberi support yang membesarkan hati.

Saya ikhlas atas ujian yang diturunkan Allaah. Selama berada di ruangan isolasi Rumah Tidak Sehat, saya berusaha memperbaiki diri secara spiritual. Terus beribadah, berdoa dan shalawat. Saya focus pada Kesehatan dan ibadah.

Yang tidak saya sangka,  dari dalam rumah sakit tiba-tiba rezeki mengalir begitu saja. Ada yang membeli dan membayar tanah saya untuk pelebaran masjid. Putaran bisnis tiba-tiba melonjak, dan keluarga sehat semua.

Alhamdulillah, saya melunasi utang ibu saya, utang kepada supplier dan keluarga. Dua titik utang di Pegadaian Bank Syariah saya tebus terlebih dahulu dan kemudian saya jual Kembali untuk melunasi utang di koperasi. Di depan baliho lelang jual yang dipasang pihak koperasi, saya pasang juga baliho versi MTR.

Alhamdulillah, saya juga mendapatkan info tanah yang didepan laku mau dibangun ruko. Sekalian saya tawarkan kepada pembelina, apakah juga mau membeli tanah saya yang di belakang. Dan Allaah menjawab dalam beberapa hari. Orang tersebut berminat. Tentu ada proses tawar menawar, tapi harganya tetap  di atas harga jual lelang property yang dipasang pihak koperasi.

Saya bersyukur dan terus sujud syukur dalam saya masih di Rumah tidak Sehat.

Barakallah. Saya terus berdakwah dan membagikan Buku Merah. Dan memantaskan diri saya di hadapan Allah. Selalu berhusnudzon kepada Allaah dan bershalawat kepada Rasullullah Nabi Muhammad.

Memang betul, pada saat kita menghilangkan kemelekatan, satu demi satu semua berjalan dengan jalan dan caranya Allah.

Untuk utang motor, leasing bersikeras menolak pembayaran pokok saja. Akhirnya motor ditarik setelah 6 bulan kami tidak mau membayar bunga dan denda, sejak bergabung dengan MTR. Penarikan terjadi atas permintaan suami  karena motor itu atas nama suami.

Dan barakallah… Sebelum lebaran, adik saya membeli mobil lagi padahal masih ada mobil lama. Karena ingin membantu dan menyelamatkan dia dari bahaya utang dan riba, saya katakan, kalau ada rezeki saya mau membeli mobilnya. Dan karena perkataan itu, Adik saya malah memberikan mobil lamanya untuk kami pergunakan, sampai  kami memiliki cukup uang untuk melunasinya. Hilang satu muncul yang lebih baik.

Di saat yang lain, saat motor adik saya yang masih kuliah mau ditarik leasing. Tiba-tiba tante  (adik Bapak) memberikan yang warisan sebesar harga motor second dan ponsel untuk adik saya.

Saya rasakan, nikmat Allaah tidak pernah berhenti saat saya selalu minta ampunan dan bertobat serta menghentikan utang dan riba.

Harapan saya bisa terus berdakwah dan Allah memudahkan kita semua terhindar dari utang dan riba. Beli cash dan lunas utang secepatnya?

Ingin mulai hidup baru seperti saya? Mari bergandengan tangan dalam Masyarakat Tanpa Riba. 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here