Monday, August 24, 2026
Home Blog Page 99

PASCA BERAZAM TINGGALKAN KEBIASAAN BERUTANG & TANGGALKAN RIBA

0

*PASCA BERAZAM TINGGALKAN KEBIASAAN BERUTANG & TANGGALKAN RIBA*
_Steps-up to the Next Levels_

By Samsul Arifin, KSW #Kaltim
WA KSW 0811-113-139

Assalaamu ‘alaykum wrwb.
Pagi ini saya berdoa agar ALLAAH memudahkan segala urusan kita semua, Aaamien yaa ALLAAH..

Sahabat pengusaha..
Apa yang perlu dilakukan oleh seorang pebisnis yang telah berazam untuk bebas utang dan bebas riba? Apakah berhenti sampai bebas utang bebas riba? Tentuk tidak lah.. Merasa puas atau berhenti berjuang mengembvangkan bisnis setelah bebas utang dan riba sama saja dengan mengingkari tujuan penciptaan (pusporse of life), tujuan mengapa ALLAAH menciptakan kita semua ke muka bumi ini.

Terhadap pertanyaan itu jawabannya bisa macam-macam. Namun yang paling tepat adalah belajar fiqh muaamalah atau hukum-hukum niaga atau berbisnis dalam islam. Al-Ilmu qobla ‘amal. Berilmu, kuasai ilmuya dulu sebelum melakukan sesuatu.

Karena bisnis islami bukan sekedar bebas riba. Namun perlu bebas juga dari maksiyat-maksiyat lain, seperti aqad-aqad bathil, riswah dan lain-lain. Dari mana kita bisa tahu bahwa sesuatu itu bathil? Tidak ada cara lain, kecuali kita mempelajarinya.

Ada tiga tokoh dalam sejarah Islam yang sangat peduli dengan aktifitas muamalah (terutama berbisnis secara islami. Mereka adalah:
1. Sayyidina Umar RA,
2. Sayyidina Ali RA dan
3. Imam Maalik.

Saya mohon bantuan sahabat-sahabat semua untuk memposting nasehat atau perkataan mereka bertiga perihal pentingnya ilmu berbisnis atau fiqh muaamalah dalam Islam.

Silakan posting di sini ya.. Terima kasih atas perhatian dan bantuannya..

Alhamdulillaah.. saat ini kesadaran sahabat-sahabat pengusaha untuk belajar ilmu-ilmu berbisnis dalam Islam sudah semakin kuat. Terbukti dengan maraknya kajian-kajian FIQH MUAMALAH yang diselenggarakan oleh berbagai komunitas pengusaha di berbagai kota.

Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, ketika kita sudah belajar fiqh muamalah, sudah mulai memahami petunjuk-petunjuk menjalankan usaha yang Islami, apakah sudah cukup bekal itu untuk membuat bisnis yang mampu menggairahkan ekonomi ummat?

Apakah cukup hanya dengan belajar fiqh muamalah, kita bisa mengembangkan bisnis skala global yang bisa menjadi

#RahmatanLilAlamin?

Apakah cukup dengan menguasai fiqih muamalah, kita bisa berkebun kurma yang baik? Kurma yang bisa panen berlimpah, sehingga kita bisa berkontribusi lebih besar untuk kemajuan ummat ini?

Nah.. Ternyata pengetahuan fiqh muamalah itu adalah fondasi yang benar dalam berbisnis. Selanjutnya kita masih memerlukan pengetahuan dan keterampilan teknis yang berkaitan langsung dengan kegitan usaha yang kita lakukan.

Ada peristiwa yang sangat masyhur yang bisa kita jadikan dasar mengapa kita perlu menguasai ilmu dan keterampilan teknis dalam mengembangkan bisnis ini. Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan ‘Amru An Naqid seluruhnya dari Al Aswad bin ‘Amir; Abu Bakr berkata; Telah menceritakan kepada kami Aswad bin ‘Amir; Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah dari Hisyam bin ‘Urwah dari Bapaknya dari ‘Aisyah dan dari Tsabit dari Anas bahwa Nabi Muhammada SAW pernah melewati suatu kaum yang sedang mengawinkan pohon kurma lalu beliau bersabda:
_”Sekiranya mereka tidak melakukannya, kurma itu akan (tetap) baik.”_
Tapi setelah itu, ternyata kurma tersebut tumbuh dalam keadaan rusak. Hingga suatu saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melewati mereka lagi dan melihat hal itu beliau bertanya:
_”Ada apa dengan pohon kurma kalian?”_
Mereka menjawab;
_”Bukankah Anda telah mengatakan hal ini dan hal itu?”_
Rosul lalu bersabda:
_”Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian.”_
(HR Muslim No 4358)
Jika demikian, apa yang bisa kita lakukan sebagai langkah awal dalam mengembangkan bisnis yang benar ini?
Terhadap pertanyaan seperti ini, tentu jawabannya bukan belajar bagaimana berutang atau menambah utang kan?
Hehehe…

Ada satu ilmu atau keterampilan yang perlu kita kuasai ketika sudah sadar kesalahan mengembangkan bisnis dengan mengandalkan utang. Ilmu atau keterampilan apakah itu?

Ia adalah *BENCHMARKING*. Benchmarking atau pembandingan sudah banyak dikenal dan dipraktikkan. Beberapa diantara kita mengenal dengan istilah ATM. Ayo.. apa itu ATM? Ya.. Amati, Tiru dan Modifikasi.

Kembali ke Benchmarking dulu ya…
Definisi Benchmarking menurut Wikipedia adalah teknik manajemen untuk mengukur performa atau hasil kerja, dengan membandingkannya dengan parameter atau ukuran terbaik yang dikenal di pasar dan biasanya ditunjukkan oleh perusahaan-perusahaan pemimpin pasar.

Gunanya benchmarking adalah untuk memperbaiki kinerja perusahaan kita sehingga mendekati bahkan melampaui performa terbaik perusahaan di mana kita memperbandingkan diri, sehingga dengan demikian kita dapat berharap untuk menggantikan perannya menjadi pemimpin pasar. Oleh karena perannya itu, benchmarking menjadi sebuah alat yang efektif dalam konteks TQM (total quality management).

Pertanyaan saya selanjutnya, siapa atau perusahaan apa yang Anda benchmarking? Perusahaan seperti apa yang ingin Anda kembangkan? Sebesar apa Anda ingin berkontribusi dari perusahaan Anda?

Buatlah petanya sekarang dengan teknik benchmarking. Beliau di video ini telah mendapatkan dan mengamalkan teknik benchmarking, sehingga usahanya kini menjadi distributor terbesar di Indonesia dari sebuah merek busana terkenal. Silakan klik ya: https://www.youtube.com/watch?v=PAtCdSZOcz8

 

Bagi Anda Sahabat pengusaha yang ingin meningkatkan kemampuan bisnisnya berkontribusi pada skala yang lebih besa, mari kita lakukan benchmarking dengan yang terbaik. *LEADERS LEARN FROM THE BEST*.

Insyaa ALLAAH kita akan berjumpa pada KSW Leaders Forum yang akan kita laksanakan pada Hari Sabtu, 4 Juni 2016 di Cico Resort Cimahpar Bogor. Insyaa ALLAAH kita akan belajar langsung dari CEO The BodyShop Indonesia.

– Kita akan belajar bagaimana The BodyShop berhasil merekrut team terbaik bukan dengan iming-iming materi.
– Kita juga akan belajar bagaimana The BodyShop menemukan ITM (Ideal Target Market) yang tepat sehingga bisa mensetting harga premium di kelasnya.
– Kita juga akan belajar bagaimana The BodyShop memasarkan produknya tanpa beriklan, sementara pesaingnya jor-joran beriklan.
– *Belajar bagaimana The BodyShop menjadi The Most Value Business 2016 tanpa mengandalkan utang sama sekali.*

Baik sahabat-sahabat semua, sampai jumpa di KSW Leaders Forum ya..
Yang sudah punya Kemeja SyaREA World, mohon dikenakan ya.
Mohon konfirmasikan kembali kehadiran Anda ke 0811-113-139.

Wassalam..
Samsul Arifin
Founder SyaREA World, Sharing Leadership

BIARLAH MEREKA YANG BICARA

0

*BIARLAH MEREKA YANG BICARA tentang Kitab Klasik 27 JURUS JITU MERAIH IMPIAN* (2)

~*Felix Siauw*, Jakarta

“Pencerahan yang aplicable dan abundant, sekarang saya sudah berfikir dan bermental besar, bebas dari bisikan kecil diantara dua telinga”

~ *Hariadi Fatih Karim*, CEO mastermind Organizer .

” Kitab ini LUAR BIASA! ditulis oleh guru expert saya, beliau mampu memadukan energi syariah dan marketing / bisnis yang POWERFULL! Yang belum tentu bisa dilakukan oleh motivator dan inspirator lainnya. Anda harus membaca kitab ini! ”

~ *Fitrianti Alia*, Berkah Stik

” Saya semakin termotivasi setelah membaca kitab ini sehingga saya berani melangkah dan memberikan brand usaha snack saya dengan nama “BERKAH Stick” yang selama ini saya impikan”

~ *Adhe Idha ‘Bunda Rafie’*, Purwokerto

“Subhanallah!!, membaca kitab ini, buat saya seperti dibawa kepada saat saya mengikuti program pak samsul berulang ulang, tidak membosankan!!

Luar Biasa!! Dengan bahasa yang sangat komunikatif, sederhana, mudah dipahami dapat kembali membangkitkan semangat kami. Bila diibaratkan saya adalah sebuah HP maka kitab ini adalah charger nya, siap kapanpun untuk kembali ke 100%!!!

Pencerahan yang luar biasa. Inshaallah kami siap meraih mimpi mimpi kami dengan jurus jurus “pesugihan” yang disampaikan di kitab ini.

Ayo teman teman pengusaha yang belum punya segera miliki kitabnya”

Jika belum punya Kitab Klasik 27 JURUS JITU MERAIH IMPIAN, bisa pesan sekarang juga di WA 08113603433 . WhatsApp ya.. Bukan SMS atau telepon, hanya WA saja.

Semoga ALLAAH mudahkan segala urusan kita semua ya..

 

Salam.
Samsul Arifin
Founder SyaREA World, Sharing Leadership

Leaders must have capacity & capability to?

0

Leaders must have capacity & capability to?

  1. Predict the future
  2. See the unseen
  3. Create a life path
  4. Learn the lesson of life
  5. …??

 

Selanjutnya apa?

Nyambung Diskusi Stlaktit Stalakmit

0

Nyambung diskusi stlaktit stalakmit..

Warga yang dirahmati ALLAAH.. Saya menerima tulisan ini langsung dari penulisnya.

Menarik bagi kita sebagai bahan diskusi, karena ada beberapa pemikiran yang bisa praktekkan dan ada pula pemikiran yang berbahaya ketika mempraktekkannya.

Mari kita diskusikan, mana saja yang bisa kita ambil dan mana saja yang wajib kita kritisi?

??????????????

KOMPAS.com – “Cash is King” begitulah jargon saat ini. Namun tetap saja tidak menjadi perhatian.

Bukan hanya orang dengan pendapatan kelas bawah tapi juga orang yang hidup di atas pendapatan rata–rata. Buktinya banyak yang menikmati gaya hidup dengan cashflow yang pas – pasan atau negatif.

Untuk itu, mari ikuti ulasan hari ini mengenai tujuh cara yang membuat keuangan kita berantakan. Mau coba bagaimana rasanya tidak punya uang sepeserpun di tangan? Ayo ikuti tujuh cara berikut:

1. Tinggalkan ide kuno membuat anggaran keuangan

Membuat anggaran keuangan sangat membosankan dan kadang membuang waktu dan sia–sia belaka. Apalagi jika setelah dibuat, anggaran meleset jauh dari yang direalisasikan.

Ternyata bukan hanya keluarga, para perusahaan dan pemerintah juga harus berfikir keras bagaimana supaya pendapatan dan pengeluaran yang direalisasikan sesuai dengan yang dianggarkan.

Sering kita dengar pemerintah mengeluarkan anggaran versi revisi, misalnya APBN-P, untuk memastikan supaya kegiatan pemerintah dapat menyedot anggaran yang masih tersisa atau mengepaskan yang kurang. Jadi tinggalkan saja ide kuno ini, setuju?!

Jangan putus asa dulu, ayo coba lagi. Jika keluarga punya masalah seperti ini, tentu saja normal. Ini karena hidup yang penuh dinamika dan ada yang tidak bisa diperkirakan.

Ada banyak model anggaran yang dapat dicoba, misalnya Zero Based Budgeting (ZBB), istilah bisnis moderen yang digunakan untuk mengindentifikasikan, merencanakan dan mengawasi program dan kegiatan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi.

Ketika membuat anggaran, jangan selalu melihat ke belakang karena banyak hal yang tidak relevan lagi. Fokus kepada kegiatan rumah tangga untuk setahun dan sebulan ke depan.

2. Acuhkan Tagihan

Kita semua pusing kalau terlalu banyak tagihan yang datang ke rumah atau tiba–tiba meyelip di rekening online kita, membabat sisa uang di bank. Biarkan saja, toh tagihan pasti datang, kenapa pusing?

Ternyata ini bahaya, karena kalau menunggak biasanya ada denda yang harus dibayar dan bisa–bisa karena sering dapat “Collect 1, 2 atau terakhir Collect 5”. Kita dianggap sebagai nasabah kurang baik ketika proses BI Checking (pemeriksaan Bank Indonesia).

Untuk membersihkan nama dari blacklist BI bukan main susahnya dan tentu berdampak tidak baik ke depannya. Belum lagi dampak utang ketika meninggal dunia dan harta waris.

Nah kalau tidak mau dikejar–kejar penagih hutang dan demi menjaga nama baik serta amal soleh dunia akhirat pastikan tagihan hutang diberikan prioritas seperti listrik, air, handphone, pembiayaan KPR syariah, pembayaran cicilan motor atau mobil.

Membuat Standing Instruction (SI) kepada bank adalah salah satu cara praktis. Pastikan SI dibuat berdekatan dengan tanggal mendapatkan penghasilan atau gaji.

3. Marahi Penagih Hutang

Taktik orang yang berhutang untuk lebih galak dibandingkan dengan yang memberi hutang terkadang berhasil. Si penagih hutang akan kapok dan tidak mau datang lagi atau melupakan tagihannya. Yang berhutang akan tersenyum puas.

Tapi tunggu dulu, pikirkan siapa yang perlu ketika berhutang. Sebagian dari kita bahkan datang dengan memelas dan mengukir janji. Ternyata janji adalah sebuah tanggung jawab, seperti di dalam QS Al-Ma’idah (5): 1:

“Wahai orang–orang yang beriman! Penuhi janji–janji.”

Lihat juga di dalam QS Al-Isra’ (34):17: “Dan penuhilah janji. Sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.” Jika terkenal sebagai orang pemegang janji ketika datang seratnya cashflow, kita akan mudah mendapatkan pinjaman.

4. Lalaikan Persedian Rumah Tangga

Sebagian keluarga memilih untuk belanja kebutuhan dapur setiap pekan, sebagian lagi mendisiplikan belanja setiap bulan. Sebagian lagi tidak punya waktu khusus untuk belanja, selagi mau dan perlu, maka pergilah belanja.

Apa yang dirasakan jika tengah malam anak kita kelaparan karena susunya habis di rumah? Santai saja, kan ada swalayan buka 24 jam dekat rumah!

Sebenarnya tidak ada waktu standar yang pas untuk semua keluarga, tergantung dari jenis pendapatan yang diterima.

Yang diatur bukan hanya jadwal belanjanya tetapi penggunaannya. Biasanya kalau kita melihat bahan makanan banyak di dapur, kita akan cenderung untuk masak lebih banyak jadi jika kita termasuk tipe ini, baiknya bahan makanan dipisahkan, ada yang siap dikonsumsi harian ada yang menjadi persediaan.

Jika kita termasuk “last minute shopper” siap–siap untuk mengeluarkan duit lebih banyak ketika belanja di swalayan 24 jam. Bayangkan kalau itu terjadi dan saat itu uang sedang tidak ada di tangan.

5. Jauhi Orang Lain

Jika dalam masa senang, jauhi keluarga, lupakan bahwa kita akan perlu mereka. Kita tidak juga perlu bersilaturrahim dengan lembaga keuangan, toh kita bisa hidup tanpa bank syariah, asuransi syariah dan apalah namanya.

Urusi saja hidup keluarga kita, jangan hiraukan tetangga, keluarga dan lain–lain. Jangan juga bayar zakat dan sedekah, habis sudah harta nanti.

Benarkah? kita tahu bahwa hidup kita bagaikan roda, cobaan bukan hanya dalam keadaan susah tapi juga dalam keadaan senang.

Maka dari itu kita perlu berinteraksi dengan yang lain, karena sudah menjadi ketetapan Allah SWT bahwa sebagian kita adalah pelindung atau penolong kepada sebagian yang lain (QS AT-Taubah (9):71). Jika datangnya hanya ketika perlu, apa reaksi keluarga? Ingat juga ganjaran pembayar zakat dan terlebih sedekah .

6. Nikmati Hidup Selagi Bisa

Ketika datang masa senang, lupakan apa yang akan terjadi esok, kapan lagi bisa menikmati hasil kerja kita selama ini, kalau nanti terbaring sakit tidak bisa lagi kita bersenang – senang.

Jika sudah divonis dokter punya sakit darah tinggi, tidak bisa makan macam–macam lagi.

Setuju dengan gaya hidup seperti itu? Ternyata gaya hidup seperti ini bukan mengikut sunah Rasulullah SAW. Walaupun saat di usia dewasanya hingga di akhir usianya bisa hidup lebih dari mewah tapi beliau memilih hidup sederhana.

Makanan beliau pun terseleksi dengan baik, bukan hanya halal tapi thayib.

Ternyata pengaturan cashflow yang baik berdampak kepada hidup untuk lebih disiplin dan tentu saja hidup sehat.

7. Jangan Berantisipasi

Buat apa berantisipasi untuk hari esok, kan Allah SWT sudah menentukan semuanya. Hidup ini singkat, jalani saja apa yang bisa kita jalankan, biarkan hidup itu mengalir, apa yang ada hari ini mari kita nikmati, untuk besok kita pikirkan lagi.

Jika standar hidup seperti itu yang kita pilih, kecemasan tentu akan datang silih berganti. Bukan hanya kita, tetapi semua anggota keluarga kita juga sibuk bertanya bagaimana nanti bayar SPP akhir bulan ini, apa solusi bayar kontrakan rumah bulan depan, jalan keluarnya apa jika nanti dokter suruh bayar obat dan banyak lagi lainnya.

Antisipasi untuk menjaga cashflow supaya dalam keadaan lancar sangat penting, dan berusaha menyiapkan keturunan dalam keadaan sehat dan berkecukupan termasuk yang diperintahkan Allah SWT dan RasulNya.

Lihat QS An-Nisaa’ (4):9 “Dan hendaklah orang-orang takut kepada Allah, bila seandainya mereka meninggalkan anak-anaknya, yang dalam keadaan lemah, yang merekakhawatirkan terhadap (kesejahteraan) mereka.”

 

Wallahu a’lam bis-shawaab. Salam Sakinah!

Penulis: Murniati Mukhlisin. Editor: Bambang Priyo Jatmiko

????????????
Silakan sampaikan pendapat Anda di sini ya..

MENAKJUBKAN SEKALI PERUSAHAAN INI

0

Samsul Arifin SBC:

*MENAKJUBKAN SEKALI PERUSAHAAN INI – Steps-up to The Next Levels*
By Samsul, KSW #Kaltim
WA KSW 0811-113-139

_“Janganlah membuatmu takjub, seseorang yang memperoleh harta dari cara haram, jika dia infaqkan atau sedekahkan tidak diterima, jika dipertahankan maka tidak diberkahi..”_
[HR Ath-Thabrani dan Al Baihaqi]

Mas Saptuari terbelalak ketika kami menyerahkan sesuatu kepadanya;
_“Mambengi aku ngobrol karo sing duwe iki, cuhat pool tadz..”_
Dengan gaya khasnya beliau nyeltuk spontan ketika menerima apa yang kami bawa.

Kamipun seolah tak percaya terhadap apa yang disampaikan Mas Saptu. Bagaimana mungkin, sebuah perusahaan yang produknya menjadi market leader, pembeli antri, transasinya cash basisi, outletnya dimana-mana, ternyata perusahaan ini sedang krisis keuangan super parah. Karena sudah batuk-batuk membayar cicilan utang yang sudah mendekati Rp 70 M itu.

Sambil terus “berdebat” karena ketidakpercayaan kami akan cerita Mas Saptu, saya menerawang sambil mengingat-ingat hadist di atas. Bahwa Rosul Muhammad SAW telah mengingatkan kita untuk JANGAN TAKJUB pada seseorang yang memperoleh hartanya dengan cara haram. Karena hanya tampak kerren di luar. Dalemannya belum tentu bro!

Cerita Mas Saptu semakin menguatkan saya akan kebenaran hadist tersebut. Suatu ketika pada Tahun 2013 yang lalu, saya diundang ke kantor pusat suatu perusahaan terkenal. Perusahaan pelopor di industrinya. Mereknya masuk Top of Mind. Ownernya menjadi pengurus pusat di asosiasi industrinya. Dan sering menjadi cover majalah bisnis baik baik nasional maupun internasional.

Ketika masuk ke area parkir perusahaan yang pernah diliput Majalah Blommberg ini, Mercedes Benz S-Class berjejer menyambut siapapun yang masuk ke kantor pusat perusahaan terkenal ini. Simbol keberhasilan perusahaan ini. Namun apa yang terjadi di dalamnya?

Rupanya perusahaan ini sedang tertekan luar biasa karena laba operasionalnya hanya cukup untuk membayar bunga pinjaman saja. Perusahaan ini berjibaku hanya untuk membayar bunga bank. Sementara total utang sudah melebihi nilai asset riil perusahaan ini.

Anda mau tahu perusahaan pelopor yang sedang batuk-batuk darah karena riba ini? Gampang, perusahaan ini sudah TBK, Anda tinggal cari saja yang harga sahamnya tinggal 30% dibanding ketika IPO 2 tahun yang lalu.

Mereka menjual saham untuk menutupi utang. Kebathilan riba mau ditutup dengan kebathilan transaksi saham. Nauudzubillaah..
Kalaupun tidak bathil, sayapun tak akan mau walau diberi saham gratis. Isinya utang semua.

Sekali lagi.. Rosul telah mengingatkan kita agar jangan takjub pada seseorang yang mengembangkan atau memperoleh harta secara bathil. Jangan takjub pada penampilan luar. Karena ketika kita tahu dalemannya, bisa jadi kita kecewa karenanya.

Hal ini sungguh berbeda dengan sosok pengusaha yang telah berhasil EXIT dari jerat utang dan riba ini. Kendati beliau memiliki proyek property terbaik di kotanya. Dan bahkan proyeknya mengalahkan proyek property papan atas di negeri ini. Beliau tetap bersahaja menjalani kehidupannya.

Penasaran? Ini dia orangnya:

Silakan klik link video di atas ya.. Beberapa di antara kita sudah pernah bertemu langsung dengan beliau. Dan bahkan sudah mengunjungi proyek-proyeknya.

Nah..
Anda mau tahu EXIT Strategy dari jerat utang (dan riba) yang benar?

LET’S LEARN FROM THE BEST
Insyaa ALLAAH kita akan berjumpa pada KSW Leaders Forum yang akan kita laksanakan pada Hari Sabtu, 4 Juni 2016 di Cico Resort Cimahpar Bogor. Insyaa ALLAAH kita akan belajar langsung dari CEO The BodyShop Indonesia. Belajar bagaimana The BodyShop menjadi The Most Value Business 2016 tanpa mengandalkan utang sama sekali.

Sampai jumpa di KSW Leaders Forum. Yang sudah punya Kemeja SyaREA World, mohon dikenakan ya. Mohon konfirmasikan kehadiran Anda ke 0811-113-139.

Wassalam..
Samsul Arifin
Founder SyaREA World, Sharing Leadership

PESONA RIBA

0

*PESONA RIBA*

By : Andri Wiyasa – KSW #13
WA KSW 0811-113-139
Salam kenal utk semuanya. Terimakasih banyak atas responnya…

Saya dulu wkt kerja, sempat terlilit utang KTA dan Kartu Kredit. Setiap hr mnt ke Allah agar bs bayar utang. Alhamdulillah bertemu bisnis dan utang KTA+CC lunas. Namun dulu blm menyadari akan ribanya CC (Credit card) .

Pas ditawari lg tanpa survey dan tanpa apa2, ambil lg, kartu platinum, 40juta limitnya. Niatnya utk jaga2 jk ada kebutuhan mendadak…

Astaghfirullaahal’adzim, ternyata jebakan riba kena jg. Bisnis sempet mandek, kepake dech si CC.

Satu kepake sendiri sktr 15jutaan lg utk bayar kontrakan rumah dan lain2, sktr 17jt nya, asalnya dipinjam teman utk bayar utang juga, plus usaha. Dg akad: Saya menggadai toko ybs, lalu toko tsb oleh ybs dikontrak.

Astaghfirullaahal’adzim. Niat baik tp dg jalan riba, tetap terkena dampaknya.

Tersadarkan setelah baca buku Kembali Ke Titik Nol. Dan skrg sekuat Tenaga utk menutup CC tsb dan segera melunasi utang2 lainnya.

Ternyata Allah arahkan utk bertemu dg komunitas2 pejuang anti riba, dll. Sampai bs bergabung di KSW.

Jazakallah utk admin dan teman2 warga KSW lainnya.

Jangan sampai dech, main2 dg riba, sekecil apapun…???
By : Andri Wiyasa – KSW #13

Kita Punya ALLAH SWT

0

*Kita Punya ALLOOH SWT*

By : Arief – KSW #Jatim
WA KSW 0811-113-139
Alhamdulillah setelah penantian 7 tahun saya punya usaha.dan luarbiasa omzet saya melejit bak pesawat tempur.2011 sepulang haji saya kena pajak 1,25M.saya minta tlg konsultan pajak.eh malah saya dipalakin 400juta.saya nggak mau.

Saya cuma memohon kepada ALLAH .akhir kemis saya diexecusi dengan diberikan surat execusi yang tebalnya hampir 1rim.sita badan dan sita jaminan.saya pasrah aja pak.wong awalnya saya nggak punya apa2 sekarang diminta lagi sama ALLAH.ya suďah saya ikhlaskan aja.

Hari jumat saya serahkan semua surat2 termasuk diri saya sendiri.dalam waktu 10 menit pertolongan ALLAH datang.fax dari langit dikirim ke KPP Pratama.saya dibebaskan dari pajak 1,25M.

Saya nangis pak.saya cuma bergumam dalam hati,minta sama ALLAH gratis nggak pake jaminan,nggak pake paksaan kayak debt collector,nggak main telpon2 kayak AOnya bank2. Yakin pak agus kalo cuma duit segitu insya ALLAH pasti ada jalan.semangattttt.
By : Arief – KSW #Jatim

STEPS-UP TO THE NEXT LEVELS

0

*STEPS-UP TO THE NEXT LEVELS*
By Samsul, KSW #Kaltim
WA KSW 0811-113-139

Aplpe, perusahaan yang dirintis oleh Steve Jobs, beberapa tahun belakangan ini selalu menempati urutan pertama peringkat THE MOST ADMIRED COMPANIES* yang dirilis oleh Majalah Fortune. Apple menjadi jawara perusahaan yang paling dikagumi di jagad raya ini.

Akan tetapi, ketika ada peringkat yang lain, yaitu *THE WORLD MOST VALUE COMPANIES*, Apple seperti kehilangan kedigdayaannya. Koq bisa?

Rupanya, Apple yang menjadi satu diantara beberapa perusahaan dengan keunngulan talenta team, produk, finansial dan stabilitas pertumbuhan nomor wahid, lupa akan satu hal, yaitu perhatian pada *PLANET*. Lalu siapa yang berhasil menumbangkan Apple gara-gara perhatiannya pada kehidupan manusia di muka bumi ini? Ia adalah *Alphabet*, induk perusahaan Google.

Lalu bagaimana pertarungannya di Indonesia?
Ternyata Astra International, masih duduk di tahta tertinggi THE MOST ADMIRED COMPANY. Astra adalah perusahaan yang paling dikagumi di negeri ini. Disusul oleh Unilever, BCA, Telkomsel, Telkom Group dan beberapa perusahaan lainnya.

Akan tetapi, jika penilaian ditambahkan unsur *KONTRIBUSI* kepada perbaikan kehidupan manusia di muka bumi ini. Ternyata yang menjadi *THE WORLD MOST VALUE BUSINESS* pada Tahun 2016 ini, bukanlah Astra International. Tetapi, peringkat pertamanya diduduki oleh perusahaan yang tidak pernah beriklan.

Ya, pemenang THE WORLD MOST VALUE BUSINESS 2016 adalah perusahaan yang tidak pernah beriklan, namun tumbuh secara significant. Anda tahu perusahaan apa itu? Ia adalah *THE BODY SHOP INDONESIA*

Lalu, apa gerangan yang membuat TBSI meraih predikat The Most Value Business 2016 itu?

Ternyata bukan hanya TBSI, namun secara global, The BodyShop International juga mencapai hal yang sama. Ada 3 (tiga) capaian fantastis perusahaan global ini. Apa saja 3 (tiga) capaian itu?

  1. Profit, ukuran utama keberhasilan suatu bisnis adalah PROFIT atau kinerja keuangan. Nah.. TBSI mencatatkan pencapaian profit yang fantastis, di atas rata-rata industrinya. Dan kinerja keuangan ini menunjukkan trend yang terus menerus positif.
  2. People, ternyata tingkat kepuasan pelanggan sangat ditentukan oleh tingkat kepuasan team, atau PEOPLE yang berkerja di dalamnya. Pada aspek ini, kepuasan karyawan TBSI meninggalkan perusahaan-perusahaan lainnya. Bukan hanya benefit materi yang mereka rasakan puas, namun benefit-benefit lain mereka dapatkan. Sehingga mereka dengan senang hati memberikan kinerja terbaiknya untuk perusahaan.
  3. Planet, ini yang menarik dari TBSI, perusahaan yang tidak beriklan ini, ternyata menaruh perhatian besar pada persoalan-persoalan kehidupan manusia di jagad raya ini secara konsisten. Perhatian pada penyelesaian persoalan kemanusiaan ini menjadi nyawa dari perusahaan ini.

Sahabat-sahabat Business Leaders, bagaimana dengan perusahaan kita semua? Apakah sudah bisa mencapai hal-hal yang telah dicapai oleh The BodyShop Indonesia tersebut?
Jika belum, apakah Anda ingin mencapai hal-hal yang telah dicapai oleh TBSI? Profit berlimpah, team yang bersemangat dan kontribusi yang semakin diperhitungkan?

Apakah Anda ingin tahu RAHASIA DAPUR TBSI membangun team dan perusahaan sehingga menjadi The Most Value Business 2016?

Alhamdulillaah..
Saya sangat bersyukur, karena saya punya akses special dengan orang nomor satu di TBSI, Bapak Aryo Widiwardhono, CEO The BodyShop Indonesia.
Yang membuat saya lebih bersyukur lagi, ternyata Bapak Aryo CEO The BodyShop Indonesia bersedia berbagi _RAHASIA DAPUR_ kepada kita semua bagaimana The BodyShop Indonesia bisa mencapai predikat The World Most Value Business 2016 pada KSW Leaders Forum . Yang Insyaa ALLAAH akan dilaksanakan pada Hari Sabtu, 4 Juni 2016 di CICO Resort, Cimahpar Bogor, Pkl. 09-15.

Dengan Thema;
*LEADERS LEARN FROM THE BEST, How The BodyShop Indonesia Become The World Most Value Business 2016*.

So.. Mari kita mulai fokus untuk melangkah ke depan. Kendati masa lalu adalah pelajaran yang sangat berharga, namun marilah kita persiapkan diri dan bisnis kita menuju *#RahmatanLilAlamin*.

Saya masih ingat nasehat Pak Wingki Waluyo di KSW #01 _JANGAN NGOMONGIN UTANG, KITA OMONGIN BISNIS AJA DAH_. Juga masih jelas suara Pak Kahar Mulyani dari KSW #01 juga _JANGAN FIKIRKAN UTANG, TAPI FIKIRKAN BAGAIMANA MENGEMBANGKAN BISNIS AGAR BISA BAYAR UTANG_
Mari kita mulai langkah-langkah baru. Steps-up to the next level! Fokus melangkah ke depan yuk..

BaarakALLAAHu fiikum jamii’an..
Samsul Arifin
Founder SyaREA World, Sharing Leadership

 

*Yang sudah punya seragam Kemeja SyaREA World, mohon dikenakan ya.
Silakan konfirmasikan kembali kehadiran Anda via WA ke 0811-113-139.*

HILANGNYA HATI NURANI PARA PEKERJA PAJAK

0

*HILANGNYA HATI NURANI*

By : Afiani, KSW #06
WA KSW 0811-113-139
Iyah mba yuliii.. Saya pun merasakan nyeseknya pajak restoran..

Baru dua mgg yg lalu sy ke dispenda mengenai Surat Tegoran 2 Bakso Raket atas pengenaan pajak restoran..

Agak protes: “UKM kalau yg dikenakan pajak cm kami sj, bs jadi blunder karna harga kami naik dibanding kanan-kiri..” Jwbn orng dispenda: Pajak ngga liat soal itu!?

“Pak sy minta tlng penangguhan smntara npwpd hbs lebaran sj diterbitkannya. Soalnya sebentar lg puasa 2mgg pertama omzet kami pasti turun.. Belum lg Thr karywn? kita byr gaji 2x lipat..” Jwbn orng dispenda: Pajak ngga ad hubungannya sm hitung2an itu!! ? ?..

Msh edisi membujuk:
“Pak Sy ngerintis usaha dr thn 2010, macul smp skrng msh dlm tahap nyicil pelunasan kebangkrutan usaha sebelumnya.. Minta tlng sekali lg ditangguhkan npwdnya..” Jwbn orng dispenda: itu bukan urusan kami bu!!???

Luarr biasaa sambutannya ngga enak, padahal kita yg nyetor pemasukan isi kas negara.. Tp perlakuannya kayak teroris??.. Asumsi penyelundupan pajaklah, double booklah, dll.. Pengusaha selalu diposisi dicurigai..

Sekedar info: Restoran di DKI Jakarta kategori objek pajak jika omzet pertahun 200jt, berarti perharinya min omzet 555rb sdh dikenakan pajak restoran?.. Superrr..

Jaman khalifah umar, pajak itu adanya:
1. jizyah (pajak untuk non muslim) dan
2. kharaj (pajak tanah n sewa)
besarnya pengenaan pajak tdk sama trgtung kategori kaya atau miskin.. Prinsip adil n pendistribusian merata jalan.. Jaman Rasulullah n khalifah2 perekonomian maju2..

Saya msh dlm pemikiran “pajak = iuran tp Makksaaa Bingitt ??”

 

#maaffjdcurhatpagi2
By Afiani, KSW #06

RIBA DI PEGADAIAN

0

*RIBA DI PEGADAIAN*

By : Muhammad Nur Hasan – KSW #Papua
WA KSW 0811-113-139

Astagfirullah Aladzim.

Dari sebuah tempat akhirnya saya menuju kembali ke tempat kerja (toko). Selama dalam perjalan balik ke tempat kerja,bulu romanku merinding. Sambil berkifir atas pembicaraan yang saya lakukan tadi dengan Pengelola UPC (Unit Pegadaian Cabang).

Tempat yang saya kunjungi tadi adalah Pegadaian,karena saya ingin membayar tunggakan atas pinjaman yang saya ambil di Pegadaian tahun lalu (waktu itu saya belum tau klu ambil pinjaman di Bank/Pegadaian itu riba).

Sempat terlintas dalam fikiranku saat ini klu tagihan yang saya bayar ini,saya sudah melakukan dosa riba lagi (Astagfirullah Aladzim dan sambil menghempaskan nafas saat ini,semoga Allah mengampuni dosaku ini).

Setelah saya melakukan pembayaran tagihan. Saya beranikan diri sempat ngobrol dengan salah seorang Pengelola UPC. Awalnya saya menanyakan (sebagai orang awam).

“Pak,apakah pegadaian konvensional (arah pandanganku ke papan yang bertuliskan PEGADAIAN,tempat ini) sama dengan pegadaian syariah ?”
Lanjut “Maksudku,apa satu perusahaan ato gimana?”

Pengelola UPC itu pun menjawab “Satu Dirut tapi Dua Divisi”

Saya pun bertanya lagi “Jadi pengalokasian dananya baik konvensional mau syariah di satu titik ya Pak ?” (Dalam artian semua dana yang masuk di satu tempatkan) ” Maklum pertanyaanku standar orang biasa yang tidak banyak tau soal istilah-istilah perbankan ato keuangan.

Pengelola UPC pun menjawab “Iya Pak”

Saya pun berkata lagi “Maaf Pak beberapa waktu ini saya belajar soal Syariah” dan saya pun bertanya lagi “Maaf,bapak muslim ya ?” Dia menjawab “Iya” kemudian dia pun menjelaskan.

Klu Pegadaian Konvensional dan Syariah merupakan satu perusahaan,sama halnya dengan Bank ******* konvensional dan Bank ****** Syariah. Kemudian dia menyebutkan beberapa nama-nama Bank yang mengatasnamakan syariah,itu sistem kerjanya belum pure Syariah.

Bapak pengelola UPC itu pun bilang “Klu di negara kita ini belum menerapkan yang betul-betul syariah. Sistem pengelolaannya sama dengan konvensional cuman beberapa istilah-istilahnya saja yang kesannya seperti Islami supaya agak ke arah syariah”

“Nah itu dia maksudku” ucapku. Akhirnya terjawab sudah semua pertanyaan apa yang ada dibenakku dengan apa yang saya sudah pernah pelajari (walau sedikit) ditambah dengan ucapan Pengelola UPC tersebut. Sempat terlintas juga klu Pengelola UPC banyak tau juga soal sistem Syariah di negara kita.

Pengelola UPC itu pun bilang klu Negara Arab-lah yang benar-benar menerapkan sistem pure syariah (benar-benar bagi hasil). Yang mengherankan saya dan sempat terkejut klu “Di Inggris juga melaksanakan sistem pure Syariah”.

MasyaAllah,saya terkejut karena negara minoritas muslim tapi mereka menerapkan pure Syariah. Sedangkan negara kita dikenal sebagai Negara Mayoritas Muslim (Populasi Muslim terbanyak),kenapa tidak melakukan sistem yang pure Syariah?

Itulah perbincangan yang baru saja terjadi,sempat di dalam hatiku mengajak Pengelola UPC itu untuk bergabung di Kampoeng SyaREA World. Karena di dalam fikiranku janganlah kita membenci saudara seiman kita karena kerjaannya,tapi bantulah mereka untuk keluar dari jeratan riba.

Semoga Allah memberikan Hidayah kepada Pengelola UPC tersebut.
Aamiin Allahumma Aamiin.
By : Muhammad Nur Hasan – KSW #Papua