Sunday, January 25, 2026
Home Blog Page 47

HIDANGAN LEBARAN

0
Sudah merupakan kelaziman ketika Hari Raya Iedul Fithri kita bersilaturrahim dengan keluarga, kerabat, sahabat dan atau mitra bisnis. Selain hidangan lezat khas daerah masing-masing, maka bisa dipastikan yang berkumpul saat itu ngobrol sana-sini untuk melepas rindu atau hanya sekedar memanfaatkan waktu liburan.

Ada tiga macam kelompok orang yang berkumpul ketika lebaran tiba jika kita dengarkan dari topik-topik pembicaraan mereka, yaitu:

KELOMPOK PERTAMA

Kelompok ini isi pembicaraannya lebih didominasi oleh membicaran orang. Mulai dari membicarakan tetangga, membicarakan artis sampai membicarakan seseorang yang sedang top di media.

“Iya nih.. Tetangga sebelah sekarang jadi sombong sejak punya mobil baru.”
“Kemarin di teve, katanya si artis itu sedang menggugat cerai suaminya.”
“Sudah denger kan? Kalau ketua partai itu dipenjara karena korupsi.”

Begitulah isi pembicaraan mereka. Pembicaraan seputar orang. Tipe pembicaraan seperti ini adalah tipe pembicaraan orang-orang rendahan. Orang paling bawah. Para pengikut yang tidak tahu kemana hidup mereka akan dirahkan. Mereka larut dalam gossip tentang orang.

Kelompok orang-orang rendahan seperti ini sangat berbahaya. Karena apapun isi pembicaraannya, tidak akan pernah membuat nasib kita menjadi lebih baik.

Selain itu, jika pembicaraan tentang orang itu benar, maka bisa jadi merupakah ghibah atau bergunjing. Dan jika isi pembicaraan tentang orang itu salah, maka ia termasuk fitnah. Baik ghibah maupun fitnah adalah perbuatan dosa yang ALLAAH dan RosulNYA membenci kedua-duanya.

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah engkau apa itu ghibah?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan?” Jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya. Jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya.” (HR. Muslim)

Semoga ALLAAH melindungi kita dari orang-orang yang sehari-hari menambah dosa karena bergunjing dan memfitnah ini. Aamien yaa Rabbanaa..

KELOMPOK KEDUA

Kelompok kedua ini biasanya terdiri dari orang-orang yang merasa pintar dan sok tahu. Isi pembicaraan ketika berkumpul biasanya seputar situasi dan peristiwa.

“Waduh.. Kemarin kami tertahan 4 jam di Brexit. Kasihan, banyak orang tua yang pingsan karena kelelahan.”
“Dolar tembus 14 ribu nih..”
“Udah tahu kan? Kalau Pertalite naik diam-diam?”

Orang-orang seperti ini biasanya merasa paling tahu dalam segala hal. Ketika membicarakan situasi bisa berlama-lama menghabiskan waktu. Namun perlu disadari bahwa membicarakan situasi tanpa visi dan solusi untuk penyadaran kebangkitan Ummat, bisa jadi perbuatan sia-sia.

“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

KELOMPOK KETIGA
Kelompok ketiga ini adalah kelompok yang sangat jarang ditemui. Yaitu kelompok orang-orang yang focus membicarakan ide dan solusi perbaikan ke masa depan.

“Ooo kalau seperti itu persoalannya, ini yang perlu kalian lakukan.”
“Iya.. Itu timbul karena kita tidak memperhatikan secara detail sumbernya.”
“Insyaa ALLAAH beberapa waktu ke depan, kita akan mewujudkannya.”

Sebagaimana Rosul dan Para Sahabat, percakapan-percakapan mereka hanya berisi ide, dakwah dan saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran. Apakah Anda masih ingat kisah Rosul menyampaikan visinya ketika persiapan perang Khandaq?

Ketika para sahabat sedang menggali pasir, terdapat bongkahan batu keras yang tidak dapat dihancurkan. Salman al-Farisi kemudian memberitahukan hal ini kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah yang menghancurkannya dengan kapak sebanyak 3 kali dan bertakbir. Setiap kali Rasulullah mengayunkan kapaknya menghantam batu, muncul kilatan cahaya.

Para sahabat yang keheranan dengan hal ini bertanya, “Kenapa engkau bertakbir dan apa kilatan sinar yang kami lihat tadi?” Rasul menjawab, “Sinar kesatu, Allah akan menaklukkan Yaman untukku, Sinar kedua, Allah akan menaklukkan Syam dan negeri (barat; Romawi) untukku. Sedangkan sinar ketiga, Allah menaklukkan negeri (timur; Persia) untukku.”

Saat itu Romawi dan Persia adalah dua bangsa adikuasa. Sudah barang tentu pernyataan Rasulullah ditertawakan Yahudi. Namun sebaliknya dengan para sahabat. Mereka sangat gembira dengan pernyataan Rasul. Sambil membayangkan Istana Putih Romawi dan Istana Merah Persia mereka kembali melanjutkan penggalian parit. Di saat-saat jeda penggalian parit, para sahabat kembali bertanya kepada Rasulullah. “Ya Rasulullah, yang mana akan kita taklukkan lebih dulu, Konstantinopel atau Roma?”

“Kotanya Heraklius akan di-futuh (dibuka) terlebih dahulu (konstantinopel),” jawab Rasul.

Apa yang terjadi kemudian? Kini visi Rosul itu telah menjadi kenyataan. Tinggal satu kota lagi yang menunggu Ummat utuk dibebaskan, yaitu Kota Roma. Apakah Anda siap menjadi bagian yang mengupayakan pembebasan Kota Roma?
ALLAAHU AKBAR..!!!

Marilah kita kita ikuti jejak Nabi dan Para Sahabat yang Mulia menjadi kelompok orang ke-tiga. Sebagai langkah awal kita mulai membicarakan hal-hal positif yang berisi ide menyelesaian persoalan dan visi membangun masa depan ketika berkumpul pada saat lebaran nanti.

Jadikan BUKU MERAH MTR sebagai bagian utama sajian lebaran bersama keluarga, kerabat, sahabat dan mitra bisnis Anda. Hadiahkan BUKU MERAH MTR ketika Anda bertemu mereka.

Manfaatkan BUKU MERAH MTR sebagai pembuka untuk menyadarkan mereka bahwa kita punya dasar pemikiran yang kuat, mendalam dan jernih mengapa kita berusaha keras lepas dari jerat utang dan riba. Insyaa ALLAAH dengan perantaraan BUKU MERAH MTR, mereka akan tercerahkan bahwa ada banyak jalan keluar dari problema keuangan yang mereka pusing karenanya.

Alhamdulillaah..
Kini telah terbit BUKU MERAH MTR cetakan ke-6 atau Revisi ke-5 berjudul:

KESALAHAN-KESALAHAN FATAL PENGUSAHA MENGEMBANGKAN BISNIS DENGAN UTANG

BUKU MERAH MTR yang berisi 142 (vi + 136) halaman ini sangat cocok untuk Anda yang sedang atau ingin:

1. Memperkuat tekat untuk bebas utang
2. Menyadarkan keluarga, sahabat, kerabat dan mitra bisnis agar menghentikan kebiasaan ngutang
3. Memberikan argument kuat kepada orang-orang di sekitar Anda, mengapa Anda menghentikan kebiasaan buruk berutang.

Harga BUKU MERAH MTR cuma Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah saja). Anda akan mendapatkan 5 (lima) exemplar BUKU MERAH MTR. Belum termasuk ongkos kirim. Pemesanan hanya berlaku untuk kelipatan 5 (lima) buku. Satu kilogram berisi 5 (lima) atau 6 BUKU MERAH MTR.

Silakan pesan sekarang ke 0853-353-353-19. Jadikan BUKU MERAH MTR sebagai hadiah paling berharga selama Bulan Ramadhan 1439 Hijriah ini. Insyaa ALLAAH kebaikan yang terjadi pada pembaca BUKU MERAH MTR hadiah dari Anda, akan menambah pahala ‘amal jariyah Anda.

Untuk mengawali menanamkan sedaran akan bahaya kebiasaan berutang, mulailah membaca BUKU MERAH MTR sampai tuntas. Ajak keluarga, sahabat, kerabat dan rekan-rekan pengusaha di sekitar Anda untuk mendiskusikan isi BUKU MERAH MTR.

BUKU MERAH MTR ini untuk kalangan sendiri. Tidak diperjual-belikan di toko buku – toko buku manapun.

Jika Anda adalah bagian dari banyak orang yang sudah merasa tidak nyaman dengan tekanan utang dan ingin ingin menyadarkan keluarga, kerabat, sahabat dan mitra bisnis Anda agar menghentikan kebiasaan buruk berutang, SEGERA PESAN BUKU MERAH MTR SEKARANG JUGA KE 0853-353-353-19.

BaarakALLAAHu lana wa lakum jamii’an

LANGSUNG TINGGALKAN RIBANYA! SEGERA LUNASI UTANGNYA!

MENYAMBUNG YANG TERPUTUS

0

“Koq BUKU MERAH MTR tidak dibuat e-book-nya saja? Agar lebih mudah menyebarkannya.”

Begitu komentar seseorang pada Fanpage MASYARAKAT TANPA RIBA di Facebook. Ketika menanggapi penawaran BUKU MERAH MTR yang dijual rata-rata hanya Rp 20.000,- (dua puluh ribu rupiah saja) per exemplar itu.

Kami berusaha memahami komentar tersebut, karena memang sudah lazim pada era digital jaman now ini, bahwa sebuah buku diterbitkan dan didistrribusikan dalam bentuk buku digital atau e-book. Akan tetapi, kami punya maksud lain, mengapa BUKU MERAH MTR hanya dicetak secara fisik, tidak kami terbitkan e-book-nya. Kami ingin menjadikan BUKU MERAH MTR itu sebagai hadiah fisik yang Anda berikan kepada orang-orang tercinta Anda. Hadiah terbaik yang pernah Anda berikan kepada orang-orang terdekat Anda.

Mari kita bayangkan 3 (tiga) situasi ini:

Situasi pertama:
Suatu ketika, Anda menerima email atau pesan media sosial berisi file suatu e-book, yang menurut sahabat Anda, Anda memerlukan e-book tersebut.

Situasi ke-dua:
Suatu ketika, Anda menerima paket berisi sebuah buku cetak (fisik), yang menurut sahabat Anda, Anda memerlukan buku tersebut.

Situasi ke-tiga:
Suatu ketika, Anda dikunjungi Sahabat Anda untuk mengantarkan sebuah buku cetak (fisik), yang menurut sahabat Anda itu, Anda memerlukan buku tersebut.

Menurut Anda, situasi yang mana yang lebih menyentuh perasaan Anda? Situasi mana yang membuat Anda merasa sangat dihargai dan terhormat.

“Ketika dunia semakin digital, maka akan banyak sisi kemanusiaan yang hilang. Yang hilang akan menjadi sangat berharga. Semakin banyak orang menginginkannya. Namun hanya harapan yang semakin jauh dari kenyataan”

Begitulah yang disampaikan pada Workshop M-BUBB yang kini tengah berlangsung di Bogor. Memang tepat sekali, bahwa memang sudah menjadi kenyataan bahwa semakin digital, perilaku sebagian besar orang berubah mengikuti perkembangan digital itu.

Kapan Anda bertemu tatap muka dan berbincang akrab dengan orang-orang dekat Anda tanpa gadget di tangan Anda?
Kapan Anda duduk bercengkerama berlama-lama bersama kerabat karib Anda tanpa melirik media sosial?
Kapan Anda bermain-main riang bersama anak-anak dan atau pasangan Anda tanpa diganggu oleh keinginan untuk membuka grup digital?

Hmmmm…
Entahlah, apapun jawaban Anda, bisa jadi kesempatan emas atau quality time itu, mungkin sudah tinggal keinginan yang semakin jauh. Anda ingin dekat dengan keluarga, namun perilaku digital malah menjauhkannya. Anda ingin akrab dengan karib kerabat, namun gadget malah mengalihkan perhatian. Anda ingin membangun hubungan yang harmoni dalam rumah tangga, namun media sosial malah merusaknya.

Apakah Anda ingin mendapatkan kembali sisi kemanusiaan pada diri, keluarga, kerabat dan sahabat serta mitra bisnis Anda?
Apakah Anda ingin menyambung kembali hubungan kekeluargaan dan kekerabatan dengan orang-orang yang pernah dekat dengan Anda?
Apakah Anda ingin mendekatkan kembali hubungan emosional dengan orang-orang terdekat yang mungkin kini sedang renggang, namun belum tahu caranya?

Sebagai langkah awal, hadiahkan BUKU MERAH MTR untuk menyadarkan mereka bahwa kita punya dasar pemikiran yang kuat, mendalam dan jernih mengapa kita berusaha keras lepas dari jerat utang dan riba. Insyaa ALLAAH dengan perantaraan BUKU MERAH MTR, mereka akan tercerahkan bahwa ada banyak jalan keluar dari problema keuangan yang mereka pusing karenanya.

Alhamdulillaah..
Kini telah terbit BUKU MERAH MTR cetakan ke-6 atau Revisi ke-5 berjudul:

KESALAHAN-KESALAHAN FATAL PENGUSAHA MENGEMBANGKAN BISNIS DENGAN UTANG

BUKU MERAH MTR yang berisi 142 (vi + 136) halaman ini sangat cocok untuk Anda yang sedang atau ingin:

1. Memperkuat tekat untuk bebas utang
2. Menyadarkan keluarga, sahabat, kerabat dan mitra bisnis agar menghentikan kebiasaan ngutang
3. Memberikan argument kuat kepada orang-orang di sekitar Anda, mengapa Anda menghentikan kebiasaan buruk berutang.

Harga BUKU MERAH MTR cuma Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah saja). Anda akan mendapatkan 5 (lima) exemplar BUKU MERAH MTR. Belum termasuk ongkos kirim. Pemesanan hanya berlaku untuk kelipatan 5 (lima) buku. Satu kilogram berisi 5 (lima) atau 6 BUKU MERAH MTR.

Silakan pesan sekarang ke 0853-353-353-19. Jadikan BUKU MERAH MTR sebagai hadiah paling berharga selama Bulan Ramadhan 1439 Hijriah ini. Insyaa ALLAAH kebaikan yang terjadi pada pembaca BUKU MERAH MTR hadiah dari Anda, akan menambah pahala ‘amal jariyah Anda.

Untuk mengawali menanamkan sedaran akan bahaya kebiasaan berutang, mulailah membaca BUKU MERAH MTR sampai tuntas. Ajak keluarga, sahabat, kerabat dan rekan-rekan pengusaha di sekitar Anda untuk mendiskusikan isi BUKU MERAH MTR.

BUKU MERAH MTR ini untuk kalangan sendiri. Tidak diperjual-belikan di toko buku – toko buku manapun.

Jika Anda adalah bagian dari banyak orang yang sudah merasa tidak nyaman dengan tekanan utang dan ingin ingin menyadarkan keluarga, kerabat, sahabat dan mitra bisnis Anda agar menghentikan kebiasaan buruk berutang, SEGERA PESAN BUKU MERAH MTR SEKARANG JUGA KE 0853-353-353-19.

BaarakALLAAHu lana wa lakum jamii’an

LANGSUNG TINGGALKAN RIBANYA! SEGERA LUNASI UTANGNYA!

Jangan lupa saksikan video di bawah ini,

APARAT YANG TERSANDERA

0
Kami sungguh beruntung karena pada setiap kegiatan-kegiatan MTR, ada Aparat yang mengawal dan mengamankan untuk menjamin kelancaran pelaksanaan acaranya. Seperti pada Dakwah Rombongan (DR) Warga MTR, kami mendapatkan pengawalan dalam melintasi jalur-jalur perjalanan Warga MTR. Bahkan pada DR Bulan Oktober Tahun 2017 yang lalu, selain pengawalan, kami disambut hangat oleh Bapak Pimpinan Aparat setempat.

Begitu pula pada Temu Nasional Pegiat MTR Bulan April 2018 yang lalu, Bapak Pimpinan Aparat setempat mengutus anggota dari pos terdekat untuk menjaga kalau-kalau ada sesuatu yang mengganggu acara kami. Terima kasih kepada Bapak-bapak pimpinan beserta anggota Aparat yang telah membantu membuat acara-acara kami berlangsung aman dan lancar. Kami berdo’a semoga Bapak-bapak semua

Sahabat pengusaha dan Warga MTR yang dimuliakan ALLAAH..
Tulisan ini tidak akan menceritakan bagaimana Bapak-bapak Aparat membantu kami. Namun kami akan menyampaikan dialog-dialog emosional yang disampaikan Pak Aparat disela-sela beliau bertugas mengamankan kegiatan kami.

“Anggota kami 700 orang Pak. Hanya tiga orang yang tidak terjerat utang. Yaitu saya, ajudan dan satu orang anggota lainnya.”
Bapak Pimpinan Aparat menanggapi materi TABIAT BURUK UTANG yang kami sampaikan sebagai pengantar diskusi ba’da shubuh di Masjid Jami’ kota yang kami singgahi ketika DR itu.

“Kami bisa menduga kuat kalau mereka sudah tertekan utang ketika perliakunya aneh. Seperti memainkan kasus, ngumpet-ngumpet di jalan untuk mencari-cari kesalahan pengendara, atau mereka yang sering mangkir tanpa alasan jelas.”

Bapak Pimpinan Aparat melanjutkan curhatnya.

“Sekarang saya hentikan kebiasaan utang itu Pak. Saya sudah tidak mau menandatangani permohonan utang dari anggota. Karena bahaya sekali akibat tekanan utang itu Pak.”

“Makanya, saya senang sekali ada Warga Masyarakat Tanpa Riba yang melakukan edukasi bahaya tabiat buruk utang ini kepada warga masyarakat lainnya. Karena utang itu bisa memicu perilaku kriminal lain yang lebih besar.”

Kami Warga MTR yang mengerubungi Bapak Pimpinan Aparat hanya tertegun menahan nafas. Betapa nestapanya nasib para Aparat yang tersandera karena lilitan utang.

Pada kesempatan Temu Nasional Pegiat MTR, kami sempat berbincang-bincang hati ke hati dengan Bapak anggota Aparat yang mengawal acara kami. Kebetulan sehari sebelumnya (17/4) gencar berita bahwa ada anggota aparat suatu instansi di Aceh yang nekat bunuh diri menggunakan senjata api laras panjang jenis SV2. Anggota aparat tersebut nekat mengakhiri hidupnya diduga karena terlilit utang dalam beberapa bulan terakhir.

“Iya Pak.. Saya sendiri selaku anggota juga sangat sedih. Karena kebiasaan berutang sudah seperti hal lumrah di kalangan kami. Saya senang sekali menyaksikan ada Warga Masyarakat Tanpa Riba yang berkomitmen memberikan penyadaran agar kita menghentikan kebiasaan berutang”

Ujar Bapak anggota Aparat kepada kami yang menyatakan keprihatinannya. Kamipun menyatakan siap berbagi ilmu dan pengetahuan serta keterampilan keuangan kepada kesatuannya.

Sahabat pengusaha dan Warga MTR yang dimuliakan ALLAAH SWT.

Ini adalah kesempatan bagi kita untuk turut aktif berpartisipasi pada program BELA NEGARA sebagai amanat Undang-undang Nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara Bab I pasal 2 Jo Bab II pasal 2. Peran kita adalah dalam rangkan Ketahanan Keuangan.

“Bahwa dalam penyelenggaraan pertahanan negara setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara sebagai pencerminan kehidupan kebangsaan yang menjamin hak-hak warga negara untuk hidup setara, adil, aman, damai, dan sejahtera;”
Sebagai langkah awal, hadiahkan BUKU MERAH MTR untuk menyadarkan mereka bahwa kita punya dasar pemikiran yang kuat, mendalam dan jernih mengapa kita berusaha keras lepas dari jerat utang dan riba. Insyaa ALLAAH dengan perantaraan BUKU MERAH MTR, mereka akan tercerahkan bahwa ada banyak jalan keluar dari problema keuangan yang mereka pusing karenanya.

Alhamdulillaah..
Kini telah terbit BUKU MERAH MTR cetakan ke-6 atau Revisi ke-5 berjudul:

KESALAHAN-KESALAHAN FATAL PENGUSAHA MENGEMBANGKAN BISNIS DENGAN UTANG

BUKU MERAH MTR yang berisi 142 (vi + 136) halaman ini sangat cocok untuk Anda yang sedang atau ingin:

1. Memperkuat tekat untuk bebas utang
2. Menyadarkan keluarga, sahabat, kerabat dan mitra bisnis agar menghentikan kebiasaan ngutang
3. Memberikan argument kuat kepada orang-orang di sekitar Anda, mengapa Anda menghentikan kebiasaan buruk berutang.

Harga BUKU MERAH MTR cuma Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah saja). Anda akan mendapatkan 5 (lima) exemplar BUKU MERAH MTR. Belum termasuk ongkos kirim. Pemesanan hanya berlaku untuk kelipatan 5 (lima) buku. Satu kilogram berisi 5 (lima) atau 6 BUKU MERAH MTR.

Silakan pesan sekarang ke 0853-353-353-19. Jadikan BUKU MERAH MTR sebagai hadiah paling berharga selama Bulan Ramadhan 1439 Hijriah ini. Insyaa ALLAAH kebaikan yang terjadi pada pembaca BUKU MERAH MTR hadiah dari Anda, akan menambah pahala ‘amal jariyah Anda.

Untuk mengawali menanamkan sedaran akan bahaya kebiasaan berutang, mulailah membaca BUKU MERAH MTR sampai tuntas. Ajak keluarga, sahabat, kerabat dan rekan-rekan pengusaha di sekitar Anda untuk mendiskusikan isi BUKU MERAH MTR.

BUKU MERAH MTR ini untuk kalangan sendiri. Tidak diperjual-belikan di toko buku – toko buku manapun.

Jika Anda adalah bagian dari banyak orang yang sudah merasa tidak nyaman dengan tekanan utang dan ingin ingin menyadarkan keluarga, kerabat, sahabat dan mitra bisnis Anda agar menghentikan kebiasaan buruk berutang, SEGERA PESAN BUKU MERAH MTR SEKARANG JUGA KE 0853-353-353-19.

Harapan kita semua..
Selaku penegak hukum, pengayom, pelayan dan pelindung masyarakat.. Seandainya Pak Aparati di negeri kita tercinta ini terbebas utang.. Insyaa ALLAAH dalam melaksanakan tugas tidak akan melenceng. Niscaya Pak Aparat akan melayani masyarakat dengan tulus tanpa mengharap sesuatu.. Dan tidak akan mecari-cari kesalahan.. Semoga itu bukan hanya sekedar harapan dan akan menjadi kenyataan.. Aamiennn

BaarakALLAAHu lana wa lakum jamii’an

LANGSUNG TINGGALKAN RIBANYA! SEGERA LUNASI UTANGNYA!

Jangan lupa saksikan video di bawah ini.

DARI SINI MEREKA MEMULAI LANGKAH MELUNASI UTANG

0

Banyak yang bertanya kepada kami:

BAGAIMANA CARANYA SAYA BISA SEGERA BEBAS UTANG?

Pengalaman kami selama 6 (enam) tahun terakhir ini membantu ribuan pengusaha lepas dari jerat utang, justru tidak ada cara-cara baku. Semua terjadi begitu saja. Utang-utangnya tiba-tiba lunas. Semuanya karena izin ALLAAH SWT.

Yang baku hanyalah polanya. Yaitu mereka memulai dari kesadaran akan bahaya utang telah melilitnya. Kemudian mereka berazzam atau berkomitmen kuat untuk menghentikan kebiasaan berutang dan segera melepaskan riba.

Bersamaan dengan itu mereka menyempurnakan ikhtiar atau action atau tindakannya dalam memperbaiki pengelolaan usahanya. Mereka juga melakukan perbaikan sana-sini pada diri, keluarga, team dan bisnisnya. Selanjutnya, tanpa disadari, karena Ridlo ALLAAH SWT tiba-tiba utang-utangnya lunas!

Anda bisa mengikuti mereka. Tiba-tiba atas izin ALLAAH SWT, utang Anda lunas. Mulai saja dengan menyadari akan bahaya kebiasaan buruk berutang. Silakan baca buku terbaru dari MASYARAKAT TANPA RIBA yang berjudul:

KESALAHAN-KESALAHAN FATAL PENGUSAHA MENGEMBANGKAN BISNIS DENGAN UTANG

Buku tersebut dikenal juga dengan sebutan BUKU MERAH MTR. Sekarang sudah terbit cetakan ke-6 atau revisi ke-5. Tebal isi BUKU MERAH MTR adalah 142 (vi + 136) halaman.

Untuk mengawali menanamkan sedaran akan bahaya kebiasaan berutang, mulailah membaca BUKU MERAH MTR sampai tuntas. Ajak keluarga, sahabat, kerabat dan rekan-rekan pengusaha di sekitar Anda untuk mendiskusikan isi BUKU MERAH MTR.

Harga BUKU MERAH MTR cuma Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah saja). Anda akan mendapatkan 5 (lima) exemplar BUKU MERAH MTR. Belum termasuk ongkos kirim ke seluruh Nusantara. Pemesanan berlaku untuk kelipatan 5 (lima) buku. Satu kilogram berisi 5 (lima) atau 6 BUKU MERAH MTR.

Silakan pesan BUKU MERAH MTR sekarang juga ke 0853-353-353-19. Jadikanlah BUKU MERAH MTR sebagai hadiah paling berharga selama Bulan Ramadhan 1439 Hijriah ini. Insyaa ALLAAH kebaikan yang terjadi pada pembaca BUKU MERAH MTR hadiah dari Anda, akan menambah pahala ‘amal jariyah Anda.

BaarakALLAAHu lana wa lakum jamii’an

LANGSUNG TINGGALKAN RIBANYA!
SEGERA LUNASI UTANGNYA!

BUKU MERAH MTR ini untuk kalangan sendiri. Tidak diperjual-belikan di toko-toko buku manapun.

Jangan lupa saksikan video di bawah ini,

ANDA TERLALU BESAR UNTUK BERMIMPI KECIL

0

By Erik Hariyadi Sitepu, MTR#25 Sumatra Utara

Ketika anda mempunyai mimpi yang kecil, maka yang paling berbahaya adalah mimpi yang kecil itu menjadi kenyataan. Umat ini terlalu besar untuk bermimpi kecil, karena default setting (setingan awal) seorang muslim adalah menjadi yang terbaik, dan yang memberi label bahwa kita yang terbaik adalah Allah SWT. Akan tetapi umat ini tidak sadar bahwa mereka adalah yang terbaik.

Banyak diantara pengusaha memilih untuk play not to lose (scarcity mindset) kata kata favoritnya adalah “yang penting cukup untuk bisa menggaji karyawan” atau “ngapain terlalu ngoyo rezeki kan udah diatur” dan segudang alasan sehingga mereka bisa menutupi rasa pesimis dan kemalasan mereka.

Harusnya kita bisa memilih play to win (abundance mindset), banyak pilihan yang justru membuka potensi kita sebagai seorang muslim, bukan malahan terperangkap dan terjangkit penyakit inferior akut, padahal kita bisa memilih pilihan yang empowerment.

Nah pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana membentuk awareness bahwa kita adalah yang terbaik sehingga mampu menggali potensi terbaik yang kita miliki, dan apa yang harus kita lakukan untuk mempunyai victor mentality (mental pemenang) bukan victim mentality (mental korban) sehingga kita mampu menggapai mimpi besar kita, silahkan anda dapatkan jawabannya di M-BUBB

Segara daftarkan diri Anda, Keluarga Anda , dan Mitra Bisnis Anda pada Program, Mengembangkan Bisnis Untung Bisnis Berkah pada :

Hari : Rabu-Jumat
Tanggal : 23-25 Mei 2018
Pukul : 08.00 – 17.00 Wib
Lokasi : Hotel Renotel Sentul Bogor

Informasi Pendaftaran
Segera Hubungi 0811-18-18-29

Silakan saksikan sampai tuntas dan bagikan video inspiratif cuplikan M-BUBB yang menyertai postingan ini ya..

Jangan lupa saksikan video di bawah ini,
https://www.youtube.com/watch?v=kOryhO3HmXY&t=10s

PERISTIWA PENTING DIBULAN ROMADHON

0

By M. Noviandy – MTR #41 Kepulauan Riau

Ada beberapa orang yang bertanya, kenapa melaksanakan seminar dibulan Romadhon?
Apakah efektif mengadakan acara dibulan Romadhon?
Saya hanya tersenyum.. 

Apabila kita membaca sejarah Islam, ada beberapa peristiwa penting justru terjadi pada bulan suci Romadhon, diantaranya :

1. Pembebasan Makkah (Fathul Makkah).
2. Bulan Diturunkan Alquran
3. Perang Badar
4. Islam Masuk ke Yaman
5. Pembebasan Andalusia (Spanyol)
6. Tentara Islam Mengalahkan Tentara Mongol
7. Kemenangan Salahuddin Al-Ayyubi
8. Dll.
Romadhon merupakan bulan penuh berkah, ampunan dan do’a kita insya Alloh di ijabah/dikabul.

Nnnah, apa kaitannya Bulan Ramadhan dengan M-BUBB (mengembangkan Bisnis Untung Bisnis Berkah)?

Ini video UTHB yang yang menjadi cikal-bakal program M-BUBB:

https://www.youtube.com/watch?v=-TQatbcz8I0&t=26s

Kita yang sudah mengikuti SMHTR dan PBTR, akan menyadari bahwa SMHTR dan PBTR adalah masa lalu yang harus diselesaikan, sedangkan M-BUBB adalah program bagaimana merancang masa depan dan merancang mimpi-mimpi, menjadikan hidup ini lebih bermakna dengan mimpi-mimpi kita sehingga Insya Alloh masalah masa lalu kita selesai karena Alloh ridho dengan yang kita lakukan dimasa depan.

Insya Alloh, apabila Anda mengikuta program M-BUBB, semangat Anda akan konstan (naik terus), Anda akan mengetahui bagaimana caranya agar impian-impian Anda dapat diraih.

Segara daftarkan diri Anda, Keluarga Anda , dan Mitra Bisnis Anda pada Program, Mengembangkan Bisnis Untung Bisnis Berkah pada :

Hari : Rabu-Jumat
Tanggal : 23-25 Mei 2018
Pukul : 08.00 – 17.00 Wib
Lokasi : Hotel Renotel Sentul Bogor

Informasi Pendaftaran
Segera Hubungi 0811-18-18-29

Kalau tidak sekarang kapan lagi

FATIQUE

0

“Saya sedang mencari-cari usaha baru yang lebih prospektif Pak, karena kondisi usaha yang saya tekuni sedang menurun. Teman-teman di asosiasi yang usahanya sama dengan usaha saya malah terjun bebas. Saya mau tinggalkan usaha ini. Kondisi ekonomi sedang tidak berpihak pada industry kami Pak.”

Begitulah kira-kira ungkapan Mas Ahmad, Owner TiketExtra(dot)com ketika kami bertemu pada saat Business Diagnostic untuk menjajaki kemungkinan beliau bisa ikut Program Business Transformation Coaching (BTC) dari SyaREA Wolrd.

Ungkapan seperti itu sering kami dengar dari pengusaha-pengusaha lainnya. Terutama pengusaha yang sudah merasa FATIQUE ketika mengurus bisninya.

APA ITU FATIQUE?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas bahwa kelelahan (fatigue) adalah suatu kondisi yang memiliki tanda berkurangnya kapasitas yang dimiliki seseorang untuk bekerja dan mengurangi efisiensi prestasi, dan biasanya hal ini disertai dengan perasaan letih dan lemah.

Syukur Alhamdulillaah.. Tidak perlu menunggu lama, Mas Ahmad, kini dengan semangat juang yang terus membara mengembangkan TiketExtra(dot)com ke level berikutnya. Yaitu level yang melampaui industry digital yang sedang merajai bisnis ticketing sebagaimana bisnis TiketExtra(dot)com.

Hasilnya?
Alhamdulillaah..

Setelah fatique atau kelelahan dalam mengurus bisnis itu hilang, kemudian berganti menjadi semangat juang yang membara, kurang dari setahun TiketExtra(dot)com tumbuh lebih dari 400% dan terus tumbuh pesat.

Silakan, bagi yang masih menggunakan jada online travel agent (OTA) lain, bisa test menggunakan jasa TiketExtra(dot)com. Rasakan bedanya!

Bagi Anda yang sudah menggunakan jasa TiketExtra(dot)com, silakan ceritakan pengalaman Anda di sini ya..

Sahabat pengusaha, apakah Anda pernah menjumpai rekan-rekan pengusaha lainnya yang dengan FATIQUE dengan tanda-tanda seperti berikut ini?

“Saya mau jual perusahaan ini Pak. Saya mau focus ibadah saja”
“Sudahlah.. Jangan bicara bisnis, sedang tidak mood nih. Kita bicara yang senang-senang saja.”

“Saya capek mikirin karyawan yang keluar-masuk”
“Uhh… Saya sudah kesana-kemari mencari pelanggan, namun tidak kunjung dapat”

“Frustasi rasanya ketika memikirkan tagihan-tagihan yang semakin menumpuk”
“Saya sedang menghadapi masa sulit dalam bisnis saya ini”

“Doakan usaha yang baru saya buka agar lancer ya. Usaha lama saya sedang menurun”

CIRI-CIRI UMUM LAINNYA DARI PENGUSAHA YANG SEDANG FATIQUE DIANTARANYA ADALAH:

– Temperamental, atau emosional, atau dikenal dengan sumbu pendek. Biasanya mereka suka marah-marah atau uring-uringan tanpa jelas penyebannya.

– Sering bengong sendirian. Pandangan kosong. Perangai ceria berubah menjadi pendiam
– Senang menceritakan masa lalu. Bahwa dulu ia pernah sukses.

– Menyibukkan diri dengan kesenangan semu. Seperti main game atau menyalurkan hobi berlebihan untuk pelarian dari masalah pada bisnisnya.
– Terus mencari-cari peluang usaha baru. Sementara bisnis yang sudah lama dijalaninya pelan-pelan ia tinggalkan

– Sering mengeluhkan kedaaan. Tidak bisa menerima perubahan.
– Suka menyalahkan orang lain. Semua orang disekitarnya disalahkan. Hanya dialah yang merasa benar.

– Malas bangun pagi. Malas datang ke kantor. Malas pulang ke rumah. Malas bertemu team. Malas berkunjung ke pelanggan.

– Berlama-lama nonton Youtube mencari solusi. Namun tanpa aksi.
– Senang berdebat kusir. Suka ngeyel ketika ada yang mengingatkan.

Sahabat pengusaha, jika Anda menjumpai keluarga, kerabat, sahabat dan mitra bisnis Anda sedang terkena tanda-tanda penyakit fatique itu, segera ajak mereka ikut Program MENGEMBANGKAN BISNIS UNTUNG BISNIS BAROKAH (M-BUBB). Yang Insyaa ALLAAH akan dilaksanakan pada Hari Rabu – Jum’at, 23 – 25 Mei 2018 di Bogor nanti.

Pada program M-BUBB kiat akan bersama-sama belajar menghilangkan atau menyembuhkan penyakit fatique yang menghambat kemajuan diri, keluarga, team dan ummat ini. Insyaa ALLAAH ketika kita menghilangkan atau menyembuhkan penyakit fatique itu, kejayaan Islam dan Kemuliaan Kaum Muslimin akan segera terwujud.

Silakan daftarkan diri, keluarga, kerabat dan sahabat serta mitra bisnis Anda ke 0811-18-18-29 untuk ikut M-BUBB.

HIDUP INI BUKAN HANYA URUSAN UTANG DAN RIBA SAJA. APALAGI HANYA UNTUK MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI SAATNYA KITA NAIK KELAS, BERKONTRIBUSI MENYELESAIKAN PROBLEMA UMMAT DENGAN BISNIS YANG SEDANG KITA KEMBANGKAN SAAT INI.

BaarakALLAAHu lana wa lakum jamii’an.

Samsul Arifin SBC

KITA SEMUA BERDAYA

0

WE ARE RESOURCEFUL

Hari Rabu pekan lalu, kami duduk berhadapan di Kantor Turrima Group nan adem itu. Saya dan Mas Mulyono sedang berdiskusi langkah-langkah penyelesaian utang ke beberapa kreditur yang sudah kami mulai beberapa waktu belakangan ini. Saya berdirikan 3 (tiga) spidol warna-warni di meja di depan kami.

“Mas, spidol biru ini Panjenengan. Spidol hijau ini saya. Sedangkan spidol hitam ini adalah orang lain.”

Mas Mulyono tampak dengan seksama memperhatikan kata demi kata yang saya sampaikan.

“Suatu ketika si biru dan si hijau sedang ada persoalan. Sebut saja urusan utang-piutang. Si biru berutang pada si hijau. Dalam perjalanannya, si biru bermaksud melakukan penyelesaian utang dengan cara yang berbeda dengan yang diperjanjikan di awal. Namun rupanya si hijau belum sependapat dengan usulan si biru.”

Sambil tersenyum, Mas Mulyono mengangguk-angguk, tanda bahwa beliua faham bahwa saya sedang bercerita tentang dirinya bersama para krediturnya. Kreditur yang sudah kita duga akan selalu menjawab ”NO” pada setiap usulan apapun yang kita sampaikan. Anda tahu kan siapa yang saya maksud? Hehehe..

“Menurut Panjenengan Mas Mul, dari pilihan penyelesaian berikut ini, mana yang kemungkinan besar akan happy ending? Panjenengan lebih suka menyelesaikan dengan cara yang mana?”

PILIHANNYA PENYELESAIAN PERSOALANNYA ADALAH:

“Pilihan pertama, si biru berusaha menjalin komunikas dan hubungan baik dengan si hijau. Si biru berusaha menyelesaikan sendiri urusannya dengan si hijau. Si biru datang sendiri, setiap menemui si hijau. Semua hal yang berurusan dengan si hijau, si biru melakukannya sendiri dengan senang hati”

“Sedangkan penyelesaian ke-dua, si biru meminta si hitam (orang lain) menyelesaikan urusannya kepada si hijau. Entah orang lain itu minta tarif tertentu sebagai success fee, atau ia lakukan dengan ‘sukarela’ atau berbiaya ‘seikhlasnya’. Selanjutnya si biru dengan santai melakukan aktifitas yang lain. Karena merasa urusannya dengan si hijau telah ditangani oleh si hitam.”

“Jika Panjenengan sebagai si hijau, Panjengan merasa nyaman pada situasi yang mana Mas?”

Saya mengakhiri metafora dengan pertanyaan pilihan itu. Jika Anda berfikir sebagai manusia normal, manusia mampu berfikir jernih. Anda akan memilih penyelesaian yang mana? Penyelesaian pertamakah? Atau penyelesaian dengan cara ke-dua?

Dengan mantap sambil tersenyum penuh keyakinan, Mas Mulyono menjawab tegas:

“Saya selesaikan sendiri persoalan saya dengan kreditur. Saya sudah tahu ilmunya dan saya ingin kami semua terus menjalin hubungan baik. Ini kesempatan dakwah yang luar biasa.”

Begitulah kira-kira jawaban Mas Mulyono, yang kemdian diamini oleh Mbak Dewi, istrinya yang belakngan masuk keruangan kantor nan sejuk itu.

Pada kesempatan lain, Hari Ahad kemarin, saya didatangi oleh sepasang suami istri yang ingin curhat karena persoalannya tak kunjung selesai. Bahkan bisa dikatakan semakin jauh titik akhir penyelesaiannya.

Singkat cerita pasangan ini “menyewa” pihak lain atau si hitam untuk menyelesaikan urusannya dengan mitra kerjanya. Padahal beliau berdua sudah tahu caranya, sudah cukup bekal ilmunya. Namun entah bisikan siapa yang didengarnya, sehinnga mereka nekat menyerahkan kepada orang lain untuk menyelesaikan persoalan dengan mitra bisnisnya itu.

“Kami tidak membayar si hitam Pak. Kesepakatannya adalah success fee dibayar di belakang. Ketika kasus sudah selesai”

Begitu mereka mengelak. Spontan saja saya tanggapi:

“Si hitam minta uang operasional kan?”

Mereka tidak menjawab jelas. Namun dari raut muka yang tertunduk malu, saya yakin mereka telah keluar uang banyak untuk ‘biaya operasional’ (tanda petik) si hitam itu. Menyedihkan!

Apakah sahabat-sahabat ingat penyelesaian kasus Mas Andi Semarang dan Pak Thohir Ponorogo? Alhamdulillaah, persoalan mereka dengan kreditur selesai dengan menyenangkan ketika beliau-beliau hadapi sendiri. Kendati pada awal masih terbata-bata menjalani prosesnya. Namun kini mereka bisa tersenyum lebar. Mereka mendapatkan banyak ilmu pengetahuan dan pengalaman lapangan yang menarik. Karena semuanya dihadapi sendiri tanpa minta bantuan pihak lain untuk menyelesaikan persoalannya dengan para kreditur.

Sahabat yang dimuliakan ALLAAH..
Dari kisah nyata di atas, saya teringat akan Firman ALLAAH SWT pada al-Qur’an Surat al-Baqarah ayat 287 yang terjemahannya sebagai berikut:

‘ALLAAH tidak membebani seseorang kecuali yang sesuai dengan kemampuannya. Baginya ganjaran untuk apa yang diusahakannya, dan ia akan mendapat siksaan untuk apa yang diusahakannya. Dan mereka berkata, Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa atau kami berbuat salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau membebani kami tanggung jawab seperti telah Engkau telah bebankan atas orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau membebani kami apa yang kami tidak kuat menanggungnya; dan maafkanlah kami, dan ampunilah kami serta kasihanilah kami, karena Engkau-lah Pelindung kami. Maka tolonglah kami terhadap kaum kafirin.’

Jika kita semua memahami, ternyata sebetulnya KITA BERDAYA. Semua persoalan yang ALLAAH kirim, sesuai dengan takaran kemampuan kita. Kita bisa mengatasi semua persoalan yang sudah, sedang dan yang mungkin akan datang kelak kemudian hari.

ALLAAH SWT telah memberikan kita bekal yang cukup, yaitu:

1. Kemampuan berfikir yang telah kita miliki
2. Tuntunan berupa dalil-dalil syara’
3. Kemampuan memilih mana yang benar dan mana yang salah

4. Kemampuan memilih mana yang baik dan mana yang buruk
5. Pengalaman hidup yang memadai
6. Pengetahuan yang diperlukan

7. Jaringan yang telah terbangun
8. Komunitas yang saling mendukung
9. Keluarga yang terus mendoakan.

Oleh karena itu, adalah keanehan jika ada seseorang yang masih mengandalkan orang lain untuk menyelesaikan persoalannya. Ia tidak menyadari pontensinya dan tidak faham bahwa ALLAAH memberikan kapasaitas yang cukup untuk menyelesaikan persoalan yang datang kepadanya.

Selain itu, jika seseorang menyerahkan suatu persoalan kepada orang lain. Terutama dalam penyelesaian utang yang ada ribanya, di mana letak ‘amal sholihnya? Ingat, ‘amal sholih melekat dengan kata ‘amal, yaitu perbuatan atau action.

Dengan menyerahkan persoalan penyelesaian utang (riba) kepada orang lain, kapan Anda akan memanfaatkannya untuk meraih pahala besar dari kewajiban berdakwah? Sudahlah urusan belum tentu selesai. Hubungan dengan mitra bisnis jadi semakin jauh. Hilang pula pahalanya.

INGAT!
TUJUAN KITA ADALAH PERSOALAN SELESAI, PARA PIHAK SENANG DAN KITA DAPAT TAMBAHAN PAHALA ‘AMAL SHOLIH KETIKA IKHLAS DAN SABAR DALAM MENJALANI PROSESNYA.

Nah..

Bagi sahabat-sahabat semua yang masih ragu-ragu untuk melangkah..
Atau Anda yang semangat juangnya naik-turun untuk menyelesaikan persoalan sendiri..
Dan Anda yang belum yakin bahwa Anda punya potensi yang sangat besar untuk berkarya besar..

Mari kita berkumpul kembali pada Program Meraih BISNIS UNTUNG BISNIS BAROKAH (M-BUBB) yang Insyaa ALLAAH akan kita laksanakan pada Hari Rabu – Jum’at, 23-25 Mei 2018 di Bogor.

Berikut ini adalah cuplikan video inspiratif BUBB, silakan saksikan sampai tuntas dan bagikan kepada orang-orang tercinta Anda ya..

https://www.youtube.com/watch?v=8Qz-1Nb9BJo

SILAKAN DAFTARKAN DIRI, KELUARGA, KERABAT, SAHABAT DAN MITRA BISNIS ANDA UNTUK IKUT M-BUBB KE 0811-18-18-29.

MARI KITA BERLATIH MENYELESAIKAN PERSOALAN SENDIRI.
RAIH PAHALA AMAL SHOLIH KETIKA KITA MENJALANI PROSESNYA DENGAN RIANG.

BaarakALLAAHu lana wa lakum jamii’an

Samsul Arifin SBC

NASIBMU BUKAN NASIBKU

0

NASIBMU BUKAN NASIBKU

Saya sebenarnya tidak pernah tertarik dengan tagar ganti presiden yang sepertinya didorong melambung tinggi untuk meningkatkan top of mind seorang kandidat presiden. Dari aspek pemasaran, dengan tagar itu, brand siapa yang semakin menancap kuat menancap di benak audience?

Namun pada Hari Senin, 23 April 2018, dua pekan lalu, saya tergelitik mengomentari diskusi tentang tagar ganti presiden itu di sebuah whatsapp grup alumni suatu pelatihan kewirausahaan. Bukan tagarnya yang saya komentari, akan tetapi komentarnyalah yang saya komentari. Komentar yang menunjukkan cara berfikir seseorang.

Berikut ini petikan percakapan yang saya sederhanakan atau saya edit untuk kepentingan alur cerita agar yang tidak berada di grup itu bisa mengikutinya. Tanpa mengubah makna atau esensi dari kalimat-kalimat aslinya:

=== === === === ===

A: Salam 2 periode
B: 2019 ganti presiden

C: Takdir.. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering. Siapa presiden 2019 semua sudah ditulis 50 ribu tahun sebelum dunia ini diciptakan. Jangan sibukkan diri kita dengan hal yang sudah pasti. Karena orang besar hanya mengurus masalah besar, yaitu huru hara Hari Kiamat. Tolong jangan sampai ada yang menyalahkan presiden. Ini takdir.

Saya: Apakah ada yang tahu isi dari lembaran-lembaran yang telah kering itu Mas?

D: Nah.. Ini pertanyaan bagus Pak Samsul. Apa ya isi lembaran yang telah ditulis 50 ribu tahun sebelum dunia ini diciptakan?

Saya: Saya tidak tahu isinya tentang saya dan tentang kehidupan ini seperti apa Pak D. Saya belum pernah membacanya.

C: Kalau ada yang tahu isinya, itu namanya kamus Pak

E: Isinya semua nasib manusia, lahir, mati, jodoh, rezeki serta nasib baik dan buruk.

Saya: Apakah Mas E tahu isinya, seperti apa nasib Mas E yang tertulis di lembaran-lembaran itu?

E: Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Q.S. Luqman. Ayat 34.

Saya: Masyaa ALLAAH.. Terima kasih Mas E.
Ketika diantara manusia tidak ada yang tahu apa yang tertulis di lembaran-lembaran itu, mengapa sebagian diantara mereka berani menyebut-nyebut ”Sudah tertulis sebelumnya di Lauhul Mahfudz” terhadap kejadian-kejadian yang menimpa mereka?

Saya: Ini diskusi yang menarik. Kita lanjutkan dengan tatap muka yuk. Saya yang jadi tuan rumahnya.

Kami mengakhiri diskusi itu dengan melanjutkan perbincangan tatap muka di tempat saya.

=== === === === ===

Sahabat-sahabat yang dimuliakan ALLAAH… Pemikiran bahwa kejadian yang menimpa manusia dipaksa oleh takdir karena sudah tertulis sebelumnya di lauhul mahfudz, padahal mereka tidak tahu apa isi lauhul mahfidz, dikenal dengan pemikiran yang terpengaruh oleh sekte jabariyah.

Apa itu Jabariyah? Kita pakai definisi umum ya.. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas:

Jabariyah adalah sebuah ideologi dan sekte bidah di dalam akidah yang muncul pada abad ke-2 hijriah di Khurasan. Jabariyah memiliki keyakinan bahwa setiap manusia terpaksa oleh takdir tanpa memiliki pilihan dan usaha dalam perbuatannya. Tokoh utamanya adalah Ja’ad bin Dirham dan Jahm bin Shafwan.

Menurut Asy-Syahrastani 548 H/1153 M, Jabariyah adalah paham yang menafikan perbuatan dari hamba secara hakikat dan menyerahkan perbuatan tersebut kepada Allah. Artinya, manusia tidak punya andil sama sekali dalam melakukan perbuatannya, Tuhanlah yang menentukan segala-galanya.

Keyakinan Jabariyah bertolak belakang dengan keyakinan Qadariyah namun keduanya dikatakan menyimpang dari akidah Ahlussunnah yang berada dipertengahan, karena menurut akidah Ahlussunnah mengenai takdir bahwa setiap manusia memiliki pilihan dan kebebasan dalam menentukan kehendak, manusia diperintahkan untuk berusaha yakni diperintah berbuat baik dan dilarang berbuat kejahatan, dijanjikan pahala atau diancam siksa atas konsekuensi dari perbuatannya, sementara apapun yang akan dilakukannya sudah ditetapkan (telah tertulis) dalam takdirnya, yang mana setiap makhluk tidak pernah mengetahui bagaimana takdirnya (baik atau buruk) kecuali setelah terjadinya (berlakunya) takdir itu.

Sungguh menyedihkan ketika pemikiran-pemikiran menyesatkan ini bisa merasuk ke kalangan Ummat, terutama kalangan pengusahanya. Apa yang terjadi pada ekonomi Ummat ketika para pengusaha Muslim-nya berpendapat:

Sudah nasib saya penjualan menurun.
Sudah ALLAAH takdirkan bahwa saya terjerat utang dan riba.
ALLAAH menghendaki karyawan saya tidak amanah.
*_Sudah tertulis 50 ribu tahun sebelum dunia diciptakan bahwa usaha saya akan bangkrut
Kita terima saja karena sudah garis tangan bahwa pelanggan tidak membayar tagihan-tagihan ini._*

Nah..
Bagi Anda yang tidak ingin terkontaminasi pemikiran sesat seperti Jabariyyah dan pemikiran-pemikiran yang melemahkan Ummat ini, mari kita berkumpul bersama pada Program Workshop MENGEMBANGKAN BISNIS UNTUNG BISNIS BAROKAH (M-BUBB). Yang Insyaa ALLAAH akan dilaksanakan pada Hari Rabu – Jum’at, 23 – 25 Mei 2018 di Bogor nanti.

Pada program M-BUBB kiat akan bersama-sama belajar menghilangkan pemikiran-pemikiran sesat yang menghambat kemajuan diri, keluarga, team dan ummat ini. Insyaa ALLAAH ketika kita menghilangkan pemikiran-pemikiran yang menghambat itu, kejayaan Islam dan Kemuliaan Kaum Muslimin akan segera terwujud.

Silakan daftarkan diri, keluarga, kerabat dan sahabat serta mitra bisnis Anda ke 0811-18-18-29 untuk ikut M-BUBB.

HIDUP INI BUKAN HANYA URUSAN UTANG DAN RIBA SAJA. SAATNYA KITA NAIK KELAS, BERKONTRIBUSI MENYELESAIKAN PROBLEMA UMMAT DENGAN BISNIS YANG SEDANG KITA KEMBANGKAN SAAT INI.

BaarakALLAAHu lana wa lakum jamii’an.
Samsul Arifin SBC

Jangan lupa saksikan video di bawah ini,
https://www.youtube.com/watch?v=8Qz-1Nb9BJo&t=126s

SINDROM BEBAS CICILAN

0

Hampir saja saya tidak kebagian sajian istimewa di kediaman Bang Irman nan lapang dan asri itu. Seperti biasa, Warga KSW/K-MTR sangat antusias melahap hidangan lezat dan bergizi ketika saling berkunjung. Karena kami faham bahwa selain lezat, nikmat dan bergizi, sajian halaalan thoyyiban di kediaman Warga KSW/K-MTR adalah sajian penuh keborakahan, karena diperoleh dengan cara yang halal dan diproses juga dengan cara yang halal lagi baik.

Namun, saat ini, saya tidak akan bercerita tentang hidangan dari keluarga Bang Irman pasca kami melakukan Dakwah On The Street (DOTS) di Kota Bengkulu itu. Karena saya akan sharing hal lain yaitu SINDROM BEBAS CICILAN.

By the way, arti kata SINDROM itu apa ya?
Mohon bantu menjelaskan apa maksud dari kata SINDROM ya..

Begitu selesai menikmati sajian istimewa penuh barokah di kediaman Bang Irman itu, kami langsung bergegas kembali ke hotel untuk persiapan Sholat Jum’at di Komplek Dosen Universitas Bengkulu. Dalam perjalanan pulang, saya ditemani atau disopiri oleh Kang Haji Yayan yang didampingi atau dikeneki oleh Kang Hidayat yang terkenal karena Roti Kota-nya itu.

Sepanjang perjalanan dengan mobil off-road kesukaan Kang Haji Yayan, kami bertiga banyak bercerita dengan riang. Mengenang perjalanan kisah masing-masing ketika berusaha lepas jari jerat si a-bank, pak-le dan eng-ko. Suka-dukanya dinikmati, karena faham itulah proses yang mesti dijalani.

“Hampir saja saya hidup tidak jelas ketika sudah lunas utang.”

Ungkap Kang Hidayat ditengah-tengah keseruan kami saling timpal cerita.

“Kunaon Kang?”
Saya menyelidik ingin mendengar kisahnya yang sering terdengar lucu, walaupun Kang Hi menyampaikannya dengan serius.

“Iya Pak. Setelah lunas utang, saya merasa bebas sebebas-bebasnya. Sehingga bingung mau ngapain. Kerjaannya hanya di rumah saja. Banyak tidur-tidruannya. Ke pabrikpun malah enggan. Mungkin karena merasa tidak ada beban ya Pak?”

“Sekarang kumaha Kang?”
Sahut saya, ingin tahu perkembangannya.

“Alhamdulillaah, sekarang saya semangat banget Pak. Terutama setelah ikut Be-MiMS kedua kalinya. Saya jadi ketemu banyak hal untuk mengembangkan usaha saya. Gairah bisnis saya bangkit kembali. Dorongannya sudah berganti, dari dorongan untuk bayar utang, menjadi dorongan untuk berkontribusi kepada Kebangkitan Ummat.”

Begitulah kira-kira diskusi seru kita di atas kendaraan, hingga tak terasa kami tiba di pelataran hotel terbaik di Bengkulu itu.

Pada kesempatan lain, beberapa waktu lalu, saya menerima pesan japri dari seorang ibu. Beliau menuturkan:

“Setelah ikut suatu acara anti riba, suami saya malah kerjaannya nonton ceramah mulu di Youtube Pak. Dia tidak ngapa-ngapain selain keseharian kebanyakan dengerin ceramah di internet. Bantu saya dong Pak, agar suami semangat kembali mengembangkan usahanya…”

Menanggapi japrian seperti itu, seperti biasanya, saya mempersilakan si ibu untuk mendiskusikannya bersama Warga KSW/K-MTR lainnya di grup. Karena tidak kepegang kalau japrian. Setiap detik, saya bisa terima japrian secara beruntun.

Nah..
The pont is..
Atau maksud saya berbagi kisah adalah..

Adakah diantara Anda yang hilang semangat juang karena keenakan setelah merasa bebas utang?
Atau adakah diantara Anda yang setelah bertaubat dari maksiyat riba malah lebih banyak berdiam diri, karena mengharapkan sesuatu yang min hayzu laa yahtasib?

Jika ada yang seperti itu, berhati-hatilah!
Karena Anda mulai gagal faham akan tujuan penciptaan diri kita di muka bumi ini.
Anda mulai mengingkari, untuk apa sebenarnya kita dilahirkan ke dunia ini.

Bebas utang dan bebas riba bukanlah tujuan utama hidup kita. Itu hanyalah awalan dari sebuah perjalanan hidup yang sesungguhnya. Yaitu menyiapkan tiga hal sebagai bekal utama ketika kita sudah tiada nanti.

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631).

Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk berlomba-lomba menyiapkan tiga hal itu sebelum kita meninggal nanti. Mari kita persiapkan bersama-sama bekal itu pada Program MENGEMBANGKAN BISNIS UNTUNG BISNIS BAROKAH (M-BUBB). Yang Insyaa ALLAAH akan dilaksanakan pada Hari Rabu – Jum’at, 23 – 25 Mei 2018 di Bogor nanti.

SIlakan saksikan sampai tuntas dan bagikan video penuh semangat setelah ikut UTHB ini ya. UTHB adalah cikal bakal program M-BUBB:

https://www.youtube.com/watch?v=O9QkUYJUItY

Insyaa ALLAAH pada Program M-BUBB kita akan terus bersemangat membangun bisnis dalam rangka menghambakan diri kepada ALLAAH SWT. Bisnis yang kita bangun sebagai alat perjuangan untuk menyongsong Kebangkitan Islam dan Kejayaan Kaum Muslimin.

Silakan daftarkan diri, keluarga, kerabat dan sahabat serta mitra bisnis Anda ke 0811-18-18-29 untuk ikut M-BUBB.

HIDUP INI BUKAN HANYA URUSAN UTANG DAN RIBA SAJA. SAATNYA KITA NAIK KELAS, BERKONTRIBUSI MENYELESAIKAN PROBLEMA UMMAT DENGAN BISNIS YANG SEDANG KITA KEMBANGKAN SAAT INI.

BaarakALLAAHu lana wa lakum jamii’an.

Samsul Arifin SBC