Saturday, January 24, 2026
Home Blog Page 34

Buku Merah Mendobrak Kesadaran

0

©Saeful MTR Batam.

Demi menyampaikan ancaman yang datang dari tabiat buruk utang, kami selalu berusaha melakukan perjalanan silaturahmi ke semua lapisan masyarakat. Dari rumah ke rumah, dari masjid ke masjid, kantor ke kantor. Tak pernah bosan kami berupaya mengingatkan.

Suatu kali, kami bersilaturahmi kepada seorang bapak kharismatik yang sangat dihormati masyarakat di sebuah wilayah. Beliau seorang guru agama,  rutin menjadi imam masjid, bekerja di kantor agaman bagian yang mengeluarkan fatwa halal haram (Majelis Ulama Indonesia, MUI).

Kami disambut  hangat di rumah beliau. Beliau menceritakan perjalanan hidupnya, dan kami juga menceritakan maksud dan tujuan silaturahmi.

Berkali-kali kami dapati beliau menggeleng-gelengkan kepalanya, kadang-kadang juga mengangguk saat mendengarkan tuturan kami seputar riba dan bahaya tabiat buruk utang. Kami sampaikan isi hati kami dengan serius, dan tidak sekalipun beliau membantahnya. Padahal kami kira, pengetahuan beliau pasti lebih dalam daripada yang kami kuasai.

Dan sebagai klimaksnya, pada akhir pembicaraan kami memberikan hadiah istimewa. Apalagi kalau bukan buku merah, selain buklet MTR.

Tak kami sangka, selang sehari Bapak tersebut menelpon dan mengirimkan pesan di whatsapp, menyatakan ingin bergabung dengan group kami komunitas Masyarakat Tanpa Riba (MTR). Setelah kami kirimkan adab-adab group, esok harinya beliau mengirimkan pernyataan kesanggupannya bergabung.

Hari berganti dengan aktivitas harian yang lain. Ahad 30 Juni 2019 lalu, beliau mengundang kami dalam acara halal bihalal. Undangan pukul 16.00 namun kami datang terlambat karena pada hari yang sama ada acara yang dimulai pukul 14.00. Selesai sholat Ashar, baru rombongan kami berangkat ke lokasi undangan.

Di tempat acara kami diarahkan panitia di tempat duduk yang sudah ditentukan…Pemateri pertama adalah Ustadz Yahya. Ustadz ini mengaku kenal dengan Ustadz Syamsul Arifin di event UTHB.

Giliran pemateri kedua ustadz Sri Bintoro….Itulah Bapak yang kami ceritakan sejak awal tulisan ini. Beliau memperkenalkan diri dan kegiatan kesehariannya, namun di luar itu, beliau berkali-kali mengucapkan kalimat terima kasih…terima kasih…terima kasih…sambil matanya berkaca kaca. Beliau berterimakasih karena anaknya baru saja membatalkan proses kredit kendaraan. Melihat suasana itu,  tak tahan lagi kami spontan bertakbir. Allahu Akbar!!

Ustadz Sri Bintoro bercerita, bahwa setelah membaca buku merah dan buklet yang kami tinggalkan kemarin, anaknya ketakutan terhadap ancaman ALLOH SWT . Apalagi jelas ROSULULLOH SAW juga sudah menyatakan ajakan perang bagi pelaku riba…

Sang Ustadz sangat bersyukur atas keputusan itu. Padahal selama ini beliau sudah mengingatkan berkali-kali tentang larangan riba, namun tidak pernah diperhatikan oleh sang putra tercinta.  Barulah setelah membaca buku merah, anaknya tergerak untuk membatalkan kredit, bahkan rela uang tanda jadi yang sudah disetor hangus.  

Sejak saat itu, Ust tersebut rutin menelpon dan w.a kami menanyakan kabar setiap pagi. Kami telah menjadi sahabat dalam dakwah. Mudah-mudahan Allah meridhai.

Allah sedang Menggunakan Kita

0

© Hays irbef.

RENTENIR ONLINE . Ini salah  satu musuh. Kita harus lawan!! Para rentenir itu harus dilawan!!

Lawan!! Kita lawan dengan kuantitas dakwah. Kita perbanyak MGM, dakwah di mall, dakwah di pesantren. Dakwah di tempat bisnis. Sudah tentu termasuk di masjid.  Di mana saja. Saat ini saja, di Batam masih ada 775 masjid di Batam yang perlu kita datangi dan dahwahi.

Lawan!! Kita lawan dengan kualitas dakwah. Kita lakukan dakwah dengan cara efektif, kita sampaikan dakwah dengan pesan terbaik yang akan menghunjam langsung ke setiap hati umat yang masih memiliki setitik keimanan.

Kita buat kaum muslimin yang belum berutang,  berfikir 1000x lagi untuk mulai berutang. Kita buat kaum muslimin yang sudah terjerumus utang, segera menghentikan cicilannya, keluar dari Ribanya.

Kita lawan mereka dengan menjadikan “sahabat”.. Menjadi teman kita, yang pada akhirnya mau ikut memerangi utang Riba.

Saudara-saudaraku, akhirnya satu saja yang harus sepenuhnya kita  yakini. Bergabungnya kita di Masyarakat Tanpa RIba (MTR), bukanlah tanpa kesengajaan. Semua sudah diskenariokan oleh Allah.

Allah saat ini sedang menggunakan kita, memakai kita, sebagai pejuangnya. Memperjuangkan Islam yang kaffah.

Dan ketika Allah sedang menggunakan diri-diri kita ini untuk berada di jalan tersebut, artinya Allah sedang sayang kepada kita. Allah sedang membersamai kita. Hal apa lagi yang kita butuhkan hidup di dunia ini selain cintaNya? Cinta Allah kepada kita? Jangan pernah lepaskan ini. ALLAHUAKBAR

Ana Uhibbuka Fillah

0

©TehNUHA

Waktu menunjukan pukul 08.13.wib.

Cucian juga beres.. Rumah juga sudah disapu dan dipel..Halaman sudah bersih dari daun-daun nakal yang berguguran semalaman..

Ppsssttt… bahkan lantai garasi sudah bening dan harum saya sikat dengan semangat  tujuuuhhh delapaaann….

Cerita Anjing yang Lain di Solo Raya

0

©MAG

Masih seri per-anjing-an.

Saudarakua sahabat seiman. Sebelum kasus wanita tua yang melepas anjingnya di masjid Al Munawwarah, Sentul, Bogor kemarin, sejatinya sudah ada cerita “aneh” tentang binatang itu di wilayah Jawa Tengah, tepatnya di Soloraya. Topik ini menjadi pembahasan menarik di beberapa surat kabar mainstream local, namun yang paling ramai tentu saja di jagad media social.

Silang pendapat muncul dipicu berita berjudul “Penertiban oleh Pemkab Karanganyar kepada penjual masakan olahan berbahan baku daging Anjing sedang ramai di gunjingkan”. Kami menemukan  topic itu menjadi judul Radar Solo, 25/6.

Rencana penutupan warung “sengsu” itu didukung mayoritas pemerhati perlindungan hewan dan tokoh alim ulama di Karanganyar. Upaya ini dianggap sangat baik dan diapresiasi sebagai langkah kesuksesan.

Dari sisi peri kehewanan, para pecinta dan pemelihara anjing sangat senang bila anjing tidak digunakan sebagai komoditi makan manusia. Mengonsumsi daging binatang ini, dianggap sebagai tindakan melampaui batas dari fungsi anjing sebagai hewan peliharaan yang perlu dilindungi.

Respon senada dengan alasan berbeda,  kalangan alim ulama memberikan apresiasi sebagai wujud “menghindari keharaman dan ke-tidak peri-kehewanan. Toh masih banyak bahan makanan halal yang bisa diolah menjadi makanan baik dan sehat.”

Akan tetapi, jajaran Pemerintah Kota Solo, dalam hal ini yang dipimpin oleh Walikota Solo, memberikan respon berbeda.  “Karena di Solo banyak yang menggantungkan hidup dari berjualan daging anjing, maka tidak perlu ada regulasi jelas untuk penutupan. Penutupan juga tidak manusiawi bila hanya sepihak dari pemkot,” ujar Walikota yang kita tahu pendukung rezim siapa.

Manusiawi? Kata itu terdengar tidak relevan dengan alasan apapun. Orang normal saja, bukan Cuma Muslim, kecenderungannya tidak akan tega makan daging binatang yang biasa diperlihara. Anjing bukan bahan baku makanan.

Karena itu tidak heran jika muncul berbagai praduga. Apakah para penjual daging anjing itu telah menjalin janji kontrak politik dengan sang penguasa? Apakah kontrak itu berhubungan dengan kepentingan dukung mendukung salah satu calon pemimpin nasional?

Hmmm..meski arah angin menunjukkan sumber aroma busuk itu, kita tidak perlu main tebak-tebakan.

Mari kita renungkan saja, kapan ummat ini dipimpin orang yang bersedia mengambil syariat sebagai landasan menentukan kebijakan?  Apakah kita akan terus-menerus mengikuti pemimpin yang menjadikan dan mendahulukan nafsu binatang sebagai landasan kebijakan?

Semoga kita semua tergugah dengan curahan hati ini.

Drama Hubungan Gelap antara eehmm +ehhm + ehhm + ehhmm

0

© MY280619

Selamat, telah lahir presiden baru atas drama perselingkuhan KPU-BAWASLU-MA-MK. Terbayang sebuah meme anjing menggigit palu hakim dan dibawahnya tertulis: “Jika Palu Sudah Ada Di Mulut Anjing, Maka Keadilan Hanya Milik Majikannya.”

Senada dengan diatas, ada juga meme dengan gambar monyet bertuliskan: “Bila Hukum Telah Pandang Bulu, Maka Yang Menang Tentu Yang Banyak Bulunya.” Dan yang paling banyak bulunya adalah monyet, beruk, gorilla, siamang, dan lain-lain..

Ketika sudah hancur-hancuran begitu apa yang harus kita lakukan?

“Banyak banget, tidak ada yang sia-sia Bro. Pepet terus….”.

Mari kita telaah dan belajar dari kisah Nabi Yusuf seperti yang tertulis dalam Al Qur’an:

“Sesungguhnya aku (mengakui) telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina.” (Surat Yusuf: 32)

Setelah istri Al-Aziz memperlihatkan Nabi Yusuf kepada mereka, lalu dia berkata, “Itulah orangnya yang menyebabkan kamu mencela aku karena aku tertarik kepadanya. Dan sungguh benar, aku memang telah menggoda untuk menundukkan dirinya tetapi dia menolak ajakanku dan berlindung kepada tuhan-Nya.”

Zulaikha mengatakan hal ini setelah melihat para wanita itu tergoda oleh Yusuf, agar ia mendapat alasan atas perbuatannya.

Kisah tentang pilihan yang ‘epic’ banget, di mana Nabi Yusuf dengan tegas dan rasional menolak ajakan Zulaikha dalam dua kontradiksi : ‘Bermesraan’ dengan permaisuri, atau ‘membusuk’ di penjara?

Faktanya, hari ini banyak mereka yang memilih ‘zinah’ dan ‘bunuh diri’ massal dalam kesesatan dan godaan syahwat dunia. Persis doktrin Romeo dan Juliet yang telah merusak isi kepala mereka ketika masih belia.

Karena berasa punya kuasa, godaan perselingkuhan pun pakai ancaman. Begitulah watak kekuasaan yang tak pernah berubah sampai hari ini, hingga Zulaikha dengan PD-nya bilang:  “Jika dia tidak melakukan apa yang aku perintahkan kepadanya, yaitu melayani keinginanku, niscaya dia akan dipenjarakan. Dan dia akan menjadi orang yang hina, karena tidak mendapatkan tempat terhormat dan fasilitas pelayanan yang baik.”

Jika itu ada dihadapan Anda semua, apakah Anda yakin memilih penjara ketimbang selimut hangat istana? Hayo ngaku…!!!! Sambil mikir dan merenung  dikit ya bro?

Mendengar perkataan istri Al-Aziz, saat itu Nabi Yusuf berkata seraya memohon kepada Allah: “Wahai Tuhanku! Penjara yang gelap lagi sempit lebih aku sukai daripada tinggal di dalam istana hanya untuk memenuhi ajakan mereka memenuhi nafsu birahinya.”

“Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-nya maka hijrahnya pun kepada Allah dan Rasul-nya. Dan siapa yang hjrahnya karena dunia yang dikehendakinya, atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya adalah kepada apa yang ia niatkan.” (Imam Nawawi)

Mari kita review ulang untuk siapa perjuangan kita?

Jika Nabi Yusuf tidak Allah hindarkan dari tipu daya dan rayuan mereka, niscaya Yusuf a.s. akan cenderung untuk memenuhi keinginan mereka.

Teruslah berdoa dan berjuang sampai batas tak terhingga, tidak ada cerita akhir dari siklus pengulangan sejarah. Anda bukan yang pertama mengalami, ada banyak orang sebelum Anda yang berhadapan langsung dengan watak dan tabiat kekuasaan yang curang.

Dan jika anda tunduk terhadap kemauan mereka, tentu Anda termasuk orang bodoh karena telah menjerumuskan diri dalam perbuatan yang hina. Itulah pelajaran penting dari kisah Nabi Yusuf.

Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan aku dari kecurangan mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (Surat Yusuf: 33)

Wallahua’lam bissawab.

✍ Education For All

Kerasukan Setan Gepeng

0

©UmmuHamima

Setelah masalah utang dan riba terurai, masih ada urusan yang belum terselesaikan bagi kami. Efek tabiat buruk utang bagaikan bola salju yang sulit terkikis.

Ya, keluarga kami kerasukan setan. Aku, suami dan anak-anakku mengalami kerasukan kronis.

Setan itu sudah lama merasuki tubuh kami, bertahun-tahun lamanya. Sampai akhirnya keluarga kami berubah menjadi zombie, menuju walking dead family. Namun tanpa kami sadari, kami bangga menjadi jenis itu.

Keluarga Zombie. Kami hidup di rumah yang sama, namun tidak saling terkoneksi. Pasangan hidup pun berubah menjadi teman sekamar. Roommate bukan lagi soulmate. Setan gepeng telah merebut hidup kami.

Bahkan dengan dalih tidak ingin anak-anak ketinggalan jaman, melek tekhnologi, kamipun dengan bangga memfasilitasi setan itu merasuki anak-anak kami.  

Sstttt.. Anda tahu siapa setan gepeng itu? Hati-hati kawan, jangan-jangan dia juga sudah merasuki sukma kalian..

Lihatlah benda yang sedang engkau genggam sambil membaca tulisan ini. Itulah dia…. handphone, lebih tepatnya telepon pintar dan gawai yang semisalnya. Yang tidak dipergunakan sesuai peruntukannya.

Istilah ini kami dapat dari seorang teman dalam pertemuan pertama Smart Parenting Institute (SPI) Reguler. Sebuah wadah pencerdasan yang luar biasa mengubah hidup kami.  Bukan hanya melepaskan kami dari belenggu setan gepeng, SPI juga mengisi kembali jiwa hampa kami.

11 tahun menikah, kami baru paham tujuan pernikahan setelah mengikuti SPI. Miris memang. Namun, setelah paham, kami  kembali seperti pengantin baru  melalui revolusi visi dan misi yang kami perbarui semua.  Tak terbayangkan mesranya, indahnya gejolak asmara yang hadir dengan mengharap ridho Allah semata. Bagi kami di SPI, pemandangan pasangan yang berlomba-lomba  saling memuliakan bukan lagi pemandangan janggal.  

Sejak Allah pertemukan kami dengan Komunitas Masyarakat Tanpa Riba (MTR), tidak berhenti diri ini mengucap syukur kepada Allah atas nikmat tak terkira. Nikmat ilmu, melalui wasilah para Guru yang Luar biasa.

Tidak hanya sukses dalam bisnis yang berlimpah akan berkah, kehidupan berkeluarga pun menjadi sangat berarti kembali.  Setan gepeng tak lagi dapat merebut jiwa kami. Karena kini kami memiliki visi dan misi yang jelas terbentang di depan mata.

Mengharapkan Ridho dan Cinta Allah semata

Indahnya menjadi bagian dari Masyarakat Tanpa Riba tidak bisa dirasakan hanya dengan berandai-andai sembari memandang gadget. Mulailah dengan tatap muka, dan semua jalan insyaAllah akan terbuka.

Selamat tinggal Riba..Selamat tinggal setan gepeng.

(Dari kami yang telah bangkit dari tidur panjang dan siap berjuang dengan bersahabat dalam dakwah bersama Komunitas Masyarakat Tanpa Riba -MTR. Dari kami yang akan melahirkan para pejuang barisan depan penakluk kota Roma.

CARA UNTUK MELEPASKAN ANAK DARI KECANDUAN GATGET

0

Berapa jumlah pengguna Internet di Indonesia?

Menurut lembaga riset Pasar e-marketter, populasi netter tanah air mencapai 83,7 juta persen orang pada 2014. Sementara, menurut Kominfo pengguna Internet usia 15-40 mencapai 64 persen, untuk anak usia 15 tahun 10 persen dan terus bertambah setiap tahunnya.

Kemudian didorong juga adanya istilah VUCA (Volatility Uncertainty Complexity dan Ambiguity) . Pada intinya, dunia VUCA adalah dunia yang kita hidupi sekarang, dimana perubahan sangat cepat, tidak terduga dipengaruhi oleh banyak faktor yang sulit di kontrol dan kebenaran serta realitas menjadi sangat subyektif. Pengaruh terbesar dari pergeseran dunia kita jaman sekarang tentu saja dipengaruhi oleh teknologi, bayangkan baru sekitar 20 tahun lalu internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Setiap jengkal hidup kita beririsan dengan internet.

VUCA ini juga berimbas kepada konsumsi internet bagi anak-anak. Anak-anak sudah akrab dan bahkan sulit dilepakan dari tools internet tersebut, kecanduan akut anak akan berimbas dan berefek yang mengerikan luar biasa. Internet cenderung membuat anak terjebak dan kecanduan Game Online dan membuat anak menjadi apatis, susah disuruh makan, atau aktifitas lain, dan yang berbahaya anak-anak bisa terserang pornografi dari internet tersebut. Belum lagi dampak kesehatan mata bagi anak-anak.

Banyak dampak yang membuat kita sebagai orang tua harus super waspada, super protektif terhadap putra-putri kita. Namun, orang tua sangat kesulitan menghindari kalau anak-anak sudah kecanduan Internet.

Ada kejadian, seorang Ibu di Bekasi menangis melihat kondisi anaknya yang tidak bisa lepas dari kecanduan Game Online, anak menjadi sangat pemarah jika diminta untuk tidak main game, bahkan bisa merusak barang-barang. Tidak mau diajak shalat, tidak mau sekolah, tidak mau untuk melihat kedaan luar, dia hanya fokus ke Game online, kehidupannya tidak normal, sering begadang.
Beliau kebingungan dan tidak tau caranya untuk mendidik anak agar tidak kecanduan Game online.

Hingga, akhirnya beliau kenal MTR dan mengikuti kegiatan SmartParents Institute (SPI). Alhamdulillah, kebuka dan mulai treatment dan alhamdulillah anak bebas dari gadget bahkan si anak mulai belajar menghapal surat pendek Alquran. Alhamdulillah si anak mulai rajin shalat jamaah, sesuatu perubahan yang sangat luar biasa berkat pembelajaran di SPI..

Temukan ilmunya yang AMAZING dalam AL-QUR’AN terkait Pendidikan Anak di event SmartParent Institute:

“The Secret for being GREAT PARENTS: Fundamental Pendidikan Anak Berbasis Aqidah Islam” bersama Dui Nasheer (Founder SmartParent Institute)

Hari/Tanggal : Sabtu – Ahad, 27-28 Juli 2019
Waktu : 08.00 – 18.00 WIB
Tempat : Ballroom Rukun Living Senior – Darmawan Park, Sentul – Bogor

Informasi dan Pendaftaran:
0811-18-18-29

Silakan saksikan dan bagikan video di bawah ini:
https://youtu.be/Jy8ADPsWZ1U

Kegiatan-kegiatan The Smart Parents Institute Didukung oleh:
SyaREA World dan #MasyarakatTanpaRiba

Dendam Kesumat kepada Leasing? Lepaskan Sekarang Juga!

0

©D’WiNNer

Anda pernah diperlakukan tidak menyenangkan oleh Debt Collector (DC) perpanjangan tangan Leasing?

 Jika  jawaban Anda “Pernah!”, berarti Anda termasuk golongan yang pernah “nunggak” angsuran kepada leasing. Atau jika Anda punya pengalaman sebagai debitur, kemungkinan karena cicilan belum dipenuhi.

Nunggak angsuran atau belum bayar cicilan mungkin karena berbagai alasan. Alasan yang paling banyak, mungkin sudah tidak punya uang lagi  untuk bayar cicilan, alias sudah tidak punya kemampuan menanggungnya. Kalau ini yang terjadi, kasihan sekali Anda.

Alih-alih nyaman menikmati kegunaan unitnya lagi –entah rumah,  atau kendaraan– kata lelang atau penarikan unit akan menjadi hantu yang berkecamuk di benak berhari-hari. Dan tentu momok yang paling menakutkan adalah kedatangan DC yang menyeramkan, menciutkan nyali.

Ah, itu mungkin dulu sekelumit pengalaman pahit anda. Beruntunglah siapa saja yang sudah tergabung di Masyarakat Tanpa Riba (MTR). Mungkin Anda yang sedang membaca artikel ini, sudah mengetahui bagaimana cara menghadapi “mereka” dengan “kekuatan dalam kelembutan” dan “bersahabat dalam dakwah” yang Anda peroleh di pembelajaran MTR.

Apalagi jika Anda sudah tergabung di MTR sebagai warga sejati yang dinamakan Pegiat MTR. Anda pasti akan sukarela  melakukan penghentian pembayaran cicilan. Bukan…bukan berarti menunggak.

Penghentian itu bukan tanpa alasan.  Alasan yang palinag kuat, Anda berpijak pada landasan bahwasanya Anda tengah menghentikan tabiat buruk utang dan memerangi riba. Anda berazam dengan kuat, karena sudah melakukan taubat nasuha untuk tidak akan pernah berutang lagi.

Jangan khawatir, cara-cara yang Anda tempuh  tidak bertentangan dengan hukum NKRI sama sekali. Bahkan berlandasan pada Syariat Islam.

Prosesnya begini,

Dimulai Anda mengajukan proses penghapusan Bunga, Denda & Ongkos-ongkos lainya (BDO) dengan cara bersahabat dalam dakwah dalam nuansa kekuatan dalam kelembutan.

Jika proses pengajuan penghapusan BDO secara diplomatif tidak tercapai, maka masuklah ke ranah pengadilan. Tentu saja Anda yang melakukan gugatan, karena pihak Leasing atau Finance sudah tentu tidak ada yang mau kooperatif apalagi mengakui aqidah yang sedang Anda jalani.

Di sinilah Anda harus siap mental berjibaku, membuktikan sedang menjalani keyakinan bahwasanya Anda sedang memerangi riba.

Para sahabat Pegiat MTR akan mendampingi Anda dengan senang hati dan sukarela. Bukan semata karena setia kawan. Namun juga karena  mereka akan memetik pembelajaran jika sewaktu-waktu mengalami hal yang sama. Anda tidak akan sendirian dengan dukungan moril mereka.

Di balik itu, ada pesan ekstrim yang tengah mereka sampaikan kepada para leasing dan debitur. Bahwasanya, mereka tengah memberontak dan balas dendam kepada para pengisap darah.

Karena itu, jangan pernah main-main dengan MTR. MTR ada untuk menghentikan tabiat buruk berutang dan memerangi riba!!

Utang Lunas via Persahabatan dalam Dakwah

0

©Prof.Dr.OZMTR.

Sahabat, percayakah, melalui persahabatan kita bisa lebih mudah menyelesaikan urusan dengan si Abank? Kuncinya, buat si Abank percaya kepada kita!

Untuk itu, berikan alasan yang tepat. Tepat dalam arti tanpa melanggar syari’ah, dan utarakan melalui bahasa (kalimat-kalimat) bernada positif.

Tidak perlu berdebat, apalagi gontok-gontokan. Yang  penting utang lunas dengan cepat dan dimudahkan Allah.

Jaga kesabaran saat menghadapi proses penagihan dari perwakilan Abank, bagaimanapun tindakan dia. Ajak mereka diskusi, bukan berdebat. Diskusi yang bisa mempersuasi si Abank untuk meninggalkan “peternakan” Utang & Riba.

Berupayalah untuk menyamakan frekuensi pikiran kita dengan si Abank (satu frekuensi). Caranya, pancing dengan topic tentang tabiat buruk utang. InsyaAlloh melalui penjelasan yang disertai contoh-contoh kasus tentang tabiat buruk utang mereka bisa memahami posisi kita sekarang.

Tarik empati si Abank.  InsyaAlloh mereka siap membantu memikirkan solusi terbaik bagi kita. Tentunya dengan keyakinan kuat mendapatkan persetujuan bebas BDO (bunga & ongkos-ongkos lainnya).

Jika belum satu frekuensi, sebisa mungkin hindari berdebat dengan pasal-pasal atau dalil Al Qur’an. Ubah  pemikiran mereka dengan menyampaikan tabiat buruk utang. Baru jika mereka sudah paham, sampaikan ayat AL Qur’an tentang larangan riba dan kewajiban untuk meninggalkannya, tanpa harus berdebat.

Untuk lebih menyelaraskan pemikiran Abank, berikan buku merah sebagai oleh-oleh atau hadiah buat si Abank.   Cara ini sudah teruji di tingkat masyarakat dan tokohnya, Abank, hingga di Pengadilan Negeri.

Kita tentu ingin urusan di Abank cepat segera selesai tanpa harus melukai pihak manapun…. dan kita ingin si Abank juga senang. Inilah yang dimaksud “bersahabat dalam dakwah”.

Wanita Tua dan Anjingnya

0

©Yusuf Saliim.

Wanita tua menggendong anjingnya masuk ke Masjid Al Munawwarah Sentul City, Bogor. Tak membuka sepatu, mengabaikan orang beribadah,  berteriak-teriak seperti orang dungu.  Ia lepaskan anjing itu hingga menebarkan najis di rumah suci. Sungguh tak bernurani.

Siapa sekarang yang arogan dan tak punya toleransi? Wanita tua itu layak dimasukkan bui! Ia pantas dikerangkeng di belakang terali besi, agar sadar dan punya sikap menghormati.

Jadikan ini pelajaran, sahabat sekalian. Bahwa beda pemahaman akan membedakan tingkah laku dan moral dalam kehidupan. Selalu berpegang teguhlah pada pemikiran dan tingkah laku Islami. Agar muncul pribadi-pribadi berbudi pekerti serta toleransi tinggi

Semoga hal ini jadi ‘ibrah berharga. Bahwa beda level pemahaman, akan berbeda pola kelakuan. Yuk semangat dalam kehidupan, mengkaji dan melanjutkan Islam!