Friday, January 23, 2026
Home Blog Page 24

Bangsa Terbelah

0

©MY290520|MTR||

Masa raja-raja, era kolonial dan pasca penjajahan kita tidak pernah lepas dari trik dan adu domba politik. Tujuannya cuma satu, menguras sumber daya alam, mengangkat para penjilat, dan mendidik pengkhianat jadi pejabat.

Buah dari penjajahan yang berabad-abad itu telah berhasil membentuk sebahagian kita bermental inferior, rendah diri, akhirnya jadi pecundang.

Elit berhasil menghapus dan menghilangkan jati diri Anda sebagai rakyat yang berdaulat untuk kemudian diframing sebagai beban negara.

Gimana tidak…

Hak rakyat dianggap subsidi, sedang pejabat pesta pora menggelar rapat di hotel berbintang hasil dari pajak dan upeti kita.

Anehnya Anda menikmati dan menerima itu sebagai hal biasa lalu memaklumi. Pejabat dan penjilat memaksa Anda membentuk ketaatan baru layaknya abdi dalam. Dalam psikologi, ini persis sperti korban LGBT yang kemudian malah jadi predator baru.

Secara sosial ini penyakit masyarakat. Jika covid-19 yang 1/3 fakta, 1/3 fiksi dan 1/3 konspirasi, mampu membuat kita tunggang langgang, mengapa dengan pembodohan dan pengrusakan mental rakyat yang terstruktur ini Anda diam saja?

Tahukah Anda? Rakyat Indonesia mengolah, menyemai, dan memanen di tanah sendiri untuk dijadikan upeti kepada orang lain.

Kok bisa?

Tanah kita adalah tanah garapan yang hak pakai dan penguasaannya sebagian besar telah beralih ke swasta. Ekosistem sawit plasma rakyat dihimpit swasta, ruang gerak dan nafas petani ngap-ngap.

Kita bukan tidak mampu, tapi rakyat memang tidak pernah diberi kesempatan luas kecuali sekedar formalitas. Bisnis mereka adalah bisnis kebijakan yang jelas sangat bertumpu pada kekuasaan.

Lihat bagaimana PTPN yang menyisakan utang trilunan rupiah. Kita tunggu gimana bro Erick Tohir mengelola utang warisan Tante Rini ini nanti. Santer terdengar PTPN mau dijual lagi buat nutup utang. Itulah kelakuan elit, jual, jual dan jual. Utang, utang dan utang, sampai sini paham ya?

Saya sarankan para pegawai dan aparat pemerintahan coba ikut dan cari tahu kegiatan #masyarakattanpariba. Aku jamin nggak akan ketularan virus utang yang bikin kita nggak berdaulat itu.

Back to PTPN…

Dijual ke siapa ya kira-kira? Swasta lagi, elit lagi, konglo lagi? Lagi-lagi lingkaran setan kekuasaan.

Lihat bagaimana siklus ketika pengusaha telah jadi penguasa? Jika kurang iman maka dengan satu tanda tangan ‘kelar’ hidup kita semua.

Amati juga…

Swasta membangun dan mengatur kota layaknya negara di dalam negara. Coba anda lihat bagaimana Pantai Indah Kapuk, BSD, Sumarecon, dan lain-lain. Komplek-komplek dibangun terpisah dari lingkungan asalnya, terpisah dari kehidupan sebenarnya.

Swasta atas nama modernitas menghilangkan identitas lokal, rakyat dikotak dalam sekat-sekat perumahan, orang diclusterisasi jadi homogen, semua ruang dibuat private, dan rakyat tidak pernah dapat tempat untuk menjalin keakraban.

Keakraban warga negara sejak awal dihilangkan, lalu kita dituntut dan direkayasa intelegen dengan memutarbalikan fakta jadi sentimen agama.

Bro!!! Ini rekayasa para bohir, para kapitalis serakah, para elit yang ingin mewariskan lagi kedigdayaannya hanya pada anak cucunya saja.

Jangan sampai kita rusuh, jangan sampai isu Asing dan Aseng membuat bangsa terbelah. Itu rekayasa agar rakyat jangan kritis dan membelokkannya jadi isu rasial.

China yang kita kritisi adalah China sebagai negara, bukan sebagai etnis dan budaya. Negara itu produk politik. Anda lihat bagaimana kejamnya China Komunis terhadap sesama mereka? Pada gerakan Falun Gong lebih dari 1,5 juta jiwa diambil organ tubuhnya.

Anda cari tahu berapa yang terbunuh pada kejadian Tiananmen? Lihat bagaimana etnis Uighur diberangus? Lihat bagaimana demo berbulan-bulan rakyat Hongkong? Mereka menyebut China Komunis sebagai kekuatan Iblis yang menggerus akar budaya Tiongkok.

Mereka semua China dan mereka membenci China Komunis. Jadi ketika kita bicara China, jangan mau dipecah belah oleh kekuasaan yang kini sedang bermesraan dengan China Komunis. Power tends to corrupt, kekuasaan itu cenderung korup.

Belajarlah dari Soe Hok Gie, Kwik Kian Gie, Douwes Dekker, dll, mereka Asing dan Aseng, tapi mampu memilah mana etnis mana politis.

Liberalisme, pluralisme, sekulerisme itu dipupuk dalam rangka memecah-belah umat beragama. Agama dicampur baur, diacak-acak, agar bias. Hingga Anda frustasi, lalu selangkah lagi Anda jadi atheis, Anda meninggalkan tuhan dari kehidupan, lupa kalau ada akhirat.

Mereka memang merancang ini sejak awal, rakyat dibuat tidak berbaur, masuk perumahan ibarat masuk zona nuklir dengan pemeriksaan berlapis.

Kesenjangan sudah sangat kasat mata, pemisahan terjadi dimana-mana, yang kaya tak terbendung, yang miskin makin merana.

Bro? Hidup kita singkat? Jika tidak dihentikan dari sekarang, ini akan jadi lingkaran setan buat anak cucu kita. Emang gak nyadar untuk apa kita hidup, dan kemana kita akan kembali?

Wallahua’lam bissawab.

✍ Education For All

Drama Koh-Rona (Setengah Episode)

0

Perhatian! Jangan baca tulisan ini, efek sampingnya membuat tensi Anda naik! Buktikan deh!

@NurzamanIlham|MTR||

Kita semua tahu dan  sadar, bahwa lambat dan amburadulnya penanganan virus hingga detik ini, disebabkan ketidakpastian para elit dalam menanganinya. Mulai dari koordinasi, kebijakan, dan bahkan katanya ada data yang sengaja dimanipulasi. Hadeuhhh udah kayak pemilu aje.

Akibatnya, semua lapisan terkena imbasnya. Mulai dari pendapatan pengusaha yang menurun, karyawan tidak dipenuhi haknya, sepi orderan dan yang paling keras menjerit adalah mereka yang utangnya selangit. Ambyaaaarr!!!

Anda sedang mengalaminya? Sabar ya, badai pasti berlalu kok dan rezeki nggak akan tertukar. Pokoknya ikhtiar dan tawakkal selalu ya 😉

Saya yakin, Anda juga pasti sedang menanti penuh harap, kapan sih koh-rona ini angkat kaki dari Indonesia? Yekan..yekan? Samma!

Bayangkan, sudah lebih dari setengah tahun koh-rona hidup di dunia. Muncul dari China (katanya) dan di Indonesia sudah berkembang kurang lebih 4 bulanan. Tapi kok betah yah kesana-kesini dan bahkan melanglang hampir di seluruh dunia. Hebat juga ini koh-rona, batin saya. Tidak terlihat, tapi berhasil memporakporandakan segala rencana. Edan!!

Masih ingat betul saya, bagaimana di awal-awal kemunculannya, para elit terlalu sombong dan angkuh menafikan kedatangannya. Seakan diri sakti, otot kawat tulang besi, ingin hidup 1000 tahun lagi. Lalu ketika Koh-Rona mulai terdeteksi batang hidungnya, semua elit mendadak jadi ahli virus. Entah dengan Analisa aneh, atau imbauan tak masuk akal. Entahlah, mereka seperti sengaja membuat efek kejut dan kepanikan di masyarakat. Silih berganti setiap hari, sampai muak kita membaca berita.

Kemudian setelah Koh-Rona mewabah tak terbendung seperti pasukan air bah, muncul berbagai istilah dan laku ajaib dari hulu ke hilir. Hari ini ngomong A, besok sudah Z. Pagi ngomong B, malamnya ganti H. Dan akhir-akhirnya, setelah tidak jelas apa yang telah diperbuat bersama goyang tiktok yang absurd, mereka menyerukan untuk #dirumah saja dan jaga kebersihan.

Istilah demi istilah pun bermunculan, mulai dari hulu ke hilir terus menyerukan untuk #dirumahaja serta jaga kebersihan. dan tak sedikit juga jadi bahan guyonan masyarakat. Kok bisa ? Ya iyalah. Bayangkan, hari ini ngomong A, besok sudah z. Pagi ngomong B, Maalam ngomong H. Hahaha, lucu.

Tapi yang lebih tidak lucu, saat mereka berlaku absurd itu,  pasukan Koh-Rona terus menyerbu  ampun. Korban jatuh dari detik ke detik, ada yang bisa pulih setelah diisolasi, tapi jumlah yang tumbang menjadi angka tertinggi di Kawasan regional. Indonesia bersiap menjadi kuburan masal.

Gimana tidak konyol, orang-orang yang katanya pintar itu, menghadang percepatan virus dengan konser music bahkan tiktokan. Di situ saya merasa sedih berlipat-lipat. Sudah korban makin banyak yang jatuh, kita jadi bahan tertawaan seluruh dunia. Ampuuun. 😭

Eh, memang situ sebagai Elit kagak malu nanya sama rakyat? Kalau memang nggak tahu cara mengurus negara, ya Mundur. Boro-boro  memakmurkan, malah bikin rusak!

Nih saya tanya ya, adakah negara yang sudah tuntas dengan drama KOH-RONA nya? Nyatanya, ada! Mereka update terys setiap hari bertambah yang sembuh, padahal katanya vaksinnya belum ketemu. Coba dipelajari, apa yang mereka lakukan. Lalu kenapa nggak ditiru aja  cara mereka?

Tapi rasanya kita malah seperti dibiarkan terus perang sendiri melawan Koh-Rona. Atau jangan-jangan, malah ada elit yang menganggap ini proyek besar sehingga takut nggak dapat untung? 😆

Petugas medis dan rakyat pun seolah menjadi pemeran dan sutradara selama 5 bulan belakangan ini. Saling memainkan peran masing-masing, bahkan saling mengolok tanpa terhindarkan di dunia maya dan dunia nyata.

Pernah ke Singapura? Malaysia? Japan? Australia? Atau negara lainnya deh.  Bisa Anda lihat betapa taatnya warga Indonesia yang melancong ke negara orang. Mulai dari buang sampah tidak sembarangan lah, tidak ngebut dan menerobos lalu lintas lah. Segala peraturan yang ada di negara lain pasti ditaati.

Jadi, Sebenarnya semua rakyat ini bisa taat dan patuh terhadap kebijakan negara. Namun, karena kukum yang selalu tumpul ke atas, tidak jelasnya sebuah hukuman dan peraturan, rakyat timbul naluri ngeyelnya. Harap maklum ya boss pejabat. Jangan lupa dengan rakyat, Anda menjadi orang besar, karena suara orang kecil.

(Sepertinya) Drama koh-rona ini akan masuk ke fase baru lagi. Yakni NEW NORMAL!!!

Apa itu new normal ? Menurut ketua pakar tim gugus tugas percepatan penanganan koh-rona, new normal merupakan perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal di tengah wabah. Simplenya, Anda wajib extra jaga kebersihan di manapun Anda berpijak. Biar nggak mati konyol karena virus ini.

Bagaimana implementasinya ?

Berhasilkah New normal ini ??? Atau akan amburadul juga ???

Husnudzon sih pasti, namun tetap harus di iringi ikhtiar dan tawakkal kalau saya mah.

Kalau di tanya, apa harapan new normal ini, ya New Elit! Biar jadi TRUE NORMAL!!!

Kelanjutannya, simak di episode selanjutnya yaa. Silahkan share sebanyak-banyaknya, biar pada melek tuh mata!

PTPN, Menanam Riba Panen Petaka

0

@MIslamBasri|MTR Riau||

Ini merupakan suatu situasi yang sepatutnya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.

Sebuah usaha yang bagus secara ide, kemudian dieksekusi sampai menjadi  satu usaha yang besar, ternyata tetap menjadi  usaha yang rapuh  fondasinya,  karena dikembangkan dengan ‘pesona’ utang riba yang nyata.

Kesalahan manajemen dan persoalan lainnya yang membuat perusahaan perkebunan sebesar PTPN kini berada di tepi jurang kebangkrutan, hanyalah hasil panen yang harus mereka petik dari bermilyar bahkan triliun POHON RIBA  yang telah mereka tanam selama ini.

Salah siapakah? Dosa siapakah ?

Sungguh, mestinya kita tak perlu bertanya lagi..

===========================

Namun harus juga menjadi catatan penting, bahwa mandeg dan terpuruk  atau bahkan gagalnya suatu usaha, tidak serta merta disebabkan riba atau  salah dari sisi gagasan ataupun karena  dinilai telah mencapai titik jenuh.

Karena sangat boleh jadi pokok persoalannya ada pada masalah kualitas insan-insan yang menjalankannya.

PIKIR dan RENUNGKANLAH

BangKamRi 0,83 R 1441

Mental Korban

0

© MY120420

Penjajahan dirasionalisasi dalam jenis struktur Darwin; yang kuat yang bertahan hidup. Karena kalian jajahan, maka kalian adalah lemah.

Itu yang ditanamkan dikepala kita terus menerus, sehingga membentuk mental inferior.

“Saya ini dizalimi. Sudah bekerja dengan baik, tapi tidak dihargai, karena saya berada di sistem yang buruk. Apa boleh buat. Terima saja nasib saya. Memang takdir saya begini. Semoga Tuhan segera mengeluarkan saya dari sini. Semoga yang menzalimi saya kelak mendapat azab.”

Apakah Anda pernah terjebak bertahun-tahun berada dalam situasi seperti itu?

Karena tidak tahan menerima keadaan sulit, selalu merasa kalah, hingga terus mengasihani dirinya sendiri secara berlebihan.

Efek turunanya, kecanduan simpati yang ujung-ujungnya caper, pencitraan, sok manja, sok imut, sok sweet, dan lain-lain. Sederhananya KPKD, kurang piknik kebanyakan drama.

Mereka berlebihan mengasihani diri sendiri dan cenderung mengurung diri. Hanya mau kontak dengan orang yang bisa memberinya perhatian dan dukungan yang dia butuhkan saja. Egois nggak tuh orang?

Pikiran orang-orang kalah begini biasanya tertambat ke masa lalu terus, nggak move on banget. Gegaranya sederhana sih, nggak ikhlas dan kurang paham qadha dan qodhar. Makanya terus marah dan sedih terhadap beban di masa lalu.

Mereka selalu mengingat kisah tragis kehidupan tanpa pernah mengambil pelajaran dan manfaat dari itu. Walau bertampang Rambo tapi hatinya tetap Rinto. Melow penuh drama, yang ada hanya kumpulan intrik untuk terus menarik perhatian orang lain.

Dalam situasi lain…

Lahirlah perasaan tidak dicintai atau merasa tidak layak untuk dicintai, dan mengaitkan kejadian apapun pada diri sendiri. Padalah nggak ada hubungannya, tapi terus aja di kait-kaitkan. Apa-apa dibawa perasaan, pokoke ego sentris nih orang.

Di bawah sadar, ketika menemukan kesulitan menerima kesalahan pada apa yang sudah Anda komitmenkan, kadang Anda cenderung lari dari kenyataan dengan membuat diri sebagai korban. Dalam keadaan ini biasanya sikap mengasihani diri sendiri jadi seperti sebuah bentuk pembenaran pertahanan diri.

So what?

Berdoa akan menyembuhkan banyak luka hati, kawan… Hanya pada-Nya, bukan selain-Nya. Bukan pada batu, kayu apalagi hantu. Bukan kata mitos, bukan kata berita, apalagi katanya.

 

Iman yang benar akan menuntun kita tahu tujuan hidup yang sesungguhnya. Dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup, dan kemana kita akan kembali.

Sebagai khalifah di muka bumi, manusia diberikan akal untuk terus bisa mengembangkan diri agar tetap memimpin dan bermanfaat bagi semesta alam. Tidak membuang waktu menyesali diri, tidak menghindari perubahan, tidak memberikan kekuasaan pada setan untuk mengontrol nafsu Anda.

Fokus !!!

Jangan takut mengambil risiko, tapi jangan juga membuat kesalahan yang sama berulang-ulang. Kalau sekali salah mungkin khilaf, tapi kalau berkali-kali, itu mah sengaja. Jangan khawatir untuk tidak bisa menyenangkan semua orang.

 

Ingat !!!

Kesuksesan orang lain itu seharusnya menjadi inspirasi bukan untuk dibenci. Jangan pernah mengharapkan hasil segera, pelajari bagaimana mereka yang tidak menyerah setelah kalah, begitu juga seharusnya kita.

 

Wallahua’lam bissawab.

✍ Education For Alls

Jangan Lupa Bahagia

0

@AbdQadeemUst| MTR||

قال ابن الجوزي رحمه الله:

فالسعيد من لازم أصلاً واحداً على كل حال،
وهو تقوى الله عز وجل.

📚 [ صيد الخاطر، 1/ 39 ]

✍ Imam Ibnul-Jauzi Rh bertutur:

▪ “Maka orang yang bahagia adalah orang yang tetap pada satu prinsip dalam keadaan bagaimanapun,”

▪ “Yaitu (selalu dalam keadaan) taqwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla”.

📚 [ Shaydul-Khaathir, 1/39 ]
———————————

#TaqwaKunciUtamaBahagia

الفقير و الحقير الى الله،
اخوكم، محمد طه يس الامين.

Senyum adalah Ibadah

0

@HaysNairbef| MTR Batam||

Senyum adalah Ibadah / dengan biaya termurah/ dengan upaya termudah//Membuat yang melihat sumringah/dan yang melakukannya cerah//

Tapi kenyataannya/ melakukan tak semudah kata/ karena tidak semua manusia/ mampu melakukannya//

Karena sejatinya/ apa yang ada dalam dada/ itulah yang nampak di muka//

Jika kita paksakannya/ senyum yang ada/ semburat hampa//

Padahal hakekatnya/ senyum adalah rasa/ perwujudan syukur kita/ pada Sang Pencipta//

Tersenyum adalah tanda/ syukurnya seorang hamba//

Semoga Allah menjadikan kita/ hamba-hambanya yang mampu selalu bersyukur/ Sehingga Allah tambah nikmatNya/ pada kita//Bukan sebaliknya//

Batam 3syawal

Kemenangan Institut Ramadhan

0

@MIslamBasrie| MTR Riau||

KEMENANGAN adalah ketika setelah  Ramadhan/ akhlak dan lisan menjadi  lebih tertata dan terjaga//

KEMENANGAN adalah ketika setelah Ramadhan/ semakin mudah memberi  maaf pada orang yang menyakiti/ tanpa  harus menunggu permohonan maafnya//

KEMENANGAN adalah ketika setelah Ramadhan/ 11 raka’at antara  Isya dan Subuh tetap istiqomah terpelihara//

KEMENANGAN adalah ketika setelah Ramadhan/ Al  Qur’an tak dibiarkan  bersedih dan berdebu/tetap dibaca dan ditadabburi serta berusaha diamalkan  sepenuh daya//

KEMENANGAN adalah ketika setelah Ramadhan/ infaq dan sedekah terus mengalir sama derasnya/ diminta atau  tiada diminta//

KEMENANGAN adalah ketika setelah Ramadhan/ghirah dakwah semakin kuat  dan semakin menggelora dalam ikatan ukhuwah yang terpelihara//

KEMENANGAN adalah ketika setelah Ramadhan/ semangat mencari, menggali  dan mewujudkan berbagai ilmu kebaikan  semakin membahana//

KEMENANGAN adalah ketika setelah Ramadhan/ mujahadah guna mengembangkan diri dan membesarkan usaha dengan niat ikhlas untuk menolong agama Allah/ semakin menapak dan tertancap kokoh ke dasar bentala//

KEMENANGAN adalah ketika setelah Ramadhan/ cara hidup Islam yang kaffah  senantiasa sekuat upaya dijalankan dan  dibina//

KEMENANGAN adalah ketika setelah Ramadhan/ tetap tak henti berjuang membuka semua pintu-pintu kebaikan dan menutup pintu-pintu keburukan yang maya maupun nyata//

KEMENANGAN adalah ketika setelah Ramadhan/ semakin hari semakin menyadari/ bahwa akhirat lah tempat tujuan kehidupan abadi/sementara dunia hanya permainan dan senda gurau serta seloka belaka//

 

DAN KEMENANGAN SEJATI adalah ketika suatu masa/ kita telah bisa istiqomah dan rela/menempatkan seluruh kepentingan dan kecintaan terhadap urusan dunia/selalu dan senantiasa berada di belakang semua kepentingan agama ALLAH dan KekasihNYA..

WAllaahu A’lam

 

# PIKIR dan RENUNGKANLAH

BangKamRi 0,03 Syawal 1441

(Bangkinang-Kampar-Riau)

Ramadhan, Bulan Menolak Menjadi Manusia Jadi-jadian.

0

@Febriansyah&Ade Syarifah| MTR Batam||

Seperti guru kita UDW katakanm,  ada 2 jenis manusia yang hidup di dunia ini. Manusia sejati & Manusia Jadi Jadian.

Manusia sejati adalah mereka yang menjalani hidupnya di bawah kendali akal. Akal yang dibalut keimanan.

Sedangkan manusia jadi-jadian adalah mereka yang hidupnya dikendalikan oleh nafsunya. Dan akalnya hanya dipakai untuk memenuhi keinginan nafsunya tadi.

Bulan Ramadhan dengan segala kebaikannya, juga adalah bulan di mana umat Islam belajar dan melakukan praktek pengendalian nafsu yang sebenarnya. Bulan di mana di dalamnya, sesuatu yang halalpun diharamkan oleh Allah untuk dilakukan sampai batas waktunya.

Banyak perintah dan larangan dalam Ramadhan yang semua hakikatnya adalah instrumen untuk belajar mengendalikan hawa nafsu. Dan itu adalah modal untuk menjadi Manusia Sejati. Menolak menjadi manusia jadi-jadian.

Oleh karena itu, di ujung bulan mulia ini, mari sama-sama kita berdoa dan berharap kepada Allah, untuk mengokohkan langkah kita di 11 bulan kedepan. Agar menjadi langkah langkah tegap manusia sejati. Yang hidupnya dikendalikan oleh akal berbalut keimanan. Bukan menjadi Langkah-langkah manusia jadi-jadian, yang hidupnya dikendalikan hawa nafsu.

Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita di bulan Ramadhan tahun ini,  dan berkenan menghapus dosa-dosa kita semua.

Renungan Ramadhan

0

@MIslamBasri | MTR Riau||

Sahabat sekalian..

Mari di waktu sore yang termulia ini/ Di hari  yang paling mulia/ Dan di penghujung bulan yang paling  mulia ini//

Kita semua bermunajat/ Beristighfar/ Bertasbih/ Bertahmid/ Bertahlil//

Memohon ampun/ dan memohon segala kebaikan kepada Allah ‘Azza wa Jalla//

Jangan buang percuma kesempatan emas ini/ karena dirinya tak kan pernah Kembali//

Sungguh sangat beruntung/ bagi yang mau memanfaatkan momen istimewa dan berharga ini //

Dan sangat merugilah/ bagi insan-insan yang enggan bersyukur/ dan lalai dalam mendekatkan diri pada Ilahi Robbi//

Berdo’a lah dengan penuh pengharapan/ selagi masa masih dibentangkan/ sebelum bayang dirimu tiadakan pernah lagi/ terhadir di bumi nan fana ini..//

BangKamRi 1441 R

Renungan Ujung Ramadhan

0

@MIslamBasri | MTR Riau ||

Ya Robb..//

Segala puji bagiMu yang telah mengizinkan kami berada di ujung ramadhan ini//

Sungguh tak satupun dari kami yang tahu dan akan pernah bisa tahu/ apakah besok atau di ramadhan depan/ kami  akan ada berada//

Ya Robb..//

Hanya dengan segala rahmat dan kasih sayangMu/ semua amal yang kami lakukan di bulan suci ini/ bisa bernilai dan berharga dihadapanMu//

Sungguh dengan segala kekurangan hambaMu yang lemah ini/ kami berharap Engkau Ridho terhadap kami dan menutupi segala kesalahan/ yang sepertinya tak pernah letih dan tiada henti kami unjukkan//

Ya Robb..//

Hari ini/ adalah detik-detik terakhir dari kehadiran tamu mulia/ yang masih saja Engkau datangkan/ di tengah hamparan salah dan dosa yang tak jua jemu kami lakukan//

Sungguh maafkan kami ya Robbana/ karena kami tak juga mampu melayani sang tamu dengan layak dan sempurna / seperti yang pernah kekasihMu ajarkan//

Ya Robb..//

Ampuni kami/ sayangi kami/ berkahi kami/ lindungi kami/ ridhoi dan rahmati kami/ dengan sifatMu yang MAHA SEGALANYA//

Dan sungguh kami sadari/ tak pantas diri ini berharap tempat terbaik/ yang di bawahnya mengalir sungai-sungai/ yang nikmat dan keindahaannya tak pernah terbetik dan terbayang dalam khayalan siapapun di jagad raya//

Namun Engkau Zat Yang Maha Tahu//

kami yang hina ini/ takkan jua sanggup untuk menahan derita/ di tempat api yang berkobar dan menyala/ tempat yang  sesaat saja kehadirannya disana/ pasti membuat manusia terlupa/ pernah  menikmati berpuluh tahun nikmat/  dan kesenangan kehidupan dunia//

Na’dzubillah tsumma na’udzubillah//

Selamat jalan Ramadhan/ semoga kami dan dirimu/ masih diizinkan Allah ’Azza wa Jalla untuk kembali bertemu/ dalam keadaan iman, ilmu, Kesehatan dan kesejahteraan diri yang lebih baik/ serta lebih diberkahiNya//

Aamiin//

BangKamRi 1441 R