Begini Cara Riba Menghancurkan Pengusaha

0
72

@MoraJunaidiJT|MTR Barlingmascakep||

(Sangat Penting! Begini Skema Utang RIBA Menjadikan Anda Budak)

  • Terjadi penyesatan logika. Ketika menawarkan utang, abank biasanya mengiming-imingi bunga yang murah sekali.
  • Biasanya mereka memberi gambaran bunga “hanya” 1% – 2% per bulan.
  • Logika kita akan menghitung, dengan uang yang kita pinjam, ketika diputar untuk bisnis misalnya, setiap bulan bisa menghasilkan keuntungan katakanlah 5%. Maka dengan beban bunga yang “hanya” 1% – 2% per bulan, kita masih punya peluang keuntungan sekitar 3%-4%.

Katakanlah kita utang Rp.50.000.000,-.  Dengan uang tersebut, kita berasumsi bisa menghasilkan Rp.2.500.000 sebulan. Sementara bunga  dari abank hanya 1.5% misalnya.

Maka besar bunga hanya Rp, 750.000,-. Itu artinya, keuntungan kita yang Rp.2.5 juta – Rp.750 ribu masih bersisa = Rp. 1.750.000,-.  Lalu kita menyimpulkan pinjaman dari si Abank itu masih menguntungkan.

 

Apakah Anda termasuk orang yang berpikir seperti di atas?  (Mari kita bongkar kesesatan logika kita)

  1. Apakah Anda lupa, bahwa modal yang Anda dapat dari abank setiap bulan berkurang karena Anda mengangsur pokoknya?
  2. Anggap Anda bisa dapat keuntungan bersih 5% dan selalu tetap (walaupun hampir tidak mungkin), maka setiap bulan keuntungan akan menurun karena modal yang Anda pinjam harus dikembalikan ke abank dalam bentuk angsuran setiap bulan.
  3. Sementara modal Anda setiap bulan berkurang, ternyata beban bunga yang Anda tanggung tetap.
  4. Di dalam simulasi, seandainya Anda mampu membukukan keuntungan tetap setiap bulan sebesar 5% (walaupun sebenarnya hampir tidak mungkin), maka di bulan ke-27, penghasilan Anda akan minus, karena pemasukan Anda lebih kecil dari bunga yang Anda bayarkan.
  5. Mulai bulan itu hingga cicilan terakhir, uang Anda sendiri akhirnya akan ikut tergerus untuk membayar bunga setiap bulan.
  6. Kondisi ini jauh lebih parah jika Anda meminjam uangnya lebih besar lagi, dan tenornya lebih Panjang lagi.
  7. Kondisi minus seperti itu, biasanya tidak Anda sadari. Anda hanya beranggapan, bahwa Anda butuh modal tambahan, sehingga yang terjadi biasanya, sebelum lunas Anda akan mengambil utang baru lagi.
  8. Ketika Anda memutuskan mengambil utang baru, baik dengan “top-up”, maupun dengan “take over”, maka Anda akan kena biaya-biaya tambahan seperti: bunga berjalan, beban beberapa kali angsuran, pinalti, provisi, biaya notaris, dll.
  9. Sehingga pinjaman Anda yang ke-2, katakanlah Anda meminjam uang Rp100 juta, paling Anda hanya akan menerima beberapa puluh juta saja. Selain karena masih memiliki angsuran yang belum selesai, juga tanggungan biaya-biaya seperti di atas.
  10. Jika sudah seperti ini kondisinya, maka kematian bisnis Anda semakin cepat. Kalau misal di pinjaman pertama A nda minus dibulan ke-27, maka pinjaman ke-2 bisa jadi Anda sudah minus di bulan ke 12, sehingga memaksa Anda akhirnya top up lagi, ataupun take over lagi. Begitu seterusnya.
  11. Yang harus Anda mengerti, bunga dari bank 1.5% itu hanya akan Anda nikmati pada bulan pertama saja. Bukan setiap bulan!
  12. Bank menghitung bunga itu dari NOMINAL PINJAMAN PERTAMA, bukan BESAR UANG YANG MASIH ANDA PINJAM.   Jadi, jangan lagi percaya, bahwa bunga 1%-2% itu murah!

 

SILAHKAN PAKAI LOGIKA ANDA!!

Saya telah menjelaskan bahaya riba, tidak  menggunakan dalil Al Qur’an, tak pakai hadits. Cukup pakai akal sehat sudah cukup, maka Anda akan mengerti bahwa riba itu seperti racun yang akan membuat kita mati, baik cepat ataupun lambat.anp

Orang bank boleh saja marah, namun Anda tidak bisa membantah FAKTA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here