TINGGAL MODAL YAKIN AKAN PERTOLONGAN ALLAAH

0
642

By Ariyono, MTR #10 Solo Raya Dsk
WA MTR 0811113139

Tetap Tolak Riba, Seberat Apa pun Persoalanmu

Pagi tadi, baru saja sy kembali dari “berjihad” ke Bogor bersama bbrp teman. Baru istirahat sebentar setelah mandi, sudah ada “soal ujian” yg dikirim Allah lewat teman lama yang menagih utang.

Teman sy ini minta agar piutangnya segera dibayar karena dia sangat butuh dengan nada yg saya rasakan betul kekecewaannya. Sy sendiri belum bs menjanjikan apa2 karena rumah yang sya jual belum juga laku.
Menghadapi DC cc Bank Mega yg juga menagih tak lama berselang, saya dengan mudah menyelesaikan shg membuat Dc memakluminya.

Tetapi menghadapi sahabat sendiri, secara psikologis lebih berat karena sy juga tidak ingin kelihatan sahabat gara2 amanah yg sebenarnya tak seberapa besar dibanding modal sy yg dibawa kabur orang.
Nah, di tengah hari yg galau, saya dapat tawaran pinjaman dengan bunga 10% /3 bulan dr tetangga.

Sejenak sy merenung, galau antara meminjam dana tetangga dan kehilangan sahabat saya. Awalnya sempat terlintas dalam pikiran saya untuk menerima tawaran tetangga itu. Apalagi, dia juga mengingatkan bahwa sudah waktunya harus membayar uang kuliah anak saya yg kedua.

Tetapi, Subhanallah, salah satu ayat surat Albaqarah, yg antara lain menyebutkan bahwa Allah dan RasulNYA menantang perang bagi yg tidak berhenti makan riba setelah tahu dosanya terngiang di telinga saya. “Blaaar…..”, ledakan besar itu seakan terasa di benak saya. Saya menutup muka, menangis sejadi-jadinya karena baru saja hati saya “menantang ALLAH dan RasulNYA”.

Akhirnya, saya putuskan untuk tidak mengambil tawaran tetangga karena saya sudah berjanji di hapadanNYa untuk tidak menyentuh riba, bahkan debunya sekali pun. Saya memilih menghadapi sahabat saya apapun risikonya daripada menghadapi murka Allah SWT yg tak terbayangkan.

Saya yakin, akan ada jalan terbaik yg disiapkan olehNYA untuk menyelesaikan semua ujian ini. Saya juga yakin, last minute, Allah pasti menitipkan uang kuliah anak saya. Ini hanya masalah waktu dan cara kita mengelola kesabaran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here