SEBAIKNYA ANDA JANGAN IKUT DAKWAH ROMBONGAN

0
690

By Mala Hasan, KSW #22 Jawa Barat
WA KSW 0811-113-139

Kebahagian terbesar saya hari ini adalah mendapat telpon dari adik ipar, mengabarkan bahwa suaminya, adik kandung sy, sudah menemukan apa yang dicari2 mereka selama ini. Berterimakasih sekali kepada wa Mala, mereka sebut aku spt itu, karena sudah mendaftarkan ikut #DakwahRombongan Karimunjawa 3 hari. Seperti membuka cakrawala baru tentang kehidupan. Beliau melihat langsung bagaimana interaksi anggota keluarga peserta #DakwahRombongan. Bagaimana bisnis dapat dijalankan. Bagaimana ukhuwah dieratkan. Bagaimana ibadah dilaksanakan.

Adikku itu, suami istri lulusan luar negeri. Satu di Jerman, satu di Inggris. Maunya berkegiatan dengan sesama mereka saja. Alumni jerman, alumni inggris. Yang memang cukup erat.

Tetap jadi anak2 yang patuh pada orangtua. Tetap dalam koridor Islam, namun tidak semua aspek sepenuhnya dijalankan secara Islam. Mana yg enak itu yg diambil. Riba hal yang biasa. Adik sy juga direktur di perusahaan keluarga yg kami buat lama dulu. Ada developer property yang pakai dana bank.
Ada unit2 usaha lainnya juga pakai dana bank.
Keluarga masing2 juga ada usaha sendiri. Banyak ya. Tapi kecil2. karena tdk fokus. Dan habis utk bayar cicilan bank.

Alhamdulillah.. dalam 2 tahun ini saya selalu gaungkan ke mereka tentang bahaya Riba. Selama 2 tahun itu pula tidak bosan2 nya saya mengajak mereka untuk hadir di berbagai acara dengan pak Samsul. Ada info seminar yg sekiranya mudah dijangkau, sy teruskan ke mereka. Baik tentang riba maupun tentang keluarga dg bu Dui. Tapi tidak juga mereka mau hadir. Alasannya banyak.

Sampai saya minta jadwal kepada pak Samsul untuk bisa adakan di Bandung. Sebenarnya agar saya bisa ajak keluarga besar ikut serta. Namun sampai saya buatkan di Bandung pun, tidak juga mereka mau duduk belajar mendengarkan. Ada sih yang datang, tapi hanya menengok sebentar dan pergi lagi. Atau datang tapi malah ngobrol di luar ruangan dan pergi.

Kadang saya sedih juga. Kadang saya kesal. Terakhir kekesalan saya, saya tumpahkan; “Kalian itu sombong. Maunya dengan teman2 sendiri aj. Diajak ke jalan yang bener kok ga mau. Saya itu mau ngajak masuk surga. Bukan mau ngajak susah”.. jawabnya hanya.. “Iyoo..” -kami masih pake bahasa palembang sehari2-..

Kesal tapi terus mendoakan. Saya bersungguh2 minta agar keluarga kami bisa lepas dari riba. Tolong yaa Allah jangan beri mereka utang riba lagi.

Ternyata mereka mentok juga. Apa2 usahanya mentok. Tagihan datang terus. Piutang macet. Pada Juni lalu, mereka mau melepaskan diri dari riba. Stop CC yg entah sudah berapa jumlahnya.

MashaaAllah.. itu seperti apa rasa bahagianya saya ya.. bersyukur sekali. Ibadah adik saya dalam sebulan terakhir sudah membaik.

Lalu adik saya itu membuat usaha baru, distributor gula industri, rafinasi. Dia sendiri, bersyirkah dengan pengusaha nasional cukup terkenal di bisnisnya. Beliau tidak mengenal adik saya secara pribadi. Adik pun tidak mengenalnya. Namun setelah bertemu, orang tsb mau invest 12 M. Iya bener 12 M. Bersyirkah, pemodal dan pengelola. Bagi hasil. Itu pakai ilmu yg saya dapat dari Fikih Muamalah, Ust Shiddiq al Jawi. MashaaAllah.. Allahuakbar..

Tapi perjalanan belum mulus. Hambatan masih banyak. Bisnis baru belum lancar. Piutang lama masih sulit keluar. Bahkan dari bisnisnya yang di Jerman jg belum keluar dananya. Juga tiba2 ada perubahan kebijakan pada gula. Bisnisnya seret.. keuangan seret.. Kenapa ya?

Mau saya sarankan ikut seminar SMHTR/PBTR pastilah nda mau. Pikirannya masih seperti seminar2 yang ada. Tidak akan betah. Habiskan waktu saja.

Saat ada info #DakwahRombongan Karimunjawa, saya sarankan untuk ikut. Alasan saya refreshing dulu. Sambilan di sana juga banyak pengusaha kuliner, mungkin ada yang perlu gula juga.

Walaupun nampaknya berat, Alhamdulillah saat2 terakhir baru confirmed ikut.
Dan MashaaAllah.. beliau merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Katanya kepada istrinya, “kehidupan ini yang aku cari selama ini, bun.. kedepan, kita harus.. bla.. bla..”
Alhamdulillah.. ya Rabb..
Engkau telah menarik tangan-tangan adik-adikku utk berada kembali di jalanMu.

Tugas di keluarga besar kami tinggal 1 lagi. Ada abang kami yang juga getol banget pake riba. Kalo ga pake bank, mustahil katanya. Ibadahnya kuat. Selalu sholat di masjid. Sedekah tak ditakar. Bangga karena selama ini berkecukupan. Jadi ga ada masalah dg bank. Rata2 Dirut bank BUMN temannya.

Sekarang sedang ada projek besar duniawi. Membangun hotel dengan sekian ratus kamar di daerah wisata. Partner nya mancanegara.
Pendananya kalo tidak dapat dari bank, maka bisa dari Asuransi yang simpan uang untuk orang2 pensiun.

Saya sudah sampaikan untuk tidak pakai dana riba. Tapi apalah saya ini. Saya hanya bisa memohon kuasa Allah saja yang menyelamatkannya. Terus berdoa saja.
Alhamdulillah atas kasih sayang Allah yang terwujud pada hari ini..
Mari kita bermohon kepada ALLAAH SWT agar HidayahNYA juga mengalir kepada keluarga, kerabat, sahabat dan mitra-mitra bisnis kita yang lain ya..
al Faatihah..

Fabiayyi ala irobbikuma tukazziban..
By Mala Hasan, KSW #22 Jawa Barat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here