Lunas Utang, Omset Berlipat Miliaran. Apa Rahasia Pak Amiril bersama MTR?

0
210

Pasangan Pak Amiril Mukminin dan Bu Amel dari Bontang ini adalah pembelajar sejati. Setelah mempelajari dengan seksama profil MTR melalui Youtube, mereka kemudian bergabung dalam serangkaian program lunas utang miliaran dari MTR. Tak cukup diterapkan untuk diri sendiri, ilmu itu  juga mereka dakwahkan kepada lingkungannya.

Hasilnya luar biasa. 2M utang lunas 9 bulan, dan lebih dari itu, Allaah menggantikan keikhlasan mereka untuk melepas kemelekatan, dengan usaha baru yang barokah dan omsetnya berlipat-lipat dari jumlah utang semula. 

Bagaimana kisah perjalanan hijrah Pak Amiril Mukminin dan bu Amel untuk bergabung dalam jalan dakwah MTR? SImak tuturan beliau di bawah ini.

 

***

Agustus benar-benar menjadi bulan kemerdekaan hakiki bagi kami. Yup, genap 4 tahun sudah kami benar-benar merdeka dari perbudakan utang dan riba. Setelah selama beberapa tahun terjebak  tabiat buruk utnag karena gaya hidup.  Bekerja  sebagai karyawan salah satu BUMN membuat saya terlena. Hanya bermodal kartu identitas karyawan, saya bisa mencairkan uang senilai ratusan juta rupiah, tanpa agunan.

Awalnya untuk alasan membeli rumah. Saat itu rasanya bangga, karena di pernikahan yang baru berjalan dua tahun, saya bisa “membelikan” sebuah rumah besar untuk istri. Itulah awal mula saya memiliki utang riba.

Tanpa saya sadari, sejak itu saya mulai menderita penyakit #tabiatburukutang dengan gejala “membuat kecanduan dan ingin terus menambah”. Dengan alasan sayang istri yang hoby wirausaha, utang yang tadinya satu titik berkembang pesat menjadi 5 titik dengan total nominal 2M plus ribanya. Angka itu termasuk cukup  tinggi untuk sekelas karyawan BUMN.

Sebulan, dua bulan hingga setahun, kami masih merasa aman karena mampu membayar semua cicilan dengan lancar. Namun masuk tahun kedua, mulai terasa ada sesuatu. Dan pada tahun ketiga, sesuatu itu lebih mewujud bennya.

Suasana rumah tangga terasa semakin panas, istri sering ribut, anak-anak sukar dikendalikan, masalah bertubi-tubi datang tak kunjung usai. Rumah  yang lapang terasa sempit. Dan yang aneh.. hewan-hewan menjijikkan masuk ke dalam rumah. Kecoa banyak bersarang di setiap lubang, tikus-tikus beranak pinak dan berkeliaran di dalam rumah.

Saya sendiri merasa semakin tidak nyaman bekerja. Berangkat pagi pulang malam, penghasilan di atas kertas bernilai besar, namun entah kenapa selalu terasa kurang. Yang terjadi, gali lubang buka empang setiap bulan. Hingga puncaknya, kami sampai pada suatu titik tidak bisa membayar utang riba!

Dalam kondisi seperti itu saya terus menerus minta pertolongan Allah. Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan kehidupan kami, karena dari segi Ibadah saya dan istri berusaha untuk taat. Saya tahu, istri pun diam-diam sudah sangat tidak nyaman dengan kehidupan kami. Namun saya tidak tahu, dalam diamnya ia ternyata berusaha mencari jalan keluar untuk terlepas dari keruwetan utang itu.

Hingga suatu malam, tanpa saya duga istri saya berkata,”Apa yang kita rasakan dalam kehidupan sekarang adalah karena RIBA, Mas. Jika kita mau terbebas dari tekanan ini, baiknya kita meninggalkan riba. Kita bisa mulai dengan menjual rumah.”

Saya kaget sekali mendengar istri saya tiba-tiba membahas riba. Karena saat mengajukan beberapa titik pinjaman yang kami sepakati dulu, tidak ada sedikitpun pembahasan mengenai riba.

Saya mencoba berargumen kepada istri,”Kata Ustadz H, pinjaman di koperasi kantor bukan riba. Itu fasilitas yang diberikan perusahaan kepada para karyawan. Begitu juga dengan pinjaman di bank Syariah.” Dalam pemahaman saya waktu itu, riba hanya terjadi melalui pinjaman rentenir.

Di luar dugaan, istri menutup pembicaraan terkait riba dengan kata-kata yang membuat saya mual bahkan sampai tidak bisa tidur dan membuat saya berfikir keras. Istri saya berkata, “Baik, jika Abi berpendapat seperti itu… Yang penting kewajiban saya sebagai istri sudah mengingatkan suami. Abi menerima atau tidak, itu terserah Abi. Yang jelas,  di akhirat Abi yang akan mempertanggung jawabkan keluarga kita di hadapan Allah”.

Alhamdulillah, pada akhirnya dari kejadian malam itu, pikiran saya terbuka. Saya bertekad  untuk berjuang segera terbebas dari riba bersama istri tercinta.

Istri saya kemudian menceritakan tentang komunitas Pengusaha Tanpa Riba (2015-saat ini MTR) yang beberapa pekan diam-diam beliau amati dan simak video-videonya. Inilah yang membuatnya berkesimpulan bahwa ketidaknyamanan hidup yang kami alami saat itu karena RIBA.

9 Bulan Utang 2M Lunas

Begitulah, di pertengahan tahun 2015, saya mencoba mengikuti event SMHTR di Bandung (versi 1 hari). Pada event pertama tersebut, saya menjadi paham dengan sesungguhnya perkara riba. Dari situ saya berazzam untuk talak tiga dengan utang dan riba. Taubat utang saya awali dengan meminta maaf kepada istri dan berkomitmen bersama untuk segera bebas dari utang dan riba.

Dan Alhamdulillah, awal 2016 saya dan istri berkesempatan untuk ambil bagian menyebarkan dakwah MTR di Kalimantan Timur, khususnya di Kota Bontang. Selain dari SHMTR, ilmu-ilmu yang kami dapatkan dari CCKU (Cara Cerdas Kelola Uang), MKBK (Mengatasi Kemandegan Bisnis dan Kehidupan) dan CCBTR (Cara Cerdas Berbisnis Tanpa Riba) menjadi bekal untuk kami menyelesaikan persoalan Utang & Riba.

Salah satu Ikhtiar yang saya dan istri lakukan untuk segera terbebas dari utang riba adalah dengan menjual aset dan menurunkan gaya hidup sesuai Ilmu CCKU yang kami dapatkan. Mengencangkan ikat pinggang, memilah-milih antara kebutuhan dan keinginan, stop membayar riba sehingga memiliki cash kembali.

Namun yang utama dari semuanya adalah memohon ampun kepada Allah, terus mendekat kepada Allah sampai pada titik benar-benar diri ini lemah tak berdaya tanpa pertolongan Allah.

Kami selalu mengingat-ingat pesar Gurunda yang kemudian menjadi booster dan selalu terngiang hingga saat ini; “Jika ingin ditolong Allah, dakwahnya yang kenceeng dan hilangkan kemelekatan”.

Dua poin itu yang berusaha saya dan istri lakukan. Dan Allaahuakbar, dalam waktu 9 bulan setelah berazam untuk terbebas dari utang dan riba, atas pertolongan Allah, utang riba kami Allah Lunaskan.

 

Resign, Jaminan Allaah dan GEA

Tak cukup di situ hadiah yang Allaah berikan. Satu bulan setelah mendapat gelar LC (Lunas Cicilan), Allah memberikan kami hadiah yang membuat kami semakin yakin dengan janji dan jaminan Allah.

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363)

Saat menikmati kehidupan baru tanpa utang dan riba, pikiran kami menjadi semakin jernih dapat berfikir dengan baik hingga Allah memberikan ide-ide untuk usaha baru. Padahal saat proses lepas dari utang dan riba, bisnis istri saya yang sudah berjalan, kami tutup.

Awalnya kami prihatin melihat saudara-saudara Muslim di sekitar tempat tinggal yang melakukan praktik ribawi  melalui Lembaga keuangan dalam transaksi jual beli emas. Kami amati, jika tidak hati-hati dalam transaksi tersebut, sangat potensial terjebak ke dalam transaksi riba.

Dari situ, dengan niat dalam rangka dakwah yang kami sinkronkan dengan dakwah MTR, kami mencoba membuka peluang usaha baru yaitu jual beli logam mulia di Kota Bontang yang kami beri nama GEA-Gerai Emas Logam Mulia. Kendati awalnya tidak terbayang dan tidak berpengalaman di bisnis ini, Alhamdulilah Allaah mudahkan  semua prosesnya.

Dan yang membuat kami lebih bersyukur lagi, usaha itu kami bangun tanpa utang dan riba, kami kembangkan dengan ilmu-ilmu yang kami dapatkan di MTR. Mulai dari Ilmu BeMiMS, UBL, PBTR, MHBHB, MBUBB, ES, TTFM, CTGT, dll.

Jalan usaha kami semakin berkembang sehingga sejak satu setengah tahun lalu saya berani resign dari tempat kerja. Bahkan di masa pandemi ini, kami justru kualahan dikejar-kejar costumer karena setiap barang yang kami supply senantiasa habis, bahkan kurang dan kurang…

Alhamdulillah, Allaah mengganti 2M utang riba  yang kami tinggalkan, dengan bermiliar-miliar rupiah dalam bentuk omset. Dan yang lebih kami syukuri, saat usaha tetap berjalan, kami sebagai owner justru semakin banyak memiliki kesempatan jalan-jalan. Bukan jalan-jalan biasa, karena dalam rangka berdakwah.

Yang jelas, banyak hal yang saya dan istri dapatkan dari MTR. Lebih dari keberhasilan perihal Lunas Utang miliaran dan Usaha Berkembang pesat, kami  juga merasakan nikmat dari berbagai arah. Keluarga yang semakin harmonis  bersama anak-anak, membuat kami merasa semakin dekat kepada Allaah. Kami semakin paham apa hakekat tujuan hidup di dunia. Dan kami semakin bersemangat untuk belajar Islam secara kaffah. Selain itu, Allaah juga memberikan nikmat di dunia ini melalui MTR,  berupa teman-teman seperjuangan yang tidak ada ikatan darah namun rasanya melebihi saudara kandung.

Semoga Allah Istiqamahkan kita semua di jalan dakwah ini ✊😊

 

***

Ingin mengikuti jejak keberkahan hidup seperti Pak Amirul dan Bu Amel di Bontang?

 

Segera hubungi Masyarakat Tanpa Riba terdekat, dan baca BUKU MERAH yang bisa Anda dapatkan melalui nomor-nomor berikut ini.

 

️ 0853-353-353-19 ️ 0811-1818-29 

️ 0852-8966-9696 ️ 0811-1888-29

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here