“Kalau Masih Mikir Modal (Utang), Berarti Dia Belum Pantas Mulai Usaha Berkah”

0
204

Melalui wasilah salah satu warga MTR (Pak Arif), Buku Merah akhirnya sampai ke tangan Ustadz Rully Attaqi, Direktur Pusat Alquran Indonesia.

“Buku ini sudah lama sekali saya lihat, tapi belum sempat pesan. Alhamdulillah, ini buka luar biasa,” demikian ujar beliau saat menerima BMM.

Ust. Rully mengaku masalah utang sebagai modal usaha seperti yang menjadi tema pokok BMM sudah lama menjadi pemikirannya. Ia mengamati banyak motivator bisnis yang mengajarkan untuk mulai usaha melalui modal utang. Jarang, bahkan nyaris tidak ada yang mengajak untuk mulai usaha berkah seperti yang menjadi pesan utama MTR melalui BMM.

Perihal praktik bisnis secara Islami, Ust. Rully banyak mengaji teladan sahabat Nabi Abdurrahman bin Auf  yang dikenal paling kaya raya sekaligus dermawan.

Ketika para sahabat hijrah ke Madinah atas perintah Rasulullah, kaum Anshar rela berbagi harta kekayaan mereka dengan para Muhajirin. Akan tetapi, saat itu Abdurrahman menolak bantuan harta dari Sa’’ad bin Rabi’, salah satu kaum Anshar paling kaya di Madinah.  Ia justru bertanya lokasi pasar. “Tolong tunjukkan padaku di mana arah pasar?” katanya.

“Jadi Abdurrahman bin Aud itu ternyata mulai usahanya tanpa utang. Padahal yang ditawarkan sahabat Sa’ad itu bantuan lho, bukan utang,” kembali Ust, Rully memberi penegasan.

Abdurrahman memang sangat pandai berbisnis, semua perdagangan yang dikelolanya pasti berhasil dan menghasilkan kekayaan yang berkah sampai kematiannya. Selain berpartisipasi dalam beragam peperangan, satu dari 10 sahabat Nabi yang dijanjikan surga ini banyak berdakwah lewat hartanya.

Menurut Ust. Rully,  esensi bisnis tidak terletak pada modal, namun mindset. Yaitu bagaimana seseorang mengelola sumber daya yang ada pada dirinya. ‘

Kalau dia mulai usaha dengan berfikir tentang modal, dan modalnya adalah utang, berarti dia belum pantas untuk mulai usaha berkah,” tegas penulis buku dan penyusun metode ATTAQI (Akselerasi Tahsin Tilawah Alquran Intensif) tersebut.

Sebagai tambahan info, Ust. Rully adalah penggagas Pulau Tahfidz, program jangka panjang Pusat Alquran Indonesia dalam rangka mewujudkan satu pulau yang di seluruh sudutnya  ada aktivitas santri menghafal Alquran.

Program Pulau Tahfidz ini diwujudkan di Pulau Penyengat yang dalam sejarahnya dahulu, merupakan rujukan para pencari ilmu Al Qur’an dari seluruh penjuru negeri.

Sebagai penutup, Ust. Rully mengajak kita untuk mulai  membangun bisnis tanpa utang,  “Bisnis berkah melimpah tanpa utang. Mari wujudkan!”

#BacaBukuMerahMTR  #MTRItuNyata #KangenKumpulMTR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here