I Love Covid

0
55

© MY090620|MTR Tangerang Raya||

Covid bisa memilah manusia dungu berotak buntu atau orang kreatif penuh solutif. Covid piawai memainkan perasaan pencari alasan, kaum rebahan, dan para pemimpi.

Covid juga mampu menguak isi kepala para pemegang kuasa, otoritas keagamaan, dan para ‘wakil tuhan’ dalam menggunakan kewenangan.

Mesjid yang distempel keras, radikal, anti pemerintah, malah jadi pendukung utama lockdown. Mesjid kampung yang dianggap penurut, nggak nyunah dan cemen, diam-diam tetap membuka pintunya, tetap tarawihanan, gak pernah meniadakan jumatan.

Hmm…

Gegara covid, emak-emak mulai bisa memainkan peran guru, bapak-bapak mulai tahu gimana repotnya ngurus anak. Anak-anak tampak bahagia dan tetap lugu dengan ‘UU Keluarga’ yang baru.

Ada yang dibiarkan main game seharian, ada yang camping di halaman, ada yang malah membebaskan mereka dari ‘pembodohan’ di ruang kelas dan pagar batas sekolah.

Pria-pria otomotif, sporty, the have, mendadak takut kongkow. Wanita pengumbar paha dan dada, sletingnya kini tertutup rapat, ditarik sampai batas tak terlihat.

Orang-orang mulai nyadar, ternyata gak ngemall gak apa-apa. Gak cuci mata artinya gak memberi celah buat dirayu-rayu membeli merk tanpa berfikir fungsi.

Mudah-mudahan sadar permanen bahwa selama ini real dibodohi, diperbudak dan dijadikan target sampai tak bisa bernafas.

Saat pemasukan terbatas kemarin, nyatanya Anda tidak mati. Keluarga masih makan, listrik tetap menyala, tetap bisa online. Keuangan malah stabil, karena tidak banyak pengeluaran.

Sesungguhnys itulah masa-masa paling normal dalam hidup manusia. Saat mereka sadar dan bisa membedakan mana kebutuhan, mana keinginan.

Mungkin Anda telah lama tahu, tapi tak pernah ada kesempatan untuk mempraktekkannya. Anda selalu lupa, dibuat buta, sampai akhirnya harus disadarkan oleh keadaan.

Jadi..?

Covid yang awalnya hanya terdengar di kalangan virologi saja, lalu ada di mana-mana. Sebentar lagi covid dianggap biasa lagi, Anda diminta bersahabat dan hidup berdampingan dengannya. Atau Anda telah jatuh cinta padanya?

Ketahuilah sahabat…

Sesuatu ada dalam fikiran Anda, ketika Anda mengizikannya masuk. Celakanya, apapun saat ini hampir tidak ada lagi diskusi tanpa intervensi politik. Hampir tidak ada opini kekuasaan yang kemudian viral yang tidak dimotori para buzzer yang dibiayai pemodal dan pemangku kepentingan.

Apapun itu aku suka covid. Ia membuat kita semua berfikir apa yang normal, apa yang gak normal. Mana fiksi, mana ilusi, mana hanya sekedar emosi.

Ketika nalar bergerak liar tanpa tuntunan Illahi, maka tak ada cahaya yang bisa terlihat. Bahkan ketika cahaya itu mulai tampak, ia kemudian larut dalam kesombongan akal, lalu manusia akan hilang lagi dalam terang. Dan sejarah terus berulang.

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran.                           (QS. Al ‘Ashr: 1-3)

Wallahua’lam bisshawab.

✍️ Education For All

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here