Sore tadi saya bersama ke2 jagoan ku, kakak galang & adek haleem menuju ke rumah eyangny di daerah tlogosari. Ketika kami lewat di dpn salah satu toko handphone ternama di smg, S** s*op ada pemandangan yg tdk biasa, hampir 10 orang termasuk promotor2 merk tertentu turun ke jalan, dan parahny hampir 1/3 badan jalan dipenuhi oleh sales tsb.
Ehm…sebagai pengguna jalan tentu merasa terganggu, dan tentuny berbahaya juga bagi keselamatan.Pemandangan serupa jg kami temui ketika masuk ke perumahan tlogosari.
Sejenak merenung kenapa sampe sedemikian rupa cara jualan, jadi teringat diri sendiri karna core bisnis ny hampir sama.
Dan mungkin juga penyakit yang dimiliki oleh sebagian pengusaha elektronik ketika barang banyak harga di hajar habis2an bahkan sampe minus sekian puluh bahkan mungkin ada yg ratusan ribu. Ditambah lagi apabila sudah tiba waktuny untuk membayar cicilan si ABANK ato mungkin hanya sekedar untuk membayar BUNGA nya saja, barang2 sejenis laptop atau pun android menjadi benar2 kehilangan Valueny, menjadi tidak berharga sama sekali dimata penjual ny hanya sekedar untuk memenuhi komitmennya kpd si Abank.
Miris terdengar, tapi memang begitulah kenyataan yg tjd.
Lalu apa yg salah dgn bisnis ini???
Sebetulny secara proses bisnis tidak ada yg salah, InshaAllah barangny halal, transaksiny InshaAllah halal, tidak ada unsur penipuan dll yg merugikan customer.
Tapi ketika ditelisik lebih dalam, ada pertanyaan dari manakah modalnya apakah benar murni dari suplier yang rata2 tempony hanya 1 sampe 3 minggu, apakah benar barang sebanyak itu laku dalan waktu 3 minggu??
He….he….he
Ternyata jawabanya adalah TIDAK. Lha lalu sudah jelas kan siapa pihak ke3 yg terlibat disini, alih2 memberikan bantuan permodalan. Justru disini lah penyakit parah yg merusak bisnis sekaligus merusak akidah pelaku bisnisny.
Padahal sudah jelas tugas kita di dunia ini adalah menjadi khalifah, sekaligus mengemban misi untuk senantiasa menegakkan agama dan aturan Allah SWT.
InshaAllah benar2 berkah dan manfaat apabila di dasari aturan Allah dan Rasulny, tetapi kadangkala kita tidak sabar, ingin segera memiliki fasiltas2, aset2 yg sebetulny blm saatny untuk kita nikmati.
Dimanakah berkahny????
Jika permodalan, aset2, diperoleh dengan menabuh genderangan perang kepada Allah dan Rasul-Nya.
Saya rasa jawabannya sudah pasti TIDAK ADA BERKAHNY. Beruntunglah kami yg berdosa ini masih diberikan kesempatan untuk bertaubat, dan InshaAllah sdh kami pasrahkan segala sesuatu yang nantiny terjadi hanya Kepada Engkau wahai Pemilik Kerajaan Langit dan Bumi.
Hasbunallah wa ni’mal wakil.
Ketika kami datang ke dunia ini, tdk satu pun kami miliki. Lalu Engkau cukup kan semua kebutuhan kami. Maka apabila ada yang akan Engkau ambil maka tidak ada niat kami untuk tidak mengikhlaskanny.
Kembali ke Al-Qur’an dan Sunah, kembali ke fitrah, dan kembali ke titik Nol.
By Adi Rohadi, KSW #29 Jabodetabek
WA KSW 0811113139
Lebaran ini tanpa presentasi
Sudah menjadi tradisi pada saat Idul Fitri, kita akan silaturahim ke keluarga baik itu keluarga istri maupun keluarga saya.
Pada tahun kemarin mendapat kesempatan setelah puluhan tahun bisa berziarah ke makam almarhum mertua di Medan. Krna dr awal menikah bapak mertua sdh tidak ada.
Dalam tradisi keluarga Medan maupun daerah yg lain. Pastinya kumpul ke keluarga yg lebih tua. Yakni tempat almarhum nenek dan kakek yg di tempati rumahnya oleh salah satu bou (sebutan untuk tante).
Perjalanan dari Kota Medan ke kampung Gunung Tua selama 16 jam. Karena ini pengalaman pertama bawa mobil sendiri di wilayah Sumatera yg awam medan jalannya jadi bawanya hati2.
Sepanjang perjalanan di temanin oleh Tulang, dan banyak bicara ttg bisnis. Salah satunya bisnis Rental Mobil dan Uber. Diskusi yang panjang membuat tulang sangat tertarik untuk membeli mobil dan menitipkan mobilnya di Uber.
Akhirnya uang pun di transfer dan mobil yg disepakati pun di beli. Seiring berjalannya waktu di Pool Uber kami di Cinere berkembang smpi skrg ada 30 mobil. Awal mula teguran Allah, ketika ada mafia mobil pura2 jadi broker sewa mobil dan Akhirnya 10 mobil hilang entah ada dimana. Dan Allah menunjukkan kuasaNya hampir semua mobil kembali.
Teguran yg penuh makna menjadikan kita untuk berpikir ulang menginvestasikan mobil sebagai aset. Akhirnya kita lebih memilih untuk membuka sebesar-besarnya mobil milik personal untuk dikontrak di pool kami di Cinere. Dan terasa lbh berkah walaupun itu bukan mobil kita tp kita tidak pernah pusing dengan cicilan. Semuanya sistem setoran dan bagi hasil.
Dan Bu Susi dari Nayyara Driving School yg mempertemukan dengan Ustad Samsul Arifin. Ustad Samsul berniat untuk sewa mobil, dan Alhamdulilah bisa menyediakan mobil Avanza Veloz untuk aktivitas MTR dan Ustad Samsul.
Dalam perjalanan banyak investor yg tertarik untuk mengadakan unit mobil di pool kami. Ketika kami bertanya sistemnya seperti apa? Mereka menjawab bahwa mereka akan pinjam uang 1 Milyar untuk dijadikan DP untuk 50 unit Mobil. Krna sdh taubat dan berusaha untuk menghindari membeli mobil dengan kredit. Akhirnya dengan halus sya menolak tawaran tersebut.
Dan Lebaran ini kami tidak pulang kampung, tetap ada di Jakarta. Permintaan armada selama Lebaran sangatlah tinggi. Dan Allah mempertemukan saya dengan pool mobil yg lain mempunyai 250 mobil tp yg efektif digunakan hanya 60 mobil. Dan kerjasama pun terjalin.
Mendengar nasihat Ustad Samsul kmrn ketika saya silaturahim ke rumah beliau, ada yg blm lepas dr ingatan saya.
Kuasai Market bukan Kuasai asetnya
Ternyata benar, Uber & Gojek tidak punya asetnya, tapi punya marketnya. Air BnB tidak punya asetnya, tapi menguasai marketnya.
Jadi pengen belajar Becoming MASTER in MARKETING & SELLING atau Be-MiMS bersama SyaREA World nih..
Terima kasih Bu Susi yang telah mempertemukan saya dengan pak Samsul dan grup MTR ini.
Semoga bisa mengedukasi driver online untuk tidak berhasrat membeli mobil dengan cara kredit ke leasing. Kasihan mereka, 24 di jalanan hanya untuk kejar setoran.
Cita Citamu Apa?
By : APU, MTR #29 Kedir, Madiun Dsk
_WA MTR 0811113139
Tak terasa liburan anak sekolah telah usai..hari senin adalah hari pertama masuk sekolah buat Navigator Senior (Kaka) dan Nabivator Junior (Dede)….mereka seneng dipanggil navigator daripada alligator katanya.
Dan saya menjadi petugas antar jemput selama 1 minggu ini karena ingin menemani mereka di minggu pertama sekolah, karena saya yakin pasti akan ada cerita seru di hari pertama mereka masuk sekolah.
Saya antar sekolah juga saya jemput sekolah lho hehhee…
Jam 14.00 saya jemput di kaka dan dede… langsung si dede dengan suaranya yang khas…cerita tentang pengalamannya dia di kelas hari ini…dia sekarang sudah kelas V….sungguh tak terasa..
“Papa….tadi sama Pak Yudhi walikelas, disuruh perkenalan satu persatu maju di depan kelas juga suruh nyebutin cita citanya apa”
“Aku doang lho yang cita citanya INVESTOR, kebanyakan temen temen aku yang cewek pengin jadi dokter…kalau yang cowok pengin jadi Polisi dan TNI”
“Terus temen-temen pada tidak tahu apa itu INVESTOR, jadi akhirnya dijelasin deh sama Pak Yudhi, karena aku sudah terlanjur duduk”
“Emang dede gak bisa jelasinnya?”
“Bisa koq, salah satunya yang punya Rumah Sakit, kan dokter kerja sama yang punya Rumah Sakit.Terus punya toko Indomaret Alfamaret, terus yang punya kos kos an”
“Ya..kalau punya cita cita yang tinggi sekalian ya dik, biar makin semangat belajarnya”
Saya menceritakan tentang Cashflow Quadrand sekalian ngasih contoh, kenapa saya Trip sama mereka disaat semua orang sudah masuk kerja, dan saya selalu pesan,
“Tidak perlu malu dan minder kalau kamu berbeda dengan temen temen kamu, selama itu lebih baik dan tidak melanggar aturan”
Semoga menjadi INVESTOR yang berhasil ya nak…walaupun itu hanya 5% dari jumlah masyarakat yang ada.
Samsul Arifin, KSW #21 Diaspora
WA KSW 0811-113-139
Suatu hari, menjelang maghrib pada Bulan Desember Tahun 2014 yang lalu, saya bersama Pak Musadik Najri, seorang pengusaha dari Lombok, Warga KSW #27 DR memasuki salah satu hotel terbaik di Jalan Sudirman Kota Pekanbaru Riau. Begitu masuk lobi hotel, seseorang yang berpenampilan necis, sangat perlente, mencegat saya;
“Maaf Pak.. Apa maksud tulisan di t-shirt Bapak itu?”
Pria yang ditangannya menggenggan gadget & tas tangan high-end itu bertanya dengan mimik penasaran, menunjuk ke tulisan pada t-shirt merah yang kami kenakan.
“Ooo… ini komunitas yang kami ikuti Pak. Komunitas para pebisnis, investor dan masyarakat lain yang berkomitment meraih keberkahan dengan mengembangkan harta tanpa riba dan tanpa aqad-aqad bathil lainnya.”
Jawab saya menyambut kesopanannya.
“Boleh kita ngobrol-ngobrol sejenak pak? Kita ke café sambil ngopi”
Pintanya dengan ramah kepada kami.
“Hmmm… Kita di lobi saja ya Pak.. Saya agak terburu-buru karena ada temu pengusaha nanti malam” Jawab saya memenuhi permintaannya.
Kemudian beliau menceritakan bahwa beliau adalah seorang anggota dewan. Sebagai anggota dewan, penghasilan resminya bisa mencapai antara Rp 200 – 300 juta setiap bulan. Akan tetapi, pengeluarannya bulanannya bisa mencapai Rp 500 juta.
Sama seperti kisah expatrian Indonesia di luar negeri yang juga berpenghasilan ratusan juta sebulan, namun pusing memikirkan keuangan, rupanya bapak anggota dewan itu, juga banyak cicilannya. Dan yang juga sangat besar pengeluarannya ternyata bukan kebutuhan hidupnya, tapi gaya hidupnya. Termasuk gaya hidup punya perusahaan yang sebetulnya usahanya tidak memberikan penghasilan, namun memiliki beban besar. Gaya hidup agar disebut pengusaha besar.
Hehehe…
Walhasil, kondisi keuangan seperti itu membuatnya pusing tujuh keliling. Kini terjerat utang yang semakin lama semakin membengkak. Setiap saat, fikirannya dihantui untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Kendati telah mencoba meningkatkan penghasilan dengan membuka usaha bersama sahabat-sahabatnya. Namun usaha yang dirintisnya tidak sesuai harapan, bahkan malah semakin menggerogoti situasi keuangannya.
Pertolongan pertama yang terfikir olehnya adalah berutang. Yang baru disadarinya bahwa utang telah menjerumuskannya setelah saya jelaskan #TabiatBurukUtang seperti pada video di bawah ini >>>
Oh ternyata…
Seseorang yang berpenghasilan ratusan juta, mereka juga pusing terjerat utang. Sesuatu yang secara logika sederhana tidak mungkin mereka para high networth itu terlilit utang. Penampilan kerreen, mobil mewah, kongko-kongko di hotel berbintang.
Koq bisa ya?
Kita bertemu tatap muka yuk.. Kita diskusikan tentang KETAHANAN KEUANGAN dengan tema aplikatif CARA CERDAS KELOLA UANG. Topik mengelola uang ini akan efektif kita sampaikan melalui forum tatap muka, bukan sekedar chatting di We-A.
By Diana DP, MTR #02 Kalimantan Timur
WA MTR 0811113139
Hiduplah dg bertanggungjawab
Mudik lebaran saya tahun ini memang terasa berbeda dari 4 tahun lalu , di sepanjang jalan yg kami tempuh seklg dg mobil sewaan menuju Kab. Berau sejauh 750km bisa kami jalani dg perasaan lega karena Allah yg Maha Kaya memberikan banyak jalan utk keluar dr jeratan riba setelah puluhan tahun bergelut dg riba dan berjuang melepaskannya satu persatu hingga tak bersisa.
Rasa khawatir sdh bukan lagi karena bgmn pulang mudik nanti membayar hutang2 dan segala masalah turunannya ..sehingga perjalann ini bisa kami optimalk utk silaturahmi dan rekreasi educatif bagi kelg dan anak2.
Saya sempat pesimis bahkan putus asa pada awal menjalankan niat kami melepaskan semua kredit ribawi itu . Karena di 3thn pertama perjuangan kami disaat semua aset habis terjual utk menutupi hutang di Bank , usaha konveksi pun harus stop produksi krn tdk ada modal saat itu pula suami saya terkena pengurangan karyawan alias PHK massal di perusahaannya ,lengkaplah penderitaan .. saya merasa menjadi org yg paling menderita sedunia . Kesulitan ini seolah tak berujung . Tetapi berkat bantuan dan support dari saudara dan teman2 di pengajian saya mulai membuka mata dan pikiran lebih lebar lagi . Ternyata modal dan uang bukanlah satu2nya power dalam hidup ini.
Pelan2 saya dan suami mulai menguatkan tekad lg utk merintis dr nol usaha dan pengelolaan keuangan kami dg baik, kami berusaha meningkatkan kualitas produksi dan servis menjdi modal utama membangun usaha. Pembiayaan usaha hanya memakai DP dari order yg masuk saja. Tidak hanya kepercayaan tapi juga ukhwah dg pelanggan kami jalin dg baik sehinggga alhamdulillah usaha kami bisa berjalan lagi
Sambil melepaskan pandangan pada hamparan bukit hijau perkebunan sawit tak sengaja munculah pertanyaan dlm benak saya , apa yg membuat saya begitu bodoh saat itu mengambil pinjaman modal dg bunga yg tinggi tanpa mempertimbangkan dampaknya ke belakng ..?
Apakah yg membuat seseorang begitu gampang menerima tawaran kredit ribawi padahal bs menjerat hidupnya ?
Dan apa yg membuat sebuah instansi bank begitu tega menjalan sistem keuangan yg membebani nasabahnya dg riba yg berlipat dlm pinjaman modal usaha demi menyelamatkan keuntungan mrk sebesar2nya tanpa mau menerima resiko kerugian usaha nasabah sedikitpun ?
Kemudian selintas teringat firman Allah yg baru saya baca td malam :
” Sesungguhnya kalian akan datang menghadap Kami sendiri – sendiri, sbgmn kami ciptakan pada mulanya, dan kalian tinggalkan dibelakang kalian ( dunia) apa yg telah kami karuniakan kpd kalian (QS. AL An’am : 94)
Ternyata inilah jawabannya..
Selain menciptakan kehidupan bagi manusia termasuk karunia kekayaan dan rizki ,Allah juga akan meminta pertanggungjawaban
Rasa tanggungjawab inilah yg saat itu hilang dr diri saya .. shg jadilah saya manusia yg berbuat sesukanya tanpa mau direpotkan dg resiko , padhal resiko itu lebih pasti datangnya drpada profit
Bila tdk bisa membayar cicilan maka bisa top up atau rescedule menambah hutang baru tidak sadar semua itu membawa hidup kami terjun ke jurang yg dalam dan gelap
Begitulah manusia bila pandangannya ttg kehidupan utk dinikmati saja tdk harus bertanggungjawb thd Sang Kholiknya akhirnya tak perduli dg resiko dan kesulitan org lain
Pandangan sekuler ini telah berhasil mengubah hidup manusia menjadi liar dan tak beradab meski dia seorang muslim sekalipun
Maka kekhawatiran saya selanjutnya adalah sudahkah semua yg kita nikmati membentuk diri kita mjd pribadi yg bertanggungjawab..? Karena semua yg bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah pasti membawa kebaikan dan berkah bagi semua makhlukNya ..
“Kami tidak butuh silent reader”
Tulisan itu yg menggelitik sy utk membuat tulisan sakiso-isane ini.
Sy mengenal MTR beberapa bln yg lalu, dg membaca buku milik keponakan karangan Mas Saptuari dg tajuk Mulai dr Titik Nol.
Dulu, sebelum sy mengenal usaha pemasangan Parabola, sy lebih dulu menggeluti usaha konter hp. Mulai dari servis hp, pulsa hp, perdana, sampai sy jual bensin eceran di depan konter. Awalnya sy ikut org namun dg modal nyekolahke BPKB dan tambahan pinjam dr kakak, sy memberanikan diri buka konter sendiri. Memang ada teman yg mengingatkan kl mulai usaha itu jangan ngutang nanti begini dan begini. Namun sy kekeuh memulai, dg yakin segala resiko urusan belakang. Benarlah berjalannya konter, sy mulai nambah utang lwt koperasi keliling. Mulai dr yg harian, mingguan, sampai bulanan sy punya. Sebenarnya istri mengingatkan kl ngutang itu gk baik, tp sy berdalih yg pentingkan bisa bayar.
Gaya hidup pun berubah, tanpa sadar hutang mulai menumpuk, sampai modal konter terkikis sedikit demi sedikit, dan akhirnya konter harus tutup dg hutang yg msh menumpuk yg blm beres.
Alhamdulillah selama buka konter sy jg belajar bisnis ol, itu yg jadi pertahanan sy selama konter tutup sampai mengenal usaha pemasangan parabola. Kebetulan ditempat sy mengaji punya Chanel TV yg hanya bisa diakses lewat Parabola.
Awal2 sy bisnis parabola ambil modal dg nyekolahke BPKB lg. Entah apa yg ada dipikiran sy, sebetulnya parabola tdk begitu butuh modal besar krn sy dpt kenalan distributor yg blh ambil brg dlu baru transfer setelah dpt uang, tp melihat BPKB nganggur hawane pingin nyekolahke wae.
Setelah mengenal MTR lewat bukunya Mas Sabtu, sy tertegun. 2 hari sy langsung habiskan baca bukunya, sy tersadar bagai dpt hidayah, sy merasa sangat berasalah dan sangat bodoh. sy berazam menyelesaikan hutang2, dan jgn sampai ajal datang sblm lunas hutang2 sy. Sy beli barang yg sy butuhkan bkn yg hanya sy inginkan, dan sy akan beli jk sdh ada uangnya dg cash no credit. Sy bersyukur mengenal MTR sebelum sy mati.
Waktu berjalan, kemarin sy ketemu teman lama yg ternyata sdh bergabung dg MTR Semarang dia punya buku bagus, InsyaAlloh Ahad besok saat Kopdar Halal Bihalal akan sy beli bukunya. Buku karangan ‘Yang Punya Jasmin’.
Mohon doanya semoga kami sekeluarga istiqamah terus memperbaiki diri.
Sy sering mengalami yg nm nya rayuan2 gombal riba…
Terakhir baru kmrn sore, lwt suami mrk telp menawarkn hutang dg bunga ringan tanpa jaminan…. alhamdulillah sy sangat bersyukur suami dg tegas dan lantang menolak tawaran tsbt….
Tp sy prihatin, td pg sy tau ternyata adek ipar sy msh terbawa dg arus ribawi….
Dia mnerima tawaran hutang dr lembaga yg kami tolak dg tujuan tdk mau tambah dosa2 riba lg.
Padahal km sdah berusaha utk mengambil peran aktif dlm menjauhkn klrga besar suami sy dlm menjauhkn diri dr dosa bsr ini termsk adek ipar sy.
Sy dan suami pnya hutang dulunya jg krn tawaran2 lwt mertua yg di anggapnya jd nasabah dg kredibilitas baik di bank… klrga suami jg mngelola koperasi simpan pinjam yg kreditnya pd macet dan akhirnya jd hutang jg ke anggota koprsi.
Lama2 usaha km justru habis utk byr sebagian ciciln mertua…
Sy pernah nangis di kantor sebuah BPR krn hrs tanda tangan pengajuan kredit yg semuanya utk byr satu kali cicilan mertua dibank lain…krn dah saking seringnya kejadian sprti itu sampe sy rasanya dah ga kuat nahan lg.
Saat itu baru sy yg ingin lepas dr hutang tp suami blom bs mnolak tekanan dr ortu utk cari pinjaman yg akhirnya bkn utk modal tp utk nutup angsuran di tempat lain.
Hal itu terus terulang sampe km putus asa. Kerjaan nya gali lubang tutup lubang. akhirnya suatu ketika Allah memberi petunjuk kpd suami lwt majalah tribun yg didalamnya ada tawaran seminar tentang cara mudah utk lepas dr hutang…
Alhamdulillah suami tanpa kendala langsung bisa mengikuti seminar tsb.
Dari forum tsb suami trus aktip di komunitas2 bebas riba.. sering hdr jg di acara2 yg membawa kt utk lbh jauh dr riba….
sampe akhirnya suami plng bawa booklet dr KSW KMTR dan sy gabung di grup ini.
Alhamdulillaah kegelapan itu rasanya sdh menjauh. Akhir2 ini km lbh tentram dan damai dlm berbgai hal.
Semoga sy dan suami istiqomah utk ttp dijln Allah. Dan smga km bisa menjauhkn klrga besar kami jg dr dosa2 riba dan mendekatkn diri pd ketaatan kpd Allah.
Sy blom bs nulis dg baik… tp smga bs bermanfaat
By Bagus Purwanto, KSW #13 New Idea
WA KSW 0811113139
Bismillahirrahmannirrahim..
hidup tidak tenang karena bergelimang hutang…bermula sejak saya dewasa sudah di hadapkan dengan hutang di salah satu bank swasta dengan agunan sertifikat rumah beserta bangunanya…
walaupun itu adalah kakak dan bapak sy yg memakai uang pinjaman namun ketidak tenangan itupun akhirnya sy rasakan jg…karena hutang itu bener2 membuat keluarga sy gelisah di malam hari dan menjadi hina di siang hari.. karena,
gelisahnya saat itu angsuran telat bbrp bln dan blm bisa membayarnya dan hinanya krn di siang hari sering di datangi si abank..??
yg pernah berada di posisi ini pasti tau kan rasanya nyesek banget..??
sapa yg pernah ayo cung ? ?
dr ketidak tenangan itulah sy berniat melunasi sisa bbrp angsuran beserta dendanya..
berbagai macam cara sy lakukan untuk menutup pinjaman itu..bahkan sempat sy pinjam kopkar untuk menutup sisa pinjaman itu..( maklum blm mengenal apa itu RIBA ) ?? dan hore Alhamdulillah thn 2013 lepas dr ancaman si aBank sertifikatpun udah di tangan.
namun ketidak tenangan itu terus membersamai sy…berawal dr memulai bisnis cafe guna menambah income dan mmprbaiki ekonomi klrg..( pahlawan kesiangan hehehe )
seiring brjlnya waktu semua yg sy bygkan tidak sesuai dengan kenyataanya…mgkin ekspetasinya trlalu tinggi ya ??..yakin bisnis ini bisa menambah income dan membantu ekonomi klrg dan setahun berlalu bisnis ini brjalan dng cahsflow yg tdk bagus..
dan lg2 krn blm tau soal RIBA dan mmg pd kenyatanya saat ini pun tdk semua org itu mengerti akan dosa2 RIBA. (hampir 99 % org di sekitar kita tidak mengerti dan takut akan dosa RIBA???) bisa anda buktikan sendiri deh kalo ndak percaya..kecuali Warga KSW / MTR lho ya..??
akhirnya saat itu sy putuskan untuk infus modal lagi untuk perpanjang sewa tempat satu tahun lagi..maklum saat itu tempatnya masih kontrak…g banyak sih saat itu hanya puluhan juta sj…trpaksa saat itu pinjem ke si aBank dengan jaminan SK dan angsuran otomatis terdebit dr gaji di tmpt sy bekerja..
daannnn satu tahun berlalu bisnis itu semakin terpuruk mulai dr di tipu karyawan bahkan sampai bertgkar sm adik kdg sy sendiri…???
akhirnya di awal 2015 sy putuskan untuk berhenti menutup bisnis itu karena apa yg menjadi hak sy waktu itu ( aset cafe ) rencananya mau sy jual semua namun trnyata adik sy sendiri tdk mau menjualnya dan bahkan memilih melanjutkan cafe itu dengan pinjaman2 dr si Abank..tanpa ngembalikan atau mengganti aset2 tersebut..anda bisa bayangkan bgmn perasaan sy saat itu ???
sejak saat itu sy mulai fokus ke keluarga sy sendiri…sy putuskan untuk lbh mmperhatikan istriku sendiri…krn sejak sy menikah di thn 2011 perhatianku lebih besar ke keluargaku dan istriku hanya menjadi prioritas kedua dlm hidupku..
aku sangat bersyukur krn Allah telah menganugerahkan istri yg selalu mengerti akan kondisiku…?? maafkam aku istriku ira puspitasari
dr situlah kami mulai membangun kelurga kecilku…mulai merencankan program2 kehamilan,membeli rumah di tahun 2015…krn sampai saat ini kami berdua blm di karuniai Anak walau sdh 6 thn yg lalu menikah…
berbagai macam ikhtiar kami lakukan…bahkan sempat saat itu kami gonta ganti Dokter Kandungan dan nyeseknya kami saat itu ada salah satu Dokter yg menyarankan untuk di hysterechopy bahkan di sarnkan untuk lakukan program bayi tabung..??? astaghfirullahaladzim…
awal tahun 2015 adalah menjadi awal musahabah klrg kami…krn begitu banyak tamparan tamparan peringatan dr Allah untuk kami…namun lagi2 kami yg blm mengerti akan dosa2 RIBA kami seolah2 terus menantang perang Allah beserta RasulNya…
lagi lagi di pertengahan tahun 2015 tepatnya bln juli kembali kami lakukan akad2 RIBA…saat itu demi menggapai keinginan kami yaitu dengan mengambil KPR senilai 750 jt dengan DP 10 % ..
semua proses berjalan lancar dan banyak berbagai bank yg menyetujui pengajuan KPR kami…bahkan kami pun sdh mengajak kedua org tua kami dan klrg2 kami untuk melihat2 rumahnya…( biar terasa sukses dan wah padahal sesungguhnya nyesek mikirn angsuranya ???)
awal 2016 saat itu adalah di mana Hidayah itu dtg ke sy…dan Allah pun tunjukan hidayah itu lewat KSW dan MTR ini dan postingan2 di time line FB dr Mas Saptuari Sugiharto bermunculan…saat itulah sy mencoba mencari tau soal DOSA RIBA
Dari situlah sy mengerti akan Dosa Riba…bahkan sy sempat ??? setelah membaca ayat2 ini :
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَذَرُوْا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبٰٓوا اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 278)
فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا فَأْذَنُوْا بِحَرْبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ۚ وَاِنْ تُبْتُمْ فَلَـكُمْ رُءُوْسُ اَمْوَالِكُمْ ۚ لَا تَظْلِمُوْنَ وَلَا تُظْلَمُوْنَ
“Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertobat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan).”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 279)
sejak saat itu sy berazam meninggalkan Dosa2 RIBA..
KPR rumah yg akan realisasi di bulan mei 2016 kami batalkan dengan resiko kehilangan DP yg saat itu sdh masuk sdh 90 % lebih…
sy berikan pengertian ke istri, orang tua dan klrga bahwa sy mau batalkan akad KPR krn takut dosa RIBA dan Alhamdulillah semua bisa memgerti dan ikhlas melepasnya…sejak saat itu istripun resign dr tmpt kerja….
Mgkin bisa jd karna Dosa2 RIBA itulah Allah menahan keinginan2 kami…Allah seolah2 sdg memerangi kehidupan kami…dan Allah benar2 mengganti semuanya itu dengan Rezeki yg lebih besar karena tepat krg lebih 2 – 3 bulan setelah kami berazam bebas dr RIBA istri sy di nyatakan Hamil oleh Dokter tepat di bulan juli 2016…Alhamdulillahirabbilallamiin…
Kebahagian kami pun akhirnya kami dapatkan walau kami meraskan hanya sekitar satu bulanan…karena janin yg ada dlm kandungan istri sy di nyatakan tdk berkembang di usianya yg 6 mgguan…
Alhamdulillah Ya Allah telah Engkau Bimbing kami menuju jalanMu.. Yaitu jalan org2 yg Engkau Ridhai bukan jalan mereka yg sesat
Mgkin saat ini Allah meminta kami belajar bagaima cara mendidik anak…Kami tetap Haqul Yakin Allah mempunyai skenario terindah buat kami…Kami Haqul Yakin Allah telah mendengar Do’a2 kami hanya saja mgkin semua ini masih terhalang oleh perisai perisai kami yg telah lalu… YAITU KARENA DOSA-DOSA KAMI YG TELAH LALU
By Gadinia Bunga Vita, KSW #02 Property
WA KSW 0811-113-139
Idul Fitri kali berbeda dg sebelumnya, krn 2 Syawal ayah harus opname krn Leukosit yg tinggi, dan bakteri dlm Darah yg full. Ternyata Karena batu ginjal yg Ada di kandung kemih sebesar 1,7 cm Dan tdk bs keluar, selain itu juga Ada Batu yg terjepit di Saluran ginjal Kiri.
Setelah melakukan rangkaian pemeriksaan hasil akhir mengharuskan tindakan penghancuran Batu dg melalui Operasi.
Ada peristiwa yg berkesan buat saya Dan suami. Ketika itu adek terakhir saya harus kembali ke Surabaya harus pindah Kost, senin hari pertama masuk kerja di tempat baru. Rencana awal ayah Dan Ibu yg akan mengantar ke Surabaya sambil membawa Mobil adek perempuan saya. Akhirnya krn ayah opname otomatis tdk bs mengantar, dan ayah tdk mengijinkan adek utk kembali ke Surabaya dg menyetir Mobil sendiri. Akhirnya adek saya meminta dicarikan Sopir utk membawa mobilnya.
Kemudian saya Dan suami Menanyakan “klo ada Sopir Trus adek juga ikut dlm Mobil itu?”.
Adek saya mengatakan “Iyalah…..memangnya kenapa?”
Akhirnya saja jelaskan Bagaimana hukum ijtimaiy antara laki2 Dan wanita (Alhamdulillaah pas saya sdg mengkaji kitab Nidhom Ijtimaiy – Sistem Pergaulan dalam Islam).
Bahwa laki2 Dan perempuan tdk boleh bersafar berdua saja, Apalagi di dlm Mobil.
Lalu adek saya bertanya : “Trus menurut mbak Bunga Gmn Seharusnya?”
Saya Jawab : “Sebaiknya naik Angkutan umum”
Kemudian adek saya menimpali : “Naik apa? Kereta penuh, naik Bus ga mau. ”
Saya Jawab : “Klo kereta penuh, ga mau naek Bus kan Ada travel.”
Adek saya bertanya : “Apa Bedanya dg kita naek kendaraan umum? Kereta, Bis, Travel? Kan duduknya campur baur?”
Saya jelaskan lagi Bahwa Allah mengatur interaksi Pria dan wanita di area Khusus Dan area Umum. Jika di Angkutan Umum itu banyak org Dan duduknya juga campur baur itu diperbolehkan selama tdk ada interaksi seperti Percakapan ngalor ngidul yg tdk ada kepentingan di dalamnya.
Adek saya masih Merasa Ga efektif, Bgmn dg mobilnya, Padahal harus Mindahin barang ke kost baru, klo pakai Mobil Enak bs Langsung diangkut, mana barang yg dimobil diperlukan….
Saya sampaikan Jika kita sdh punya Plan A Dan ternyata keadaan membuat Rencana tsbt tdk bs dilaksanakan maka mau tdk mau Suka tdk Suka, kita harus membuat plan B. Jangan fokus pada plan A yg sdh tdk mungkin dilakukan, krn klo dipaksakan dg membawa Sopir maka selama Perjalanan Dr Jember ke Surabaya itu sdh melanggar hukum Syara’. Makanya kita harus buat Plan B, misalnya Tia pulang naek travel, nanti Mobil dibawa sama Tetangga yg kebetulan Sering Diminta utk menjadi Sopir, sampe di Surabaya yg bayar org utk Ngepak barang, dan sewa Mobil utk ngangkut barang Dr kost lama ke kost baru. Memang biaya yg dikeluarkan Jd Lebih mahal, ttp selama itu tdk melanggar aturan Allah tdk Jadi Masalah klo menurutku. Lagian Knp mepet bgt malam ini baru kepikiran Bikin plan B, Padahal bsk sdh harus Ada di Surabaya.
Kemudian suami saya menimpali “Tia…… Jika kita tdk Pernah mempelajari Bagaimana Allah mengatur kita dengan syariatnya pasti akan merasa berat utk mentaatinya, Apalagi kita terbiasa di lingkungan yg sdh sangat jauh dr aturan Islam. Sama dg aku dulu, ketika dijelaskan ttg dosa riba, bahwa tdk boleh modal itu dr riba, kayanya ribet banget Dan Ga mungkin deh pengusaha bs sukses tanpa utang ke Bank. Itulah Kenapa kita perlu untuk mencari Ilmu agama. Karena ketika kita sdh tahu darimana kita berasal? Utk apa kita Hidup Di Dunia?, dan Kemana kita setelah Meninggal? Semua jawaban itu adalah ALLAH…… Jika kita berasal dr Allah, hdp utk beribadah pada Allah, setelah meninggal kita mempertanggungjawabkan semua nya dihadapan Allah. Lalu utk apa kita Hidup klo tdk berupaya taat pada Syariat Allah? Karena itu luangkanlah waktu utk mengkaji Ilmu Agama, agar kita tdk Merasa berat Saat berupaya melaksanakan syariatNya….”
Akhirnya kami berpamitan pulang Karena sdh malam. Dan kami berikan keputusan pada adek, sambil mengingatkan bahwa semua yg kita lakukan akan kita tanggung sendiri konsekuensinya.
Besoknya Saat Kebagian Jaga Ayah di RS lagi, Ibu bercerita klo akhirnya adek pulang naek kereta.
Saya bertanya, katanya kereta penuh Bu?
Ibu bilang, iya penuh semua Tinggal yg 500rb, tapi kamu bilang mahal gpp yg penting Ga melanggar aturan Allah, ya aku kasih uangnya.
Ternyata Nduk…. +/- 1 jam sebelum keberangkatan kereta Mutiara Timur Malam adek iseng ngecek Tiket Ada 1 kosong krn Ada yg cancel, dan Saat ini juga siap2 ke stasiun. Trus nduk….. Sampe kost ternyata barang sdh dibantu packing sama Ibu kostnya Dan Tinggal Cari sewa Angkutan utk dibawa ke kost Baru. MaaSyaAllah klo bukan karena pertolongan Allah……
Ibu mengingatkan adek bahwa ketika kita berupaya utk taat pada Allah maka Allah akan berikan banyak kemudahan…..
Seperti tak percaya saya mengalami ini…..Ternyata Saat kita berupaya taat pada Allah maka Allah berikan kemudahan, ini hanya pada satu syariat saja. Bagaimana Jika Seluruh Syariah Islam diterapkan secara Kaaffah dibawah naungan Khilaafah…… Bukan tdk mungkin keberkahan akan Allah datangkan dr langit dan bumi……
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (Surat Al-A’raaf : 96)”
Hhmmm….. Semakin merindukan sosok Amirul Mukminin yg bs Menerapkan hukum Islam secara Kaaffah …… ????
Sepenggal kisah mantan karyawan (sia)Bank plat merah
Bismillah,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…semoga tulisan ini bisa menjadi inspirasi, ibroh sekaligus tahaddus bi anni’mah bagi kami.
Terus terang saya terharu membaca tulisan sahabat-sahabat di berbagai grup MTR dan KSW ini, sehingga tergerak juga untuk mencoba menulis kisah yang saya dan keluarga lalui.
Saya adalah mantan karyawan bank plat merah, lebih 5 tahun saya berada disana.
( Astaghfirullah, semoga Allah memaafkan hambaNya ini ).
Subhanallah walhamdulillah, saya dipertemukan dengan seorang laki-laki yang kini telah menjadi suami sekaligus ayah dari 4 orang anak kami. Ujian dan cobaan dari Allah seperti yang teman-teman ceritakan disini juga pernah kami hadapi, mungkin itulah buah dari praktek riba. Allah berikan cobaan dan ujian kehidupan sebagai bentuk kasih sayang-Nya kepada kita semua agar kita kembali ke jalan-Nya.
InsyaAllah dengan sabar dan sholat serta ngaji agar fikrah semakin terasah dan sesuai dengan thariqah Rasulullah Saw serta senantiasa ber- husnudhon kepada Allah, Alhamdulillah kami berusaha “menikmati” setiap ujian dan cobaan yang kami hadapi.
Sepenggal kisah Ramadhan kemarin bagi keluarga kami sangat menakjubkan, kami merencanakan Ramadhan tahun ini harus lebih baik dari tahun sebelumnya.
Saya beserta suami melibatkan anak-anak kami untuk bertadarus dan membuat target mengkhatamkan al-Quran sebanyak 3 kali di Ramadhan tahun ini, dengan niat agar keberkahan al-Quran bisa mengalir juga untuk kedua keluarga besar kami, Aamiin.
Subhanallah, keempat anak kami sangat bersemangat menyambut ramadhan, bahkan 3 anak kami menjadi inspirator tadarus al-Quran di masjid perumahan kami.
Alhamdulillah kami berhasil kami merealisasikan target kami bahkan melampaui apa yang kami targetkan (khatam hampir 5x secara keseluruhan)., dan yang sungguh kami syukuri dan menakjubkan, ternyata Allah datangkan bagi kami sekeluarga rizki dari arah yg tidak kami sangka-sangka.
Agak berbeda dengan Ramadhan tahun sebelumnya, dimana kami sangat berfokus untuk menjemput rizki dengan berjualan keliling, sehingga Ramadhan terlewati tanpa disadari, memang kami mendapatkan rizki berupa materi tapi dalam mengisi Ramadhan terasa seperti kurang berarti.
“Ya Allah semoga Engkau senantiasa memaafkan segala dosa dan khilaf kami”, Aamiinn.
Dalam Ramadhan ini saya seringkali menangis sambil berdoa “Ya Allah, smg Engkau menerima semua amal ibadah kami & menguatkan kami agar tetap istiqomah hingga saat ajal menjemput kami menghapad-Mu dalam keadaan husnul khatimah”. Aamiinn
Alhamdulillah aku berhasil menulis kisahku, kutunggu kisah hijrah-mu saudaraku