Sunday, March 8, 2026
Home Blog Page 65

EVERYTHING HAPPENS FOR A REASON

0

By Muhammad Mansur, KSW #31 PBTR
WA KSW 0811113139

Akhirnya pny ide jg utk menulis, krn iri melihat tulisan warga smua yg bagus dan enak dibaca.

Teringat dg kejadian yg baru ajj tjd, tertangkapnya pjabat di salah satu kota di jateng..mengingatkan polah dan tingkah saya bersama perusahaan saya pd waktu mendapatkan proyek..

bgitulah keadaannya, sehingga pantas saja kalau Allah tegur saya dg sangat keras, beruntung sekali akhirnya saya dipertemukan dg komunitas yg luar biasa ini..saya pun sangat bersyukur sekali karena ga ada kejadian tnp alasan..

hikmah dibalik kejadian ini smua adalah saya jd dekat dg masjid, lebih dekat dg keluarga, bisa qiyamul lail bersama anak dan istri..sungguh moment yg tdk pernah saya lakukan dl..

ganasnya riba meluluh lantahkan usaha saya bertahun2..smua hancur, kembali ke titik dmn sy belajar usaha dl..

Alhamdulillah istri sangat mensupport saya utk melepaskan kegiatan usaha di jasa konstruksi…

Pelan tp pasti.. utang2 berangsur2 berkurang… krn ilmu2 langit dan ilmu dunia yg saya dpt di PBTR, terima kasih SyaREA World beserta coachesnya.. sungguh tak terlupakan ilmunya…

Lebih ketampar lg ketika ilmu yg diajarkan Bu Dui Nasheer.. sungguh betapa selama ini kita blm bner menerima titipan Allah…ya Allah..ampunilah hambaMu ini…

Smoga seluruh warga KSW dan MTR dimudahkan segala urusannya, dilunaskan semua utang2nya..aamiin..

SUDUT PANDANG

0

By Yuli Sidomampir, KSW #06 Culinary
WA KSW 0811113139

Saat kajian pertama dengan bu dui nasheer ada kata kata yang masih nempel di benak saya..

Tujuan kita hidup adalah kematian. Siapa yang ga akan mati. Semua sehebat apapun dia merasa hidup didunia ini atau sesusah apapun dia merasa hidup didunia ini semua pasti menuju titik yang sama yaitu mati.

Mati bagi muslim adalah gerbang kehidupan baru. Kehidupan yang dijanjikan Alloh tidak akan ada lagi penderitaan ketika hidup didunia kita berhasil melewati ujianNya. Berhasil ketika kita menyelesaikan semua masalah hidup hanya dengan memakai hukumNya. Menjadikan Ia solusi satu satunya dalam hidup. Satu satunya keyakinan bahwa semua pasti berjalan atas kehendaknya.

Saat itu saya berfikir…
Ga ada yang sia sia buat kita hambaNya Alloh. Toh semua derita pasti berbalas kebaikan ketika kita melwatinya dengan apa yang Alloh ridho.

Di pertemuan lain, bu dui nasheer bilang. Setiap kejadian dalam hidup kita pasti membawa pesan. Semua pasti membawa pada satu kebaikan jika kita mampu menyingkap setiap pesan itu.

Sekali lagi..saya terasa tertampar. Sering kita sibuk menterjemahkan perasaan yang kita rasakan ketika terjadi musibah. Sakit hati. Sebel dsb. Tapi kita ga sibuk mencari pesan apa yang ada dibalik kejadian itu. Dengan dasar pemikiran..bahwa Alloh ga mungkin menimpakan sesuatu diluar kemampuan pundak ini untuk memikulnya.

Disatu pertemuan lain, bu dui nasheer berkisah tentang siti hajar yang mengejar nabi ibrohim sambil menangis karna ditinggal sendiri di suatu lembah. Tetapi sekita siti hajar berhenti berlari dan menangis ketika tau bahwa Alloh lah yang memerintahkan nabi ibrohim untuk meninggalkannya sendiri.

Saya membayangkan bagaimana sakit hatinya siti hajar kepada nabi ibrohim. Andai saya diposisi yang sama akankah mampu menerima meski saya tau itu perintah Alloh.

Tapi ternyata siti hajar punya keyakinan bahwa Alloh ga mungkin menzoliminya. Hingga ketika ia tau itu perintah Alloh…siti hajar tau bahwa Alloh punya rencana indah untuknya yang dia belum tau. Siti hajar hanya punya keyakinan.

Saya banyak memikirkan hal ini. Kembali merenungkan hidup saya kebelakang. Banyak cerita sedih yang saya simpan sebagai memori. Banyak sakit hati yang saya nikmati perihnya. Bahwa keyakinan itu bukan tidak ada tapi tidak mau saya jadikan solusi.

Terlalu banyak dengan kata tapikan..tapikan..tapikan.. ujungnya secara tidak sadar kita “menunjuk” kepada Alloh sebagai yang menciptakan takdir kita. Tidak menerima dengan keyakinan bahwa ada kebaikan dibalik semua cerita hidup kita..

Just need a little more of faith..
Kata seorang sahabat ini begitu berarti buat saya. Yaa..semua hanya masalah seberapa besar keyakinanmu padaNya. Semakin kau yakin, apa yang akan kau takutkan akan hidup ini. Tak ada waktu bersedih apalagi putus asa. Karna keyakinan itu akan membuat kita bergerak untuk selalu menyingkap setiap pesan yang akan menghantarkan pada kisah indah yang sudah disiapkan Alloh swt untuk kita.

Ilmu ikhlas, sabar dan pasrah itu semua hanya kita yang bisa mengukurnya. Ilmu yang ga bisa diwariskan apalagi dipindahkan seperti praktik penyaluran energi dalam. Ilmu yang harus dicari dan diasah dengan sering berfikir mengkaitkan kehidupan kita ini selalu dengan penciptanya yaitu Alloh swt.

Setiap akan berfikir dan bersikap selalu bertanya ini boleh atau tidak menurut Alloh. Jika tidak boleh sekalipun kita suka maka karnaNya kita ridho. Ringan akan terasa ketika menjauhi yang tak diridhoinya karna kita tau ada balasan lebih yang dijanjikan Alloh swt untuk hambaNya yang taat.

Ini yang namanya hidup keren. Ketika hidup punya ujian dan bisa bertahan dengan ujian itu hanya pakai jalan yang di ridhoi Alloh swt. Jadi kalo ada orang sukses pake riba dan mereka bilang keren..ah itu mah biasa. Ga keren. Yang keren itu ketika bisa nahan nafsu, memgarahkan adernalin hanya untuk yang halal menurut Alloh swt. Dan disitu akan terasa bahagia. Pemenang. Ketika bisa jadi pengusaha sukses tanpa riba.

Its only abt sudut pandang..

Maka sudutkanlah pandangan kita hanya karna dan untuk Alloh swt..
Hingga kita akan membingkai kata bahagaiapun berdasarkan ridho Alloh bukan berdasarkan maunya kita..

Ah..ilmunya dalam banget. Makasi ya Alloh masih diberi kesempatan bertemu orang orang soleh. Diberi kesempatan kumpul bareng orang orang soleh. Mudah mudahan dikumpulkan lagi saya bersama orang orang sholih ini di surga. Aamiin

DIMULAI DARI DIRI SENDIRI

0

Bismillaah

Astagfirullah
Ampuni aku yaa Robb,,,,atas segala kesalahan dan kekeliruanku.
Alhamdulillah
Sujud syukurku atas segala rahman dan rahim-MU dengan hidayah menyadarkanku…….

Segala sesuatu selain-MU ada awal dan akhir

One-day workshop pekan lalu di Bandung bersama bu Dui Nasheer,,,ternyata inti materi yang disampaikannya semua kembali pada aqidah.
Landasan, fondasi, dasar, akar atau apalah istilahnya yang selalu kita gunakan untuk mengokohkan suatu bentuk ternyata baru hanya sebatas sebuah pengetahuan,, masih sangat jauh dari sebuah pemahaman.
Tahu tapi tidak digunakan. Malas.

Bagaimana mungkin kokohnya bangunan bisa terwujud? Bila fondasinya hanya sebatas nempel,,,ataupun kalau disebut digali merasa cukup hanya dengan ukuran kedalaman 30 cm…
” kan itu juga fondaaasii……”
Sedangkan bangunan yang diharapkan bisa mencakar langit….
Daebak……istilah anak sulung saya.
(duuhh kepopers,,,,efek Tadayyun tak diarahkan)

Teh….kamu tuh harus jadi orang,,,biar nantinya gak kaya abah sama biang cuman gini-gini aja….
Teh,,,kamu tuh coba belajar yang bener,,,biar cita-citamu bisa tercapai..
Teh,,,kamu tuh jangan cuma korea melulu, mainin hp aja,,trus pindah ke laptop,,, kenapa ga diberesin aja kamarnya udah berantakan lagi tuuhh….
Teh….teteh tuh ngerti ga apa yang dibilangin? Ngejawabnya iyaahh…tapi buktinya gitu lagi gitu lagi…kok ga berubah siihh..
Gimana nantinya kalo gini terus mah???

Hahahaha…..
Sinetron dicibir,,,,padahal kesehariannya lebih parah dari sinetron.
Mereka nyadar lagi bikin sinetron,,,gak peduli efek apapun yang penting income dapet.
Laahh kita? Pengennya punya sebuah tontonan tapi syuting kagak mau…..

Saya tau kok Adh-Dhāriyāt 56,,,, udah lama malah…saya diajarkan untuk beribadah kepada Alloh subhanahuwata’ala,, menjalankan rukun islam…..bahkan saya ajarkan juga pada anak untuk seperti itu…

Tapi itu semua sebagai pengugur kewajiban saya,,,sebagai upaya pengkabulan keinginan saya…
saya…saya…dan saya…

Esensi dari itu semua gak dapet,,,,
ketundukan, kepatuhan, ketaatannya belum nyampe…penghambaannya gak ada.
Untaian doa sering terucap hamba mohon,,,ampuni hamba,,tolong hamba…
tapi tidak dalam artian hamba yang sesungguhnya….
Ayat-ayat Al Quran masih dicomot- comot yang bisa disesuaikan dengan keadaan dan kepentingan diri…..
Al Baqarah 208 udah kena,,,mana kaaffahnya?
Gagal fokus,,,,ada AQIDAH???

Hanya sebatas menyadari kita seperti ini dan tidak mau keturunan kita pun begini…bukan dalam artian menyalahkan orang tua,,,tapi secara tidak nyadar beberapa polanya kita gunakan juga tapi hasil harus berbeda…. ” mencakar langit. ”

Saya ingin menjadi Great Parents mengacu pada output Adh dhariat 56 dan Al Baqarah 30 melalui inputan berdasarkan kadar yang Alloh berikan dengan menjalankan alur proses pendidikan yang berpatokan pada muatan dasar, inti dan penunjang…..

Tapi kenapa harus saya terapkan pada anak saya? Kenapa anak saya dituntut harus seperti itu?
Kenapa tidak saya terapkan pada diri saya juga?
Memangnya aqidah saya bagaimana gitu,,sampai berharap gedung pencakar langit???

Tahfidz Quran kan diri saya untuk anak yang hafidz dan hafidzah…
Santunkan bahasa saya untuk tutur kata ahlaq mulia anak saya….
Imajinasikan anak saya dengan cerita syirah dan syarah junjunan kita Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam dari lisan saya juga…
Terlalu beratkah saya menuntut diri sendiri untuk seperti itu juga???
Kenapa tidak saya awali? Serahkanlah akhirnya di penghisaban Alloh Subhanahuwata’ala nanti…
Jadi orang tua shalih sebelum meminta anak shalih (abah ihsan)

Maafkan biang anak-anakku….
Mari kita “berjalan” bersama sama…
Bismillaah
Laa haola walaa quwwata illa billaah
#bagaimana dengan anak abk?
Kenalan saya seorang Prof.dr. PhD. SpFK guru besar di USU menyebutnya dengan kerusakan otak dan salah satunya adalah autis super hiperaktif….
Saya baru bisa senyum berlinang menghadapinya juga…….

Semoga Alloh Subhanahuwata’ala menjodohkan saya dengan “nikumbh”…. sebagai wasilah langkah saya menuju-NYA,,,karena ternyata saya juga ihsaan meski dengan konsep yang berbeda…
Aamiin
#gagal fokus,,,ada aqidah?Bismillaah

PERJUANGAN MENYERUKAN KEBAIKAN

0

By Affan, KSW #14 SPI
WA KSW 0811113139

Mencoba menulis kekalutan hati terhadap keluarga sendiri saat kami ingatkan tentang Riba

AKU KUDU PIYE?

Terkadang saya bingung akan sisi hidupku untuk menjadi orang yang berguna & bermanfaat atau menjadi orang buruk yang hanya diam terhadap keadaan dimana sebuah kebenaran Haq telah mati.

Memang menyerukan kebaikan itu butuh perjuangan yg amat pedih perih meyat hati.

Bahkan ayat² Allah dan ajaran-ajaran Rosulullah pun terkadang tidak pernah menjadi sebuah wasilah kebenaran manakala realita kehidupan nyata telah membelenggu pemikiran adanya sebuah kebiasaan dan adanya ketidak tepatan penafsiran dalam memahami kitab sucinya yang berkepanjangan terus dan terus.

Justru malah lebih mengimani apa yang dikatakan Kiyainya, Ustadznya, tengkunya, tokohnya atau idolanya dari pada Firman & sunnahnya.

Lebih mendahulukan Ijmak qias daripada Al Qur’an dan haditsnya.

Memang bertanya ke orang itu lebih simpel & praktis untuk mendapatkan jawaban dari pada harus belajar runtut dari A-Z & mencari dalil-dalilnya.

Padahal apa yang di sampaikan sang panutan terkadang hanya sepotong atau hanya jawaban simpel dg asumsi biar mudah diterima tanpa menjabarkan lebih luas apa yang semestinya
Karena memang apa yang menjadi sebuah pertanyaan pun disampaikan dengan simpel tanpa menjelaskan asbabul nuzulnya.

Disaat semua sudah bertaklid buta, yang menyeru kebenaran malah justru dituduh melenceng dari ajaran-Nya, dituduh Wahabi, dituduh tidak ahlussunah wal jama’ah, dituduh keluar dari golongannya.

Apa aku salah atau merekalah yang paling benar,
Disaat aku bilang keletong itu najis dan haram dimakan walaupun disajikan dengan moyones & keju yg gurih.

Keadaan keadaan yg terjadi itu menjadikan si gudel jauh dari perlindungan si kerbau.

Sang kerbau lebih percaya apa yang dikatakan si pedet atau si belo, dari pada si gudel.

Si Gudel berkata suket gajah yg hijau itu lebih enak, sehat & berkasiat dari pada ampas tahu & bekatul.

Si pedet berkata, bekatul & ampas tahu itu lebih nikmat & berkasiat dari pada suket gajah yg hijau.

Si Kerbau pun menasehati gudel..
Anakku Gudel..
Dadio gudel iku manut kahanane sing uwis umum, ora usah kakean polah ngandani endi sing apek bener, marai ora duwe kanca. nandur suket iku suwe Del, luwih enak mara ning bakul tahu kabeh uwis cumepak kari mangan. Yen sawah iku mung bisa ditanduri pari aja mbok tanduri melon lan liya-liyane, iku ndadekke ora ngunduh Del. Wis manuta umume, sing kana kana, sing kene kene.

Gudel tak kuasa tuk berkata kepada sang kerbau, yang diingatnya pun hanya kata birul Walidin, jangan membantah apalagi berbicara hus.

Padahal si gudel pingin berkata.
singa sang raja hutan lebih sering berjalan sendirian sedangkan kawanan domba selalu bergerombol.

Jari kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, semuanya berjajar bersampingan kecuali jari jempol.
Jempol berada paling jauh diantara keempat itu.
Namun semua jari-jari itu tidak akan bisa berfungsi dengan baik tanpa adanya jempol yang sendiri yang jauh dari mereka.

Kadang apa yg terlihat begitu menakjubkan & menyenangkan tanpa kita mau tahu apa yg terjadi & bergejelok didalamnya.

Mencari kemuliaan dengan menutupi kekurangan-kekurangan & gengsi dihadapan mata manusia tanpa berpikir dihadapan Tuhannya.

Semoga Allah membukakan pintu hidayah kepada keluarga ku, saudara saudara ku, & lingkungan ku.

Semarang, 20 Agustus 2017
By Affan AF, KSW #14 SPI

AYOO WARGA YANG LAIN.. MANA INSPIRASI ANDA UNTUK KITA SEMUA? SEGERA TULIS YA..

MENYEMPURNAKAN IKHTIAR BEBAS UTANG BEBAS RIBA

0

Bismillaahirrohmaanirrohiim…

Pada Bulan Syawal Tahun 1436 Hijriah, 2 tahun yang lalu, adalah waktu yang benar-benar menantang bagi pasangan di video ini. Betapa tidak, ketika pulang dari Halal bi Halal Warga KSW, sang suami langsung diciduk polisi karena urusan utang-piutang. Tidak berapa lama kemudian, mereka sekeluarga dipaksa keluar atau diusir dari rumah megah kesayangannya, juga karena urusan utang-piutang. Terpaksalah mereka tinggal di basement ruko bekas Gudang peralatan yang tidak terpakai.

Namun, kejadian demi kejadian yang tidak nyaman itu, mereka lalu dengan sabar. Seakan-akan mereka menikmati apapun yang ALLAAH hadapkan pada kehidupan pribadi, keluarga dan bisnis mereka.

YANG LUAR BIASA MENURUT SAYA, MEREKA TERUS BERJUANG MENYEMPURNAKAN IKHTIAR UNTUK SEGERA LEPAS DARI JERAT UTANG DAN RIBA YANG MELILIT MEREKA

Diantara perjuangan menyempurnakan ikhtiar itu adalah mereka terus menerus semangat belajar untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan baru, yang mereka yakini akan bisa mempercepat proses mereka menyelesaikan utang-utang kepada puluhan pihak dengan total lebih dari Rp 14 Miliar itu.

Selain PBTR (dulu bernama RBU), pasangan ini juga tercatat sebagai peserta Program Workshop MASTER in MARKETING & SELLING, yang sekarang diupdate menjadi Becoming MASTER in MARKETING & SELLING (Be-MiMS).

Alhamdulillaah…
Dengan kuasa ALLAAH SWT, setelah menjalani proses dengan sangat serius, 4 (empat) bulan kemudian dari waktu ber-Azzam, pasangan ini berhasil melunasi utang-utang yang telah memporak-porandakan kehidupannya.

Kini, mereka sekeluarga tinggal di rumah megah layaknya perkebunan alami. Bisnis showroom mobilnya terus melesat. Sambil menikmati hobi barunya berkebun yang telah panen beberapa kali.

Apakah Anda ingin mempercepat proses menyelesaikan urusan utang-piutang yang menyesakkan? Silakan saksikan dan bagikan video tetang pasangan harmoni di bawah ini ya..

https://www.youtube.com/watch?v=4m_VT5RUGnA&t=15s

 

BaarakALLAAHu lana wa lakum jamii’an

BANTAL ITU MELULUHKAN HATI SAYA

0

By Sumariah, KSW #34 Muslimah
WA KSW 0811-113-139

Saya jg ingin berterimakasih kepada SPI, serta semua panitia SPI di Bandung kmrn.

Alhamdulillah…kmrn sampai rmh, saya langsung disambut puta bungsu saya yg berusia 8,5 th dg rengekannya utk membeli sepatu futsal. Sbnrnya hal ini sdh diutarakannya sblm saya brgkt k Bandung utk ikut SPI. Wkt itu saya bilang iya nanti klo umi sdh pulang ya…

Jd kmrn bgtu saya tiba drmh langsung ditagihnya. Sbnrnya saya ingat wkt d bandung, tp tdk sempat utk membelikannya, walaupun dlm prjalanan pulang slesai acara SPI ktmpt kami menginap, disepanjang jalan saya smpatkan utk melihat2 pedagang sepatu yg berjualan dg mobil2. Tp mmg dr bbrp yg kami tanyakan blm ada yg jual sepatu futsal. Sehingga ya sdh saya putuskan utk beli di bengkulu saja. Pdhl saya tau betul putra saya itu pasti akan girang banget klo saya oleh2i sepatu futsal.

Putra saya terus saja merengek2 minta dibelikan sepatu futsal hari itu jg, krn hr senin ini dia olahraga, dan selasa besok dia ekskul futsal. Walaupun hr sdh sore, saya pun dlm kondisi lelah stlh prjalanan jauh, dan suami saya harus brgkt krja lg (lembur) tp ya putra saya itu ga mau tau…pokoknya mau beli sepatu futsal.

Akhrnya…
Bismillah saya ingat ilmu yg sdh diberikan Bu Dui, ttg bgmn mengatasi anak yg sdg ngambek…Bu Dui bilang walaupun trlihat sama, tapi sbnrnya akarnya brbeda…nah saya harus cari dulu akarnya nih pikir saya, br saya bs tentukan cara mngatasinya, apakah tadayyun, baqo’, atau nau’.

Akhrnya singkat cerita, anak saya ini akarnya baqo’, yaitu dia ingin hr senin ini sdh punya sepatu futsal spt teman2nya, apalg selasa bsk sdh ekskul nya, jd dia ingin secepatnya punya sepatu futsal.
Putra bungsu saya ini saya fahami lebih tajam nalarnya, dan sifat nau’nya jg lebih dibanding kakak2nya. Jd, saya peluk, saya cium, sambil saya ajak diskusi, knp harus beli skrg dek, belinya besok aja ya, kan futsalnya masih hr selasa, umi kan msh capek, klo besok umi beliin deh, dll.

Sehingga keluarlah semua uneg2 dan alasan2nya, tp Alhamdulillah pd akhrnya kami bs menemukan kesepakatan, dan dia akhrnya ceria, peluk saya, cium saya, tanpa harus ada amarah, tanpa harus ada keterpaksaan menuruti saya (spt biasanya), krn trkadang kami selaku ortu sering merasa bahwa anak2 harus dengerin apa kt ortu, ga boleh bantah.

Krn kelelahan, sehabis sholat maghrib saya langsung trtidur masih dg mukena dan diatas sajadah. Tdk lama kmudian, putra bungsu saya ini memberikan saya bantal, dan mengalaskannya di kepala saya…masyaallah… bgtu kasih sayangnya pd saya, krn saya sdh mmprlakukannya dg kasih sayang jg…

GEMERICIK AIR ITU MEMANGUNKANKU

0

By Listi, KSW #24 Akhwat
WA KSW 0811113139

Saya pun dapat kejutan dari anak saya

Tadi malam sampai rumah habis ikut SPI Bandung udah jam 8 malam. Setelah minum dan ganti baju, saya ajak anak2 duduk bersama
Saya langsung minta maaf ke anak saya satu2…
Saya peluk2, saya ciumin dan saya bilang berulang2 maafkan semua kesalahan ibu selama ini yg suka marah2, bentak2 dan suka memaksa

AGAR TENANG PADA MALAM HARI DAN MULIA PADA SIANG HARI

0

By Nia, KSW #25 DIY & Jateng
WA KSW 0811113139

https://youtu.be/uqLb3x7NtU0

“GELISAH & TERHINA”  Sinyal dari Allah-kah??

Alhamdulillah,.. di tahun2 awal pernikahan kami skitar thn 2003 kami sudah pernah merasakan jeratan lumpur riba,.. saat itu kami justru menikmatinya.. astagfirullah,..

PROYEK BESAR YANG TAK BOLEH GAGAL

0

Saya sudah mengikuti SPI sebanyak dua kali. Pertama kali SPI yang setengah hari di fave hotel. Dan itu kali pertama saya bertemu lagi dengan bu dui setelah sekian puluh tahun tak bertemu. Beliau adalah kakak kelas saya di SMAKBO sekaligus kawan kakak saya.

Ada hal yang membuat saya selalu ingat dengan pertemuan itu. Seperti biasa pertanyaan bu dui ketika bertemu saya sama dengan kebanyakan orang yang sudah lama tak bersua “anaknya sudah berapa?”. Pertanyaan yang kadang bikin saya ngeri ngeri sedap. Karna biasanya pertanyaan itu berbuntut pertanyaan baru karna anak saya baru satu dan bisa jadi hanya satu. “Kok ga punya anak lagi?” “Emang aisha ga pengen adik?” Dan pertanyaan lain yang kadang saya jawab dengan nyengir kuda (btw emang kuda bisa nyengir ya

APA YANG ANDA FIKIRKAN KETIKA MEMBACA DAN MELIHAT FAKTA INI?

0

[13:38, 8/4/2017] Ust samsul Arifin: By Firdaus, MTR #02 Balikpapan
WA MTR 0811113139

Akhir bulan April yang lalu saya ditemui seorang bapak yang menyampaikan niatnya untuk bergabung dengan gerakan sosial, dimana saya adalah salah satu koordinatornya.

Dalam pembicaraan kami, menurut beliau bahwa tujuannya untuk bergabung dengan gerakan sosial ini adalah dalam rangka ingin membantu sesama. Dan juga dalam ikhtiar kesembuhan puterinya yang menderita sakit ginjal.

Setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata beliau juga terjerat riba. Dimana beliau menjaminkan SK PNS beliau ke bank “syariah”. Beliau PNS dengan golongan II C, dengan gaji pokok sebesar 2,8 juta.

Mendapatkan kredit sebesar 300 juta, dipotong biaya administrasi sebesar 3 juta. Jadi menerima sebesar 297 juta. Jangka waktu cicilan selama 180 bulan (15 tahun) dengan cicilan perbulan 4,3 juta.

Jadi total pembayaran 4,3 juta X 180 bulan = 774 juta. Bank mengambil marjin sebesar 474 juta selama 15 tahun.

Lihat juga 2 gambar terlampir ya..
Akad kredit Juli 2015, berarti lunas Juni 2030. Umur sekarang 44 tahun, lunas umur 57 tahun.
Bagaimana penilaian dari pihak bank sampai kredit bisa cair, gaji pokok 2,8 juta vs cicilan 4,3 juta?
Jaminannya SK CPNS asli, SK PNS asli, SK kenaikan golongan IIc, Taspen, Karpeg
[13:41, 8/4/2017] Ust samsul Arifin: Take Home Pay 3,7 + 1,29 = 4,99 juta. Sedangkan cicilan 4,3 juta, sisa 690 ribu untuk menghidupi istri dan 2 orang anak