Wednesday, March 18, 2026
Home Blog Page 59

BARU NYADAR TERNYATA BERAT YA RABB

0

BARU NYADAR TERNYATA BERAT YA RABB

by Otaka Arya
MTR #01 JEMBER

(Great story after Workshop SPI 312 Jember)

Saat sy sadar bahwa kita adalah orang tua yang BERTANGGUNG JAWAB atas keluarga kita bukan hanya urusan mencari nafkah bagi Bapak, Abi, Ayah, Papa….

Juga bukan hanya urusan domestik bagi Ibu, Umi, Emak, Mama….

Meski saya masih merasakan lelahnya memeras otak, banting tulang, kerja, bisnis….

Saya juga tabu…setiap rupiah yang terkumpul tidaklah mudah….

Saya juga bisa merasakan letihnya Ibu di rumah yang sering over job tanpa uang lembur….tangan pegang cucian kaki ngepel mulut teriak otak mikir peer sekolah adek, antar jemput sekolah anak and bla…bla…. .

Tapi……
Maaf……

Itu semua ternyata TIDAK CUKUP Bapak & Ibu…..

Tanggung jawab kita sebagai Parent lebih dari itu…

Allah ta’ala titipkan anak-anak kita bukan hanya membesarkan, menyekolahkan, membiayai, menemani dll….

Tapi… Menjadikan anak anak kita u/ tunduk patuh taat beribadah ma Allah ta’ala atas kesadaran diri.

Plz chek !!!

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”[QS. Adz Dzariyat: 56]

Gak gampang….Bapak Ibu!!!

Butuh input terbaik….proses yang benar….output on the track sesuai manual book manusia yaitu Al Qur’an.

Contoh sederhana, ketika anak laki-laki kita sholat secara mandiri harus berjamaah di masjid. Sudahkan Bapaknya memberi contoh sholat di masjid ?

Belom lagi contoh konkret real yang lebih kompleks terkait anak.

Gak cukup hanya perintah Sob!!! Gak cukup contoh juga….Masih banyak tugas parent yang mesti dipelajari & diamalkan.

Karena anak kita bukan tanggung jawab guru sekolah atau guru private…

Ayok buka manual book anda di rumah, plz chek ayat berikut !!!

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” [QS: At-Tahrîm/66:6]

Berat Bapak Ibu….

Meski uang kita segunung….meski rumah mewah kita berjajar…etc tak akan cukup menjadikan kita sebagai parent yang BERTANGGUNG JAWAB.

So….Ayok belajar, berbenah, beraksi bersama-sama.

Hanya do’a terbaik yang bisa kita panjatkan ke Ilahi Robbi….Semoga Anda & Saya, kita semua dimampukan menjadi parent yang bertanggung jawab terhadap keluarga kita sesuai ketentuan Allah ta’la. Aamiin yaa rabb

#SpiEffect
#SmartParentInstitute

Surat dari Daris…..

0

By. Gadinia Bunga Vita
KSW #02 #11 MTR #01

Di Hari senin yang dingin karena hujan……
Abi Ari Rahman bertanya pada Daris katanya hari ini bikin surat untuk Umi dan Abi?
Mas Daris balik bertanya……kok abi tau? Siapa yg bilang?
Ada deh…….coba abi mau baca……

Setelah membaca surat dr Mas Daris kemudian Abi memeluknya……
Trus Abi kasih surat Daris ke Ummi…..
Blm juga baca isinya masih melihat gambar dan tulisan besar “AKU SAYANG UMI dan ABI”, ummi dah berkaca2……

Membaca tulisan mas Ahmad Daris Habiburrahman dengan berurai air mata ternyata menarik Perhatian Mas Azzam dan dek Fatih……yg kemudian melihat Ummi dg wajah penasaran…..

Selesai membaca surat ummi pandangi Mas Daris ternyata dia memperhatikan Ummi sambil menangis…..
Ummi panggil dan Ummi peluk sambil Ummi ucapkan terimakasih, dan Ummi mohon maaf klo selama ini dalam mendidik Mas Daris masih sering menggunakan kata2 yg keras, kadang juga sambil marah. Ummi minta sama Mas Daris, untuk mengingatkan Ummi klo ummi mengingatkan masih dg marah2……karena kita semua (Abi, Umi, Mas Daris, Mas Azzam, Dek Fatih) belajar utk berbicara dan mengingatkan tdk dengan nada marah, dan keras ttp dengan bahasa yg ahsan.

Ummi dan Mas Daris berpelukan sambil berurai air mata….tiba2 Mas Azzam dan Dek Fatih datang juga Memeluk Ummi sambil Bilang Aku Sayang Ummi……
Dan melihat Ummi dan Mas Daris masih berurai air mata tiba2 Mas Azzam berlari mengambil tissue, dan dengan sukarela mengelap air mata Ummi……kemudian lari lagi mengambil tissue utk mengelap air mata Mas Daris……

MaasyaAllah….ternyata cara kita mendidik anak2 kita sangat berpengaruh terhadap perilaku mereka……
Jika kita mendidik dengan keras mereka juga akan keras, namun jika kita mendidik dg kasih sayang mereka bs merasakannya, bahkan ketika kita marah mereka sadar bahwa itu bentuk sayang orang tua kepada anaknya agar menjadi anak yg sholih, yg tdk melakukan kemaksiatan…….

Ummi Sayang kalian semua anak2 sholih……..
Maafkan ummi jika selama ini masih banyak kesalahan dalam mendidik kalian, karena kurangnya ilmu ummi……tapi Abi dan Ummi berjanji akan selalu belajar utk menjadi orang tua yang baik yg vs mendidik kalian menjadi Hamba Allah yg taat/tunduk/patuh pada Allah, dan Menjadi Pemimpin kaliber dunia……

 

WhatsApp Image 2017-11-30 at 12.44.22

WhatsApp Image 2017-11-30 at 12.43.57

WhatsApp Image 2017-11-30 at 12.44.15

Anak adalah amanah yg Allah titipkan kepada kita sebagai orang tuanya.

0

Anak adalah amanah yg Allah titipkan kepada kita sebagai orang tuanya.

By Gadinia Bunga Vita, KSW #14 SPI
WA KSW 0811-113-139

Jika kita menyadari bahwa anak adalah Titipan Allah, maka anak harus di proses sesuai dengan perintah Dan aturan dr Allah. Sehingga menjadi anak yg sesuai dg keinginan Allah.

Merenungi QS. Ada Dzariat : 56 “Dan tidak aku ciptakan Jin dan Manusia melainkan Supaya Mereka menyembahKu.”

Maka yg harus kita sadari bahwa ketika anak dititipkan Allah kepada kita, tidak lain agar ketika Mereka sdh Balligh menjadi anak yg TUNDUK, PATUH, TAAT pada Allah SWT.

Sehingga ketika anak kita didik di Rumah, di titipkan ke Sekolah bukan dalam rangka untuk mendapat nilai terbaik, bukan untuk menjadi Juara kelas, bukan untuk menjadi Juara olimpiade, bukan untuk Lulus UN dg Nilai memuaskan, bukan untuk masuk Perhatian Tinggi ternama, dan bukan pula untuk bs menjadi orang yang mempunyai gaji yg besar.
BUKAN!!! BUKAN UNTUK ITU ALLAH MENCIPTAKAN, tetapi Tujuannya agar Mereka menjadi Manusia yg TUNDUK, PATUH, TAAT pada Allah.

Karena itu luruskan Niat kita, untuk apa menyekolahkan mereka.

Apalagi Jika kita menyadari bahwa Manusia adalah makhluk terbaik yg Allah ciptakan, seperti Firman Allah dalam QS. At Tiin : 4
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik2 nya”

Anak kita adalah makhluk terbaik yg Allah ciptakan Dan titipkan pada kita.

Bagaimana Jika kita dititipi barang berharga yg tdk ada di pasaran? Maka kita akan berupaya Menjaga barang Titipan yg berharga itu, karena tdk ada di pasaran, bahkan tdk bs digantikan dg apapun Jika barang itu hilang.

Maka Jagalah, rawatlah anak kita sebagaimana kita Menjaga dan merawat barang berharga yg dititipkan pada kita. Bayangkan Jika Allah mengambil Titipan nya, Bisakah kita mencarinya di pasar, atau di seluruh penjuru dunia??? Tdk akan Pernah kita bs mendapatkan penggantinya,

Serasa Kena Tampar Langsung Oleh ALLAAH

0

Silahkan saksikan dan bagikan video di bawah ini:

Serasa Kena Tampar Langsung Oleh ALLAAH
Maya Ghaisan, KSW #11 SPI

Ketika ditanya bagaimana SPI kemaren?
Rasanya akan panjaaang sekali ulasannya heheheee…

Namun yang jelas, saya serasa kena tampar langsung oleh Allah dengan kasih sayang-Nya melalui acara SPI kemarin. Nggak kebayang klo saya nggak kena tampar, mungkin akan lebih tersesat. Air mata keluar tanpa permisi, seakan mengungkapkan penyesalan, mewakili rasa berdosa, saya salah selama ini. Al-Qur’an benar-benar belum seperti mukjizat termukjizat di mata dan hati saya.

Belum lagi cara penyampaian Bu Dui yang mampu mendongkrak pola berfikir saya, tanpa doktrin, dll. Benar-benar beda dengan ilmu parenting yang pernah saya temui.
Dangkaaal sekali memang cara berfikir saya, maluuu sekali, merasa benar-benar belum memantaskan diri untuk menerima anugrah Allah, makhluk istimewa nan mulia yaitu anak, apalagi pertanggungjawaban saya nanti di akhirat.

Seandainya sebagian besar orang tua dan lembaga pendidikan kita ikut mendasarkan pendidikan dg Al-Qur’an dan Sunnah secara nyata di lapangan……
Sata salah satu orang tua yang kesulitan sekali mencari sekolah mana yg “bagus” untuk anak.

Harapan saya, semoga segera ada perubahan yang sangat berarti di keluarga kita setelah acara ini. Saya merasa kurang, karena suami belum bisa turut serta kemarin.

====================================

Penasaran kan?

Bagaimana Qur’an membahas tuntas tentang pendidikan anak?

Temukan penjelasannya yang AMAZING dalam AL-QUR’AN terkait Pendidikan Anak di event SmartParent Institute:

“Menghantarkan ‘TITIPAN ALLAH’ Menuju Sukses Dunia Akhirat” bersama Dui Nasheer (Founder SmartParent Institute)

Sabtu, 13 Januari 2018
Waktu : 08.00-18.00 WIB
Hotel Jambu Luwuk Malioboro
Jalan Gajahmada No.67,
Yogyakarta

SILAKAN LANGSUNG DAFTARKAN DIRI, KELUARGA DAN SAHABAT-SAHABAT ANDA SEMUA KE
O8112651190 (Difa)
0811293099 (Syifa)
081578601030 (Budi)
08112649190 (Tomy)

Kegiatan-kegiatan The Smart Parents Institute Didukung oleh:
SyaREA World dan #MasyarakatTanpaRiba
Muda Hijrah

PROYEK BESAR YANG TAK BOLEH GAGAL

0

PROYEK BESAR YANG TAK BOLEH GAGAL
Yuli Sido Mampir, KSW #34 Akhwat
WA KSW 0811113139

Saya sudah mengikuti SPI sebanyak dua kali. Pertama kali SPI yang setengah hari di fave hotel. Dan itu kali pertama saya bertemu lagi dengan Bu Dui setelah sekian puluh tahun tak bertemu. Beliau adalah kakak kelas saya di SMAKBO sekaligus kawan kakak saya.

Ada hal yang membuat saya selalu ingat dengan pertemuan itu. Seperti biasa pertanyaan Bu Dui ketika bertemu saya sama dengan kebanyakan orang yang sudah lama tak bersua “anaknya sudah berapa?”. Pertanyaan yang kadang bikin saya ngeri ngeri sedap. Karna biasanya pertanyaan itu berbuntut pertanyaan baru karna anak saya baru satu dan bisa jadi hanya satu. “Kok ga punya anak lagi?” “Emang aisha ga pengen adik?” Dan pertanyaan lain yang kadang saya jawab dengan nyengir kuda (btw emang kuda bisa nyengir ya

KURASAKAN DEGUB JANTUNGNYA

0

KURASAKAN DEGUB JANTUNGNYA
By Neny, KSW #06 Culinary
WA KSW 0811-113-139



Bismillaah

Saya sudah lama sekali ingin ikut SPI, tapi saya yakin kalau hanya saya yang ikut akan prcuma…perubahan yang saya harapkan psti jauh dr cita-cita. Sambil terus berdo’a dan berbicara pelan-pelan pada suami, akhirnya beliau setuju ikut SPI. Duuuh senangnyaaa hati ini.

Baru masuk ruangan seminar saja suasananya sudah jauuh berbeda dari suasana seminar-seminar lain yg pernah saya ikuti. Saat seminar diawali dengan do’a saya sudah tidak bisa menahan air mata.

Ah, jauh dari yang saya bayangkan…. Ada sesi kami diijinkan menghampiri pasangan masing-masing untuk meluapkan isi hati kami. Baru kali itu saya berpelukan dengan suami sambil menangis bersama… saya rasakan degub jantungnya, saya dengar isak tangisnya. Saya yakin, kami berdua menangis karena menyesali semua kesalahan yang sudah kami perbuat pada semua buah hati kami.

Saya tidak bisa menggambarkan suasana hati saya setiap kali mendengarkan kata2 yang keluar dari mulut bu Dui……. “Anak2 kita adalah mahluk yang lebih mulia dari malaikat. Maka mereka hanya dan hanya layak mendapatkan perlakuan yang mulia dari kedua orang tuanya”
:sob::sob::sob: Itu hanya beberapa kalimat yang dikatakan bu Dui, yang membuat hati saya teriris-iris menyadarinya.

Ya Alloh, entah sudah sejauh apa kesalahan yang kami lakukan dalam mendidik putra-putri kami. Dengan sisa umur dan sisa waktu kebersamaan dengan anak-anak, semoga kami masih bisa memperbaiki semuanya. Cara kami berkomunikasi, cara kami menghargai anak-anak seutuhnya-karena Alloh telah menciptakan mereka dalam bentuk yang paling sempurna. Itupun yang bu Dui ingatkan pada saya.

Subuh pertama stelah kami mengikuti SPI….. Suami sudah langsung berubah sikapnya dan tutur katanya saat membangunkan anak-anak. Begitupun dengan saya, kata-kata bu Dui selalu jadi rem yang paling pakem jika saya merasa kesal dan hendak mengomel pada anak-anak, nikmatnya….

Adik ke-3, saat ini sudah terlanjur mengikuti ekskul sains, tiba-tiba berujar… bunda, semester dua ade ekskulnya mau ganti jadi tahfiz Qur’an aja……….:cry:
Adapun Adik ke-2, jadi jarang marah-marah lagi, dan mau lebih lama waktu mengajinya plus saya tambahkan membaca arti dari ayat-ayat yang dibaca. Ini dalam rangka meng-Qur’ankan bahasa kita semua, karena menurut bu Dui jika kita terbiasa dengan bahasa Qur’an tidak mungkin cara berbicara kita kasar dan menyakiti orang lain-Ilmu mahal lain lagi yang saya peroleh dari SPI.

Alhamdulillaah ….saya sangat bersyukuuur sekali, ilmu yang baru sedikit ini sudah membawa banyak perubahan dalam keluarga kami.

Jazakillah bu Dui atas ilmu yang dibagikan ini. Walaupun masih banyaaaak sekali yang ingin saya pelajari dari bu Dui, tapi bermodal ilmu SPI kami akan selalu berusaha untuk memperbaiki diri setiap hari dan setiap moment kebersamaan dengan anak-anak.

Berada di tengah-tengah keluarga KSW menumbuhkan rasa optimis tersendiri, bahwa kami berada di tengah-tengah orang-orang yang akan selalu saling mengingatkan untuk menjadi manusia yang lebih baik dan lebih baik lagi setiap harinya. Semangat hijrah :muscle:

MESRA YANG MEMBAWA SENGSARA

0

MESRA YANG MEMBAWA SENGSARA
By Yuli Sidomampir, KSW #06 Culinary
*WA KSW 0811-113-139

*

Sore itu di sebuah rumah makan dibogor selepas menjemput aisha dari sekolah, bersama adik sepupunya aisha bermain di playground sambil menunggu saya selesai sholat ashar di mushola. Aisha sudah sholat ashar di sekolah jadinya bisa puas main selama saya tinggal sholat. Ketika menjemput aisha dan adik sepupunya, di ruang playground yang juga disediakan meja meja untuk makan itu ada sepasang muda mudi. Mereka duduk di pojok ruangan. Dengan laptop didepan mereka, mereka duduk sangat dekat. Sepertinya tangan si pria merangkul punya si wanita. Mereka bercanda dan tetawa dengan senangnya. Eh..bukan senang tapi tepatnya mesra.

Diruangan yang tidak terlalu luas dan hanya ada dua makhluk itu yang duduk diantara meja meja lain yang kosong tentu saja jelas terlihat oleh saya. La wong pas buka pintu pemandangannya langsung itu. Mereka masih terlalu muda untuk jadi suami istri. Apalagi dengan baju pramuka ala anak sma kayanya ga mungkin halal hubungan itu. Ga lama kemudian mereka berdiri dan membawa tas gendongnya lalu keluar sambil bergandengan tangan. Aih…jelas mereka masih SMA. Seketika saya terserang penyakit was was.

Sambil mengajak aisha dan adik sepupunya pergi dari ruangan playground, fikiran saya melayang kemana mana. “Yang tadi itu apa orangtuanya tau ya?” ” apa gadis berkerudung itu ga tau kalo dia ga boleh dipegang pegang sama yg bukan mahrom?” “Gimana kalo orangtuanya tau ternyata anaknya pulang sekolah malah mojok disini ngabisin uang sambil cekikikan sama pacarnya?” ” apa jangan jangan orangtuanya merasa damai damai saja?” ” gimana kalo gadis itu aisha?”..ihh, na’udzubillah

HATIKU BERGETAR KARENA CINTA

0

HATIKU BERGETAR KARENA CINTA
By Eva, KSW #11 The Smart Parents
WA KSW 0811-113-139

Ini percakapan aq sm anakku habis ikut SPI Fundamental Class:

Bunda:
Abang sm kakak apa yg kalian dpt hari ini?

Abang:
Abang dpt ilmu baru di SPI ndah, abang semakin tau kl alquran adalah sebagai pedoman hidup kita, dan abang jg tau apa tujuan abang sekolah… bukan utk olimpiade tapi patuh dan taat pada perintah Allah. Jadi nanti pulang ke asrama abang tambahin lagi hapalannya biar abang tambah konsentrasi jg.

Kakak:
Kl kk kan sdh bbrp kali nonton filmnya ndah. Kk jadi tau alasannya kenapa kk harus belajar bahasa arab. Biar kk bisa memahami alquran. Dan kk tau tujuan kk sekolah.

Bunda:
menurut kalian berguna ga acara kita SPI hari ini?

Abang:
SPI berguna ndah…

Kk :
berguna ndah, kk jadi tau kenapa kami disuruh pulang krn acara SPI ini penting dan bagus

Bunda:
mnrt kalian bunda sdh baikah?

Abang dan kk : sudah bunda…love you….

Aahhhh….semakin bergetar hati dan semangat jiwa utk lebih dalam mempelajari Alquran.
Besoknya mengantar anak2 ke bandara…mrk kembali ke asrama lebih bahagia dan ceria dr biasanya. Karena mereka meyakini ayah bundanya sangat menyayanginya

MENYELESAIKAN UTANG DENGAN TERSENYUM

0

MENYELESAIKAN UTANG DENGAN TERSENYUM
BY Kris Diantoro, KSW #01 Leaders
WA KSW 0811-113-139

Senyum Sumringah Kepala BS dan Koperasi
Im Businessman, ini yang saya sadari ketika melakukan hubungan komunikasi dengan semua partner bisnis.

Tulisan Pak Samsul kemarin malam tentang KILLING CHARACTER, setelah kemarin pagi dan sore kami berjumpa di rumah dan kantor Beliau mengingatkan kepada saya ketika 3 tahun lalu dalam proses penyelesaian utang-utang. 

Saya jadi menyadari bahwa Killing Character adalah karakter yang wajib dibuang jauh-jauh oleh seorang pengusaha ketika menyelesaikan persoalan apapun dengan mitra-mitra bisnisnya.  Termasuk dengan pihak bank, koperasi atau leasing dan bahkan rentenir tak rasmi sekalipun.

Ketika saya menyelesaikan utang-utang saya, selain saya berbekal ilmu RBU, yang ini telah diupdate menjadi PLATFORM BISNIS TANPA RIBA atau PBTR.  Saya mengikuti Private Coaching bersama SyaREA World.  Pelajaran-pelajaran saat itu mengajarkan saya bagaimana bisa mengalahkan telak musuh tapi musuh masih tetap tersenyum dan rindu dengan kehadiran kita.

Ketika saya melakukan proses nego utang milyaran dengan koperasi pegawai saat itu, sejak  dari menunda pembayaran, hingga proses negosiasi pembayaran dengan tukar guling aset, pada setiap rapat-rapat pengurus dengan saya membahas utang macet tidak pernah mendengar mereka marah atau berkata kasar kepada saya.

Selalu saja mereka tersenyum dan kami saling bercanda yang ada di rapat. 

Sampai proses pelunasan di depan Notaris pun demikian. Bahkan sampai sekarang jika saya datang ke singkawang kami bisa ngopi-ngopi bareng.  Kami senang, mereka nyaman.

Gak perlu kiranya kita ngotot dengan proses nego yang sampai berlarut larut bahkan tahunan, yang akan membuat fokus kita mengelola bisnis menjadi terganggu. Apalagi sampai tuntut menuntut dan ancam-mengancam segala.

Ingat materi ketika kita menggenggam kuat pena di SMHTR kan? Maka Anda tidak akan pernah mendapat ganti pena baru lainnya, ketika Anda masih menggenggamnya erat-erat. Killing Character adalah bagian dari menggenggam erat pada permainan itu.

Sudahlah.. Tujuan kita cuma menyelesaikan utang dengan membayar pokok, tanpa ada tambahan riba koq.  Tidak perlulah merembet ke yang lain-lain.  Yang penting kita sudah maksimal IKHTIAR untuk tidak mau membayar bunga dan denda.

PR terbesar kita setelah hijrah adalah memasuki atmosfer baru yaitu Memulai bisnis dan terus menjalaninya tanpa bantuan UTANG dari pihak manapun!  Tugas pengusaha adalah fokus mendatangkan laba dari bisnisnya.  Bukan mendatangkan uang dari kemenangan tuntutan perkara utang-piutang.  Kalaupun Anda menang, persahabatan Anda akan menjadi taruhannya.

Hal yang utama bagi saya ketika itu selain melunasi utang SEGERA adalah memikirkan juga kelanjutan bisnis saya, mereka yang mengenal saya sejak awal baik nantinya tetap saya perlukan yang tidak tahu kapan waktunya.  Menjaga persahabatan, kendati mereka masih bergelimang riba.

Jadilah pemenang yang membuat musuh kita tersenyum.  Kita senang, mereka nyaman..

((((( DARI ADMIN )))))

Untuk anda yang masih berkecamuk dengan utang dan berkeinginan kuat untuk mengetahui cara penyelesaian utang terbaik:

1. Menyelesaikan utang Abank dengan damai dan tanpa kehilangan aset
2. Menyelesaikan utang Pak- Leasing dengan tenang dan aman
3. Menghadapi debt collectors dengan cool, calm dan santai

Untuk kehidupan yang lebih damai dan penuh keberkahan, keberlimpahan… Segera ikuti Program dari SyaREA World  terdekat, yaitu Workshop  PLATFORM BISNIS TANPA RIBA (PBTR) yang Insya Alloh akan dilaksanakan kembali pada:

Hari: Kamis – Sabtu. Tiga hari
Tanggal: 23 – 25 November 2017
Waktu: 08.00 – 21.30. Tidak menginap
Tempat: GDW Ballroom, The Darmawan Park, Sentul City Bogor.

SILAKAN DAFTARKAN DIRI, KELUARGA, TEAM DAN MITRA BISNIS ANDA KE 0812-8831-8989 SEKARANG JUGA YA



Silakan saksikan dan bagikan video inspiratif terlampir ya..

MASA DEPAN SIAPA YANG ANDA DAHULUKAN?

0

MASA DEPAN SIAPA YANG ANDA DAHULUKAN?
By Amir M, KSW #27 DR
WA KSW 0811-113-139

Hari ini kami wali murid diundang pihak sekolah untuk program overseas. Pembahasan mulai hangat saat discus biaya overseas karena rencana program dimajukan.

Hampir 90 % wali murid mengeluh dan menyatakan protes dengan perubahan rencana dengan alasan biaya. Terungkap dari kasak-kusuk mereka,  karena wali murid mempunyai CICILAN ABANK.
Hemmmmm… Perihatin bener ya..

Alhamdulillah… 
Kami menemukan sesuatu yang berbeda… Rupanya ini nikmatnya tidak punya CICILAN UTANG. Yaitu, ketika yang lain mengeluhkan biaya berjihad Tolabul Ilmi untuk putra-putrinya terkendala oleh biaya… Alhamdulillah kami sudah beda… Kami senantiasa tenang dan tersenyum….

Insyaa ALLAAH kami siap sedia dengan biaya anak kami mengikuti program pendidikan ke luar negeri.  semuanya karena kami sudah tidak punya CICILAN… Sehingga kami bisa fokus untuk persiapan biaya overseas putri kami.  Sedangkan bagi wali Siska yang masih punya cicilan, rupanya mereka masih mendahulkan kepentingan si abank, pakLe dan engKo dari pada pendidikan untuk masa depan sutra-putrinya. Hiks.. hikss.. hiksss…

Alhamdulillah.
Syukron untuk SAHABAT-sahabat Warga KSW dan Warga #MasyarakatTanpaRiba yang telah membimbing kami untuk senantiasa Istiqomah disertai doa-doa terbaik untuk kami. Sungguh menyesal seandainya waktu itu aku tidak mengikuti program-program dari SyaREA World : SMHTR, Be-MiMS, DR, SPI dan Workshop PLATFORM BISNIS TANPA RIBA (PBTR).  Insya Alloh program-program berikutnya siap kami ikuti.

Apakah anda menginginkan hal tersebut terjadi juga di keseharian kehidupan anda..? 
Merasakan bagaimana damainya tidak punya hutang, saya bantu anda temukan solusi yang sudah kami buktikan sendiri.

Untuk anda yang masih berkecamuk dengan hutang dan berkeinginan kuat untuk mengetahui cara penyelesaian hutang terbaik :

1. Menyelesaikan hutang Abank dengan damai dan tanpa kehilangan aset
2. Menyelesaikan hutang Pak- Leasing dengan tenang dan aman
3. Menghadapi MR. DC dengan cool dan santai

Untuk kehidupan yang lebih damai dan penuh keberkahan, keberlimpahan…Segera ikuti program Masyarakat Tanpa Riba  terdekat  “PLATFORM BISNIS TANPA RIBA (PBTR)” yang Insya Alloh akan dilaksanakan kembali pada:

Hari: Kamis – Sabtu. Tiga hari
Tanggal: 23 – 25 November 2017
Waktu: 08.00 – 21.30. Tidak menginap
Tempat: GDW Ballroom, The Darmawan Park, Sentul City Bogor.

SILAKAN DAFTARKAN DIRI, KELUARGA, TEAM DAN MITRA BISNIS ANDA KE 0812-8831-8989 SEKARANG JUGA YA

Silakan saksikan dan bagikan video inspiratif terlampir ya..