Monday, January 26, 2026
Home Blog Page 56

SUKSES MENGEMBANGKAN HARTA TANPA RIBA

0

“Seseorang Yang di Pikirannya Hanya Utang Untuk Mengembangkan Bisnisnya, Maka Persoalan Apapun Akan Diselesesaikan Dengan Utang”
– Ust. Samsul Arifin SBC

Sebelum Melanjutkan, Coba Jawab Pertanyaan ini..

Apakah usaha Anda selalu kekurangan arus kas?
Apakah bisnis Anda selalu bermasalah?
Apakah rumah tangga Anda tidak harmonis?
Apakah anak-anak Anda semakin tidak taat?
Apakah jiwa selalu tertekan?

Silakan telusuri MENGAPA hal yang tidak Anda inginkan itu terjadi?

MENGAPA?

Anda tidak akan bisa beranjak ke situasi yang lebih baik atau Anda tidak akan pernah bisa memperbaiki keadaan ketika Anda belum tahu MENGAPA yang tidak Anda harapkan itu terjadi.

Pernahkah Anda berfikir bahwa kejadian yang tidak Anda inginkan itu karena RIBA?

Bagaimana Utang Riba bisa membuat gelisah, resah, bingung dan hampir putus asa..

Dulu dengan penuh keyakinan pinjam utang dengan bunga, Bunga berbunga, Semakin lama semakin besar dan Menjadi SANGAT Besar

Seperti tiada mungkin lagi bisa dihentikan..
Ada yg bilang tak tau kalau itu RIBA
Ada yg bilang kepepet Kalau tidak berutang maka tidak bisa apa-apa
Ada pula yg menyalahkan sistem dan pemerintah

Menyalahkan sistem, pemerintah? Mungkin memang salah…Tetapi Jika kita tidak mungkin bisa memperbaiki sistem yang ada, paling tidak perbaiki diri Kita sendiri dengan meninggalkan RIBA

Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 278)

“Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertobat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan).”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 279)

Dashyatnya dosa riba
Dari Abdullah bin Masud RA dari Nabi SAW bersabda:

“Riba itu terdiri dari 73 pintu. Pintu yang paling ringan seperti seorang laki-laki menikahi (berzina) dengan ibu kandungnya sendiri”
​(HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Image

Karena memang saat kita meninggal , Ruh kita akan Gentayangan karena utang – utang yang Belum Lunas..

“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan utangnya hingga dia melunasinya.”
(HR. Tirmidzi no. 1078 dan Ibnu Majah no. 2413)

 Pada nyatanya juga kita TIDAK PERNAH TAHU mana yang lebih dulu datang..Jadwal KEMATIAN atau Jadwal Membayar Utang.

Betapa pentingnya Urusan UTANG ini dengan akhirat, Rasulullah SAW bersabda, “Jika engkau terbunuh di jalan ALLAH dalam kondisi bersabar mengharap ridha ALLAH dan maju tak gentar tidak mundur, maka ALLAH akan menebus kesalahan-kesalahanmu KECUALI UTANG. Begitulah yang dikatakan Jibril kepadaku.”
[HR Abu Dawud].

STOP UTANG RIBA LAGI karena belum tentu & dapat dipastikan anak – anak, Istri / Suami kita MAU atau BISA membayar Utang – Utang Kita Di Dunia..

Apakah Anda ingin terbebas dari belenggu utang dan riba?

 Mari ikuti seminar Selama 2 (dua) hari full

 SUKSES MENGEMBANGKAN HARTA TANPA RIBA (SMHTR)

Image

 

Waktu dan Tempat : 17-18 Januari 2018
di Grand Dafam Rohan Yogyakarta
Jl. Janti Yogyakarta (Depan Jogja Expo Center)

 

Link Google Maps: https://goo.gl/maps/VWo1J6NX4Vu

TEMPAT SANGAT TERBATAS !

KLIK DISINI UNTUK DAFTAR VIA WHATSAPP

ATAU TELPON/SMS

0853-1054-8705

KITA BERADA DI LEVEL MANA?

0

KITA BERADA DI LEVEL MANA?
Bisa jadi ini adalah Jum’at terakhir untuk kita

Oleh: Yudhi Gunardi – Arsitek, Ahli Masjid
Founder #GerakanPemakmurMasjid (GPM)

Didukung oleh :
#MasyarakatTanpaRiba

Visi hidup kita akan sangat mempengaruhi pemilihan jenis investasi apa yang tepat untuk kita pilih, baik untuk investasi dunia, maupun untuk investasi akhirat.

Sebagian orang sangat menghawatirkan rizkinya di masa depan, sehingga menginvestasikan seluruh jiwa dan raganya untuk memenuhi hasratnya mengumpulkan ahrta-benda didunia yang fana ini.

Kenapa harus khawatir dengan sesuatu yang telah dijamin oleh sang maha pemberi rezki (Ar Razzaaq). Allah berfirman :

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
“Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Adz Dzariyat: 58).

Mengenai sifat Allah memberi rezeki disebutkan dalam ayat lain,

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (QS. Huud: 6)

Mengenai nama Allah Ar Razzaaq disebutkan dalam hadits Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ الْقَابِضُ الْبَاسِطُ الرَّازِقُ وَإِنِّى لأَرْجُو أَنْ أَلْقَى اللَّهَ وَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْكُمْ يُطَالِبُنِى بِمَظْلَمَةٍ فِى دَمٍ وَلاَ مَالٍ
“Sesungguhnya Allah yang pantas menaikkan dan menurunkan harga, Dialah yang menahan dan melapangkan rezeki. Aku harap dapat berjumpa dengan Allah dan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku karena kezaliman pada darah dan harta.” (HR. Abu Daud no. 3451, Tirmidzi no. 1314, Ibnu Majah no. 2200. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Sebagi seorang Muslim sudah sepatutnyalah, kita tidak menghawatirkan sesuatu yang sudah dijamin oleh Allah SWT, apalagi sampai lupa bahwa hakikat Allah menciptakan manusia adalah semata-mata hanya untuk beribadah kepadaNya. Cukuplah kita menyempurnakan ikhtiar dan melayakan diri.

Bila kita gagal fokus, maka seluruh sumberdaya yang Allah berikan kepada kita, malah digunakan untuk memenuhi hawa nafsu saja.

Ketika berkumandang adzan, tidak sedikit dari kita yang malah sibuk bekerja atau masih disibukan dengan berbagai transaksi bisnis, sehingga lalai dalam beribadah, shalat selalu terlambat atau bahkan terlupakan, naudzybillah. Allah berfirman :

وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْوًا انْفَضُّوا إِلَيْهَا وَتَرَكُوكَ قَائِمًا قُلْ مَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ مِنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِ وَاللَّهُ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah: “Apa yang di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezki.” (QS. Al Jumu’ah: 11).

Relakah Jum’at ini kita hanya mendapatkan LEVEL PAHALA TERENDAH? karena bisa jadi Jum’at minggu ini adalah JUM’AT TERAKHIR untuk diri kita bukan? (saya tunggu jawaban anda di kolom komentar ya…)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ
“Barangsiapa mandi pada hari jumat sebagaimana mandi janabah, lalu berangkat menuju masjid, maka dia seolah berkurban dengan seekor unta.

Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) kedua maka dia seolah berkurban dengan seekor sapi.

Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) ketiga maka dia seolah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk.

Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) keempat maka dia seolah berkurban dengan seekor ayam.

Dan barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) kelima maka dia seolah berkurban dengan sebutir telur.

Dan apabila imam sudah keluar (untuk memberi khuthbah), maka para malaikat hadir mendengarkan dzikir (khuthbah tersebut).” (HR. Bukhari no. 881 dan Muslim no. 850).

APAKAH ANDA TAHU KENAPA?

0

By Samsul Arifin, KSW #05 Fashion
WA KSW 0811-113-139

Di sela-sela SMHTR Palembang, Hari Rabu, 3 Januari 2018 dua hari yang lalu, saya dan Coach MM sempat bercerita perkembangan usaha kita masing-masing. Saya menceritakan perkembangan SyaREA World dan Coach MM menceritakan perkembangan Proyek MATONhouse ke-7 seluas kurang lebih 50 HA.

“Kami baru seeding-seeding saja Pak, belum berjualan” Ungkap Coach MM memulai WIFLEnya.

Seeding adalah istilah internal kami di SyaREA World ketika kami melakukan perkenalan sesuatu, namun belum bermaksud menjualnya. Hanya untuk membangun awareness sejak dini saja.

“Kapan rencana mau berjualan secara resmi Pak?” Saya menelisik..

“Ini kami sedang bereskan status 5.000 meter persegi lahan yang ada pengakuan dari pihak lain selain yang sudah memegang surat-surat Pak” Coach MM menjelaskan kepada saya.

Saya bisa memahami, gegara 5.000 M2 dari 500.000 M2, atau 1% dari luas lahan proyek yang dipersiapkan, Coach MM menahan diri untuk memulai berjualan.

Anda tahu kenapa Coach MM menahan diri untuk berjualan?
Help me please…

Saya jadi ingat ketika kami mempersiapkan proyek ke-6 MATONhouse yang kini bernama STADhause di Jl. Harapan Raya Pekanbaru. Kami perlu sekitar satu tahun untuk mempersiapkannya. Waktu yang membuat sebagian pengusaha property bertanya-tanya.

Bukankah seminggu atau paling lama sebulan bisa selesai persiapan suatu proyek? Untuk apa berlama-lama sampai tahunan begitu?

Keesokan harinya, tepatnya kemarin, Kamis, 4 Januari 2018, saya menerima pesan WA dari Mas Rashda, Owner Bumi Tentrem Properti:

“Bantu saya menjawab permintaan ini Pak” Text Mas Rasdha di layar WA hape saya.

Rupanya beliau menerima pesan ajakan dari semacam asosiasi pengembang untuk memasukkan Ngaliyan Residence, proyek pertama Bumi Tentrem Properti ke dalam portfolio semacam asosiasi pengembang itu. Padahal bisa disebut tidak ada andil apapun dari semacam asosiasi itu akan keberhasilan pengembangan Ngaliyan Residence yang kini menjadi trend setter perumahan di Semarang Barat.

Seperti biasa, karena ini merupakan pembicaraan yang penting, kamipun melanjutkan diskusi via telepon. Karena tidak cukup kata-kata di WA untuk mendiskusikan hal-hal yang bagi kami penting atau sangat penting. Kepada Mas Rasdha saya juga menyampaikan bahwa permintaan yang sama diajukan kepada MATONhouse untuk dimasukkan ke dalam portfolio proyek semacam asosiasi pengembang itu.

Dari pembicaraan telepon itu, akhirnya kami berkesimpulan:
1. Mempersilakan pengurus ataupun anggota semacam asosiasi pengembang property itu untuk jika ingin berkunjung ke Ngaliyan Residence
2. PT Bumi Tentrem Property akan menjadi pengembang yang independen, cukup menjadi bagian dari SyaREA Wold.

Anda tahu kenapa Mas Rasdha tidak menerima permintaan agar Ngaliyan Residence dimasukkan ke dalam bagian proyek semacam asosiasi pengembang itu?
Bantu saya mejelaskannya ya..

Dua diskusi saya dengan Coach MM dan Mas Rasdha mengingatkan saya akan materi TANGGUNG JAWAB SEORANG PENGUSAHA yang disampaikan oleh Kang Ganjar pada Workshop BECOMING MASTER IN MARKETING & SELLING (BeMiMS). Ada yang bisa menyampaikan materi itu di sini?
Share please…

Silakan saksikan dan bagikan video inspiratif ini ya..

Sampai jumpa pada pertemuan tatap muka yang akan datang:

SMHTR di Jogja, 17-18 Januari 2018
PBTR di Bogor, 29-31 Januari 2018

Daftar ke 0811-18-18-39

LEBIH PERCAYA DIRI BEBAS DARI UTANG DAN RIBA

0

By Abdul Kadir, KSW #15 PBTR

1. Riba adalah sistem ekonomi kapitalis yang telah terbangun secara sistematis. Oleh karena itu, kita harus menghadapinya secara sistematis pula agar bisa berlepas diri secara total. Untuk itu, ilmunya ada di Platform Bisnis Tanpa Riba (PBTR).

2. Menghadapi riba tidak cukup dengan cara-cara yang logis dan rasional saja, tetapi butuh pendekatan unlogic dengan cara menghadirkan Allah di setiap langkah yang kita lakukan untuk membebaskan diri kita dari utang dan ribanya. Di PBTR lah kita diajarkan bagaimana mensinergikan cara-cara logic dan unlogic tadi, sehingga menghasilkan kekuatan baru yang insya Allah membuat kita jauh lebih tenang dan optimis. Meskipun kita juga belum tahu darimana hutang (pokok) tersebut bisa kita lunasi, ketika si abang setuju membebaskan seluruh jenis ribanya.

3. Insya Allah kita akan jauh lebih percaya diri (PD) untuk membebaskan diri dari utang dan ribanya, meskipun sudah jelas akan mendapatkan raport merah di BI checking. Kenapa? Karena setelah mengikuti PBTR kita menjadi yakin, bahkan semakin yakin bahwa Allah akan memberikan pengganti yang jauh lebih baik ketika kita telah meninggalkan seluruh jenis riba yang kita lakukan selama ini.

4. Insya Allah kita akan melangkah lebih terarah dalam membangun bisnis tanpa riba, karena di PBTR ini kita diajarkan langkah-langkahnya. Di samping itu, setelah mengikuti PBTR kita juga akan terus bersama dengan saudara-saudara seiman dan punya komitmen yang sama untuk itu.

Keempat poin tersebut alhamdulillah, yang saya rasakan setelah mengikuti PBTR.
Wallaahu a’lam.

((((( DARI ADMIN )))))

Untuk anda yang masih berkecamuk dengan utang dan berkeinginan kuat untuk mengetahui cara penyelesaian utang terbaik:

1. Menyelesaikan utang Abank dengan damai dan tanpa kehilangan aset.

2. Menyelesaikan utang Pak- Leasing dengan tenang dan aman.

3. Menghadapi debt collectors dengan cool, calm dan santai.

Untuk kehidupan yang lebih damai dan penuh keberkahan, keberlimpahan… Segera ikuti Program dari SyaREA World terdekat, yaitu Workshop PLATFORM BISNIS TANPA RIBA (PBTR) yang Insya Alloh akan dilaksanakan kembali pada:

Hari: Senin – Rabu. Tiga hari
Tanggal: 29-31 Januari 2018
Waktu: 08.00 – 21.30. Tidak menginap
Tempat: The Darmawan Park, Sentul City Bogor.

SILAKAN DAFTARKAN DIRI, KELUARGA, TEAM DAN MITRA BISNIS ANDA KE 0811-18-18-39 SEKARANG JUGA YA

Silakan saksikan dan bagikan video inspiratif terlampir ya..

Serasa Kena Tampar Langsung Oleh Allah

0

Maya Ghaisan, KSW #11 SPI
WA KSW 0811113139

Ketika ditanya bagaimana SPI kemaren?
Rasanya akan panjaaang sekali ulasannya heheheee…

Namun yang jelas, saya serasa kena tampar langsung oleh Allah dengan kasih sayang-Nya melalui acara SPI kemarin. Nggak kebayang klo saya nggak kena tampar, mungkin akan lebih tersesat. Air mata keluar tanpa permisi, seakan mengungkapkan penyesalan, mewakili rasa berdosa, saya salah selama ini. Al-Qur’an benar-benar belum seperti mukjizat termukjizat di mata dan hati saya.

Belum lagi cara penyampaian Bu Dui yang mampu mendongkrak pola berfikir saya, tanpa doktrin, dll. Benar-benar beda dengan ilmu parenting yang pernah saya temui.
Dangkaaal sekali memang cara berfikir saya, maluuu sekali, merasa benar-benar belum memantaskan diri untuk menerima anugrah Allah, makhluk istimewa nan mulia yaitu anak, apalagi pertanggungjawaban saya nanti di akhirat.

Seandainya sebagian besar orang tua dan lembaga pendidikan kita ikut mendasarkan pendidikan dg Al-Qur’an dan Sunnah secara nyata di lapangan……
Sata salah satu orang tua yang kesulitan sekali mencari sekolah mana yg “bagus” untuk anak.

Harapan saya, semoga segera ada perubahan yang sangat berarti di keluarga kita setelah acara ini. Saya merasa kurang, karena suami belum bisa turut serta kemarin.

====================================

Penasaran kan?

Bagaimana Qur’an membahas tuntas tentang pendidikan anak?

Temukan penjelasannya yang AMAZING dalam AL-QUR’AN terkait Pendidikan Anak di event SmartParent Institute:

“One Day Workshop Fundamental Pendidikan Anak Berbasis Aqidah Islam: Membuat Peta Jalan Sukses Dunia Akhirat Bagi Orang Tua dan Anak Berdasarkan Al Qur’an” bersama Dui Nasheer (Founder SmartParent Institute)

====================================

Sabtu, 13 Januari 2018
08.00 – 21.00 WIB
Hotel Pangeran, Pekanbaru

Informasi dan Pendaftaran:
Ummu Habib 0812 6850 7774
Ummu Khansa 0853 5548 8722
Kak Lira 0812 6680 4287
Bang Alfi 0852 7495 0854

====================================

Sabtu, 10 Februari 2018
08.00-21.00 WIB
Hotel Jambuluwuk Malioboro, Jalan Gajahmada 67, Yogyakarta

Informasi dan Pendaftaran:
Difa 08112651190
Syifa 0811293099
Budi 08157861030
Tomy 08112649190

====================================

Kegiatan-kegiatan The Smart Parents Institute Didukung oleh:
SyaREA World dan #MasyarakatTanpaRiba

Tanpa Riba, Harta Berlimpah dan Hidup Berkah, Begini Rahasianya

0

PALEMBANG, AsSAJIDIN.COm — Komunitas masyarakat tanpa riba Sumatera Selatan bekerjasama dengan SyaREA World Bogor mengadakan Seminar Bisnis Islami dengan tema Sukses Mengembangkan Harta Tanpa Riba (SMHTR) di Hotel Excelton Palembang, Rabu (3/01/2018).

Ketua panitia pelaksana Ustadz Bilal mengungkapkan acara ini merupakan kali pertama diadakan di Palembang. “Seminar ini akan dilaksanakan dari tanggal 3-4 Januari 2018. Diikuti 150 peserta dari berbagai kota di Indonesia. Sebelumnya telah dilaksanakan di Bengkulu, dan Solo, berlanjut di Kota Bogor mengikuti Platform Bisnis Tanpa Riba (PBTR).

Untuk Palembang sendiri merupakan kali pertama. Dulu, ketika tahun 2014 juga pernah digelar Pengusaha Tanpa Riba (PTR), namun karena kesibukan dan lain hal sempat vakum. Saya merupakan salah satu alumni dari PTR yang juga mantan pelaku riba, Alhamdulillah sekarang sudah berhijrah dan bebas riba. Karena itu saya merasa terpanggil dan mempunyai kewajiban untuk berdakwah dan mengajak teman dan saudara-saudara yang lain melalui seminar ini untuk hidup tanpa riba,” jelasnya.

“Pada acara seminar ini kita mendatangkan Ustadz Syamsul Arifin dari SyaREA World Bogor, Jula Wijaya, dan Ma’bul dari Pekanbaru sebagai coach atau pemateri,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu coach seminar SMHTR Ustadz Syamsul Arifin mengungkapkan bahwa Keharaman riba sudah disebutkan secara jelas di dalam Al-Qur’an dan hadits.
“Hukum riba itu sudah jelas, haram. Sama seperti halnya babi, dan minuman beralkohol. Namun, sekarang ini istilah riba itu dihilangkan atau diganti dengan istilah-istilah lain. Misalnya: biaya admin, denda, pinalti, dan istilah perbankan lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, Ustadz Syamsul juga memaparkan tujuan dari seminar SMHTR tersebut.
“Seminar ini tidak menawarkan pinjaman uang untuk melunasi utang, juga tidak menganjurkan untuk meminjam uang/berhutang dalam kegiatan usaha. Meminjam uang atau berhutang saja tidak kami anjurkan apalagi utang yang mengandung riba. Melainkan mempunyai tujuan untuk mengubah informasi dan pola pikir masyarakat untuk tidak berhutang dan bebas riba. Kalau selama kita berpikir bahwa untuk memulai suatu usaha, harus dengan berhutang, sehingga kita beranggapan berhutang menjadi hal yang biasa-biasa saja, maka akan menjadikan kita pribadi yang hidup dengan jumlah hutang yang akan terus bertambah, “paparnya.

“Untuk itu agar kita mendapatkan keberkahan dalam hidup, segera bebaskan diri kita dari hutang dan riba,”tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu peserta seminar SMHTR asal Jakarta, Syamsudin berbagi pengalamannya.
“Melalui kegiatan ini, banyak sekali mendapatkan informasi tentang bahaya hutang dan riba. Memang tidak semua hutang itu mengandung riba. Namun, dalam mengembangkan bisnis dan menjalani kehidupan ini, hendaknya kita menghindari hutang dan riba. Karena hidup kita tidak akan pernah merasakan ketenangan dan kedamaian selama kita masih punya hutang, apalagi terjerat riba,” pungkasnya.

MANDIRI TANPA MENGANDALKAN LAWYER

0

By Yudi Mashudi, KSW #15 PBTR

1. Platform Bisnis Tanpa Riba (PBTR) merupakan kegiatan berjenjang yang sangat aplikatif, setelah kita mengetahui secara utuh dan menyeluruh tabiat buruk hutang & hukum terkait RIBA di Sukses Mengembangkan Harta Tanpa Riba (SMHTR), PBTR menyajikan ilmu aplikatif dan ilmu praktis yang menjadikan diri kita lebih mandiri tanpa harus mengandalkan bantuan hukum dari Lawyer karena PBTR membuat kita menjadin Pengacara di setiap Case penyelesain Hutang RIBA kita.
2. PBTR memberikan pencerahan terkait Hak kita sebagai konsumen, membuat kita menjadi mengerti bagaimana cara mempertahankan Hak kita, PBTR menjadikan kita Konsumen yang cerdas.
3. PBTR mengajarkan Kelembutan dan setiap penyelesaian case hutang RIBA kita dengan kita melakukan pendekatan dan menjalin komunikasi dengan baik maka secara tidak langsung kita akan menjadi Magnet kebaikan terhadap setiap pihak yg bersentuhan dengan kita.
4. PBTR membuat kita lebih merasa Percaya Diri, mampu membaca ke arah mana penyelesaian akan berlabuh, PBTR memberikan penawaran penyelesaian dalam ranah Non LITIGASI dengan cara mediasi membangun komunikasi dengan kelembutan dan PBTR juga mempersiapkan kita kalau memang harus menyelasaikan secara LITIGASI, jadikan setiap wujud itikad baik kita di bukukan dan menjadi alat bukti pemenuhan di Persidangan kalau kita bukan debitur cacat (wan prestasi) melainkan kita meminta Hak kita untuk bebas berserikat, berpendapat & menjalakan ajaran agama yang sudah jelas Negera Menjamin dan memberikan kebebasan untuk melalukan itu, sebagaimana di atur dalam UUD 45 terkait kebebasan memeluk agama dan menjankan ajaran agama
5. Kedepankan UNLOGIC, libatkan Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus, PBTR juga mengajarkan kita Total Bergantung kita di minta berjalan terus memperjuangkan apa yg sudah menjadi hak kita, hasil akhir prerogatif Allah, penyelesaian bukan terletak pada berpa besar hutang kita namun siapa yang lebih cepat memantaskan diri maka itulah yang akan mempercepat penyesaian hutang kita, jangan takut menjual aset kita juga, Total Hijrah, siap memuali kembali dari O, menuju hidup yang lebih Berkah & Berlimpah..

((((( DARI ADMIN )))))

Apakah Anda sedang dalam kondisi tertekan karena ancaman pakLe, aBank, engKo ?

Pernahkah Anda mengalami perasaan HIDUP SEGAN MATI TAK MAU atas semua persoalan yang menghimpit dan seolah tiada solusi?

Anda ingin segera Lunas Utang Bebas Riba tapi bingung bagaimana caranya dan mulai darimana??

Sudah mulai lelah dengan semua persoalan yang seolah tiada ujungnya.
Bermacam upaya dilakukan tapi sepertinya hanya “muter – muter” saja ga selesai – selesai…
Hidup semakin lama semakin sulit, persoalan demi persoalan datang tanpa henti…..
Keuangan sudah mulai seret, usaha hampir mampet, keluarga ga ada greget, hidup berasa brebert brebert……

Untuk kehidupan yang lebih damai dan penuh keberkahan, keberlimpahan… Segera ikuti Program dari SyaREA World terdekat, yaitu Workshop PLATFORM BISNIS TANPA RIBA (PBTR) yang Insya Alloh akan dilaksanakan kembali pada:

Hari: Senin – Rabu. Tiga hari
Tanggal: 29 – 31 Januari 2018
Waktu: 08.00 – 21.30. Tidak menginap
Tempat: The Darmawan Park, Sentul City Bogor.

SILAKAN DAFTARKAN DIRI, KELUARGA, TEAM DAN MITRA BISNIS ANDA KE 0811-18-18-39 SEKARANG JUGA YA

Silahkan saksikan dan bagikan video ini:

CONTOH SOLUTION TRAP DARI SI ABANK

0

Beberapa hari yang lalu untuk pertama kalinya saya mendapatkan balasan atas “surat cinta” yang saya kirimkan ke si aBank (padahal itu sudah surat saya yg ke-3

ANTI PLAGIAT

0

By D. Adi P. KSW #13 MTR
WA KSW 0811113139

Budaya Copy Paste dan Plagiarisme.. Plagiarisme berasal dari bahasa latin maknanya “Pencoleng” atau “Maling”..

Plagiarisme dalam dunia akademik merupakan kejahatan/ pelanggaran berat yg sanksinya sangat berat, seorang sarjana bahkan Profesor/guru besar saja bisa dicopot gelarnya jika terbukti sebagai plagiat, kasusnya sudah banyak baik di PTN maupun PTS.

Plagiat terbagi menjadi 2, plagiat kelas “kakap” yg suka “membajak” seluruh karya orang lain dan mengklaim sebagai karya sendiri atau seolah2 karya sendiri.

Ada juga plagiat kelas teri yg suka membajak sebagian karya orang lain tanpa menyebutkan sumbernya. Plagiat kelas teri jika dibiarkan akan menjadi plagiat kelas kakap dikemudian hari..

Salah satu ciri plagiat adalah suka copypaste sana sini dan ujungnya tdk mudeng sendiri..

Budaya plagiat berakibat fatal bagi dunia ilmu, konsep berfikir deduktif-induktif akan “mandeg” dan ilmu pengetahuan akan “mati suri” dan kehilangan manfaat/barokahnya..

Dalam dunia ilmu hadits ada istilah hadits dg “sanad terputus” ini mirip dengan sebuah karya/tulisan/postingan hasil copy paste, yg mana tidak diketahui secara pasti urutan referensinya, karya ilmiah dg referensi yg tidak jelas seringkali berisi informasi2 yg “tidak valid” yg tentu saja tidak dapat dijadikan rujukan sebagaimana halnya dg hadits2 yg “terputus” sanadnya..

Beramal dg ilmu hasil “Plagiarisme” tidak diragukan lagi “bathilnya” dan merupakan ciri buruknya akhlaq pelakunya. (Di sarikan dari kuliah “Plagiat dan Kehancuran Bangsa” bersama Prof.Adang Bachtiar-FKM UI)
Wallohu a’lam.

Semoga seluruh anggota group KSW selamat dr Plagiarisme. Aamiin..

UTANG MEMBUAT TAMBAH SEMANGAT (KATA SIAPA?)

0

By Zulfa JH, MTR #13 Surabaya
WA KSW 0811-113-139



Saksikan juga video inspiratif terlampir:

Ada suatu statement dikalangan pegawai/pekerja bahwa “Hutang (Menyicil Barang) merupakan motivasi kerja”, jika kita punya cicilan maka kita akan semangat untuk terus bekerja….