Azam Baru Warga MTR

Transformasi menuju "the Best Opinion Leader"

0
180

©EditorMTR

Ramadhan yang penuh berkah telah berlalu. Namun semangat untuk berlomba-lomba dalam kebajikan, mestinya tak lekang oleh waktu.

Assalamualaykum warga dunia yang merindukan kemerdekaan dari penjajahan utang dan riba.

Berakhirnya bulan puasa tidak seharusnya menurunkan kualitas dan kuantitas ibadah kita.  Lepas dari “madrasah” Ramadhan yang mulia,  warga Masyarakat Tanpa Riba (MTR) berazam untuk aktif menghidupkan web ini dengan lembaran dan semangat baru.

Sejalan dengan azam untuk meningkatkan intensitas amalan vertikal, kami telah menabalkan janji untuk lebih aktif menulis, mengabarkan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran Islam rahmatan lil alamin. Terutama terkait dengan visi MTR untuk mengajak segenap masyarakat memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan riba dan utang, yang telah merasuk ke seluruh sendi-sendi kehidupan duniawi.

Kami tidak main-main. Lebih dari 100 warga MTR saat ini tengah bertransformasi menjadi “the best opinion leader”.  Mereka siap berperan sebagai the messenger of truth, berdakwah dan berbagi edukasi mengenai bahaya transaksi riba serta muamalah batil lainnya. Kami yakin, kembali kepada aturan  Allah secara total adalah satu-satunya cara agar hidup semakin berkah.

Dimulai dari skala komunitas dan umat, kami percaya, value ini akan memberikan efek bola salju yang pada saatnya bisa menjadi solusi atas berbagai persoalan utang yang mengancam ketahanan Nasional.  

Sudah banyak contoh rusaknya ketahanan suatu negara karena kebijakan utang tidak terkontrol. Santer terdengar beberapa kisah hilangnya kedaulatan karena terjebak utang (debt trap) luar negeri. Haruskah kita ikut terjerumus hangus di dalam lubang yang sama?

Kami,  warga MTR tidak rela bangsa ini tergadai karena tabiat buruk berutang.  Sebagai elemen negeri, kami siap berlepas dari penjajahan utang menuju kemerdekaan financial yang penuh barokah.

Mari  merajut harapan bersama MTR. Membebaskan Indonesia dari riba dan utang, menuju negeri baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here