TELPON BAPA

0
394

Nanti malam saya diminta mengisi materi tentang kepemimpinan di sebuah kajian WA.

Sore ini saya baca kembali buku buku yang menunjang.

Sedang asiknya membaca sebuah telpon masuk.

Suara anak kecil terdengar tak jelas di ujung telp.
Saya matikan teleponnya.

Beberapa saat nomer telepon yang sama menghubungi lagi.

Saya angkat tapi tak saya jawab.

Si anak tadi terdengar berkata…
” Haloooowww…
Angkat atuh bapa…”

“Si goblo* teu ngangkat…angkat atuh bapa…”
Ucap anak itu lagi dengan kasar.

“Salah sambung…ini bukan telepon bapakmu.”jawab saya.

“Bapaaa gancang balik atuh pa…(pak cepet pulang)” teriak anak itu lagi.

Saya jawab saya bukan bapaknya, saya tak tahu siapa bapaknya, dan tak tahu dimana bapaknya.

Saya jelaskan juga dia salah sambung, tapi anak itu terus memanggil dan meminta bapaknya pulang.

Saya tutup telp.

Saya tak bisa membaca buku lagi.

Mungkin di ujung sana ada seorang anak yang kecewa

Kecewa “bapaknya” tak mau jawab teleponnya

Kecewa bapaknya ga ngakuin anaknya

Kecewa bapaknya ga mau pulang.

Hmmmm semoga ibunya bisa jelaskan dan menenangkan anak malang itu.

Anak itu terkadang hanya butuh melihat sosok ayahnya ada.

Anak kadang hanya berharap ayahnya datang mendekap.

Memberikan kasihsayang dan perlindungan

Terkadang anak itu hanya butuh ayahnya agar bisa sama dengan anak yang lain yang bahagia ayahnya ada.

Untuk semua ayah …

cintai anakmu…
lindungi anakmu…
sayangi anakmu…
Bimbing anakmu

Terkadang bukan oleh oleh yang mereka tunggu

Bukan pula kendaraan mewah yang kita bawa

Bukan uang jajan berlimpah untuk bekal sekolah…
Mereka hanya ingin kita ada…

Mencintai
Mengakui
Melindungi
Mengajari

Mereka hanya ingin merasa bahagia…
Itu saja…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here