Pak Maheza, Pemecah Rekor Lunas Utang Miliaran

0
48

Ini rekor lunas utang miliaran tercepat  yang belum terpecahkan di kalangan warga MTR. Hanya 3 hari setelah gabung dengan MTR, utang 2,5M lunas.

Rekor itu dicetak pada tahun 2018. Ceritanya, Pak Maheza yang pengusaha dari Jogjakarta,  punya utang kepada familinya sebesar 2,5M. Juli 2017 ia terima 1,5M, dan 31 Desember jumlah itu sudah menguap.

“Saya dan istri benar-benar menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang 2,5M. Deadline 31 Januari 2018. Subhanallah,” kisahnya di atas stage pada  awal Februari 2018.

31 Januari, Pak Maheza menuruti ajakan istrinya untuk ikut SMHTR di Jogja. ”Istri saya yang hijrah pertama, lalu menarik saya untuk ikut SMHTR. Yang penting ayah ikut dulu, setelah itu terserah ayah mau ngapain, begitu, katanya.”

Dalam kondisi stres memikirkan deadline utang, Pak Maheza  menuruti ajakan istrinya. Ia berusaha sungguh-sungguh menyerap ilmu di SMHTR, dengan mengosongkan pikiran terlebih dahulu. “Ibarat CPU, kepala saya di-reset kembali ke  titik nol,” ujarnya lagi.

Masih di rangkaian acara  SMHTR,  ketika dzikir bakda Subuh sebelum acara berlangsung di hari ketiga, ponsel Pak Maheza berdering. Tercekat memandang nomor yang tartera di layar, ia angkat  panggilan telepon dari famili tempatnya berutang miliaran. Ia sangka  akan ditagih, tapi suara laki-laki di seberang yang ia panggil dengan sebutan  Om itu ternyata tidak menyinggung piutangnya yang sudah jatuh tempo. Si Om justru mengabarkan  berita   bahwa beliau mendapatkan proyek sejumlah utang Pak Maheza, dan langsung berinisiatif menghubunignya.

“Kamu bisa back-up secara hukum?” ujar Pak Maheza menirukan suara Omnya .

Kendati dalam kondisi tersandera moral akibat tanggungan utangnya kepada si Om, Pak Maheza memberanikan diri bertanya,”Kalau tentang kebenaran saya siap, Om. Tapi kalau hal yang batil dan riba saya tidak mau.”

Belum lagi Pak Maheza mengutarakan argumennya, si Om menukas cepat,” Tidak ada! Ini proyek Pemerintah untuk mengembangkan lahan di Jogja.”

Mulut Pak Maheza seperti terkunci atas kejutan itu, Tapi hatinya belum sepenuhnya lega. Masih ada persoalan besar dengan si Om terkait dosa utangnya.

Maka walaupun ia belum memiliki kemampuan untuk membayar utang, ia beranikan diri bertanya,”Lalu utang saya gimana, Om? Ehmmm…”

Belum selesai pengakuan dosa Pak Maheza, si Om menyergah,”Ah, utang kamu lunas hari in!”

Allahuakbar!!

Pak Maheza tersungkur sujud, tak mampu berkata apa pun atas kemahabesaran dan kemahakuasaan Allaah subhanawata’ala.  Sebuah proses lunas utang miliaran yang benar-benar di luar kemampuan akalnya. Unlogic factor of Allaah telah bekerja, menggoncang  singgasana akal sehatnya. Sebuah perjalanan lunas utang yang  tidak pernah ia pikirkan sama sekali.

Bahkan ketika baru ikut event MTR, ia masih berpikir bahwa karena persoalannya adalah problem dunia, maka penyelesaiannya pun mestinya dengan ilmu dunia. Namun kenyataannya,  Allaah telah menunjukkan Ilmu Allaah di atas segala matematika dunia.

Secara khusus Pak Maheza menyampaikan terimakasihnya kepada coach Jula yang selalu membimbing dan meyakinkannya ke arah unlogic factor.  Dan ia  bersyukur, meski awalnya tidak percaya, ia telah mengambil keputusan untuk merelakan dirinya mengalir dalam proses pembelajaran MTR, hingga berhasil menyesap ilmu rahasia yang diajarkan untuk mendapatkan pertolongan Allaah.

“Memantaskan diri di hadapan Allaah, insyaAllah. Itu ilmu yang saya dapatkan selama SMHTR. Dan setelahnya, rasanya semua mengalir begitu saja,” ujarnya terbata-bata di hadapan  puluhan peserta  SMHTR.

Namun ternyata unlogic process yang dialami  Pak Maheza tidak terjadi sekali itu saja. Keputusan Om-nya write off  miliaran utangnya adalah unlogic kedua yang ia alami.  Sesungguhnya, proses bergabungnya Pak Maheza dengan MTR pun sudah diwarnai dengan proses unlogic.

Sebelumnya saat akan ikut dalam event, Pak Maheza  mengaku ia dalam kondisi merasa tanpa daya.  Benar ia memegang uang, namun tidak berani mengambil keputusan untuk ikut karena  merasa semua dana yang ia miliki berasal dari proses riba. Campur baur, baik yang berasal dari utang maupun bunga berbunga.

Maka ketika diminta kepastian kesertaannya oleh panitia, ia hanya mampu menjawab,”InsyaAllaah kalau sudah ada dana halal saya ikut.

Sungguh, lagi-lagi Allaah Maha Mendengar doa hambanya yang ingin hijrah  dari dosa riba.  H-2 dari event MTR, restoran miliknya yang sudah lama tutup, tiba-tiba dibeli seseorang. Selama ini, jangankan ditawar, dilirik orang saja tidak. Orang itu mengaku sudah tiga hari menunggu.  Dan tanpa menawar, ia langsung sepakat mengambil alih ruko itu seharga Rp25 juta.

Sontak uang hasil pembayaran itu ia gunakan untuk memenuhi undangan Allah melalui event PBTR. “Ah, dalam SMHTR ini terasa sekali bahwa kita memang tidak ada apa-apanya. Di sini hanya ada matematika Allaah, matematika kita tidak laku,” tambahnya.

Dua kejadian unlogic  yang dialami, Pak Maheza  maknai  bahwa ia adalah salah satu pilihan Allaah yang diundang untuk ikut dalam jalan dakwah MTR. Lebih dari nikmat karena utangnya dilunaskan Allah hanya dalam tempo 3 hari, Pak Maheza  bersyukur telah terpilih menjadi salah satu orang yang mendapatkan nikmat hidayahNya. Ia berharap seluruh hadirin dalam majelis itu segera terbebas dari utang riba dan bersegera bergabung dalam barisan dakwah MTR.

Anda ingin ikut mencicipi nikmat lunas utang miliaran dan nikmat hidayah di jalan dakwahNya? Segera  bergabung dengan MTR terdekat  dan baca BUKU MERAH yang bisa Anda dapatkan melalui nomor-nomor berikut ini.

️ 0853-353-353-19 

 ️ 0852-8966-9696

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here