Kerasukan Setan Gepeng

51

©UmmuHamima

Setelah masalah utang dan riba terurai, masih ada urusan yang belum terselesaikan bagi kami. Efek tabiat buruk utang bagaikan bola salju yang sulit terkikis.

Ya, keluarga kami kerasukan setan. Aku, suami dan anak-anakku mengalami kerasukan kronis.

Setan itu sudah lama merasuki tubuh kami, bertahun-tahun lamanya. Sampai akhirnya keluarga kami berubah menjadi zombie, menuju walking dead family. Namun tanpa kami sadari, kami bangga menjadi jenis itu.

Keluarga Zombie. Kami hidup di rumah yang sama, namun tidak saling terkoneksi. Pasangan hidup pun berubah menjadi teman sekamar. Roommate bukan lagi soulmate. Setan gepeng telah merebut hidup kami.

Bahkan dengan dalih tidak ingin anak-anak ketinggalan jaman, melek tekhnologi, kamipun dengan bangga memfasilitasi setan itu merasuki anak-anak kami.  

Sstttt.. Anda tahu siapa setan gepeng itu? Hati-hati kawan, jangan-jangan dia juga sudah merasuki sukma kalian..

Lihatlah benda yang sedang engkau genggam sambil membaca tulisan ini. Itulah dia…. handphone, lebih tepatnya telepon pintar dan gawai yang semisalnya. Yang tidak dipergunakan sesuai peruntukannya.

Istilah ini kami dapat dari seorang teman dalam pertemuan pertama Smart Parenting Institute (SPI) Reguler. Sebuah wadah pencerdasan yang luar biasa mengubah hidup kami.  Bukan hanya melepaskan kami dari belenggu setan gepeng, SPI juga mengisi kembali jiwa hampa kami.

11 tahun menikah, kami baru paham tujuan pernikahan setelah mengikuti SPI. Miris memang. Namun, setelah paham, kami  kembali seperti pengantin baru  melalui revolusi visi dan misi yang kami perbarui semua.  Tak terbayangkan mesranya, indahnya gejolak asmara yang hadir dengan mengharap ridho Allah semata. Bagi kami di SPI, pemandangan pasangan yang berlomba-lomba  saling memuliakan bukan lagi pemandangan janggal.  

Sejak Allah pertemukan kami dengan Komunitas Masyarakat Tanpa Riba (MTR), tidak berhenti diri ini mengucap syukur kepada Allah atas nikmat tak terkira. Nikmat ilmu, melalui wasilah para Guru yang Luar biasa.

Tidak hanya sukses dalam bisnis yang berlimpah akan berkah, kehidupan berkeluarga pun menjadi sangat berarti kembali.  Setan gepeng tak lagi dapat merebut jiwa kami. Karena kini kami memiliki visi dan misi yang jelas terbentang di depan mata.

Mengharapkan Ridho dan Cinta Allah semata

Indahnya menjadi bagian dari Masyarakat Tanpa Riba tidak bisa dirasakan hanya dengan berandai-andai sembari memandang gadget. Mulailah dengan tatap muka, dan semua jalan insyaAllah akan terbuka.

Selamat tinggal Riba..Selamat tinggal setan gepeng.

(Dari kami yang telah bangkit dari tidur panjang dan siap berjuang dengan bersahabat dalam dakwah bersama Komunitas Masyarakat Tanpa Riba -MTR. Dari kami yang akan melahirkan para pejuang barisan depan penakluk kota Roma.