Ijin cerita
Pada tahun 2008 Saya kepingin ngawali buka warung
Dan ditawari dana KUR oleh bank konvensional. . .
Urek urek urek tanda tangan cair…. Lumayan bro 5jt. . .
Di rasa mampu bayar cicilan tambah lagi 10>15 jt
Gak ada 1 tahun brjalan warung sudah kukut alias bankruttttt????
Cicilan masih berjalan selama 3 tahun
inilah yg disebut membayar kepastian dengan ketidak pastian
Hehehehehe. Kalo tau ilmunya dulu gak bakal urek urek tanda tangan…
Saking bingung nya dengan cicilan abank…
Abank titil sikat…..
Rentenir sikat….
Utang saudara sikat…
Utang teman sikat….
Bpkb motor sekolah….
Yg penting bisa bayar KUR tadi…. Hufffttttt
inilah yg dinamakan candu dan trusss bertambah
Pergi pagi pulang pagi hanya untukbbayar utang.
Rumah di satroni mas DC.rentenir. setiap hari gak peduli pagi malam sampai dini hari. Kayak teroris .sampai pernah diancam di tembak sama aparat… Ya ALLAH kalo ingat dulu… Sangat menyesal sekali suka utang…
Hobi bener mainin riba? Semua cicilan disikat? Semua angsuran di embat.
Awal tahun 2016 saya dipertemuakan ust samsul arifin. Ngikuti kajian beliau. Seminar seminar beliau. . . buka alquran . surat albaqarah 275. Tentang riba…. Hemmmmm. Baru sadar…
Apalagi yg di bicarakan ustadz samsul . tabiat buruk utang…..
Serasa di hantam balok dari belakang. . .
kapokmu kapan
Alhamdulillah setelah berazzam dan menghentikan utang riba. Hidup lebih bermakna dan barokah…. Mulai kembali ke titik nol. Belajar muamalah.
Dan mulai merapat ke ALLAH Taubat taubat minta ampuuunn. perbaiki sholatnya tepat waktu. Berjamaah pokoknya yg dikejar ampunan ALLAH..
” dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surga yg seluas luasnya seluas langit dan bumi. Yg disediakan untuk orang orang Yg bertaqwa (yaitu) orang orang yg menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun di waktu sempit. Dan orang orang yg menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang orang yg berbuat kebajikan” (QS. Ali imran 133-134).
Alhamdulillah setelah berazzam. Waktu 3 bulan utang Riba . rentenir. Leasing. koperasi. KUR
LUNAS
“Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?” (QS Nuh [71] : 13)
Seorang ibu yang mengaku bernama Dessy datang menghampiri saya usai sebuah pertemuan. “Boleh berbicara sebentar, Pak?!” tanyanya. “Silakan bu…!” jawab saya.
Saat itu saya baru saja berbicara di hadapan sekelompok kaum ibu mengenai kebesaran Allah Swt dan bagaimana Dia Swt menjawab setiap doa hambaNya. Acara sudah usai dan saya tengah istirahat sejenak sambil menikmati hidangan yang disajikan tuan rumah.
Bu Dessy menyampaikan pengalamannya saat saya masih terus mengunyah. Begitu antusias ia menuturkan hingga saya pun mulai pasang telinga.
Ia mengabarkan bahwa ia bersyukur memiliki seorang suami yang amat shalih. Keshalihan suami itulah yang membuat Dessy mengambil keputusan menikah dengannya, meskipun awalnya Dessy adalah seorang non-muslimah. Setelah beberapa tahun menikah dan dikaruniai dua orang anak, Dessy mendapati bahwa ia merasa tidak cocok dengan agama Islam, bahkan belakangan ia kembali kepada agama semula.
“Saya terus mencoba untuk membuat anak-anak ikut ke agama saya namun rupanya mereka lebih sayang kepada ayah mereka…” tutur Dessy.
Ia melanjutkan bahkan saking kuatnya pengaruh ketaatan beragama suaminya, anak-anak tumbuh menjadi keturunan yang shalih dan kuat berakidah.
Hingga Dessy menuturkan pengalaman dialognya dengan seorang anaknya yang berumur 4 tahun saat itu dan membuat jalan hidup Dessy kembali berubah.
“Kami saat itu sedang asyik bermain ayunan di taman…. Kami tertawa riang dan bercanda….. Saat kami kelelahan bermain dan beristirahat sambil duduk di taman aku berkata kepada anakku, ‘Nak…, enak sekali ya bermain di taman seperti ini!’ Sang anak pun menjawab, ‘Ya Ma, asyik sekali… Tapi sayang ya kita cuma bisa bermain bersama di sini, tidak di surga.’jawab sang anak.”
“Memangnya mengapa kita tidak bisa main seperti ini di surga nanti?!” tanya Dessy keheranan. Anaknya yang tersayang itu menjawab, “Kita kan semua muslim, sementara mama bukan hamba Allah yang muslimah. Sedang surga hanya Allah berikan kepada hamba yang taat kepadaNya….”
DEGGG….! Hati Dessy tersentak. Ia tidak menyangka bahwa anaknya mampu berpikir sedemikian jauh. Hati Dessy menjadi galau. Matanya kini berkaca-kaca membayangkan bahwa ia tidak bisa berjumpa lagi dengan anaknya di surga nanti. Namun sejurus kemudian ia malah berpikiran buruk terhadap suaminya. “Ini pasti ulah suamiku!” batin Dessy. Ia menyangka bahwa suaminya pasti telah mendoktrin anaknya sedemikian rupa.
Sore itu sepulang suaminya dari tempat bekerja Dessy menyerangnya habis-habisan. Anehnya meski Dessy berteriak-teriak dengan suara melengking, sang suami malah terlihat begitu tenang dan selalu tersenyum. Begitu Dessy mereda sang suami memberinya penjelasan dan menyadarkan Dessy untuk kembali ke jalan Allah Swt. Alhamdulillah hati Dessy meluluh. Hidayah Allah Swt kembali lagi menyapanya. Dessy berniat untuk kembali menjadi muslimah dengan satu syarat bahwa sang suami harus mencarikan seorang guru yang tepat untuk Dessy agar ia yakin dan mantap memeluk agama Islam.
Suami Dessy menerima syarat itu lalu ia mengajak Dessy untuk melakukan shalat Isya berjamaah. Maka Dessy kembali menyembah Allah Swt setelah sekian lama ia meninggalkanNya.
Shalat Isya di malam itu begitu sejuk terasa dalam batin Dessy dan suaminya. Sang suami bersyukur kepada Allah Swt sambil menitikkan air mata bahagia, sedang Dessy menengadahkan wajah dan kedua tangannya sambil memanjatkan doa dengan suara yang terpendam dalam dada. Dessy sampaikan kepada Allah, Tuhannya:
“Ya Allah…., hingga kini aku belum merasakan keagungan dan kehebatanMu…
Andai betul Engkau adalah Tuhanku Yang Maha Kuasa…, mohon kiranya Engkau membuat rumah ini laku terjual!”
Demikianlah doa yang dipanjatkan Dessy malam itu kepada Tuhannya. Sebuah doa dari hamba yang lemah yang ingin menguji kekuasaan dan keperkasaan Allah Swt.
*
Saya terperanjat mendengar tutur doa yang pernah Dessy panjatkan. Saya bertanya kepada Dessy apakah rumah itu kemudian laku terjual? Maka Dessy pun melanjutkan kisahnya………
Sudah 7 bulan yang lalu rumah yang ia diami saat itu pernah diiklankan untuk dijual. Berhari-hari, berminggu-minggu bahkan lebih dari itu Dessy dan suaminya memasarkan rumah mereka di berbagai media. Namun sayang tidak ada satu pun respon positif dari iklan yang dipasang. “Jangankan melihat lokasi, telefon masuk pun yang menanyakan rumah tidak ada” jelas Dessy singkat.
“Kami pun menyadari bahwa memang rumah kami sulit untuk dijual. Sebab lokasi rumah itu di lingkungan warga keturunan yang masih begitu percaya hoki dan feng shui. Ditambah lagi bentuk tanah rumah kami miring. Apalagi nomor rumah kami adalah 4 (empat) yang berarti mati dan membawa sial. Kami sudah putus asa menjual rumah itu, hingga kami berhenti beriklan” jelas Dessy.
Saat suami Dessy meyakinkannya untuk kembali memeluk Islam dan bercerita akan keagungan Allah. Maka Dessy pun ingin menguji kebenaran dari kuasa Allah Swt itu. Sebab itu Dessy berdoa dengan redaksi di atas. Sebuah doa yang menantang kekuasaan Allah Ta’ala.
*
“Terus bagaimana kelanjutan kisahnya, bu….?” tanya saya tak sabar. Maka Dessy pun melanjutkan kisahnya:
Seperti rutinitas harian yang Dessy kerjakan maka pagi itu ia berangkat ke toko miliknya. Sepanjang hari Dessy menanti ijabah dari Allah Swt atas doa yang ia panjatkan. Namun hingga sore hari masih belum ada pertanda akan datangnya ijabah doa itu.
Ba’da Ashar suami Dessy datang menjemput. Saat baru saja tiba Dessy langsung bertanya penuh harap kepadanya, “Apakah ada orang yang datang menanyakan rumah, Pa?!” Sang suami malah balik bertanya, “Memangnya apakah kamu pasang iklan kemarin?!” Dessy menjawab, “Tidak!” “Ngawur kamu, Ma…. Masak tidak pasang iklan terus berharap ada orang yang datang menanyakan rumah!!!” Dessy tidak membalas kalimat terakhir dari mulut suaminya, namun ia membatin, “Ya Allah, rupanya Engkau tidak berkuasa seperti yang aku harapkan!”
Tak lama setelah itu Dessy dan suaminya kembali pulang ke rumah.
Saat itu kira-kira pukul setengah lima sore. Dessy dan suaminya baru tiba di rumah. Mereka tengah berada di kamar dan baru saja berganti pakaian. Mereka saling bertukar cerita dan pengalaman yang mereka lalui hari itu. Dalam perbincangan mereka di kamar saat itu, tiba-tiba mereka berdua mendengar ada suara seorang perempuan asing mengucapkan salam di luar rumah. Dessy mengintip lewat jendela. Di sana ada seorang wanita berjilbab panjang dengan warna muram. Sekilas Dessy menyangka bahwa perempuan itu pasti datang untuk meminta sumbangan. Dessy keluar dari kamar dan ia berpesan kepada pembantunya untuk memberi infak bila perempuan di luar sana meminta sumbangan. Usai berpesan Dessy pun kembali ke dalam kamar.
Pintu kamar kemudian diketuk oleh sang pembantu dan Dessy pun keluar. “Bu…, perempuan di luar tadi katanya datang mau melihat rumah” jelas sang pembantu. Deggg….! sontak Dessy terperanjat. Tak percaya akan berita yang didengarnya, maka Dessy bergegas untuk membukakan pintu bagi tamunya. “Wajah tamu itu begitu sumringah….” papar Dessy. “Setiap kali ditunjukkan sebuah bagian ruang dari rumah kami, ia selalu bertasbih menyebut nama Allah dan kegirangan” imbuhnya lagi. Ia menyatakan tertarik dengan rumah Dessy dan menanyakan berapa harga yang diminta. Di luar dugaan Dessy sang tamu tidak hanya setuju dengan harga yang disebutkan, bahkan wanita itu mengajaknya untuk pergi ke notaris keesokan paginya untuk transaksi jual-beli rumah. SUBHANALLAH….!
Dessy kegirangan sore itu dan malam harinya ia bermunajat kepada Allah untuk menyampaikan rasa syukurnya atas ijabah doa yang Allah Swt berikan.
Esok paginya ia datang ke notaris bersama suami dan ibu calon pembeli rumah. Akte jual-beli rumah sudah diselesaikan dan proses akad tersebut begitu mudah dan cepat. Wajah Dessy begitu sumringah, dan dalam obrolan di kantor notaris itu Dessy sempat bertanya kepada ibu yang membeli rumahnya, “Bu…, apa yang membuat ibu tertarik dengan rumah kami dan darimana ibu mencari infonya?”
Sang ibu pembeli rumah menjawab, “Saya memang sudah lama mencari rumah di daerah Kelapa Gading, Jakarta. Namun belum ketemu jodohnya barangkali. 2 malam yang lalu sehabis shalat Isya saya merasa kegerahan di dalam rumah. Sambil ngobrol dengan suami di teras rumah, maka saya ambil setumpuk koran lama di meja yang ada di teras untuk kipasan. Lagi asyik ngobrol eh… tiba-tiba saya melihat ada sebuah iklan baris yang menjual rumah di daerah Kelapa Gading. Melihat ukuran rumah dan harganya kok sepertinya cocok betul dengan rumah yang saya cari. Maka keesokan harinya saya baru datang ke rumah bapak-ibu.”
Mendapati penjelasan sang ibu pembeli, Dessy menjadi terkesima dan melongo. Ia seolah tak percaya akan apa yang didengarnya. Sekali lagi Dessy menegaskan, “Dua malam yang lalu ibu membaca iklan baris itu?! Koran itu terbitan tanggal berapa dan pukul berapa ibu berada di teras rumah sambil kipas-kipasan?!”
“Gak tahu ya bu tanggal berapa koran tersebut tapi rasanya mungkin 7 bulan lalu itu koran. Sementara kalau waktu saya ngobrol dengan suami di beranda rumah saat itu mungkin kira-kira pukul 7 malam mungkin ya…” jawab sang ibu pembeli ringan.
“ALLAHU AKBAR….!” Dessy memekik. Ia terdiam sejenak dan tak sanggup berkata apa-apa. Beberapa bulir air mata kini menitik di pipinya. Sang suami dan ibu pembeli rumah bertanya apa gerangan yang terjadi. Lama Dessy terdiam. Tak sanggup ia mengangkat wajah. Setelah agak tenang Dessy menjelaskan bahwa 2 malam yang lalu ia shalat Isya bersama suami setelah sekian lama ia murtaddah. Ia ceritakan kepada semua yang hadir di ruangan notaris itu bahwa malam itu ia berdoa dengan redaksi menantang kekuasaan Allah Swt. Sungguh diluar jangkauan pikiran Dessy bahwa kalimat-kalimat doa itu rupanya naik menghadap Allah Swt, dan pada saat yang sama Allah Swt menjawab doanya dengan memberikan pantulan sinar pada tumpukan koran lama yang ada di beranda rumah ibu pembeli. Ibu pembeli rumah lalu merasa kegerahan dan Allah Swt menggerakkan tangannya untuk mengambil koran lama untuk dibuat kipas. Maka iklan rumah yang berbulan-bulan itu akhirnya menemui calon pembelinya. SUBHANALLAH!
Dalam ruangan notaris itu Dessy berikrar bahwa kini ia tidak ragu lagi terhadap Allah Swt Tuhan Yang Maha Esa. Sungguh, keagungan Allah Swt amat menakjubkan. Apakah Anda merasakannya?!
Pagi hari tadi, tibalah saya di hari yang sdh saya nantikan sejak lama, yaitu hari dimana saya pamitan di B** Kantor Cabang Semarang Pandanaran tempat saya bekerja. Ya benar, Saya resign…
Malam sebelumnya, semalaman saya pusing memikirkan…
gimana cara menyampaikan “riba dg bahasa yg simple tapi mak jlebb…”
di forum doa pagi yang dipenuhi banyak pekerja, supervisor2, manager2 dan pimpinan tertinggi yaitu Pemimpin Cabang (P**) B** Kantor Cabang Semarang Pandanaran
Diakhir kalimat pamitan saya, atas ijin Allah, spontan saya menemukan kalimat ini…
Dengan intonasi serius, dan jeda antar kalimat yg cukup jauh, spy dapet feel renunganya…
“bapak ibu semua…”
“saya ingin menyampaikan sebuah bahan renungan…”
(langsung semua mata tertuju kepada saya, mungkin mereka berpikir, apakah saya mau nekad ngomongin ttg riba disini???).
batin saya, “Ya Benar… saya memang nekad…”
Dan dengan penuh sopan santun, saya mulai mengucapkannya…
“apakah…”
“bapak ibu semua…”
“pernah berpikir…”
“kalau ternyata…”
“sholat kita…”
“puasa kita…”
“sedekah kita…”
“infaq kita…”
“bahkan haji kita…”
“semua amal sholeh kita…”
“semua amal ibadah kita…”
“semua tidak diterima sama Allah…”
“kenapa bisa begitu…”
“ya… memang bisa…”
“Adakah sebabnya…?”
“ada…”
(mereka mulai tercengang… mungkin kaget dengan kata2 “ada”)
“taukah bapak ibu, apa sebabnya…”
“jawabannya…”
“adalah…”
“riba…”
(langsung deh… mereka pada tertunduk… “Mak Jlebb pasti…”)
Kemudian spy tdk kehilangan moment renungan, langsung saya susul dengan membagikan booklet 13 fakta riba…
Dan…
Pemimpin Cabang B** adalah orang pertama saya kasih booklet tsb… dan sengaja saya kasi 3 booklet khusus buat beliau…
Baru kemudian saya lanjut bagikan ke manager2, supervisor, dan semua pekerja…
Saya melihat ekspresi wajah2 mereka yang gimanaaa gitu…
Juga sekilas saya sempat melihat senior teman dekat saya yg sdh haji, sempat menepuk-nepukan dg pelan booklet itu ke keningnya…
(Entah apa maksudnya…)
Beberapa ada yg bilang, “mas sebenarnya aku tau riba itu haram, tapi aku belum siap… Aku masih belum berani kehilangan pekerjaan dan…”
(Astaghfirullah hal’adzim…)
Belum cukup disitu, saya dan Mbak C** yang resign dengan alasan yang sama, secara pribadi menghadap Bpk P*, karena mbak C** buru2 beliau pulang duluan dan saya dapat kesempatan 4 mata ngobrol ttg riba dengan Bapak P*, saya salut dengan respon beliau yang “open” terhadap riba. Biasanya orang Bank, apalagi punya jabatan tinggi, diajak bahas riba, biasanya ngeyel cari pembenaran. Tapi beliau bisa menerima, jujur saya salut dengan beliau…
Semoga Allah mudahkan beliau utk semakin paham dan meninggalkan riba…
Aamiin…
Alhasil, pagi tadi, meski belum semua kebagian, tapi sekitar 50 booklet 13 fakta riba, sukses saya bagikan di forum resmi doa pagi PT. BANK ….. (PERSERO)Tbk. KANTOR CABANG SEMARANG PANDANARAN
Bila tulisan saya ini, sampai di tangan bapak ibu pekerja bahkan pejabat B**, disini sama sekali tidak ada niat buruk, saya hanya ingin mengingatkan kepada bapak ibu semua, bahwa semua penghasilan (dari gaji, uang cuti, insentif, bonus bahkan THR) yang anda terima, itu berasal dari bunga(riba) yang dibayar oleh debitur pinjaman. Dan menurut Islam riba hukumnya haram, artinya semua penghasilan Anda haram…
Maka tinggalkanlah…
Disana, tak banyak yang bisa saya harapkan dari respon mereka, krn tugas kita sesama muslim adalah mengingatkan muslim yang lain saat mereka keliru, selanjutnya hak ALLAAH untuk memberi hidayah kepada mereka…
Semoga semakin banyak saudara muslim kita diluar sana yang semakin tersadar akan bahaya, dosa dan adzad riba…
Ini adalah pengalaman nekad saya yang “koplak ?” dengan membahas ttg riba di dalam kantor B*, didepan semua pekerja dan petinggi B*, rasanya luar biasa bisa melihat ekspresi wajah2 mereka…
Semoga bermanfaat dan dapat menjadi sebab awal terbukanya hati untuk bisa menerima hidayah dari ALLAAH…
Aamiin…
Wassalamu’alaikum
Warokhmatullohi
Wabarokaatuh…
IEN
Semarang 07:30 wib
Selasa 31 Januari 2017
Resign dari pegawai tetap
Masa kerja 11 thn 3 bln
PT. Bank ….. (Persero)Tbk.
“Alhamdulillahirobbil’alamiin…”
??
_____
Di share oleh:
Om Maul, warga KSW#03 Property & KSW#22 Jabar
Hari ini Atas ijin Allah, alhamdulilah smua kartu kredit saya lunasi dan saya tutup
Tahun 2011 saya berjualan online jam tangan via bbm dan omzetnya sangat bagus bs mencapai 70 juta sebulan bahkan bisa menembus 100 juta pada saat lebaran atau moment tertentu
Berawal dari 1 grup yg berisi 30 member aktif, reseller saya bertambah sampai 3 grup brarti saya memiliki 90 reseller dan orderan ngalir trs setiap hari bs sampai 20 pcs jam tangan yang terjual
Karena kepercayaan, saya memberikan tenggang waktu pembayaran, namun seiring perjalanan beberapa reseller ada yang tidak tepat waktu membayar meski pada akhirnya tetap bayar sih cuma saat pembayaran dr reseller tidak tepat waktu sedangkan saya membutuhkan modal untuk membeli barang
Akhirnya salah seorang teman memberitahu kartu kredit kan bs tarik tunai sesuai limit kartu yg kita punya dan kalo kita bayar tepat ga akan kena bunga jd istilahnya kita pakai uangnya dan dibayar sblm tanggal jatuh tempo
Pucuk dicinta ulam pun tiba, tiba2 banyak bank menawarkan kartu kredit ke saya dengan limit 2 digit wah lumayan pikir saya utk memback up permodalan selama reseller blm pd bayar namun kita tidak pernah tau usaha ini msh tetap lancar atau tidak
Dari 1 kartu kredit tambah lagi jd 2 #janganditiru, awalnya pembayaran lancar lama2 reseller makin lama bayarnya, dan usaha tidak sebagus awal jualan, akhirnya saya yg kelimpungan, soalnya apa?? Saat kita pakai kartu kredit :
1. Tagihan selalu datang tepat waktu, tapi pemasukan tidak
2. Meskipun tujuan kita mulia, jika tidak dibarengi dengan cara yang benar, tidak akan ada artinya sama sekali
(Tri astuti owner mutif)
Sekarang baru tau akibatnya, tp alhamdulilah Allah membukakan jalan untuk menyelesaikan smuanya lewat usaha baru saya di tas Zola Leather
Buat yang belum pernah pakai kartu kredit istiqamahlah dan jangan juga merasa lbh baik dr siapapun
Buat yang sedang punya kartu kredit smoga Allah memudahkan untuk melunasi dan mohon untuk selalu dberi petunjuk dan jangan menyarakankan temennya utk buka kartu kredit jd kena dosanya
“Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberi rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakiNya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu” ( At-thalaq ayat 3-4)
Hati-hati ya Bunda… ASURANSI bisa merusak TAUHID kita
Beberapa waktu yang lalu teringat dengan respon mendadak istri waktu mobil kami meyenggol pagar rumah, & mobil jualan kami lecet. Uppss… padahal saya udah hati-hati, koq bisa ya nyenggol.
Mendadak Bunda billing Yah… keluar duit lagi untuk ngecet, coba kita masih ikut asuransi
Saya : Ssst… Bunda koq ngomong begitu…Nahh, kan jadi RUSAK TAUHIDnya, yang keinget malah asuransi bukan ingetnya ke Alloh. Bersyukur kita dikasi hidayah Alloh telah berlepas dari asuransi sejak 2 tahun lalu.
Bunda : Beneran ya ASURANSI bisa ngerusak Tauhid kita
Saya : Iyalah…, dalam ASURANSI menjamin sesuatu yang belum jelas bagi seseorang “Kalau anda tabrakan”, “Kalau anda mati”, “Kalau anda sakit dirawat di rumah sakit” gak ada kejelasan. Dalam Islam gak boleh ada iming-iming, bayar premi 5 juta/tahun harga mobil 200 juta, mobil hilang, asuransi kasi kita ganti 175juta nahhh ini kan sama dengan RIBA, MANIPULASI, & GHARAR. Kita bayar sekian dapan sekian.
Bunda : owwh… gharar itu apa ya
Saya : Gharar itu, merugikan salah satu pihak/transaksi yang tidak jelas produknya, waktu, tempat dan harganya. Gharar dalam Islam Haram Bunda.
Bunda : Astaghfirullah, jadi ngeri, Asuransi rupanya komplit dosanya ya… ada RIBA, GHARAR dan MANIPULASI pula… ehh nyerempet TAUHID kita pula yang rusak.
Saya : dengan kita tidak ikut asuransi, kita coba taat atas perintah ALLOH, ALLOH tidak mau diduakan. Seperti kejadian tadi ayah mobil nyenggol pagar, rupanya pagi ini kita belum SEDEKAH. Kita langsung inget ALLOH. Coba kita ada asuransi, begitu kecelakaan yang diinget pertama Alhamdulillah ada asuransi. Nah Allohnya taruh dimana???
Betapa nikmatnya ketika hidup hanya disandar pada janji ALLOH. Pengganti asuransi apa? Perbanyaklah sedekah. Dua dari empat keutamaan sedekah adalah mejauhkan dari BALA dan MENYEMBUHKAN PENYAKIT.
Contoh
yacob oetama waktu mendirikan Kompas niat nya ingin membuat bangsa indonesia punya bacaan yang berkualitas
akhirnya dapat Hadiah dari Tuhan belio jadi Komglomerat di bidang media
Dan KompaS jadi perusahaan ZERO DEPT
BILL GATE
Saat mendirikan MICROSOFT
Belio ingin ada komputer di setiap meja setiap keluarga .. sehingga memudah kan pekerjaan semua orang
Hadiah dari Tuhan belio jadi orang terkaya di Dunia
H.Rhoma Irama
Ingin menyanyi sebagai media dakwah akhirnya Belio jadi legend / RAJA DANGDUT
2 Pebisnis Type hanya cari KEKAYAAN / Dunia semata
Maka apa yang terjadi pada pebisnis type ini.. Ya kekayaan dapat tapi tak pernah dapat ketentraman hati
Hati selalu takut .. takut bangkrut – takut tersaingi dll
3.Pebisnis type kepepet
Pebisnis type ini berbisnis krn terpaksa tidak ada pilihan lain
Maka hasil nya … ya mepet mepet cukup buat hidup sehari hari???
see..?
apa yg di capai Om Yocoeb Oetama yg akhir nya jadi KONGLOMERAT, Om bill gate yg akhirnya Jadi org TERKAYA di dunia , om Rhoma yg akhirnya jadi legend sebagai RAJA DANGDUT itu semua bukan tujuan saat belio memulai berkarya akan tetapi itu hanya HADIAH dari Tuhan ..
HADIAH atas KONTRIBUSI , Hadiah atas KeBERMANFAATan yg telah dilakukan untuk kebaikan kemudahan Kehidupan di dunia
Lihat lah kenapa MBAH GOOGLE jadi situs rangking SATU
Karena si mbah paling banyak bermanfaat untuk seluruh umat di dunia ..
PERTANYAAANNYA
termasuk PEBISNIS yang manakah KITA ..??
BELUM TERLAMBAT Kawan
SEGERA UBAH NIAT BISNIS KITA
Baca dulu tulisan dan pernyataan ini sampai selesai ya..
Samsul Arifin SBC
The 1st Syariah Business Coach in The World
WA KSW 0811113139
Saya sendiri sejak tahun lalu memutuskan untuk sementara ini tidak bersyirkah dulu dengan siapapun. Fokus mengembangkan usaha dan mengelola aset sendiri dulu. Entah ketika suatu saat nanti, yaitu ketika Ummat sudah siap dan faham ilmu-ilmu mu’aamalah dalam Islam, serta bertemu dengan mitra yang kafa’ah dan amanah, bisa jadi saya membuka diri untuk bersyirkah kembali.
Keputusan saya inipun, mewarnai atau mempengaruhi kemana #MasyarakatTanpaRiba akan kita bawa. Sebagaimana misi dari dua misi utama SyaREA World, yaitu:
1. INSTALLING SYARIAH BUSINESS PRINCIPLE TO THE BUSINESS OWNERS
2. INSTALLING WORLD CLASS BUSINES OPERATION STANDART TO THE MUSLIM COMPANIES
Maka, gerakan #MTR sementara ini kita fokuskan hanya pada kegiatan EDUKASI dalam rangkan membantu Pengusaha Muslim untuk mengembangkan bisnisnya. Kita kembangkan ekonomi ummat ini dengan cara memperkuat dan mengembangkan bisnis masing-masing dulu. Sinergi diantara kita, dilakukan sebatas saling membeli dan menggunakan jasa diantara kita dulu.
Sementara, kita tidak perlu bersyirkah atau mengembangkan usaha bersama-sama. Sampai ekonomi kita benar-benar kuat. Bisnis kita semua sudah menghasilkan cashflow yang cukup besar dan pengetahuan serta keterampilan Ummat akan FIQH MUAAMALAH sudah mengakar dan teraplikasikan pada kegiatan ekonomi sehari-hari.
Kita fokus pada AL-ILMU QOBLA ‘AMAL dulu ya.. Bersyirkah nanti saja menyusul deh.. Insyaa ALLAAH dengan berjalannya waktu, syirkah itu akan terjadi dengan sendirinya. Toh pada masa Rosul dan Sahabat, mereka lebih banyak mengembangkan bisnis secara individu. Bukan beramai-ramai melakukan bisnis bersama.
Kendati demikian, bagi Sahabat, Warga KSW & K-MTR yang merasa tertarik untuk bersyirkah karena ada ajakan atau peluang atau semangat. Silakan baca dengan teliti PERNYATAAN DISCLAIMER berikut ini dulu ya..
PERNYATAAN DISCLAMER
Bahwa dengan semakin banyaknya warga yang menghuni Kampoeng SyaREA World (KSW) dan K-MTR, maka tidak bisa dipungkiri akan terjadi interaksi yang lebih intensif dari sekedar berdialog di halaman WhatApps atau Telegram atau Line.
Dari perkenalan di KSW dan K-MTR, lalu ada ketertarikan, dilanjutkan dengan japrian, kemudian berlanjut ke diskusi dan bahkan pertemuan tatap muka. Apalagi rajin hadir pada pertemuan tatap muka KSW.
Maka sangat mungkin akan ada penawaran-penawaran tertentu dari dan antar warga. Baik sekedar penawaran jual beli barang dan jasa, maupun penawaran kerjasama pada usaha atau proyek tertentu.
Oleh karena itu, dengan ini kami menyatakan bahwa, warga yang bertransaksi telah memahami sepenuhnya atas kemungkinan adanya resiko-resiko dari kerjasama tersebut. Masing-masing pihak membebaskan SyaREA World, Team, Pengurus #MTR dan para admin Kampoeng SyaREA World (KSW) dan K-MTR dari tuntutan tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya resiko tersebut di kemudian hari.
Segala resiko yang bisa saja terjadi di kemudian hari itu, menjadi tanggung jawab sepenuhnya masing-masing pihak yang bertransaksi. Transaksi atau kerjasama yang terjadi tidak ada hubungannya dengan aktivitas SyaREA World, team, #MTR dan para admin WAG KSW & K-MTR.
Warga Kampoeng SyaREA World (KSW) dan K-MTR yang dirahmati ALLAAH..
Saya mengingatkan diri dan kita semua agar Waspada terhadap kemungkinan terjadinya PREMATEUR PARTNERSHIP. Yaitu ketika Anda “merasa” cocok, merasa peluang bagus, sehingga Anda termotivasi bekerjasama (bersbisnis) bersama rekan Anda, baik kawan lama, rekan satu komunitas, tetangga sebelah rumah, satu alumni atau lainnya tanpa lebih dahulu menyamakan visi, misi dan budaya kerja, serta pengambilan keputusan dan hal-hal detail laInnyayang mungkin terjadi di kemudian hari.
PREMATEUR PARTNERSHIP sering terjadi pada dua pihak atau lebih yang merasa “satu frekuensi” atau “satu visi” karena telah berkumpul pada komunitas/grup yang sama, telah mengikuti pelatihan bisnis yang sama atau telah sama-sama memenangkan ajang kontes bisnis yang sama, bahkan telah ditokohkan sebagai pengusaha sukses yang sama. Kemudian mereka melakukan interasksi yang lebih intensif.
PREMATEUR PARTNERSHIP juga bisa terjadi ketika seorang pengikut, tertarik pada ajakan atau peluang bisnis yang diatawarkan oleh tokoh-tokoh yang diseganinya. Mereka taklid buta pada ajakan tokoh tanpa berfikir jernih akan resiko-resiko yang mungkin terjadi. Dan tidak berfikir halal atau haramnya perjanjian kerjasama bisnis yang dilakukannya.
Karena interkasi yang intensif tersebut, masing-masing pihak mulai merasa cocok untuk bekerja sama untuk memadukan potensi dan kelebihan masing-masing. Tergiur oleh sesuatu yang tampak, sehingga lupa memperhatikan sesuatu yang tidak tampak atau sengaja tidak ditampakkan.
Jika “terpaksa” dan sudah tidak bisa ditahan lagi untuk bekerja sama, kunjungilah rumahnya, temui keluarga (besar)nya, ajaklah jalan-jalan bersama, pelajari hal-hal yang tidak ditampakkan dari calon mitra Anda.
Lakukan due diligent. Surveylah lokasi usahanya. Berdiamlah dengan tenang di sana. Amati perilaku yang terjadi di sana.
Pelajari, baik secara terang-terangan maupun diam-diam, seperti apa track record calon mitra Anda. Terutama dalam hal-hal penting berikut ini;
1. Pengalaman bekerjasama dengan pihak lain
2. Kemampuan menjaga uang
3. Kemampuan mengelola uang
4. Kemampuan membangun team
5. Kemampuan membangun sistem
6. Pencatatan transaksi
7. Pelaporan transaksi
8. Reputasi baik
9. Perhatikan pula kehidupan pribadi dan rumah tangganya.
Ingat! Bersikap tenang dan netrallah terhadap sesuatu yang diceritakan dengan semangat oleh calon mitra Anda. Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui bagaimana sahabat Anda itu mengambil keputusan. Dan bagaimana pola fikir, pola sikap dan pola tindaknya terhadap kehidupan, keluarga, bisnis uang, spiritual dan aspek-aspek kehidupan lainnya.
Sekali lagi Latih kemampuan Anda untuk memahami sesuatu yang tidak ditampakkan. Apa sebetulnya yang mendorong sahabat Anda itu mengajak kerjasama dengan Anda? Tanyakan pada diri Anda:
a. Mengapa dia mengajak kerjasama?
b. Mengapa dia tidak melakukannya sendiri?
c. Mengapa saya yang diajaknya kerjasama?
d. Apakah ia juga mengajak yang lain?
e. Apakah ia telah berhasil bekerjasa sebelumnya?
f. Bagaimana tinjauan Syariah atas kerjasama yang diajukan?
Sekali lagi.. jangan tergiur pada sesuatu yang tampak! Pekalah terhadap sesuatu yang tidak tampak atau tidak ditampakkan! Datangi, ajak diskusi yang mendalam dengan orang-orang yang pernah bekerjasama sebelumnya dengan pihak yang mengajak Anda bekerja sama.
JIka Anda masih “ngebet” untuk menerima tawarannya, sudah tak tahan untuk bekerjasama, silakan mulailah dari yang sangat kecil nominal uangnya. Nominal yang Anda sanggup atau rela kehilangan tanpa memikirkannya kembali. Rela ketika suatu ketika terjadi hal-hal yang tidak Anda inginkan.
Lalu renungkan beberapa waktu sebelum Anda mengambil keputusan. Bertanyalah kepada sebanyak mungkin orang yang Anda duga kuat mengenal orang yang mengajak Anda bermitra. Mintalah bantuan “orang luar” untuk membantu Anda mengambil keputusan.
Dan Sholat Istikharahlah. Mintalah petunjuk ALLAAH SWT untuk selalu membimbing kita semua dalam mengambil keputusan. Kemudian, catat atau tulis atau aqadkan kerjsama Anda tadi dengan prinsip-prinsip mu’aamalah syariah. Al-ilmu qobla ‘amal.
Masih ingat prinsip MONEY FOLLOWS TRACK RECORDS kan?
Lebih baik Anda bersahabat baik dalam kehidupan dari pada sakit hati akibat PREMATUER PARTNERSHIP! Dan ingat, seseorang yang berhasil mengembangkan bisnis sendirian, belum tentu berhasil mengembangkan bisnis yang sama ketika bersyirkah.
Semoga ALLAAH SWT senantiasa memudahkan segara urusan dan kepentingan kita semua. Aamien yaa ALLAAH..
Demikian pernyataan DISCLAIMER ini kami sampaikan, atas perhatian dan pengertiannya, kami ucapkan terima kasih.
Samsul Arifin SBC
The 1st Syariah Business Coach in The World
WA KSW 0811113139
Ketika acara Milad #SedekahRombongan ke 5 ada sesi sharing dengan kurir relawan. Kisah mbak Shendi Agustya Irflani membuat seisi ruangan menangis haru. Bu Khofifah Mensos yang duduk di samping saya pun berkali-kali menghapus air matanya..
“Anak saya sakit hydrocephalus.. pembesaran kepala berisi cairan yang bocor. Dari Cilacap saya dan suami berangkat ke Jakarta untuk berobat ke RSCM dengan bekal seadanya. Kami hanya ingin anak kami sembuh, namun ternyata pengobatan anak kami butuh waktu lama, tidak hanya satu dua minggu. Ketika di RSCM kami kehabisan biaya sehingga tidak mampu menyewa rumah kos, kami tidur di selasar rumah sakit sementara suami saya bekerja serabutan untuk menambah biaya hidup kami..”
Mbak Shendi mulai bercerita, 500 orang yang ada di ruangan itu terdiam..
“Satu ketika uang di dompet tinggal 2000 rupiah, saya harus menahan lapar hari itu. Waktu itu saya sholat sambil nangis memohon pertolongan dari ALLAH.. saya benar-benar terpuruk, anak sakit, jauh dari keluarga, dan bekal habis.. saya pantang meminta-minta pada manusia, hanya ALLAH tempat saya meminta bantuan..”
Suasana makin haru..
“Dalam kondisi kepepet itu saya kaget ketika sedang duduk di selasar rumah sakit ada seorang bapak yang mendekati saya dan menyapa dengan ramah..”
“Ibu sakit apa? Atau keluarga yang sakit? dari mana? Apa yang dibutuhkan saat ini?”
“Bapak itu mengenalkan diri namanya pak Harji dari gerakan #SedekahRombongan, saya kaget sekali ketika bapak itu menyerahkan uang 500 ribu dalam amplop, dan bilang kalau itu uang untuk biaya hidup di rumah sakit. Ya ALLAH inikah pertolonganMu… saya nangis waktu itu, sungguh ALLAH mendengar doa saya.. saya lapar, saya berdoa dan ALLAH langsung memberikan rejekiNya.. ”
Banyak peserta sudah mulai berkaca-kaca..
“Saya tidak mau berdiam diri dengan uang itu, saya harus bisa mencari uang sendiri dan saya tidak mau tangan saya di bawah terus! Uang itu 100 ribu saya buat makan, cukup untuk beberapa kali makan.. yang 400 ribu saya gunakan untuk membeli krupuk ikan di penyetor, terus krupuk itu saya jual keliling di rumah sakit, masya Allah krupuk itu ludes dengan cepatnya.. saya ambil lagi, jual lagi, ambil lagi, jual lagi, teruuus begitu sambil menunggu anak saya yang dirawat di RSCM.. ALLAH memang Maha Kaya, sejak saat itu rejeki dari jualan krupuk ikan cukup untuk makan sehari-hari, bisa bayar kos, bahkan saya bisa menabung..”
Masya ALLAH sampai sini sudah menginspirasi, tapi cerita belum selesai..
“Ada kawan yang menyarankan agar saya berjualan di facebook, saya mulai mengupload krupuk ikan itu… banyak kawan-kawan yang memesan bahkan mereka ambil banyak untuk dijual lagi, kadang sampai malam saya dan suami membungkus krupuk-krupuk itu untuk dikirim besok pagi. Ada pesanan dari Papua juga. Saya juga menjadi reseller salah satu kosmetik, saya upload juga di facebook.. pesenan juga terus berdatangan dari berbagai kota, Alhamdulillaaah…”
Selesai? Beluum…
“Ketika dulu saya dalam kondisi terpuruk saya dibantu #SedekahRombongan, sekarang saya sudah punya usaha sendiri, omzet sebulan minimal 30 juta, saya bertekad untuk gantian saya yang memberi.. saya bergabung menjadi kurir relawan di #SR, dan tiap bulan sebagian dari keuntungan saya jualan krupuk dan kosmetik selalu saya sedekahkan untuk mereka yang juga bernasib seperti saya dulu.. keluarga sakit, dan butuh dana untuk bertahan hidup di Jakarta… saya begitu bahagia ketika bisa bersedekah, sambil merawat anak saya yang sakit ternyata saya juga bisa bermanfaat untuk sesama… ”
Seisi ruangan banjir airmata..
Ini pelajaran mahal dan jadi contoh untuk siapa saja yang sedang di bawah.. habis-habisan karena keluarga sakit, atau terjerat utang bertahun-tahun.. bersandarlah kepada ALLAH Yang Muahaaa Kaya!
Yang Muaaahaa Berkuasa!
Sungguh pertolongan ALLAH sangat dekat bagi mereka yang percaya dan mau MENDEKAT padaNya..
Kisah mbak Shendi ini menginspirasi banyak orang, pantas jika sebuah stasiun televisi pernah memberinya award Inspirasi Indonesia “Pantang Menyerah”..
Oh iya.. bagi yang ingin mendengar dan melihat cuplikan kisah mbak Shendi langsung, bisa lihat nanti malam, Jumat 20 Januari jam 20.00 dan besok Sabtu siang jam 13.00 di acara Kick Andy…
SAYA KAPOK DENGAN HUTANG BANK karena bukan PENGUSAHA julukan utk kami tapi BUDAK BANK….
Budak adalah bukan seorang yang merdeka tapi hidupnya ditentukan dan diatur oleh majikannya….
Awal kami mengenal dengan tuan ” MAJIKAN ” janji manis yg kita dapatkan tapi itu hny awal….kita dibutakan oleh nafsu duniawi..
Lirik kanan-kiri ĺihat sodara bawa mobil kinyis..hati udah kembang kempis panas…ditambah nafsu mulai kipas2….bisik2 sama pak suami…nggak banyak omong pergi ke PAKDHEler….krn uang nggak cukup…sama pakdheler dikenalkan sama adeknya PAKLEasing utk mempermudah bawa mobil kinyis….( nggak mikir bln dpnnya bayar angsurannya pake apa ya???) Yg penting mereka nggak ngremehin kita….( ampunnin hamba ya Robb )
Sebulan- sampai 4 bln kedepan masih bisa senyum2 ( krn yg dipake bayar angsuran uang modal)…sampai nggak sadar klo tabung dan modal habis utk menuhi nafsu….pada puncaknya hrs stock barang yg membthkan uang cash….tuing..tuing..tuing ternyata kita nggak pny simpanan….mikir2 lagi gmn caranya spy dpt uang cash….bisik2 lagi dg pak suami…kan ada SHM rmh yg bisa di SEKOLAHkan….tanpa bny omong esoknya naik mobil kinyis hasil angsur ke BANK utk daftarkan SHM sekolah..tanpa bny kata ACC …..
Perasaannya … jelas plong tanpa berpikir pintar….( padahal sdh kena jebakan batman )
Dan hal spt itu terulang….terulang lagi…???
Sampai titik mentoknya…kita jadi parno dg smuanya…dengar suara telp sdh deg..deg..
Dengar suara srek..srek sandal sdh ketakutan sendiri….sampai mau pergi ketempat usaha males rasanya…. sampai kreatifitas blasss…blasss nggak ada ( gmn mau maju )…
Pikirannya cuman gmn bayar angsurannya …. diotak cuman itu..itu aja….
Hingga akhirnya kakak laki2 saya dan istri dolan ke rmh…cerita2 ttg MTR..dan menawarkan saya utk ikut….saya pikir wkt itu paling cuman omong aja…yg dibthkan saat ini duit utk bayar hutang dan ribanya…mereka menyakinkan saya utk datang sekali saja…klo nggak cocok setengah acara kmu bisa plg itu kata kakak saya…
Allah maha segalanya…stlh acara senam dan berlanjut ke ustad Samsul…diiringi lagunya uztad Hari Mukti…air mata ini nggak bisa berhenti utki mengalir…..ternyata waktu setengah hari kurang utk saya….saat itu juga saya bertekad utk segera lepas dari hutang dan riba…
Allah maha segalanya…seketika itu perasaan yg semula nggak karuan lsg enteng banget ( padahal saya blm melakukan apa2 ) dan semangat utk berusaha juga timbul lagi….
Alhamdulillah sekarang saya dan pak suami seVISI utk segera lepas dari hutang dan riba
.serta meninggalkan kemelekatan…( sdh berproses ke sana ) mhn maaf klo kurang berkenan dengan unek2 saya….
Reny widiastuti,MTR #09 SURABAYA
Saya adalah pelaku bisnis sejak tahun 1997. Saat itu saya take over bisnis dari ibu saya di bidang jasa building maintenance.
Saya sangat pede abiss take over business tersebut karena beranggapan bahwa saya memiliki pengalaman bekerja dengan orang lebih dari 10 tahun. Dan pernah jg mencicipi bekerja di negara tetangga.
Ibu saya adalah tipe melancholy, jadi beliau memang berhutang pada bank tapi uangnya tetap tinggal di bank… digunakan hanya untuk emergency semata.
Tapi saya tipe senguin campur colorix… saya beranggapan bahwa berhutang di bank menunjukkan bonafiditas sebuah perusahaan karena dipercayai bank.. juga untuk pengembangan usaha tentu perlu modal tambahan
Nahhh episode menarik mulai sejak saya gunakan uang emergency tersebut untuk pengembangan usaha
Karena background saya IT mulailah diversifikasi usaha software house…. Alhamdulillah gagallll…. ditipu oleh bowher… programmer kabur, rekan berkhianat, dan banyak problem datang ..
Kapok? No way… saya harus berjuang untuk menafkahi rumah tangga dengan ibu dan adik dan keluarganya dan juga adik2 angkat dan keponakan2 yg tinggal di rumah. Semua itu tidak menjadi beban tetapi menjadi semangat untuk terus berjuang.
Tapi kepercayaan diri tentunya mulai memudar, lalu terfikir lagi menambah modal ke bank.. toh nilai asset yg diagunkan jauh lebih besar dari nilai hutang… asyikkk… kata hati. Belum lagi bank2 bpr syariah menawarkan juga pinjaman hanya dg jaminan kendaraan. Tancappppp gigi 5 ??
Lalu diversifikasi usaha beralih ke usaha produksi saving energy. Mulai dari memasarkan hydrocarbon yang diproduksi teman sampai membuat alat penghemat bensin di mobil dan kapal motor. Alat berjalan bagus dengan hasil 30% lebih saving dan sudah ditest di lab UI bahkan dijadikan sebagai salah satu skripsi mahasiswa UI. Berhasil dalam produknya iya tapi pemasarannya? Alhamdulillah gagal lagi walaupun sudah bekerja sama dengan teman yang punya bengkel besar. Permasalahan lain datang dari produk2 kompetitor yg banyak dijual di pasar, mutu dan kualitas rendah serta harga murah. Padahal strategi pemasaran sudah dilakukan dg garansi uang kembali bahkan bisa mencicil karena produk kami menggunakan baja kualitas super dan dijamin tidak berkarat.
Akhir episode, pembayaran ke bank mulai seret, bank sudah mulai menegur, cashflow juga kacau karena beberapa tagihan di business lama juga ada yg tidak dibayarkan. Akhirnya keluarga memutuskan untuk menjual asset yg dijadikan sebagai jaminan dan juga tambahan rumah lain. Masyaa Alloh selesailah derita. berkarat.
Kini saya menikmati hidup sederhana tapi nikmat luar biasa. Bussiness saya tinggalkan dan sekarang beralih sebagai agent property kuhsusnya lahan tanah di jakarta. Waktu dengan keluarga dan anak2 juga menjadi lebih baik serta bisa mengurusi ibu saya yang sudah pikun dan sakit. Jadi saya bersyukur sangat bahwa saya diluruskan jalan yang ada dengan meninggalkan riba dan bahkan jual beli yang tidak diridhoi Alloh swt.
Saya juga mendapatkan kesempatan bergabung dengan teman2 yang memiliki program concern kepada pengembangan umkm di garasi rumah. Memang program ini sbg salah satu campaign dari salah satu paslon muslim. Tapi saya tahu persis calon tersebut krn saya ada di kadin bersama beliau sblmnya dan passion serta cita2 beliau sudah sejak lama ingin membantu umkm semaksimal mungkin. Saya juga mencoba share kepada teman2 lain untuk tinggalkan riba dan hutang, Alhamdulillah mereka setuju.
Ternyata dibalik ujian itu semua, Alloh hanya ingin kita bersabar dan tawakkal serta istiqomah untuk meninggalkan segala yang haram. Godaan tetap datang, bahkan terakhir datang dana dari luar tapi ujung2nya credit line…. saya tolak dengan menangis. Bukan karena tidak jadi mendapatkan uang banyak, tetapi menangis karena kasih sayang Alloh dengan menguji keimanan.
Masyaa Alloh ?? Allahu Akbr
Naya Johan, KSW #15 MTR