Perkenalkan, nama saya Agus, dari Bacan, Halamhera Selatan, Maluku Utara.
Saya mau bercerita terkait yang saya dapatkan dari Workshop PLATFORM BISNIS TANPA RIBA (PBTR). Bagi kami sekeluarga, PBTR adalah sesuatu titik balik dalam hidup kami. PBTR yg merubah cara pandang kami terhadap hakikat hidup kami sebagai seorang muslim.
Saya mantan banker, resign dengan utang bertumpuk. Masalah selalu ada. Di dalam kelurga tidak nyaman. Hidup seperti dikejar-kejar mulai dari, DC si abank, DC pak leasing dan rentenir.
Ketika saya ikut PBTR pada bulan November 2017, Subahanallaah.. Saya mendapatkan solusinya.
Saat ini kami sudah bisa menikmati hidup. Tidak dikejar-kejar DC lagi. Utang-utang kami pelan tetapi pasti mulai terbayar. Usaha kami yang tadinya stagnan mulai perlahan bisa jalan. Tanpa menggunakan modal dari utang lagi.
Bahkan utang kami di salah satu Bank syariah, di setujui untuk di bayar hanya pokonya saja, tanpa margin/bunga, denda, dan ongkos.
BERLELAH-LELAH MENDIDIK ANAK, DEMI APA?
BY Hana Ummu Dzakiy
12/1/2018
Sebenarnya apa sih tujuan kita mendidik anak? Agar anak kita terlihat baik di depan orang lain? Agar dipuji mertua dan orangtua? Kalau ngejar poin itu, capek banget lho.
Lain cerita, suasana, serta semangatnya kalau kita mendidik anak itu agar sesuai dengan maunya Allah. Nah, biar sesuai maunya Allah, kita tanya dulu ke Allah. Ternyata maunya Allah itu kita mendidik anak kita agar menjadi Abdullah. Hamba Allah yang patuh, nurut, dan tidak membantah kepada Allah.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu” (QS Adz Dzariyat: 56)
Fokus tujuan kita mendidik anak adalah menjadikannya hamba yang taat kepada Allah. Bukan untuk menjadi juara kelas, juara olimpiade, mendapatkan pekerjaan. Maka, carilah sekolah yang fokusnya menjadikan anak kita hamba yang taat kepada Allah. Atau berhomeschooling dengan tujuan untuk mendidik anak menjadi taat.
Sayangnya hanya sedikit dari kita yang mencemaskan akidah anaknya. Lebih sering kita mencemaskan ’apa yang kalian makan sepeninggalku?’ sehingga yang terpikir adalah, mendidik anak untuk kaya, bisa dapat pekerjaan. Sementara tak mencemaskan sedikit pun ketika anaknya tidak sholat. Tidak resah ketika anaknya memiliki rumah dengan cara riba. Merasa baik-baik saja saat aqidah anaknya dicuci dengan racun sekulerisme beserta turunannya. Sehingga orientasi generasi bergeser. Tak lagi menyembah Allah tapi menyembah harta, jabatan, pekerjaan.
Nabi Yakup, di penghujung jatah hidupnya. Bertanya kepada anak-anaknya. Apa yang kalian sembah sepeninggalku? inilah yang dicemaskan beliau. Apakah akidah anak tetap terjaga sepeninggal ayahnya? Orang selevel nabi Yakup saja masih mencemaskan perihal sesembahan anaknya kelak. Lalu bagaimana dengan kita? Nabi bukan, kekasih Allah juga bukan. Tapi dengan santainya kita tidak mengkhawatirkan apa yang disembah anak-anak kita sepeninggal kita.
Ayah Ibu, rezeki anak sudah dijamin oleh Allah. Tapi tidak ada jaminan tentang keimanannya. Ahsannya, kita mendidik anak lebih fokus untuk menanamkan keimanan. Menjadi hamba Allah yang taat beribadah. Kita bangun pondasi jiwa anak dengan bata-bata aqidah yang kokoh. Sebagai mana tradisi para orang tua bijak yang dikisahkan dalam Al-Qur’an.
Sulitkah mendidik anak agar menjadi hamba yang taat? Sebenarnya tidak. Fitrahnya manusia itu lahir dengan keimanan. Bukankah sebelum bayi.lahir ke dunia dimintai persaksiannya oleh Allah? Hal ini tertulis dalam QS Al A’raaf Ayat 172 tentang Syahadatnya jiwa manusia sebelum ke alam dunia.
“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar pada hari kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keEsaan Tuhan)”. (QS. Al A’raaf, 7 : 172)
Ayah Ibu, maka bantulah anak kita untuk memenuhi janjinya itu. Jadikan ia hamba Allah yang berjalan di muka bumi dengan sebenar-benar iman. Bukan asal mengaku beriman.
Kita harus segera bergerak untuk membantu anak kita menjadi hamba yang beriman. Selagi kita dan anak kita masih hidup di dunia. Sebab, kelak akan datang masa di mana seorang bapak tidak dapat menolong anaknya.
Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu teperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah. (QS Luqman: 33)
====================================
Ingin tau bagaimana Cara mendidik anak sesuai AlQuran?
Penasaran?
Bagaimana Qur’an membahas tuntas tentang pendidikan anak?
Temukan penjelasannya yang AMAZING dalam AL-QUR’AN terkait Pendidikan Anak di event SmartParent Institute:
“Membuat Peta Jalan Sukses Dunia Akhirat Bagi Orang Tua dan Anak Berdasarkan Alqur’an” bersama Dui Nasheer (Founder SmartParent Institute)
Sabtu, 13 Januari 2018 Waktu : 08.00-21.00 WIB Tempat: Hotel Pangeran, Pekanbaru.
Sy jg pernah bilang mahal. Tp sy berfikir harga ga bs membohongi hasil. Ternyata bener, harga yg d berikan LEBIH murah dari hasil yg d dapatkan. Mungkin d browsing dulu utk biografi ustad samsul. Yg saya tau penggiat bisnis non riba cuma mas Saptuari. Mas saptuari ini ternyata pernah belajar sm coach samsul. Endy ending – MTR 17 Sumatra
_______
sharing sedikit saya dan suami pernah mengikuti seminar tentang riba mulai dari yang :
1. gratis dari R*C( siap ongkos ke Jakarta dan ada jg yg di Palembang)
2.berbiaya murah S*p*u*r*(acara setengah hari sampe jam 12 dan hanya mendapat snack seharga 250 rb )
3. seminar dari Masyarakat tanpa Riba
Alhamdulillah dari ke3 seminar tsb yg nmr 1 dan 2 ga ngefek apa2 bagi kami.
namun yang ke 3 diawali dgn SMHTR dan PBTR mampu merubah kami menjadi someone new ilmu yang didapat dari @Ust Samsul Arifin dan para coach betul2 ilmu daging yang merubah fundamental kami.
Berangkat dari situ kami dan volunteer SMHTR Palembang berinisiatif mengadakan SMHTR agar teman2 dapat merasakan apa yang kami rasakan.
Kalau ada yg sudah baca buku2 Saptuari banyak sekali disebut nama @Ust Samsul Arifin disana dan banyak kisah2 dari sahabat MTR yang diangkat disana.
Alhamdulillah setelah selesai SMHTR Palembang kami melihat ghirah yang sama dari kawan2 peserta. barakalloh fikh Rahmautari amin – MTR 17 Sumatra
_______
Assalamualaikum
Saya Dulu Juga Bilang Begitu (mahal)…tanya aj mr @Bilal – MTR Palembang
Setelah ikut SMHTR rasanya gak mau pulang… mau seminar terus…..(mengali2 lagi potensi diri)
hasilnya…
LEGAAA….LEGAAA BANGET….
PLONGG….PLONGG BANGET
TAUHIDNYA…..KENCENG BANGET….
WUUUUUUUZZZZZZZZZ
mks ustd.samsul dan team. semoga ALLAH mempermudah segala urusan kita.. Aaminnn Yuliekajayacom – MTR 17 Sumatra
_______
Memang beda rasa dan kualitasnya.. Ana dulu pernah merasakan kalo ibadah sambil nangis, begitu salah langkah dan maksiat susah sekali mau ibadah seperti itu lg paling sesekali pada waktu2 tertentu dan saat dapet musibah,, ibadah gak ada rasanya. Ternyata ‘disitu’ masalahnya. Bukan mau menghebatkan acaranya SMHTR ya, tp metode yg diterapkan ruar biasa.. Bukan teknis nya saja. Coachnya jg gk dikenal di seantero dumay dan nyata. Tapi mudah2an ikhlas dalam memberikan ilmunya,berbagi pengalaman real dgn tema yg sama. Bukan mengajari tapi membimbing sampe tuntas persoalannya. Metode semangat bebas riba itu yg gk ada jualannya. Kubroharioanto-MTR 17 Sumatra
>>>>DARI ADMIN<<<<
Saksikan juga dan bagikan Video inspiratif Berikut ini ya..
=========================
Daftarkan dan Hadirilah Seminar:
Sukses Mengembangkan Harta tanpa Riba (SMHTR):
Hari : Rabu dan Kamis (dua hari) Tanggal : 17-18 Januari 2018 Waktu: 08.00 – 21.00 WIB (tidak menginap) Tempat : Hotel Grand Dafam Syariah Yogyakarta
Ajak & selamatkan saudara, sahabat, dan mitra bisnis terbaik anda.
Selamat bergabung dalam komunitas yang akan mempertemukan anda dengan ribuan pengusaha Muslim dari berbagai disiplin ilmu & pengalaman yang luar biasa.
=========================
Kegiatan ini didukung oleh:
#SyaREA World dan #MasyarakatTanpaRiba
Pernikahan dilakukan untuk melengkapi kekurangan sehingga wajar setelah menikah bisa melihat kekurangan yang ada pada pasangan. Namun, apabila sejak awal pernikahan settingannya adalah surga maka itu salah.
Surga merupakan kehidupan setelah dunia. Ga ada luka, ga ada kecewa, ga ada konflik, dll. Selama hidup di dunia, surga dunia ga akan sesempurna surga aslinya. Wajar saja jika di tengah jalan menjadi bosan dan kesal karena yang dikejar kesempurnaan yang ga ada di dunia.
Settingan hidup di dunia adalah ujian. Begitu juga pernikahan.
Sebelum menikah, syetan mempunyai kepentingan agar manusia terjebak oleh nafsu. Maka yang dikipas-kipas oleh syetan yang baik-baik dari pasangan. Sebelum menikah, pasangan akan saling membayangkan satu sama lain. Si wanita membayangkan si laki-laki seakan jelmaan nabi Muhammad, sedangkan si laki-laki membayangkan si wanita bak Siti Khodijah. Mimpi indah yang dirajut di atas kesempurnaan yang nampak dari luar pasangan.
Sesaat setelah ijab kabul diucapkan, kepentingan syetan beda lagi. Pasti panaslah syetan jika ada manusia yang menyempurnakan imannya. Maka, misinya membuat pernikahan anak manusia ini bukan sebagai penyempurna keimanan. Mulailah dikipas-kipasin yang buruk-buruknya agar kelihatan di mata pasangan dengan amat jelas.
Masalah sepele saja bisa jadi bikin sakit hati. Masalah ga penting aja bisa bikin serasa dikutuk hidup di neraka dunia. Penyesalan demi penyesalan terselip di hati yang suatu saat akan meledak sampai si wanita berkata “ceraikan aku”. Si pria pun terledakkan emosinya dengan semua yang tersimpan dalam hati dan berkata “aku ceraikan kamu.” Meski boleh tapi melakukan hal yang dibenci Allah apalagi hanya karna masalah sepele.. iblis akan tertawa senang.
Gara2 ikut semua program MTR: dari SMHTR, PBTR, CCKU, Be MIMS, kopdar2, n FAM GAT, SPI FUNDAMENTAL DAN REGULER DAN sampai BTC.
Sy yg tadinya pengen jadi spesialis tok, punya uang banyak, trus poligami.
Skg saya jd punya impian baru : untk jadi pengusaha muslim sejati yg berkontribusi untk ummat.
Alhamdulillaah saya dipertemukan dgn ust. SA dan temen2 MTR.
Sdh mengubah visi hidup saya.
dr.Isharyadi
MTR #10 Jawa Tengah
<<<<DARI ADMIN<<<<
Penasaran ? Bagaimana SMHTR merubah fundamental dan Visi Seseorang menjadi PENGUSAHA MUSLIM SEJATI YANG AKAN BERKONTRIBUSI UNTUK UMMAT?
Saksikan juga dan bagikan Video inspiratif Berikut ini ya..
=========================
Daftarkan dan Hadirilah Seminar:
Sukses Mengembangkan Harta tanpa Riba (SMHTR):
Hari : Rabu dan Kamis (dua hari)
Tanggal : 17-18 Januari 2018
Waktu: 08.00 – 21.00 WIB (tidak menginap)
Tempat : Hotel Grand Dafam Syariah Yogyakarta
Pendaftaran:
0815 7556 2623
0853 1054 8705
Ajak & selamatkan saudara, sahabat, dan mitra bisnis terbaik anda.
Selamat bergabung dalam komunitas yang akan mempertemukan anda dengan ribuan pengusaha Muslim dengan berbagai pengalaman & disiplin ilmu.
=========================
Kegiatan ini didukung oleh:
#SyaREA World dan #MasyarakatTanpaRiba
Bisa jadi awal semua orang yang mengikuti berbagai acara motivasi atau seminar apapun dengan tema bebas riba karna hidupnya sudah kepentok sama yang namanya hutang beriba. Dengan kata lain, janji Allooh bahwa riba itu membuat pemakannya berdirinya kaya orang kesetanan, orang tersebut sudah sangat merasakan. Terhina di siang hari gelisah dimalam hari gegara selalu disatronin sama mas deci yang ga punya hati. Stress. Hidup segan matipun tak mau.
Berharap ketika mengikuti seminar atau apapun namanya dengan tema membebaskan hutang riba, bagaikan “magic” sesaat setelah keluar ruang seminar inginnya ada hal konkrit untuk semua masalah dia. Ga jarang ada yang berfikir ikut acara tersebut bakal ada orang yang mau bayarin hutangnya. Atau minimal mendapat solusi praktik untuk masalah hutangnya yang sekali tiup “hufffh” selesai masalahnya.
Terkadang, bisa jadi tidak banyak tapi ada ketika mereka menyatakan taubat riba hanya sekedar mengambil manfaat dari itu. Apa manfaatnya? . Yaitu terlepas dari hutang yang selama ini bikin puyeng. Selebihnya dari itu tidak.
Walhasil terlihat, mana orang yang memahami makna taubat dan tidak.
Layaknya orang yang telah melakukan dosa besar, lalu ia menyadarinya kemudian berazzam untuk menjadi hambaNya yang baik maka apapun akan dilakukan untuk menebus dosanya. Allooh akan mampu dilihat sebagai Tuhan yang utuh. Tuhan yang mengurusi seluruh urusan hidupnya bukan hanya masalah hutang beriba atau muamalah.
Lalu ketika taubatnya saja belum benar dilakukan tapi kemudian sudah dalam posisi menagih janji Allooh yang akan menolong hambanya yang bertaubat dan menganti semua pembuktian tobatnya dengan cash, kok rasanya gimana ya?.
Menurut saya, ini sih jadinya “songgong” sama Allooh.
Karnanya saya selalu salut dengan mereka yang berikrar taubat riba lalu buktikan taubat mereka tanpa kata tapi dan tanpa kata nanti.
Saya belajar banyak dari orang orang ini, meskipun belajarnya jarak jauh, silent learner.
Ketika taubat riba hanya ingin hutang lunas.
Bisa jadi awal semua orang yang mengikuti berbagai acara motivasi atau seminar apapun dengan tema bebas riba karna hidupnya sudah kepentok sama yang namanya hutang beriba. Dengan kata lain, janji Allooh bahwa riba itu membuat pemakannya berdirinya kaya orang kesetanan, orang tersebut sudah sangat merasakan. Terhina di siang hari gelisah dimalam hari gegara selalu disatronin sama mas deci yang ga punya hati. Stress. Hidup segan matipun tak mau.
Berharap ketika mengikuti seminar atau apapun namanya dengan tema membebaskan hutang riba, bagaikan “magic” sesaat setelah keluar ruang seminar inginnya ada hal konkrit untuk semua masalah dia. Ga jarang ada yang berfikir ikut acara tersebut bakal ada orang yang mau bayarin hutangnya. Atau minimal mendapat solusi praktik untuk masalah hutangnya yang sekali tiup “hufffh” selesai masalahnya.
Terkadang, bisa jadi tidak banyak tapi ada ketika mereka menyatakan taubat riba hanya sekedar mengambil manfaat dari itu. Apa manfaatnya? . Yaitu terlepas dari hutang yang selama ini bikin puyeng. Selebihnya dari itu tidak.
Walhasil terlihat, mana orang yang memahami makna taubat dan tidak.
Layaknya orang yang telah melakukan dosa besar, lalu ia menyadarinya kemudian berazzam untuk menjadi hambaNYA yang baik maka apapun akan dilakukan untuk menebus dosanya. Allooh akan mampu dilihat sebagai Tuhan yang utuh. Tuhan yang mengurusi seluruh urusan hidupnya bukan hanya masalah hutang riba atau muamalah.
Lalu ketika taubatnya saja belum benar dilakukan tapi kemudian sudah dalam posisi menagih janji Allooh yang akan menolong hambanya yang bertaubat dan menganti semua pembuktian tobatnya dengan cash, kok rasanya gimana ya?.
Menurut saya, ini sih jadinya “songgong” sama Allooh.
Karnanya saya selalu salut dengan mereka yang berikrar taubat riba lalu buktikan taubat mereka tanpa kata tapi dan tanpa kata nanti.
Saya belajar banyak dari orang orang ini, meskipun belajarnya jarak jauh, silent learner.
Jum’at sore 10 November 2017, situasi saat itu serasa benar-benar membunuhku. Entah mengapa persiapan panjang
menuju SPI Bengkulu rasanya akan tinggal cerita saja. Kulihat mobil sewaan yg siap berangkat. Kemudian juga kubuka tiket pesawat yg baru 2 hari dipesan di layar andro. Karena sepertinya mobil perjalanan via darat akan cancel. Takkan cukup sepenggal kesedihan utk menghapus perasaan gundahku saat itu.
Karena untuk ikut SPI ini, semua sudah kupersiapkan. Reservasi hotel yg telah dipesan. Bahkan tempat penitipan pembelajaran anak-anaku ku (kami) sudah diatur. Selanjutnya rencana kebrangkatan kamipun sudah tertata tersencana apik.
Sore itu kami berdua, saya dan istri, dihadirkan pesan ALLah untuk “conflict”. Kedua anak kecil kami M Tammam 5 thn dan Aisyah adiknya 2 thn 8 bulan masih tergolek lemas dengan demam tinggi 39,5 C. Sungguh tak mungkin meninggalkan mereka dalam keadaaan sakit dan lemahnya mereka yg butuh abi dan uminya. Kendati si putih (roda besi) yg kami sewa utk jalan darat argonya pun sudah jalan. Berharap 2 hari lalu anak kami sembuh. Kami berikhtiar membeli tiket pesawat sebagai pengganti perjalanan darat +/- 10 jam sambal berharap mereka pulih. Namun kenyataan berkata lain. Sampai ba’da magrib kami pun belum satu kata kecuali “cancel ke SPI Bengkulu”. Akan tetapi, kegalauan itu malah makin menjadi. Semakin malam hari, situasi semakin terkendali. Sehingga semakin memantapkan kami mengurai conflict menjadi niat hadir. Sehingga kami putuskan berangkat dari Palembang ke Bengkulu untuk ikut SPI Fundamental Class.
Bismillah… Kamipun berangkat untuk memenuhi hasrat jiwa mendidik anak seperti yang disampaikan Alumni SPI secara singkat pada acara BeMiMS Sentul beberapa waktu yang lalu.
Pagi itu di Bengkulu, rasa perasaan sedih kami sampaikan di WIFLE, karena memang fisik kami di sini (SPI Bengkulu), namun jiwa kami di Prabumulih sana dua buah hati yg masih sakit.
Rasa tak menerima materi demi materi kami rasakan baca membal kecuali tetap menghadirkan niat menimba ilmu. perbaharui niat dan perbaharui niat.
After 1st Break
Masyaa ALLAAH… Kami telah menemukan kembali siapa kami. YA kami berdua telah come back kembali. Materi masuk kata per kata penuh makna dari Bu Dui Nasheer.
Allah berikan terang, Allah beri Ridho kami hadir dan menimba ilmu di SPI ini. Kami titip anak-anak kami ya ALLAH. Seraya menahan degup tangis anak2 disana dan sambil terus “melahap” materi SPI yg membuat ingin meledak-ledak tangisan ini.
Betapa spesialnya anak-anak. Betapa melekatnya kisah Muhammad Al Fatih. Dengan derai air mata, kami nyatakan rindu anak-anak kami… Alhamdulillaah.. Kini kami berkumpul kembali. Semuanya sehat mengawali hari baru berbekal ilmu SPI Fundamental..
Terima kasih Bu Dui Nasheer, terima kasih rekan-rekan SPI Bengkulu
Jazzakumullah khairan
Hamba ALlah dhaif
Bilal & Isteri Palembang
Dahsyat Ilmu SPI, pengen tau atau pengen tau banget
====================================
Penasaran kan?
Bagaimana Qur’an membahas tuntas tentang pendidikan anak?
Temukan penjelasannya yang AMAZING dalam AL-QUR’AN terkait Pendidikan Anak di event SmartParent Institute:
“Membuat Peta Jalan Sukses Dunia Akhirat Bagi Orang Tua dan Anak Berdasarkan Alqur’an” bersama Dui Nasheer (Founder SmartParent Institute)
Sabtu, 13 Januari 2018 Waktu : 08.00-21.00 WIB Tempat: Hotel Pangeran, Pekanbaru.
By Mushofiah, KSW #06 Culinary WA KSW 0811-113-139
Saksikan dan bagikan videonya di bawah ini:
Hampir sama saja kisahnya setelah ikut SPI. Efek setelah ikut SPI. Ikutnya pun bareng suami jadi makin muantaf dan berasa ilmunya.
Efek yang paling terasa adalah pada anak-anak, jadi manut gak protes, ibadah juga gak pernah disuruh, dan yang lebih berharga adalah bisa menerima keadaan kami ortunya. Yang kondisinya tidak sama dengan teman-teman di sekolahnya.
Putri sulung saya, saat ini mondok di pesantren khusus tahfidz. Secara kondisi fisik, bangunan dan fasilitas jauh dari kondisi sekolah yang sebelumnya. Semua dilakukan serba sendiri. Tak ada jasa laundry, tidur pun tidak memakai dipan. Sejak awal survey dia sendiri yang memutuskan di sana. Ketika diberi pilihan tempat lain, anaknya gak mau. Hampir dua minggu sudah putriku mondok.
Sabtu kemarin sempat bertemu di acara wisuda akbar dan pertemuan wali santri. Gak terasa airmata menetes deres sendiri. Padahal sudah berupaya ditahan. Saat memeluk dia, nyimak ceritanya yang sempat sakit
Oleh: Yudhi Gunardi-Arsitek Ahli Masjid
Penggiat MTR
Founder #GerakanPemakmurMasjid (GPM)
Apakah anda pernah mengalami hal-hal seperti ini: selalu sibuk dengan urusan dunia, pergi pagi-pulang malam terkadang tidak pulang, deadline pekerjaan makin menumpuk, waktu meeting dengan customer selalu bentrok dengan jadwal penting lainnya, dihantui tanggal jatuh tempo cicilan pembayaran (rumah, mobil, motor, dll.) waktu terasa begitu cepat, rasanya 24 jam dalam sehari tidak pernah cukup untuk anda.
Tidak punya banyak waktu untuk istri dan anak, tidak cukup waktu untuk bersilaturahim dengan orang tua/saudara, tidak ada waktu untuk menjenguk saudara/teman/sahabat yang sedang sakit, tidak ada waktu untuk bersosialisasi dengan tetangga, tidak ada waktu untuk datang ke majelis ilmu, selalu sibuk menjelang waktu shalat, hawatir telat bertemu client kalo shalat dulu sebelum meeting, bahkan sulit mengalokasikan waktu untuk shalat berjamaah di masjid.
Setiap hari bangun tidur kesiangan dan kaget terlambat, segalanya terasa harus cepat, mandi tergesa-gesa, sarapan ga sempat/tergesa-gesa, ngantar istri/anak tergesa-gesa, pergi ke tempat kerja tergesa-gesa, bekerja tergesa-gesa, makan siang tergesa-gesa, pulang kerja tergesa-gesa dan shalatpun selalu diwaktu sisa.
Ingin dapat kerjaan/proyek tergesa-gesa, biar cepat dapat kerjaan/proyek terpaksa suap/riswah. Ingin punya motor/mobil/rumah tergesa-gesa uang belum cukup terpaksa ngutang dan terjebak riba.
Anda menjadi lalai karena waktunya hanya dihabiskan untuk mengikuti hawa nafsunya dalam membanggakan harta, memiliki tahta atau mendapatkan wanita pujaan, dan mulai amai dalam mengejar ridho keberkahan Allah.
Anda membuat setanpun tertwa bahagia karena melihat anda, subuh kesiangan, dzuhur kesibukan, ashar diperjalanan, maghrib kecapean dan Isya ketiduran. Allah Subhanahu wata’ala berfirman :
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ * الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, (QS. Al-Maa’uun 107:4 & 5)
Saya sendiri pernah mengalami masa-masa terperangkap pada KESIBUKAN TIADA AKHIR seperti diatas, sampai akhirnya Allah memberikan “pesan” cintanya untuk saya melalui KEBANGKRUTAN YANG MENYISAKAN UTANG MILYARAN.
Alhamdulilah saya bertemu Ustadz Samsul Arifin, dan sahabat-sahabat MTR dan SPC yang meginspirasi saya berhijrah, dalam proses itulah saya memahami bahwa visi hidup kita jangan hanya berorientasi kebahagiaan dunia yang fana, tapi juga harus berorientasi akhirat yang kekal abadi.
Saya juga mulai menyadari bahwa bisa jadi shalat kita adalah cermin kehidupan kita, ketika jadwal hidup kita berantakan maka periksalah bagaimana jadwal shalat kita, mungkin itu “pesan” Allah yang bisa saya tangkap dari perenungan proses hijrah saya selama ini. Allah Subhanahu wata’ala berfirman :
فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا
Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang mengabaikan shalat dan mengikuti keinginan hawa nafsunya, maka mereka akan tersesat. (QS. Maryam 19:59)
Manusia pada dasarnya akan terus berbangga satu dan lainnya hingga mereka masuk ke dalam kubur, ketika mereka merasakan kematian, barulah mereka berhenti dari berbangga-bangga dengan harta.
Namun hakikatnya alam kubur hanyalah tempat mampir sebelum sampai ke alam berikutnya, yaitu negeri akhirat yang kekal abadi dan amalan manusia akan dibalas di negeri yang kekal abadi tersebut.
Seandainya kita mengetahui dengan ilmu yang sampai ke hati, tentu kita tidak akan lalai hingga terus-terusan berbangga-bangga dengan harta, dan malah akan menyibukan diri dengan beramal sholeh untuk bekal akhirat.
Namun sayangnya, kebanyakan kita tidak menyadari, sampai saatnya melihat neraka Jahim nampak didepan mata, yang dijanjikan pada orang-orang kafir, Naudzubullah…
BERMEGAH-MEGAHAN TELAH MELALAIKAN KAMU HINGGA KAMU MASUK DALAM KUBUR
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (QS. At Takatsur: 1-8).
Yuk, kita perbaiki jadwal shalat kita, agar Allah mengaturkan jadwal hidup kita menjadi lebih baik dan lebih berkah, marilah kita sama-sama memperbaiki diri, seburuk apapun masalalu kita, mumpung belum terlambat, Allah masih memberikan waktu dan kesempatan, sungguh jangan disia-siakan, karena kematian pun tidak pernah menunggu kesiapan kita, wallahualam.