Tuesday, August 25, 2026
Home Blog Page 77

According to Dior Couture, this taboo fashion accessory is back

0

Nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa quae ab illo inventore veritatis et quasi architecto beatae vitae dicta sunt explicabo.

Neque porro quisquam est, qui dolorem ipsum quia dolor sit amet, consectetur, adipisci velit, sed quia non numquam eius modi tempora incidunt ut labore et dolore magnam aliquam quaerat voluptatem. Ut enim ad minima veniam, quis nostrum exercitationem ullam corporis suscipit laboriosam, nisi ut aliquid ex ea commodi consequatur.

At vero eos et accusamus et iusto odio dignissimos ducimus qui blanditiis praesentium voluptatum deleniti atque corrupti quos dolores et quas molestias excepturi sint occaecati cupiditate non provident, similique sunt in culpa qui officia deserunt mollitia animi, id est laborum et dolorum fuga.

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem eum fugiat quo voluptas nulla pariatur.

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet ut et voluptates repudiandae sint et molestiae non recusandae. Itaque earum rerum hic tenetur a sapiente delectus, ut aut reiciendis voluptatibus maiores alias consequatur aut perferendis doloribus asperiores repellat.

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

“Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat”

Nemo enim ipsam voluptatem quia voluptas sit aspernatur aut odit aut fugit, sed quia consequuntur magni dolores eos qui ratione voluptatem sequi nesciunt.

Et harum quidem rerum facilis est et expedita distinctio. Nam libero tempore, cum soluta nobis est eligendi optio cumque nihil impedit quo minus id quod maxime placeat facere possimus, omnis voluptas assumenda est, omnis dolor repellendus.

OLEH-OLEH LEBARAN

0

By Abah Moekti Chandra, KSW #21 Diaspora
WA KSW 0811113139

Iedul fitri vs iedul tamasya

Selama hari raya ied kemarin, ada hal unik dalam perayaan ied ini.
Kenapa begitu???
Ya……….suasana ied tahun ini berasa hambar dan tidak bermakna.
Suasana yg seharus nya dibangunnya silaturahmi dan ukhuwwah, yang terjadi malah sebalik nya.
Ini masalah keluarga si miskin dan sikaya.
Keluarga (sanak family) simiskin yg sederhana, dan keluarga (sanak family) sikaya……….dalam pertemuan silaturahmi terasa ada kehambaran dan kehampaan. Kok bisa???
Ini masalah nya :
Keluarga sikaya cukup hanya memberikan amplop dan oleh oleh khas lebaran. Setelah itu, keluarga sikaya pergi tqmasya dg keluarga nya.
Tinggal simiskin yg sederhana, hanya mengelus dada.
Harapannya, keluarga simiskin ini…….ingin berdiskusi, tukar fikiran daei kesuksesan keluarga nya yg kaya.
Apa yg terjadi??????
Hemmm…..nanti kalau ada waktu…kita mau melepas lelah ke tempat wisata yg ssh jadi tradisinya.

Ibroh :

Hendaknya, dalam silaturahmi, hubungan kekerabatan, tidak ada kesenjangan dalam hal ini.
Namun, semua berubah. Semua berbeda. Padahal, dalam kembali nya fitri itu, hakekat nya kembalinya kita sebagai muslim yg berhasil memerangi hawa nafsunya.

KENANGAN-KENANGAN LEBARAN

0

By : Liana Trisnawati
KSW #08 TRADING
WA KSW : 0811113139

Liburan keluarga kami Ramdhan tahun ini hanya kami habiskan dirumah, banyak kegiatan yang kami lakukan, antara lain :

• Review kegiatan selama
Ramadhan
• Kebersamaan dan silahturahmi
dengan kerabat terasa indah.

Ramadhan Serasa begitu singkat berlalu, kami berdoa semoga kami masih diberikan kesempatan oleh ALLAH SWT untuk bertemu Ramadhan kembali.

Ramadhan yang istimewa

Kami pasangan suami dan istri memiliki 4 (empat) orang anak 3 laki-laki dan 1 perempuan. Sebagai orang tua kami ingin mendidik anak2 kami untuk menjadi anak yang sholeh dan dan sholeha.

Kami berusaha membuat sesuatu yang creative untuk mengarahkan anak2 kami dalam menyambut ke istimewaan Ramadhan.

Segala ide kami mencoba membuat/create untuk merubah suasana dalam menyambut bulan Ramadhan, konsep kami orang tua, kami menyambut Ramadhan seperti kami menyambut Client yang telah memberikan project kepada perusahaan :

•Meeting keluarga
(seperti meeting team work) membuat action plan dan time schedule selama Ramadhan.

• Kami memasang hiasan bertulis *Welcome Ramadhan*di dinding rumah kami.

• Menyiapkan white board khusus Ramadhan, sebagai bentuk Mading Ramadhan.

• Setiap anggota keluarga membuat  target gol yang akan di capai dibulan Ramadhan,Seperti :

1. Puasa sempurna selama
30 hari
2. Berbuka puasa bersama
keluarga dirumah dengan
diawali Kultum bergantian
3. Tadarus & Kataam Al Quran
4. Sholat Taraweh Bersama
5. Menyantuni & Berbuka Puasa
Bersama Anak Yatim & Piatu
dan Dhuafa
6. Itikaf bersama

Allhamdullilah kebersamaan Ramadhan telah membuat keluarga kami lebih dekat satu sama lain, kami sebagai orang tua berusaha memberikan contoh kepada anak2 arti dan memaknai Ramadhan.

Itulah cerita Bulan Ramadhan keluarga kami yang sangat sejuk dan indah.

Target keluarga kami selanjutnya adalah kembali ke Fitri dan mengamalkan kebiasaan yang kami telah lakukan selama 30 hari di bulan Ramadhan.

Terima kasih.
Liana..

ALLAAH MUDAHKAN SEGALA URUSAN KITA SEMUA

0

Oleh oleh mudik by Lia Abidin, KSW #15 MTR
WA KSW 0811113139

Memudahkan urusan sesama

Saya membiasakan diri selama ini, untuk selalu memudahkan urusan sesama, karena Yakin Allah juga akan memudahkan urusan kita.

Ini ada oleh oleh mudik, yg menurut saya karena hal itulah, hal ini bisa terjadi.

Tadinya saya dan keluarga tidak ada rencana untuk Mudik, tapi karena anak dan mantu yg pertama, anak sedang hamil tua, jadi tidak bisa pulang, anak dan mantu yg kedua masih di spanyol.

Akhirnya suami mengajak kami sekeluarga pulkam ke kuningan, sudah telpon ke hotel yg biasa menginap penuh, akhirnya kita nekat go show, tp dalam hati senantiasa berdoa semoga semuanya di mudahkan oleh Allah.

Alhamdulilah perjalanan hari ke 2 setelah lebaran lancar sampai ke tujuan, disana kita sampai di salah satu hotel yg biasanya juga penuh, kita nekad datang kesitu.

Alhamdulilah Allah memberi kemudahan, sebetulnya keinginan hati ingin dapat yg di lantai 1, biar tidak Ribet, tp dapatnya di lantai 2, kl hotel dikuningan tidak pakai lift, tp saya masih berusaha untuk dapat kamar dilantai 1, sy berpesan, kl ada yg di lantai 1 sy mau ya, padahal kamar penuh.

Tapi subhanallah, tidak sampai 30 menit sy pesan, tiba tiba reseption memberi tahu bahwa yg dilantai 1 ada yg kosong.

Alhamdulilaah, kalau terbiasa memudahkan urusan sesama dan membantu sesama insya allah dimudahkan oleh Allah semua urusan kita.

Sebetulnya banyak cerita, tapi sy sangat berkesan banget ttg peristiwa ini, karena saudara saya cerita dia sudah telpon ke hotel yg saya tempati, hotelnya sudah penuh, sedangkan saya tanpa telpon, datang dan dapat sesuai keinginan.

Masya Allah, la haula walaquwata illah bilah, semoga bermanfaat buat sahabat, agar semangat terus membantu sesama, memudahkan urusan sesama agar kita juga dibantu Allah dalam semua kesulitan kita, amin?

Lia Abidin, KSW #15 MTR

DIMANA ENGKAU WAHAI AMIRUL MUKMININ?

0

By Luky AH, KSW #29 Jabodetabek
WA KSW 0811113139

Oleh Oleh Silaturrahmi Lebaran

Setiap tahun kami sekeluarga lebih banyak menghabiskan waktu di Jabung Malang Jawa Timur, Mertua dan keluarga besar mayoritas sebagai petani dan tengkulak,

kali ini dapat cerita yang sangat mengenaskan, para petani tebu mengeluh, 7 pabrik tebu di jawa timur akan ditutup, hal ini mengakibatkan stok tebu melimpah dan susah masuk pabrik, krn daerah lain juga sama,

kalo pun bisa masuk pabrik meski dg uang pelicin sana sini ternyata kebijakan pabrik tebu di malang mengharuskan memotong pajak, ada yg bilang 10 % bahkan ada yg bilang setiap 1 hektar di potong 5jt tuk pajak, padahal penghasilan per hektar hanya sekitar 25-30jt,

para petani banyak yg pasrah dan mengumpat pemerintah, bagaimana dg masa depan mereka? Apa kita tergantung dg Gula Import terus? Dan membunuh para petani tebu? Saya juga gak habis pikir, apa maunya pemerintah sekarang.

Selain tebu, di Jabung juga sentra produksi singkong, tahun2 sebelumnya harga stabil, para tengkulak dan pabrik mau menerima hasil panen,

tapi tahun ini pabrik membatasi dan tidak mau menerima, akhirnya stok singkong yg belum di panen melimpah, tengkulak yg mau ambil hanya berani kasih harga 30rb per kwintalnya, padahal ongkos kuli tuk panen 25rb per kwintalnya, belum biaya lain2, ada saudara yg punya berhektar2 sawah singkong sudah habis 400jt uang hutang dan sampai skrg belum dipanen.

Mendengar kisah para petani setiap tahun banyak yang mengenaskan, seperti pembiaran dan tidak ada perhatian, bahkan seakan2 membunuh para petani, dan sawah2 berubah menjadi perumahan, pabrik, dll. Seharusnya kita sudah muak dg sistem ini, dan mencari solusi dari YANG MAHA KUASA yaitu Syariah Islam, bagaima Islam mengatur tentang pemilikan lahan pertanian, dan mensejahterakan petani.

Oleh Luky AH, KSW #29

DESAKU YANG KUCINTA

0

By David Mailendra, KSW #12 Healthy Business
WA KSW 0811113139

Cerita lebaran di petahanan gombong jawa tengah…

Ternyata penduduk desa tempat mertua saya dilahirkan hampir semua terjerat gaya hidup berhutang Riba…dari koperasi bank keliling atau bank beneran semua penduduk rata rata punya hutang riba…

itu saya tau pas ngobrol dengan adek mertua…Riba beserta akibatnya begitu nyata saya lihat disana…

alhamdulillah setelah ngobrol berapa lama lek saya itu berazzam untuk tidak membuat hutang baru…

Hilang bayangan kehidupan desa yg sederhana hidup dengan pola apa yg ada…gaya hidup ala desa ternyata sangat merusak kehidupan mereka

Kata orang disana..orang kiayinya minjem juga ??

MUDIK ASIK MENUAI PAHALA

0

By Wahyoe, MTR #01 Jember
WA MTR (KSW) 0811113139

Suka dukanya idul fitri kemarin

Lebaran kali ini merupakan tahun pertama dengan suasana diri saya  & istri hijrah dari masa2 jahiliyah ( riba telah total habis bersih sesuai azzam sebelum takbir hari raya berkumandang, melaksanakan kehidupan seperti dlm hadist,dll yg mengandung hal islami) rasanya sangat berbeda banget dibanding berapa puluh tahun sebelumnya.

Namun sangat disayangkan ketika ketemu sanak saudara tidak sedikit dari mereka menganggap hijrah kami dipandang negatif & terpengaruh ikut aliran sesat. Mungkin karena mereka terkena provokasi dari media2 nasional yg banyak menyudutkan islam dengan berita negatif.

Dengan sedikit agak jengkel, sedih menjelaskan kepada mereka bahwa sebenarnya kita hanya islam cuman kulit saja namun dalamnya kita bukan muslim sebenarnya. & Selama ini kita tidak mau mengenal bagaimana adab-adab islam itu seharusnya hanya cuman mendengar melihat dari orang tua & kebiasaan tradisi dari masyarakat yang mana banyak yg jauh dari adab islami.

Singkat cerita akhir dari penjelasan saya, hanya satu pertanyaan saya. Apakah anda percaya dengan al-qur’an & al-hadist?karena perilaku yang saya tunjukkan yang anda sebut menyimpang sumbernya dari buku-buku umum yang banyak beredar dipasaran(bhulugul maram,minhajul muslim,riyadus solihin.

Kebeneran pas mudik alhamdulillah saya bawa minhajul muslim) yg ditulis oleh imam 4 mazhab yg mana hadistnya shohih & bermanhaj langsung dari nabi Muhammad SAW. Jadi kl dibilang perilaku saya sesat, berarti nabi Muhammad SAW adalah sesat.lalu ketika saya tunjukkan apa saja yg dianggap mereka identik dengan teroris & sesat. Akhirnya ada yg terkejut, ada yg heran ada juga yg menolak. Semoga yg menolak segera mendapat hidayah.

Kesimpulan saya setelah mudik kemarin, ternyata selama ini banyak dari kita mengaku islam tapi hanya melakukan yg diperintahkan cuman hal-hal yg dianggap “bisa” memasukkan kita kesorga (puasa,sholat,zakat). Namun hal2 yg menjadi aturan main untuk jalan ke sorga sering kita langgar, lupakakan dan bahkan kita tolak dianggap tidak sesuai tradisi lingkungan kita.

Jadi masihkah kita bisa pantas masuk sorga sedangkan banyak aturan main yang kita  langgar (berbuat syirik,ghibah,riba,dll) & kita tidak mau memperbaikinya bahkan menolak menolaknya.

Ingatlah saudaraku “islam datang dlm keadaan  asing & kembali dalam keadaan terasing” semoga kita termasuk golongan orang yg terasing tsb.

Wahyoe, MTR #01 Jember.

MUDIK TANPA MACET, MUNGKINKAH…?

0

By Pramudyo DA, KSW #25 DIYJateng
WA KSW 0811113139

Jumat kemarin saya perjalanan pulang balik mudik dari Kota Karanganyar – Solo menuju Weleri – Kendal.

Gile dah…perjalanan yang seharusnya cuman 4 jam, ini harus ditempuh selama 10 jam..!!

Berangkat dari Karanganyar jam 4 Sore…dan sampe Weleri- Kendal jam 2 dinihari..!

Volume kendaraan luar biasa mengerikan. Mobil2 keluaran terbaru bersliweran. Jarang banget sekarang  kelihatan mobil lawas.

Hati ini akhirnya sibuk bersuudhon ria…ahhh..ini jangan-jangan gara-gara sekarang beli mobil begitu mudahnya.

Hanya dengan uang muka 7 sd 15 juta sudah bisa bawa pulang mobil keluaran terbaru.

Nah..kan…sepertinya penambahan jalan atau pembangunan jalan bebas hambatan/tol tak sebanding dengan penambahan banyaknya mobil baru yang dikeluarkan dealer untuk dijual.

Sepertinya memang tidak ada pembatasan untuk penjualan mobil. Target penjualan terus dinaikkan, produsen mobil berlomba-lomba menelorkan varian terbaru.

Mobil akhirnya ditawarkan dengan DP super ringan. Gak peduli pembeli tetap bisa mengangsur atau enggak, yang penting uang muka alias DP plus angsuran yang pertama udah disikat.

Di perusahaan leasing mungkin hanya terpikir..” tarik ajalah kalo gak mampu bayar gampang..” hehehehe…..mungkin hlo ya…itu menurut saya. Saya bisa juga keliru…hehehehe….soalnya dulu jujur saja waktu jadi petugas kredit di bank BUMN saya pernah juga berpikiran mirip-mirip itulah. “…ahh..kasih dulu sajalah, cairkan dulu kreditnya..keburu dikejar target, keburu dimarahi bos….masalah kreditnya nanti macet…pikir nanti…..gampanglah..nanti lelang aja agunannya…beress dah…hehehe….(jahat banget ya..?).

Itu saya dulu waktu jadi provokator dan inspirator orang untuk berhutang hampir 12 tahun…???..sekarang alhamdulillah sudah enggak lagi….hehehehe..sudah insyaaff….ampun deh kapok.

Nah..saya pikir lagi, mau ditambah sepanjang apapun jalannya kalo memang produksi mobil tidak dibatasi, target kredit konsumtif alias target untuk memaksa orang berhutang dinaikkan terus….ya akhirnya semua terjebak.

Terjebak kemacetan setiap tahun dikala mudik, terjebak beli mobil DP murah..terjebak angsuran sangattt  panjang, terjebak rayuan maut SPG leasing yang wangi-wangi ?..dan yang paling mengerikan adalah terjebak hutang RIBA …????….

Waspadalah….

Waspadalah…

Semoga bermanfaat

Oleh : Pramudyo Dwi Ananto KSW #25 DIY & Jateng

RAMADHAN & LEBARAN YANG INDAH, SYAHDU, DAN BIJAKSANA

0

By Novie Trilia, MTR#02 KALTIM
WA KSW 0811113139

Tahun ini benar-benar Ramadhan yg penuh berkah menurut saya dan suami..dimana kami sdh bebas riba, dan Hijrah besar2an..

Indah dan syahdu karna kami bisa khusyuk beribadah tanpa rasa gelisah oleh angsuran2 yg tak kunjung selesai itu, bisa tenang berdoa tanpa gangguan deringan telpon yg mengingatkan jadwal jatuh Tempo itu..

Bijaksana, karna ternyata Ramadhan dan lebaran kali ini sangat hemat, karna kami tdk berlebih-lebihan dalam semua hal..tidak berlebihan dlm hal makanan berbuka puasa, tdk membeli baju lebaran, tdk membeli kue dan minuman lebaran berlebihan, tapi lebaran tetap sama dan malah lebih indah..

Dua kali menyelenggarakan seminar CCKU, rasanya semua KEBUTUHAN dan KEINGINAN semakin jelas terlihat.. dan ternyata yg sederhana itu semakin nikmat, dan Allah memang tdk suka yg berlebih-lebihan..karna ternyata sederhana itu membahagiakan..??

By Novi, MTR #02 Kaltim

MENEMBUS BATAS KEMUSTAHILAN

0

By Yudha Adhyaksa, KSW #03 Property

Catatan Perjalanan 4200 KM Jogja – Aceh

MELAWAN KEMUSTAHILAN
Oleh oleh mudik by Yudha Adhyaksa, KSW #03 Property
WA KSW 0811113139

Kamis, 15 Juni jam 5 pagi, kami memulai perjalanan mudik sekeluarga. Dulu-dulu sih waktu masih kerja di Bank, kami selalu pake pesawat ke kampung halaman istri di Sigli Aceh. Tujuannya jelas utk menghemat waktu, krn cuti biasanya cuma dikasih 1 minggu oleh pak Bos.

Kali ini saya mencoba gaya baru. Kita memutuskan berangkat naik mobil. Hal yg sangat menantang karena perkiraan waktu bisa sampai 7 hari. Kalo dipikir2 negatifnya buanyakkkk, antara lain :

1. Jarak terjauh saya nyetir non stop hanya 6 jam. Itupun bawa mobil sering miring2 krn mata sudah 5 watt. Pernah hampir nabrak mobil lain…oooppss…

2. Belum lagi anak yg dibawa ada 4 orang, dan yg terkecil masih 2 tahunan yg butuh menyusui. Kakak2nya semua termasuk anak yg aktif, yang selalu bergerak…wahhh

4. Ada info, daerah Lahat (dekat Palembang) sangat rawan kejahatan, polisi pun nggak bisa mengatasi saking beringasnya penjahat disana. So… tidak boleh berada disana saat malam hari.

5. Orangtua menyarankan agar tidak pergi. Alasannya cuma 1, jauhhhhh sekali JOGJA – ACEH. Sumatera itu sendiri 3x panjang pulau Jawa. Belum kalo terjadi sesuatu di jalan (tentu ini jadi masukan yg berharga)

Namun, kami putuskan tetap berangkat dengan mobil satu2nya: Ertiga. Sbelumnya tentu diservis besar, cek kaki2nya, isi Nitrogen dll. Mobil siap, barang2 pun sudah diatur agar nyaman dan lapang didalam. Uang cash disiapkan utk beli bensin di jalan.

Perjalanan ini untuk menguji kemampuan dan keyakinan kami. Oleh karena itu, kami ambil tema BACKPACKER. Tidak ada nginap2 di hotel. Kami ingin melihat kekompakan keluarga dalam mengatasi hambatan yg timbul.

Apa yang kami rasakan menjadi pengalaman yang sangat berharga. Sepertinya perlu sy share agar teman2 yg mau mudik Jawa – Sumatera bisa mengambil ibroh. Antara lain:

1. Kami salah waktu saat memasuki Palembang. Hari mulai Maghrib saat mobil memasuki kawasan hutan Kelapa Sawit. Parahnya, tidak ada lampu2 di jalan. Jika matiin lampu mobil, mendadak gelap gulita. Mungkin Masuk hutan sore keluarnya besok pagi. Selama jalan berhari2, ada total 30 jam jalan di hutan. Bener2 uji nyali…huffftt…

2. Jalanan antar kota begitu panjang dan berkelok-kelok dan naik turun. Perbedaan ketinggian badan jalan bawah dan atas bisa mencapai 20 m. Salut sama Pemda yg susah payah buat jalan aspal sepanjang itu.

3. Belum lagi disalip oleh bis2 berukuran besar. Truk2 Logistik pun meramaikan jalanan. Keahlian supirnya jangan ditanya…tingkat dewa! Ahli banget pas nyalip di tikungan atau pas tanjakan….ngeriii….sy pun mengalah.

4. Masjid-masjid berlimpah ruah. Bisa ditemukan tiap jarak 1 – 3 kilometer. Dan disainnya yg indah2 dan mewah bikin sejuk mata melihat. Belum lagi halamannya yg luas. Nuansa keislaman begitu kental. Perjalanan jd tidak terasa membosankan.

5. Anak2 menikmati pemandangan. Kadang bermain lomba menghitung masjid2 yg dilewati. Cobaan kecil seperti pipis dan buang air besar di mobil sudah dilakukan. Hahahaaha

6. Kami pilih tidur selalu di dalam mobil tapi pilih-pilih tempat yg sekiranya aman. Pernah tidur didalam pom bensin, pas melek jam 12 malam semua petugas hilang dan jalan keluar di rantai. Pernah tidur di depan kantor polisi, lalu ada yg ngetok2. Pak polisi minta kita masuk ke dalam halaman agar lebih aman, kirain mau ditilang hehe…pernah tidur di depan warung2 yg masih rame, pas melek tengah malam semua sudah tutup dan gelap hahahaha…tidur malam hanya 1 – 3 jam lalu lanjut menyetir lagi.

7. Pernah sekali saya berlaku sombong. Biasanya, ketika jarum bensin masih di tengah, saya langsung isi bensin. Iseng2 sy coba membiarkan jarum di bawah garis tengah. Ketika sudah mepet dan mau isi bensin, eeehhhh….adaa saja kendalanya. Pom bensin tutuplah, sedang dibangunlah, belum beroperasilah, padahal jarak berikutnya bisa 30 KM. Kapokkk !!

8. Bersyukurlah kami karena ada Google Maps. Kini perjalanan jauh terasa mudah krn GMaps menjelaskan rute dengan baik. Tak perlu lg bertanya arah jalan ke orang2 krn kalau malam sudah sepi. Hanya 1 hal yg meleset. GMaps menunjukkan total jarak tempuh 2200 KM, kenyataannya? 4200 KM ! Tak perlu deh mencari dimana salahnya, yg penting ngga kesasar hehe

Akhirnya…setelah 5 hari perjalanan, Selasa, 20 Juni jam 5 pagi kami pun tiba di Sigli, Aceh dengan selamat. Mobil masih berfungsi baik. Dari 4 anak, hanya 1 anak yg masuk angin biasa. Bapak Mertua yg membuka pagar pun awalnya tak menyadari kalau itu mobil kami. Dan terkejut sekali ketika kami semua keluar dari mobil.

Iya lumayan capek…tp alhamdulillah, masih dilindungi Allah..sempat ketinggalan tas berisi dompet di pom bensin Jambi dan baru tahu 6 jam kemudian pas sy ditelpon lg di tengah hutan. Alhamdulillah petugas pom bensin mau mengirim pake pos kilat ke rumah di Aceh…bersyukur banget sy perjalanan ini dimudahkan & dilancarkan Allah SWT.

Pas lg ga ada dompet, ada razia polisi di jalan jam 10 malam…langsung deh sy minta istri pindah ke tempat duduk supir ?

Akhirnya perjalanan ini berakhir HAPPY ENDING 🙂

================

Sekedar ngasih tahu.
Proses Hijrah itu tidak mudah. Ada yg sdh resign tp putus asa akhirnya kerja lg di bank. Kebanyakan setelah resign, beralih jadi pengusaha. Jualan bubur Cirebon, buka toko baju muslimah, perlengkapan anak, warung kuliner dan lain-lain. Ada juga yg jadi pegawai non bank.

Dalam menjalankan usaha, ada yg ketipu puluhan juta, pecah kongsi, sepi dagangan krn stok barang itu2 saja, terpaksa jual rumah dll.

Semboyan kami:
Jangan Gadaikan Akheratmu HANYA Demi Duniamu, ayo HIJRAH !

By Yudha Adhyaksa, KSW #02 Property
Koordinator Bisnis Komunitas XBank.