Pertama kali ikut SPI half day di Surabaya 8 januari 2017 beserta Suami dan putri bungsu kami… Mendengarkan penuturan Bu Dui dg seksama….. MasyaAllah..betapa powerfull energy yang saya rasakan saat itu hingga membuat saya seperti sedang bercermin namun saya juga mendapatkan ketenangan, dalam hati saya berkata : “Ini yang saya cari selama ini”..saya melihat diri saya persis seperti apa yang Ibu Dui paparkan, ketika itu saya berpikir seandainya anak2 saya ada di sini semuanya….
Selepas acara…serasa semua uneg2 saya selama ini tercurah semua, karena selama ini kami masih belum bisa ” klop” utk urusan mendidik anak…. Namun kami berusaha untuk memperbaiki diri, pikiran jadi lebih ringan, dan sesak di dada berangsur menghilang…
Banyak perubahan yg terjadi di keluarga kami semenjak kami ikut SPI, hubungan kami jadi lebih mesra ☺dan anak2 juga lebih mudah diarahkan
Baru sj ada ibu dah jam 21.30 membeli paket data karna anaknya yg baru umur 2thn tdk mau tidur karna harus nonto yutube dl sblm tidur
buka sebagai ortu sj sy sedih
Warga KSW #01 Leaders. Distributor besi dan baja di wilayah Ciayumajakuning.
“Bukan dengan pasal-pasal hukum kita untuk melunasi utang-utang riba kita. Tapi dengan action kita sesuai arahan-arahan dari para coaches SyaREA World di SMHTR dan PBTR serta BeMiMS. Dan hasilnya memang terbukti manjur dengan kita segera action dan terus berdoa kepada ALLAAH SWT.”
Silakan saksikan dan bagikan video inspiratif ini ya..
Orang yang kecanduang utang memang sering salah fokus dalam hidupnya. Yang seharusnya mempelajari ilmu dan keterampilan untuk menambah penghasilan, eehh… malah menghabiskan uangnya untuk mendalami pasal-pasal agar bisa mengalahkan si abank dan pakLe.
Hidup ini bukan tentang menang atau kalah. Tapi tentang bagaimana kita bisa tumbuh bersama-sama dalam kebaikan.
Mari fokuskan dengan benar ke mana uang, tenaga, waktu, fikiran dan perhatian kita arahkan.
INFO ACARA-ACARA TATAP MUKA BERIKUTNYA DI 0811181839
Diskusi By Samsul Arifin dan Warga KSW #34 Akhwat WA KSW 0811 113 139
(Q): Saya membantu Bu Dui menyusun materi-materi SPI. Kami sama sekali tidak mengambil rujukan ilmu psikologi. Full rujukannya dari Kitab Nidlom al Islam dan Kitab Syakhsiyyah Islaamiyah Jilid 1. Apakah Sahabat-sahabat yang pernah ikut parenting pakai ilmu psikologi merasakan bedanya?
(A): Itu perbedaan yang sangat signifikan Ustadz, di SPI kami diajak berfikir. Bukan hanya sekedar menerima materi mentah-mentah, didoktrin, seperti kebanyakan parenting yang mungkin ilmunya sudah jauh lebih dikuasi oleh pemateri. (Saya bicara dari sisi awam) kerangka berfikirnya bukan Al Qur’an dan sunnah. Walaupun sudah mulai banyak seminar parenting diluar yang menawarkan “mengembalikan anak kepada fitrahnya” (karena ITMnya mulai terlihat) tapi tetap ada pemisahan antara agama dengan penyelesaian masalah. Karena kembali ke teori yang dibuat oleh manusia, mungkin karena hasil didikan kapitalis yang masih melekat
Baca dulu tulisan dan pernyataan ini sampai selesai ya..
Samsul Arifin SBC
The 1st Syariah Business Coach in The World WA KSW 0811113139
Saya sendiri sejak tahun lalu memutuskan untuk sementara ini tidak bersyirkah dulu dengan siapapun. Fokus mengembangkan usaha dan mengelola aset sendiri dulu. Entah ketika suatu saat nanti, yaitu ketika Ummat sudah siap dan faham ilmu-ilmu mu’aamalah dalam Islam, serta bertemu dengan mitra yang kafa’ah dan amanah, bisa jadi saya membuka diri untuk bersyirkah kembali.
Keputusan saya inipun, mewarnai atau mempengaruhi kemana #MasyarakatTanpaRiba akan kita bawa. Sebagaimana misi dari dua misi utama SyaREA World, yaitu:
1. INSTALLING SYARIAH BUSINESS PRINCIPLE TO THE BUSINESS OWNERS
2. INSTALLING WORLD CLASS BUSINES OPERATION STANDART TO THE MUSLIM COMPANIES
Maka, gerakan #MTR sementara ini kita fokuskan hanya pada kegiatan EDUKASI dalam rangkan membantu Pengusaha Muslim untuk mengembangkan bisnisnya. Kita kembangkan ekonomi ummat ini dengan cara memperkuat dan mengembangkan bisnis masing-masing dulu. Sinergi diantara kita, dilakukan sebatas saling membeli dan menggunakan jasa diantara kita dulu.
Sementara, kita tidak perlu bersyirkah atau mengembangkan usaha bersama-sama. Sampai ekonomi kita benar-benar kuat. Bisnis kita semua sudah menghasilkan cashflow yang cukup besar dan pengetahuan serta keterampilan Ummat akan FIQH MUAAMALAH sudah mengakar dan teraplikasikan pada kegiatan ekonomi sehari-hari.
Kita fokus pada AL-ILMU QOBLA ‘AMAL dulu ya.. Bersyirkah nanti saja menyusul deh.. Insyaa ALLAAH dengan berjalannya waktu, syirkah itu akan terjadi dengan sendirinya. Toh pada masa Rosul dan Sahabat, mereka lebih banyak mengembangkan bisnis secara individu. Bukan beramai-ramai melakukan bisnis bersama.
Kendati demikian, bagi Sahabat, Warga KSW & K-MTR yang merasa tertarik untuk bersyirkah karena ada ajakan atau peluang atau semangat. Silakan baca dengan teliti PERNYATAAN DISCLAIMER berikut ini dulu ya..
PERNYATAAN DISCLAMER
Bahwa dengan semakin banyaknya warga yang menghuni Kampoeng SyaREA World (KSW) dan K-MTR, maka tidak bisa dipungkiri akan terjadi interaksi yang lebih intensif dari sekedar berdialog di halaman WhatApps atau Telegram atau Line.
Dari perkenalan di KSW dan K-MTR, lalu ada ketertarikan, dilanjutkan dengan japrian, kemudian berlanjut ke diskusi dan bahkan pertemuan tatap muka. Apalagi rajin hadir pada pertemuan tatap muka KSW.
Maka sangat mungkin akan ada penawaran-penawaran tertentu dari dan antar warga. Baik sekedar penawaran jual beli barang dan jasa, maupun penawaran kerjasama pada usaha atau proyek tertentu.
Oleh karena itu, dengan ini kami menyatakan bahwa, warga yang bertransaksi telah memahami sepenuhnya atas kemungkinan adanya resiko-resiko dari kerjasama tersebut. Masing-masing pihak membebaskan SyaREA World, Team, Pengurus #MTR dan para admin Kampoeng SyaREA World (KSW) dan K-MTR dari tuntutan tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya resiko tersebut di kemudian hari.
Segala resiko yang bisa saja terjadi di kemudian hari itu, menjadi tanggung jawab sepenuhnya masing-masing pihak yang bertransaksi. Transaksi atau kerjasama yang terjadi tidak ada hubungannya dengan aktivitas SyaREA World, team, #MTR dan para admin WAG KSW & K-MTR.
Warga Kampoeng SyaREA World (KSW) dan K-MTR yang dirahmati ALLAAH..
Saya mengingatkan diri dan kita semua agar Waspada terhadap kemungkinan terjadinya PREMATEUR PARTNERSHIP. Yaitu ketika Anda “merasa” cocok, merasa peluang bagus, sehingga Anda termotivasi bekerjasama (bersbisnis) bersama rekan Anda, baik kawan lama, rekan satu komunitas, tetangga sebelah rumah, satu alumni atau lainnya tanpa lebih dahulu menyamakan visi, misi dan budaya kerja, serta pengambilan keputusan dan hal-hal detail laInnyayang mungkin terjadi di kemudian hari.
PREMATEUR PARTNERSHIP sering terjadi pada dua pihak atau lebih yang merasa “satu frekuensi” atau “satu visi” karena telah berkumpul pada komunitas/grup yang sama, telah mengikuti pelatihan bisnis yang sama atau telah sama-sama memenangkan ajang kontes bisnis yang sama, bahkan telah ditokohkan sebagai pengusaha sukses yang sama. Kemudian mereka melakukan interasksi yang lebih intensif.
PREMATEUR PARTNERSHIP juga bisa terjadi ketika seorang pengikut, tertarik pada ajakan atau peluang bisnis yang diatawarkan oleh tokoh-tokoh yang diseganinya. Mereka taklid buta pada ajakan tokoh tanpa berfikir jernih akan resiko-resiko yang mungkin terjadi. Dan tidak berfikir halal atau haramnya perjanjian kerjasama bisnis yang dilakukannya.
Karena interkasi yang intensif tersebut, masing-masing pihak mulai merasa cocok untuk bekerja sama untuk memadukan potensi dan kelebihan masing-masing. Tergiur oleh sesuatu yang tampak, sehingga lupa memperhatikan sesuatu yang tidak tampak atau sengaja tidak ditampakkan.
Jika “terpaksa” dan sudah tidak bisa ditahan lagi untuk bekerja sama, kunjungilah rumahnya, temui keluarga (besar)nya, ajaklah jalan-jalan bersama, pelajari hal-hal yang tidak ditampakkan dari calon mitra Anda.
Lakukan due diligent. Surveylah lokasi usahanya. Berdiamlah dengan tenang di sana. Amati perilaku yang terjadi di sana.
Pelajari, baik secara terang-terangan maupun diam-diam, seperti apa track record calon mitra Anda. Terutama dalam hal-hal penting berikut ini;
1. Pengalaman bekerjasama dengan pihak lain
2. Kemampuan menjaga uang
3. Kemampuan mengelola uang
4. Kemampuan membangun team
5. Kemampuan membangun sistem
6. Pencatatan transaksi
7. Pelaporan transaksi
8. Reputasi baik
9. Perhatikan pula kehidupan pribadi dan rumah tangganya.
Ingat! Bersikap tenang dan netrallah terhadap sesuatu yang diceritakan dengan semangat oleh calon mitra Anda. Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui bagaimana sahabat Anda itu mengambil keputusan. Dan bagaimana pola fikir, pola sikap dan pola tindaknya terhadap kehidupan, keluarga, bisnis uang, spiritual dan aspek-aspek kehidupan lainnya.
Sekali lagi Latih kemampuan Anda untuk memahami sesuatu yang tidak ditampakkan. Apa sebetulnya yang mendorong sahabat Anda itu mengajak kerjasama dengan Anda? Tanyakan pada diri Anda:
a. Mengapa dia mengajak kerjasama?
b. Mengapa dia tidak melakukannya sendiri?
c. Mengapa saya yang diajaknya kerjasama?
d. Apakah ia juga mengajak yang lain?
e. Apakah ia telah berhasil bekerjasa sebelumnya?
f. Bagaimana tinjauan Syariah atas kerjasama yang diajukan?
Sekali lagi.. jangan tergiur pada sesuatu yang tampak! Pekalah terhadap sesuatu yang tidak tampak atau tidak ditampakkan! Datangi, ajak diskusi yang mendalam dengan orang-orang yang pernah bekerjasama sebelumnya dengan pihak yang mengajak Anda bekerja sama.
JIka Anda masih “ngebet” untuk menerima tawarannya, sudah tak tahan untuk bekerjasama, silakan mulailah dari yang sangat kecil nominal uangnya. Nominal yang Anda sanggup atau rela kehilangan tanpa memikirkannya kembali. Rela ketika suatu ketika terjadi hal-hal yang tidak Anda inginkan.
Lalu renungkan beberapa waktu sebelum Anda mengambil keputusan. Bertanyalah kepada sebanyak mungkin orang yang Anda duga kuat mengenal orang yang mengajak Anda bermitra. Mintalah bantuan “orang luar” untuk membantu Anda mengambil keputusan.
Dan Sholat Istikharahlah. Mintalah petunjuk ALLAAH SWT untuk selalu membimbing kita semua dalam mengambil keputusan. Kemudian, catat atau tulis atau aqadkan kerjsama Anda tadi dengan prinsip-prinsip mu’aamalah syariah. Al-ilmu qobla ‘amal.
Masih ingat prinsip MONEY FOLLOWS TRACK RECORDS kan?
Lebih baik Anda bersahabat baik dalam kehidupan dari pada sakit hati akibat PREMATUER PARTNERSHIP! Dan ingat, seseorang yang berhasil mengembangkan bisnis sendirian, belum tentu berhasil mengembangkan bisnis yang sama ketika bersyirkah.
Semoga ALLAAH SWT senantiasa memudahkan segara urusan dan kepentingan kita semua. Aamien yaa ALLAAH..
Demikian pernyataan DISCLAIMER ini kami sampaikan, atas perhatian dan pengertiannya, kami ucapkan terima kasih.
Samsul Arifin SBC
The 1st Syariah Business Coach in The World WA KSW 0811113139
Diskusi By Samsul Arifin dan Warga KSW #34 Akhwat
WA KSW 0811 113 139
(Q): Saya membantu Bu Dui menyusun materi-materi SPI. Kami sama sekali tidak mengambil rujukan ilmu psikologi. Full rujukannya dari Kitab Nidlom al Islam dan Kitab Syakhsiyyah Islaamiyah Jilid 1. Apakah Sahabat-sahabat yang pernah ikut parenting pakai ilmu psikologi merasakan bedanya?
(A): Itu perbedaan yang sangat signifikan Ustadz, di SPI kami diajak berfikir. Bukan hanya sekedar menerima materi mentah-mentah, didoktrin, seperti kebanyakan parenting yang mungkin ilmunya sudah jauh lebih dikuasi oleh pemateri. (Saya bicara dari sisi awam) kerangka berfikirnya bukan Al Qur’an dan sunnah. Walaupun sudah mulai banyak seminar parenting diluar yang menawarkan “mengembalikan anak kepada fitrahnya” (karena ITMnya mulai terlihat) tapi tetap ada pemisahan antara agama dengan penyelesaian masalah. Karena kembali ke teori yang dibuat oleh manusia, mungkin karena hasil didikan kapitalis yang masih melekat