Saturday, January 24, 2026
Home Blog Page 40

JUALAN SOLD OUT BUKAN SEGALANYA

0

Hati-hati dengan slogan SOLD OUT! Mengapa?

Karena itu hanya tangga-tangga awal dari perjalanan bisnis Anda. Bisa jadi SOLD OUTnya produk atau jasa yang Anda jual hanyalah karena calon pelanggan Anda tertarik dengan promosi yang Anda lakukan. Meraka hanya ingin mencoba-coba saja. Setelah itu mereka tidak kembali untuk membeli dari Anda.

Pernahkah Anda mengalami situasi seperti itu? Sungguh kasihan sekali. Karena bisnis yang baru Anda bangun tinggal tunggu giliran untuk segera tutup..

Bi-MiMS “ILMUNYA DAHSYAT” MENJADIKAN BISNIS BUKAN SEKEDAR BERJULAN

0

Sebelum saya mengikuti Bi-MiMS pemahaman tentang marketing adalah menjual produk. Penjualan mengandalkan ilmu komunikasi yang pernah saya pelajari. Cara lain adalah dengan Menawarkan kelebihan produk dibanding produk lain.

Setelah mengikuti Bi-MiMS saya jadi “NGEH” bahwa marketing tidak sekedar jualan. Saya diajarkan mengenal katagori bisnis saya masuk dilevel mana? :
@ BULK
@ BRAND
$ SERVICE
$. KONSEP

Dalam Bi-MiMS dituntun bagaimana caranya membangun BIZNIS TUMBUH DAN BERKEMBANG 100 Tahun dengan RULE BIZNIS:

JUALAN SOLD OUT BUKAN SEGALANYA

0

Hati-hati dengan slogan SOLD OUT! Mengapa?

Karena itu hanya tangga-tangga awal dari perjalanan bisnis Anda. Bisa jadi SOLD OUTnya produk atau jasa yang Anda jual hanyalah karena calon pelanggan Anda tertarik dengan promosi yang Anda lakukan. Meraka hanya ingin mencoba-coba saja. Setelah itu mereka tidak kembali untuk membeli dari Anda.

Pernahkah Anda mengalami situasi seperti itu? Sungguh kasihan sekali. Karena bisnis yang baru Anda bangun tinggal tunggu giliran untuk segera tutup..

Dalam Setahun Pengusaha Asal Sulsel Ini Lunasi Utang Rp9 M, Begini Tipsnya

0

PAREPARE, PIJARNEWS.COM — Anda kesulitan melunasi utang? Bisa jadi, anda harus belajar dan berguru pada seorang pengusaha asal Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Namanya Rasdha Tadjuddin (42). Rasdha sejak tahun 1998 berwirausaha di Yogyakarta sebelum menyelesaikan studinya di Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Anak ke 3 dari 9 bersaudara ini ayahnya berasal dari Sidrap dan Ibunya berasal dari Kalosi, Enrekang.

Awalnya, Rasdha membuka usaha warung internet (warnet) dengan menyewa satu tempat dan membeli lima unit komputer bekas di Yogyakarta.

Usaha ini kemudian berkembang hingga suatu ketika tergiur dengan tawaran dari salah satu bank. “Bantuan modal dari bank awalnya Rp30 Juta. Saya kemudian membeli sejumlah peralatan untuk mengembangkan usaha warnet tersebut,” kata Rasdha, owner Merapi Online Corp Yogyakarta ini.
Karena tabiat utang memang selalu membuat kecanduan, lanjut Rasdha, usaha tersebut kemudian berkembang hingga utang di bank mencapai Rp9 miliar.
“Jumlah titik bank dari 1 menjadi 4 titik. Saya kira lebih sakit jika jatuh cinta, ternyata lebih sakit dan pusing jika jatuh tempo kredit,” ujar Rasdha saat menjadi pembicara pada Seminar Cara Mudah Lunasi Utang yang digelar Komunitas Masyarakat Tanpa Riba (MTR) Parepare di Hotel Parewisata, Sabtu 12 Desember 2018.

Di hadapan 150 peserta Temu Pengusaha dan Warga Masyarakat Tanpa Riba (TP-WMTR) Parepare, Rasdha menceritakan kisah perjuangannya melunasi utang Rp9 miliar dalam tempo 1 tahun pada Desember 2017 lalu.
“Saat utang Rp9 milar, setiap bulan saya harus membayar cicilan Rp90 juta per bulan. Meski usaha kami masih berkembang, namun tak ada ketenangan jiwa dan keharmonisan rumah tangga,” ujar Rasdha.

Karena melihat usaha terus berkembang, lanjut Rasdha, pihak bank kemudian hendak merealisasikan pinjaman dari Rp9 Miliar menjadi Rp12 Miliar. “Namun saya tidak jadi teken kontrak pinjaman karena Allah SWT mempertemukan saya dengan komunitas pengusaha tanpa utang dalam mengembangkan bisnisnya. Akhirnya saya belajar dan terus belajar, kemudian menjual sejumlah asset lalu mambayar utang di bank senilai Rp9 miliar,” ungkap Rasdha.

Ia mengaku, sangat takut azab Allah SWT seperti yang tertulis dalam kitab suci Alquran surah Al Baqarah ayat 278-279 yang artinya. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa Riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al Baqarah: 278-279)

Rasdha Tadjuddin (tengah pakai kemeja putih) foto bersama dengan peserta seminar. --ist--
Rasdha Tadjuddin (tengah pakai kemeja putih) foto bersama dengan peserta seminar. –ist–

Rasdha mengaku tobat dan berazam untuk tidak lagi berhubungan dengan utang. Sebab selama 20 tahun berwirausaha, ia bergelut dengan riba. “Jadi solusinya saya bersama istri sepakat mengiklankan sejumlah aset untuk dijual guna melunasi utang tersebut. Di samping itu, melobi pihak perbankan untuk memberikan keringanan. Syukur Alhamdulillah, Desember 2017 saya berhasil melunasi utang tersebut,” tandas Rasdha yang mengaku suka menu Ikan Bakar usai makan siang di salah satu warung makan di Kota Parepare.

Rasdha mengingatkan kepada peserta untuk menghentikan tabiat dan kebiasaan buruk berutang. Setidaknya, dari 20 tabiat berutang, Rasdha mengungkap 8 poin tabiat buruk berutang di dunia ini.

Pertama, kata Rasdha, utang itu membuat kecanduan. Tengok saja, sejumlah pengusaha dan pegawai yang gemar berutang. Awalnya, mungkin pinjamannya hanya kecil, namun lama-kelamaan akan menjadi besar. “Awalnya mau cicil rumah, namun belum lunas rumahnya, mau lagi beli lagi motor dan mobil dengan cara cicil yang bisa jadi di dalamnya ada unsur riba,” pungkas Rasdha.

Kedua, lanjut Rasdha, jika gemar berutang, maka utangnya selalu bertambah. “Seperti yang saya alami, awalnya utang hanya Rp30 Juta namun terus bertambah hingga Rp9 miliar,” kata Rasdah sambil tertawa.

Ketiga yakni menambah beban hidup. “Keempat orang yang masih punya utang sering sakit-sakitan. Tabiat buruk kelima yakni hilangnya kemesraan dalam rumah tangga, keenam gelisah di malam hari dan ketujuh terhina di siang hari, karena sering dikejar-kejar debcolektor atau ditelepon sama pihak bank,” tutur Rasda.

Kedelapan tabiat buruk dan bahaya orang suka berutang, sambung Rasdah yakni bisa bunuh diri. “Ada beberapa kejadian yang pernah dimuat media, seseorang bunuh diri karena terlilit utang,” ujar Rasdha.

Nah, apa solusinya jika kita bisa mudah melunasi utang? Menurut Rasdha, sebagai muslim, setidaknya ada tiga hal yang dilakukan agar Allah SWT memudahkan kita melunasi utang. Tiga hal tersebut yakni fokus memperbaiki diri seperti memperbaiki salat lima waktu. Jika laki-laki, upayakan salat berjamaah di masjid di awal waktu, rajin infaq dan sadakah, dan memperbaiki hubungan silaturahim kepada sesama manusia.

Fokus kedua, lanjut Rasdha, memperbaiki tim kerja.
“Jadi selain pimpinannya memperbaiki diri seperti mengamalkan ajaran Allah SWT dan menjauhi larangannya, juga mengajak kepada seluruh tim kerjanya untuk melakukan hal serupa. Nah, ini saya lakukan kepada hampir 300 orang karyawan saya di beberapa bidang usaha seperti kafe, hotspot center, perumahan, depot isi ulang air minum dan sejumlah usaha lainnya,” ungkap Rasdha.

Fokus ketiga, tutur Rasdha yakni berupaya memperbaiki ketidakberesan pada umat utamanya mengajak dan memberi solusi agar umat tidak lagi gemar berutang. “Setelah saya ikut berdakwah dan berbagi pengalaman cara mudah bebas utang, saya semakin dimudahkan dalam bidang usaha. Hati dan jiwa pun kian tenang,” ujar owner perumahan Ngaliyan Residence, Semarang, Jawa Tengah ini.

Selama menjadi pegiat Masyarakat Tanpa Riba (MTR), Rasdha juga kini lebih bisa memilah-milah yang mana kebutuhan dan keinginan. “Ini penting, agar hidup bisa lebih tentram. Karena itu, diharapkan membeli sesuatu berdasarkan kebutuhan bukan keinginan. Kuncinya beli sesuatu harus cas dan lunas, meski harus terlebih dulu menabung,” tandas Rasdha.

Seorang pegiat MTR Parepare, Fahri Firman mengatakan, kegiatan MTR ini yang kedua kalinya dilakukan di Kota Parepare. “Kami kembali melakukan kegiatan seminar cara mudah melunasi utang. Juga telah memberikan tips kepada warga yang hendak tebebas dengan utang dan tidak kecanduan berutang,” kata Fahri.

Menurut Fahri, panitia menghadirkan dua narasumber dalam seminar sehari tersebut. Pertama, Rashda Tadjuddin, Owner Merapi Online Corp dan Pujiono, Owner Gold Tea. Selain dari Parepare, peserta seminar ini berasal dari berbagai daerah seperti Sidrap, Pinrang, Barru, Tana Toraja dan Makassar. (*)

Mau tahu Rahasia dan Jawaban lebih detailnya, mari ikuti Workshop Becoming MASTER in MARKETING & SELLING (Be-MiMS) yang Insyaa ALLAAH akan kita selenggarakan pada:

DIA ADALAH PEMBOHONG YANG NYATA

0

Jika ada MUSLIM, yang sudah tahu hukumnya RIBA dan mengaku hidupnya baik-baik saja dengan RIBA, bahkan Bilang “Alhamdulillah aku Lancar bayar angsuran bulanannya.”

Maka Dijamin DIA BOHONG.
Karena kenikmatan di atas kemaksiatan itu adalah ISTIDRAJ .
Berhentilah me Riba, mengajak perang Allah & Rasul Nya

Investasi bersahabat acara luar biasa ini
Tonton video di bawah ini
https://youtu.be/x94ogC3fcKA

Riang Gembira Menuju UBL

0

Lihat video Ust Samsul preview UBL Sangat bersemangat, Apalagi Hari ini Alhamdulillah Saya sudah melakukan Pelunasan satu titik yg jaminannya rumah yg Saya tempati.. Cicil pokok komitmen desember lunas,.. Mau lunasi Dari jual rumah, Gak Laku, Malah dapet Dari rejeki Gak disangka2.. Allahuakbar.. I LOVE MTR.. DO U?

JALAN ITU SUDAH TERBENTANG

0

Suatu ketika nanti, Warga MTR akan menjadi bagian dari Masyarakat yang diperhitungkan keberadaaanya. Kita akan terbiasa bertemu dan berdiskusi hangat tentang penyelesaian problematika Ummat dengan para petinggi negari dan tokoh masyarakat yang berpengaruh. Pendapat kita akan mereka simak baik-baik sebagai pertimbangan utama melakukan sesuatu. Kehadiran kita ditunggu-tunggu oleh Ummat.

Ternyata..

Kita tidak perlu menunggu. Saat ini itu sudah mulai terjadi. Kita sudah diterima di tengah-tengah Ummat. Jalan sudah mulai terbentang. Mari luruskan niat, manfaatkan situasi mendukung ini secara maksimal untuk kemuliaan Islam dan kejayaan Kaum Muslimiin.

ALLAHU AKBAR… !!!

PENGIN BERUBAH ITU DARI DIRI SENDIRI

0

Assalamualaikum,

Saudaraku yang dirahmati Allah. Selama ini kita hidup dalam era yang serba abu-abu. Buktinya buanyak dari umat ini berharap hidupnya sejahtera, berkecukupan dan berkah, tetapi pola dan cara hidup yang digunakan berseberangan dengan harapan yang diinginkan.

Waktu demi waktu senantiasa berdoa berharap kebaikan untuk kehidupan di dunia dan di akhirat. Tetapi apa yang dilakukan oleh banyakan umat ini..? Berharap menjadi Ahli Sorga, tetapi amalan-amalan yang dilakukan dengan menggunakan cara-cara yang tidak sesuai dengan yang Allah dan RasulNya perintahkan. Menginginkan putra-putrinya sholeh dan sholekhah, tetapi disekolahkan di sekolah-sekolan yang hanya memperoleh pembelajaran agama Islam 2 jam perminggunya.

Disisi lain berharap usahanya berkembang dan berkah, tetapi cara-cara yang digunakan tidak sesuai dengan yang Allah dan RasulNya tuntunkan… Artinya antara harapan dan cara yang digunakan untuk mendapatkannya tidak NYAMBUNG. berharap success dan berkah, tetapi cara yang digunakan adalah dengan methode ilmu-ilmu kapitalisme.

Karenanya buat sahabatku yang ingin memperbaiki hidup dan kehidupannya, mesti kembali kepada aturan-aturan yang dituntunkan oleh Alloh dan RasulNya.
Oleh karena itu di MTR senantiasa mengajak warganya untuk belajar kembali dan memahami ilmu-ilmu untuk perbaikan diri, keluarga dan bisnisnya.

Awal perbaikan yang harus dilakukan adalah perbaikan Fundamental pemahaman terhadap aturan-aturan hidup dan bisnis yang sesuai Allah dan Rasulullah. Pemahaman ilmu fundamental tersebut dapat sahabatku peroleh dengan berkomitmen daftar dan hadir dalam program “SUKSES MENGEMBANGKAN HARTA TANPA RIBA”

LIMA BULAN UTANG 2,1 M LUNAS

0

Alhamdulillahirobbil ‘alamin….
Trimakasih SyaREA World…

Setelah saya mengikuti Seminar SUKSES MENGEMBANGKAN HARTA TANPA RIBA (SMHTR) Pada Bulan Maret 2017, ketika didalam seminar SMHTR saya banyak mendapatkan pemahaman baru, di SMHTR saya kembali berazzam untuk segera menghentikan kebiasaan berutang dan juga bersegera meninggalkan riba.. Dari sinilah dari SMHTR proses memperbaiki kehidupan pribadi dan bisnis kami mulai..

Kemudian setelah selesai mengikuti seminar SMHTR kembali saya kuatkan fundamental cara jitu penyelesaian utang di seminar melalui seminar PBTR, disini diajarkan prinsip-prinsip utama dalam menyelesaikan utang dan juga bagaimana membangun bisnis tanpa utang riba, dan kemudian kami diajarkan bagaimana memperkokoh dan mulai membangun great system juga great people pada usaha kami, Sehingga kami bisa menjalankan proses penyelesaian utang dengan tenang dan bisa lebih berfokus pada keharmonisan keluarga dan pengembangan usaha.

BERKAT PERTOLONGAN ALLAAH SWT… AKHIRNYA LUNAS UTANG SAYA DI ABANK RP 2,1 M.. DALAM WAKTU 5 BULAN SAJA… ALLAAH mengijinkan lebih cepat dari waktu yang kami rencanakan.

Alhamdulillaah…
Lega rasanya…
Bebas..
Lepas dari belenggu yang selama ini nyaris memporak-porandakan diri, keluarga dan bisnis kami.

Dan Alhamdulillah lagi..
Ketika saya memutuskan untuk ikut seminar SUKSES MENGEMBANGKAN HARTA TANPA RIBA (SMHTR) sangat membantu perbaikan dan pertumbuhan klinik kami.. Alhamdulillah… Jadi lebih mudah closing dan terus closing.. criinggg… cringg… criingg.. lebih banyak… lagi dan lagi..

TERNYATA MENGEMBANGKAN BISNIS TANPA PAKAI UTANG ITU BISA BANGET…!!! temukan solusinya hanya di SMHTR.

Jazakumullah Coaches SyaREA World..
Semoga sehat terus.. Sukses dunia akherat buat Coaches SyaREA World dan keluarga… Aamien..

dr. Siti Handayani
MTR #10 Jawa Tengah

JANGAN SAMPAI MENJADI ORANG YANG BERKATAGORI BANGKRUT DI AKHIRAT GARA-GARA UTANG

0

Benar adanya setiap hari kita sudah berupaya berbuat hal baik. Harapan dari upaya kebaikan tersebut adalah pahala dari Allah SWT.

Menjadi keyakinan dan harapan hamba Allah, bahwasanya pahala tersebut dapat diraih dan berbuah SurgaNya Allah.

Karenanya sebagai seorang muslim berupaya secara maksimal menjaga pahalanya diterima secara utuh, artinya amalan baik didunia diterima secara penuh di akhirat kelak srcara utuh. Akan merugi bils mana amalan yang sudah dibuat, ternyata di Akhirat kelak terkurangi, bahkan menjadi golongan orang yang bangkrut.

Beberapa hal yang menjadikan orang yang bangkrut di Akhirat adalah kondisi ORANG YANG MATI MEMBAWA UTANG DAN BELUM DILUNASI

Dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa mati dan masih berutang satu dinar atau dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR Ibnu Majah no. 2414 ~ shahih)

Sudah yakinkan umur anda sampai esok…? Sudah yakinkan anda tetap sehat untuk mencari rizki untuk menutupi utang…kita tidak pernah tahu hari esok saudaraku. Karenanya dibutuhkan ilmu untuk pemahaman utang dengan benar. Tujuan yang akan diraih dari pemahaman ilmu tersebut adalah pemahaman yang benar terkait utang dan ketahanan permanent untuk tidak kembali dalam kebiasaan buruk utang.

Dimanakah anda akan dapatkan strategi membebaskan diri dari utang, berupaya hidup sesuai aturan Allah, menjadikan keluarga harmonis, hidup penuh keberlimpahan dan keberkahan…?

Amir M #MTR 10 – Jawa Tengah