Shalatmu cermin kehidupanmu

Oleh: Yudhi Gunardi-Arsitek Ahli Masjid
Penggiat MTR
Founder #GerakanPemakmurMasjid (GPM)

Apakah anda pernah mengalami hal-hal seperti ini: selalu sibuk dengan urusan dunia, pergi pagi-pulang malam terkadang tidak pulang, deadline pekerjaan makin menumpuk, waktu meeting dengan customer selalu bentrok dengan jadwal penting lainnya, dihantui tanggal jatuh tempo cicilan pembayaran (rumah, mobil, motor, dll.) waktu terasa begitu cepat, rasanya 24 jam dalam sehari tidak pernah cukup untuk anda.

Tidak punya banyak waktu untuk istri dan anak, tidak cukup waktu untuk bersilaturahim dengan orang tua/saudara, tidak ada waktu untuk menjenguk saudara/teman/sahabat yang sedang sakit, tidak ada waktu untuk bersosialisasi dengan tetangga, tidak ada waktu untuk datang ke majelis ilmu, selalu sibuk menjelang waktu shalat, hawatir telat bertemu client kalo shalat dulu sebelum meeting, bahkan sulit mengalokasikan waktu untuk shalat berjamaah di masjid.

Setiap hari bangun tidur kesiangan dan kaget terlambat, segalanya terasa harus cepat, mandi tergesa-gesa, sarapan ga sempat/tergesa-gesa, ngantar istri/anak tergesa-gesa, pergi ke tempat kerja tergesa-gesa, bekerja tergesa-gesa, makan siang tergesa-gesa, pulang kerja tergesa-gesa dan shalatpun selalu diwaktu sisa.

Ingin dapat kerjaan/proyek tergesa-gesa, biar cepat dapat kerjaan/proyek terpaksa suap/riswah. Ingin punya motor/mobil/rumah tergesa-gesa uang belum cukup terpaksa ngutang dan terjebak riba.

Anda menjadi lalai karena waktunya hanya dihabiskan untuk mengikuti hawa nafsunya dalam membanggakan harta, memiliki tahta atau mendapatkan wanita pujaan, dan mulai amai dalam mengejar ridho keberkahan Allah.

Anda membuat setanpun tertwa bahagia karena melihat anda, subuh kesiangan, dzuhur kesibukan, ashar diperjalanan, maghrib kecapean dan Isya ketiduran. Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ * الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, (QS. Al-Maa’uun 107:4 & 5)

Saya sendiri pernah mengalami masa-masa terperangkap pada KESIBUKAN TIADA AKHIR seperti diatas, sampai akhirnya Allah memberikan “pesan” cintanya untuk saya melalui KEBANGKRUTAN YANG MENYISAKAN UTANG MILYARAN.

Alhamdulilah saya bertemu Ustadz Samsul Arifin, dan sahabat-sahabat MTR dan SPC yang meginspirasi saya berhijrah, dalam proses itulah saya memahami bahwa visi hidup kita jangan hanya berorientasi kebahagiaan dunia yang fana, tapi juga harus berorientasi akhirat yang kekal abadi.

Saya juga mulai menyadari bahwa bisa jadi shalat kita adalah cermin kehidupan kita, ketika jadwal hidup kita berantakan maka periksalah bagaimana jadwal shalat kita, mungkin itu “pesan” Allah yang bisa saya tangkap dari perenungan proses hijrah saya selama ini. Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا
Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang mengabaikan shalat dan mengikuti keinginan hawa nafsunya, maka mereka akan tersesat. (QS. Maryam 19:59)

Manusia pada dasarnya akan terus berbangga satu dan lainnya hingga mereka masuk ke dalam kubur, ketika mereka merasakan kematian, barulah mereka berhenti dari berbangga-bangga dengan harta.

Namun hakikatnya alam kubur hanyalah tempat mampir sebelum sampai ke alam berikutnya, yaitu negeri akhirat yang kekal abadi dan amalan manusia akan dibalas di negeri yang kekal abadi tersebut.

Seandainya kita mengetahui dengan ilmu yang sampai ke hati, tentu kita tidak akan lalai hingga terus-terusan berbangga-bangga dengan harta, dan malah akan menyibukan diri dengan beramal sholeh untuk bekal akhirat.

Namun sayangnya, kebanyakan kita tidak menyadari, sampai saatnya melihat neraka Jahim nampak didepan mata, yang dijanjikan pada orang-orang kafir, Naudzubullah…

BERMEGAH-MEGAHAN TELAH MELALAIKAN KAMU
HINGGA KAMU MASUK DALAM KUBUR

Allah Ta’ala berfirman,

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (2) كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (3) ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (4) كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ (5) لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ (6) ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ (7) ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ (8)

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).” (QS. At Takatsur: 1-8).

Yuk, kita perbaiki jadwal shalat kita, agar Allah mengaturkan jadwal hidup kita menjadi lebih baik dan lebih berkah, marilah kita sama-sama memperbaiki diri, seburuk apapun masalalu kita, mumpung belum terlambat, Allah masih memberikan waktu dan kesempatan, sungguh jangan disia-siakan, karena kematian pun tidak pernah menunggu kesiapan kita, wallahualam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here