Syaiful Hidayat, Berkah Lunas Utang Miliaran untuk Orang Tua

0
586

Praktik ilmu PBTR untuk menyelesaikan 40 titik utang yang semula milik orang tuanya.  Alhamdulillah, Pak Syaiful Hidayat, pengusaha kuliner  asal Mataram ini berhasil  menyelesaikan utang  3,5M lunas dalam waktu 11 bulan.

Pembelajaran apa yang sudah ia dapatkan dari MTR?

Hari-hari ini, warung pecel “SERUNI” milik Pak Syaiful Hidayat yang berlokasi di Mataram Lombok tidak pernah sepi pengunjung. Bisnis yang  dirintis sang istri  sejak remaja di tahun 1989 ini maju pesat, berdampingan dengan usahanya di bidang properti. Melalui ilmu yang ia dapatkan dari MTR, warungnya berkembang menjadi 12 cabang dalam waktu singkat dan semua laris manis di Mataram.

Bahkan dalam masa pandemic covid saat ini, warung pecelnya semakin ramai. Tamu yang datang datang pergi tak berbilang. Karyawan harus ditambah, omset melesat sampai bilangan 1,1M. Mendatangkan berkah bagi umat karena Pak Syaiful konsisten berbagi bagi yang memerlukan.

Bukan cuma melayani customer kuliner, Pak Syaiful juga menerima tamu-tamu terkait dakwah MTR di warung pecel usahanya. Ia sengaja mengalokasikan waktu khusus untuk menerima tamu  yang ingin berkonsultasi masalah utang dan solusinya.

Pak Syaiful adalah pegiat MTR yang mendapatkan amanah ri’ayah dakwah MTR di wilayah Indonesia Timur. Pengalamannya dalam mengatasi problem utang memang pantas dijadikan pembelajaran. Ia berhasil melunasi 3,5M utang dalam waktu 11 bulan. Tanpa perang urat saraf, tanpa ketegangan dan bebas dari BDO.

Sesungguhnya,  utang-utang itu bukan asli diperbuat oleh Pak Syaiful. Ia menerima amanah untuk menyelesaikan utang-utang yang dipindahtangankan dari orang tuanya.  Ada 40 titik, tersebar di berbagai tempat. Yang paling besar ada di bank-bank, lainnya di koperasi dan pribadi.

Awalnya, Pak Syaiful juga bingung waktu menerima limpahan tanggungjawab itu karena tidak terbiasa memiliki utang. Ia hanya bisa terdiam pasrah, jika ada orang datang marah-marah menagih utang. Ia jadi paham, betapa sulit kondisi orang tuanya sebelumnya.  “Oh, jadi seperti ini yang dirasakan orang tua karena punya utang. Siang terhina malam gelisah,” ujarnya.

Untuk menutup sebagian utang itu, ia sudah sempat menawarkan rukonya seharga Rp750 juta. Namun tak kunjung ada yang menawarnya.

Cukup lama berkubang dalam kesulitan, dalam perjalanan Pak Syaiful mengenal MTR melalui salah satu pegiat yang  awalnya justru ia usir dari warung pecelnya. Waktu itu kondisinya memang kurang mendukung karena sisa-sisa gempa masih sering terjadi. Namun yang ia herankan, pegiat MTR itu silih berganti datang  dengan ajakan untuk masuk barisan pejuang lunas utang miliaran.

Ketika hati mulai terbuka, Pak Syaiful pun bersedia mencoba ikut pembelajaran PBTR. Itupun  setengah hati, karena istrinya sempat menduga MTR adalah kelompok sesat. Pak Syaiful memberi jaminan kepada istri, jika memang MTR sesat, ia akan langsung meninggalkan event tersebut.

Namun di Bogor, Pak Syaiful menemukan bukti bahwa MTR adalah  komunitas yang tepat karena bisa mengubah berbagai hal menuju kebaikan. Mulai dari pola pikir, pola ibadah, tatacara berkeluarga, semua lengkap diajarkan. Materi-materi itu ia bawa pulang sebagai oleh-oleh untuk sang istri. Hingga pada pemberangkatan untuk event MTR yang kedua, istrinya sukarela memberikan dukungan.

Apa yang sebenarnya Pak Syaiful dapatkan selama belajar di MTR?

“Yang paling simple adalah bersahabat dengan dakwah. Kita datang (ke bank) untuk silaturahim dengan baik dan mengajukan permohonan bebas BDO. Waktu pertama pasti ditolak karena SOP mereka memang seperti itu. Tapi  di MTR kita sudah tahu, jawabannya akan seperti itu, dan kita harus bersikap begini,” paparnya.

Begitu juga cara berhadapan dengan debt collector . Sosok yang awalnya berwajah seram itu, ia terima dengan muka penuh senyum, disuguhkan hidangan terbaik sebagai sahabat.   Dengan metoda itu, Pak Syaiful bersyukur, proses penyelesaian  utang-utangnya  hamper tidak mengalami benturan sama sekali. “Karena Allaah yang maha membolak-balik hati manusia,” ujarnya.

Bahkan untuk utang di luar bank, ia tidak perlu mengajukan surat permohonan bebas BDO karena asset yang dijadikan jaminan tidak signifikan dan bagi mereka  yang penting uangnya kembali. Melalui cara itu, alhamdulillah, 40 titik utang itu berhasil lunas dalam waktu 11 bulan. Semua bebas BDO dan MDO untuk bank Syariah.

Keberkahan datang melalui keseriusannya mencari ilmu yang  mempercepat proses lunas utang miliaran. Bahwa ada warga yang mulai belajar pada waktu yang sama, jadwal sama, dan coach yang sama, namun hasilnya beda, menurut Pak Syaiful hal itu membuktikan bagaimana Allaah akan membantu siapa yang benar-benar serius berhijrah. Bukti keseriusan Pak Syaiful terlihat dari upayanya sengaja terbang ke Padang dan Pemalang untuk belajar bagaimana membuat “surat cinta” kepada si abank.

Dan jangan lupa, Pak Syaiful mencari jalan lunas utang untuk keselamatan orang tuanya.  Maka bisa dimaklumi jika ia mendapatkan keberkahan berkali lipat yang mempercepat proses lunas utangnya.

Proses percepatan lunas utang Pak Syaiful juga didukung faktor unlogic dari Allaah. Antara lain, setelah ikut MTR, ruko yang sebelumnya ditawarkan Rp750juta dan tidak laku, tiba-tiba dibeli orang dengan  harga 1,5M tunai. Juga sebidang  tanah yang tadinya ia tawarkan Rp250 juta, setelah hijrah Allaah bantu laku 400 juta dibayar cash.

“Barangsiapa yang mengamalkan sesuatu dengan serius karena Allaah, Allaah akan membantu. Syaratnya, kita harus mau meningkatkan kapastas ibadah dan memantaskan diri, plus selalu bergerak untuk berdakwah,” kata Pak Syaiful.

Gerakan dakwah Pak Syaiful antara lain ia lakukan ke berbagai pondok pesantren. Ia datang bukan sebagai coach, namun berbagi pengalaman buruk berutang dan bagaimana ia mencari solusi.  Pengalaman buruk itu ternyata juga banyak dialami oleh para pengelola pesantren.

Lebih dari itu, di MTR Pak Syaiful juga mendapatkan pelajaran pelajaran aqidah fundamental dan hijrah total agar mendapatkan cinta Allaah dan Rasulnya. Terlebih utang adalah hal yang tidak bisa dihisap,  dan Allaah tidak akan mengampuninya. Utang itu menyesatkan dan memutuskan mata rantai kehidupan. Nilai-nilai inilah yang selalu Pak Syaiful sebarkan agar orang-orang tidak terjebak pada kesalahan tabiat buruk berutang.

“Saya ngaca diri aja, saking sayangnya terhadap sesama umat. Kami tidak ingin orang lain mengalami kesulitan seperti apa yang kami rasakan,” ujarnya. Untuk dakwah MTR, Pak Syaiful mengaku tidak mengenal waktu. Bahkan ketika sakit pun, jika tamu yang datang terkait MTR, ia akan bangun dari tempat tidurnya.

Semangat dakwah ini ia dapatkan karena ingat, Rasul sebelum meninggal yang diingat justru umatnya, bukan keluarga. “Ummati, ummati, ummati. Lalu kontribusi apa saya sebagai umat. Dan janji Allaah, kalau kita menolong agama Allaah pasti Allaah juga akan menolong itu. Itu yang selalu membuat saya bersemangat dalam berdakwah,” pungkasnya.

Anda ingin mengikuti pola dakwah Pak Syaiful menuju lunas utang miliaran? Mari bergabung dengan komunitas MTR  melalui nomor-nomor di bawah ini,  dan dapatkan pencerahan awal melalui BUKU MERAH “Kesalahan-kesalahan Fatal Pengusaha Mengembangkan Bisnis dengan Utang.”

☎️ 0853-353-353-19 

☎️ 0811-1818-29 

☎️ 0852-8966-9696 

☎️ 0811-1888-29

 

InsyaAllah akan Anda  dapatkan jalan hijrah untuk menggapai hidup tenang tanpa utang dan riba dalam ridhaNya. Aamin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here