SEMUA KEJADIAN ADALAH KEBAIKAN KETIKA KITA BERSYKUR DAN BERSABAR

303

By Andri, KSW #01 Leaders
WA KSW 0811113139

Beginilah sayangnya Allah pd hambanya.

Panas juga pengen nulis pengalaman lebaran. Membaca postingan² sodara² KSW tentang lebaran 1438H sangat membahagiakan. Saya ikut merasakan senang. Semoga kebahagiaan ini selalu anda (kalian) rasakan selamanya.

Lebaran tahun ini saya rasakan hikmahnya sebagai lebaran tahun ke dua yg penuh makna. Yaitu : Beginilah sayang nya Allah pd hambanya.

Bisnis saya cuma toko komputer dengan modal awal cuma 30jt di tahun 2008. Tanpa sentuhan manajemen yg bagus bahkan bisa dikatakan dengan manajemen sukur ngglundung (asal jalan), bisnis saya berkembang sampai 6 cabang toko dengan omset 2.5M/bln. Perjalanan sampai th 2013 bisnis mulai terasa menurun tepat th itu juga saya terlibat riba.
Puncaknya sejak Oktober 2015 saya tandai sebagai awal saat terburuk pada kondisi keuangan dan bisnis saya.

Yg secara spiritual kejatuhan bisnis saya disebabkan oleh gelimang riba. Meskipun dari kacamata manajemen penyebabnya adalah trend bisnis yg berubah dan saya tidak menyiapkan strategi cadangan. (Untuk menghibur diri : perusahaan raksasa seperti nokia / sony / blackberry atau yahoo aja bisa jatuh apalagi saya).
Saat itu saya berdalih riba dalam kondisi darurat tidak mengapa. Darurat ngeriba rapopo!

Sampai pada bln Agustus 2016 di acara seminar ustad Samsul di Malang. Saya disadarkan oleh ustad, bahwa saya telah salah jalan.
Astaghfirullah. Semoga Allah ampuni dosa² saya. Seketika saat itu juga saya berazzam tobat riba.

Menyimak cerita² / testimoni sodara² yg sudah tobat riba sangat menginspirasi dan memberi energi positif untuk istiqomah menghindari riba.

Akan tetapi sampai saat ini cerita indah itu belum terjadi pada saya. Tidak mengapa, Allah punya rencana lain yg saya yakin sangat indah luar biasa nanti. Yg pasti saya sangat menikmati kedekatan dg Allah.

“Aku tidak peduli atas keadaan susah/ senangku karena aku tak tahu manakah diantaranya keduanya itu yang lebih baik bagiku” (Umar ibn Khattab).

Bekasi, 10 Syawal 1438H